FF: Ghost Rider (Part 16)

Ghost Rider

Author : Oh Mi Ja

Genre : Horror. Mystery, Comedy, Friendship

cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast : Kim Myungsoo (Infinite), Kim Jongdae

Dering beker berbunyi membuat Chanyeol seketika tersentak dan langsung bangkit dari tidurnya. Dia menggerutu, sudah mengetahui siapa pelaku utama yang menyetel jam beker di pagi hari seperti ini. Bahkan, dia mendahului matahari yang belum juga muncul diperadaban..

Semalam, Yixing memang memintanya untuk menjemputnya di rumah sakit dan menemaninya pergi mengunjungi seorang teman yang ternyata memiliki LSD terbaik. Tempatnya lumayan jauh, berada di sudut kota Busan. Dan hari pertandingan sudah semakin dekat. Jadi, mereka tidak mempunyai banyak waktu untuk mengulur-ulur.

Tersisa LSD, dan setelah itu semua perlengkapan akan beres. Tinggal bagaimana Chanyeol berlatih tekhnik driftingnya.

Benar saja, setelah dia bangun. Ponselnya berdering nyaring. Pria tinggi itu menyambar ponselnya kesal dan semakin merasa kesal setelah dia membaca nama Yixing yang tertera di layar.

“Kau tau ini jam berapa, huh?”rutuknya begitu menekan tombol call.

Disebrang panggilan, Yixing meringis, “bukankah sudah ku bilang untuk bangun pagi? Kita tidak punya waktu. Cepat bersiap dan antar aku ke Busan.”

“Tapi ini masih pagi.”

“Chanyeol, perjalanan akan memakan waktu lama. Ayo cepat.”

“Kenapa kita tidak naik kereta saja?” Chanyeol masih merutuk kesal.

“Lalu apa gunanya kau mempunyai mobil balap?”

Chanyeol mengacak rambutnya frustasi, “Aisssh.. kau menyebalkan.”

Klik. Chanyeol mematikan sambungan teleponnya. Menepis selimutnya kasar dan bergegas menuju kamar mandi. Saat dia baru berjalan dua langkah, tanpa sengaja dia tersandung bantal yang ternyata terjatuh ke lantai.

“Astaga. Kenapa aku seperti Baekhyun?”rutuknya menggaruk kepalanya sendiri.

Ia melanjutkan langkahnya kembali menuju kamar mandinya, lebih tepatnya, kamar mandi Baekhyun. Yah, pria tinggi itu masih tinggal di rumah Baekhyun hingga saat ini. Menempati rumah kosong itu sambil mencoba mengingat-ingat bagaimana sosok Baekhyun sebenarnya. Sedikit banyak,dia mulai mengetahui, lewat foto-foto yang terpajang di rumah ini. Sudah jelas, Baekhyun adalah anak nakal yang selalu ceria. Terlihat dari bagaimana cara dia tersenyum.

Setelah selesai membersihkan diri, Chanyeol bergegas menjemput Yixing yang sejak semalam di tugaskan sebagai dokter jaga rumah sakit. Kris sedang berada di rumah, sedangkan Kyungsoo pergi ke universitas karena harus mengumpulkan tugasnya.

Menuruni anak-anak tangga, Chanyeol mampir ke dapur Baekhyun untuk mengambil makanan anjing dan menumpahkannya pada mangkuk baru lalu membawanya untuk Byul.

Melihat Byul yang sedang bersemangat bermain-main seperti biasanya, Chanyeol tersenyum lebar. Ketakutannya pada anjing kini sedikit memudar karena sifat ramah Byul.

Ia berjongkok, menghusap kepala Byul. “Byul-ah, hyung akan pergi dan mungkin akan kembali cukup lama. Jangan makan terlalu banyak sisakan untuk nanti siang. Mengerti?”

Chanyeol berdiri, berjalan menuju garasi lalu pergi.

***___***

Pesawat yang ditumpangi Baekhyun berhasil mendarat mulus di bandara Incheon. Akhirnya, untuk pertama kalinya setelah dia kehilangan ingatannya, dia bisa kembali ke kota lahirnya lagi. Ini adalah tempat asalnya. Rumahnya.

Walaupun dia tidak mengetahui apapun tentang tempat ini, tapi dia bisa merasakan kenyamanan yang seketika merasuk tubuh.

Negara orang dan Negara sendiri memang terasa berbeda.

Awalnya, Baekhyun berniat untuk menghubungi Jongdae. Tapi dia tidak melakukannya karena dia pikir dia akan memberikan kejutan untuk Jongdae nantinya. Jika menelponnya langsung dan meminta namja itu menjemputnya, mungkin akan terasa sedikit canggung.

“Dingin sekali.” Baekhyun menggeliat, semakin mengetatkan jaketnya rapat-rapat. Udara pagi di Kota Seoul benar-benar dingin. Bahkan dia mengeluarkan asap putih dari mulutnya. Secepat kilat, Baekhyun menyetop sebuah taksi dan melompat masuk sebelum tubuhnya membeku.

“Ahjussi, bisa antarkan aku ke tempat ini?” Pria mungil itu memberikan sebuah kertas pada supir taksi yang dibalas anggukan olehnya.

Diperjalanan, Baekhyun terus saja memandang keluar jendela sambil menyibukkan diri memotret apapun yang dia lihat menarik karena besok, dia akan melupakan semuanya. Ia menempelkan kertas polaroidnya di buku diary, sambil menuliskan beberapa kalimat penjelas.

Beberapa menit kemudian, akhirnya taksi berhenti tepat didepan sebuah rumah. Baekhyun tersentak, menatap keluar jendela dengan mata melebar.

“Apakah sudah sampai?”

“Yee tuan. Ini adalah alamat yang anda berikan.”

“Ah, oke. Terima kasih.”

Baekhyun membayar biayanya lalu keluar dari taksi. Tidak banyak yang dia bawa karena sewaktu pergi ke Hongkong, dia memang hanya membawa satu ransel. Berdiri didepan rumah berpagar coklat itu, Baekhyun menatapnya sesaat.

Membandingkan dengan alamat yang dituliskan ibunya, juga cerita-cerita tentang rumah berpagar coklat ini, rumah yang ada didepannya ini memang terlihat seperti rumahnya.

“Pagarnya berwarna coklat. Dan balkon kamarku terlihat dari luar.” Baekhyun mengalihkan tatapannya dari buku catatannya keatas. Ia mendongak, dan menemukan balkon lantai dua. Jendela kacanya ditutupi tirai putih yang sesekali berterbangan tertiup angin.

Ia membaca buku catatannya lagi, “Aku punya anjing berwarna putih. Namanya Byul.”

Baekhyun menelan ludah. Memberanikan dirinya membuka pagar dan langsung menemukan seekor anak anjing berwarna putih yang tengah tertidur di kandangnya. Ia berjalan mendekat, kemudian berjongkok didepan anjing itu. Tempat makanannya masih setengah terisi, dia pikir Jongdae yang mengurusnya selama ini.

Baekhyun menatap Byul sesaat, berusaha merekam dipikirannya bagaimana wajah anak anjing yang menjadi hewan peliharaannya selama beberapa tahun ini. Ibunya bilang, Byul adalah anjing cerdas dan bersemangat.

Sebelum Byul terbangun, Baekhyun memutuskan untuk tidak mengganggunya dan berjalan menuju pintu utama. Memutar kunci dan membuka pintunya.

Hal pertama yang dilakukan Baekhyun adalah berdiri didepan pintu dan menatapi setiap sudut yang bisa dijangkau oleh matanya. Dapur terlihat dari sini dan ruang tamu hanya terlihat sedikit. Ada sebuah tangga didepannya, yang dia ingat sebagai jalan penghubung menuju lantai dua, ke kamarnya dan kamar orang tuanya.

Baekhyun merasa asing dengan rumah yang sedang dipijaknya ini karena dia sama sekali tidak mengingat apapun. Tapi, biar bagaimanapun ini adalah rumahnya. Dan bukan salahnya jika dia telah melupakan segalanya. Dia akan bertanya pada Jongdae nanti tentang alasan kenapa dia bisa kehilangan ingatan secara tiba-tiba.

Setelah cukup lama tenggelam dalam renungannya, akhirnya Baekhyun bergerak ke depan. Dia memutari dapur dan ruang tamu, serta ruang tengah yang langsung ia abadikan dalam betuk foto. Dia juga akan menempelnya di buku diary.

Saat berada di lantai dua, Baekhyun benar-benar terkejut mendapati kamarnya yang tidak beraturan sama sekali. Bantal dan selimut tercecer di lantai, dicampur buku-buku dan komik yang tersebar dibagian sudut. Baekhyun bahkan menemukan tas ranselnya berada didepan pintu saat dia membukanya tadi.

“Astaga! Apa ini benar-benar kamarku?”decaknya.

Dia tidak pernah menyadari,bahkan curiga sedikitpun jika tidak lama sebelum dia datang, ada seseorang yang telah meniduri kamarnya –secara tidak langsung membuatnya berantakan-. Karena didalam buku catatannya, ibunya mengatakan jikadia bukanlah orang yang rapi. Bahkan tidak perduli dengan penampilannya sendiri.

Baekhyun meraih bantal-bantal dan selimut yang terjatuh ke lantai kemudian meletakkannya diatas kasur, Dia juga menepikan buku-buku yang menghalangi jalannya dengan kaki. Ia bergerak maju, entah mengapa ingin berada di balkon kamarnya. Saat ia tiba, pria mungil itu bisa merasakan jika jantungnya mulai berdegup tak karuan. Dia sendiri tidak mengerti. Mungkin ini adalah bentuk firasat jika sesuatu pernah terjadi disini.

Begitu dia bersandar pada pagar balkon, matanya langsung terarah pada atap rumahnya. Keningnya berkerut, detik berikutnya mengingat sesuatu. Ia mengeluarkan ponsel dari dalam saku, membuka kembali kotak pesan dan membaca sebuah pesan yang berada di urutan paling atas.

“Hantu Chan?”

Di catatannya, dia tidak menemukan nama itu sebagai sahabat ataupun orang-orang yang ia kenal. Nomor ponselnya juga tidak terdaftar di daftar kontaknya. Lalu siapa dia? Pesannya bahkan tidak bisa dimengerti sama sekali. Apa hubungannya dengan atap rumah?

Baekhyun menekan tombol call dan memutuskan untuk menghubungi nomor itu. Terdengar nada sambung yang ia ketahui sebagai sebuah lagu yang ia sukai juga, Love Song yang dinyanyikan oleh BumKey.

Beberapa detik berikutnya, Baekhyun terpaksa mengakhiri panggilannya karena tidak ada jawaban sama sekali. Sudahlah. Dia pikir semua itu tidak penting. Dia sangat lelah, ingin tidur sebentar karena nanti harus belajar untuk ujian kelulusan yang semakin lama semakin dekat.

Dia tidak akan menemui Jongdae sekarang. Belum saatnya. Mungkin nanti,atau besok saat mereka bertemudi universitas.

***___***

Chanyeol akhirnya menemukan LSD terbaik dari teman Yixing yang ada di Busan. Beruntungnya, teman Yixing juga mempunyai sebuah bengkel sehingga Chanyeol tinggal disana sesaat untuk memperbaiki mobilnya.

Yixing juga ikut memperhatikan dan sesekali Chanyeol berdiskusi dengannay tentang hal apa yang harus diperbaiki lagi.

Karena, tidak perduli apapun yang akan terjadi, dia harus menang.

***___***

Pagi harinya, Baekhyun terbangun sejak kemarin sore. Mungkin dia sangat kelelahan sehingga tidak menyadari jika hari sudah berganti dan dia sudah tidur selama belasan jam. Dia beranjak bangun, langsung meraih buku catatannya dan membaca beberapa tulisan.

“Namaku Byun Baekhyun. Aku kembali dari Hongkong untuk menyelesaikan kuliahku.”

Setelah selesai membacanya, Baekhyun memutuskan untuk membersihkan diri sebelum dia pergi ke universitas. Beberapa saat setelah selesai membersihkan diri, dia mulai bergerak menuju meja belajarnya untuk menyiapkan buku-buku pelajaran yang harus dia bawa.

Saat dia membuka laci kecil, matanya menangkap sesuatu. Sebuah gumpalan kertas yang berhasil mencuri perhatiannya. Baekhyun mengulurkan tangan, meraih kertas itu dan merapikannya.

‘Chanyeol, aku harus pergi ke Hongkong sekarang. Jaga dirimu.’

Jangan duduk di atap rumahku saat hujan turun dan jangan berbuat ulah. Aku akan segera pulang dan memenangkan pertandingan untukmu. Byun Baekhyun’

Mata Baekhyun melebar, diraihnya sebuah buku catatan dan membukanya untuk menyamakan tulisan itu. Sama persis.

“Ini tulisanku?”

Baekhyun berdiri sambil membawa gumpalan kertas itu. Dia menjatuhkan diri diranjang tidurnya dan membuka buku diary-nya kembali. Matanya menelusuri catatan terakhir yang dia tulis disana.

Pesan di ponselku membuatku tidak mengerti. Siapa hantu Chan?

“Hantu Chan?”

Untuk memastikannya, Baekhyun menyambar ponsel dan membuka kotak pesannya. Untuk kesekian kalinya, dia membaca pesan yang dikirim dari Chanyeol lagi.

“Hantu Chan? Chan? Chanyeol?”gumamnya seorang diri, bola matanya berputar, memikirkan apa hubungan antara pesan dan tulisannya di kertas itu. “Ibu bilang, sahabatku hanya Jongdae. Lalu siapa Chanyeol?”

Detik berikutnya, Baekhyun berlari menuju balkon kamarnya. Dia mendongak keatas, menatap atap rumahnya dengan kening berkerut.

“Sebenarnya apa yang sudah aku katakan? Apa maksud tulisan ini?”

Dia benar-benar tidak mengerti sama sekali. Bagaimana bisa seseorang duduk diatas sana, sedangkan atap rumahnya terlihat sangat tinggi. Mustahil. Tapi, kenapa dia memanggil seseorang yang bernama Chanyeol itu dengan sebutan ‘hantu’?

“Bodoh. Ingatanku benar-benar payah!” Dia memukul kepalanya bebeapa kali, menyalahi ingatannya yang tidak lagi bisa menyimpan memory dengan baik. Dia mampu mengingat hari ini, tapi dia akan melupakannya besok.

Menyerah. Akhirnya Baekhyun meninggalkan semua kebingungannya lagi. Dia melemparkan gumpalan kertas itu keatas tempat tidur kemudian meraih tas ranselnya dan bergerak keluar. Menuruni anak tangga, Baekhyun menuju dapur dan menyiapkan sarapannya.

Siang nanti jangan lupa ke supermarket. Roti dan daging sudah habis. Pagi ini, kau hanya makan sereal.

Baekhyun menulis sebuah catatan di atas post it berwarna kuning lalu menempelkannya di pintu kulkas. Setelah menyelesaikan sarapannya, dia pergi keluar – tidak lupa membawa sarapan untuk Byul juga-

“Nah, Byul.. kau harus makan yang banyak. Hyung harus pergi kuliah dulu. Arachi?” ia bicara pada anak anjingnya.

Baekhyun mulai bergerak. Dia berjalan menuju halte bus, menunggu hingga bus yang akan membawanya ke Universiats datang. Pagi itu terlihat ramai, dia menunggu bersama beberapa orang yang sepertinya juga mahasiswa sepertinya.

Tak lama, bus yang ditunggunya pun datang. Baekhyun memasuki bus itu dengan perasaan yang sedikit janggal. Entah, namun dia bertanya-tanya apa setiap harinya dia melakukan hal-hal seperti ini atau tidak.

Rasanya sedikit aneh. Dan kursi duduknya saat ini terasa tidak nyaman.

***___***

Chanyeol dan Yixing terpaksa kembali ke Seoul keesokan paginya setelah mereka menginap satu malam di rumah teman Yixing. Dua hari lagi, sebelum pertandingan itu berlangsung. Chanyeol sudah mempersiapkan semuanya dan semoga saja semuanya cukup untuk mengalahkan Myungsoo nanti.

Setelah mengantar Yixing hingga ke rumah sakit, Chanyeol bergegas menuju rumah Baekhyun untuk beristirahat. Sejak kemarin malam, dia belum juga tidur karena sibuk berlatih tekhnik drifting. Rasanya lelah, tubuhnya juga sepertinya tidak bisa diajak kompromi lagi. Dia ingin tidur.

Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, Chanyeol tidak menemukan apapun yang aneh di rumah itu sebelum dia bertemu Byul. Keningnya berkerut saat melihat mangkuk makanan Byul yang bersisi penuh. Seingatnya, terakhir dia memberi makan pada Byul adalah kemarin pagi, kenapa mangkuk itu masih terisi? Apa Byul tidak makan? Atau Jongdaelah yang mengisinya? Tapi, bukankah Jongdae sudah tidak memiliki kunci rumah Baekhyun lagi?

Chanyeol melewati Byul yang masih asik memakan sarapannya, menuju ke dalam rumah dan segera menuju dapur karena dia merasa sangat haus. Tangannya tiba-tiba terhenti terulur, kertas kuning yang tertempel di pintu kulkas lebih menyita perhatiannya.

Mata Chanyeol sontak membulat, dia mencabut catatan itu dengan jantung yang mulai berdebar-debar. Sejak kapan tulisan ini ada? Seingatnya, dia tidak pernah menulis ini. Untuk apa mengingatkan diri sendiri jika dia memiliki ingatan yang baik? Kecuali…

“Amnesia Anterograde?” tanpa sadar kata-kata itu terucap dari mulutnya. Seperti pikiran dan mulutnya kini bisa saling mengerti satu sama lain.

Detik berikutnya, langkah-langkah lebar Chanyeol bergerak menuju lantai dua. Dia nyaris mendobrak kamar Baekhyun karena hatinya terus saja merasa gelisah. Jika tebakannya benar, berarti dia sudah kembali. Jika yang dipikirkannya adalah sebuah kenyataan, berarti dia ada disini.

Begitu pintu kamar terbuka, Chanyeol menyadari jika semuanya telah berubah. Kamar itu terlihat sedikit rapi, tidak seperti bagaimana dia meninggalkannya terakhir kali. Sebuah kejutan lain menyusul, ketika gumpalan kertas yang dia ingat dia letakkan di dalam laci, tergeletak begitu saja diatas ranjang tidur.

Kertas itu adalah pesan terakhir Baekhyun sebelum dia pergi ke Hongkong, dan saat dia masih menjadi seorang roh.

“Kenapa kertas ini ada disini?”gumamnya.

Dan kini, keyakinannya semakin menjadi-jadi. Orang itu… dia pasti berada disini. Dia sudah kembali!

Kantuk dan lelahnya seakan menghilang bersama kesadarannya yang kini melayang. Chanyeol berlari kencang, bahkan melompati empat anak tangga sekaligus. Dia tidak tau harus pergi kemana namun kakinya seperti menuntunnya.

Ke suatu tempat, yang dia yakini orang itu berada disana.

Baekhyun… apakah dia benar-benar kembali?

***___***

Baekhyun memasuki sebuah tempat yang dia ketahui sebagai universitasnya. Di tangannya, sejak kemarin tidak lepas dari kamera polaroid yang ia gunakan untuk membantu ingatannya.

“Baekhyun? Kenapa berjalan kaki? Mana mobilmu?”tanya seseorang menghampiri Baekhyun.

Baekhyun menoleh bingung, “hah?”

“Apa mobilmu rusak?”

Baekhyun semakin mengerjap tidak mengerti. Namun, dia mengangguk kikuk.

“Oh, kalau begitu aku pergi dulu. Sebentar lagi kelasku di mulai.”

Baekhyun mengangguk lagi.

“Mobil? Aku punya mobil?”

Sambil berjalan, Baekhyun mencatat hal itu di bukunya.

Aku tidak pernah tau jika aku punya mobil. Apa maksudnya?

Dia memutuskan untuk duduk di taman universitas sesaat. Masih merasa asing dengan tempat yang kini dipijaknya. Dimana Jongdae? Dia tidak melihatnya sejak tadi.

Baekhyun membuka buku diary-nya lagi, mencatat hal-hal yang mengganjal dihatinya. Pikirannya seakan kosong dan dia benci hal itu. Namun, sialnya dia harus mengalaminya setiap hari. Begitu bencinya, dia berharap dia tidak pernah tidur.

Tidak jauh dari tempat Baekhyun berada, dia tidak menyadari jika seseorang sedang memperhatikannya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Hatinya terasa sesak, sosok itu akhirnya ditemukan. Akhirnya dilihatnya… lagi.

Pria mungil itu, dalam ingatannya adalah semangatnya. Seseorang yang berusaha keras untuk mewujudkan impiannya walaupun ia tau resikonya teramat besar. Juga… seseorang yang akan menepuk pundaknya saat dia merasa kesepian.

Kakinya sudah ingin melangkah namun tiba-tiba terhenti saat dia melihat seseorang datang. Myungsoo… dia menghampiri Baekhyun.

“Tidak ku sangka kau punya keberanian untuk kembali?” Dia tersenyum menyeringai. “Bagaimana ayahmu?”

Baekhyun yang tidak tau jika seseorang yang sedang duduk disebelahnya itu adalah musuh, menjawab dengan polosnya, “sudah membaik dan sudah keluar dari rumah sakit.”

“Baguslah. Lalu? Keadaanmu?”

“Aku?” ia menunjuk dirinya sendiri. Tidak tau harus berbuat apa. “Seperti yang kau lihat.” Menjawab seadanya.

“Jaga dirimu. Jangan sampai kau berakhir di jalanan seperti pembalap sok hebat itu”

Kening Baekhyun berkerut, “apa maksudmu?”

“Tidak apa-apa omoni. Aku hanya membantu menjual mobil itu agar paman dan Baekhyun bisa segera sembuh.”seru Jongdae sedang berada di sebuah percakapan telepon dengan nyonya Byun.

“….”

“Tidak apa-apa. Sungguh. Ngomong-ngomong, dimana Baekhyun? Apa dia baik-baik saja?”

“…”

“APA?! Baekhyun ada di Korea?!”

Jongdae tersentak bukan main setelah mendengar ucapan nyonya Jung barusan yang memberitahu jika Baekhyun berada di Korea? Bagaimana bisa?

“Baiklah omoni. Aku akan menelpon lagi. Sampai jumpa.”

Jongdae mematikan sambungan teleponnya dan langsung berlari keluar. Dia berlari sangat cepat, bahkan menabrak seseorang. Pikirannya menjadi kacau sekarang. Kenapa Baekhyun tidak memberitahunya?

“Baekhyun!”

Jongdae menemukan Baekhyun di taman universitas. Menyambar lengannya dan langsung menariknya untuk berdiri. Jantungnya semakin berdegup-degup tak karuan, apalagi saat dilihatnya sahabatnya itu sedang bersama dengan Myungsoo. Seseorang yang sama sekali tidak mempunyai hati nurani itu.

“Jangan ganggu Baekhyun!”

Myungsoo tersenyum, “mengganggu apa? Kami hanya mengobrol.”

“Aku tidak akan membiarkanmu melukai Baekhyun! Dasar licik!”

“Kau terlalu berpikiran yang tidak-tidak.” Ia berkecap sambil geleng-geleng kepala. “Baiklah. Aku pergi dulu. Sampai bertemu besok lusa dan pastikan sahabatmu tidak menabrak tiang pembatas. Bye.”

Myungsoo berlalu, bersama dengan geraman Jongdae yang ingin sekali menghajarnya. Dia benar-benar tidak punya perasaan saat mengatakan hal itu.

“Jongdae? Apakah kau Jongdae?”

Jongdae menoleh, ekspresinya seketika menjadi sedih saat mendengar pertanyaan itu. “Byun Baekhyun…”

TBC

Iklan

41 thoughts on “FF: Ghost Rider (Part 16)

  1. ParkJudit berkata:

    Huh, akhirnya di next jg.
    Next eon, ga sabar!! XD
    Btw, aku suka semua FF eonnie. Keren2.
    Aku sampe bingung eonnie dpt ide drmn? Pokok nya eonnie author kaporit aku ehh salah mksd nya favorit aku. 😀
    Lopyu lopyu author OH MI JA!!!!!!! :*

  2. nina berkata:

    kata2 chanyeol sm baekhyun buat byul sama iia haha sehati memang 😀
    itu yg ngelihatin sambil berkaca2 chanyeol kah? tp kenapa gg mau nyamperin 😦
    aiihh myungsoo… untung ada jongdae
    kasihan jongdae iia 😦

  3. Lee Jee Hwa berkata:

    myungsoo aihhhh geregetan banget!!!!!-_- kak sembuhin byunbaek dong..kasian makin kesini makin ketulo-tulo(?) lanjutttt semoga chan/byun bisa mengalahkan myungsoo!

  4. winniejjkyu berkata:

    baek n yeil ketemu juga. tp yeol msh blm siap mendekati baekhyun. kasian baekhyun kaya pria bodoh yg ga ingat apa2, myungsoo pengen dilempar ke laut aj. jahatnya minta ampun. untung ada jongdae y setia ngelindungi baekhyun.

  5. Tiikaa berkata:

    Huhuhuhu… Baekhyunnya kasiaannn…
    Kira2 ingataannya dia bsa kmbali lagi gk ya eon? Trus ntar reaksi dia gmana wktu ktmu chanyeol.. Itu myungsoo blum tau ya klau chanyeol udh bngun dri koma dn yg bkalan nglawan dia nnti itu chanyeol bkan baekhyun?
    Omoooo penasaraaannnn…
    Klanjutannya aku tunggu deh eon… 🙂

  6. GD berkata:

    Huhuhu jongdae kasian jongdae ama baekhyun chanyeol juga, tapi baekhyun bisa sembuh nggak ya? Masak selamanya hilang ingatan kan kasian.
    Ditunggu next chapter ^^

  7. Dini berkata:

    Baekyun oppa cepet sembuh donggg, aigoooo 😦 kasian Chen sama Chanyeol liat keadaan baek kaya gini…
    myungsoo sombong bgt ckck -,,,-
    next chap hwaiting ya unnie 🙂

  8. Fitri MY berkata:

    Huwaaaaaaa kenapa harus TBC???????
    Haduh aku penasaran lanjutannya…..
    Akhirnya Baekhyun kembali.
    Ditunggu banget lanjutannya

  9. yuni rahma berkata:

    akh.. Gue gregetan am baekhyun.. Knpa ingatan nya ndak cepet sembuh..
    Truz tdi kok chanyoel gak lngsung nyamperin baekhyun aj sih

  10. littlecheonsasss berkata:

    Greget dah si Baekhyun :3, ingatannya gak pulih pulih. Entah gimana reaksinya kalau ketemu Chanyeol xD.

    Ishh Chanyeol kenapa gak langsung nyamperin Baekhyun sih? Biar gak makin lama ceritanya hoho.

    Itu si Myungsoo sombong amat, ck. Kalau aku ada disana rasanya pengen bacok/? Myungsoo

    Lanjut ya eon. Dari fans mu yang paling cerewet 😀

  11. J Rose berkata:

    Astagaa kenapa harus TBC?!! Щ(º̩̩́дº̩̩̀щ)
    Greget bgt jdny mau nunggu lagi kelanjutanny dgn penasaran tingkat akut -_-
    Sumpah thor ni kren bgt smpe nggak bsa ngo lg ._.v
    Pkokny d tunggu! Dan d tunggu bgt!! Kelanjutanny thor /klo bsa cpet ya 😀 *ak nggak bermaksud maksa ._.v/
    Keep Writing and fighting!!

  12. byun dilla berkata:

    hai thor, maaf ya baru coment, saya reader lama dan dulu saya seorang silent reader *ngaku, tp sekarang saya udah tobat kok hhehe *apadeh
    itu kata TBC bikin greget deh, jadi makin penasaran sama lanjutannya. endingnya jgn dibikin sedih ya thor pokoknya harus bahagia hhehe
    semangat mengetik buat authornya, apdetnya jg jgn lama” ya thor

    FIGHTING….#^_^

  13. Ade Zeni Anggraeni - Fanfiction Park Jiyeon ♥ EXO berkata:

    yaah kenapa tbc ? padahal lagi seru.

    itu akhirnya jongdae ketemu baek, terharu. cerita persahabatannya kereeeen banget, lanjut yah 🙂 jangan lama. dan daddy best friend nya ko gak update2 thor?

  14. sunaaoi berkata:

    eon… akhrnya… aku udh nunggu-nunggu dan akhirnya dipubilsh … wow tbcnya buat orang penasaran… oke sippp
    lanjutkan ya…
    semangat 🙂

  15. Risha berkata:

    Aaaahh kenapa harus tebecehhh-_- Baekhyun ngga inget2 nih, aduh greget banget elah! Bagussss, aku setia menunggu setiap next chapternya wkwk ‘-‘)b

  16. teukya berkata:

    Haduuhh baekhyun belum sembuh ingatanya kok udh pulang aha . Nntk klk tersesat kyk mna???.-.
    Jongdae keren ah ngelindungi baekhyun bgt kyknya
    Dn juga chayeol semoga kamu menang!!!!!

  17. Ks127Cy berkata:

    Uwaaah…. Baek jdi lucu deh,pelupa#plak
    apalagi waktu dia nyatet klo dia punya mobil… hihihi itu lucu bnget,,,

    next thor,
    ffnya bgus 😀

  18. Titania Adela berkata:

    Okay, pertama aku minta maaf eonn soalnya baru nemu ini ff dan saking serunya sampe lupa buat comment. Tapi, serius. Ini keren. Konfliknya juga dapet, pemilihan kata cucok. Keren lah pokoknya.
    Kedua. Bacon greget deh aih.. gemes /salah fokus/ amnesianya itu lho duh bikin orang gregetan pingin nabok /nah loh/ gak deng cuman becanda. Tapi, saya sebagai mantan siders /jangan ditiru pemirsah/ hanya bisa mendoakan BacoChan dkk.
    Terakhir. Mau ngucapin keep writing dan ditunggu part selanjutnya.
    Terakhir (sumpah ini yang terakhir) mau ngucapin makasih udah ngijinin ane buat nyampah dimari. *bow*

  19. Tridha Aristantia berkata:

    kasian jongdae pasti rasa’a sakit bgt ya dilupain ma sahabat sendiri, baekhyun-ah cepatlah sembuh sayang *hug baekhyun*

    whuaaaa makin seru aja ini cerita..
    dan aku bt ma kata ‘TBC’, aa knapa harus TBC disaat2 yg seruuu….

    daebak ff 😀

    ditunggu bgt lanjutan’a, smoga ga lama ya thor oh mija lanjutan’a…

  20. CEAyoong berkata:

    Huwee~ hu.. hu.. hu.. TT___TT *sarap*
    Byunbaekkie, apa ingatan kamu bakalan kembali nak?? :”v
    Penasaran~
    Lanjut~ :'<

  21. Amelia berkata:

    akhirnya baekhyun pulang ^^
    kapan ingatan baekhyun bakal kembali? kasian sama baekhyun, sama chanyeol sama jongdae..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s