Born to say goodbye part 4

born to say goodbye2

Nama: Julia elqisty

Judul: Born to say goodbye part 4

Tokoh: Zhang Yixing as Zhang Yi Lay

Wu Yi Fan as Zi Wu Fan

Do Kyungsoo as D.O

Support cast: Suho, Huang zi Tao, Baekhyun, Xiumin , kim jongin

Genre: mystery, brothership, friendship , sad

Rating: T

Length: chapter

Catatan: posternya aku buat versi baru hehe, maaf kalo jelek

Summary:

Setidaknya mencoba tidak ada salahnya bukan?

 

annyeong~ sebelumnya author mau ngucapin terimakasih buat semua readers yang udah mau ngikutin ff aku yang terbilang masih sangat amatiran ini, dan juga author mija yang udah ngepublish ff ku terimakasih~ happy reading^^

 

Part sebelumnya

Part1 : https://koreadansaya.wordpress.com/2014/02/14/born-to-say-goodbye-part-1/

Part2 : https://koreadansaya.wordpress.com/2014/05/24/born-to-say-goodbye-part-1-2/

Part3: https://koreadansaya.wordpress.com/2014/06/13/born-to-say-goodbye-part-3/

 

*******************

 

 

Hari itu sudah terlihat sangat malam namun kris masih terlihat duduk santai disebuah kursi kayu kecil yang berada di balkon lantai dua majalah percetakan itu, angin malam yang berhembus sedikit kencang tidak mengurungkan niat kris untuk masuk kedalam atau bahkan untuk pulang, ia sepertinya memerlukan refreshing saat-saat ini, ia sedikit tenang karena ada paman kim, supir keluarganya dulu yang bersedia menemani lay yang masih tidak sadarkan diri dirumah sakit dan Tao yang ikut menemaninya disana.

 

pekerjaan sebagai model yang sudah ia kerjakan selama 2tahun ini membuatnya sangat sibuk dan lelah, meskipun memang pekerjaan inilah yang memang kris inginkan saat ia sma ini terwujud, namun tidak disangka bahwa pekerjaan yang ia inginkan itu justru sangat berat, kalau ia tidak mengingat adiknya tao yang masih butuh banyak biaya untuk sekolahnya dan kebutuhannya mungkin kris tidak akan membiarkan dirinya bekerja terlalu keras seperti sekarang ini.

 

pandangan kris tiba-tiba tertuju kepada seseorang yang sudah ia kenal namun hanya sekedar mengenalnya bukan dekat, seseorang yang menurutnya itu “aneh”, seseorang yang sering memberinya makanan disaat yang sebenarnya tepat namun ia tidak pernah mau mengakuinya,

 

“si kerdil itu…” gumam kris pelan

 

“apa yang sedang dia lakukan?”

 

kris melihat d.o dari atas balkon yang memang pemandangannya tertuju langsung ke arah jalan raya yang disebrang jalan tersebut,d.o berdiri disana seorang diri dengan sesekali ia melambai-lambaikan tangannya ketika taksi lewat, namun sia-sia tidak ada satupun taksi yang mau berhenti bahkan bus umumpun tetap melaju kencang

 

kris melirik arlojinya, “jam 1malam..bodoh, mana ada kendaraan umum jam segini, mereka pasti ingin pulang, bukan untuk mencari penumpang”

 

kris memalingkan pandangannya kearah lain, mencoba untuk tidak peduli terhadap d.o yang sudah daritadi celingukan mencari kendaraan agar ia bisa pulang

 

tetapi sisi mata kris masih bisa melihat d.o, ada perasaan iba di lubuk hatinya , namun ia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk tidak melakukan hal sok pahlawannya terhadap namja “aneh” menurutnya itu

 

tiba-tiba handphonenya bergetar

 

“drrt…drrtt..drrt” kris merogoh saku celananya dan meraih handphonenya

 

“nde,yoeboseo? ah paman kim, bagaimana keaadan lay? jinjjayeo? kris menyunggingkan sebuah senyuman tipis tanpa ia sadari, lalu tao? ahh arra, nde aku akan segera kesana, maaf merepotkanmu paman kim, annyeong”

 

*klik* kris mengakhiri percakapannya dengan supir kepeecayaan keluarganya dulu itu, walaupun ia sudah tidak bekerja untuk keluarga Zi tetapi ia masih dengan senang hati membantu kris dan tao , ia sangat senang karena masih ada yang menjaga adiknya dan juga lay karena ia sibuk bekerja

 

kris menuruni anak tangga dengan cepat, dan buru-buru keluar dari lobby menuju parkiran mobil, seketika ia memperlambat langkahnya melihat suho atasannya sedang berbicara kepada namja muda memakai kursi roda, raut pandangan kris seketika berubah menjadi sedikit iba melihat namja yang sedang berbicara dengan suho itu

 

suho terlihat sangat senang ,”baekhyunie, aku senang kau mau menjemputku untuk pulang bersama, karena kebetulan aku tidak membawa mobilku,aku kira hanya supir yang menjemputku” cerocos suho dengan senyummnya yang mengembang

 

baekhyun tersenyum kecut “ani, kau jangan senang dulu hyung, aku datang kesini memang untuk menjemputmu tetapi aku punya tujuan lain”

 

“maksudmu?”

 

tangan baekhyun mengarahkan tangannya kearah luar jendela kaca transparan yang dimana persis mobil hitamnya terparkir diluar sana “pecat supir bodoh itu” ucap baekhyun ketus

 

“supir? maksudmu paman cho?” jawab suho bingung

 

“bukan dia, tapi si bodoh jongin” baekhyun mendengus mengejek disela-sela ucapannya

 

“yak!!Byun Baekhyun! sejak kapan aku mengajarimu untuk bersikap tidak sopan dalam memanggil nama hah?” Suho menaikan nadanya sedikit tinggi, seramah apapun Suho dikenal orang, tetapi baginya kesopanan adalah nomor satu

 

baekhyun tidak mempedulikan suho dan tetap bersikap dingin,

 

“aku mau ia dipecat hyung!” jawab baekhyun tidak mau kalah meninggikan nadanya juga

 

“apabisa kau bicarakan nanti saja?” suho sedikit memelankan suaranya melihat sepertinya kris sudah melihat pertengkaran kecilnya bersama baekhyun

 

“oe? kris-ssi, kau belum pulang?” sapa suho ramah mengagetkan kris yang memang terpaku menyaksikan sebuah pertengkaran kecil dihadapannya

 

kris tersenyum kikuk, “mm, nde suho-ssi aku baru saja ingin pulang”

 

“memang sudah seharusnya kau pulang ini sudah ralut malam, ohiya kenalkan ini adikku”

 

kris memandang baekhyun lalu tersenyum, tetapi baekhyun tidak bergeming, tetap diam tanpa ekspresi

 

melihat suasana menjadi kaku suho memegang pundak baekhun pelan lalu berbisik

 

“baekhyun-ah, perkenalkan dirimu kepadanya”

 

dengan terpaksa baekhun bersuara walaupun pelan

 

“byun baekhyun imnida”

 

kris membungkuk sedikit kearah baekhyun “zi wu fan, panggil saja aku kris” jawab kris masih dengan senyumannya, sedikit risih memang melihat adik suho yang terkesan tidak sopan namun mungkin itu sudah sifatnya jd kris memaklumi

 

didalam hati baekhyun merasepertinya pernah melihat kris, namun ia lupa kapan ia pernah melihatnya, “ah mungkin pikiranku saja” batin baekhyun

 

“kalau begitu aku pamit pulang dulu suho-ssi, baekhyun-ah annyeong”

 

kris membungkukkan tubuhnya lagi disusul anggukan acuh baekhyun dan suho yang ikut membungkuk, lalu  ia beranjak pergi meninggalkan ruangan

 

.

.

.

.

 

Kris meluncurkan mobilnya keluar dari parkiran menuju jalan raya, entah apa yang mendorong kris, ia sedikit penasaran dengan nasib d.o yang tadi ia lihat kebingungan mencari kendaraan umum, tetapi d.o sudah tidak ada disana, kris sedikit heran namun segera menginjak gasnya kembali dan melaju pergi, belum 10 menit kris melaju bersama mobilnya itu ia melihat samar-samar seseorang sedang berjalan kaki, awalnya kris tidak terlalu menghiraukannya namun setelah ia semakin dekat ia tahu siapa yang sedang berjalan itu ,

kris melihat d.o sedang berjalan kaki melintasi jalanan yang sudah sangat sepi,kris memperlambat kecepatan, melihat d.o melalalui kaca kiri mobilnya,

 

otak dan hatinya tidak bersatu, hatinya sangat ingin membiarkannya untuk menumpang dimobilnya, toh ia juga memang mau menuju apartemennya sebentar sekedar untuk mengambil baju dan pergi menuju rumah sakit, terlebih lagi jarak apartemen dengan jalanan yang ditempuh oleh d.o masih lumayan jauh, tetapi didalam otaknya menolak keras, ia terlalu membencinya, bukan dendam, hanya saja sangat tidak suka terhadap perlakuan baik d.o yang berlebihan,

akhirnya ia meneruskan perjalanannya, tetapi baru sebentar kris melajukan mobilnya ia memundurkan mobilnya kembali, menyamakan mobilnya dengan langkah d.o yang sedang berjalan, lalu kris membuka kaca kiri mobilnya

 

“hei kedil! dewi fortuna sedang berpihak denganmu sepertinya” ujar kris sedikit mengeraskan suaranya membuat d.o menoleh kearah sumber suara

 

d.o meyipitkan matanya yang bulat itu kearah kris bingung

 

“cepat masuk sebelum niat baikku ini pudar!”ujar kris lagi ketus

 

d.o yang sebenarnya masih bingung itu segera masuk ke dalam mobil kris, dan kris kembali menginjak gasnya menuju apartemen

 

.

.

.

.

 

d.o duduk disamping kris yang sedang mengemudi itu

 

hening, tidak ada percakapan apapun yang mereka bicarakan, kris tampak begitu serius melihat jalanan dan seperti tidak menganggap bahwa ia sedang bersama d.o , d.o yang mulai canggung pun dengan takut-takut membuka percakapan

 

“terimakasih sudah mau menolongku” jawab d.o singkat namun untuk mengatakannya saja sudah membuat keringatnya bercucuran padahal udara sangat dingin

 

kris mengangkat alis kirinya lalu menoleh kearah d.o

 

“terimakasihlah kepada tuhan kalau bukan karenanya aku juga enggan membiarkanmu masuk” jawab kris datar

 

d.o hanya menatap lurus kearah jalan tidak berani untuk melihat kearah kris, ia merutuki dirinya sendiri kenapa harus membuka pembicaraan kepada namja dingin itu, mereka akhirnya melaju terus menuju apartemen dengan keheningan

 

******************

 

 

Pagi hari yang cerah itu menghiasi jendela-jendela kaca rumah minimalis milik Byun Suho, pemilik majalah The Ultimate, salah satu  majalah terkenal dan terlaris di seoul, tentunya dengan pemilik yang masih terbilang sangat muda itu, Suho membangun bisnis majalah ini atas jerih payahnya sendiri, appa dan oemmanya dulu sebelum meninggal adalah pembisnis yang sudah bekerjasama dengan banyak perusahaan lain baik di korea maupun sampai keluar negri,namun suho tidak ingin mewarisi pekerjaan appa dan oemmanya, melainkan ia pakai hasil jerih payah appa dan oemmanya untuk membangun rumah minimalis besar ini yang sudah terdapat banyak fasilitasnya agar Byun Baekhyun, adik kandungnya itu tidak merasa kesepian

 

Maklum karena memang pekerjaannya yang menuntutnya menjadi sangat sibuk, bahkan berada dirumah 2hari saja sudah seperti sebuah mukzizat yang berharga bagi suho, namun ia rela melakukan ini untuk Baekhyun agar ia tidak pernah merasa kesulitan dalam hidupnya, namun Baekhyun tetap tidak bisa menganggapnya sebagai seorang kakak sekaligus teman, ia selalu menyebutnya dengan panggilan “hyung” tetapi itu hanya sebuah kiasan, dimata suho ia tidak merasakan Baekhyun menganggapnya sebagai seorang kakak yang selalu menyayanginya dan melindunginya

 

Suho sudah duduk manis di meja makan, ia pun terlihat sudah rapih dengan memakai jas abu-abunya dengan dalaman kaos polos hitam dan juga jeans hitam, walaupun suho seorang pemilik perusahaan majalah besar ia tetap berpakaian rapih dan casual namun tidak melupakan jati dirinya yang masih muda itu, ia melihat arlojinya yang menunjukan pukul 8pagi, dimana harusnya Baekhyun harus pergi kuliah sebentar lagi, namun Baekhyun belum kelihatan juga

 

aish…anak itu, kenapa belum juga keluar kamar

 

akhirnya suho melangkahkan kakinya menuju kamar Baekhyun dan mengetuk pelan pintunya

 

“tok..tok..tok baekhyunie… kau tidak kuliah?” tanya suho dengan nada lembut

 

tidak ada respon dari baekhyun, suho mencoba mengetuknya lagi

 

“tok..tok..tokk baekhyun.. kajja kita sarapan nanti kau bisa terlambat”

 

masih tidak ada jawaban dari baekhyun

 

“tok..tok..tok.. Baekhyunie… ayolah keluar”

 

suho menghela nafas panjang, tetap tidak ada jawaban, ia mencoba sekali lagi

 

“tok..tok…tok.. baekhyun.. ayo ki..”

 

belum sempat suho melanjutkan kalimatnya Baekhyun sudah membuka pintunya dengan kasar

 

“arra hyung! aku mengerti, cerewet sekali, jangan mencoba berperilaku layaknya oemma!”

 

baekhyun menerobos suho yang masih berdiri di depan pintnya itu, ia hanya bisa menghela nafas dan terus mencoba sabar terhadap perilaku adiknya itu

 

.

.

.

.

 

suho dan baekhyun sudah duduk dimeja makan dengan berhadapan, suho melihat adiknya melahap spaghettinya dengan cepat, ia tersenyum dalam hati, ia sangat tau bahwa adiknya itu penggemar berat spaghetti dan juga pastinya ia sangat lapar dan kelelahan akibat kemarin ia harus menjemput suho tengah malam dan sesampai dirumah ia terus bermain xbox tanpa memikirkan jika esoknya ia harus kuliah

 

tiba-tiba langkah derapan kaki  menghampiri meja makan

 

“annyeonghaseo tuan suho dan tuan muda baekhyun” ujar jongin membungkuk disertai senyuman manisnya itu

 

“annyeong jongin-ah, ayo silahkan ikut kami sarapan, kau pasti baru datangkan?sudah pasti kau lelah diperjalanan harus mengayuh sepeda sampai kesini” suho mempersilahkan jongin untuk duduk disebelahnya,

 

suho memang ramah terhadap siapapun, ia tidak pernah memandang rendah seseorang dari derajatnya, baginya semua manusia itu sama, namun hanya tidak semuanya beruntung

 

baekhyun yang melihatnya hanya menunjukan raut muka yang sinis saat menatap jongin, suho yang menyadari hal itu buru-buru menegur adiknya itu

 

“baekhunnie.. kau tidak boleh memandang jongin seperti itu” tegur suho ramah

 

“hyung, sudah ku bilang kau harus pecat dia” sahut baekhyun datar namun mampu membuat jongin sedikit tersedak dengan spaghetti yang masih belum tertelan sempurna dimulutnya

 

“wae? ada yang salah? aku menyuruhnya menjadi supirmu karena aku melihat jongin sangat membutuhkan pekerjaan baekhyunie, dan sekaligus menjadikannya temanmu agar kau tidak kesepian jika aku tidak dirumah” jawab suho panjang lebar

 

baekhyun tetap tidak peduli dan masih ngotot dengan pendiriannya

 

“cih, aku tidak mau berteman dengan orang miskin seperti dia” jawab baekhun santai membuat jongin yang masih duduk dimeja makan mulai geram, namun ia berusaha menahan emosinya agar tidak meluap

 

suho yang mendapati respon dari baekhyun yang tidak sopan langsung menghentakkan kedua telapak tangannya ke meja dengan keras

 

“Byun Baekhyun!! jaga omonganmu!!!”  ia sangat tidak suka jika adiknya sudah berperilaku tidak sopan

 

“bahkan oemma ataupun appa tidak pernah membentakku seperti itu..” jawab baekhyun dengan senyuman pahit yang tersimpul diwajahnya

 

suho melembutkan ucapannya,”mianhae, aku hanya ingin kau bersikap sopan”

 

“pecat dia hyung! aku tidak suka dengan orang yang tidak becus melakukan sesuatu!!” sahut baekhyun lagi tanpa menghiraukan ucapan suho

 

“sebenarnya apa masalahnya baekhyun?” tanya suho yang masih tidak mengerti sedari tadi baekhyun hanya menyuruhnya untuk memecat jongin tetapi tidak memberi alasan yang tepat

 

“ia terlambat menjemputku, dan juga ia lupa menurunkan kursi rodaku dari jok belakang, bukankah sangat bodoh? apa mau mengejekku karena aku tidak mempunya kaki sempurna? kalau aku mempunyai kaki sempurna aku juga tidak akan membutuhkanya untuk menyupiriku!”

 

Baekhyun menatap jongin tajam , jongin yang ditatap baekhyun hanya bisa menunduk ketakutan

 

suho menoleh kearah kai “apa itu benar kai?”

 

“em.. i..iya benar tuan suho, aku salah..mianhae aku..aku berjanji tidak akan mengulanginya”

 

jongin menatap baekhyun takut-takut , sedangkan baekhyun menyadari tatapan kai yang sangat memelas itu langsung memalingkan wajahnya kearah lain

 

kai yang daritadi tidak mendapat respon apa-apa itupun segera menempelkan kedua telapak tangannya lalu menundukan kepalanya kearah baekhyun

 

“aku mohon..aku mohon tuan muda baekhyun, jangan pecat aku.. tanpa pekerjaan ini aku tidak tau harus menafkahi halmeoni ku dengan apa.. aku..aku mohon tuan muda..”

 

jongin beralih kearah suho yang berada disampingnya,

 

“aku mohon tuan suho.. jangan pecat aku..aku mohon..” jongin memberanikan menatap suho dengan mata sudah berkaca-kaca

 

suho yang melihat keadaan jongin seperti itu langsung tersenyum mengangguk dan tatapan suho dan jongin beralih lagi kearah baekhyun yang masih diam

 

baekhyun berfikir sejenak “sekali lagi kau melakukan kesalahan, habis kau jongin!”

 

 

***********************

 

 

 

Pandangan Lay samar-samar terlihat, ia membuka matanya perlahan, mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya ataupun sesekali menyipit karena cahaya matahari dari jendela kamar rumah sakit itu langsung menyambutnya

 

“aku dimana?” tanya lay pelan masih berusaha menetralkan badannya yang masih terasa lemas

 

tao yang sedang duduk di sofa sambil bermain game di pspnya sedikit terkejut mendengar suara lay, sontak ia langsung meninggalkan pspnya begitu saja dan menghampiri lay

 

“hyuung!! akhirnya kau sadar” tao mengguncang-guncangkan tubuh lay pelan lalu melompat-lompat kegirangan

 

lay menautkan kedua alisnya melihat tao yang berada disampingnya itu sedang  melompat-melompat seperti kelinci

 

“nugu?” tanya lay lugu

 

tao yang melompat-lompat itu kini mebelalakan matanya ke arah lay “KYAAA! hyung tidak mengenaliku? aku ini zi tao adik kris ge!”

 

lay masih melihat tao dengan tatapan super polosnya dan lugu itu berfikir,

“kris.. kris siapa? oh iya dia sahabatku, dan kau.. adiknya , lalu aku kenapa bisa disini? ‘lay tiba-tiba menunjukan raut kagetnya’, apa jangan..jangan selama ini kris adalah penjahat?lalu ia membawaku kesini agar aku diotopsi dan…

lay ingin menutup kedua mulutnya namun terhalang akibat kedua infus yang terdapat di punggung tangan kanan dan kiri nya itu,’lay menjerit’, aaaaw!! appo.. , YAAK! apa yang kalian lakukan kepadaku? jangan menjual organku!!” ujar lay bertubi-tubi dengan semua prediksi bodohnya itu

 

Tao yang melihat tingkah bodoh lay itu langsung mencubit lengan lay gemas “HYUNG!! siapa yang mau menjual organmu.., kau sudah 2hari tidak sadarkan diri karena kata dokter kau terkena hippomia..” jawab tao menjelaskan tidak kalah polosnya dengan lay

 

“hippomia? aku tidak pernah mendengar penyakit itu sebelumnya”

 

“mungkin itu penyakit langka hyung, bahkan waktu itu tubuhmu bewarna biru keunguan..”

 

lay membelalakan matanya tidak percaya mendengar ucapan polos yang keluar dari mulut tao itu “jinjjayeo? biru keunguan? bukankah bagus? aku suka sekali warna ungu” jawab lay bersemangat dan seketika mengerucutkan bibirnya saat ia melihat kearah lengannya yang sudah kembali menjadi putih bersih

 

“apa mau menjadi ungu tetapi harus masuk rumah sakit seperti ini hyung?”

 

lay menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, “shireo! ”

 

“kalau begitu jangan menjadi ungu hyung, kalau kau tidak mau masuk rumah sakit lagi..arrachi?” tao menunjukan kelingkingnya ke arah lay yang dibalas dengan anggukan senang ,

 

(ngga ngerti lagi sama sifat polosnya mereka……)

 

.

.

 

Kris membuka pintu kamar rawat lay , kedua tangannya sudah penuh oleh kantong berisi makanan

 

“kris ge!” tao bersorak riang menghampiri kris

 

kris tersenyum, “maaf lama tao-yah, ini gege bawakan ice cream untukmu”

 

“wuhuuu! gomawo ge” tao mengambil ice cream yang masih ada di kantong yang dipegang oleh kris lalu membukanya dengan antusias

 

Kris melihat lay sedang asyik menonton televisi, ia menyunggingkan seulas senyuman, lalu menghampirinya

 

“annyeong lay” sapa kris ramah

 

“annyeong ge!”

 

kris heran melihat lay yang kembali menjadi bodoh dan polos seperti biasanya,

 

“kenapa melihatku seperti itu ge?”

 

“ahh.. ani.. aku hanya masih merasa bersalah” kris sedikit menundukan wajahnya

 

“bersalah? buat apa?”

 

kris sedikit kaget dengan jawaban lay,” apa ia lupa?” batinnya

 

“hmm.. ah lupakan” kris tersenyum lembut, ia tidak mau membahasnya, melihat lay sudah sadar saja ia sudah sangat lega, ia menyesali perbuatannya dan berjanji didalam dirinya untuk membuka sedikit ruang untuk menganggap lay sebagai seorang sahabat

 

setidaknya mencoba tidak ada salahnya bukan?

 

 

                                                                           

 

***************

 

Baekhyun tidak mempunyai pilihan untuk tidak duduk bersama namja hyperactive bernama park chanyeol itu, karena dikelas seni ini setiap satu meja berisi 3 orang dan sudah dicatat oleh dosen cho sebagai satu tim dan tidak bisa diubah, dimana masing-masing tim itu  harus mempresentasikan sebuah karya saat akhir semester

 

itu adalah kiamat bagi byun baekhyun, ingin rasanya ia meninggalkan kuliahnya dan kembali mengurung diri dirumah seperti kebiasaannya dahulu, namun ia juga seorang manusia, mempunyai titik jenuh, setidaknya kuliah sedikit membantunya mengurangi titik jenuhnya itu dan bisa melampiaskan hobinya tentunya..

 

“jadi besok satu per-satu dar kalian harus maju kedepan dan menunjukan kemampuan kalian, saya ingin tau seberapa besar kemampuan kalian dibidang seni ini..kalian boleh berlatih dengan kelompok kalian tetapi besok kalian harus menampilkannya secara solo, ingat itu!” guru cho menerangkan dengan santai namun tegas membuat hampir seluruh mahasiswa yang berada dikelas itu sedikit was-was untuk penampilannya besok

 

namun itu tidak berlaku dengan byun baekhyun, ia terlihat sangat santai dan hanya menulis sesuatu di buku tulisnya,chanyeol yang duduk disebelahnya itu penasaran dengan apa yang sedang baekhyun tulis, ia memiringkan sedkit kepalanya melirik kearah tulisan baekhyun, karena tubuh chanyeol yang menjulang tinggi,ia dengan mudah mampu melihat bagaimana baekhyun menulis not not piano beserta liriknya dibawah dengan lancar seperti tidak berfikir sebelumnya

 

“aku penasaran dengan apa yang akan kau tampilkan besok namja sombong” ujar chanyeol dengan senyum yang dibuat-buat

 

baekhyun tidak berhenti dari aktivitasnya tetap santai menulis,”bukan urusanmu” jawab baekhyun seperti biasa dengan nada datarmya

 

chanyeol mencibir,” tetapi kita kelompok, kita harus mendiskusikan ini”

 

“urus saja penampilanmu untuk besok kuping gajah”

 

ingin rasanya baekhyun tertawa sekeras-kerasnya, namun ia urungkan niatnya, ia tidak ingin terlihat bodoh dihadapan chanyeol, tetapi rasanya ia sudah tidak bisa menahan tawanya itu, ia memang tidak melihat langsung kearah chanyeol namun ia bisa melihat sekilas melalui sisi matanya bahwa chanyeol sedang kesal, karena pasti ia tidak menyangka baekhyun akan berkata seperti itu

 

chanyeol yang berusaha menahan kesalnya itu mengarahkan wajahnya kearah baekhyun yang masih menulis “hhhhh,kau iniiiiii”

 

baekhyun menetralkan wajahnya yang sudah memerah menahan tawa lalu ia kembali memasang wajah datarmya itu dan  menoleh menatap chanyeol datar “apa? apa salah?”

 

“heii, tapi kau tidak seharusnya menghinaku seperti itu!” chanyeol tidak terima

 

baekhyun sedikit memajukan wajahnya lebih mendekat ke wajah chanyeol”siapa yang memulai memangnya?” jawab baekhyun menantang

 

chanyeol bergidik ngeri menyadari jarak wajah antara mereka hanya beberapa centi, ia memundurkan sedikit wajahnya, “tapi kenyataan bukan kalau kau memang sombong?” chanyeol masih tidak mau mengalah

 

“apa kupingmu yang sangat lebar seperti kuping gajah itu juga tidak kenyataan?” baekhyun membalikan pertanyaan chanyeol dengan santai yang membuatnya tambah geram

 

“aish, kau ini.. benar-benar…” tiba-tiba dosen cho sudah berdiri disamping chanyeol dan berteriak dengan tegas

 

“Park Chanyeol! , Byun Baekhyun! apa kalian tidak bisa diam?? keluar sekarang!” bentak dosen cho dengan telunjuknya mengarah ke sudut pintu

 

Baekhyun dan Chanyeol serempak menutup kupingnya dengan kedua tangannya ,

 

“tapi dosen cho..” chanyeol masih berusaha mengelak

 

“tidak ada tapi-tapian! keluar sekarang atau besok kalian tidak mendapat nilai untuk latihan!!,

 

akhirnya chanyeol mengalah, lalu membantu baekhyun untuk duduk di kursi rodanya

 

“ini semua salahmu..” baekhyun memandang chanyeol sinis

 

“yaak! berhentilah menyalahkanku! kau juga bersalah”

 

“aku tidak pernah merasa bersalah karena aku tidak pernah mengurusi urusanmu, namun kau selalu menggangguku”

 

ingin rasanya chanyeol menjatuhkan baekhyun yang sekarang masih berada dikedua tangannya ini, tetapi itu sama saja mencari masalah terhadap namja sombong itu

 

chanyeol mendudukan baekhyun di atas kursi rodanya itu,”dasar tidak tahu terimakasih” ujar chanyeol sebal lalu berlalu meninggalkan baekhyun

 

“lagipula siapa yang membutuhkan bantuannya” sahut baekhyun dalam hati lalu mengikuti chanyeol dari belakang

 

.

.

.

 

Chanyeol mendudukan tubuhnya disebuah kursi panjang taman kampus, sedangkan baekhyun tetap diam di kursi rodanya tidak jauh dari chanyeol, awalnya ia ingin berkeliling kampus saja daripada harus bersama tiang listrik berkuping lebar itu, namun karena taman kampus ini sangat indah dan juga cuacanya yang mendukung membuat baekhyun tenang , akhrirnya ia mengurungkan niatnya untuk berkeliling

 

belum lama mereka berada ditaman itu, sosok namja mungil muncul dari kejauhan bersama seseorang yang tidak kalah mungilnya, namun ia terlihat lebih berisi

 

namja mungil yang melihat temannya sedang duduk di kursi itu langsung menghampirinya “chanyeol! sedang apa kau?”

 

“d.o! kau darimana saja? kau sama saja mencari mati masuk setengah jam disaat pelajaran sudah mulai”

 

d.o menggenggam kedua tangannya “hmm, aku kesiangan dan bus yang biasanya lewat didepan apartemenku lama sekali, tidak biasanya”

 

chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya pelan “kau itu, sudah berapa kali kuajak berangkat kuliah bersamaku tetapi kau selalu menolak dan kenapasih kau tidak tinggal dirumahku saja dan meninggalkan kerja paruh waktumu yang sangat banyak itu?” tanya chanyeol bertubi-tubi

 

d.o tersenyum singkat, “ah , gomawo chanyeol, tapi aku tidak mau merepotkanmu walaupun aku kuliah disini dengan jalur beasiswa tapi aku harus menafkahi diriku sendiri, masih syukur universitas ini mau menyediakan ku tempat untuk tinggal secara gratis, dan aku juga bangga memiliki penghasilan sendiri yang setidaknya bisa membantu ibuku di busan”

 

mendengar ucapan d.o chanyeol hanya mengangguk pasrah, ia juga tidak bisa memaksa sahabatnya itu, chanyeol beralih kepada namja mungil yang berada disamping d.o, sepertinya ia belum pernah melihat namja itu sebelumnya

 

“d.o apa dia temanmu? aku belum pernah melihatnya sebelumnya”

 

“ahh iya, kenalkan ini Kim xiumin, ia anak baru jurusan ekonomi, ia juga senasib denganku menunggu bis yang lama hingga terlambat” d.o mebdengus kesal diakhir kalimatnya

 

“annyeong, aku kim xiumin senang bertemu kalian semua” xiumin tersenyum kearah chanyeol dan baekhyun yang dibalas senyuman yang lebih heboh oleh chanyeol dan tatapan datar baekhyun

 

“aku park chanyeol, senang bertemu denganmu xiumin” chanyeol tersenyum dengan ramah sangking ramahnya xiumin sedikit takut dengan senyuman chanyeol yang terlalu lebar itu

 

xiumin melihat baekhyun yang hanya melihatnya dengan tatapan datar, sedikit sebal akibat pandangannya namun ia tetap bersikap ramah “lalu kau? namamu siapa?”

 

baekhyun masih tidak mejawab

 

“ah dia namja sombong dan tidak suka berbicara, sebaiknya kau jangan dekat-dekat dengannya”

sahut chanyeol mencibir kearah baekhyun

 

“byun baekhyun” jawab baekhyun datar tidak memperdulikan ocehan chanyeol yang menurutnya tidak berguna itu

 

xiumin tersenyum kikuk “ahh senang bertemu denganmu baekhyun”

 

“lihatkan? ia bahkan tidak tahu sopan santun” chanyeol masih terus mengompori xiumin

 

“diamlah kuping besar” baekhyun memandang chanyeol tajam membuat chanyeol bungkam

 

xiumin dan d.o menutup kedua tangannya menahan tawa melihat kelakuan mereka yang sebenarnya lucu itu

 

“aku rasa lama kelamaan mereka akan akur” ujar xiumin

 

d.o mengangguk setuju “aku rasa begitu, ya kita lihat saja nanti”

 

 

 

******************

 

Shanghai pukul 1 pagi

 

Seorang pria tua membanting pintu rumah mewah itu dengan keras, terlihat dari wajahnya tersimpan banyak masalah didalamnya, ia terlihat sangat marah, a membanting tas kerjanya itu kasar lalu berteriak memanggil nama seorang wanita

 

“Jie lien!! sini kau!” teriak pria tua itu kasar

 

wanita yang dipanggil itu menuruni anak tangga dengan terburu-buru

 

“ada apa shen li!? apakau tidak tahu cara memanggil orang dengan sopan huh?” tanya wanita itu dengan nada geram

 

“aku tidak akan bisa bersikap sopan kepadamu,’lelaki tua itu memberikan sedikit jeda untuk ucapannya’, bahkan kau hanya bisa menghabisi uangku, urus satu orang anak sialan itu saja tidak becus!” dengus pria tua itu kearah wanita tua dihadapannya

 

*PLAKK* sebuah tamparan keras mendarat manis di pipi kanan pria tua itu

 

mata wanita itu mulai berkaca-kaca ,”jaga mulutmu itu zhang shen li!!! aku tidak butuh semua hartamu itu! kalau aku tidak ingat bahwa aku mempunyai anak yang harus ku urus aku juga tidak butuh uangmu!!!” bentak wanita itu disela-sela airmata yang mulai menetes

 

“kau berusaha melindungi anak sialan itu? tetapi mana bukti dia menghormati orang tua?! pergi begitu saja tanpa izin, apa itu namanya anak? anak macam apa itu!! istri dan anak sama saja tidak berguna!!”

 

“cukup! ceraikan aku saja shen li!! apa gunanya terus terikat tetapi kau membenciku dan juga anakku!!”

 

lelaki itu menghempaskan tubuhnya kasar ke sofa disampingnya “cari anak sialan itu baru kau dan dia aku hempaskan dari keluargaku!!”jawab pria tua itu tegas

 

lalu ia mengambil handphone dan menekan sebuah nomor “cari zhang yi lay dimanapun dia berada dan blokir semua akses miliknya”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

to be continue

 

 

 

 

 

 

 

6 thoughts on “Born to say goodbye part 4

  1. ElizElfishy berkata:

    Yossshh….lanjut juga nie ff, Disini Baekhyun banyak keluar ne, Lay cuma dikit.. Itu Appa nya Lay ya? Kelihatannya kejam. Semangat ya thor! Aq menunggu next chapternya🙂

  2. Ade Zeni Anggraeni - Fanfiction Park Jiyeon ♥ EXO berkata:

    ko tbc ? huaaaa T_T kurang panjang thor, berasa cepet banget baca nya saking menikmatinya.

    lanjut thor, jangan lama-lama🙂

  3. Risha berkata:

    Makin bikin penasarannn! Baekhyun sombong bgt kayaknya, tp aku ngebayanginnya jd lucu wkwk itu org tuanya lay ya? Kenapa mereka? ._. Ditunggu chapter selanjutnya yaa:)

  4. Tridha Aristantia berkata:

    kris & baekhyun sebener’a anak yg baik tp ada mreka dingin seperti itu karna ada alasan atau sebab tertentu…

    hihihi aku senyum2 sendiri baca part yixing & tao yg begitu polos’a, sama baca part baekhyun chanyeol yg brantem mulu tapi lucuuu😀

    aigooo..itu knapa ayah’a yixing sebenci itu ma yixing..sebener’a ada apa antara yixing & keluarga’a..

    huaa makin penasaran akuu..

    ditunggu ya lanjutan’a, smoga ga lama nunggu’a amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s