FF : GROWL Chap. 9

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

“Apa tujuanmu dengan Kyungsoo sebenarnya?”

Ditempatnya, Suho benar-benar terdiam di tempatya setelah mendengar pertanyaan Sehun barusan. Lidahnya kelu dan dia kehilangan kata-katanya. Sama sekali.

Dalam hati, dia terus merutuki dirinya sendiri karena sudah benar-benar bersikap ceroboh dengan menjatuhkan dompetnya sembarangan, juga karena telah membawa kartu identitasnya bersamanya. Harusnya, dia meninggalkannya di rumah.

“Kau tidak berhak mengetahuinya.” Suho menelan ludah, memberanikan diri membalas tatapan tajam Sehun.

“Aku berhak.” Pria tinggi itu menarik lengan Kyungsoo kearahnya, namun matanya terus terarah lurus pada Suho. “Sekarang, dia adalah temanku.”

“Kau tetap tidak—“

“Dan apa hubunganmu dengan Jongdae?”potong Sehun, untuk kedua kalinya berhasil membekukan lidah Suho.

Wajah Suho berubah menjadi pucat pasi. Tidak ada yang boleh mengetahui tentang identitasnya, namun seseorang telah mengetahuinya. Dan parahnya, seseorang itu adalah Sehun. Pembuat onar sekaligus musuh bebuyutan Jongdae –perlahan juga menjadi musuhnya-.

“Tidak apa-apa jika kau tidak ingin bicara.” Sehun sangat tau jika pria yang sedang berdiri didepannya itu sedang bergetar hebat. Jadi dia memutuskan untuk tidak perduli lagi. “Tapi, jika aku mendapatkanmu sedang mengganggu dia lagi, aku akan menyebarkan identitasmu.”ancamnya dingin.

Mengakhiri semuanya, ia berbalik pergi meninggalkan Suho. Dibelakangnya, Kyungsoo mengikuti langkahnya dengan helaan napas lega karena Sehun datang tepat waktu.

“Kau memboloslah setelah ini, aku ingin bicara denganmu.”seru Sehun dari balik pundak.

Kening Kyungsoo berkerut, “tentang apa?”

“Ikut aku.”

Sehun melangkahkan kakinya menuju atap sekolah, tempat yang ia gunakan tadi untuk membaca komik. Kyungsoo hanya menurut dan mengikutinya karena Sehun sama sekali tidak mengeluarkan suara appaun lagi setelah itu.

Sehun menjatuhkan diri dikursi kayu, sedangkan Kyungsoo berdiri didepannya dengan ekspresi bingung. Sehun menatapnya serius.

“Apa pekerjaan ayahmu sebenarnya?”

Kyungsoo terkejut. Kenapa Sehun tiba-tiba bertanya tentang hal itu? Bahkan dia sendiri tidak tau apa pekerjaan ayahnya sebenarnya.

Kyungsoo menunduk, kemudian menggeleng pelan. “Aku tidak tau.”

“Kenapa tidak tau?” Sehun tetap bertanya walaupun diua sudah melihat ekspresi sedih Kyungsoo.

Kyungsoo menghela napas panjang, ia duduk disebelah Sehun. Lagi-lagi kepalanya tertunduk.

“Ayah selalu memarahiku jika aku bertanya apa pekerjaannya. Sejak kecil, aku tidak pernah tau dia melakukan apa dluar sana.”

“Lalu ibumu?” Sehun terus menatap kearah sisi wajah Kyungsoo.

Pria mungil itu tersenyum kecut, “Ibu meninggal saat aku berumur 10 tahun.”serunya. “Sejak itu, aku terus tinggal sendiri karena ayah selalu saja pergi keluar negeri.”

“Jadi kau mengurus hidupmu sendiri selama ini?”

“Yeaaah, aku memang menerima kiriman uang dari ayah setiap bulan. Tapi aku hanya tinggal sendiri di rumah karena ayahku hanya kembali beberapa bulan sekali. Sangat jarang bertemu dengannya.”

“Setidaknya, kau masih memiliki ayah.”balas Sehun, kini mengalihkan tatapannya saat Kyungsoo justru menoleh padanya. Ia menatap lurus ke depan.

“Sehun…. apa ayahmu…”

“Orang tuaku sudah meninggal.”balas Sehun cepat bersamaan dengan pukulan hebat yang menghantam dadanya keras saat mengatakan itu. “Yah, mereka sudah meninggal.” Daripada meyakinkan Kyungsoo, ia lebih meyakinkan dirinya sendiri jika kedua orang tuanya benar-benar meninggal. Walaupun arti meninggal itu sedikit berbeda untuk ibu dan ayahnya.

“Maafkan aku Sehun. Aku tidak bermaksud menyinggung soal itu.”

“Tidak apa-apa.” Sehun berseru santai. “Lagipula aku bisa tumbuh besar hingga sekarang ini. Aku baik-baik saja.”

Kyungsoo mengalihkan tatapannya juga. Ikut menatap ke depan seperti Sehun. Didepan mereka, hanya terlihat daun-daun pohon tinggi juga bangunan-bangunan tengah kota. Salah satu alasan Sehun kenapa lebih suka berada ditempat ini karena selain tenang, dia bisa melihat pemandangan kota dari sini. Keuntungan lain, dia juga bisa mendengar semua yang terjadi dibawah sana seperti kejadian Suho dan Kyungsoo tadi.

“Aku yakin Suho dan ayahmu memiliki suatu hubungan.”seru Sehun setelah cukup lama diam.

“Hubungan? Maksudmu?”

“Kita berdua sudah mengetahui jika Suho ternyata adalah seorang FBI. Dan selama ini, tanpa alasan yang jelas dia terus saja mendesakmu untuk mengatakan keberadaan ayahmu, Apa kau tidak berpikir jika sesuatu sedang terjadi?”

“Maksudmu… ayahku adalah orang jahat?!” Kyungsoo menatap Sehun dengan mata membulat lebar.

Sehun menggeleng santai, “aku tidak tau.”

“Apa semua yang dikatakan orang itu benar?”

Kening Sehun berkerut, “Tentang apa?”

“Seseorang menelponku waktu itu. Dia bilang ayahku terlibat dalam organisasi terlarang dan dia menjadi incaran polisi karena telah menyelundupkan senjata illegal ke seorang ketua mafia di Hongkong.”

Sehun sontak terkejut, “astaga! Sungguh?”

“Aku harap tidak.” Ia membalas dengan nada lemas. “Aku harap ayahku baik-baik saja.”

“Sudah menghubungi ayahmu?”

Kyungsoo menggeleng, “Ponselnya sudah tidak aktif lagi. Aku sudah mencoba menghubunginya berulang-ulang.”

“Kyungsoo.”panggil Sehun pelan membuat Kyungsoo menoleh. “Bolehkah aku ke rumahmu?”

***___***

Yoora menarik tubuhnya keluar dari celah badan mobil saat mendengar suara seseorang yang datang. Ternyata Jungkook, seseorang yang menitipkan mobilnya di bengkel keluarga Park untuk diperbaiki.

“Yoora, apakah mobilku sudah selesai?”

Yoora mengangguk, ia menghampiri Jungkook sambil membersihkan telapak tangannya dengan lap putih.

“Kau bisa mengambilnya sekarang. Yang bermasalah hanya mesin radiator. Kau pasti jarang membersihkannya kan? Harusnya kau melakukan pengurasan setidaknya satu tahun sekali.”

“Benarkah? Apa sudah lewat satu tahun?”

Yoora mengendikkan bahu, “kau yang lebih mengetahuinya, bodoh.”cibirnya membuat Jungkook langsung tersenyum. “Satu lagi, aku juga sudah mengganti selang radiatornya karena aku lihat ada sebuah robekkan disana. Jika tidak diganti, maka mesin mobilmu bisa mati tiba-tiba.”

“Bagaimana bisa seorang wanita menasihatiku tentang otomotif?” Jungkook tersenyum geli menatap Yoora yang hanya berekspresi datar.

“Cepat bayar dan jangan tersenyum seperti itu padaku.”

“Kenapa?” Jungkook masih mempertahankan senyumannya. “Ngomong-ngomong, mana Chanyeol? Belum kembali dari sekolah?”

“Sebaiknya kau cepat pergi sebelum adikku melihatmu.”

“Hahaha… aku justru menunggunya untuk meminta persetujuan.”kata Jungkook membuat kening Yoora berkerut. “Hey, jangan bersikap bodoh. Kau tau bagaimana perasaanku sejak dulu, kan?”

“Dan kau tau bagaimana respon adikku, kan? Sudahlah. Aku tidak ingin dia marah lagi. Cepat bayar.” Yoora mengulurkan telapak tanagnnya ke depan.

Jungkook akhirnya menyerah. Mendapatkan hati Yoora benar-benar sangat sulit. Selain harus meluluhkan kekeras kepalaan wanita cantik itu, dia juga harus mengalahkan kebrutalan adiknya yang tidak pernah menyukai jika kakaknya disukai oleh seorang pria.

“Baiklah… “ Jungkook mengeluarkan beberapa lembar won dari dalam dompetnya. Sebelum benar-benar pergi, Jungkook menghentikan langkah dan menatap lurus pada Yoora. “Aku harap mobilku rusak secepatnya dan kau bisa memperbaikinya lagi. Hanya ini satu-satunya alasanku untuk bisa bertemu denganmu.”katanya lirih. “Aku pulang. Bye.”

Yoora tidak bicara apapun. Hanya menatap mobil Jungkook hingga menghilang dimatanya. Kasihan memang. Sejak satu tahun lalu, pria tampan itu memang terus mengutarakan perasaannya pada Yoora. Namun, jauh sebelum itu, sepertinya hati Yoora sudah terlanjur mati rasa terlebih dahulu. Dia sudah terlanjur tidak memiliki ketertarikan terhadap ‘menjalin sebuah hubungan’ dengan orang lain. Cukup satu kali. Dan itu sangat menyakitkan.

Menyadari jika hari sudah semakin sore dan dia belum juga memasak apapun untuk adik-adiknya, akhirnya Yoora memutuskan menutup bengkel sesaat dan pergi ke sebuah supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan dapur.

Sayur dan daging sudah tidak tersisa, belum lagi di rumahnya kini berada satu orang penghuni. Dan… bagaimana jika Tao, Luhan dan Sehun ikut makan bersama? Luhan tidak masalah, tapi Tao dan Sehun? Ah, dua anak itu benar-benar tidak bisa dikendalikan saat bertemu dengan makanan. Terutama daging. Tidak heran jika mereka tumbuh sangat tinggi dengan cepat seperti itu.

Setelah memakai jaket, Yoora berjalan kaki menuju supermarket yang berada tak jauh dari rumahnya. Disekitar perumahan sederhana ini, keluarga Park memang sedikit mencolok dan banyak diketahui sebagai keluarga yang memiliki gen yang unggul. Lebih dari Chanyeol, Yoora lebih dikenal disekitar perumahan itu karena kecantikan dan postur tubuhnya yang semampai.

“Apa yang harus aku masak hari ini?”gumamnya seorang diri, matanya terus fokus pada sayuran-sayuran hijau. “Masakan Kyungsoo enak juga, apa aku suruh dia saja yang memasak?” ia berseru lagi, detik berikutnya langsung menggeleng. “Lalu apa gunanya aku? Aku adalah wanita.”

Akhirnya, Yoora memasukkan satu ikat sayur kol putih, juga sawi hijau. Dia juga mengambil banyak bawang karena Sehun sangat menyukai bawang.

Wanita tinggi itu mendorong trolinya, kini menuju kulkas daging, mengingat jika semua adiknya sangat menyukai makanan yang satu ini.

Yoora tersenyum sembari mengambil beberapa potong daging sapi dan daging ayam untuk persediaan selama dua minggu. “Mereka pasti menyukai ini.”

“Yoora…”

Tiba-tiba sebuah suara terdengar memanggil Yoora. Yoora menoleh, belum sempat melihat siapa orang yang telah memanggilnya, sebuah pelukan lebih dulu datang dan mendekap tubuhnya erat. Yoora terpaku, langsung menyadari siapa seseorang yang sedang memeluknya itu tanpa perlu melihat wajahnya.

Pundaknya masih sama. Dekapannya juga masih sama.

Mata Yoora melebar setelah ia menyadari hal itu. Ia mendorong tubuh laki-laki itu namun kekuatannya sama sekali tidak sebanding dengan kuatnya dekapan hangat itu.

“Yoora..” ia berseru lagi, tepat ditelinga Yoora membuat wanita itu semakin tenggelam dalam masa lalunya. Suara itu… dia tidak akan pernah melupakannya seumur hidupnya.

“Lepaskan aku, Kris.”desis Yoora masih berusaha berontak.

“Aku sudah mendapatkanmu, aku tidak akan melepaskanmu lagi.”

“Kau sudah melepaskanku, kau lupa?”

“Tidak akan lagi. “ Ia menggeleng. “Berhentilah dan hiduplah bersamaku lagi.”

“Tidak akan pernah.” Yoora mendorong tubuh Kris kuat, membuat pelukannya terlepas. Ia menatap sepasang mata Kris tajam, penuh dengan amarah. “Hingga aku menemukan siapa pelaku sebenarnya, aku tidak akan berhenti.”

“Kau tau kasus itu sudah ditutup.”

“Ditutup katamu?” Nada Yoora mulai meninggi. “Mereka bahkan tidak pernah memeriksanya! Mereka menghilangkan kasus itu untuk menjaga nama baik mereka sendiri!”

“Yoora…”

“Aku sudah bersumpah. Dan demi Tuhan aku tidak akan berhenti. Jika pihak kepolisian sepertimu tidak bisa menangkapnya, aku sendiri yang akan menangkapnya!”

Kris mengulurkan tangan, mencekal kedua lengan Yoora. “Dengar, kau tidak harus melakukan itu. Hentikan! Mengerti?!”

“Lepaskan aku!” Yoora mencoba memberontak lagi.

“Tidak akan sebelum kau berjanji padaku!”

“Lepaskan! Lenganku sangat sakit! Lepaskan aku!”

“Apa kau tidak dengar jika lengannya terasa sakit?”

Seseorang tiba-tiba menarik lengan Yoora dan melepaskan cekalan Kris paksa, ia menarik Yoora untuk berdiri dibelakangnya.

“Kau? Bukankah kau ketua kepolisian Seoul?”tanya pria tinggi itu, tanpa rasa takut menatap mata tajam Kris. “Apa kau tidak malu melakukan kekerasan pada perempuan? Bahkan didepan umum seperti ini.”

“Jika kau tidak mengetahui apapun, sebaiknya jangan ikut campur.”desis Kris dingin.

“Aku tidak akan ikut campur jika kau melakukannya pada laki-laki.”balas laki-laki itu santai. “Tapi, dia adalah perempuan. Jadi itu urusanku.”

“Kau?!”

Laki-laki itu tersenyum tipis, “jangan melotot seperti itu padaku. Walaupun kau mengeluarkan pistol, aku sama sekali tidak takut padamu.”katanya membuat Kris semakin ingin meledak. “Anggap saja aku memaafkanmu kali ini. Aku tidak ingin membuat keributan didepan umum.” Ia tersenyum singkat, lalu menggandeng tangan Yoora dan membantunya mendorong troli.

Keduanya meninggalkan Kris yang hanya bisa diam menahan-nahan kesabarannya. Bagaimanapun dia benar, ini adalah tempat umum dan tidak seharusnya dia membuat keributan disini.

Laki-laki itu bahkan membayarkan belanjaan Yoora dan membawa plastiknya hingga beberapa meter dari supermarket.

“Tidak apa-apa. Sampai disini saja. Lagipula dia sudah tidak mengejarku lagi. Terima kasih.” Yoora ingin meraih plastik belanjaan yang dibawa laki-laki itu namun dia menahannya.

“Aku tidak terbiasa menolong secara setengah-setengah. Dimana rumahmu? Aku akan mengantarmu hingga ke rumah.”tawar pria berkulit coklat itu.

“Bukankah kau sepertinya lebih muda dariku?” Mata Yoora menyipit. Ia melihat pria yang sedang berjalan disampingnya itu sedang memakai seragam sekolah. Namun berikutnya keduanya tertawa.

Laki-laki itu menggaruk belakang kepalanya kikuk, “Hehehe… maaf noona. Hanya ingin mengakrabkan diri.”kilahnya. “Sebenarnya, siapa laki-laki yang bersama noona tadi? Pacar? Atau?”

“Bukankah kau mengenalnya?” Yoora membalas tidak dalam bentuk jawaban.

“Yeaah, aku memang mengenalnya. Tapi aku tidak tau apa hubungannya denganmu.”

“Hanya orang asing.” Yoora berbohong. “Untung saja kau datang, terima kasih.”

“Tidak heran. Noona sangat cantik jadi banyak yang mengganggu noona.”

“Bukankah kau juga?”selidik Yoora tersenyum.

“Aku? Haha.. aku pikir ini adalah keberuntunganku karena bisa menolongmu.”

“Sudah sampai.” Yoora berhenti didepan pagar rumahnya. Ia meraih plastik belanjaan yang dibawa oleh laki-lak itu. “Sekali lagi terima kasih.”

Laki-laki itu tersenyum, “tidak masalah. Tapi, bisakah aku minta imbalan untuk ini?”

Kening Yoora berkerut, “imbalan?”

“Bisakah aku mengetahui nama noona?”

Yoora seketika tertawa, “aku Yoora. Park Yoora. Dan kau?”

“Kai. Aku Kim Kai.”kata laki-laki itu tersipu. “Jika kita bertemu lagi, bisakah kau berikan nomor ponselmu juga?” Laki-laki yang ternyata bernama Kai itu meringis lebar.

Yoora mengangguk, “jika kita bertemu lagi.”

“Aku pastikan kita akan bertemu lagi.”ucap Kai yakin. “Secepatnya.”lanjutnya membuat Yoora semakin tersenyum geli. “Baiklah. Aku rasa aku harus segera kembali ke sekolah untuk latihan sepak bola.”

Mata Yoora melebar, “aku pikir kau sudah pulang.”

“Tidak. Aku membolos sejak pagi hehe. Bye noona.”

Yoora hanya berdecak sambil geleng-geleng kepala, melihat punggung Kai hingga hilang lalu masuk ke dalam rumahnya dan membuka bengkel kembali.

***___***

Sehun dan Kyungsoo menghilang ditengah-tengah pelajaran. Keduanya menuju sebuah rumah yang berada di kawasan Apgujeong. Sebuah rumah mewah yang berdiri tegak seorang diri dan jauh dari rumah-rumah lain.

Berdiri didepannya, Sehun terperangah setengah mati melihat rumah mewah itu. Sangat mewah. Benar-benar mewah hingga mulutnya ternganga lebar melihatnya.

“I-ini rumahmu?”tanya Sehun tidak berkedip sama sekali.

Kyungsoo mengangguk, “ayo masuk.”

Kyungsoo mendorong pagar tinggi bewarna coklat keemasan itu. Kemudian memimpin langkah melewati taman luas dan rindang. Sehun terus saja menoleh kekiri dan kekanan, terus mengagumi taman Kyungsoo yang bahkan berpuluh-puluh kali lebih luas dari taman ‘sangat sangat sederhana’ miliknya.

Taman itu dipenuhi dengan tumbuhan hijau, juga tanaman-tanaman hias dengan bentuk unik dan berwarna-warni. Bunga-bunga cantik bermekaran di sekitar air mancur, semakin memperindah keindahan taman itu.

“Whooa, aku benar-benar tidak menyangka jika kau adalah orang kaya!”decak Sehun geleng-geleng kepala, berpaling menatap Kyungsoo dengan senyuman lebar.

“Bukan aku.” Dia menggeleng. “Tapi ayahku.”

“Yeaah siapapun itu. Tetap saja kau adalah orang kaya.”kilah Sehun tidak memperdulikan ucapan Kyungsoo. “Kau tau? Ini pertama kalinya aku memasuki rumah seperti ini. Bahkan lebih bagus dari rumah milik Chanyeol.”

Kyungsoo hanya tersenyum singkat, “terima kasih.”

Masuk ke dalam rumah, lagi-lagi Sehun terperangah hebat melihat ruang tamu Kyungsoo yang bergaya klasik dan lagi-lagi didominasi dengan warna coklat. Dalam hati, dia berasumsi jika ayah atau ibunya pasti menyukai warna itu.

“Aku sudah tidak bertemu dengan ayahku lagi semenjak satu bulan yang lalu.” Kyungsoo menjatuhkan diri disofa. Ia duduk membungkuk, meletakkan kedua lengannya diatas lutut sebagai penyanggah. “Dan kami sudah tidak saling menelpon ataupun mengirim pesan lagi.”

“Apa kau tau siapa yang menelponmu waktu itu?” Sehun ikut menjatuhkan diri disebelah Kyungsoo.

Pria mungil itu membalasnya dengan gelengan, “tidak tau. Saat aku menelponnya kembali, nomornya sudah tidak aktif.”

“Apa kau pikir hal itu benar?” Sebenarnya, Sehun sangat takut-takut saat dia menanyakan hal itu pada Kyungsoo. Takut melukai hatinya, atau membuatnya tersinggung. Tapi, bukankah dia laki-laki? Dia harus berani memutuskan sesuatu dan mengutarakan pendapatnya.

Cukup lama diam, tiba-tiba Kyungsoo berdiri. Ia menoleh sekilas kearah Sehun dan berseru. “Ikut aku.”

Sehun mengangguk. Mengikuti langkah Kyungsoo menuju bagian belakang. Sehun tidak bertanya apapun saat Kyungsoo membawanya kearah dapur. Dia hanya diam, namun terus memperhatikan sekitar. Baru menyadari jika rumah besar ini benar-benar terasa dingin dan sunyi,

Di rumah sebesar ini, bukankah lebih baik jika diisi oleh beberapa orang? Bukan tinggal sendiri seperti Kyungsoo selama ini.

Saat Sehun menatap kedepan kembali, dia dikejutkan dengan dinding dapur Kyungsoo yang ternyata bisa bergeser saat Kyungsoo menempatkan matanya disebuah titik yang tidak terlihat. Terdapat sebuah tombol merah di dinding itu dan Kyungsoo menekannya tanpa keraguan sedikitpun.

Hal mengejutkan lain menyusul, saat lemari perabotan dapur tiba-tiba bergerak seperti perputaran. Kyungsoo menarik lengan Sehun yang masih terpaku, membawanya masuk kedalam celah yang tercipta sebelum lemari itu berputar 360º dan kembali seperti semula.

“Astaga!” Sehun bahkan harus menutup mulutnya dengan telapak tangan atas apa yang sudah dia lihat didepannya.

Ruangan apa ini?! Kenapa dipenuhi dengan senjata api?!

“Sebelum orang itu memberitahuku, aku sudah curiga lebih dahulu terhadap pekerjaan ayahku.”seru Kyungsoo pelan. Dia tidak mengetahui jika Sehun sedang terkejut setengah mati dibelakangnya. “Aku menemukan ruangan ini tanpa sengaja. Saat aku bertanya pada ayah, dia hanya bilang jika semua ini adalah koleksinya.”

“Koleksinya?! Barang-barang seperti ini?!”tanya Sehun tecekat.

Kyungsoo tidak menoleh sama sekali, masih menatapi senjata-senjata api yang tersusun rapi didepannya dengan sorot sedih.

“Aku juga menyukainya.”katanya. “Aku juga punya beberapa di kamarku tapi aku tidak mengetahui jika ayahku mempunyai sebanyak ini.”

Dan lagi-lagi, Kyungsoo berhasil membuat Sehun terperangah. “Kau?!” Tidak mungkin! Bagaimana mungkin orang seperti Kyungsoo mengoleksi barang-barang berbahaya seperti ini?!

“Sejak kecil, ayahku sudah mengenalkanku dengan pistol. Hobinya adalah menembak dan dia menularkan hobinya itu padaku saat aku berumur 10 tahun…” ia menghentikan ucapannya sejenak. “…setelah ibu meninggal.”lanjutnya lagi. “Aku mulai mengikuti kelas menembak semenjak itu dan mulai jatuh cinta pada postol. Aku mencari beberapa dengan bentuk yang unik dan mengoleksinya di kamarku. Hanya saja, milikku lebih kecil dan tidak seberbahaya seperti milik ayah.”

“Bukankah itu illegal?”

“Yeaah mungkin.”seru Kyungsoo kini menoleh. “Tapi selama polisi tidak mengetahuinya, aku rasa baik-baik saja jika menyimpannya. Lagipula milikku tidak terlihat seperti pistol sungguhan.”

“Astaga Kyungsoo.” Sehun kehilangan kata-katanya. “Benarkah ini kau? Maksudku… orang yang hampir dipukul oleh Suho waktu itu.”

Kyungsoo tertawa mendengus, “aku mungkin jago menembak, tapi aku tidak pandai berkelahi dan tidak mau berkelahi.” Dia menghela napas panjang. “Aku tidak mau menjadi siswa mencolok yang membuat identitasku diketahui. Walaupun aku pikir hidupku tidak bermasalah, tapi aku tetap tidak ingin mereka mengetahuinya. Seumur hidupku, aku hanya memberitahunya padamu.”

“Hanya padaku?” Sehun menunjuk dirinya bingung.

“Entah mengapa tapi aku rasa aku bisa mempercayaimu.”

Sehun tidak bisa membalas ucapan Kyungsoo saat ia menatap sepasang bola mata bulatnya yang sangat memperlihatkan sebuah kesedihan disana. Dia pikir, mereka sama. Walaupun sebenarnya berbeda.

“Jangan katakan apapun tentang identitas Suho.” Sehun akhirnya bersuara, “Jangan beritahu siapapun. Anggap kau tidak mendengar apa-apa tadi.”

Kening Kyungsoo berkerut, “kenapa?”

“Aku yakin jika dia sedang menyelidiki sesuatu dan itu berhubungan dengan ayahmu. Ada untungnya jika dia berhasil menemukan ayahmu dan alasan kenapa dia tiba-tiba menghilang. Tenang saja, aku akan melindungimu jika dia mengganggumu lagi.”

***___***

“Kemana saja kalian?! Apa kalian tidak tau kami sangat khawatir?!”

Baru saja muncul, Sehun dan Kyungsoo sudah diserang oleh omelan Chanyeol yang berdiri sembari berkacak pinggang didepan bengkelnya.

“Hey! Sudah jam berapa ini? Kenapa kalian baru kembali?”sahut Tao, duduk dibelakang Chanyeol.

“Kami ada urusan.”jawab Sehun santai. “Apa Yoora noona memasak sesuatu? Aku lapar.” Ia berlalu melewati Chanyeol namun Chanyeol langsung menarik lengannya.

“Aku bertanya padamu, Oh Sehun!”

“Issh, aku hanya pergi ke Arcade bersamanya. Kenapa kau marah? Dan bukankah aku sudah mengirimi kalian sms? Kalian sudah membawakan tasku dan dia?” Sehun berlagak dia sedang mengatakan hal yang benar,

“Kau hanya mengirimi satu sms lalu ponsel itu dimatikan! Bagaimana kami tidak khawatir?”omel Chanyeol, sepertinya dia mempercayai ucapan Sehun.

“Karena ponsel Kyungsoo kehabisan baterai.”

“Lagipula, kenapa membolos tiba-tiba? Kenapa tidak mengajak kami?”

Sehun hanya meringis, “Maaf, lain kali aku akan mengajak kalian. Sekarang, aku ingin makan, Aku benar-benar lapar. Apa Yoora noona sudah pergi?”

Chanyeol melihat arlojinya sekilas, masih pukul 8 malam. “Harusnya belum, tapi tadi dia terlihat seperti terburu-buru. Mungkin tugas mendadak.”

“Tutuplah bengkelnya sekarang. Aku akan membantumu memperbaiki mobil-mobil nanti. Kyungsoo, ayo makan.” Sehun menggerakkan dagunya, memberi isyarat pada Kyungsoo yang langsung mengikutinya.

“Baiklah. Aku juga ingin pulang.”

Sehun langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang lagi saat ia mendengar ucapan Tao, “Hey, apa tidak apa-apa? Besok kau benar-benar akan pergi?”

“Tidak tau.” Ia menggeleng. “Lihat saja besok. Jika kekuatanku habis, itu artinya aku harus ikut.”

“Bagaimana jika aku menemanimu? Lagipula besok adalah hari libur.”tawar Sehun.

Tao tertawa mendengus, “apa kau pikir aku adalah anak kecil? Tidak perlu.”

“Tapi—“

Tao tersenyum, mencoba menyakinkan sahabatnya yang masih terlihat ragu. “Aku tidak apa-apa Oh Sehun.”

“SEHUUUUN!!! CHANYEOL!!”

Tiba-tiba, mereka mendengar teriakan Luhan dari rumahnya. Sontak, semuanya terkejut. Sehun langsung berlari keluar, begitu juga teman-temannya yang lain. Luhan juga terlihat sedang berlari keluar rumahnya dan menghampiri mereka.

“Ada apa? Kenapa berteriak?” Sehun menajdi panik saat ia melihat wajah pucat Luhan.

“Ibuku… Ibuku tidak bernapas!”

TBC

43 thoughts on “FF : GROWL Chap. 9

  1. nina berkata:

    kai kecil2 -__-
    kai bener2 playboy iia
    gmn klo dia tau klo yoora itu noona nya chanyeol? pasti bakalan berkelahi lagi deh
    waahh appa nya kyungsoo bener2 penjahat iia kyk nya
    gg mgkn diburu gitu klo gg melakukan perbuatan sesuatu yg besar masalahnya
    aaa eomma nya luhan😦
    well, kyk nya bakalan dimulai nihh masalah intinya

  2. JungRiYoung berkata:

    ini kenapa aku jatuhnya ngakak pas adegan terakhir? /lol/
    bayangin luhan polos bgt bilang “Ibuku… Ibuku tidak bernapas!”

  3. Tiikaa berkata:

    Kaiiii…
    Please dehhh… Msih kecil juga udh jago banget ngegodain cewek.. Ckckx
    Omoo.. Ibunya luhan knapa) dan msalah ayahnya kyungsoo juga apa.. Trua kasus apa yg ttp dipertahankan sma yoora? Penasarannn

  4. XingXingGe berkata:

    Wah! Gila. Kai bener-bener-_-
    Klo Chanyeol tahu Kai ngerayu noonany, perang lg tuh. Wkwkwkwk
    Appa Kyungsoo misterius yaa.
    Eomma Luhan.Hiks..
    Penasaran gila. Lanjut thor(^_^)

  5. littlecheonsasss berkata:

    Wkwkwk Kai kecil kecil udah jago godain cewek :3.

    My oppa Kyungsoo rupanya gak seperti yang terlihat dari luar, dia ternyata orang berbahaya juga.. Appanya Kyungsoo ternyata penjahat ya?:/. Sabar aja yang oppa.

    Kayaknya Sehun bakalan balap liar lagi, jangan dong.. gimana kalau ketahuan Xiumin? o.O
    Cari cara lain aja oppa..

    next ^^

  6. Dini berkata:

    Kaiiii aishhh genit yaaa😀 Penasaran kasus apa yg diperdebatkan Kris sama Yoora unnie sampe Yoora unnie segitu marah sama Kris,…
    Kyungsoo keren juga, pistol dikoleksi coba, mahalkan tuh😀 tapi kesian kalo sampe appanya orang jahat😦
    yaaak mama mertua kenapaaaa :O hiks😥 Luge……😥
    next ya unnie next… hwaiting ^^

  7. J Rose berkata:

    Thor greget banget bcanyaa ۳˚д˚۳ ,TBCnya nggak enk bgt sih -_- lg seru”ny mlh ktemu kata ‘TBC’
    Tp keren banget nih critanya,tmbh seruuu ><
    Ternyata D.O gituu pntes aja Suho nnya ama dy trs
    Penasran dgn ibuny Luhan pke bgt thor,ap yg trjadi dgn dy?brenti nafas?mksdny mniggl kah? Aduuh pnsran thor T.T
    Dtunggu bgt thor klnjutanny
    Keep Writing and Fighting!! /maaf sblumny klo sya bnyk bacod ._.v/

  8. Ade Zeni Anggraeni - Fanfiction Park Jiyeon ♥ EXO berkata:

    Aigo~ Kim Kai sepertinya sangat tertarik dengan Park Yoora wkwk

    Kris Yoora, sebenarnya kisah mereka masih misterius😀

    author, lanjut! Jangan lama-lama, SEMANGAT🙂

  9. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Bo??ibu’y hannie ffa knf??ax kaget bca’y tau..duh mlah tbc..kazuz af zieh yg d’mkzd xaxa yeol ffa?af ad hbgn’y ma yifan ffa?af ttg olng tua yeol ffa??ibuayah’y hun ffa emg kmana?xo zmfe ga ngluz hunie ffa??it yifan ffa maen feluk” aj dh..tf gmn yah xlo kai ffa tau xlo cwe yg dizkai#mbk..it xaxa’y yeol ffa?tz ayah’a d.o ffa it dmna?tao ffa jd ikt kefolizian/tni#bkn deng emg d’indo.#mkzd’a nulutin yifan ffa and nelima nazehat hun ffa bwt mzuk zkolah folizi yah??next dtnggu bgt bgt bgt bgt bgt dbk dbk lah nni.ax liat ff’y uda d’lnjt aj zneng’y..fighting and gmwo to ff’y^^

  10. salmakim berkata:

    kai oppa parah yak. masih kecil juga, udh jago ngegodain noona² aja -_- mending godain aku/ga/
    kalo ketauan chanyeol oppa bakal berantem lagi tuh ‘-‘)

    kyungsoo oppa! ternyata dia ngoleksi senjata begituan. yaampun. dan appa nya sungguh misterius.

    ditunggu next chapter ya author! fighting

  11. salmakim berkata:

    kai oppa parah yak. masih kecil juga, udh jago ngegodain noona² aja -_- mending godain aku/ga/
    kalo ketauan chanyeol oppa bakal berantem lagi tuh ‘-‘)

    ditunggu next chapter ya author! fighting

  12. Nisa berkata:

    Akhirnya update juga -,-
    udah jamuran loh saya nungguin FF ini -,-
    bahaya yah si D.O suka ngoleksi pistol, Kai juga napa pake PDKT-an sama yoora eonni.
    btw, next chapternya jangan lama” ya..
    bisa” sy uda gada baru FFnya d update -,-

  13. nayoung berkata:

    wahhh. daebak! aku bner2 gak nyangka, do itu diem2 org kaya. dan punya koleksi byk pistol dikamarnya? wihhh keren amat yah. bner apa kta sehun, agak meragukan sih hobinya do itu. secara do orgnya kalem adem ayem gitu hobinya manly bgt, agak sulit dipercaya jg. tapi tak apalah aku ttp suka sama do ^^
    serius yg nolongin yoora itu kai?? dan kai mau mnta no hp yoora jg?? waduh bisa gawat nih. kalo sampai sehun dkk tau terutama chanyeol bisa berabe nanti. bisa ada perang dunia berkali kali ini mah ><

  14. kiszmyluhanzn berkata:

    Kai masuk, sifatnya ggk jauh-jauh dari tampangnya emang😀
    buset, Kyungsoo diam-diam juga emang sok misterius😀
    bentar, adegan terakhir itu bukannya sedih kenapa malah ngakak😀
    Luhan emang polos ato sok polos, napa ggk bilang ‘ibuku meninggal’ haha😀
    doh, makin seru ni ama kasusnya😉
    Fighting Mija eon!!!😉

  15. Cicil berkata:

    Kenapa aku tiba tiba jadi lupa sama pemain pemain dj growl ini ;_; aneh….aku malah berpikir gak cuman jungkook aja yang baru muncul disini tapi juga kai sama krisXD jadi pelupa gini astagaa.

    Tapi pas eonni bilang yang bantuin yoora itu masih pakai seragam sekolah, kulitnya agak gelap… dah! Mencirikan Kai banget cieh. Terus makin ribet aja yaaa ceritanyaa hmmmm?????

    Aku seneng sama chapter ini karena seenggaknya banyak permasalahan yang muncul dan sedikit banyak terungkap. Kayak Suho FBI, Kyungsoo punya rumah gede dan ngoleksi senjata, ada suatu kasus yang diumpetin antara Kris dan Yoora.

    Daaannn KENAPA ITU SAMA OMONI??? IBU LUHAN KENAPAAAAAA ASDFGHJJGLJSJDKLLJ kok bisa gak napas ._. Terus Luhan tau darimana ibunya gak napas padahal dia lagi di rumah Chanyeol?

    Keep writing yaaaaa lanjuuuuuuuuttt

  16. rilla berkata:

    hai, maaf ya baru coment hehe emg reader nakal kok
    itu knapa ibunya luhan?
    pnasaran bgt, update soon ya🙂

  17. Anna berkata:

    apa Kai masih mau deketin Yoora kalau dia tahu Yoora itu kakaknya Chanyeol?
    wah, makin bikin penasaran. ditunggu Chapter selanjutnya, dan jangan lama-lama ya🙂

  18. tasya berkata:

    Ya ampun apa yg terjadi sama ibu nya luhan sampe gk bernafas ?
    Makin lama makin seru tapi aku gk nyangka sma kyungsoo diam-diam menghanyutkan

  19. mongochi*hae berkata:

    wew ternyata D.O a rich man kkkk

    hduch… suho kthuan dh identitas sbnrny…

    waduh. rumit nh klo kai bnran suka am hyera. gmna reaksi chanyeol cb

  20. nazira dy berkata:

    haloo, maaf baru comment di chapter yang ini. ^^
    Thor nambah seru aja FF nya😀 *aslinya udah seru dari awal ‘-‘)b penasaran pake banget thor >< next nya jangan lama-lama yaa, ditunggu xD

  21. Chanchan_Hwang berkata:

    Kai??? musuh yeollie?? suka yoora???
    yoora sama kris ada apa??? kasus apa??
    kyungie?? ngoleksi senjata api?? mwoya!! gak nyangka wow
    ayahnya kyung kayaknya sayang sama kyung
    tapi ayahnya kyung bener bener mafia??
    suho suho
    ibu luhan gak bernafas?? meninggal gitu?? mwoya!!! lu-ge

  22. Ms.Kim berkata:

    doh gue langsung greget pas tau ternyata kai yg nolongin yoora-_-kan bisa bahaya/?
    terus bagian luhan yg tiba2 teriak “ibuku.
    .ibuku tidak bernapas” gue ngebayangin muka polosnya luhan pas bilang kek gitu wkwk

    lanjut ya thor,jan lama2 penasaran nih

  23. Eminent lu'luin berkata:

    eh apa ini, knpa uda di publis lama, aishhh aku ketinggalan -_-

    dasar kai kecil2 uda menggoda orang tua -_- -_- , , tpi keknya kai blum tau kalau yoora eonni itu kakaknya yeolli, dannn suho bneran anggota FBI kah, WOW *lebay*😀 . .

    wew ada apa ini???? knpa kau kyungie, knpa hnya sehun yg di beritahu??
    keren juga yh koleksinya pistol2 haha dan aku gk nyangka trnyata kyungsoo anak orang kaya . .

    *GUBRAK* APAH ibunya luhan tdak brnafas?? tdak brnafas itu artinya mati??? eh knpa, kok bisa. . next jngan lama2 yh thor, aku selalu nunggu next chapnya . .

  24. Amelia berkata:

    tunggu bukannya kai itu musuh chanyeol?? sekarang suka kakaknya chanyeol? wkk..
    sumph ngk nyangka itu kyungsoo bneran ngoleksib arang begituan?? wahaha.. keren..
    luhan plis, dia terlalu polos atau bagaimana thor :v

  25. Niza berkata:

    ya ampun kai suka ama yoora, trus ituibu luhan knapa
    gk bsa bernafas , mksud.y mninggal ??
    next, hwaiting!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s