Hyung, You Miss Me, don’t you ? (2/3)

Hyung, You miss me, don't you (2-3)

Author                 : Nam Hae Rin

Judul Cerita         : Hyung, You Miss Me, don’t you ?

Tag                      :

  • EXO’s D.O. as Do Kyungsoo
  • EXO’s Kai as Kai
  • EXO’s Baekhyun as Byun Baekhyun
  • EXO’s Tao as Kim Tao
  • EXO’s Sehun as Oh Sehun
  • EXO’s Luhan as Oh Luhan
  • EXO’s Chen as Byun Jongdae
  • Apink’s Eunji as Jung Eunji
  • Apink’s Naeun as Jung Naeun

 

Genre                   : Brothership, Drama, Misteri(?)

Rating                  : T

Length                 : Trilogi (2/3)

 

Catatan Author         : Happy reading dan jangan lupa beri komentar dan saran..^^

 

Summary             :

‘Entahlah Kai, aku juga tidak tau. Aku tidak mengerti dengan perasaanku terhadap anak itu. Di satu sisi dia adalah satu-satunya saudara yang kumiliki. Tapi, di sisi lain, ibuku meninggal karena kehadirannya’, batin Kyungsoo yang meneteskan air matanya dalam tidur.

 

***

Kyungsoo kini sudah duduk di sebuah ruang yang bisa dibilang serba guna untuk rumah kumuh ini. Di ruangan itu ada sebuah tempat tidur, ada juga tumpukan kain dan masih banyak lagi.

 

“Jadi tuan Do sudah meninggal dunia?”, tanya namja hijau itu.

 

Kyungsoo hanya mengangguk.

 

“Sebelumnya, aku Do Kyungsoo, anak sah dari tuan Do. Sebelum ayah meninggal dia ingin aku mencari anak ha.. Maksudku anaknya dengan Kim Jimin ahjumma. Bisakah aku bertemu dengannya sekarang?”, ujar Kyungsoo mengakhiri penjelasannya.

 

Ahjussi itu menundukkan pandangannya. Ia menangis. Kyungsoo menunggu keadaannya stabil untuk melanjutkan pembicaraan itu.

 

“Aku Kim Tao tuan muda. Aku kakak kandung Kim Jimin. 10 tahun yang lalu saat Jimin sekarat, aku mengirimkan surat pada ayah tuan muda. Aku bermaksud agar ayah tuan muda mau membayar biaya perawatan Jimin, karena kami benar-benar tidak mempunyai uang saat itu”

 

“Semenjak Jimin sakit, tidak ada yang mencari uang. Aku hanyalah seorang pengangguran tidak berguna yang menggantungkan hidupku pada adik kandungku. Ayah tuan muda tidak memabalas surat itu, Jimin meninggal karena tidak bisa kami bawa ke rumah sakit. Dihari pemakaman Jimin orang suruhan ayah tuan muda mengantar uang yang sangat banyak, dengan syarat kami tidak boleh menampakkan diri dihadapan tuan muda dan keluarga beliau”

 

“Aku menghabiskan semua uang itu untuk berjudi. Aku sama sekali tidak memikir Jongin, anak Jimin. Namja kecil itu seharusnya bisa sekolah dengan uang itu, tapi aku malah menghambur-hamburkannya”

 

“Aku putus asa karena kehabisan uang untuk berjudi, akhirnya aku memaksa Jongin untuk mengemis di jalanan. Setelah dua bulan mengemis akhirnya Jongin melarikan diri dari rumah. Aku mencarinya selam setahun, tapi hasilnya nihil, aku tidak bisa menemukan Jongin di seluruh Busan yang pernah aku lewati”, Tao kembali menitikkan air mata mengakhiri ceritanya.

 

Hati Kyungsoo terenyuh. Ia merasakan sesuatu yang aneh di dadanya, iya seperti ingin mengeluarkan hal itu, tapi tidak bisa. Matanya memanas, pipinya memerah, ia membatin, ‘Tidak aku tidak kasihan pada anak itu, ini adalah cerita yang menyedihkan, makanya aku tersentuh’.

 

“Kim Tao ahjussi, bisakah kau menuliskan nama anak itu di kertas ini”, pinta Kyungsoo sambil memberikan secarik kertas dan pena dari dalam sakunya.

 

***

 

Kyungsoo keluar dari gang itu dengan perasaan yang berat, ia masih ingin mendengar lebih banyak tentang adiknya itu, ‘ah tidak, dia bukan adikku’, batin Kyungsoo.

 

Matanya mencari sosok Kai di sekitar gang, Kyungsoo menemukannya, Kai sedang bersama seseorang, ‘ah tidak itu hantu bukan manusia’ batin Kyungsoo. Kyungsoo mengalihkan pandangannya, ia tidak ingin ada hantu lain lagi yang akan mengganggu hidupnya. Cukup Kai saja. Kai tidak sengaja melihat kehadiran Kyungsoo, ia seperti pamit dengan teman hantunya itu, kemudian hantu itu pergi dan Kai berlari menuju Kyungsoo.

 

“Bagaimana hyung?”, tanya Kai.

 

“Aku baru tau anak itu adalah seorang namja dan namanya adalah Kim Jongin. Ia memakai marga ibunya karena ayah tidak mengizinkannya memakai marga kami. Kim Tao ahjussi juga tidak memiliki foto anak itu”, jelas Kyungsoo.

 

“Aah begitu, hyung aku minta maaf ya”, kata Kai tiba-tiba.

 

“Apa yang kau lakukan hingga kau minta maaf?”, ujar Kyungsoo membulatkan matanya pertanda ia mencium bau kesalahan Kai.

 

“Kau lihat teman hantuku yang tadi? Dia mengenal nyonya Kim Jimin. Aku bercerita padanya dan tidak sengaja bilang kalau kau bisa melihat hantu. Dia mau membantu kita mencari identitas nyonya Kim Jimin asal Hyung mau membantunya menyelesaikan masalahnya”, jelas Kai sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

 

Mata Kyungsoo makin membulat.

 

“Yak! Apa kau gila? Berurusan dengan satu hantu saja sudah membuatku susah. Apalagi harus ditambah yang satu ini”, Kyungsoo mengacak-acak rambutnya.

 

***

 

Di perjalanan pulang Kai terus menerus merengek pada Kyungsoo untuk memaafkannya dan memohon agar Kyungsoo mau membantu temannya itu. Sebelum menaiki tangga rumah susun tempat Baekhyun tinggal, akhirnya Kyungsoo menyerah dan mengangguk.

 

“Bisakah aku memanggilnya sekarang hyung?”, tanya Kai setelah sampai di teras rumah atap.

 

Tanpa menunggu jawaban dari Kyungsoo, sosok hantu yang tadi sore dilihat Kyungsoo itu muncul di samping Kai.

 

“Yak! Aku sudah bilangkan, kau boleh keluar setelah hyung ku ini menjawab iya”, pekik Kai pada hantu itu.

 

“Kai, aku sudah tidak tahan melihat gaya hyung mata besar ini. Aku berniat baik untuk menolongnya, tapi ia malah tidak mau menolongku”, ujar hantu itu.

 

Hantu itu memiliki wajah yang tampan, badannya hampir menyamai tinggi Kai. Tapi ia kelihatannya lebih menyebalkan dari Kai.

 

“Annyeong, namaku Oh Sehun, dikalangan hantu aku di panggil maknae, karena hingga kini akulah hantu termuda”, ujar hantu tampan itu memberikan eyesmile nya pada Kyungsoo.

 

Tiba-tiba Baekhyun keluar dari pintu rumahnya. Semuanya terdiam, tidak terkecuali Sehun yang sedari tadi ribut.

 

“Kau berbicara dengan siapa Kyungsoo?”, tanya Baekhyun memandang sekeliling.

 

‘Sial’, batin Kyungsoo.

 

“A..ani, aku tidak berbicara dengan siapa-siapa Baekhyun ah”, ujar Kyungsoo tergagap.

 

“Kau berbohong aku sudah mendengar dari saat kau sampai di teras. Kau berbicara dengan siapa? Aku tau kau bisa melihat makhluk halus, iya kan? Apa kau berbicara dengan Jongdae?”, Baekhyun membobardir Kyungsoo dengan pertanyaan.

 

Kyungsoo menghela nafas panjang. Ia berpikir sejenak, kemudian menatap Baekhyun. Ia melihat temannya itu menitikkan air mata.

 

“Baiklah, akhirnya kau pun tau. Aku memang berbicara dengan makhluk halus tadi, tapi bukan Jongdae. Tapi diantara mereka ada yang mengenal Jongdae. Kau ingin berbicara dengan anak itu?”, Kyungsoo menatap mata Baekhyun dalam-dalam.

 

Baekhyun mengangguk. Kyungsoo meminta Baekhyun menutup matanya, kemudian Kyungsoo mendekap mata Baekhyun.

 

“Sebelumnya aku akan menyampaikan sesuatu, kau hanya bisa menggunakan mata ketiga selama satu hari, belum tentu hari ini kau bisa bertemu Jongdae, setelah tengah malam esok hari kau tidak akan bisa melihat mereka lagi. Aku tidak bisa membagikan mata ketiga yang lain kepada orang lain selama kau masih memakainya. Sedangkan kau tidak bisa membagikan hal itu pada siapa pun. Kau mengerti? Apa kau siap?”, jelas Kyungsoo.

 

Baekhyun mengangguk.

 

“Bukalah matamu”, perintah Kyungsoo.

 

Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia menatap Kyungsoo, kemudian Kai, Baekhyun terkesiap. Belum sempat menenangkan dirinya akan kehadiran Kai, Baekhyun sudah dikejutkan oleh kehadiran Sehun yang tiba-tiba ada di hadapannya.

 

“Hyung ini juga melihat kita sekarang? Wah, ini benar-benar menyenangkan!”, ujar Sehun memberikan eyesmilenya pada Baekhyun.

 

“Apakah kau yang pernah melihat adikku?”, tanya Baekhyun pada Sehun.

 

Sehun menggeleng, kemudian menunjuk Kai.

 

“Aku tidak melihatnya beberapa hari ini hyung. Tapi, dia mungkin akan kembali di hari yang lain. Oh ya, kenapa hyung terus menangis tiap malam sebelum Kyungsoo hyung ada disini?”, jelas Kai yang kemudian menanyakan hal yang membuat Baekhyun kembali muram.

 

Diam sejenak. Semuanya terpaku pada Baekhyun yang kini menunduk sedih.

 

“Bisakah kita masuk ke rumah sekarang? Disini dingin sekali”, ujar Kyungsoo memecah keheningan.

 

***

 

Keempat namja itu memasuki rumah atap. Kini Kyungsoo, Kai dan Sehun duduk di sofa Baekhyun. Baekhyun sibuk mempersiapkan minuman untuk mereka di dapur.

 

“Baekhyun ah, kau tidak perlu membuat minum untuk mereka. Apa kau lupa kalau mereka hantu?”, ucapan Kyungsoo ini ditanggapi dengan death glare kedua hantu di sampingnya.

 

“Apakah aku salah?”, tanya Kyungsoo polos. Kai dan Sehun hanya membuang pandangannya ke televisi.

 

Baekhyun tetap membawakan minuman untuk mereka bertiga. Setelah menyajikan minuman ia segera bergabung di sofa lainnya di samping ketiga namja itu.

 

“Bagaimana pencarianmu hari ini Kyungsoo?”, tanya Baekhyun.

 

“Aku hanya mendapatkan sedikit petunjuk tentang anak itu. Besok aku akan melanjutkan pencarian. Aku akan bertemu dengan hyungnya Sehun untuk menanyakan keberadaan anak ini. Menurut Sehun waktu ia kecil Kim Jimin Ahjumma bekerja sebagai pembantu rumah tangga dirumah mereka dan hyungnya Sehun lah yang banyak tau tentang beliau dan anaknya”, jelas Kyungsoo.

 

“Emm begitu ternyata. Aku akan menemanimu besok”, ujar Baekhyun.

 

“Wah, aku tidak ingin merepotkanmu Baekhyun ah. Aku bisa menginap disini saja sudah cukup”, tanggap Kyungsoo.

 

“Ani, besok aku tidak ada pekerjaan. Aku tidak mungkin membuat teman dekatku ini pergi berkeliaran dengan hantu. Paling tidak kau tidak akan dianggap gila, karena ada aku di sampingmu besok”, jelas Baekhyun pada Kyungsoo.

 

“Ah, kau benar juga. Gomawoyo Baekhyun ah”, tanggap Kyungsoo tersenyum pada Baekhyun.

 

Kini Baekhyun dan Kyungsoo memerhatikan dua namja hantu yang telah berpindah di depan televisi Baekhyun. Mereka tampak asik menonton kartun Pororo. Baekhyun menatap Kyungsoo sambil tertawa.

 

“Aku rasa mereka benar-benar mati muda, lihatlah cara mereka menyimak kartun itu”, ujar Baekhyun yang membuat Kyungsoo tertawa.

 

“Aah sudah larut sekali, ayo kita tidur anak-anak”, ajak Kyungsoo menggoda dua adik hantunya itu.

 

“Aigo hyung, hyung lupa? Kami ini hantu, aku mohon izinkan aku menonton kartun ini ya?”, ujar Kai beraegyo untuk Kyungsoo.

 

“Baekhyun hyung boleh kan”, giliran Sehun beraegyo pada Baekhyun.

 

Baekhyun hanya mengangguk. Kyungsoo meninggalkan kedua adik hantunya itu. Dikamar ia tampak gelisah, dia masih memikir cerita tentang anak bernama Kim Jongin itu

 

“Eomma, aku tidak bisa memaafkannya. Tapi aku juga sedih dengan kehidupannya. Apa yang harus aku lakukan ketika bertemu dnegannya?”, ujar Kyungsoo pada foto wanita yang ada di dompetnya.

 

“Apakah kau benar-benar membenci anak itu hyung?”, tanya Kai yang tiba-tiba muncul di ranjang Kyungsoo.

 

“Entahlah, aku hanya masih teringat hari dimana ibu terkena serangan jantung ketika tau ayah punya anak dari wanita lain”, ujar Kyungsoo yang tidak terkejut lagi dengan kehadiran Kai yang tiba-tiba.

 

“Emm, tapi dari yang kulihat hari ini, sepertinya kebencian hyung mulai memudar kepadanya”, ujar Kai sembarang.

 

“Benarkah? Mungkin kebencian itu akan muncul lagi ketika aku melihat wajahnya secara langsung”, Kyungsoo menutup matanya.

 

“Tapi hyung…Hyung sudah tertidur? Aissh! Aku akan menonton pororo lagi saja”, Kai meninggal Kyungsoo yang sudah menutup matanya.

 

‘Entahlah Kai, aku juga tidak tau. Aku tidak mengerti dengan perasaanku terhadap anak itu. Di satu sisi dia adalah satu-satu saudara yang kumiliki. Tapi, di sisi lain, ibuku meninggal karena kehadirannya’, batin Kyungsoo yang meneteskan air matanya dalam tidur.

 

***

 

Di kamarnya Baekhyun memandangi sebuah bingkai foto dengan gambar dua orang namja dengan senyuman serupa namun memiliki wajah yang berbeda. Baekhyun meneteskan cairan bening dari sudut matanya, ia menghapus butiran kecil itu kemudian memeluk bingkai foto itu.

 

“Andai saja aku tidak egois padamu Jongdae ah, apakah kau juga akan meninggalkanku seperti ini?”, ujar Baekhyun sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

 

Baekhyun berdiri kemudian mengambil sebuah map, ia melihat surat kontrak audisi penyanyi. Ia kembali menangis dan terpuruk.

 

Flashback satu bulan sebelum hari ini.

 

“Apa dok? Jongdae harus operasi pada bagian tenggorokannya? Bukankah itu akan mengganggu pita suaranya? Tapi ia dan aku adalah penyanyi bagaimana bisa ia melakukan operasi itu, ia akan sangat terpukul jika kehilangan suaranya dok”, ujar Baekhyun yang mulai menangis di depan seorang dokter.

 

“Saya hanya dapat melakukan itu sebagai pertolongan pertama untuk menyelamatkan hidup Jongdae setelah kecelakaan yang menyebabkan penyumbatan darah di pembuluh dalam tenggorokannya. Saya minta maaf Baekhyun ssi.”, tanggap dokter itu dengan wajah menyesal.

 

Baekhyun berjalan menuju kamar rawat Jongdae, ia masih kehilangan akal tentang bagaimana ia harus menjelaskan segalanya pada saudara kembarnya itu. Baekhyun membuka pintunya, tubuh Jongdae terkulai di lantai, Baekhyun segera menghampiri tubuh saudaranya itu. Jongdae telah memotong nadinya, ia bergerak lemah mentapa Baekhyun.

 

“Baekhyun ah, tidak ada artinya aku hidup tanpa suaraku. Aku minta maaf Baekhyun ah”, ucapnya Jongdae dengan lirih.

 

“Ini semua karena aku Jongdae, aku akan menjual rumah itu, aku janji, kita akan segera ikut audisi untuk menjadi penyanyi terkenal. Aku berjanji Jongdae ah”, tanggap Baekhyun yang terisak.

 

Baekhyun segera menekan tombol gawat darurat dan terus mengguncang-guncang tubuh Jongdae.

 

Flashback end.

 

***

 

Pagi-pagi sekali Kyungsoo, Baekhyun, Kai dan Sehun meninggal rumah atap. Perjalanan menuju rumah Sehun agak jauh, sehingga mereka harus pergi lebih awal menggunakan bis Kota Busan. Mereka tidak banyak berbicara selama perjalanan, masing-masing sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sesampainya di rumah Sehun, Kyungsoo menekan bel rumah mewah itu. Seorang namja yang sangat mirip dengan Sehun namun sedikit lebih mungil dari Sehun membukakan pintu.

 

“Oh Luhan sshi?”, tanya Kyungsoo pada namja itu.

 

“Ya, ada yang bisa saya bantu”, Luhan terkejut karena Kyungsoo mengetahui namanya.

 

“Sebelumnya aku mohon maaf. Aku Do Kyungsoo, aku mencari adik tiriku yang merupakan anak dari pembantu Anda dulu, Kim Jimin sshi. Apakah kau ingat?”, ujar Kyungsoo langsung menyampaikan tujuannya.

 

“Ah, aku ingat. Tapi darimana Anda tau tentang hal itu? Bagaimana kalau kita masuk ke dalam dulu”, tawar Luhan pada Kyungsoo dan Baekhyun.

 

Kyungsoo, Baekhyun dan Sehun mengikuti Luhan masuk, sedangkan Jongin malah pergi keluar pagar rumah mewah itu, karena ada seseorang yang memanggilnya tadi. Setelah dipersilakan masuk ketiganya duduk di sofa ruang tamu mewah bergaya Eropa itu. Sehun menatap sekeliling ruang tamu itu dengan tatapan rindu. Baekhyun menepuk bahu Sehun, tatapannya mengatakan ‘Gwenchana’.

 

Setelah meminta pembantunya membawa minuman, Luhan bergabung dengan ketiga namja itu.

 

“Kim Jimin sshi adalah pembantu rumah tangga yang paling lama menjadi pembantu keluarga kami. Setelah beliau meninggal, kami kesulitan mencari pembantu. Anak Kim Jimin sshi, Jongin, sangat dekat dengan almarhum adikku Sehun. Aku mempunyai foto mereka berdua ketika mereka kecil”, cerita Luhan yang kemudian memberikan sebuah foto dari dompetnya.

 

“Setelah Jimin sshi meninggal dunia, aku pernah sekali bertenu dengan Jongin di jalanan, dia sedang mengemis. Aku prihatin dengannya akhirnya aku menitipkan Jongin di panti asuhan milik kerabat kami di pinggir desa”, Luhan memberikan sebuah kartu nama pada Kyungsoo.

 

Kyungsoo masih menatap foto yang sebelumnya Luhan berikan. Ia menatap anak berkulit gelap dalam foto itu. ‘Ia sama sekali tidak mirip ayah, tapi senyumannya persis dengan senyum milik ayah’, batin Kyungsoo.

 

“Bukankah anak itu mirip dengan Kai?”, celoteh Sehun.

 

(TBC)

19 thoughts on “Hyung, You Miss Me, don’t you ? (2/3)

  1. Chanchan_Hwang berkata:

    Huauaaaaa bagaimana reaksi kyung!!!!!!!!!!! wahh sehun meninggal karena apa ya,,,
    apa sehun gak inget sama kai? semasa hidupkan mereka saling mengenal?? dan matipun masih sahabat daebakk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s