Hyung, You Miss Me, don’t you ? (3/3)

Hyung, You miss me, don't you (3-3)

Author                 : Nam Hae Rin

Judul Cerita         : Hyung, You Miss Me, don’t you ?

Tag                      :

  • EXO’s D.O. as Do Kyungsoo
  • EXO’s Kai as Kai
  • EXO’s Baekhyun as Byun Baekhyun
  • EXO’s Tao as Kim Tao
  • EXO’s Sehun as Oh Sehun
  • EXO’s Luhan as Oh Luhan
  • EXO’s Chen as Byun Jongdae
  • Apink’s Eunji as Jung Eunji
  • Apink’s Naeun as Jung Naeun

 

Genre                   : Brothership, Drama, Misteri(?)

Rating                  : T

Length                 : Trilogi (3/3)

 

Catatan Author         : Akhirnya nyampe di (3/3). Happy reading, jangan lupa beri komentar dan saran ya.. ^^

 

Summary :

“Aku sudah memaafkanmu, itu yang kau mau kan? Bisakah kau berbalik sekarang?”, pinta Kyungsoo.

 

***

Kyungsoo tidak menghiraukan celotehan Sehun, dia hanya bergeming menatap foto itu. Kemudian ia ingat akan janjinya pada Sehun.

 

“Luhan sshi, mungkin ini terdengar gila. Aku kesini dituntun oleh adik Anda, ia membantuku dengan syarat aku memberikannya pertolongan untuk berbicara denganmu”, ujar Kyungsoo yang hampir lupa dengan Sehun.

 

“Maksud Anda, Sehunnie?”, tanya Luhan dengan wajah yang mulai memerah.

 

“Hyung”, panggil Sehun pada Luhan.

 

Jelas Luhan tidak dapat mendengarnya, namun Baekhyun dan Kyungsoo tidak dapat memungkiri bahwa hati mereka teriris dengan kejadian ini.

 

Luhan segera mendekati Kyungsso.

 

“Apakah Sehun ada disini sekarang?”, Luhan menggenggam tangan Kyungsoo erat.

 

“Hyung, maafkan aku. Malam itu handphoneku mati, aku lupa memberitahumu kalau aku harus pergi mencari data penelitian itu. Saat kecelakaan itu terjadi, yang muncul di kepalaku hanyalah wajah hyung. Aku benar-benar khawatir dengan Hyung. Ternyata aku benar, hyung menyalahkan diri hyung karena tidak bisa mengontrol kegiatanku”

 

“Hyung harus berjanji kalau hyung tidak akan merasa bersalah lagi atas kematianku. Ya? Ini semua sudah menjadi takdir kehidupanku, hyung tidak boleh bersedih lagi. Arrachi?”, ujar Sehun sambil mencoba memeluk kakaknya dari belakang namun gagal.

 

Kyungsoo pun menyampaikan apa yang Sehun katakan pada Luhan dan berusaha sekuat mungkin menahan butiran hangat itu untuk keluar dari matanya. Baekhyun terus menerus menepuk bahu Kyungsoo yang kini menatap Luhan yang sedang terpaku menatap udara kosong. Tidak. Disana ada Sehun, namun Luhan tidak dapat melihatnya.

 

Luhan mengangguk kemudian tersenyum pada Kyungsoo.

 

“Gomawoyo Kyungsoo ssi”, ujar Luhan menghapus air matanya.

 

Sehun tersenyum pada Kyungsoo yang menandakan rasa terimakasih yang teramat dalam.

 

***

 

Sebagai tanda terima kasihnya, Luhan mengantar Kyungsoo dan Baekhyun menuju ke panti asuhan tempat Luhan menitipkan Jongin 10 tahun yang lalu.

 

“Sehun ah, apa kau melihat Kai?”, tanya Kyungsoo yang tampak khawatir.

 

“Ah, tadi ada seorang hantu yeoja yang memanggilnya. Sepertinya hantu yeoja itu mengenalnya hyung, Kai yang penasaran dengan identitasnya langsung pergi bersamanya”, jelas Sehun.

 

Perjalanan menuju panti asuhan agak lebih jauh dari pada perjalanan dari rumah Baekhyun ke rumah Luhan. Karena Luhan memiliki sebuah mobil, mereka tidak harus berlama-lama menunggu bis yang bisa mengantarkan mereka.

 

***

 

Tidak jauh dari rumah Luhan, Kai sedang berbicara dengan seorang hantu yeoja yang cukup cantik. Yeoja itu memakai dress pink dengan atasan sweeter putih, dan ia memakai sebuah bandana bermotif bunga.

 

“Kau mengenalku?”, tanya Kai.

 

“Tentu saja, aku ini Jung Naeun teman satu panti asuhanmu”, ujar yeoja itu.

 

“Jung Naeun?”, Kai kebingungan.

 

“Ya ampun Kim Jongin, kau benar-benar tidak mengingat diriku? Padahalkan kita baru saja mati dua minggu yang lalu, bagaimana bisa kau sudah melupakanku?”, tanya Naeun pada Kai.

 

“Kita mati dua minggu yang lalu? Dimana? Dan tadi kau memamnggilku Kim Jongin?”, Kai balas bertanya.

 

“Em. Kau ingatkan kita ini anak panti asuhan. Hari itu eonniku dan ibu panti pergi berbelanja untuk makan malam. Kita berdua ditugaskan untuk menjaga anak-anak panti. Tiba-tiba saja sudah ada kobaran api dari dapur kemudian kau menyelamatkan beberapa anak panti. Api yang mulai menyebar kebagian depan panti membuat kau dan aku tidak bisa keluar lagi bersama beberapa anak panti lainnya. Kau ingat?”

 

“Ya namamu Kim Jongin, 10 tahun yang lalu ibumu meninggal. Pamanmu yang gila judi memaksamu untuk menjadi seorang pengemis. Saat di jalanan kau bertemu dengan Luhan oppa, kemudian Luhan oppa membawamu ke panti. Semenjak saat itu kita jadi teman. Ayolah, masa kau tidak ingat?”, celoteh Naeun mengakhiri ceritanya.

 

Kai masih mencerna perkataan Naeun, dia terduduk di tanah. Ia merangkum semua cerita Naeun kemudian membandingkannya dengan fakta-fakta mengenai adik tirinya Kyungsoo.

 

‘Tidak mungkin. Bagaimana bisa aku jadi adik tiri Kyungsoo hyung. Hyung sangat membenci anak itu, dan anak itu adalah aku. Tidak mungkin’, Kai membatin kemudian pergi meninggalkan Naeun.

 

Naeun mengerucutkan bibirnya sambil membatin, ‘Apa-apaan ini. Dasar tidak tau berterimakasih’.

 

***
Luhan, Sehun, Kyungsoo dan Baekhyun sampai di depan puing-puing bekas kebakaran. Luhan turun dari mobilnya, kemudian menatap tempat itu dengan tatapan nanar. Ia terduduk di tanah. Tiba-tiba seorang yeoja berlari menuju Luhan dan berlutut di depan Luhan.

 

“Oppa.. Jongin dan Naeun..”, ujar yeoja itu sambil menangis.

 

“Eunji ah, apa yang terjadi di sini?”, tanya Luhan.

 

Eunji menceritakan kronologi kejadian seperti yang Naeun ceritakan pada Jongin.

 

“Jongin dan Naeun tidak sempat menyelamatkan diri mereka sendiri setelah menyelamatkan beberapa anak panti. Aku minta maaf oppa”, isak Eunji yang sekarang menangis tersedu-sedu.

 

Luhan menepuk-nepuk bahu Eunji, “Gwenchana Eunji ah”.

 

Luhan berdiri, kemudian menatap Kyungsoo, “Kyungsoo ah, mianhe, aku hanya bisa mengantarkanmu sampai di sini. Aku turut berduka atas kepergian Jongin. Jongin sudah ku anggap seperti adikku sendiri, tapi aku juga tidak bisa melindunginya”, ujar Luhan.

 

Kyungsoo masih berdiri di tempatnya, wajahnya terlihat sangat pucat. Baekhyun merangkul temannya itu. Kyungsoo melemah, bibirnya kelu, wajahnya memerah dan matanya meneteskan cairan bening yang entah darimana datangnya.

 

Tiba-tiba Naeun muncul di tempat itu. Hal ini lantas membuat Sehun bersuara.

 

“Hyung itu yeoja yang membawa Kai pergi”, ujar Sehun sambil menunjuk Naeun.

 

Kyungsoo dan Baekhyun mengalihkan pandangan mereka pada Naeun, kecuali Eunji dan Luhan, Eunji jelas terlihat bingung.

 

“Eonni”, panggil Naeun.

 

Luhan menjelaskan keahlian Kyungsoo pada Eunji, ia hanya terkesiap dan menatap Kyungsoo.

 

“Apakah ada yang ingin kau sampaikan pada kakakmu Naeun ssi”, tanya Baekhyun pada hantu yeoja cantik itu, ia mencoba menggantikan Kyungsoo yang tampaknya masih dalam keadaan berkabung.

 

“Tidak, aku hanya ingin eonni tau bahwa sampai kapan pun eonni adalah kakak tebaik untukku”, ujar Naeun tersenyum manis pada Baekhyun.

 

“Oh ya, katakan pada eonni dan Luhan oppa bahwa aku melihat Jongin tadi”, ujar Naeun.

 

“Yang pergi bersamamu tadi itu namanya Kai, bukan Jongin”, protes Sehun.

 

“Dia juga bilang namanya Kai, tapi aku sangat yakin dia itu Jongin”, tanggap Naeun.

 

“Dimana dia sekarang?” tanya Kyungsoo yang tampak sangat antusias.

 

“Dia pergi entah kemana setelah aku menceritakan tentang masa lalunya”, jawab Naeun.

 

“Luhan hyung, bolehkah aku meminjam kunci mobilmu?”, tanya Kyungsoo.

 

Luhan memberikan kunci mobilnya kemudian memberikan isyarat agar Kyungsoo pergi. Baekhyun menemani Kyungsoo entah kemana tempat yang ingin ia tuju itu. Sedangkan Luhan membantu Eunji membereskan puing-puing bangunan panti.

 

***

 

Setelah sampai di rumah Baekhyun hari sudah larut, Kyungsoo yang tergesa-gesa langsung naik menuju teras rumah atap Baekhyun.

 

“Ka.. ani. Kim Jongin ! Oddiesseo??”, ujar Kyungsoo.

 

Tidak ada jawaban. Baekhyun yang melihat temannya itu merangkulnya. Kyungsoo melepaskan tangan Baekhyun.

 

“Kim Jongin, oddiesseo?? Aku tau kau masih di sini sekarang. Aku mohon tunjukkan dirimu. Aku ini hyungmu Jongin ah”, panggil Kyungsoo lagi.

 

Kai muncul dengan seorang namja setinggi Baekhyun.

 

“Jongdae??”, ujar Baekhyun.

 

“Aku kesini hanya untuk mengantarkan Jongdae hyung. Aku akan pergi sekarang”, ujar Kai membelakangi semuanya.

 

“Yak!! Kim Jongin!!”, pekik Kyungsoo.

 

Kai hanya menahan langkahnya tanpa berbalik. Baekhyun yang awalnya berniat berbicara dengan Jongdae akhirnya hanya memerhatikan sahabatnya dan Kai. Kyungsoo berjalan selangkah.

 

“Apakah kau takut melihatku?”, tanya Kyungsoo.

 

Kai masih bergeming. Ia tetap di tempatnya. Kyungsoo melangkah lagi.

 

“Aku sudah memaafkanmu, itu yang kau mau kan? Bisakah kau berbalik sekarang?”, pinta Kyungsoo.

 

Kai masih diam.

 

“Kim Jongin”, panggil Kyungsoo lagi.

 

Kai berbalik kemudian memeluk Kyungsoo.

 

“Maafkan aku hyung. Aku yang telah menghancurkan keluarga hyung. Aku yang jadi penyebab kematian ibu hyung. Aku yang membuat hyung membenci ayah hyung. Aku memang tidak berguna hyung, aku minta maaf karena telah lahir ke dunia”, isak Kai yang menangis dalam pelukan Kyungsoo.

 

“Ani, kau tidak salah Kai. Aku yang salah, karena ayah ingin melindungi keluarga kami ia menelantarkanmu dan ibumu. Bagaimana bisa kau yang salah? Kau yang sudah banyak mengalami kejadian tragis dalam hidupmu. Hyung minta maaf karena telat menemukanmu. Hyung minta maaf”, giliran Kyungsoo yang terisak.

 

“Tapi hyung..”, Kyungsoo menggeleng sambil menggenggam tangan Kai dan Kai terdiam.

 

Kyungsoo berbalik pada Baekhyun dan Jongdae.

 

“Apakah kalian hanya akan diam di sana? Bukankah kalian juga memiliki masalah yang harus kalian selesaikan? Kau ingat bukan mata ketiga akan hilang setelah tengah malam nanti?”, tanya Kyungsoo pada Baekhyun dan Jongdae.

 

Baekhyun dan Jongdae saling bertatapan.

 

“Baekhyun ah mianhe. Jeongmal mianhe”, ujar Jongdae.

 

“Ani, kalau aku setuju dengan keinginanmu untuk menjual rumah ini mungkin kau tidak akan lari dari rumah dan kecelakaan itu tidak akan terjadi. Mungkin juga sekarang kita sudah menjadi trainee di salah satu perusahaan musik”, ujar Baekhyun.

 

“Tidak Baek, rumah ini satu-satunya peninggalan ayah dan ibu untuk kita, tidak seharusnya aku memintamu untuk melakukan hal itu”, jelas Jongdae sambil mendekati Baekhyun.

 

Baekhyun akhirnya memeluk Jongdae. Mereka hanyut dalam perasaannya masing-masing, Baekhyun terus menangis di pundak Jongdae, Jongdae hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk punggung saudara kembarnya.

 

“Sudahlah, kau harus berjanji padaku untuk meneruskan hidupmu. Kau harus mencari uang yang banyak agar kau bisa ikut audisi bernyanyi dan menjadi penyanyi terkenal”, ujar Jongdae menyemangati Baekhyun.

 

***

 

Sama seperti Kyungsoo dan Kai, Jongdae dan Baekhyun pun akhirnya berakhir bahagia. Jongdae dan Naeun sudah kembali ke tempat mereka yang seharusnya, karena urusan mereka telah selesai, sedangkan Sehun dan Kai masih tinggal di bumi. Entah apa alasannya.

 

***

 

“Yak! Kenapa kau bisa lupa dengan ku hah?”, pekik Kai pada Sehun.

 

“Kita berteman 10 tahun yang lalu mana mungkin aku bisa mengingatmu”, elak Sehun.

 

“Kau benar-benar keterlaluan”, ujar Kai.

 

“Sudahlah. Ini mungkin alasan kalian belum bisa kembali”, ujar Kyungsoo.

 

Luhan tampak bingung mendengar ucapan Kyungsoo. Kyungsoo kemudian menceritakan apa yang dilakukan Sehun dan Kai pada Luhan. Ia tertawa bersama Kyungsoo.

 

“Emm, kalian harus mencari tau kenapa kalian bisa saling melupakan”, ujar Luhan sambil melirik Kyungsoo karena ia tidak tau dimana posisi Kai dan Sehun sebenarnya.

 

Sehun dan Kai hanya mengerucutkan bibir mereka sambil bertatapan.

 

(END)

14 thoughts on “Hyung, You Miss Me, don’t you ? (3/3)

  1. ParkJudit berkata:

    DAEBAK! (y)
    Aku suka banget ni FF. Ikatan tali persaudaraan nya kental bgt. Suka suka suka suka. ^_^
    Ditunggu karya selanjutnya thpr. 😉
    Sepuluh jempol buat ni FF. :v

    • namhaerin berkata:

      apa perlu kita sekuelkan kisah sehun dan kai ?? 😀
      ne gomawoyo utk komentarnya
      maap jg kalo komen sblmnya ga dibls satu per satu ~

  2. yuntil berkata:

    yaampun thor sehun ma kai pershabatannya…
    uhhh… bikin gemesss….
    sequelnya y thor ditunggu…
    good job thor keep writing

  3. ramon berkata:

    eonni! bikinkan sequel sehun-kai aja kenapa mereka bisa saling lupaaaaa~ huhu
    aku baru baca hehe, maaf eonni baru komen di part ke 3^^

  4. Chanchan_Hwang berkata:

    huaa daebakkk!!!!!!!!!!!!!!!!! kenapa SeKai saling lupa?? Kalo Kai sih emang gak inget semuanya, tp dia udah mulai ingetkan? tp knp gak inget sehun?? sehun jg sama gak inget!! sequel thor~~~
    ending yang membahagiakan, Jongdae Naeun tenang, SeKai berkeliaran hahahaha

  5. diah berkata:

    Abis nih ?? Itu hantu gantengny blom pulang !!! Ayooo sequel… hiihi *seenakjidat :p
    Bagus bgt ff nyaaa !!! Aku sukaaa ^^/ sukses trus buat authorny yaaa 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s