In The Rain part 3

kaisoo(1)

Author: SakuRaa (@_raraa84)

Title: In The Rain… (Part 3)

Cast:

-Do Kyungsoo (Kim Kyungsoo)

-Kim Jongin (Jongin)

-Oh Sehun (Sehun)

Other:

-Kim Hye Sung (Ibu Kyungsoo)

Genre: Family, Brothership, Friendship, Sad, Angst

Rating: General

Length: Chaptered

Note: oh Hallo Readers😀 *tebarsenyum* Author Raraa balik lagi dengan fanfic Brothership ala KaiSoo :v I don’t know what, but I love this couple, really :3

 

Comment dan Saran ya? Gomawo.

 

“Jika suatu saat aku tak lagi mampu mewujudkan mimpiku yang tinggi,

Aku hanya berharap aku bisa mewujudkan harapan kecilku”

 

===================================

Chapter 2:

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/06/22/in-the-rain-part-2/

 

***

Kyungsoo dan Sehun masih duduk ditaman belakang rumah dengan diam, mereka masih hanyut dengan pikiran mereka masing-masing. Mereka dulu sahabat, tetapi mengapa mereka saat ini saling canggung?

 

Kyungsoo menatap Sehun ragu, ia memulai pembiraan. “Aku—”

 

“aku tahu kau masih disini” potong Sehun sambil menoleh kearah Kyungsoo. “kau selama ini tidak pindah kan?” tanyanya dengan tatapan menyelidik. Kyungsoo hanya menunduk dalam.

 

“Sehun, darimana kau tahu?”

 

Sehun tersenyum miring, ia kembali memandang kolam ikan yang ada dihadapannya. “kau selama ini masih ada dirumah ini kan? Kau tidak pindah keluar kota seperti apa yang dikatakan Ibumu kan?”

 

Kyungsoo lagi-lagi menunduk, alih-alih menjawab pertanyaannya, Sehun malah menghujam nya dengan kata-kata sinisnya, “Ya, aku tidak pindah, tapi aku memang sudah tidak sekolah…”

 

Sehun kembali menoleh, ia membulatkan matanya, lagi-lagi ia menatap Kyungsoo tak percaya, “apa—maksudmu?”

 

Kyungsoo menghela napas, “baiklah, awalnya aku menolak, mengapa hanya karena aku pingsan pada waktu upacara itu, Ibuku bilang aku tidak perlu sekolah secara tiba-tiba, aku hanya boleh melakukan Home-Schooling, tetapi… lama-kelamaan aku mengerti alasannya…”

 

“lalu apa alasannya?”

 

“aku sakit, Sehun. Aku tahu ini bukan sakit biasa, daya tahan tubuhku sejak lahir memang dibawah anak-anak normal, kata Ibuku, waktu aku umur 4 tahun, aku sering demam tinggi setelah hujan-hujan, kau tahu kan, Ibuku selalu melarangku ikut jika ada Camping atau semacamnya? Ya, sekarang aku mengerti alasannya. walau Ibuku tak pernah mengatakan apapun.” Kyungsoo sebenarnya malas jika ada orang yang menanyakan keadaannya, ia pasti akan bercerita tentang itu dan itu lagi.

 

Sehun hanya diam dengan penjelasan Kyungsoo, ia dari dulu juga selalu bertanya-tanya mengapa Ibu Kyungsoo sampai segitunya pada anaknya, baiklah, saat itu ia berpikir mungkin karena Kyungsoo adalah anak tunggal. tetapi ia yakin, itu semua untuk kebaikan Kyungsoo, dia harus tahu, Ibu lah yang paling mengerti kondisi anaknya.

 

Ia menepuk pundak Kyungsoo perlahan, ia yang tadinya ingin marah mengapa Kyungsoo menghilang begitu saja selama 1 tahun ini, tetapi dengan begini, ia menjadi mengerti.

 

“Maaf…” gumam Sehun. itulah seorang sahabat, yang ia butuhkan saat ini hanya seorang teman, yang terpenting adalah kau ada disamping sahabatmu disaat apapun,

 

“aku kedinginan…” ucap Kyungsoo sambil mengeratkan sweaternya. Wajahnya mulai pucat kembali,

 

Sehun mulai panik, “kalau begitu, ayo masuk.” Kyungsoo mengangguk, Sehun segera bangkit sambil memapah Kyungsoo menuju kedalam rumah.

 

*

Rumah Kyungsoo masih sama sejak Sehun terakhir kali berkunjung, kamar Kyungsoo juga masih sama dengan dinding berwarna Cream, dan karpet berwarna biru gelap, tempat Kyungsoo dan Sehun sering menghabiskan waktu dengan membaca komik bersama, atau bermain PS yang akhirnya Sehun lah yang selalu menang.

 

Sebelum Kyungsoo sakit seperti ini, Hye Sung selalu bekerja hingga pulang sore, begitu juga dengan orang tua Sehun, ayahnya dan Ibunya sering kerja diluar kota yang membuat Sehun juga dirumah sendiri. Sehingga ia memilih kerumah Kyungsoo setelah pulang sekolah, dan berakhir makan malam dengan makanan yang dibawa Ibu Kyungsoo.

 

Tak lama, Ibu Kyungsoo mengetuk pintu kamar Kyungsoo, ia kemudian membuka pintu dan terlihat Kyungsoo yang berbaring ditempat tidur, dan Sehun duduk disampingnya. Wajahnya berubah ketika ia melihat Sehun,

 

“Sehun?” Sehun tersenyum. Ia bangkit dan mengelus tangan Kyungsoo sekali lagi, “Aku pulang ya Kyungsoo, jika ada waktu, aku akan kesini lagi.”

 

Hye Sung kembali menutup pintu kamar Kyungsoo setelah Sehun keluar,

 

“kau sudah tahu kondisi Kyungsoo yang sebenarnya?” tanya Hye Sung sambil berjalan kearah pintu depan. Sehun hanya mengangguk,

 

Hye Sung membuka knop pintu, ia menunduk. “maafkan Tante karena membohongimu, tapi kau pasti tahu alasannya.”

 

Sehun tersenyum, “aku mengerti. Tapi aku sedikit menyesal karena aku seakan membiarkan sahabatku jatuh sendirian.” Ucapnya sambil berjalan keluar.

 

“kau tidak seburuk itu, Sehun.”

 

*

“Kyungsoo, besok Ibu akan ke Supermarket, mau ikut?”

 

“boleh aku mengajak Jongin juga?” Hye Sung terdiam. Hal itu membuat Kyungsoo menurunkan senyumnya dan menghela napas.

 

“mengapa? Ibu malu jika membawa Jongin bersama kita?”

 

Hye Sung tersenyum kikuk sambil menggeleng. “tidak seperti itu. baiklah. Ibu juga ingin menemuinya secara langsung. Sebaik apa anak bernama Jongin itu sampai kau selalu ingin bersamanya.” Ucapnya sambil tersenyum.

 

=

Suara deru mobil Hye Sung sudah terdengar sejak 10 menit yang lalu, mereka akan berbelanja ke SuperMarket karena ini hari Minggu. Sebelum Kyungsoo masuk, ia melihat Jongin dari kejauhan yang masih berjualan koran, ia kembali menutup mobilnya dan mendekat kepinggir jalan.

“Jongin!” Jongin menoleh, ia melihat Kyungsoo yang tersenyum padanya, dandanannya rapi dan ia terlihat tampan.

 

“Ayo ikut kami!” ucap Kyungsoo yang masih dengan nada berteriak, walau samar, karena banyaknya kendaraan yang melintas saat itu, tetapi Jongin masih bisa mendengarnya. “kemana?”

 

Kyungsoo mendengus, ia harus berteriak lagi dan lagi jika jarak antara mereka berdua terpisah oleh jalan raya. Ia lalu mengayunkan tangannya agar Jongin lebih mendekat.

 

Jongin menyebrang, ia langsung bertanya pada Kyungsoo. “kemana Kyungsoo? Koran-koran ku belum habis terjual.” Ucapnya sambil menunjuk tumpukan koran ditangannya.

 

Kyungsoo memutar bola matanya malas, “aku akan membeli semuanya.” Jongin membuka mulutnya sesaat,

 

“Tapi…” Jongin sungguh berpikir bahwa Kyungsoo sedikit nekat.

 

Kyungsoo menggenggam tangan Jongin, ia menggeret Jongin sampai kedepan pintu mobil belakang dan menyuruhnya masuk.

 

Sebelum Kyungsoo menutup pintu, Jongin menahannya, “apa tidak apa-apa jika aku berpakaian seperti ini?” ucapnya sambil mengangkat kerah jaket hijaunya. Kyungsoo tersenyum, lalu mengangguk. “tak apa.”

 

“Ibu, boleh Jongin ikut kan?” pandangan Hye Sung menatap kearah kaca Spion mobil, ia melihat penampilan Jongin, tapi sedetik kemudian ia tersenyum dan mengangguk.

 

*

Ibu Kyungsoo sesekali melirik Jongin dari kaca spion mobilnya, Jongin tak henti-hentinya mengukir lengkungan senyum dibibirnya, ia juga selalu melihat kearah Jendela, melihat hujan yang perlahan turun dan kaca itu mulai dipenuhi butir-butir air.

 

“em Kyungsoo, dan… Ibu Kyungsoo, terimakasih.” Ucap Jongin dengan hati-hati.

 

Ibu Kyungsoo tersenyum, “tak masalah. Kyungsoo juga senang kan jika bersamamu?” Hye Sung melirik Kyungsoo yang juga menoleh kearahnya.

 

“aku senang sekali. Setidaknya aku tidak kesepian.” Ucap Kyungsoo sambil menengok kearah Jongin yang duduk dijok tengah.

 

“Kyungsoo, kau kan bisa mengajak Sehun?”

 

“tapi Sehun kan punya keluarga, Bu. Dia pasti mementingkan keluarganya.” Jawab Kyungsoo sambil menyenderkan tubuhnya kembali kejok mobil. Hye Sung melirik Kyungsoo sambil memberi kode –kau-tak-seharusnya-berbicara-seperti-itu.

 

Jongin menundukkan kepalanya, ia tak punya keluarga kandung, yang ia punya hanya paman yang berumur setengah baya yang dulu menemukan dan merawat Jongin sampai sekarang. Ia bisa dibilang agen koran, ia membuka toko kecil dan Jongin lah yang akan berkeliling menjual koran, sebenarnya tidak hanya Jongin, masih ada beberapa anak lagi yang sebaya dengan Jongin.

 

“aku tak bermaksud menyindirmu, sungguh.” Kyungsoo berbalik kearah Jongin, Jongin hanya tersenyum. “saya tahu, sudahlah. Tak usah dipikirkan.”

 

“Kyungsoo, kau seharusnya lebih bersyukur, kau punya keluarga, ya setidaknya kau punya Ibu, tapi Ibu yang sangat baik dan sudah pasti menyayangimu, itu lebih baik kan?”

 

Beberapa hari yang lalu, Hye Sung sempat berpikir mengapa Kyungsoo selalu ingin bersama Jongin. Setiap pagi, Kyungsoo selalu membeli koran pada Jongin, walau kenyataannya Kyungsoo tak membacanya, dan akhirnya Hye Sung sendiri yang membaca koran itu. Kyungsoo juga selalu bercerita tentang Jongin, tentang kehidupannya.

 

Sekarang ia tahu, bahwa Jongin memang anak yang baik, setidaknya ia selalu membuat Kyungsoo lebih bergairah hidup akhir-akhir ini.

 

*

Mereka ber-3 sudah mengelilingi Supermarket selama 2 jam. Ibu Kyungsoo sibuk dengan daftar belanjaan hariannya yang memang sudah ia siapkan dari rumah, dan Jongin tak hantinya tersenyum karena ia mungkin baru pertama kali ini ke Supermarket besar seperti ini. Kyungsoo juga selalu ada disamping Jongin, menjawab segala pertanyaan-pertanyaan dari Jongin yang ia tahu.

 

Ketika mereka melewati lorong tempat DVD/CD, Kyungsoo tanpa sadar membelokkan dirinya masuk kelorong itu, Jongin, dan Hye Sung mengikutinya dari belakang.

 

“dia sedang apa tante?” tanya Jongin sambil mengarahkan matanya kearah Kyungsoo yang saat ini sibuk melihat-lihat DVD.

 

Hye Sung tersenyum, “Kyungsoo dulu suka sekali dengan musik. Ia akan mengoleksi DVD apa saja tentang Idolanya.” Jongin mengangguk. Ia melihat tangan Hye Sung penuh dengan tas belajaan,

 

“biar saya saja yang bawa.” Ucap Jongin sambil meraih tas-tas itu ketangannya, Ibu Kyungsoo tersenyum, “tak usah.”

 

“saya sudah terbiasa membawa hal-hal berat seperti ini tante.” Hye Sung mengangguk, ia akhirnya memberikan sebagian tas belajaan itu ke Jongin. Mereka lalu mendekat kearah Kyungsoo.

 

“ternyata mereka sudah banyak mengeluarkan album. Aku pasti ketinggalan banyak album-album mereka.” Gumam Kyungsoo sambil menoleh kearah Jongin. Jongin membawa lempengan berbentuk kotak berwarna merah ditangannya. ‘TVXQ Mirotic’

 

“beli saja Album mereka yang kau suka. Jongin juga?” tanya Ibu Kyungsoo yang langsung dibalas gelengan kepala Jongin. “tak usah terimakasih.”

 

*

Jongin menutup pintu dengan hati-hati, ini sudah pukul 7 malam, dan seharusnya Jongin sudah ada di rumah bersama anak-anak lain sebayanya. Rumah sederhana inilah tempat tinggal Jongin bersama anak-anak yang bernasib sama dengan dirinya, kebanyakan mereka lebih tua dari Jongin, tetapi mereka juga sangat menyayangi Jongin.

 

“jongin, kau darimana saja? Ini sudah malam, mengapa kau baru pulang?” suara bass dari seorang pria setengah baya mengagetkan Jongin yang saat itu sedang meletakkan topinya.

 

“ma-maaf, Paman. Saya—saya habis menjual koran” ucap Jongin sambil terus menundukkan kepalanya, ia begitu takut jika pamannya ini mengamuk, ia tak mungkin memberitahu jika ia dari SuperMarket dengan Kyungsoo.

 

Pria setengah baya itu masih menatap tajam Jongin, ia memperhatikan Jongin dari ujung kepala hingga ujung kaki, tak ada yang berubah. Tunggu…

 

“darimana sweater tebal itu?” Jongin menunduk, ia saat ini merutuki dirinya sendiri karena ia teledor tidak menyembunyikan Sweater pemeberian Kyungsoo tadi.

 

“i-ini… dari teman saya, Paman. Dia berkata ini sweaternya yang tak pernah ia pakai.” Pria itu mengangguk, ia mengenal Jongin selama ini, dan Jongin tak pernah berbohong.

 

“lalu, bagaimana hasil koran mu hari ini?”

 

“semua terjual habis paman. Maka dari itu saya pulang telat.”

.

.

*

Suara ketukan pintu terdengar dari kamar Kyungsoo, seperti biasa, ia sedang menuliskan sesuatu dibuku harian berwarna birunya. Ia menoleh ketika Sehun muncul dari balik pintu sambil tersenyum hangat pada Kyungsoo.

 

Kyungsoo masih menatap bingung, tetapi membiarkan Sehun menutup pintu dan berjalan kearahnya.

 

“Sehun? Kenapa tiba-tiba kesini?” Sehun duduk disebelah Kyungsoo,

 

“aku ditelpon Ibumu, dia begitu khawatir karena kau semalam terlihat kelelahan.” Kyungsoo mendengus, ia bisa merepotkan Sehun jika begini caranya.

 

Kyungsoo menyenderkan tubuh mungilnya disandaran kasur, “aku akan merepotkanmu…”

 

Sehun menggeleng, “kita kan teman, teman akan selalu ada disaat senang dan sedih, benar?” Kyungsoo tersenyum sambil mengangguk.

 

Sedetik kemudian mata Sehun menangkap sesuatu menarik berbentuk lempengan-lempangan kotak diatas meja belajar Kyungsoo, ia bangkit dan mengambilnya.

 

“Woah… kau masih mengidolakan TVXQ, Kyungsoo?” tanya Sehun sambil melihat-lihat kotak DVD ditangannya.

 

“aku membelinya kemarin, ya aku rasa akhir-akhir ini aku sudah jarang mendengar lagu-lagu terbaru mereka”

 

“em, Kyungsoo, kau mau bernyanyi untukku?” sewaktu mereka masih bersama, Kyungsoo sering bersenandung kecil ketika mereka sedang mengerjakan sesuatu, biasanya, Sehun akan menyuruh Kyungsoo diam karena itu membuat Sehun tidak konsen, apalagi jika Sehun sedang mengerjakan PR-nya dirumah Kyungsoo, tetapi terkadang, ia juga menyuruh Kyungsoo menyanyikan sebuah lagu untuknya diwaktu luang.

 

Butuh waktu beberapa detik sampai Kyungsoo menjawab, “tapi suaraku mungkin tak sebagus dulu, aku sudah jarang menyanyi” ucapnya sambil tersenyum miris.

 

Sehun mengangguk, ia lalu duduk bersila disamping Kyungsoo yang saat ini sedang menagatur napas dan mengecek suaranya.

 

“ehem, ehem…”

 

Daheul suga eobneun angil sudo eobneun got…” Sehun tersenyum sambil menepuk kan tangannya sesuai irama yang Kyungsoo nyanyikan.

 

Sumyeonhwi-e bichin geon geu sarami aniya…

Iruijil su eobneun seulpeun neoui Story, gakkawajilsurog deo apajil teni…

 

Geu sarangmaneun Stop, stop, stop, stop, yeah…” Sehun menyahuti nyanyian Kyungsoo, mereka bernyanyi bersama diiringi tepukan tangan Sehun.

 

Geu sarangmaneun Stop, stop, stop, stop, yeah…

 

Ireohke naega neol haetage bulleo, dagagaji ma, Baby geu nelgaega jeojeuni…

 

Part terakhir dinyanyikan Kyungsoo dengan sangat baik, Sehun lalu bertepuk tangan, lagu itu sangat indah, Kyungsoo juga bernyanyi dengan merdu, suaranya tak berubah, masih sama seperti terakhir kali ia bernyanyi. Tanpa musik, tanpa mic, hanya suara dan tepukan tangan.

 

Soundtrack:

-EXO K – Moonlight [Reff Part]

 

“suara mu masih sebagus dulu, Kyungsoo” ucap Sehun yang diberi senyuman hangat oleh Kyungsoo. Kyungsoo mencibir, “mengapa jika aku menyanyikan lagu itu kau hanya menyahuti yang part ‘Stop, stop, stop,’ itu?”

 

Sehun terseyum kikuk, “jujur saja sih, aku hanya hafal yang bagian itu, Hehe…”

 

“Kyungsoo, aku ingin selalu mendengarkan mu menyanyi seperti dulu…”

 

“Ya, aku juga berharap bisa terus menyanyikan lagu untukmu.”

 

*TBC*

17 April 2012

 

Semua orang punya mimpi, semua orang punya harapan.

Semua orang pasti punya keinginan untuk mewujudkannya.

Jika suatu saat aku tak lagi mampu mewujudkan mimpiku yang tinggi,

Aku hanya berharap aku bisa mewujudkan harapan kecilku,

Untuk sahabat-sahabatku yang baik…—Kyungsoo.

 

*TBC*

Oke, ini aku ngebut banget buat nyelesai-in Chapter ini biar aku nggak kehabisan Ide. :v

 

Maaf ya cuman bisa update 1 bulan sekali, :v aku lagi kena ‘Writer Block’ nih -_- (maklum, kalo udah ngurusin fanfic yang baru *lirik ‘EXO:History’*, fanfic yang lama ditinggalkan, huehuehue)

 

Makasih yang udah comment diChapter sebelumnya, maaf nggak bisa bales satu-satu, dan saran kalian banyak banget disana, tapi aku belum sempat memperbaiki gaya bahasa ku yang aneh ini (harap maklum lagi)

 

Sampai jumpa di Chapter berikutnya, Comment dan Saran masih tetap ditunggu, Bye.

@_raraa84

16 thoughts on “In The Rain part 3

  1. Ade Zeni Anggraeni - Fanfiction Park Jiyeon ♥ EXO berkata:

    nice🙂

    feel nya dapet, friendship. Aku suka🙂

    lanjut ya, yang EXO:History juga jangan lama-lama yah min🙂

  2. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Wah mw k0men af yah?bingung nh..ff’a bguz,tf kai ffa dzni kzian bgt zh..jga mzh nunggu ttg kejelazan yg lbh jlaz ttg cazt dzni.zoal’y bnyak bgt azk’y nni..ax jga lngzg tau it lgu moonlight faz bca tlzn lgu’y..and it zlah 1 lgu kzukaan jga #ga da yg nanya.next cayoo eoni jjang^^

  3. lupi berkata:

    lanjutin plis thor plis, cpetan… aku interested bgt, maaf ya d part 1 dan 2 aku ga koment🙂 aku pembaca bru

  4. dyoreo12 berkata:

    jalan ceritanya bagus aku suka.. cuma klo boleh kasih saran kata tante bisa diganti sama ahjumma😉 tapi udh keren kok.. keep writing

  5. Ks127Cy berkata:

    Wiiihh…. saya terlambat komen#plak

    huuh…kuotanya abis😦

    Disini Paman kai kya gk suka bnget ma kai?:-@
    tpi ffnya bgus ko..hehehe
    lanjut thor~

  6. ParkJudit berkata:

    Next!!!!!!😄
    Mian telat thor , hehe. Kemaren aku ga sempet sih.😀
    Daebbak thor! (Y) aku penasaran sma penyakit D.O
    Ok thor, di tunggu ne.😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s