The Lords Of Legend (Chapter 19)

The Lords of Legend

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

“Terima kasih.” Luhan tiba-tiba menghampiri meja Sehun yang membuat Sehun langsung mendongak bingung.

“Terima kasih? Untuk apa?”

“Karena telah membela Chanyeol dan Chen.”

“bukankah aku memang harus melakukan itu?”Sehun memberi isyarat mata, melirik kearah Minhyuk sekilas, meminta Luhan untuk tidak mengatakan apapun lagi.

Luhan tersenyum, “sekali lagi terima kasih.”

“Hey, kau mau ke kantin bersama? Aku dan Sehun ingin makan ramyun.”ajak Minhyuk,setelah selesai memasukkan semua bukunya.

“Bolehkah?”

“Tentu saja. Ayo bergabung.” Kemudian ia menoleh ke belakang. “Kai, mau makan ramyun bersama?”

Kai mengangguk, “boleh.”

“Sepertinya kalian sangat dekat sekarang.” Sehun menatap Minhyuk dengan kening berkerut.

Minhyuk tertawa, “yeaah, ternyata kita memiliki banyak persamaan.”

“persamaan apa? Maksudmu sama-sama bersikap aneh?” cibir Sehun, kemudian menoleh kearah Chanyeol. “Raksasa, kau mau makan bersama kami atau hanya berdiam diri disitu?”

Chanyeol tersadar dari lamunannya, ia mengerjap bingung, “eungg… sepertinya… aku… aku akan makan siang bersama Suho.”

“Begitu? Oke baiklah. Kami pergi dulu.”

“Permisi.” Tiba-tiba anak baru yang bernama Kim Kibum itu menghampiri Sehun dan teman-temannya, ia menoleh dengan salah satu alis terangkat naik. “Aku ingin minta maaf tentang masalah tadi pagi. Aku tidak bermaksud merebut kursi temanmu.”serunya.

Sehun tidak berekspresi sama sekali saat dia menatap Kibum. Dimatanya, entah mengapa dia terlihat seperti Ravi yang sangat menyebalkan. Dia tidak tau mengapa, hanya saja pria ini terlihat menyebalkan.

“Aku tidak perduli.”balas Sehun datar. “Lagipula, kau sudah duduk disana, jadi aku tidak ingin mempermasalahkannya lagi.”

Sehun berlalu, saling merangkul bersama teman-temannya lalu menuju kantin. Saat baru beberapa langkah meninggalkan pintu kelas, mereka bertemu D,O dan Tao.

“Kalian mau kemana?”tanya Luhan.

“Menjemput Chanyeol. Dia bilang ingin makan bersama kami. Kalian?”balas Tao.

“Makan ramyun. Bersama Suho juga?”

“Yeaah,”

Luhan mengangguk-angguk mengerti, “Baiklah. Kami pergi dulu.”

“Kenapa tidak mengajak mereka bersama kita? Saudaramu yang lain tidak menyukai ramyun?”tanya Minhyuk.

Kai tertawa, “jika mereka memilih makan bersama Suho, itu artinya mereka ingin makan makanan enak.”serunya mengingat Suho berfungsi sebagai bank diantara mereka. “Daripada hanya memakan ramyun, aku yakin Chanyeol ingin makan yang lain. Yeaah, dia salah satu food monster diantara kami.”

“Benarkah?” Minhyuk ikut tertawa. “Asik sekali jika kalian memiliki saudara seperti Suho. Dia akan membelikan makanan apapun yang kalian minta.”

“Memang beruntung.” Kai mengangguk. “Karena itu kami semua sangat menyayanginya.”

“Kalian membicarakan apa?” Sehun menyela “Food monster? Apa itu? Kartun? Monster apa lagi?”

Luhan menghela napas panjang. “Bodoh. Bukan monster yang ada di kartun. Food monster adalah istilah orang yang sangat menyukai makanan.”

“Bukankah Shikshin?”

“Itu adalah istilah Korea. Kami memakai istilah inggris!” Luhan mulai kesal.

“Hey, kenapa kau berteriak. Kau bisa menjelaskannya dengan pelan. Tidak perlu berteriak di telingaku.”balas Sehun tidak terima, ia menjauhkan wajahnya sembari menutup kedua telinganya dengan telapak tangan.

“Itu karena kau sangat bodoh. Kau bahkan tidak tau istilah inggris sama sekali.” Luhan berkecap.

“Untuk apa mengetahuinya? Lagipula aku tidak tinggal disana. Aku hanya perlu mempelajari Bahasa Korea.”

“Lihat? Untuk apa mempelajari Bahasa Korea lagi jika sejak lahir kau tinggal di tempat ini? Dasar bodoh.”

Sehun kalah telak, “Ya! Berhenti mengataiku bodoh atau aku akan memukulmu!”

Minhyuk merangkul pundak Luhan sambil tertawa geli, “sudahlah Luhan. Orang bodoh memang selalu memakai kekerasan untuk menutupi kebodohannya. Ayo pergi.”

Seketika Sehun mendelik, “Ya Kang Minhyuk!”

***___***

“Kita makan diluar saja.” Sehun menggerakkan dagunya, mengisyaratkan teman-temannya untuk berjalan mengikutinya.

Kening Kai berkerut, “diluar?”

Sehun tidak mengatakan apapun. Dia hanya tersenyum lalu mengaitkan salah satu kakinya ke kaki meja yang terletak disudut kantin. Menggunakannya untuk menarik meja itu ke teras. Ia meletakkan nampan makanannya diatas meja yang ia tarik tadi, lalu mengangkat sebuah kursi.

“Nah, kita makan disini.”ujarnya tersenyum lebar sembari menjatuhkan diri. Pemandangan kini berbeda, mereka bisa melihat pohon maple yang tumbuh dibelakang sekolah dari sini.

“Apa kita diperbolehkan makan disini?”tanya Minhyuk ragu, namun ikut mengangkat sebuah kursi dari dalam kantin. “Pintu belakang kantin kan tidak pernah dibuka sebelumnya.”

“Kalau tidak pernah dibuka, maka aku akan membukanya. Sudahlah, Sangat panas berada di dalam karena kepala sekolah belum juga membenarkan AC yang rusak. Daripada aku makan tanpa memakai bajuku, lebih baik aku makan diluar.”seru Sehun tidak perduli sama sekali.

“Ck, Sehun. Jika oema mengetahuinya, kau pasti dihajar.”cibir Luhan geleng-geleng kepala, menjatuhkan diri disampingnya.

“Jadi, jangan katakan apapun padanya.” Pria tinggi itu hanya mengendikkan kedua bahunya, mulai menyantap ramyun hangatnya, membuat Luhan hanya bisa menarik napas panjang.

“Aku baru mengetahui jika kantin ini ternyata memiliki teras dan berhubungan langsung dengan belakang sekolah.”kata Kai, ia terus menatap ke sekeliling.

“Kau selalu berdiam diri dikelas. Harusnya kau jalan-jalan mengelilingi sekolah ini. Aku bahkan mengetahui sebuah jalan rahasia. Kita bisa membolos dengan mudah.”balas Sehun.

Mata Kai melebar, “benarkah?”

“Yeaah, walaupun sedikit berbahaya. Dibelakang gudang peralatan ada sebuah tembok yang hampir runtuh, ada sebuah lubang ditengahnya, namun ditutupi dengan daun-daun kering juga batu-batu bekas bangunan yang dihancurkan,”

“Astaga, darimana kau mengetahuinya?” Minhyuk terperangah tak karuan.

Sehun tertawa kecil, “Saat aku dihukum membersihkan gudang, aku menemukan lubang itu.”

“Ck, sepertinya kau benar-benar bermasalah.”sahut Luhan.

“Hey.. hey.. bukankah itu sahabatmu?” Tiba-tiba Kai berseru, jari telunjuknya menunjuk kearah gudang peralatan.

Sehun, Luhan dan Minhyuk mengikuti arah telunjuk Kai, detik berikutnya membulatkan mata mereka lebar-lebar.

Mereka semua tersentak, terutama Sehun yang langsung meninggalkan kursinya dan berlari secepat mungkin kesana.

Ilhoon… mereka memukuli Ilhoon.

BUG

Sebuah tinjuan tiba-tiba mendarat mulus di wajah Ravi. Pria bertubuh kekar itu seketika termundur dan tersentak melihat kehadiran Sehun yang tiba-tiba.

Wajah Sehun benar-benar merah padam, menatap Ravi dan teman-temannya seperti hendak menerkam mereka semua dengan mata tajamnya.

“Apa yang kau lakukan pada temanku?”desisnya dingin.

Dibelakangnya, Luhan dan Minhyuk menolong Ilhoon yang tersungkur ditanah.

Ravi tertawa mendengus, “teman? Bukankah selama ini kalian bersikap seperti dua orang yang tidak saling mengenal? Bagaimana bisa kau mengatakan jika dia adalah temanmu?”

Ucapan Ravi barusan semakin membuat Sehun gemas. Kedua tangannya mengepal kuat disamping tubuh, juga rahangnya yang semakin mengatup rapat.

“Itu semua karena kau! Brengsek!”

“Sehun!” Kai buru-buru menahan tubuh Sehun dan menariknya ke belakang sebelum pria tinggi itu memukul Ravi lagi.

“Aku sudah mempunyai sahabat baru. Kau ambillah sahabatmu kembali. Lagipula, pacarku sudah kembali.” Ravi merangkul seseorang yang ternyata adalah Kim Kibum itu kemudian tersenyum menyeringai. “Terima kasih atas usahamu selama ini, Ilhoon.”

Ravi dan teman-temannya berlalu pergi. Meninggalkan Sehun dibelakang dengan amarah yang ingin sekali meledak hebat. Jika saja tidak ditahan oleh Kai, mungkin dia akan berlari kesana dan menghajar Ravi hingga babak belur.

Sehun menoleh, menghampiri Ilhoon dan memeriksa luka memar diwajahnya. “Apa yang terjadi, huh? Kenapa kau dipukuli?”

Ilhoon meringis saat Sehun menyentuh lukanya, kemudian menggeleng pelan. “Saat aku menghampiri Ravi, aku melihat dia sedang duduk bersama dengan Kim Kibum itu. Tiba-tiba aku dipukul, ternyata karena aku tidak bisa melindunginya dari masalah kursi itu. Ravi marah karena aku hanya diam saja.”

Sehun terkejut, “hah?! Tapi masalah itu adalah masalahku.”

“Kau tau kan? Dia sangat membenci orang-orang Sigismund. Dia menganggapku sebagai alat untuk menghancurkan mereka. Jika aku tidak melakukannya, dia akan marah.”

“Lalu bagaiamana dia bisa bersahabat dengan Kim Kibum itu? Apakah sebelumnya mereka saling mengenal?”tanya Minhyuk.

Ilhoon menggeleng, “aku tidak tau.”

“Bodoh, Kenapa kau tidak melawan? Harusnya kau membalasnya!”

Ilhoon tersenyum, “bukankah biasanya kau akan datang menolongku? Jadi aku hanya menunggu. Dan ternyata benar, kau datang.”

Sehun benar-benar tersentuh saat dia mendengar ucapan Ilhoon. Dimatanya,sangat terlihat jika pria berkaca mata itu sangat bersedih. Entah karena apa. Mungkin menyesal karena dia sudah memilih untuk mengkhianati Sehun dan berpihak pada Ravi.

Namun, atas semua kesalahannya yang telah terjadi. Sekalipun, Sehun tidak pernah menganggap Ilhoon benar-benar pergi. Dia tetap menjadi sahabatnya, walaupun mereka tidak pernah bertatap muka lagi, satu tempat duduk, juga mengobrol bersama.

Ilhoon tetap sahabatnya.

***___***

Sepulang sekolah, Sehun hanya duduk melamun seorang diri di kios bunga ibunya. Otaknya terus berputar, memikirkan dua hal yang sama pentingnya dan nyaris membuat kepalanya meledak.

Dimana kotak Pandora itu? Juga… apakah Ilhoon baik-baik saja setelah ini?

Tenggelam dalam lamunannya, dia tidak menyadari jika mobil Luhan melewati kios dan berhenti didepan rumahnya. Bahkan, saat pria tampan itu menghampirinya, dia tidak juga menyadari keberadaannya.

“Memikirkan kotak Pandora?”tegurnya membuat Sehun mengerjap kaget.

Ia mendongak, “kau datang?”

“Yeaah, ingin menemanimu menjaga kios. Mengkhawatirkan Ilhoon juga?”

“Yeaaah, begitulah.” Sehun tersenyum tipis. “Aku pernah memarahimu karena dia. Apa kau membencinya?”

“Kenapa aku harus membencinya?” balas Luhan cepat. “Aku tidak punya alasan melakukan itu karena aku memang tidak berniat untuk mencari masalah. Dan… aku rasa aku mengerti bagaimana posisimu.”

“Apa kau tidak bisa membaca pikirannya? Seperti… apa alasannya melakukan itu.”

Luhan menjatuhkan diri disamping Sehun dengan helaan napas panjang, “aku tidak bisa melakukannya. Tenagaku terbatas dan aku sangat jauh dari pohon kehidupan. Aku tidak bisa membaca pikiran semua orang karena hal itu akan menguras tenagaku.”

“Begitu?” Sehun juga menghela napas. “Hanya ingin mengetahui alasannya.”

“Jika kau ingin mengetahuinya, kenapa kau tidak bertanya langsung? Kau tidak akan menemukan jawaban apapun jika hanya duduk disini dan berpikir. Berusahalah menanyakannya.”

“Bagaimana jika jawabannya menyakitkan?” Sehun menatap Luhan ragu.

“Kau bahkan cukup kuat menahan kekuatan D.O kan? Kenapa kau tidak bisa menahan masalah ini?” Pria tampan itu tersenyum. “Pergilah. Aku akan menjaga kios dan menunggumu.”

“Ha?” Kening Sehun berkerut.

“Pergi dan cari Ilhoon. Cepat.” Luhan memperjelas ucapannya sembari mendorong pundak Sehun.

Sehun mengangguk. Ia berdiri, bergegas mencari Ilhoon, berjalan menjauh meninggalkan kios bunga.

Ditempatnya, Luhan menatap punggung Sehun sembari tersenyum tipis.

“Dia masih menganggapmu sahabat, Park Sehun. Dia bahkan selalu memperhatikanmu dalam diam. Dia tidak pernah meninggalkanmu.”gumamnya.

***___***

Chanyeol tidak beranjak sama sekali dari kursinya yang ia letakkan dekat dengan jendela kaca kamarnya. Dia terus saja duduk menatap langit dengan ekspresi sedih.

Mengintip dari balik celah pintu, Baekhyun memutuskan untuk masuk tanpa suara. Dia berjalan mendekati Chanyeol dan menjatuhkan diri diatas ranjang tidur. Menatap punggung Chanyeol yang ada didepannya tanpa suara.

Dia tau, sahabatnya itu pasti sangat merindukan Chen hingga dia terus menunggu disini sampai dia kembali.

“Loki.”panggil Baekhyun pelan, membuat Chanyeol menoleh ke belakang. Dia terkejut, mendapati Baekhyun sudah berada disana dengan mata terarah lurus padanya. “Mau makan sesuatu?”

Chanyeol menggeleng pelan, “tidak. Aku sedang tidak lapar, Baek.”

“Mau menonton sesuatu?”

Pria tinggi itu menggeleng lagi, “tidak.Aku hanya ingin duduk disini.”

Baekhyun semakin menatap cemas Chanyeol yang kembali membalik tubuhnya dan menatap ke langit.

“Siang hari tidak ada bintang, kita tunggu sampai malam hari. Bagaimana?”

“Bagaimana jika rasi bintangnya tidak muncul?” Terdengar nada sedih dibalik pertanyaannya.

Baekhyun menelan ludah, “kita tunggu keesokan harinya.”jawabnya melirih. “Bukankah kita akan selalu menunggunya hingga dia kembali? Dia keluarga kita kan?”

Kali ini, Chanyeol benar-benar memutar kursinya dan menghadap Baekhyun setelah mendengar ucapannya. Dia menatap Baekhyun dengan tatapan menuntut.

“Benarkah kau menganggapnya begitu?”

Baekhyun mengangguk, “kenapa?”

“Karena kau tidak terlihat seperti itu.” Chanyeol menggeleng. “Seoerti… kau tidak begitu menyukai kami.”

“Tidak menyukai bukan berarti aku tidak menganggap kalian sebagai keluarga kan?” Ia tersenyum. Meyakinkan Chanyeol tentang ketulusan hatinya. “Walaupun terkadang kalian menyebalkan, tapi kalian adalah keluargaku. Jadi jangan bersedih karena aku juga akan bersedih.”

Kedua mata Chanyeol mulai berkaca-kaca menatap Baekhyun. Ia menganggapnya seperti sedang ditatap oleh seorang anak kecil yang merasa sedih karena ditinggal oleh saudaranya. Membuat hati Baekhyun benar-benar bisa merasakan bagaimana kepolosan dan ketulusan hati Chanyeol saat ini.

“Baekhyun… kau mau menunggu Chen bersamaku?”

Baekhyun tertawa kecil, “kenapa semenjak berada di bumi kau menjadi sangat cengeng?” Ia berdiri, mengacak rambut Chanyeol. “Tentu saja. Aku akan menemanimu. Kalajengking itu sangat berarti kan?” Chanyeol menjawabnya dengan anggukan beberapa kali.

Baekhyun tersenyum sembari menarik lengan Chanyeol, “ayo keluar. Odin dan Zeus sangat mengkhawatirkanmu.”

***___***

Luhan mempunyai pemikiran lain atas keterlibatannya dalam persahabatan Sehun dan Ilhoon. Sebenarnya, selama ini dia telah mengetahui apa alasan Ilhoon sebenarnya meninggalkan Sehun dan lebih memilih berpihak pada Ravi.

Alasan itu juga yang membuat Luhan tidak bisa membenci Ilhoon atas perbuatannya selama ini. Di lubuk hatinya, pria berkaca mata itu sama sekali tidak membenci siapapun, terutama Sehun.

Hanya saja, dia pikir Sehun harus mengetahuinya sendiri agar dia tidak merasa tersakiti lagi. Dia ingin Sehun mendengarnya langsung dari mulut Ilhoon. Dan kedua sahabat itu kembali bersahabat seperti dulu.

“Kenapa aku tidak melihat Sehun?”tanya Minhyuk, muncul di kios bunga ibu Sehun.

“Ahh? Kau?” Luhan mendongak sambil tersenyum. “Dia sedang pergi menemui Ilhoon.”

Kening Minhyuk seketika berkerut, “Ilhoon?”

“Yeaah, aku pikir keduanya harus menyelesaikan kesalah pahaman ini. Aku merasa bersalah pada mereka berdua.”

“Kenapa?” Minhyuk menarik sebuah kursi dan menjatuhkan diri berhadapan dengan Luhan.

“Bukankah mereka bermusuhan karena aku?” Ia tersenyum kecut. “Harusnya aku tidak bersikap baik pada semua orang.”

Minhyuk mendengus, “harusnya kau bersyukur karena memiliki wajah yang tampan. Bukan menyesalinya. Sombong sekali.”

Luhan tertawa geli sembari menggaruk belakang kepalanya, tiba-tiba merasa kikuk. “Bukan begitu maksudku. Aku hanya—“

“Mereka sudah berteman sangat lama. Aku yakin mereka akan baik-baik saja. Dari awal, aku juga tidak yakin jika keduanya saling membenci. Mungkin Ilhoon punya alasan.”

Luhan menoleh, menatap sisi wajah Minhyuk, “Bagaimana jika Ilhoon ingin kembal ke tempat duduknya lagi?”

“Tentu saja aku akan memberikannya.” Minhyuk menjawab dengan cepat. “Dibandingkan aku, Ilhoon adalah sahabat Sehun yang sebenarnya. Aku bisa kembali ke belakang. Lagipula, persahabatan tidak mengenal jarak tempat duduk, kan? Kita masih bisa berteman seperti biasa.”

Luhan tertawa, tangan kanannya menepuk-nepuk kepala Minhyuk sebagai candaan, “Bagaimana bisa kau sebijaksana itu?”

Minhyuk menepis tangan Luhan, “Hey, apa yang kau lakukan?”

“Ehh? Luhan? Dan—“

Minhyuk dan Luhan seketika berdiri saat Taeyeon muncul. Minhyuk membungkuk sopan, “Annyeonghaseo omoni. Aku adalah teman Sehun. Kang Minghyuk.”

“Aigooo… bagaimana bisa teman-teman Sehun sangat tampan seperti ini?”decak Taeyeon kagum. Dia menghampiri keduanya sambil membawa sebuah piring berisi makanan dan meletakkannya diatas meja. “Dimana Sehun? Kenapa kalian hanya berdua?”

“Dia sedang mengantar bunga. Jadi kami yang menjaga kios.”

“Aigooo, Luhannie. Gomawo.” Taeyeon menghusap pipi Luhan lembut. “Aku memasakkan sesuatu untuk kalian. Makanlah dengan baik.”

Keduanya mengangguk bersama-sama, “terima kasih, omoni.”

***___***

Sehun melewati sebuah gang sebagai jalan pintas menuju rumah Ilhoon karena dia lupa membawa uang untuk ongkos bus. Lagipula, jawak rumah mereka tidak begitu jauh dan Sehun sudah terbiasa melakukan hal itu.

“Kenapa tempat ini semakin sempit saja?”rutuk Sehun kesal, melihat beberapa tumpukan kardus, juga sampah-sampah tumah tangga di letakkan di bagian pinggir. “Apa tidak ada yang membersihkannya? Aisshh.. bau sekali…”

BUGG

“Akh!”

Tiba-tiba seseorang memukul punggung Sehun dengan keras. Sehun mengaduh seketika, masih mampu berbalik namun pukulan lain menyusul dan mendarat mulus diwajahnya. Pandangan Sehun mengabur detik itu juga, tubuhnya tersungkur dan tergeletak lemas tanpa kesadaran,

Seseorang dengan gerakan cepat memukulnya tadi, menyunggingkan senyum. Dia membalik tubuh Sehun yang tengkurap dengan kaki kanan lalu berjongkok di samping tubungnya.

Tanpa belas kasihan, menatapi lumuran darah yang sudah menutupi wajah Sehun dengan senyum kemenangan.

“Ini masih permulaan.”desisnya dingin. “Aku tidak akan membunuhmu karena kau bukanlah targetku. Kau justru akan menjadi senjataku yang akan menghancurkan Negeri langit. Terutama… si kalajengking raksasa itu….”

TBC

 

75 thoughts on “The Lords Of Legend (Chapter 19)

  1. Byul berkata:

    Thor,ane mau curhat ehhhh mau komen,,maksudnya komen sekalian curhat gituu.. Hehehe😀

    Thor maap ya baru sempet komen di chap ini😦 Soalnya ane baca chap2 sebelumnya baru kemarin😀
    Sebenernya ane bukan Exofans thor,,tpi ane suka semua ff brothership exo yg author bikin.. awalnya ane males pengen baca ff ini,,soalnya udah yakin yg di sorot/? banyak pasti kalo gak Sehun gak Luhan.. Padahal satu2 orng yg bikin ane teriak2 kalo liat exo cma Lay! Iya Lay,,ZANG YIXING😀
    Tpi Lay slalu ditinggalin :3 Paling dlam tiap chap cma ada 2 dialognya Lay.. TAPI YG INI BEDAAAAAAA >_<
    Di sini malah Lay gege dibikin jdi sahabat Sehun😀 Hahaha.. Ane seneeeeeeng baget thor😀

    Makasuh ya thor udah meninggikan derajat/? Lay gege :*
    #CivokBasah

    Oh iya,,chap selanjutnya jgan lma2 ya thor!! Takut paket ane abis,,kan ane penasaran siapa itu musuhnya chen.. .-.

    Sekian!!

    Salam love dri anae Yixing ge❤❤❤❤

  2. Ladita Huang berkata:

    whoaa makin penasaran aja ni ff , cepet lanjut nya dong jangan d lamain terus :p
    itu ibu nya sehun (taeyon) jd pacar nya baekhyun skrg hahah 😀

  3. puji Astaemin berkata:

    Aisshh itu si ravi kenapa gk ilang2 deh sifat jahat.a😦
    kira2 keadaan chen gmna ea

    next next jngn lma2 ne😉

  4. Chanchan_Hwang berkata:

    siapa yang mukulin sehun?? kibum kah?????
    Kalajengking??? itu maksudnya chen?? jd dia itu….?? terus nasib chen gimana?? yeollie…..
    minhyuk tulus banget!!! kotak pandora itu jamnya sehunkah??
    Sehun emang siswa bermasalah hahaha
    daebak thor!! lanjut ne fighting!!!!!!!!!

  5. Ks127Cy berkata:

    Saya terlambat Komen…

    Hiiiiiii…..#kuotanya abis#:'(

    mianhamnida

    But,FFnya mkin lma mkin bgus… ^_^
    lanjut thor..hwaiting

  6. G Park berkata:

    annyeong author… Mianhae aq kmrn cm coment baru chap 7… Aq mw coment di chap 8 dn strusnya slalu gk bisa… Gk tw yg ini bsa atau gk..

    Dari semuanya aq suka bngt ceritanya, pnlisannya yg baku dn gk terlalu berat gampang bngt bkn aq ngeri jlqn ceritanya..hehehe
    Aq nyangka musuh chen itu sbnernya Ki bum, haduh kasihan bngt sehun sampe dipukulin kya gtu… Next chapnya ditunggu ne thor…

  7. Sekar Amalia berkata:

    Itu yg mukul si sehun pasti si orion,,,
    Aigoo poor sehunie, hiikz
    Thoorr, pehLizzz next chap nya jgn lama2 yaak, pengisi liburan lebaran nieh, he2
    Keep on writting thor, hwaaitiing

  8. Mira berkata:

    kim kibum yg keluar itu key atau bukan sih?
    hunnie kasian… kenapa harus dipukul pas mau ketemu ilhoon
    thanks thor udah buat ff yg genrenya ada friendshipnya… soalnya aku biasa nyari ff yg begitu tp susah buat nemu yg bagus kayak gini
    semoga ffnya terus berlanjut sampe chap 30 keatas #ngarep #dibunuhauthorygstres

  9. Airanadilaagnesia berkata:

    tu si kibum jht bgt sih… psti dy mw jdiin sehun ma chen bwt jd snjt krn mrka yg plg kwt… krg ajr bgt tw si kibum… brrti klw gt mrka dlm bhya dong… trs kpn nih klnjtan’a? dh pnsrn bgt bgt bgt bgt bgt bgt bgt #lebay
    cptan d lnjtin y thor… aq dh nggu lm bgt nih…

  10. SoheeKim berkata:

    Kyaaaaa authorrr jangan lama2 ituu ffnya.. Ak ud nggu lama masa chapter 20nya belom.. Huaaa ud ga sabar… Jeballl jeball …. Thorr hrus yg lbh keren yaa… Jebal… ♡(ˆ▿ˆʃƪ) author ddaebbak…(‾̴̴͡͡▽•‾̴̴͡͡ʃƪ)

  11. Yasika Adeliyanti berkata:

    chingu chapter 20 nya kapan😥 dah pengen baca ..
    mian ne aq tadi,a SR tp chapter,a lama beud yaudah deh bikin akun Gmail baru :3

  12. Oh Yuugi berkata:

    Tuh kan.. wah itu pasti si kibum kan yg mukulin Sehun! Mana mukulnya di wajah lagi… Kan kasian muka Sehun yg ganteng level dewa jadi babak belur n berdarah gitu…huuaahh,, awas aja luh ya, gue sumpahin lu sama ravi ntar kena getahnya… kyanya si kibum ini emang orion deh, coz dia kyaknya pling dendam sama chen ketimbang yg lain.. Duuh, semoga chen cepetan balik dan tangkap tuh si orion resek!
    Duh, kan jadi emosi sendiri..hehee
    Mian thor, coz nih ff ceritanya ngfeel abis jadi berasa kek nonton film mereka.. apalagi bayangin Sehun dipukul sampe berdarah, haadduuhhh gakuat aku mahh… #alaykumat
    Okey, ijin lanjut baca aja yah,, Fighting thornim! Oh Mi Ja emang jjang!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s