Nara, I miss you but..

seni0779

Nama : @ramons04
Judul Cerita : Nara, I miss you but..
Tag (tokoh) : Oh Sehun, Jang Nara (OC)
Genre : Friendship, School Life
Rating : G – General Audience
Length : One Shot
Catatan Author (bila perlu): FF ketiga tentang EXO haha! Maafkan aku kalau ceritanya datar-datar saja =_=)/ Ini masih serial dari Nara-Sehun hehe~ Selamat membaca! Aku sayang kalian pembaca semua. Koreksi tulisanku terima kasih^^

“Halo.”

“SEHUUUUUN!”

Astaga gadis ini T-T)/

Dia mau membuatku tuli seketika T-T)?

“Jangan berteriak-teriak begitu Nara, aku bisa tuli.”

“Ah, iya iya maaf Sehun. Aku begitu merindukanmu sampai-sampai aku tidak bisa mengontrol suaraku. Kau tahu sangat menyebalkan liburan kali ini kita tidak bisa bermain bersama. Padahal ada tempat yang blablablabla………….“

Aku juga merindukanmu Nara. Sudah hampir satu bulan kita tidak bertemu sedangkan hidupku hanya dikelilingi oleh 11 orang laki-laki T-T)/ Begini-begini aku kan juga butuh sentuhan seorang gadis u,u)/. Aku tahu, aku tahu. Meskipun sekian banyak penggemarku adalah perempuan tapikan tetap saja berbeda dengan kaki kecilku yang berisik di sana ;_;)/

Dari suaranya aku tahu kalau gadis ini masih ada di tempat tidurnya, memeluk bantal warna merah mudanya dan berguling-guling sambil terus mengoceh. Rambutnya panjang sebahunya akan terlihat sangat berantakan lengkap dengan wajah baru bangun tidurnya. Tapi inilah yang aku suka dari seorang Jang Nara.

Dulu, ketika masih di kelas 1 itu adalah pertama kali aku duduk dengan Nara. Aku pikir Nara merupakan anak yang cerdas karena ia selalu mencatat dan mendengarkan semua perkataan guru. Selain itu juga Nara tidak pernah terlambat seperti kebanyakan anak-anak lain, tidak berdandan yang aneh-aneh juga semakin menguatkan pemikiranku kalau Nara adalah anak cerdas.

Ternyata semua hancur begitu saja saat pelajaran bahasa. Pelajaran yang membuat semua orang mengantuk termasuk aku dan ternyata Nara juga. Sialnya gadis sebangkuku ini tidak terlalu beruntung sehingga ia mendapat pertanyaan dari guru. Karena ia tidak bisa menjawab ia keluar begitu saja dan menerima hukuman. Ini membuatku penasaran. Padahal selama ini Nara selalu mencatat masa iya tidak bisa menjawab pertanyaan guru itu. Padahal aku saja yang malas mencatat tahu jawabannya.

Karena penasaran aku membuka buku catatan bahasa Nara dan yang aku dapatkan adalah berbagai gambaran dan ocehannya tentang pelajaran bahasa! Astaga T-T)/ Ternyata ini yang dia lakukan selama ini, terlihat memperhatikan padahal ia sebenarnya mengomel karena tidak mengerti apa yang guru jelaskan dan meruntuki dirinya sendiri mengapa ia tidak bisa mengerti dengan mudah.

Tapi kalau dilihat-lihat isi tulisannya lucu juga. Ada gambar monster-monsternya, karikatur, ada masih banyak lagi karakter-karakter di sana.

“Sehun? Halo? Halo? Haaaaalooooooooooooo Oh Sehuuuuuun? Kau masih hidupkan hantuku?” Suara Nara membuatku kembali sadar dari ingatan masa laluku tentang hubungan kami dulu.

“Aku masih hidup kaki kecil.”

“Kupikir kau sudah mati. Habis tidak ada suaramu sama sekali sepanjang aku cerita tadi.”

Keluhan Nara bukan membuatku merasa bersalah karena tidak mendengarkannya bercerita tapi malah membuatku semakin sedih karena terlalu merindukannya seperti aku merindukan Luhan hyung. Huuuuh~ Jang Nara sejak kapan kau bisa menduduki posisi sama seperti Luhan hyung ._.)?

“Kemana saja kau selama liburan?” tanyaku pada Nara yang sebenarnya tidak penting. Aku hanya butuh mendengarkan suaranya untuk meredakan sedikit rasa rinduku padanya.

“Aku? Tidak kemana-mana. Bibi sibuk bekerja sedangkan kau ada kegiatan jadi aku hanya berdiam diri di rumah.”

“Hanya itu? Wujudmu pasti sudah seperti babi.” Aku meringis sendiri membayangkan wujud Nara yang akan menjadi seperti babi. Ugh sangat tidak menarik tapi pasti lucu^^

“Babi?! Enak saja! Aku tetap olahraga meskipun liburan Oh Sehun!” teriaknya tidak terima.

“Ok, ok.”

Tidak ada satupun dari kami yang bersuara setelah itu. Tidak tahu dengan Nara tapi aku benar-benar merindukan ‘kaki kecil’ku. Mainanku setiap hari bahkan jika aku sedang sangat sibuk sekalipun aku pasti akan tetap berusaha agar bisa menemui Nara dan bermain dengannya. Membuka suaraku, menceritakan semua keluh kesahku bagaimana letihnya menjadi seorang artis yang masih sekolah, bagaimana aku merindukan rumah, bagaimana asiknya bisa keluar dengan bebas tanpa takut ada sasaeng fans yang meneror, semuanya kepada gadis yang aku panggil kaki kecil itu membuatku merasa bahagia.

Bagiku, Nara bukan seorang gadis biasa seperti teman-teman perempuanku yang lain di sekolah. Ia sudah kuanggap seperti adik kecilku sendiri. Aku senang saat bersama dengan Nara karena pada saat-saat itulah aku merasa aku bukan seorang adik melainkan seorang kakak yang harus menjadi adik kecilnya agar tidak terluka dan selalu bahagia. Sebenarnya bukan hanya karena Nara itu lebih pendek dari gadis yang lain jadi aku menganggapnya seperti adik kecil bagiku, tapi karena memang usia Nara jauh lebih muda dari usiaku. Selain itu ternyata Nara dulu juga punya seorang kakak laki-laki yang merupakan seorang trainer sepertiku.

“Ambilkan uangnya di dompetku tolong Sehun.” Sehun lalu merogoh ke dalam tas Nara dan mengambil dompetnya. Ia lalu segera membukanya untuk mengambil uang untuk membayar pesanan bubble tea mereka. Bukan berapa banyak uang yang ada di dalam dompet Nara-lah yang membuat Sehun tertarik tapi pada sebuah foto yang tertera di sana.

Nara dan seorang pria.

Nara punya kekasih? Siapa? Aku tidak pernah lihat orang ini di sekolah.

“Sehun mana uangnya? Kau lihat apa?” Nara hanya melihat Sehun sekilas lalu mengambil pesanan mereka.

“Tidak ada.”

“ Kau yang bayar aku tunggu di meja biasa ya.” Nara pergi begitu saja meninggalkan Sehun menuju meja biasa mereka.

Pearl-pearl berwarna hitam itu dengan lancar meluncur ke dalam mulut mereka berdua. Tidak, ah belum ada di antara mereka yang berniat membuka suara untuk memulai obrolan siang itu. Ini hari libur sekolah, Sehun juga bisa libur dari latihannya jadi mereka harus menggunakan waktu untuk bermain sepuasnya!

“Nara, boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Sehun sambil memperhatikan Nara yang tengah membenarkan ikatan rambutnya.

“Apa?”

“Kau punya kekasih?” Nara bukan Sehun yang suka tersedak jika mendengar pertanyaan aneh, ia hanya akan menatap Sehun biasa saja.

“Tidak. Kenapa?”

“Kau berbohong ya?” Sehun tidak percaya begitu saja dengan ucapan Nara. Belakangan ini ia sering tidak masuk sekolah, bisa sajakan Nara menyembunyikan hubungannya agar bisa tetap dekat dengan Sehun.

“Aku tidak bohong.” Jawab Nara sambil meminum bubble tea-nya.

“Lalu foto di dompetmu itu siapa?”

“Kakakku.” Jawab Nara santai sambil meminum bubble tea-nya lagi. Ia tidak memperhatikan Sehun yang tengah melontarkan tatapan heran padanya.

Kakak? Nara punya kakak? Padahal dia selalu bilang dia hanya tinggal berdua dengan bibi. Lalu kakaknya itu…

“Aku tidak percaya.” Sehun menatap Nara tegas. Ia tidak boleh percaya begitu saja dengan ucapan Nara.

“Yasudah.” Nara sama sekali tidak peduli dengan pernyataan Sehun yang tidak mempercayainya.

“Nara, aku bilang aku tidak percaya.”

“Kau ini kenapa sih? Kau cemburu?” Tanya Nara nakal sambil tersenyum ke arah Sehun. Teman sebangkunya itu jelas membelalakkan matanya tanda ia tidak percaya dengan kata-kata Nara.

“Sudah ku bilang aku lebih menyukai Lu-“

“Luhan hyung. Aku tahu, aku tahu.”

Sehun merasa kesal dengan kelakukan Nara hari ini. Sebenarnya ia senang sekali bisa bebas latihan dan bermain dengan Nara. Tapi mengapa Nara malah seperti ini, berbohong padanya tentang laki-laki dalam dompetnya. Apa susahnya mengatakan kalau pria itu adalah kekasihnya? Toh ia juga tidak akan menjauhi Nara kalau memang benar itu kenyataannya.

“Nara, aku tidak percaya kau punya kakak.”

“Ya ampun Oh Sehun. Kita mau bertengkar sampai kapan tentang ini? Aku bilang aku punya kakak. Kau tidak percaya.”

“Aku memang tidak percaya. Dikamarmu tidak ada foto kalian berdua! Lagi pula di rumah juga hanya ada bibi. Jadi di mana kakakmu?!” Sehun mulai emosi sampai-sampai ia tidak bisa mengontrol nada suaranya.

“Lalu kau mau apa?”

“Bawa aku bertemu kakakmu. Itu pun kalau kau punya kakak.” Sehun tersenyum licik sambil memandang Nara yang melihat ke arahnya. Sehun begitu penasaran dan juga tidak percaya dengan kata-kata Nara sampai ia tidak melihat raut kesedihan di wajah teman sebangkunya itu.

“Ok. Habiskan bubble tea-mu lalu kita pergi menemui kakakku.”

Sehun hanya tersenyum bahagia sekali saat itu. Di dalam bayangannya ia akan melihat kakak teman dekatnya itupun kalau Nara tidak berbohong padanya soal kakak-nya itu.

Aku mau tahu seperti apa kakakmu kaki kecil.

“APA?! KENAPA KAU BAWA AKU KE SINI JANG NARA!?” Teriakku pada Nara yang masih saja terus berjalan. Anak ini, tadi bilangnya ia mau membawaku bertemu kakaknya, tapi kenapa dia malah membawaku ke sini, pemakaman?

“Ayo Oh Sehun cepat sedikit. Aku tidak suka kalau terlalu lama di sini.” Lihatkan! Anak itu malah dengan santainya berjalan. Siapa juga yang suka berlama-lama di sini?!

“Nara! Kau bilang kau- Aduh! Kenapa kau berhenti mendadak sih!?” Nara tidak menjawab pertanyaanku malah menatap ke sebuah makam di hadapannya.

Apa ini? Kenapa wajah pria ini sama dengan pria yang ada di dompet Nara?

Jang Jae Sook?

Jangan-jangan dia-

“Halo kak. Maaf aku baru datang. Ini teman dekatku Oh Sehun. Dia mau bertemu denganmu.”

Dia kakaknya Nara? Jadi kakaknya Nara sudah-

“Meninggal?” aku bahkan tidak sanggup mengeluarkan suaraku. Aku bisa melihat ada sebuah foto yang ada di sana menampilkan seorang anak kecil perempuan dan anak laki-laki. Aku yakin anak perempuan itu pasti kaki kecilku. Jadi itu benar, Nara punya kakak?

“Hei. Berikan salammu.” Nara menyenggolku membuatku sadar kembali.

Aku lalu membungkukkan badanku memberi salam pada kakak Nara.

“Halo hyung, aku Oh Sehun. Senang bertemu denganmu.”

Aku mengalihkan pandanganku ke arah Nara yang berdiri di sampingku. Aku tidak pernah melihat Nara sediam ini sebelumnya kecuali dia berada pada keadaan yang membuatnya tertekan.

Apa aku membuatnya tertekan?

“Nara.”

Tidak tahu sejak kapan tapi air mata Nara sudah mengalir begitu banyak bahkan membuat pipinya basah. Sial! Aku membuatnya menangis kan T-T)/

“Nara~”

“Dia kakakku satu-satunya. Sama sepertimu, seorang trainer. Dulu ia sangat berambisi untuk menjadi seorang penyanyi sampai-sampai ia mengikuti audisi dan lolos sebagai trainer. Entah apa yang membuatnya menyerah dan….hiks..hiks..” pundak Nara berguncang hebat seiring dengan suara tangisannya.

Aduh Nara maafkan aku ;_:)/

Aku lalu memeluk Nara berusaha membuatnya tenang. Kalau tahu beginikan aku akan percaya kata-katanya dari awal T-T)/

“Aku benci hari ulang tahunku Sehun. Itu adalah hari di mana kakakku pergi meninggalkan aku selamanya. Aku benci seumur hidupku. Hiks.. hiks..” Tidak ada kata-kata yang bisa aku ucapkan untuk membuat Nara baikkan. Yang bisa aku lakukan hanya memeluknya.

“Dia laki-laki yang sehat, bagaimana bisa ia mengakhiri hidupnya dengan memakan banyak obat hingga tidak sadarkan diri?! Apa salahnya pada agensi itu sampai ia menyerah Sehun? Hiks.. hiks.. Apa salahnya pada teman-teman trainer yang lain? Hiks..hiks.. Apa salahku padanya Sehun sampai ia memilih hari lahirku sebagai hari kematiannya? Apa salahku hiks..hiks..”

Kalau mengingat hari itu aku jadi merasa bersalah pada Nara. Aku memang membuka luka di hatinya tapi aku berjanji sejak saat itu tidak akan membuat luka baru lagi di sana. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama pada Nara seperti yang pernah kakak laki-lakinya lakukan. Aku suka Nara sebagai adik kecilku, maka dari itu aku akan menjaga janjiku pada hari itu untuk selamanya.

Ah kalau saja Nara ada di sini, aku pasti bisa melihat wajahnya yang sedang bosan lalu menggodanya dengan wajah imutku yang tidak berefek apapun pada T-T)/ Lalu setelah itu aku bisa memainkan rambutnya, menerbangkannya sesukaku, mengacaknya dan kemudian menariknya sehingga membuat Nara akan berkata, “Oh Sehun sakit.”

Nara, aku benar-benar merindukanmu.

“Sehun~” Suara Nara membuatku kembali sadar dari ingatan tentang kakak Nara dan kenangan bersamanya.

“Hm?”

“Kau sedang apa?”

“Hm aku sedang istirahat.”

“Kau makan dengan baik?”

Aku jawab apa ya? Kalau aku jawab ‘Tidak aku tidak makan dengan baik’ yang aku dengar pasti bukan kalimat sedih seperti ‘kau mau aku bawakan makanan apa?’ atau ‘kau harus makan yang banyak Sehun, aku tidak mau kau sakit’ tapi pasti kalimat ‘ hah! Pasti kau tambah kurus seperti tengkorak. Bahkan duri ikan saja bisa lebih gemuk darimu’ T-T)/

“Sehun, kau makan dengan baik tidak?” Suara Nara terdengar sangat tidak sabaran. Aku harus jawab apa? Sekarang aku memang ingin dengar suaranya banyak-banyak tapi tidak ocehannya juga =_=)/

“Hmm, bagaimana ya~” Dari jawabanku pasti anak itu sekarang sangat kesal haha!

“Disana ada Luhan kan? Ah kau pasti makan dengan baik.”

“Apa hubungannya dengan Luhan hyung?”

“Kalau ada Luhan kau pasti akan sangat di manja, pasti kau akan diberi makan dengan baik. Sangat baik atau malah sudah overdosis. Apa badanmu sekarang sudah seperti Xiumin oppa? Atau seperti D.O?”

Umin hyung?! Apa aku akan segemuk itu?!

“Aku masih berbadan seksi Jang Nara. Kalau kau tidak percaya aku akan buktikan padamu saat aku pulang nanti.”

“Iyakah? Buktikan saja.”

“Kau akan terkesima melihat tubuhku!”

“Oh ya? Ah, apa sudah seperti Siwon oppa? Ada kotak-kotak ditubuhmu? Hihihii~”

“Aku bahkan lebih seksi darinya!” Aish Nara! Kenapa malah membandingkan aku dengan Siwon hyung sih?! Membuatku emosi saja.

“Benarkah? Aku tidak percaya~” Nara! Suaranya terdengar benar-benar menyebalkan! Ih lihat saja nanti!

“Begitu kau melihat tubuhku nanti kau akan menyukaiku bahkan jatuh cinta padaku bukan pada Chanyeol hyung lagi!” Jawabku angkuh.

“Uuuuu~ Aku tidak sabar melihatnya Oh Sehun yang seksi hihihihi.” Nara! Rasanya aku ingin menarik rambutnya, mengelitiknya sampai ia menyerah! Aku benar-benar kesal dengannya sekarang. Anak ini benar-benar aaaaargh!

“Tunggu aku Jang Nara!” Aku lalu mematikan panggilanku. Aku benar-benar kesal dengan Nara sekarang. Padahal tadi niatnya aku mau bermesraan dengan teman sebangku ku tapi ternyata ia memang tidak lebih dari seonggok setan yang terkutuk! Apa tidak bisa sehari saja tanpa menggodaku seperti itu?! Hah Nara lihat saja kau akan benar-benar jatuh cinta padaku setelah melihat tubuhku yang seksi HAHHAHAHAHAHA!

“Tubuhmu seksi? Benarkah?” Sebuah suara membuatku mengangkat wajahku dan kau tahu apa yang kulihat? Semua hyungku termasuk Luhan hyung sudah berkumpul di hadapanku. Astaga T-T)/

“Aku saja yang teman sekamarmu tidak jatuh cinta padamu Sehun, bagaimana Nara bisa jatuh cinta saat melihat tubuhmu yang datar begitu?” Suho hyung melontarkan kalimat yang membuatku membelalakan mataku.

Tunggu, ini kan pembahasanku dengan Nara di telpon tadi. Kalau Suho hyung dan Luhan hyung tau berarti daritadi mereka-

“Kalian mendengarkan pembicaraanku di telpon!” Bentakku pada mereka.

“Oh, Oh, tunggu dulu adik kecil. Kami tidak mendengarkan tapi suaramu memaksa kami untuk mendengarnya.” Chanyeol hyung merangkulkan tangannya saat ia menjelaskan keadaan yang terjadi.

“Tidak mungkin! Kalian pasti sengaja. Iya kan?!” Sanggahku lagi.

“Oh Sehun adikku sayang, suaramu tadi benar-benar kencang sekali. Awalnya aku tidak berniat mendengarkan tapi ketika kau mengatakan tubuhmu seksi dan Nara akan jatuh cinta begitu melihatnya aku jadi penasaran.” Luhan hyung juga menambahkan sanggahan mereka.

Sekarang yang aku dapatkan adalah tatapan licik dari semua member. Astaga mereka pasti berpikiran yang aneh-aneh tentangku T-T)/ Semua ini gara-gara Nara!

“Sehun, sebelum Nara yang melihatnya coba lihatkan pada kami apakah tubuhmu benar-benar seksi mengalahkan Siwon hyung~” Baekhyun hyung mendekatiku dan tangannya mulai mendarat di ujung kaosku.

“Ap-apa! Hyung aku tidak mau!” Dengan segera aku menahan gerakan tangan Baekhyun hyung.

Astaga rasanya seperti aku akan diperkosa kalau begini caranya T-T)/

“Ayolah Sehun.” Apa-apaan kkamjong! Kai juga mendekatiku dan meraba-rabaku.

AAAAAAH!

“Hyung! Aku tidak mau! Kalian ini kenapa sih?!”

Bukannya berhenti mereka malah semakin mendekatiku! Astaga Tuhan selamatkan hamba-Mu yang tampan dan kurus ini ;_;)/

Pokoknya ini semua salah Jang Nara! Aku akan membalas semua ini!

“Hyung! Hentikan! Aku mohon~” Aku mulai memohon sambil berusaha menyingkir dan keluar dari lingkaran setan pada hyung-hyungku yang sudah mulai mesum ini T-T)/

“Sudah-sudah hentikan.” Ah terima kasih Luhan Hyung! Aku menyayangimu!

“Hyung~ Lindungi aku.” Aku lalu memeluk tangan Luhan hyung yang juga menarikku menjauh dari gerombolan hyung-hyungku yang lain.

“Ah Luhan ge kau tidak seru~” Chanyeol hyung melontarkan protesnya.

“Iya tidak seru!”

“Benar sekali!”

“Bawa aku pergi Hyung! Mereka berbahaya!” pintaku pada Luhan hyung.

“Tenang Sehun, kalau kau tidak mau menunjukkan pada mereka, tunjukkan padaku saja bagaimana?” Luhan hyung! Dengan matanya yang berbinar ia mengedipkan satu matanya padaku genit!

Tuhan!

Jang Nara aku akan membalas semuanya padamu!

 

 

 

Iklan

12 thoughts on “Nara, I miss you but..

  1. maknaelover berkata:

    annyeong… aku new reader… good ff thor… semoga ada sekuelnya… tp aku baca diawal kok kayaknya ada sekuel sebelumnya ya? jadi penasaran, aku intip ff yg lain ya thor… makasih…

  2. K E I berkata:

    Haii author aku new reader ..
    Aku baca ff ini sampe ketawa sambil guling2, untung aja gak ada yg liat, entar saya dikira orang sarap lagihh .. Next author ffmu daebakk !!! Keep writing thor !!!

  3. ramons04 berkata:

    Haaaaaai~
    haa makasih kalian sudah membaca ffnya hehe^^ masukan kalian sangat berarti untukku. terima kasih sekali lagi^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s