You Never Give Me a Chance Part 2

sesulli copy

Nama : @sehuhet
Judul Cerita : You Never Give Me a Chance
Tag : Oh Sehun, Choi Sulli, Kim Jongin, Jung Krystal, and other.
Genre : friendship, romance, sad (maybe)
Catatan Author : cerita ini murni buatan author sendiri, mohon jangan di copas. Dan author mohon maaf kalau ada yang tidak suka dengan castnya, sesungguhnya cerita ini hanya fiktif belaka.

Happy Reading~

***

Sulli suda menunjukkan wajah cemberutnya sejak Jongin menjemputnya. Kini wajahnya semakin cemberut ketika baru menyadari kalau ternyata Krystal juga salah satu trainee yang ikut latihan bersama Jongin. Usahanya untuk tidak meminta Krystal menginap dirumahnya sia-sia sudah kalau pada akhirnya ia juga harus tidur satu atap dengan gadis itu.

“omo… Sulli-ya, apa yang kau lakukan disini?”

            Sulli yang baru saja memasuki dorm dan melepas sepatunya sontak mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara yang sangat familiar di telinganya. Mulutnya terbuka lebar ketika melihat Krystal lah yang menyambutnya.

            Tatapan sinis dari wajah Krystal benar-benar tidak menganggunya karena ia sudah biasa menerima nya tiap kali mereka bertemu. Tapi kali ini, kepalanya mendadak pusing ketika bertemu Krystal di dorm tempat Jongin latihan.

Apa yang sedang dilakukan Krystal disini?!

“oh, Krystal-ah, aku lupa memberitahumu kalau Sulli akan ikut menginap disini sementara Sooyoung eumma sedang pergi. Karena tidak bisa menjaganya kalau ia tidur dirumah sendiria, jadi aku membawanya kesini”

            “mwo?! kau gila Jongin-ah? soesengnim bisa marah!” bentak Krystal.

            “tidak perlu khawatir, aku sudah meminta izin pada Wu Yifan soesengnim dan beliau mengizinkan, asalkan Sulli tidak membuat ulah selama aku latihan, itu tidak masalah”

            “kau fikir disini menyediakan banyak tempat?!”

            “Sulli bisa tidur bersama Suzy, kau tidak perlu khawatir ia akan satu kamar denganmu. Aku tahu seburuk apa hubungan kalian” dan setelah mengatakan itu, Jongin menarik tangan Sulli dan membawanya ke lantai dua dimana kamar-kamar anak trainee berada.

            Sulli menarik tangannya yang masih di genggam Jongin ketika mereka sudah sampai di lantai dua. “kenapa tidak pernah mengatakan padaku kalau Krystal juga salah satu trainee disini?”

            “karena kalau aku mengatakannya kau tidak akan mau ikut menginap disini”

            “sudah berapa lama Krystal menjadi trainee?”

            “dia masuk bersamaan denganku,” jawab Jongin, dan sebelum Sulli bisa mengatakan sesuatu ia sudah melanjutkan ucapannya, “dan jangan bertanya padaku kenapa aku tidak memberitahumu tentang hal ini. aku tahu bagaimana hubungan kalian, dan bukan hak ku juga untuk memberitahumu kalau Krystal merupakan anak trainee disini. Sekarang ikut aku, kita ke kamarmu!”

            Dan tanpa mengatakan apapun Sulli mengikuti Jongin yang menuntunnya menuju kamar sementaranya.

           

“Sulli-ya, aku harus berlatih dulu, kau tidak apa kan ditinggal disini sendiri?”

Sulli mengerjapkan matanya dan menoleh. Ditatapnya Suzy yang kini juga sedang menatapnya, seakan baru tersadar, Sulli tersenyum dan langsung menjawab. “ahh… iya, tidak masalah Suzy-ah.

Suzy balas tersenyum dan mengangguk. Beruntung Jongin menempatkannya bersama Suzy, gadis itu memang sedikit jutek pada awalnya, tapi semakin mengenalnya, Suzy ternyata gadis yang baik, ia hanya sedikit pendiam.

“sampai jam berapa kalian latihan?”

“hmm… mungkin jam 10 malam, datanglah kalau kau bosan disini sendirian, disana juga ada Lami, adik Bomi, salah satu trainee disini”

“boleh?”

“tentu saja, soesangnim tidak sejahat itu untuk melarang tamu melihat trainee latihan”

Sulli menganggukkan kepalanya, “baiklah, tapi sepertinya aku akan beristirahat dulu Suzy-ah. gomawo untuk tawarannya”

***

Ketika membuka kedua matanya beberapa saat kemudian, Sulli menatap sekelilingnya yang ternyata sudah gelap. Saat tidur tadi ia tidak menyalakan lampunya karena memang masih siang. Ia mencari ponselnya dan terbelalak ketika melihat jam menunjukkan pukul 9 malam, sudah sekitar 3 jam Sulli tertidur.

Ia segera beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi. setelah berganti pakaian, ia berjalan keluar kamar dan memutuskan untuk berkeliling. Di lantai dua ini, ada sekitar 5 kamar, ruang Tv dan satu balkon. Sepertinya, lantai dua ini benar-benar dibuat untuk para trainee karena di lantai satu hanya ada satu kamar besar yang ia yakini milik Wu Yifan soesangnim, seperti itu mereka memanggilnya.

Melihat sepertinya udara di luar cukup cerah, Sulli memutuskan untuk menuju balkon. Ia merentangkan kedua tangannya dan menghirup dalam-dalam udara mala mini. Ketika membuka matanya, ia menikmati pemandangan yang terpampang di hadapannya.

“apa yang kau lakukan disini? Bukankah sekarang jam latihan?”

Sulli tersentak kaget ketika mendengar suara berat di belakangnya. Ia segera membalikkan tubuhnya untuk meminta maaf dan mulutnya terhenti begitu saja ketika melihat sosok pria tinggi tegap, dan wajah tampan sedang menatapnya tajam setengah bingung.

Oh Sehun?! yang benar saja! ia tidak melihat Oh Sehun saat memasuki dorm ini tadi. “maaf, tapi aku bukan salah satu trainee disini,”

Sebelah alis Sehun terangkat. Memang tidak di pungkiri kalau Oh Sehun memang pria yang tampan, kelewat tampan malah. Tapi mengingat kalau pria itu salah satu calon idol terkenal membuatnya tanpa sadar membangun tembok di hadapannya.

“bukan trainee? Lalu apa yang kau lakukan di sini?”

Sulli mengangat kedua bahu nya acuh, “Jongin yang membawaku kesini untuk bisa menjagaku”

“Jongin? Menjagamu?”

Sulli memutar kedua bola matanya mendengar reaksi Sehun. Ketika matanya bertemu Oh Sehun, ia bisa melihat sedikit tatapan tidak percaya. Mungkin Oh Sehun sedikit shock karena ada wanita yang tidak tertarik padanya? haha, maaf saja, tapi memang tidak semua wanita tertarik pada ketampanan Oh Sehun, terutama dirinnya!

“aku sahabat dekat Jongin, karena ibuku harus keluar kota semala dua hari beliau menitipkanku pada Jongin, dan mengingat Jongin tidak bisa menjagaku karena harus mengikuti latihan makanya ia membawaku kesini” Sulli menatap ke belakang tubuh Sehun untuk melihat keadaan dan kembali menatap Sehun, “kau sendiri apa yang kau lakukan disini?”

Kedua mata Sehun melebar mendengar pertanyaan Sulli. Melihat itu Sulli hanya bisa menyerngitkan alisnya. Ada apa dengan pria ini?

            “kau tidak tahu siapa aku?”

Sulli mengangkat sebelah alisnya lalu tertawa hambar. “tentu saja tahu, kau Oh Sehun kan?”

“benar, tapi apa kau tidak pernah tau info tentang dirku?”

ani,” jawab Sulli acuh, “untuk apa aku mencari tahu tentang kehidupanmu? Apa ada untungnya untukku?”

“ya… tidak ada” Sehun terlihat bingung ingin menanggapi ucapan Sulli seperti apa lagi.

“ahh ya!” Sulli tiba-tiba teringat pemintaan temannya yang meminta tolong padanya untuk menggantikannya mewawancarai Oh Sehun. Berhubung orang yang bersangkutan sedang ada di hadapannya, kenapa tidak ia pakai saja kesempatan ini? “umm… Oh Sehun-ssi, aku dimintai tolong oleh temanku Soehyun untuk mewawancaraimu, sebelumnya ia bilang kalau ia sudah membuat janji denganmu, benar?”

Sehun terlihat berfikir, mengingat-ingat gadis bernama Soehyun itu. “ah, iya. Memang benar ada seorang dari jurnalistik kampus yang memintaku untuk melakukan wawancara”

“nah, karena sedang berhalangan, Seohyun tidak bisa hadir dan memintaku untuk menggantikannnya. Kebetulan aku bertemu denganmu disini, apa kau ada waktu untuk aku mewawancaraimu Oh Sehun-ssi?

“umm.. baiklah”

Sulli bersorak dalam hati. semakin cepat ia mewanwancarai Sehun semakin cepeta ia tidak perlu lagi berhubungan dengan Oh Sehun.

 

***

 

“Nah, Selesai! Khamsahamida Oh Sehun-ssi.” Setelah mengatakan itu, Sulli beranjak dari sofa. Ia tadi mengajak Sehun untuk duduk di sofa sementara mewawancarainya, karena tidak mungkin ia mewawancarai Sehun sambil berdiri di depan balkon bukan? Sangat tidak sopan.

Namun, baru saja ia menjalankan kakinya beberapa langkah, ia berhenti dan membalikkan tubuhnya. “umm… omong-omong. Kalau boleh tahu, ruang latihan anak-anak trainee dimana ya?”

Sehun yang terlihat jengah dengan sikap Sulli entah karena alasan apa, mengingat Sulli tidak melakukan apapun, langsung berdiri dan menarik lengan Sulli kasar. “ikut aku, akan ku tunjukkan dimana ruang latihan”

“umm… maaf, tapi tolong lepaskan tanganku, cengkramanmu terlalu kuat!” ucap Sulli. Ia menggosokkan tangannya yang terlihat sedikit merah akibat cengraman Oh Sehun.

“ups, mianhe, aku benar-benar tidak bermaksud–”

gwenchana, sekarang lebih baik kau tunjukkan padaku dimana ruang latihannya” sahut Sulli ketus. Ia melihat mulut Sehun yang terbuka lebar karena shock, dan merasa kesal sendiri karena Sehun malah asik kaget bukannya menunjukkan dimana ruang latihan berada.

yak! Oh Sehun-ssi! Aku memintamu untuk menunjukkan ruang latihan, bukan malah bengong seperti ini!” geram Sulli.

Sehun mengerjapkan matanya dan menatap Sulli seolah-olah Sulli adalah manusia langka. “um, oke. Kajja, ikut aku”

Ketika mereka berdua hampir sampai di ruang latihan, pintu ruangan tersebut sudah terbuka dan para trainee keluar dengan badan dan wajah mereka yang penuh keringat. Saat melihat sosok Jongin keluar dari pintu, Sulli langsung berlari untuk menghampirinya. “Jongin-ah

wae?” tanya Jongin seraya menepuk puncak kepala Sulli. “kalau aku boleh tebak, pasti kau lapar kan? mianhe, aku lupa meninggalkan cemilan-cemilan untukmu. Kajja, biarkan aku mandi dulu setelah itu kita pergi keluar mencari makanan untuk mu”

“hanya untukku? Apa kau tidak makan?”

Jongin menggeleng, “setelah latihan dan jam-jam malam seperti ini, kami tidak boleh makan. Sekarang, kau tunggu saja di kamarmu sementara aku mandi”

Sulli tersenyum dan menagnggukkan kepalanya. Ketika ia membalikkan tubuhnya, ia melihat Sehun masih berdiri di tempatnya sedang menatapnya dengan menyipitkan matanya. Sulli mendongak menatap Jongin dan mengarahkan dagu nya ke arah Oh Sehun. “aku baru tahu kalau Oh Sehun ternyata trainee disini”

Tanpa disangka-sangka, Sulli justru mendapat jitakan dari Jongin. “yak! Kenapa kau memukul kepalaku!” protesnya.

“Sehun bukan trainee Sulli-ya! ia adik dari Wu Yifan seosaengnim. Ia tinggal disini bersama seosaengnim selama mengikuti masa latihannya!” jelas Jongin dengan nada suara yang terdengar seperti bisikan.

Sulli mengangguk-anggukkan kepalanya acuh. Ketika mereka berdua sampai di depan Sehun, Jongin langsung menganggukkan kepalanya diikuti Sulli yang secara paksa ikut mengangguk karena telapak Jongin yang menekan kepalanya.

anyeong Sehunie, ini Sulli adikku, sepertinya kalian sudah saling bertemu?”

“adikmu?” tanya Sehun menatap Sulli dan Jongin bergantian.

“eung… sebenarnya dia sahabatku sejak kecil yang sudah aku anggap sebagai adikku” jelas Jongin, “apa yang kau lakukan disini Sehunie? Bukankah seharusnya kau sedang latihan?”

Sehun menghela nafas panjang dan merenggangkan kedua tangannya, “hari ini aku meminta waktu libur karena terlalu lelah. Jadi setelah dari kampus mengurus berkas-berkas sebagai anak baru, aku langsung kesini untuk beristirahat”

Sulli melihat percakapan antara Jongin dan Sehun secara bergantian. Melihat dari bagaimana mereka memanggil satu sama lain, sepertinya mereka cukup dekat. “kalian sudah sedekat ini ya?” ucap Sulli tanpa sadar.

Sehun dan Jongin keduanya menoleh menatap Sulli. Jongin tertawa lalu mengacak-acak rambut Sulli, “Sehun ini temanku sejak sekolah menengah pertama, tentu saja kami dekat”

“oh.” Hanya itu respon yang bisa Sulli berikan, lalu menatap Jongin. “cepat mandi dan kita cari makanan untukku. Kau tidak lelah kan Jongin-ah?

ani, aku tidak lelah. Tunggulah di kamarmu, nanti aku akan menghampirimu”

arraso!” jawab Sulli semangat dan kembali memasuki kamarnya.

 

***

Ketika mendengar ketukan di pintu kamarnya, Sullli segera keluar. Tetapi wajahnya berubah muram ketika mendapati Sehun lah yang berdiri disana. Ia melongokkan kepalanya kebelakang punggung Sehun untuk mencari dimana Jongin.

“Jongin tidak bisa pergi, kepalanya mendadak pusing. Aku yang akan mengantarmu membeli makanan”

Sulli menyerngitkan alisnya dan menggelengkan kepalanya. “shireo, kalau memang Jongin tidak bisa pergi, it’s ok, aku bisa makan cemilan-cemilan yang sudah Jongin belikan.” Ucap Sulli. Ia sudah memegang knop pintu berniat untuk mentup nya tapi tertahan oleh tubuh Sehun yang sengaja memajukan dirinya di sela-sela pintu.

Sulli otomatis mundur ketika dirasanya jarak diantara kedua nya begitu dekat. “apa yang kau lakukan? Ini bukan kamar pria!”

“aku tahu,”sahut Sehun tenang, ia melihat kebelakang bahu Sulli dan tersenyum, “ahh, Suzy-ah,

Sulli menoleh kebelakang dan tanpa di duga-duga tangannya sudah di tari oleh Sehun keluar kamar. Sial! Ia di bodohi, Suzy kan tadi sedang keluar!

            yak! Lepaskan aku Sehun-ssi!” bentak Sulli.

Sehun melepaskan cengkraman tangannya dan menatap Sulli tajam. “kenapa kau tidak mau pergi denganku?”

“apa itu masalah?” sahut Sulli tidak kalah dingin. Ia meletakan kedua tangannya di pinggang dan mengangkat dagu nya tinggi-tinggi seolah menantang.

“tapi Jongin sedang sakit, tidak bisakah kau mengerti itu?”

“maaf tuan Oh Sehun, tapi aku tadi mengatakan kalau aku baik-baik saja kalau harus memakan cemilan yang di sediakan Jongin”

“Jongin mengatakan padaku untuk memaksamu karena sejak siang tadi kau belum makan”

Sulli mengangkat bahunya, “not your business

Terlihat seperti kehilangan kesabarannya, Sehun memijat keninganya. “baiklah kalau kau tidak mau pergi bersamaku, tapi bagaimana kalau aku membuatkanmu makanan? Jongin benar-benar memaksa kalau kau harus makan”

Sulli cemberut, “dimana Jongin? Apa segitu parahnya?”

“aku sudah menyuruhnya tidur, seperti nya seharian ini ia benar-benar full latihan dan sekarang tidak boleh makan, oleh sebab itu aku menyuruhnya istirahat”

“kenapa Jongin tidak boleh makan?”

“tidak hanya Jongin, tapi semua trainee dilarang makan malam, selain akan membuat tubuh mereka gendut, itu juga tidak baik”

“hmm.. arraso” Sulli menganggukkan kepalanya.

“sekarang, kau ikut aku ke bawah dan aku akan membuatkan mu sesuatu” ucap Sehun dan tanpa meminta izin langsung menarik tangan Sulli.

Ketika mereka sudah berada di ruang makan, Sehun menyuruh Sulli untuk duduk sementara ia sibuk di dapur. Tapi karena merasa tidak enak ia sedang tidak berada dirumahnya, Sulli mengikuti Sehun di dapur. Ia menyolek punggung Sehun dan berbisik, “Sehun-ssi, apa tidak apa-apa? bagaimana bisa trainee lain tidak makan sementara aku makan sendiri?”

“tidak masalah, aku akan menemanimu makan” sahut Sehun sibuk dengan masakannya.

“tapi kau juga akan makan kan? tidak hanya duduk menemaniku?”

“aku tidak makan malam Sulli-ya” ucap Sehun gemas.

Sulli cemberut, “yak! Itu sangat tidak sopan! Aku baru menginap disini hari pertama dan sudah sangat merepotkan”

Sehun membalikkan tubuhnya mencoba membantah Sulli dan langsung membungkukkan tubuhnya ketika melihat seseorang di belakang Sulli. “anyeong hyung

Sulli sontak membalik tubuhnya dan ikut membungkuk, “ahh, aneyeonghaseyo soesangnim,” ucap Sulli sopan, “um… maaf aku sudah merepotkan… aku… um.. tidak akan lama, hanya dua hari”

Wu Yifan tertawa melihat tingkah Sulli, “gwenchana Sulli-ya, tidak perlu merasa seperti itu. aku senang kalau kau nyaman disini”

“eung… soesangnim ingin, ini, makan malam? Sehun yang membuatnya”

aniya,” Yifan menepuk puncak kepala Sulli, “aku tidak makan malam, kau saja nikmati masakan Sehun, bisa di yakinkan kau akan ketagihan saat mencobanya”

Sulli tersenyum canggung, “ahh ne, khamsahamida soesangnim

“yasudah, aku ke kamar dulu. buat dirimu nyaman disini Sulli-ya

nde…

Setelah Wu Yifan menghilang ke dalam kamarnya, Sulli mmebalikkan tubuhnya menghadap Sehun. Ia terpekik ketika menyadari kalau Sehun tepat di hadapannya dan wajahnya hampir saja mengenai piring berisi nasi goreng buatan Sehun.

yak! Harus nya kau memberitahuku kalau sudah selesai! Hampir saja kau menumpahkan nasi goreng ke wajahku” omel Sulli. dan tanpa mengatakan apapun lagi, ia mengikuti Sehun ke meja makan.

“nah, selamat menikmati. Kau ingin minum apa?”

Sulli melihat sekeliling dan menarik lengan baju Sehun untuk mendekat padanya dan berbisik, “apa disini ada bir?”

ya! tidak boleh, kau masih di bawah umur!”

mwo?! aku sudah 18 tahun Sehun-ssi!

jinjja? Aku fikir umur mu 12 tahun.”

yak!! Berani nya kau” omel Sulli memukul sekeras mungkin lengan sehun. melihat sepertinya Sehun akan membantahnya lagi, Sulli segera mengangkat sebelah tanganya di depan wajah Sehun dan berkata, “maaf Sehun-ssi, tapi perutku sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Selama makan”

Sehun tertawa kencang mendengar ucapan Sulli. sepertinya memang Sulli lah satu-satu nya gadis yang akan berani bersikap seperti itu terhadapnya. Kalau biasanya para gadis akan bersikap malu-malu dan manis untuk mencari perhatiannya, Sulli justru terkesan ingin membuat Sehun menjau darinya.

“makanla yang banyak, aku akan membuatkan minuman dulu untuk Jongin, dan kembali lagi menemanimu”

 

***

 

Setelah membawakan susu putih untuk Jongin, Sehun kembali ke lantai bawah untuk menemani Sulli makan. Tapi saat kaki nya baru menginjak tangga terakhir, suara Krystal sudah sampai di pendengarannya.

aigooo, kau ini baru hari pertama menginap tapi sudah menyusahkan orang lain saja Sulli-ya! jangan mempermalukan ku sebagai saudaramu! Membuat makanan sendiri sementara anggota trainee lain tidak makan malam? betapa tidak tahu malu”

“maaf Krystal-ah, tapi bukan aku yang membuat masakan ini dan bukan aku yang memaksa untuk dibuatkan makanan” sahut Sulli dingin. “lagi pula, sejak kapan kau mau mengakui ku sebagai saudaramu?”

Dari tempatnya berada Sehun diam-diam tersenyum mendengar jawaban Sulli. Gadis itu benar-benar tidak mengenal rasa takut.

jinjja? Apa barusana aku memanggilmu saudaraku? Ah, aku pasti sudah gila” ucap Krytal.

“Krystal-ah” terdengar suara Sulli dan perlahan gadis itu meletakan alat makan di tangannya, “sampai kapan kau akan bersikap seperti ini terus padaku? Aku tidak menyukai Taemin, sungguh. Kau hanya salah faham”

“salah faham? Jelas jelas kau mencoba mendekatinya!” pekik Krystal

“aku tidak berusaha mendekatinya! Aku mencoba membantumu untuk dekat dengannya, tapi saat aku mengetahui bagaimana sifat asli Taemin, aku berfikir ulang untuk membantumu” Sulli menghela nafas, “Taemin tidak cukup baik untuk mu Krystal-ah, dia sudah memiliki kekasih bernama Song Naeun, itulah sebabnya aku berbohong padamu kalau aku juga menyukai Taemin”

“omong kosong!”

“terserah. Aku sudah mengatakan yang sebenarnya, kalau memang kau masih tidak percaya, kau bisa bertanya pada Jung Eunji, dia salah satu trainee disini bukan?”

“jangan bercanda Sulli-ya! aku tahu kau hanya ingin mencari muka di depanku! Dasar kau–”

“bagaimana Sulli-ya, apa kau sudah kenyang?” Sehun keluar dari tempat sembunyinya semula. Kuping nya lama-lama menjadi panas mendengar krystal yang terus menyalahkan Sulli. Jangan salah faham, ia bersikap seperti ini bukan berarti ia sepeduli itu dengan Sulli. Ia hanya tidak ingin tejadi keributan di dorm milik kakaknya itu.

Sulli mendongakkan kepalanya menatap Sehun lalu menghela nafas, “masakan mu enak, terimakasih karena sudah membuatkannya. Sekarang aku sudah selesai” ucapnya lalu bangkit dari tempatnya dan berjelan menuju dapur untuk mencuci piring nya.

hajima, biar aku saja” Sehun menahan tangan Sulli yang sudah menyalakan keran air.

Sulli tersenyum padanya, yang bisa ia yakini kalau itu adalah senyum palsu. “tidak usah, kau sudah repot-repot memasak untukku, tidak mungkin aku membiarkanmu mencuci piringku juga. Kau pergi istirahatlah, aku tau kau lelah”

Melihat sepertinya ia tidak bisa lagi berdebat dengan Sulli, akhirnya Sehun mengalah. Ia membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali menuju meja makan, dimana Krystal masih berdiri mematung disana.

“apa yang kau lakukan disini Krystal­-ah, bukankah seharusnya kau istirahat?” tanya Sehun.

Kedua mata Krystal mengerjap seolah baru tersadar dari sesuatu. “ah.. um.. jadi kau yang memasak untuk Sulli?” tanya nya tidak percaya.

Sehun mengangkat bahu nya acuh, “Jongin menyuruhku untuk memberinya makan, berhubung Sulli tidak mau pergi dengan ku mencari makan jadi aku yang memasak”

“tapi kau tidak pernah ingin berinteraksi dengan trainee selain Jongin”

“Seingatku Sulli bukan salah satu trainee”

“tapi–”

“Sehun-ssi, terimakasih untuk nasi goreng mu, aku pamit ke atas dulu ingin istirahat.” Ucap Sulli tanpa sekalipun menoleh padanya. ia bahkan tidak meminta izin pada Krystal.

Setelah dilihatnya sosok Sullli menghilang di tangga, seperti yang Sulli lakukan tadi, tanpa meminta izin pada Krystal ia langsung berlari menyusul Sulli.

Ia sampai di depan kamar Sulli dan Suzy, baru saja tangannya terangkat untuk mengetuk, suara isak tangis menghentikannya dan dengan sigap ia mencari darimana suara itu berasal.

“Jongin-ah… aku lelah…”

Dari sela pintu kamar Jongin yang tidak tertutup rapat, Sehun bisa melihat Jongin yang kini sedang memeluk erat Sulli. Tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya, Sehun memilih untuk pergi meninggalkan kamar Jongin dan kembali ke kamarnya.

 

***

 

2 thoughts on “You Never Give Me a Chance Part 2

  1. bintang dwi ananda berkata:

    ahhhhhhh:” sulli:” krystalnya jahat bgt-,- hmmmm.. sehun sm sulli ne author? hehehe kainya biarin gak dpr psangan ua? kkkkk~~~~ nextttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s