History… (Chapter 2)

EXO History2B

 

Author: SakuRaa (@_raraa84)

Title: EXO: History… (Chapter 2)

Cast:

-Kim Joon Myun (Suho)

-Park Chanyeol (Chanyeol)

-Byun Baekhyun (Baekhyun)

-Do Kyungsoo (Kyungsoo)

-Kim Jongin (Kai)

-Oh Sehun (Sehun)

Genre: Family, Brothership, Friendship, Little Tragedy, Slight! Sad.

Rating: General

Length: Chaptered

 

“bukankah pertengkaran sudah sering terjadi diantara kita? Apakah itu mengagetkanmu? Itu bukan hal yang baru lagi kan”

 

=======================

Chapter 1:

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/06/30/history-chapter-1/

 

Pagi hari di dorm EXO kali ini sangat sepi. Mereka memilih bertahan dikamar mereka masing-masing ketimbang harus keluar dan akhir-akhirnya mereka pasti akan ribut.

 

Mungkin mereka bukan meributkan siapa yang meletakkan barang ini disini, barang itu disitu, atau siapa yang memberantakkan ruang tengah dengan berbagai macam bungkus makanan disitu, yang biasanya Kai-Chanyeol-Sehun yang akan bertugas membersihkannya, tetapi sekarang mungkin mereka akan meributkan tentang siapa yang akan disalahkan dalam situasi seperti ini. Situasi yang tak ingin terjadi, tentu saja.

 

Pukul 06.34, suara dentingan piring dengan gelas begitu jelas terdengar dari arah dapur. Semua bisa menebak, itu pasti Kyungsoo sedang mencuci piring. Aktivitasnya terhenti ketika ia mendengar suara orang mendengus dari luar dapur. Ia membasuh tangannya dari sabun, lalu melongokkan kepalanya dan mendapati Baekhyun didepan kamarnya sambil bersungut.

 

Kyungsoo menghampiri Baekhyun, “ada apa?”

 

“lihat! Sekarang sandal kesayanganku rusak!” jawab Baekhyun ketus sambil menunjuk sandal berwarna ungu dengan dagunya. Kyungsoo lalu tersenyum dan berjongkok, ia meraih sandal itu dan mengamatinya.

 

Kyungsoo ingat, itu adalah sandal kesayangan Baekhyun yang ia beli sewaktu mereka jalan-jalan ke China, dan memang benar, tali sandal itu putus.

 

Barang yang rusak pasti bisa diperbaiki kan? Jika tidak, mungkin hanya kita yang tak mau berusaha. Ya, berusaha, setidaknya.

 

“jika rusak, kau hanya perlu memperbaikinya, tak perlu marah-marah seperti itu.” Baekhyun terdiam sambil mengamati Kyungsoo yang memperbaiki sandalnya. Setelah selesai, Kyungsoo meletakkan sandal itu didepan kaki kanan Baekhyun, ia mendongak,

 

“sudah beres kan?” Baekhyun mengangguk, entah sadar atau tidak, ia mengulas senyum nya sedikit. Kyungsoo berdiri, dalam hatinya ia begitu senang karena Baekhyun akhir-akhir ini sudah tak pernah tersenyum seperti dulu, ia hanya memperlihatkan itu didepan kamera kemarin. Dan setelah kamera itu mati, tampaklah sifat Baekhyun yang sebenarnya.

 

“mau teh?” Baekhyun tidak mengangguk, tetapi ia berjalan kearah dapur tempat mereka biasa membuat makanan atau minuman, termasuk teh. Kyungsoo mengikutinya.

 

 

Kyungsoo hanya mengambil 1 cangkir sambil memasukkan gula dan teh celup, sedangkan Baekhyun menunggu air dipanaskan. Mereka hanya saling diam dengan pikiran masing-masing.

 

Hingga akhirnya Baekhyun melirik kearah dispenser yang terletak diujung dapur. “jika dispenser itu tidak rusak, mungkin kita tak perlu repot-repot memasak air seperti ini.”

 

Kyungsoo berbalik, menatap dispenser yang biasa memanaskan / mendinginkan air minum mereka sekarang hanya bisa tergeletak tak terpakai. “jadi kau keberatan menunggu air dimasak seperti ini, huh?” ucap Kyungsoo sambil tersenyum jahil.

 

Baekhyun menggeleng cepat. Didalam hati ia menyadari bahwa akhir-akhir ini ia sering mengeluh tentang banyak hal. Suatu kebiasaan yang tak pernah ditunjukkan Baekhyun selama ini.

 

“jika ada yang lebih mudah, kenapa tidak?”

 

Terkadang kemudahan tidak berarti kau terhindar dari segala urusan.

 

Drrt drrt

 

Kyungsoo merasakan sesuatu menggetar dari saku celananya, ia mengambil Handphone yang ia kantungi dan melihat siapa yang -pagi-pagi seperti ini- menelponnya. Ketika ia tahu siapa orangnya, ia lalu melirik Baekhyun dan segera menekan tombol Off. Kyungsoo lalu kembali memasukkan Handphonenya pada saku celananya.

 

Baekhyun menoleh kearah Kyungsoo, “mengapa tidak diangkat?” tanyanya sambil membawa panci berisi air panas dan segera menuangkan pada 1 cangkir dimeja yang sudah Kyungsoo siapkan. Kyungsoo meminggirkan tubuhnya sedikit.

 

“bukan orang penting.” Baekhyun mengangguk mengerti. Ia kemudian mengaduk tehnya.

 

“em, Baekhyun?” ucap Kyungsoo pelan. Baekhyun menoleh kearah Kyungsoo dan membalasnya dengan berdeham kecil. “Hm.”

 

“kau bertengkar lagi dengan Chanyeol?” Baekhyun melirik Kyungsoo sekilas, ia hanya tersenyum miring sambil perlahan meniup-niup ujung cangkir agar tehnya segera hangat.

 

“apa Chanyeol bercerita padamu?” alih-alih menjawab pertanyaannya, Baekhyun malah bertanya balik. Kyungsoo memiringkan kepalanya, ia lalu tersenyum sambil menggeleng. “siapapun tahu jika kalian seperti ini pasti kalian bertengkar.”

 

Baekhyun perlahan menyeruput tehnya, setelah setengah tegukan, ia menoleh kembali kearah Kyungsoo yang sedari tadi menunggu jawabannya. “bukankah pertengkaran sudah sering terjadi diantara kita? Apakah itu mengagetkanmu? Itu bukan hal yang baru lagi kan, Kyungsoo.”

 

Hening. Kyungsoo hanya diam sambil membereskan cucian piring yang tertunda karena Baekhyun tadi. Tak lama, suara hentakan sandal terdengar jelas di dorm ini. Seseorang sedang melangkah kearah dapur.

 

Suho berjalan kearah dapur sambil merentangkan kedua tangannya, ia melihat Baekhyun dan Kyungsoo disana, ia menatap sekilas Baekhyun yang membawa cangkir tetapi Baekhyun segera membuang muka kearah lain. Suho tahu itu.

 

“Pagi.” Ucap Suho singkat. Kyungsoo segera berbalik dan tersenyum kearah Suho, ia membalasnya “pagi Hyung”. Tapi Baekhyun hanya diam.

 

Baekhyun segera pergi dan berjalan kearah lain, ia keluar dari dapur tanpa menatap Suho, Suho sadar Baekhyun masih marah padanya karena waktu itu. ia segera mendekat kearah Kyungsoo.

 

Kyungsoo melirik Baekhyun yang menjauh dan kembali kekamarnya, “kenapa Baekhyun akhir-akhir ini?”

 

Suho tersenyum kikuk, “dia mungkin masih marah padaku.” Ucapnya pelan sambil meraih gelas yang bersih dan meletakkannya di rak.

 

“marah padamu?”

 

Suho mengangguk. Baginya, satu-satunya teman curhatnya saat ini hanyalah Kyungsoo, member yang paling ‘waras’ yang ia kenal di EXO-K. Kyungsoo lah member yang ia rasa tak pernah berubah, tetap diam, tenang, tapi penurut.

 

“ya, dia marah padaku karena keputusanku waktu itu. menyetujui usulan Manajer-Hyung untuk mundur dari Media dan mengadakan Converensi Pers kemarin. Aku tahu dia tak mungkin setuju, dia pasti masih ingin memerangi Media, tetapi itu akan berdampak lebih buruk bagi EXO kedepannya, kan?”

 

Kyungsoo hanya tersenyum sambil terus membilas piring-piring yang telah ia lumuri sabun. Yang bisa ia lakukan hanya diam, walau hatinya ingin sekali membantah, walau ia selalu berdo’a agar waktu segera cepat berjalan, agar mereka tak menyadari bahwa sudah 6 bulan berlalu, dan mereka sudah bisa tampil kembali keatas panggung, menghibur ribuan fans yang menunggu mereka.

 

 

Suho melanjutkan ucapannya, “Kris juga datang ke SM Building kemarin.”

 

Kyungsoo menoleh cepat, mata bulatnya saat ini membulat sempurna, “Kris? Di-dia kembali?”

 

Suho mengangguk. “ya, dia kembali. Tapi mungkin kembali hanya untuk memarahiku.” Ia kembali menceritakan tentang pertemuannya dengan Kris tadi malam.

 

Flasback Suho-

“bisakah kalian hentikan? Aku mempertemukan kalian bukan untuk bertengkar! Kalian tahu itu!” ucap Manajer-Hyung yang muncul dari balik pintu. Kami berdua menunduk, aku kembali duduk menangkupkan kedua tanganku. Manajer mendekat kearah kami.

 

“Kris kau juga salah, karena berita tentangmu yang akan hengkang dari EXO menyebar luas diMedia. Itulah awal permasalahan EXO terjadi.”

Flashback End-

 

“em Kyungsoo?” ucap Suho setelah ia sudah berjarak kira-kira 1 Meter dari tempat Kyungsoo berada. Kyungsoo menoleh, “tolong jangan bilang siapa-siapa jika Kris kemarin ke SM Building”

 

Kyungsoo hanya membalasnya dengan mengangguk dan tersenyum. Ia kembali menerawang, hingga akhirnya Handphone-nya bergetar lagi dibalik saku celananya tetapi ia kembali me-reject panggilan itu. ia seperti tahu apa yang akan dibicarakan si penelpon, hingga ia tak perlu repot-repot mengangkatnya.

 

*

Beberapa minggu yang lalu, ‘rumor’ tentang salah satu anggota EXO yang akan hengkang melebar luas di Media. Sebenarnya ia tidak ingin hengkang, ia hanya member non-aktif untuk menjalani kesibukan barunya yaitu syuting Film perdananya di China. Itulah maksudnya diawal.

 

Tapi Manajer mereka tak setuju, ia beralasan bahwa Kris belum saatnya didebutkan untuk bermain Film, biarkan EXO menjalani syuting iklan, atau pemotretan majalah terlebih dahulu.

 

Kris merasa ia tak bebas, ia bukan tipe orang yang akan mudah menurut dengan Manajer-nya sekalipun. Ia sudah dibanjiri tawaran bermain Film dari berbagai sutradara di China maupun Korea, sehingga ia merasa tak perlu lagi bergantung pada EXO.

 

Dan berita itu tak bisa mereka sangkal, berita itu sudah terlanjur ada di Media, masyarakat sudah terlanjur terlalu menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi. Mereka mengatakan pihak Manajement tak adil, atau terlalu mengekang mereka, dan banyak dugaan lainnya.

 

Hingga akhirnya Suho melakukan hal yang salah. Ia malah membuat semua berita dan gossip itu menjadi benar.

 

*

Disinilah mereka berkumpul saat ini. Diruang Tengah yang mempunyai area terluas dibandingkan ruangan lain dalam Dorm ini. Tempat mereka beristirahat, bertukar pikiran, canda dan tawa… walaupun bisa dibilang mereka menghabiskan waktu diruang itu sangat singkat, tetapi mereka menikmatinya, menikmati setiap detik waktu luang mereka untuk dihabiskan ditempat ini,

 

Ya, mereka hanya bisa menikmatinya.

 

Semua terdiam. Mereka ber-5 hanya menurut perkataan sang Leader untuk berkumpul diruang tengah ini setelah sarapan. Mungkin dulu itu hal yang berat bagi Suho karena mereka adalah orang-orang yang sulit diatur. Apalagi Baekhyun dan Chanyeol. Tapi yang ia lihat, mereka saat ini sudah duduk diam dan tengah-tengah mereka terpisahkan dengan Sehun. Sedangkan Kai duduk disebelah Kyungsoo sambil menyenderkan kepalanya dibahu bidang Kyungsoo.

 

“apa yang ingin kau katakan Leader?” tanya Kai sinis. Mungkin kata ‘Leader’ sudah tak cocok disandingkan dengan orang yang hampir membuat mereka jatuh kedalam lubang yang semakin dalam. Suho selalu ingin menyalahkan dirinya jika mereka masih menganggapnya leader, menghormatinya, tetapi ia malah berulah ceroboh. Ia tak cocok untuk sebutan itu.

 

Suho menghela napas sebelum ia memulai berbicara, ia tahu mungkin ucapannya hanya sebuah puitis yang tak akan didengar oleh dongsaeng-dongsaengnya itu,

 

Ia menatap satu-persatu wajah mereka, “Chanyeol, Sehun, Baekhyun, Kyungsoo, dan Kai… kita sudah bersama selama 3 tahun, tidak. Bukan hanya 3 tahun, kita sudah bersama-sama jauh sebelum EXO debut, kita sudah bersama saat kita trainee, kita sudah melalui banyak hal. Entah itu senang, sedih, atau dalam keadaan kacau seperti saat ini. Dan saat ini kita hanya tersandung, tersandung batu yang kecil dan itu membuat kita roboh. Aku hanya ingin agar kalian bangkit, entah itu dengan nama EXO, atau mungkin pada akhirnya kalian akan memakai nama kalian sendiri-sendiri.”

 

“kita sudah tak terikat kontrak apapun dengan mereka, entah itu CF, Majalah, Drama, Film, atau produk lainnya. kita sudah tak ada hubungannya dengan itu. saat ini kita hanya terikat kontrak dengan SM. Hanya itu. jadi jika kalian ingin Solo Karir dengan Agency lain, Manajer-Hyung tak akan melarang kalian lagi. Dan… jika keputusan terbaik adalah EXO bubar… aku—”

 

“aku akan mengatakannya juga ke Manajer.” Kata-kata itu membuat semua member menoleh kearahnya, walau sebelumnya mereka hanya menunduk.

 

“Maaf jika aku selama ini selalu memilih keputusan yang salah bagi kalian, bahkan aku tak tahu bagaimana caranya menjadi Leader yang baik, Maaf.”

 

Suara Suho yang bergetar hanya bisa dibalas dnegan wajah sendu mereka. Siap atau tidak, mereka harus bisa menerima keadaan terburuk apapun.

 

Kai bangkit, tatapannya geram dan mungkin tangannya kini sudah siap melayangkan pukulan keras dipipi Suho, jika ia tak mengingat bahwa Suho masih 4 tahun lebih tua darinya.

 

“Hyung…” suara Kai bergetar, tatapan tajamnya tak henti menatap Suho yang hanya menunduk dalam, ia menggigit bagian bawah bibirnya, pundaknya naik-turun tak karuan, dan Kyungsoo hanya bisa menggenggam lengan kanan Kai karena ia yang paling dekat dengannya. Ia tak mau Kai melakukan sesuatu yang buruk, maka ia menahannya.

 

Kai tersenyum miris, “Ya, Hyung benar. Keputusan Hyung selama ini selalu salah!” ucapnya dengan membentak, semua yang ada diruang tengah itu hanya bisa diam, mungkin mereka masih mencerna apa yang Suho katakan beberapa menit yang lalu.

 

*

“Kai…” Kyungsoo mendapati Kai duduk dipinggir ranjangnya, ia berjalan mendekat.

 

“Hyung, aku tak mengerti apa yang dikatakan sang Leader itu barusan, dengan entengnya ia bilang semua itu kepada kita?!”

 

Kyungsoo duduk diranjangnya pula, menghadap kearah Kai. “Kai, kau tenang dulu. Ini bukan sepenuhnya salahnya juga…”

 

“ini sudah jelas salah ke-2 Leader kita! Apalagi Suho Hyung, kau ingat kan Hyung? bagaimana bisa, ia terang-terangan muncul didepan SM Building dan beradu mulut dengan Kris Hyung?, dan menyebabkan semua fans kita tahu! Dulu, kita masih bisa bersabar, dan tak ingin mengungkit masalah ini lagi… mengapa semua keputusannya selalu salah sih Hyung? Dia itu ceroboh!”

 

Ya, Kyungsoo masih mengingat dengan jelas, kejadian itu. sebenarnya Suho tak sengaja menahan lengan Kris yang akan keluar dari SM Building, mereka sebelumnya sempat bertengkar hebat di dalam, dan Kris memutuskan untuk menyudahi itu semua dan beranjak pergi, tetapi ketika Kris tepat dihadapan pintu utama SM Building dan akan menaiki Taxi, Suho menahannya, mereka kembali berdebat singkat.

 

Suho yang tak ingin Kris pergi dari EXO. Dan Kris yang tak mau dikekang lagi seperti berada dalam penjara bersama EXO.

 

Dan yang terakhir yang mereka tahu adalah puluhan foto, video, gif, berita semua menjamur di Internet tak kurang waktu 24 jam.

 

Kalian pasti tahu fans mereka ada dimana-mana. Bahkan tak hanya fans, mereka yang bukan fans saja pasti tertarik dengan keributan yang dilakukan mereka kala itu.

 

*

Lain dengan Suho dan Sehun yang sedang bicara -4 mata-, ataupun Kai dan Kyungsoo yang sedang berdebat, (walau sebenarnya hanya Kai yang berteriak-teriak). tetapi dikamarnya, Baekhyun dan Chanyeol hanya diam.

 

Mereka hanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Baekhyun duduk bersila sambil bertopang dagu dengan punggung tangannya ia letakkan diatas bantal berwarna biru kesayangannya itu.

 

Sedangkan Chanyeol hanya duduk dipinggir ranjang tidurnya dengan raut wajah datar.

 

Tak ada yang memulai pembicaraan diantara mereka, Baekhyun tentu ingat, Chanyeol mengatainya ‘Bodoh’ kemarin, dan Chanyeol juga tak lupa jika Baekhyun mengatainya ‘orang Idiot’, dan berakhir Chanyeol yang tidur di kamar Kai-Soo.

 

“em, Baek…” ucap Chanyeol hati-hati, ia menatap Baekhyun yang tak bergeming sama sekali diseberang tempat tidur yang kira-kira berjarak 1 meter darinya itu.

 

“untuk apa kau masuk kekamar ini lagi? Apa kau mau mengataiku orang bodoh lagi, huh?” cibir Baekhyun sambil melirik sekilas kearah Chanyeol. Chanyeol hanya mendengus.

 

“ini juga kamarku. Semua barang-barang milikku ada disini, jadi kau tak berhak melarangku. Kau juga mengataiku Idiot kan?”

 

“Baiklah, untuk kemarin…”

“aku minta maaf.”

 

*

Setelah meredakan amarah Kai -dan Kai kembali seperti Kai yang biasanya-, bukan makhluk psikopat yang mengamuk, dan bahkan mungkin sudah siap menerkam Suho kapan saja.

 

Drrt drrt

 

Kyungsoo menghela napas kesal. Demi Tuhan, mungkin sudah ada puluhan kali miss-call yang tercatat di Handphonenya dari 1 nomor yang sama.

 

Ia akhirnya menyerah, setelah menatap Kai sekilas dan mengisyaratkan –aku-mengangkat-telpon-dulu, ia segera keluar dari kamarnya dan menekan tombol Answer.

 

“Noona! bisakah kau tak selalu mencoba untuk menelponku?” bentak Kyungsoo walau pelan, tetapi penuh penekanan. Ia sempat menoleh kekanan-kiri untuk memastikan tak ada yang mendengarnya.

 

“……….” Terdengar suara dari seberang telpon.

 

“jika kau ingin membicarakan hal itu lagi, dan lagi, jawabanku akan tetap sama.”

“aku tidak akan pernah!”

 

“……..”

 

Entah apa yang Noona-nya itu bicarakan sehingga Kyungsoo menghela napas panjang, ia juga menurunkan oktaf suaranya, “Baiklah, besok jam 10 di Café biasanya…”

.

.

.

*TBC*

 

~(=,=~) (~=,=)~ akhirnya TBC juga :v pada nungguin nih fanfic ya? (hening._.)

 

Yah okelah, sekali lagi aku mau bilang makasih banget bagi reader yang udah comment di Chapter 1, bagi yang silent reader juga nggak papa -_- itu hak, vroh.

 

Well, makasih juga buat para Author favorit aku yang udah beri aku banyak inspirasi :v termasuk si Kak Oh Mi Ja, huehuehue :3 (semua reader disini juga tau kalo dia emang jago banget :v)

 

Ini rencananya termasuk dari salah satu Project EXO’s SongFic Series ku sih ._. (mungkin akan ada ff terbaruku judulnya ‘EXO: Two Moons’ :v)

 

Sudahlah, Comment dan Saran masih ditunggu, Bye.

@_raraa84

23 thoughts on “History… (Chapter 2)

  1. Hilma berkata:

    rasanya aneh kalau pada diem-dieman gtu…
    semoga masalahnya cepet selesai…
    ditunggu kelanjutannya chingu..

  2. Ade Zeni Anggraeni - Fanfiction Park Jiyeon ♥ EXO berkata:

    woaah siapa tuh yg tlp d.o, penasaran banget.

    suho kasian walaupun dia ceroboh dalam mengambil tindakan tp dia pasti banyak memikirkan member kasian banget.

    lanjut jangan lama yah🙂

  3. Chanchan_Hwang berkata:

    aku suka ff ini thor!!!!!!! yeay!!
    ada apa?? noona itu siapa?? dan kyung knp??
    BaekYeol!!!! beda disini
    Suho kasihan ,,, tapi dia juga salah
    Kris jg gak sepenuhnya salah
    Kai jangan emosian
    Aku tunggu lanjutannya author!!! fighting!!!!!

    • sakuRaaa berkata:

      suka ya? syukur deh kalo ada yg suka :v
      itu kakak perempuannya d.o ‘-‘)/
      baekyeol kalo jadi happy virus terus udah mainstream :v
      tunggu ya!😀

  4. daebaektae berkata:

    kasian sama suho😦
    baekyeol gk seru kalau diem²an kayak gini. dan, itu siapa yang nelpon kyungsoo?
    next chapter ditunggu!

    fighting~!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s