beautiful prom

Nama : @tita_titania_ / AegyoBliss
Judul Cerita : beautiful prom
Tag (tokoh) :

Main cast :

– Chan Yeol EXO

-Xiumin EXO (as chinese man with Liem Xiumin as the real name)

-Kris EXO

-Kai EXO

-Sehun EXO

-Man Hyo Shin [OC]
Genre : Simple relationship. Easy to guess
Rating : Romance, Fluff romance
Length : One Shot
Catatan Author :

Kekeke maaf saya menodai nama asli akang Xiumin tercinta kita. Ini cuma pengalaman pribadi so that’s why namanya dia jadi Liem Xiumin, karena inspirasi saya dalam menulis ini juga bermarga Liem😉 take a deep breath and enjoyy~

 

Sumaries

Pria itu.. sampai kapan akan terus kucintai seperti ini? Tanpa ia tahu..tanpa ia sadari..

Beautiful Prom

Sudah setahun..ku didekatmu,

Ada di setiap pagi, di sepanjang harimu.

“hari ini naik mobil sendiri atau diantar sunbaemu itu sayang?” tegur eomma sambil menata sandwich dan susuku.

“hari ini diantar oleh Xiumin-sunbae eomma”

“kenapa kau tidak berangkat bersamaku saja sih?” Chan Yeol buka suara dengan mulut peuh makanan “oppa ini sekarang bawa mobil”

“hish, oppa dari swedia? Lagipula, pacarmu itu bagaimana kalau aku ikut bersamamu? Bisa-bisa dia berpikiran macam-macam. Sudah kau itu selalu numpang makan dirumahku..nanti aku dicurigai macam-macam lagi. Haduh” sandwich tak bersalah itu akhirnya terpenggal dengan brutalnya.

“ya!” ia melemparkan suatu brosur ke wajahku “omonim! Hyo Shin tidak memperbolehkanku makan disini lagi”

“Hyo-ie!!” eomma meneriakiku dari arah dapur.

Dan aku hanya bisa memberikan tatapan membunuh pada si bodoh-tukang-senyum-itu.

“kau itu jangan galak-galak jadi yeoja. Yang kuberikan, baca itu” Chan Yeol mengubah duduknya jadi di sampingku dan menenggerkan lengannya ke sandaran kursiku. “ini undangan prom. Sudah dapat pasangan?”

“belum. Aku saja tidak tahu akan ada acara prom” aku membulatkan mataku “pada tanggal ini band kita kan ada acara..jangan-jangan acara yang dimaksud prom ini?”

“eo. Dan yang diberi undangan ini hanya para namja. Yeoja tidak ada yang boleh tahu sedikitpun. Biar seru katanya. Apa kau sudah mendapat tawaran?”

“eopsseoyo (belum). Kemarin kan aku tidak masuk. Makanya, kau kalau kemari jangan hanya numpang makan saja. Lihat keadaan yang punya rumah”.

“aduh chagi” jari sialannya mencolek daguku “iya aku lupa kemarin kau sakit. Sudah, jika nanti kau diajak kencan oleh Xiumin hyung jangan diterima langsung. Bisa saja nanti Kris-hyung atau mungkin Sehun mengajakmu juga”

“bodoh” kujitak kepalanya “daripada yang kau sebutkan itu semua ya lebih baik aku memilih si “itu” lah. Kau ini”.

Sendok yang sudah bersih itu kemudian kuletakkan dan kakiku kulangkahkan menuju tas yang sudah bertengger manis bersama trench coatku di coat hanger. Chan Yeol mengikuti dibelakang sambil terkikik sendiri.

“ya! Kau ini kenapa?” aku melirik aneh pada pria itu.

“kau ini teledornya kelewatan sekali” ia masih terkikik dengan wajah merah “kau yakin mau berangkat dengan Xiumin-hyung dengan pakaian seperti itu?”

Aku memriksa pakaianku, tidak ada yang salah. Seragamku juga sama seperti Chan Yeol (karena biasanya seringkali aku salah seragam). Sepatuku juga..hitam. lalu apa?

“duh! Kau ini tidak peka. Padahal sejak tadi aku meliriknya” Chan Yeol masih dengan senyum ear-to-earnya membukakanku pintu “resleting rokmu, belum kau tutup!”

“ya!! Kenapa tidak bilang dari tadi!!” aku melemparkan sepatuku yang malah terkena pintu tak berdosa itu.

“hyo shin!! Pintunya kau apakaan?? Suaranya terdengar sampai sini!!”

“ameutgodo aniya eomma (tidak ada apa-apa ibu)!!!” aku segera kabur ke gerbang yang disambut pria berwajah ceria itu, Xiumin.

Setiap pagi, kumenunggu di depan pintu

Siapkan senyum terbaikku, agar cerah harimu

***

“morning hyo-ya. tadi aku sempat melihat Chan Yeol ke garasimu. Dia tinggal disini?” Xiumin membuka obrolan sambil membetulkan seat-beltku.

“em..ada apa memang sunbae?”

“tidak..hanya bertanya” ia memasang senyum “kalau tidak mau jawab ya.. tidak apa-apa. Apa tadi aku mengganggu?”

“aniyeyo!! Dia hanya numpang makan dirumahku kok. Kebetulan kami bertetangga” aku menggaruk kepalaku canggung.

“well, kenapa dia tidak makan dirumahnya sendiri saja?” senyum teduhnya yang membuatku sesak nafas muncul lagi.

“dia sudah tidak punya eomma. Jadi..setiap pagi pembantunya yang memasak. Tapi semenjak berteman denganku dan eomma menganggapnya anak juga,ya..sebagian besar waktunya ia habiskan di rumahku. Rumah sebesar rumahnya itu hanya ditinggali 2 orang..menyedihkan kan?” aku menawarinya sandwich buatan eomma. Karena aku yakin sebelum kemari dia belum sarapan.

Oh iya, kalian pasti bingung apa hubunganku yang sebenarnya dengan sunbae ini. Hai! Namaku Man Hyo Shin, kelas 11 A mengambil jurusan sastra dan ilmu pasti. Teman dari kecil Chan Yeol. Vocalist band, wakil ketua klub karate dan seorang yeoja yang diambang putus asa dalam percintaan. Bukan, bukan karena aku tidak laku. Justru..err kebalikannya. Banyak sekali yang sudah menyatakan cintanya padaku. Tapi kenapa aku masih diambang putus asa? Orang disebelahku inilah penyebabnya. Tidak peka bahwa aku menyukainya. Awalnya..

[flashback]

“AAAH!!!” kurasakan tubuhku terguling-guling di jalanan dan berakhir dengan kakiku yang terasa perih. Tiba-tiba, sebuah cairan hangat mengaliri kedua kaki jenjangku dan membuatku tersentak.

Kakiku robek berat dan terkoyak sampai ke daging. Sementara dahikupun mengucurkan darah.

Dan suara Chanyeol yang mengumpat menjadi hal terakhir yang kudengar.

.

.

Bau obat yang menyengat menyadarkanku dari tidur. Oh, pasti rumah sakit. Ku tolehkan pandanganku menuju sesorang yang sudah tidur disebelahku. Seorang namja, dan anehnya itu bukan Chanyeol.

Rambutnya lurus dengan efek tajam pada rambutnya yang di wax (atau gel? Molla). Jari-jarinya pendek dan lurus, berbeda dengan tangan pencopet Chanyeol yang berbuku-buku. Kulitnya putih bersih dan kini..ketika ia membuka matanya.. mata terindah yang pernah kulihat..

“nu-nuguya?!?” mataku terbelalak

“ah! Kau sudah sadar? Kau pusing? Ingin muntah? Apakah ada bagian ubuhmu yang nyeri??”

“eum” aku mengangguk “seluruh tubuhku. Siapa kau? Dan..kenapa aku disini??”

“maafkan aku. Tadi entah kenapa kaki-kakiku selip dan bukannya mengerem, aku justru menginjak pedal gas saat lampu merah.. dan kau, tertabrak”

“ah..geuraeyo?” kulihat bajuku sudah berganti dengan seragam rumah sakit “sudah berapa lama aku pingsan?”

“kau pingsan selama 3 jam sebelum akhirnya dokter memutuskan untuk memasang penn pada tulang pahamu karena tulungmu patah sempurna. Dan.. kau baru sadar 26 jam dari operasi ini. Well, 29 jam untuk akumulasinya” ia menatapku dengan tatapan tampan dan teduh “jeonmal..joesonghapnida”

“ah..memangnya pengaruh bius selama itu?”

“kau juga mengalami injury di bagian belakang kepalamu” ia menyentuhnya lembut “ini yang menyebabkan. Kondisimu sedang drop. Kalau boleh thu.. luka itu sudah agak lama. Kau juga kecelakaan sebelum ini?”

“eh? Eum..kudapatkan saat turnamen karate minggu lalu. Lawanku melakukan penalty”

“oh..baiklah kupanggilkan dokter ya?”

Hari-hari selanjutnya, pria itu—yang bernama Xiumin, sunbaeku—menjengukku secara teratur dan pulang di malam hari. Dia juga yang membiayai semua pengobatanku. Bahkan, saat sudah dirawat dirumahpun setiap malam aku selalu dijenguknya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk bersekolah..

“eomma aku berangkat!”

“iya. Hati-hati. Chanyeol, jangan ngebut”

“ne omonim. Kaja”

Aku keluar duluan karena Chanyeol akan mengeluarkan mobilku..sampai akhirnya aku melihat Xiumin-sunbae ada di depan pagar rumahku.

“ada apa kau kemari?” aku menghampirinya.

Dia malah hanya membukakan pintu “masuklah. Aku sudah pernah bilang kan aku akan bertanggung jawab? Mulai hari ini sampai waktu yang tidak ditentukan.. kau berangkat dan pulang bersamaku.

[end of flashback]

See? Begitulah. Jadi sekarang berangkat dan pulang aku selalu bersama sunbaeku ini. Kecuali bila dia ada keperluan mendadak barulah dia tidak menemuiku dan menitipkanku pada Chanyeol. Bahkan, jika saat istirahat aku ada di kelas, dia akn membawakanku makanan dan tidak akan beranjak darisana sampai bel masuk berbunyi.

“sunbae” panggilku.

“ne?”

“kau sudah dengar tentang gosip yang akhir-akhir ini beredar disekolah?”

Ia terkekeh geli “kau ini. Aku mana tahu gosip? Mungkin kau bisa menanyakannya pada Luhan kalau kau mau”

“bukan..tentang.. kita” aku memberi penekanan pada akhir kata itu. “bahwa kita pacaran”

“oh.. yang itu” ia menggeleng-geleng imut yang membuat air liurku kini mengalir seperti sungai Han “biarkan saja Hyo-ya. Apa kau terganggu?”

Bodoh! Justru aku mengharapkannya kenyataan dan bukan hanya gosip!“tidak juga. Apa sunbae terganggu?”

“eopsseo”

“aku sih tidak masalah dengan hal ini. Soalnya, kita kan sudah dekat semenjak tahun lalu.. tiap hari keluar bersama, sering jalan berdua ke plaza-plaza di seoul.. mereka pasti memikirkan sesuatu dengan hubungan kita. Pasti..ada yang bertanya sebenarnya apa hubungan kita sampai kita sedekat ini” kataku memancing. Ya tuhan semoga dia tidak sebodoh ini samp—

“begini, Hyo-ya. Apa ini mengganggumu? Jika ya, akan kuusahakan bagaimana caranya”

“eum..ti-tidak juga sih sunbae gwenchana”. Jangan bilang kau akan berhenti berada di dekatku agar tidak terkena gosip. Tidak tidak tidak..membayangkannya saja aku tidak sanggup.

Senyum yang menampilkan gigi kelinci tercintaku muncul lagi “baiklah kalau begitu. No problem kan? Ayo keluar” ia menyempatkan untuk merapihkan poniku dan membuka pintuku setelahnya. Sial, jantungku..berulah lagi.

tak mungkin bila, engkau tak tahu

bila ku menyimpan rasa yang kupendam sejak lama

***

“kau kenapa?” Jongdae menyikutku ketika aku memakan bekal makan siang sambil mengedit video miliknya.

“wae? Apanya yang kenapa?”

Ia menghela nafas berat “kalau tidak karena kau sahabatku, vocalis dari bandku dan aku membutuhkanmu segera menyelesaikan videoku..sudah ku hajar kau karena sejak tadi laptopku kau aniaya tanpa tuduhan. Bisa-bisanya trackpadku kau hantam begitu”

“aigo Jongdae-ya.. ini hanya vaio. Bukan macbookmu kan yangku kasari” aku menaruh laptopnya dan memijat dahiku yang lelah.

“hh..Xiumin-hyung lagi?”

Aku menoleh spontan kearahnya dan melempar tatapan ‘what?’

“apa Xiumin-hyung lagi yang membuatmu begini?” Jongdae mengulangi pernyataanku.

“eo. Tapi sudahlah, jangan dibahas”

“kalau tidak dibahas jerawatmu akan semakin bermekaran disana hyo shin-ah. Ppali malhago” Jongdae memaksaku.

“well” kusilangkan kedua lenganku dibelakang kepala “aku sudah memberinya ‘kode’ dan secara terselubung menanyakan bagaimana hubungan kami akan berjalan. Dan..tidak ada respon yang berarti. Aku sepertinya terlalu dianggap adik”

“aigo, ketus sekali? Ah.. tidak mungkin rasanya Xiumin-hyung berkata seperi itu”

“ya memang tidak. tapi yah.. kurang lebih itulah yang dia katakan” kusedot susu kotak ditanganku penuh emosi hingga habis dalam 1 tegukan “dia itu senseless”.

“ya.. mungkin dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk menembakmu?”

“kau selalu berkata seperti itu dari kita kelas satu” kupejamkan mataku karena keabsurdan Jongdae.

“oh iya” Jongdae menyebarkan brosur prom ke padaku “menurutmu, Na Eun mau tidak ya kuajak kesini?”

“yah..kau harus bersaing dengan taemin 11S kalau begitu”

“S? Social? Ah..mana mungkin dia menang. Siswa dari kelas tersulit disekolah ini mana mungkin dikalahkan dengan anak itu”

“masalahnya, banyak orang yang mengatakan dia tampan dan imut. Jelas dia lawan yang berat lah, mengingat tampangmu yang kurus dan kempot begitu. Jalan dengan Hyorin-sunbae saja. Dia menyukaimu dari dulu tahu” aku memejamkan mata dan menyandarkan kepala di tanganku yang kusilangkan di belakang.

“masa? Orang secantik dia ternyata menyukaiku?”

“eo. Xiumin-oppa yang bilang. Dia sering menanyakan apa-apa saja yang menjadi kesukaanmu padaku”

“arraso.. aku percaya. lalu kau? Mengajak siapa?”

Ku tolehkan kepalaku spontan “Jongdae sialan, aku yeoja. Aku yang diajak”

“mana ada namja yang mengira kau itu yeoja huh? Kaki diangkat satu seperti di warung kopi, lengan disilangkan kebelakang seperti seorang pemalas. Kau itu cantik, banyak yang menyukai..tapi, dengan sikapmu seperti ini”

“percuma, Xiumin-oppa tidak meresponku lalu buat apa?”

“haih..bagaimana dengan—

“HYO SHIN-AH!!!! CHANYEOL OPPA DATANG!!!” secara tiba-tiba pria dari kelas D (kesenian) ini memasuki kelasku

“fuck” aku mengumpat datar dan menutupi kepala dengan tasku. Pasti ada hal aneh lagi.

“aku sudah dapat pasangan loo” Chanyeol tiba-tiba mengambil kursi di sebelah Jongdae “kau bagaimana?”

“mungkin aku akan mengajak Hyorin-nuna. Sudah kuajak bertemu di cafe malam ini dan dia setuju”

“wah..selamat Jongdae-ya!” ia menepuk-nepuk bahu Jongdae sok akrab.”hey, bagaimana denganmu tomboi mutan?”

“shit. Stop calling me that dumbass. Just get outta here” kubenamkan kembali kepalaku di meja dan kututupi dengan jas sekolah Jongdae yang tergeletak.

“kenapa dia? PMS?” tanyanya mungkin pada Jongdae.

“ah..dia patah hati. Xiumin-hyung tidak merespon kode cintanya” Jongdae berkata dengan datarnya dan sialannya lagi, aku jadi terlihat seperti yeoja agresif yang jomblo seumur hidup.

“hmm.. sayang sekali. Ini, kuberikan mawar ungu untukmu. Kebetulan OSIS menjual berbagai macam bunga untuk senjata para namja mengajak yeoja-yeoja ke prom minggu depan. Kuberikan padamu saja”

Okay, akhirnya aku bangun dan mengambil mawar itu. Cantik sekali…seperti warna headphone beats Dr.Dre milik Xiumin-oppa..

“kenapa kau memilihkanku ungu? Cantik sih..tapi bukankah kau tahu aku suka mawar putih?” tanyaku.

“hehe..karena aku tahu, mawar ungu memang cocok untuk jomblo abadi sepertimu”

“SIALAN KAU PARK CHANYEOL DOBI PERI RUMAH —

“jeogiyo” seseorang dengan suara bass sexynya (walaupun lebih sexy Chanyeol sih) menegurku.

“ah, Hyo Shin-ah.. aku ke kantin dulu. Ternyata sudah istirahat, bye!” Jongdae seperti faham dengan situasi ini dan membiarkan Kris-sunbae duduk di tempatnya sambil menarik Chanyeol yang meronta-ronta entah kemana.

“ada apa Kris-sunbae?” suara terlembutku kukeluarkan. Yah, aku hanya bersikap seperti tadi hanya pada orangorang terdekatku.

“eum..kau sedang sakit?” ia menyentuh dahiku dengan jarinya yang panjang.

Sontak aku mundur “eh! aniyeyo”

“wajahmu kusut sekali” ia tersenyum tampan (apalagi dengan alisnya yang menggiurkan dan rahangnya yang membuat siapa saja ingin menciumnya itu) dan menyerahkan sebuah kotak kecil “ini,bukalah”

Kulihat ada sebuah bracellete mewah dari kristal berwarna pink berkilau disana. Sementara di sisi kananya terselip sebuah kertas. Oh..brosur prom lagi.

“maukah kau memakainya waktu di prom nanti?”

“yeppeota” aku menaruhnya kembali ke kotak itu “ingin sekali sebenarnya”

“baiklah. Kalau begitu kujemput jam 7 ne?”

“eh, buat apa?” aku membelalak “aku ingin memakainya. Tapi aku akan berdansa bersama orang lain”

Ia membelalak lebar-lebar “what?!”

“hehe” ku kembalikan kotak kecil itu “maaf yah sunbae. Kau bisa mengajak Taeyon-sunbae kalau mau. Kudengar, dia membeli sebuah gaun dari Dorothy Perkins lho. Dan kuyakin, benda itu cocok untuknya. dia tidak akan menolak! Percaya padaku” kutampilkan senyum lebar 3 jariku.

“ah..sebenarnya aku hanya ingin berdansa denganmu saja hyo shin-ssi”

“ne. Tapi maaf, walau kuyakin sebenarnya lebih keren kesana bersamamu. Tapi maafkan, dan saranku itu..turuti saja! Kalian pasti terpilih untung king and queen nanti”

“baiklah” ia berdiri dan merapihkan sejumput rambutku “gomawo ne, kau keluar. Jaga kesehatanmu”

“ye” aku kembali duduk di tempatku. Duduk di pojok paling belakang dekat jendela itu menguntungkan sekali. Aku bisa melihat pria cina—Xiumin-oppa—bermain basket disana bersama dengan Luhan-hyung-sunbae dan Tao-hoobae.

Sejenak, aku menangkap Jongin melihatku dan tersenyum manis. Yap, senyumnya yang melegenda itu terarah..kalau aku boleh GR, kearahku. Lalu ia mengambil sebuah papan skor dan menuliskan “Hyo Shin-nuna, aku akan kesana. Jangan pergi dulu”

Tuh kan benar. Aih, aku memang terlalu cantik untuk dibiarkan. Dibiarkan Xiumin-oppa maksudnya. HUAAAA TToTT

“nuna, kulihat nuna tidak istirahat? Nuna sakit?”Jongin mendatangi kelasku yang akan selamanya sepi selama tidak ada bel tanda masuk berbunyi.

“aniyo. Apa wajahku memang terlihat seperti itu? Kris-sunbae tadi juga menanyakannya”

“ah..kau hanya kelihatan lesu dan kusut, nuna. Aku bawa coke, mau?”

“ah, gomawo” aku menerima kaleng yang sudah dibuka itu dan menenggaknya.

“eum..nuna. kudengar Xiumin-hyung belum mengajak siapapun ke prom minggu depan ya?” Jongin menatapku sedikit serius kali ini.

“hmm..molla. dia tidak bercerita apa-apa” kataku.

“baiklah..kalau begitu..eum. nuna, maukah nuna datang ke prom itu bersamaku?”

Glek~

“UHUK UHUK UHUK UHUK” kupukul dadaku yang tersedak, tersedak nama Jongin mungkin.

“hati-hati nuna. Ya.. nuna ini cerobohnya tidak main-main”

“ya Jongin-ah.. kau ini sudah tahu aku hanya pandai menari diatas papan ‘pump-it-up’. Kau mau malu? Lagi pula.. kakakmu, EunJung-unni bisa membunuhku jika kau mengajakku berkencan” tolakku dengan, well..agak kasar sih.

“kan kita tidak berkencan nuna. Aih, kita hanya berdansa”

“tidak ah, nanti kau jatuh cinta pada make-up ku. Lagipula, hutangmu padaku main pump belum kau bayar. Minggu depan, kita akan ada turnamen pump oke? Jangan lupa” aku berdiri untuk keluar dari kelas ini “ikut aku yuk, aku mau bertemu dengan Namjoo membicarakan tentang lomba itu”

***

Jongin dengan lapang dada akhirnya menerima penolakanku. Semua orang kini sudah tahu aku menolak untuk pergi dengan siapa saja ke prom. Jongdae juga sudah memberiku sms bahwa ia positif akan pergi ke prom nanti dengan hyorin-sunbae. Ah, aku harus meluangkan waktuku untuk mendandaninya nanti. Dan juga Chanyeol.

Oh iya, ngomong-ngomong kenapa tadi kulihat Chanyeol berbicara serius dengan Xiumin-oppa ya waktu Jongin memberikan pesannya lewat papan score itu? Tidak mungkin kan kalau dia memberitahukan aku ingin pergi ke prom dengannya?

“hyo shin-ah!!” suara bass pria menjengkelkan itu kembali muncul saat aku duduk dibangku taman kini “oppa Chanyeol muncul lagi. Kenapa wajahmu muram begitu? Heum? Jomblo bukan akhir dunia hyo shin-ah”

“sial kau” aku meninju legannya lesu “asal kau tahu saja, aku sudah menolak 3 pria semingguan ini. Kris-hyung, Jongin dan terakhir Baek Hyun. Aku bukan jomblo. Aku quirkyalone”

“no, kau itu creepyalone. Lihat, kau diberi harapan palsu dengan Xiumin-hyung dan hanya terpuruk dengan itu. Kalau kau mau, bilang padanya duluan” Chanyeol dengan simpatik mengelus-ngelus punggungku. “untung saja pacarku itu pengertian, melihat pacarnya sedang mengelus serigala betina seperti ini”

“ah, sudah lumayan baik julukanmu daripada mutan tomboi itu, keparat” aku menyandarkan kepalaku ke pundak Chanyeol yang lebar itu.

“ah, gara-gara Xiumin-hyung seharian ini aku dikatai olehmu. Tak apalah, seorang oppa memang seharusnya membantu yeodongsaeng-nya yang sedih”

“ne, oppa keparat” jawabku pasrah.

“kau menyebutku oppa?! Hyo Shin-ah kau sakit??”

“aniyo. Kau kan memang cocok sebagai kakakku kalau dipikir-pikir. Terima kasih ya oppa”

“Xiumin-hyung memang harus dibunuh. Lihat, serigala betinaku kini berubah menjadi kelinci kena penyakit diabetes begini. Manis tapi lemah.. dan itu merubah imagemu sama sekali Hyo Shin-ah”

***

Sudah hari terakhir untuk kesempatan para namja-namja untuk meminta para yeoja di sekolah ini untukpergi dengan mereka ke prom. Sialnya, disekolah ini rasio yeoja dan namjanya 1:1. Sial kan? Ugh.

Kenapa aku benci dengan fakta itu? Karena..kali ini Xiumin-oppa legket sekali dengan asisten lab bernama Victoria itu (padahal nama aslinya Qian. Sok-sokan saja pakai nama barat). Sudah kukatakan juga aku tidak suka oppa mendekati victoria, dan memang dilakukan. Tapi..namanya juga partner olimpiade, sudah pasti mereka ujung-ujungnya juga sering bertemu. Dan sepertinya, mengingat aku tidak diajak ke prom sampai detik ini denganya.. ia pasti mengajak victoria si musang itu.

“kau mau ke UKS saja Hyo Shin-ah? Daripada kau lesu terus seperti itu?” Jongdae setengah berbisik setngah melihat papan mengatakannya. Maklum, Wang sonsaengnim memang terkenal killer.

Aku mempertimbangkannya “ne..sepertinya aku ke UKS saja” aku dan Jongdae berdiri. “maaf seonsaengnim, saya tidak enak badan. Bisa saya keluar?”

“boleh, tapi Jongdae tetap di kelas. Kalau kalian berbuat yang aneh-aneh bagaimana itu nanti. Sudah. Nara, antarkan Hyo shin ke UKS”

Kami berjalan beriringan sambil sesekali nara menanyakan apakah perlu dibopong atau tidak. Awalnya aku menolaknya dengan alasan ‘aku ini cuma kelelahan kok, bukan leukimia’. Tapi.. saat aku melewati lapangan, kelas Xiumin oppa sedang olahraga. Saat itulah aku cepat-cepat mengalungkan tangan di bahu nara dan meletakkan tangan kiri nara di pinggangku.

“sst, anggap aku ini sakit tumor otak. Jadi, buat aku terlihat sesakit mungkin” aku membisikannya ke telinga nara yang tersentak shock mendengar perubahan sikapku. Tidak aneh.

Dan berhasil, Xiumin-oppa akhirnya mendatangiku “kau kenapa Hyo-ya?? Kenapa dibopong seperti ini??”

Ku jawil pinggang nara, sebagai tanda agar dia menjawabnya.

“eottokae?” nara sedikit panik membisikiku.

“katakan saja ucapanku yang tadi” aku masih berpura-pura sekarat di pundak nara. “aku tidak apa-apa kok sunbae” ucapku sok lemah pada Xiumin-oppa.

“ah, jangan bohong” Xiumin-oppa dengan wajahnya yang khawatir langsung menginterogasi nara “dia kenapa hoobae? Kenapa bisa lemah begini?”

“eum..anu” nara melirikku sedikit dan langsung kuberikan tatapan ‘katakan yang tadi kuberitahu’. “eum… Hyo Shin tadi, terkena tumor otak”

“ha?”

PLOK! Aku menepuk kepalaku sendiri. WHAT THE HELL SHE SAID!

“oh bukan-bukan.maksudku hyo Shin sakit leukimia”

Hening..

Hendak rasanya kucekik leher nara dan kubongkar isi otaknya. Maksudku yang tadi itu bahwa aku hanya lemas. Bukannya itu! Ah, anak sd saja pasti tahu maksudku ini. Unless, dia memang bermental anak SD.

“bukan sunbae. Aku hanya tidak ada tenaga hari ini. Sudah, kembalilah olah raga. Aku akan ke UKS”

“tidak tidak” Xiumin-oppa memburaikan tanganku dari leher nara “na-naya-ssi, kembali saja ke kelas. Biar aku yang membawa nara ke UKS”.

Gulp, apa?!

“jagan sunbae, biar aku diantara nara saja. Kau kan masih pelajaran” aku menolak.

“ini hanya pelajaran olah raga. Sedangkan kau, matematika kan?” hebat juga Xiumin-oppa hapal jam-jam pelajaranku.

“jangan oppa, biar nara saja” ucapku datar.

“jangan biar ak—

“kalau kau yang membopongku, aku justru tidak bisa jalan!”

Shit, aku keceplosan.fuck.

“yasudah” secara tiba-tiba dia mendekatiku dengan kecepatan speed of light, dan..

Iya, di menggendongku dan aku tidak salah eja. MENGGENDONGKU. BRIDAL STYLE. Cool~

“eum… Kau kembali saja kekelas” Xiumin-oppa langsung dengan cekatannya membopongku ke UKS dengan agak berlari karena adanya ‘cie-cie-cie’ dari teman-temannya. Aku tahu, sebenarnya Xiumin-oppa benci seperti itu. Di ejek yang membuatnya malu adalah salah satu hal yang dapat mempengaruhinya untuk saat itu juga pergi ke kamar mandi .tapi lihat, dia tetap dengan tatapan mata tajamnya berjalan lurus menuju ke suatu tempat..

Dan itu bukan UKS.

Dia terus berjalan naik kearah atas dan sepertinya aku tahu ini. Kami menuju rooftop sekolah. Okay good, mungkin dia ingin menjadikanku ikan asin di siang hari begini duduk di rooftop.

Waktu seakan berjalan lambat saat Xiumin-oppa menggendongku disana, tanpa berbicara apa-apa. Kulit putihnya yang halus dan berkeringat.. justru menghasilkan aroma paling memabukkan untukku, mengingat soju juga memabukkan tapi baunya seperti thinner.

“kita mau kemana?” ucapku lirih di pundaknya.

“keatas” ucapnya singkat sambil terus membawaku. Tonjolan ototnya yang melakukan kontraksi kuat karena membawa beban 39 kilogram ditambah dengan tatapan mata tajamnya..membuatnya terlihat sexy dari tempatku. Tanganku sudah sejak tadi dilingkarkan kesekeliling lehernya, membuatku semakin mendekat ke objek menggiurkan itu. Ah..aku jadi mengingat komik manga yang kubaca kemarin tentang ‘membuat tanda’. Aih..mencobanya sedikit saja boleh tidak ya?. Apalagi dengan keringat paling wangi sedunia ini. Mungkin nanti jika aku butuh uang, aku akan mempertimbangkan untuk mengekstrak keringat Xiumin-oppa sebagai parfum anti tolak cinta. Roso!

“ah..akhirnya sampai” ia mendudukkanku disalah satu bangku yang ada disana. Tumben, ternyata cuaca hari ini mendung.

“kenapa kau tidak membawaku ke UKS op—ekhem sunbae?”

Ia tidak menjawabku dan justru meliatku tajam (sambil memijat pundaknya yang pasti pegal naik 2 lantai menggendongku). Nafasnya memburu tapi mulutnya bungkam. Apalagi dengan sweatpants pendek dan kaus olahraganya. Ah..menggiurkan sekali.

“sunbae—“

“aku. Tidak. Suka.” Ia menjawab tegas.

“huh?”

“kenapa kau 3 hari ini menghindariku? Bahkan kau berangkat sekolah dengan Chanyeol. Makan dengan Jongdae, menghindariku dengan Jongin. Apa ini? Kau marah?”

Aku jelas bingung “m-maksudnya kau..merasa aku menghindarimu? Bukan seperti itu maksudku”.

“lalu?”

“aku berangkat sekolah dengan Chanyeol karena kau tadi malam bilang kan, kau habis latihan olimpiade kimia bersama victoria sampai malam. Jadi, aku tidak mau menyusahkanmu daripada kau sakit.

Kedua, makan dengan Jongdae. Aku tadi melihatmu istirahat bersama victoria, jadi aku tidak mau mengganggu kalian karena kulihat kau membahas sesuatu yang penting. Jadi aku duluan meninggalkanmu

Ketiga, mengobrol dengan Jongin. Aku tidak menghindarimu, sunbae. Aku sudah menghampirimu saat kau memanggilku, tapi victoria sedang memberikanmu sebuah soal dan kupikir..akan lama untuk kalian membahasnya”

“jadi ini semua karena victory?” pria paling menggemaskan ini masih menatapku dengan tajam sekitar 5 langkah di depanku. Pacarku memang dekat..lima langkah dari saya~

“jawab hyo-ya. Apakah kau melakukan ini karena victoria? Kau tidak suka aku berdekatan dengan victory?” Xiumin-oppa menegurku lagi yang idak menjawab karena asik menyanyi dangdut dipikiranku. Pikiranku, tak dapat ku mengerti kaki di kepal—

“hyo-ya” Xiumin-oppa mengangkat wajahku yang menunduk. “kenapa kau tidak menjawabku?”

“lalu apa yang harus kujawab?” kutatap matanya lembut “katakan, bila kau di posisiku, apa yang harus kujawab?”

“hanya jawab ‘ya, ini karena victoria aku membencimu’ danlarang aku berada di dekatnya”

“atas dasar apa?” jawabku “siapa aku? Memang apahakku melarangmu dekat dengan yeoja?”

“Aku sudah berjanji padamu kan? Aku akan selalu berada di sampingmu karena aku sudah menyebabkan kesialan dihidupmu”

“oh, jadi hanya itu alasannya? KALAU BEGITU CARANYA, KAU PERGI SAJA KEPARAT!” aku sudah tidak bisa menahan lagi emosiku “PERGI! PERGI KARENA AKU SUDAH SEMBUH! Aku tidak bisa terus-terusan menerima segala perlakuanmu seperti ini jika ujung-ujungnya kau hanya memperlakukan aku seperti orang pesakitan dan menggunakan alasan konyol itu seolah karena kakiku patah.. hidupku hancur”

“itu memang benar kan? Karena aku akhirnya kau tidak bisa menjadi pramugari. Aku, menghancurkan cita-citamu hyo-ya”

“oh. Begitu? Semenyedihkan itu? Kau iba?” aku tertawa sarkastis “ kau tidak usah mengkhawatirkan aku lagi, kupastikan bahwa aku baik-baik saja. Selamat tinggal” aku berdiri melewatinya dengan cepat, berusaha mengubur tangisku agar tidak terlihat olehnya.

Sialan kau Liem Xiumin, tidak tahukah kau justru sekaranglah aku hancur?.

***

“sudah sudah” Chanyeol menggosok punggungku yang bergetar di dalam mobil saat ia mengantarku pulang “sudahlah, laki-laki pendek sepertinya masa kau berat-berati. Besok kalaupun kau tidak ada partner dansa, kucarikan namja dari sekolah lain untuk berdansa denganmu. Kau mau seperti siapa? Kau suka jaejoong kan? Atau kukenalkan pada temanku si sungyeol itu? uljimayo”

Aku menggeleng kuat di pundaknya “bukan karena prom-nya ppabo, berarti dia selama ini hanya iba”

Chanyeol kini memelukku, tanpa mengatakan apa-apa. Dan, memang itulah yang kubutuhkan. Ketenangan.

***

“jinja yeppo” Chanyeol dan jongdae melongo melihatku keluar kamar.

“sudahlah, biar menyesal orang yang menolakku untuk mengajakku ke prom malam ini” kusibakkan rambut panjang berwarna tembaga yang dikeriting gantung itu.

“oiya, kau pergi ke prom dengan siapa hyo-ie?” eomma datang dan membawakan clutchku.

“ah, gomawo womma. Aku pergi dengan Chanyeol”

“tidak dengan sunbaemu itu”

DUG!

Jantungku….

“omonim, kamu sudah telat. Annyeong!”

***

“yeah guys! Kalian masih sabar menunggu giliran berdansa walts yang membuat kaki-kaki keseleo?? Yak! Dan ready boys! We are rockpie band, and i’ll make you headbang all over this night wow!” suaraku membuka permainan band rock ku yang membuat semua orang berdansa hardcore disana. Bahagianya aku, tidak ada pasangan..tidak ada pasangan~

3 lagu..4 lagu sudah berhasil kunyanyikan dengan suara sopran terditorsiku. Tapi, aku tidak juga melihat Xiumin-oppa dimana-mana. Okay, aku tadi memang melihat victoria-muka-musang itu tapi tidak ada Xiumin-oppa disebelahnya.

“okay, and here all guys from us. Thank you for tonight and rockin’ with your couple!” aku membungkuk menutup penampilan bandku. Jongdae, Chanyeol, Baek Hyun, kyungsoo dan Lay-oppa memberikan jempolnya kearahku.

“encoreu, enocoreu”

Siapa itu? Kudengar suara satu orang dengan pronouncation hancur lebur itu meminta encore.

Dan..siapa lagi kalau bukan Xiumin-oppa,

Dan victoria. Bitch.

Semua kini mengikuti mereka yang ingin encore dengan pronounce “EN-KO-RE-EN-KO-RE”. Tidak tahu apa mereka aku sungguh ingin meleleh saja dari sini? Melihatnya bersama si musang itu ahh!!

“Hyo Shin-ah” Jongdae mengangguk padaku “kita menunggu”

Aku juga menunggu, menunggu tiba-tiba korea utara memutuskan untuk memerangi korea selatan dan bomnya jatuh ditengah ruangan ini. Shit..OMFG apa yang harus kulakukan..

“Hyo Shin-ah” kyungsoo menjawilku “kaja”

“oke oke” akhirnya ku on-kan kembali mic-ku. “untuk hari ini, aku akan memberi kalian sau kesempatan lagi untuk berdansa dan kali ini..maafkan aku ya, couple dari member rockpie tidak bisa berdansa lagi. Tapi mungkin kalian ingin saling berdansa dengan pasangan member rockpie? Semua di perbolehkan. Oke, next play will be..eum blue dengan guilty” for you, Xiumin-oppa, lanjutku dalam hati.

I never want to play the games that people play

I never want to hear the things they gotta say

I’ve found everything I need

Hatiku sakit dan teriris-iris melihat Xiumin sekarang berdiri mengajak yeoja disebelahnya untuk berdansa. Si musang walaupun sedikit canggung mengiyakan ajakannya, tanpa memedulikan mataku yang berkaca-kaca.

I never wanted anymore than I can see

I only want you to believe

Kulihat ia semakin lengket dengan gadis di itu. Undoubtly, si musang itu adalah pasangannya hari ini.

If it’s wrong to tell the truth

Then what am I supposed to do

When all I want to do is speak my mind

If it’s wrong to do what’s right

I’m prepared to testify

If loving you with all my heart’s a crime,

Then I’m guilty ..

Aku sudah tidak kuat lagi! Xiumin dan victoria kini semakin lengket! Dengan tangan Xiumin di belakang victoria membuatku..membuatku..

“Jongdae-ya” wajahnya mulai buram di mataku “tolong gantikan aku”

“hyo Shin-ah!” kyungsoo meneriakiku

boy I followed my heart

Followed the truth

Right from the start it led me to you

Please don’t leave me this way, I’m guilty now all I have to say

If it’s wrong to do what’s right then tell me about this feeling inside

If loving you with all my hearts a crime, I’m Guilty

Good, Jongdae menyuarakan hatiku dengan sempurna.

Aku melarikan diri kearah balkon karena tidak bisa lagi menahan genangan airmata membanjiri wajahku. Aku sempat mengusir hoobae-hoobaeku yang dengan enaknya berciuman disini. Ugh, masih kecil saja sudah berani seperti itu. Kurasa kalian akan menikah tahun depan.

Tidak sepertiku, yang..

Hah..aku tidak bisa menahan suara “uhu-uhu” tidak keluar dari mulutku. Rasanya sesak..sangat. aku sudah mempertaruhkan ke single-anku untuk menolak banyak pria mapan dan tampan disekolah.. Tapi karena, pria sialan itu aku harus berakhir mengenaskan seperti ini.

“hahaha.iya tapi kita ak—Hyo Shin-ah!” suara Luhan-sunbae mengagetkanku yang sedang asik menggalau.

“eh, kalian mau mesum ya? Sana cari tempat lain. Ini areaku” untung tempat ini remang-remang, jadi lebih mudah untukku menyembunyikan wajah.

“kau tidak berdansa? Pemilihan King and Queen Prom sudah mau mulai lho”

“lalu kau sendiri? Tidak. Aku tidak punya pasangan. Puas kau?”

“loh, kok bisa? Bukankah semua orang harusnya dapat ya?” Luhan-sunbae yang sepertinya mengejekku berhasil membuatku jengkel dengan telak.

“tidak sunbae,aku tidak punya pasangan”

“lalu Xiumin dengan siapa? Kau jangan bercanda Hyo Shin-ah.”

Aku menoleh telak “what?”

“iya!” ia mengeluarkan sebuah kertas dibalik tuxedonya “di daftar ini mengatakan pasangan Xiumin adalah kau. Xiumin sendiri yang mendaftarkannya”

“da-daftar?”

“ne..dan dia sudah mendaftarkan namamu dengannya bahkan sebelum undangan prom disebar. Semua namja di sekolah ini memang harus mendaftar ke OSIS dengan siapa mereka pergi”

Deg—

Ini..sunguhan?

“dia tidak mengajakku unbae, bahkan tadi aku melihatnya berdansa dengan victoria-sunbae”

“loh, bukannya victoria pasangannya adalah kyungsoo? Di daftar ini..”

Tidak ada waktu lagi!

“gomawo sunbae!!” aku menepuk pundaknya dan lari seperti banci dengan high heels. Aku berlari ke arah hall tempat prom yang mulia ini terjadi. Setelah kubuka dengan paksa, tidak ada satupun wajah tampan bergigi kelinci penuh wibawa dan tampan luar biasa itu didepanku. Aku telah menelusuri seluruh ruangan tapi tidak kudapati dimana Xiumin-oppaku berada.

Deg—

Rooftop!

Jangan-jangan dia tadi melihatku turun dari panggung mengira aku pergi ke rooftop.

Aku berlari dengan dress selututku yang berkibar dan akhirnya

Aku jatuh. Bagus, jatuh lagi dan sekarang tulang kering kananku yang terluka. Err, tidak parah sih.. hanya membengkak merah yang kontras dengan kakiku yang putih. Mirip bendera jepang.

“kenapa setiap kali aku bertemu denganmu kau selalu jatuh dan terluka heum?” suara sialan yang demi-apapun aku akan selalu mengenalinya itu menyapaku.

“oppa?”.

Sepatu pantofelnya yang mengkilat kini berada di depan wajahku dan sekarang, lutut berotot paling indah dalam balutan tuxedo hitam itu berlutut. “ne, ini aku. Xiumin, pasanganmu malam ini”

“OPPAAAA!!!!” aku berdiri dan tidak menutup wajahku untuk kali ini karena aku menangis, tangisku tidak bisa dibilang elegan seperti di drama-drama MBC atau KBS. Malah seperti spongebob waktu ditinggal gary.

“cup cup cup” dia mengelap wajahku “kau hari ini cantik sekali, tapi karena eyelinermu membanjir..kau jadi kelihatan seperti corpse bride” dan kini ia menarikku ke pelukannya.

“kenapa kau tidak memintaku ke acara itu? Kenapa kau malah berdekat-dekaan dengan victoria si musang itu? Kenapa oppaaa” suaraku mungkin agak tidak jelas teredam di dadanya.

“hari pertama aku sudah akan mengajakmu, tapi kau tidak masuk. Hari-hari selanjutnya aku keduluan orang lain ketika siang hari. Dan malamnya pulang dari latihan bandmu, kau langsung tertidur di mobilku. Dan hari terakhir ketika aku tahu kau tidak latihan band.. kau malah pulang dengan Chanyeol”ia mengatakannya sambil mengelus belakang kepalaku lembut.

“kenapa kau tidak memintaku di sms atau telefon?” aku memukuli dadanya pelan. Halah~

“kau sendiri yang bilang ke Chanyeol bahwa kau membenci orang yang tidak gentle seperti itu” ia membela “sudah. Sudah. kalau diteruskan tidak akan selesai”.

“dan satu lagi. Kenapa bahkan sebelum prom kau sudah mendaftarkan namaku? Dan.. apakah perasaanmu itu hanya iba padaku?”

“oke-oke. Satu-satu. Aku mendaftarkan namamu pada Luhan agar kalau-kalau kau menolakku, kau tidak akan pernah bisa berdansa dengan orang lain lagi, kecuali aku. Dan ternyata kau cukup kooperatif juga dengan menolak belasan namja selama seminggu ini. Dua, sejak kapan aku iba denganmu?aku.. sudah menyukaimu semenjak kau keluar dari ruang operasi itu dan membiarkanku berlama-lama menatap wajahmu”

“dan itu alasanmu kau bersusah payah menjagaku?”

“eum..ne. ketahuilah, aku bujan type namja yang mudah mengatakan cinta. Aku juga tidak tahu, sejak kapan semua ini berubah menjadi cinta. Bukan hanya suka. Jadi, setiap saat aku kembali ke rumahmu dan menjemputmu.. itu karena aku butuh. Aku butuh melihat senyumanmu setiap hari. Dan sejak saat itulah aku tahu..aku”

“mencintaiku. Kau mencintaiku. Right?”

“eum” ia mengangguk tegas.

“well, aku tidak bisa—

Tanpa ada peringatan, ucapanku dipotong oleh ciumannya. Ciuman yang sensual, ciuman yang ditujukan untuk mendominasi, ciuman yang ditujukan agar membekas dan aku..mendapati diriku sendiri tidak dapat mengusir, bahkan menolaknya. Kakiku kini sudah berubah menjadi jelly dan cita rasa miliknya menguasaiku.

Dengan menyupportku dengan memegangi punggungku, ia melepaskannya “namaku Liem Xiumin. Dan kau adalah milikku, pacarku, kekasihku, gadisku. Dan tidak ada yang bisa kau lakukan lagi”.

“kau bahkan tidak memberikan pilihan padaku!”

“ada, pilihannya hanya dua. Ya atau mau”

“eum ak—

Tak ada yang dapat menolak interupsi semanis ini. Aku suka caranya memotong ucapanku, dan mungkin.. ini akan bertahan, selamanya.

7 thoughts on “beautiful prom

  1. Anhuva berkata:

    aduh manisnya, ya nggak sia sia usahanya Hyo Shin,endingnya Xiumin juga sayang dia kok,haha seriusan manis,bagus,smangat ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s