3 AM

Alarm clock

Nama : @ramons04
Judul Cerita : 3 AM
Tag (tokoh) : Oh Sehun, Jang Nara (OC)
Genre : Friendship, Fluff
Rating : G – General Audience
Length : Ficlet

Catatan Author : Hai! Ah terima kasih banyak atas komentar kalian di 3 ff sehun nara kemarin hihi^^ Aku sangat senang bisa mendapat banyak masukan dari kalian. Kali ini aku sengaja menulis cerita pendek tentang Sehun dan Nara. Sebenarnya sih karena aku sudah kehabisan ide mau dibuat seperti apalagi u,u)/ Jadinya aku iseng buat versi pendeknya. Agak bingung juga sih ini ficlet apa drable -__-) kkkkk~ Seperti biasa ini masih beta reader jadi butuh masukan, kritik dari kalian para pembaca. Aku sayang kalian^^

***

Mataku ini sudah benar-benar tidak bisa bertahan lagi. Sangat mengantuk =_=)/ Tubuhku juga butuh tempat untuk berbaring, tapi aku tidak bisa membiarkan begitu saja manusia yang tengah duduk di hadapanku dan dengan lahap memakan mi yang beberapa saat lalu aku masak. Dilihat dari asapnya yang masih mengepul sempurna, mi itu pasti masih panas sekali T-T)/

Entah apa yang ada di dalam mulut manusia setan itu sampai-sampai ia memakan mi yang masih punya asap mengepul begitu dengan lahapnya -_-)?

Dia ini manusia yang sudah mati rasa sepertinyaT-T)/

“Pelan-pelan saja Sehun, aku tidak akan minta.”

Aha! Kau pasti sudah bisa menebak dengan mudah kan siapa lagi manusia setan yang lidahnya mati rasa itu? That’s right! Manusia kurang ajar siapa lagi yang datang ke rumah ku dini hari kalau bukan Oh Sehun teman sebangku ku yang tampan, kurus dan sangat menyebalkan T-T)/.

Sudah jadi kebiasaannya sejak 2 bulan lalu selalu pulang latihan larut malam malah sudah hampir pagi, lalu datang ke rumah untuk minta makanan setelah itu ia baru akan kembali ke dormnya. Tidak masalah sih, tapi kalau setiap hari ia selalu seperti ini lama-lama ia bisa sakit T-T)/

Anak ini mau benar-benar memiliki tubuh yang kurus kering atau bagaimana sih? ._.)?

“Pelan-pelan Oh Sehun.”

Aku berusaha mengingatkannya lagi untuk makan pelan-pelan. Entah apa yang ada di otak anak hantu ini yang jelas ia sama sekali tidak menghiraukan perkataanku. Malah kecepatan makannya bertambah.

Astaga siapa juga yang mau minta mi dini hari mu hah?!

Slruuuup~ Slruuuup~ Terdengar bunyi Sehun sedang menyeruput mi-nya masuk ke dalam mulut. Ugh, kalau aku tidak ingat sekarang jam 3 pagi, mi itu juga sudah masuk ke dalam mulutku o.o)/ Sebenarnya tidak masalah sih, aku juga sering tiba-tiba mengemil dini hari hanya saja sekarang aku merasa sangat kenyang dan malas makan jadi mendengar suara Sehun seperti itu membuatku mual sendiri.

“Sehun!” Aku menahan tangannya dan menarik mangkuk minya menjauh dari hadapan Sehun.

Anak hantu itu lalu mengangkat wajahnya menatapku dengan tatapan datarnya seperti biasa -_-)/

“Pelan-pelan saja! Aku juga tidak mau makan mi jam segini. Aku-“ Tadinya aku mau mengomelinya seperti malam-malam biasanya yang akan berakhir dengan ia memaksaku untuk ikutan memakan minya juga =_=)/ tapi sekarang aku mengurungkan niatku setelah melihat Sehun.

Dari yang aku tahu kalau seseorang makan dengan cepat dan banyak orang itu pasti dalam tekanan dan aku rasa teman sebangku ku ini sedang dalam tekanan.

“Minya Nara.” Sehun meminta minya padaku. Lihat kan! Dia tidak menatapku saat bicara T-T)/

“Ada apa?”

Tidak ada jawaban dari Sehun, sama sekali tidak ada. Yang ia lakukan hanya menghela nafasnya tanpa berniat mengeluarkan suara sedikitpun.

“Kau kenapa?” Tanyaku lagi dan hah! Anak hantu ini benar-benar tidak mengeluarkan sepatah katapun =_=)9

“Aku ini bicara dengan hantu sungguhan ya? Hoah~” Aku menyenderkan badanku sambil tetap menatap teman sebangku ku itu.

Aku mulai memainkan minya yang sekarang ada di tanganku. Aku memutar-mutar mangkoknya, sengaja untuk menarik perhatiannya karena Sehun paling tidak suka mi nya diaduk-aduk tidak jelas. Tidak tahu dari mana datangnya Sehun menarik bangkunya dan meletakannya di sebelahku. Jangan lupakan senyum mata melengkungnya yang membuatku menjadi horror sendiri.

Ada apa lagi anak ini tiba-tiba senyum seperti itu ._.)?

“A-apa?”

“Bantu aku habiskan mi nya ya!” Aku menatap Sehun tidak percaya. Kan apa aku bilang, anak ini pasti akan memaksaku untuk membantunya menghabiskan mi nya. Ih!

“Tidak mau aku kenyang. Lagi pula aku mengantuk.”

Sehun hanya menggeleng dan semakin mendekatkan tubuhnya ke arahku. Dengan senyumnya yang menyebalkan ia menyumpit mi nya dan mengarahkan ke arahku.

“Aaaaaa buka mulutmu kaki kecil aaaa~” Mulut anak hantu itu juga ikut terbuka saat ia memerintahkan aku untuk membuka mulutku.

Aku menutup mulutku dan menggelengkan kepalaku menolaknya. Tapi ternyata teman sebangku ku ini bukan orang yang mudah menyerah ya -__-) Dia terus mengarahkan mi nya ke arahku sambil membuka mulutnya tanda ia masih menyuruhku membuka mulut.

“Ayo kaki kecil bantu aku makan ya^^” Ah! Sudah aku katakan berulang-ulang kalau Chanyeol yang memintaku dengan wajah imut seperti yang Sehun lakukan sekarang aku pasti dengan senang hati memakan mi nya, tapi karena anak setan ini yang lakukan tidak berefek apapun padaku.

“Nara~” Sehun menarik satu tanganku yang berada di dekatnya dan semakin mendekatkan tubuhnya ke arahku. Aku menggelengkan kepalaku agar ia tidak memaksaku lagi malah aku juga memasang wajah memohon padanya.

“Sehun aku mengantuk. Cepat selesaikan makannya.”

Dia menggeleng sambil terus mengarahkan mi nya padaku.

“Satu suap saja ya.” Astaga jangan salahkan aku kalau sekarang aku melihat wajah penuh harap dan permohonan dari seorang Oh Sehun! Matanya yang sipit berubah menjadi sedikit sayu dengan raut wajah memohonnya yang sangat fatal. Sebenarnya cukup ah tidak! Terlalu imut malah wajahnya sekarang. Kalau keadaannya tidak seperti ini aku pasti sudah mencubiti pipinya dan mendapatkan wajah yang jauh lebih imut lagi – wajah merajuk Oh Sehun! Haha! Benar-benar imut O.O)/

“Ayolah Sehun, untuk malam ini kau makan sendiri dulu ya. Sini aku saja yang menyuapimu hmm?” Aku mengambil sumpit yang berada di tangannya dan mengarahkan mi kepadanya.

“Ayo satu pesawat alien keriting mau mendarat tuan Oh~ Ngueeeeeeng.” Sehun malah menggelengkan kepalanya dan ia juga ikut menutup mulutnya.

“Ayo satu pesawat saja Sehun aaaaaa~” Sehun menahan tanganku dan meletakan sumpitnya kembali ke dalam mangkok. Oh jangan lupa gerakan melipat tangan di dada yang setelah itu dia lakukan.

Anak ini T-T)/

“Nara! Kau saja yang aku suapi. Bantu aku makan mi nya!”

Sudah cukup Oh Sehun! Aku benar-benar mengantuk sekarang dan kau malah membentakku seperti itu T-T)9

“Aku tidak lapar Sehun, aku mengantuk!” Jawabku tidak kalah keras dari suaranya tadi. Sempat aku lihat Sehun memundurkan dirinya sedikit namun ia kembali ke posisi semula.

“Makan.” Aku menunjuk ke arah mi nya sambil melayangkan tatapan kesalku kepadanya.

Anak hantu itu malah menggelengkan kepala dan membalas perkataanku, “Tidak. Makan bersama.”

“Tidak. Kau yang makan.”

“Tidak. Makan bersama.”

“Aku mengantuk Sehun, kumohon.”

“Makan bersama atau kau tidak tidur.” Apa?! Aku menatapnya dengan tatapan tidak terima. Apa-apaan aku harus makan bersama dulu baru bisa tidur?! Ini sudah nyaris pagi Sehun dan aku tidak mau jam tidurku berkurang hanya karena ulahmu malam ini T-T)/

Tidak ada yang bersuara setelah statement bodoh yang ia lontarkan tadi. Aku tidak berniat membalas kata-katanya yang benar-benar membuatku kesal. Malam ini, bukan. Dini hari ini Sehun membuatku hampir naik darah T-T)/

Aku lalu bangkit dari kursiku dan berjalan memutarinya untuk pergi ke kamarku. Terserah setelah ini anak setan itu mau berbuat apa yang jelas aku mau tidur sekarang.

“Nara kembali duduk.” Suara Sehun terdengar lagi saat aku sudah sampai di dekat tangga.

“Aku tidak mau.”

“Baik, kau tidak tidur.”

“Ap- YA! OH SEHUN TURUNKAN AKU!” Astaga Oh Sehun! Anak ini benar-benar anak setan! Kau tahu dia tiba-tiba bangkit dan menggendongku serta mendudukkan aku di kursi meja makan. Oh Sehun T-T)/

“Aku bilang aku tidak mau-“

“Hap! Ah kunyah yang benar ya kaki kecil~” Satu suapan mi itu masuk ke dalam mulutku. Mau tidak mau aku harus mengunyahnya kalau aku mau membalas anak setan ini.

Aku menatap Sehun yang tengah melihatku dengan wajah bahagianya. Tampan sih sebenarnya tapi membuatku ingin memukulnya. Argh!

“Ini,” Sehun memukul pundaknya yang ada di sampingku, “Kau bisa tidur di sini selagi aku menghabiskan mi nya.” Ucapnya sambil melemparkan sebuah senyum yang mampu meredam kemarahanku tadi. Hal yang aku suka dari Sehun adalah senyumnya yang tulus kadang bisa meredam emosiku padanya. Walau awalnya ia begitu mengesalkan tapi pada akhirnya ia bisa mengalah dan meredam emosiku. Haa~

Ah, satu hal lagi yang aku suka dari Sehun yakni pundaknya. Walau badannya kurus seperti duri ikan tapi pundaknya bisa memberikan rasa nyaman dan menyenangkan saat kepalamu bersandar di sana. Setelah itu kau hanya akan mendapatkan seorang Oh Sehun yang diam dan tidak banyak tingkah yang jelas bagi penggila Sehun akan membuatnya bertambah tampan.

Hei! Aku tidak bilang Sehun buruk, Sehun memang tampan apalagi kalau dia diam u,u)/

Aku lalu mempercepat kunyahanku sehingga aku bisa dengan segera menyandarkan kepalaku di pundaknya. Setelah aku pastikan mi nya terkunyah dengan baik dan tertelan sempurna aku lalu menyandarkan kepalaku ke pundak teman sebangku ku yang menyebalkan itu.

“Katakan saja kau mau aku temani makan, jangan paksa aku untuk makan seperti tadi.”

Sehun tidak menjawab namun aku tahu dia membuat sebuah senyuman saat mendengar perkataanku barusan.

“Hei kaki kecil,”

“Hm?”

“Selamat tidur.” Sebuah usapan halus terasa di pucuk kepalaku membuat mataku tambah mengantuk. Ah Oh Sehun, aku benar-benar terima kasih Tuhan mau membuatmu menjadi temanku sekaligus seorang kakak bagiku. Dengan sifatmu yang kadang-kadang kekanakan membuatku seperti mempunyai seorang adik kecil dan dengan sifatmu yang kadang berubah menjadi dewasa membuatku seperti mempunyai seorang kakak.

“Mimpikan aku ya kaki kecil~” Setelah kalimat itu terdengar, aku benar-benar terlelap di pundak Sehun yang lama lama terasa empuk dan hangat.

Haa~ Kalau setiap hari seperti ini lama-lama aku bisa benar-benar jatuh cinta dengan Oh Sehun.

Tidak! Hanya Park Chanyeol, Park Chanyeol ‘O’)9

Selamat tidur Sehun!

 

 

10 thoughts on “3 AM

  1. krystal berkata:

    singkat, jelas dan padat….^^ seru thor, lanjut terus ne. oh ya, jgn lupa ffnya di panjangin thor.. ._.)/
    seandainya aku jd nara ({}) *ngayal* #plakk

  2. yaya574 berkata:

    enak banget jadi nara …. punya kkak sekaligus adek si oh sehun …. apakah di series berikutnya ada kata romance diantara merek berdua? #ngarep ….

  3. Ade Zeni Anggraeni - Fanfiction Park Jiyeon ♥ EXO berkata:

    waaah thor padahal lebih baik gak ada ceweknya yang masuk jadi main cast cerita, cerita brothership lebih keren. tapi gak apa2, gimana author aja🙂

    part 1 nya, aku tunggu. SEMANGAT🙂

  4. Clarissa Tiara berkata:

    Aaaaaaa aku sukaaa , lanjut Thor kalo bisa mereka menyukai satu sama lain tapi mereka tak merasakannyaaa , tapi kalo gini juga Gpp kok lanjut,… Seru …. Keep writing ye thor

  5. Anna berkata:

    enaknya jadi Jang Nara, punya teman yang bisa jadi kakak tapi juga bisa jadi adik (?)
    ff ini bagus, ada friendshipnya, ada sedikit romantisnya, tapi di sela-sela itu ada lucunya juga, jadi nggak bosen kalau baca sekuel ini. keep writing author🙂

  6. JungRiYoung berkata:

    serius ini ff ringan di baca, seneng sama prshabatan aneh mereka aaaaaa😀
    next series Hun-Ra(?)nya thor, tapi awas aja kalo besok jadi romance2 tuh mereka berdua *pegang golok*kemudian bunuh diri -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s