Saranghae Uri Dongsaeng (2/2)

Saranghae Uri Dongsaeng

 

 

Genre                : brothership, angst, sad story

Rating                : G

Main Cast          : DO Kyungsoo, Byun Baekhyun, Park Chanyeol

 

 

“d.o-ah. . .” suara chanyeol dan baekhyun menghentikan langkahnya

“hyung?”

Tanpa berkata apa-apa lagi mereka berdua langsung memeluk adiknya. Tak ada perkataan yang terlontar.

“andwae. . . kalian jangan seperti ini. . . pergilah sekarang aku akan menunggu kalian. . aku janji”

“jangan keluar saat cuaca dingin. . . jangan melakukan hal-hal yang membuatmu lelah. . minum obat dengan teratur dan jangan pernah bandel. . . jangan memikirkan hal-hal yang membuat sakit. . .” chanyeol melepaskan pelukannya dan memberikan beberapa nasihat kepada adiknya. Sedangkan Baekhyun terus memeluk tubuh mungil D.O.

“aku akan mengingatnya. . . baekhyun hyung ayolah jangan seperti ini. . . jika kau bersikap seperti anak kecil kau akan sulit menjalani semua kegiatan. .”

“kau harus berjanji pada kami untuk tetap sehat. . . ingat saat kami kembali kau harus dalam keadaan sehat dan tak bermuka vampir seperti sekarang. . arrachi?”

“Arra arraseo. . . jadi lepaskan pelukanmu sekarang” d.o sedikit kesal dengan sikap childish hyungnya ini.

“Ya! Kedua hyungmu akan pergi selama 2 tahun dan seperti ini ekspresi wajahmu? Kau benar-benar dongsaeng yang menyebalkan”

“kau harus mengingat semua perkataanku tadi. . .”

“oke oke. . . cepatlah kalian berangkat. . . kalian mau mendapat hukuman karena keleletan kalian? Palli palli. . .” d.o mendorong chanyeol dan baekhyun keluar

“daaa. . . .” d.o melambaikan tangannya walau kedua hyungnya masih berada di depannya

“aiiiisshhh ya jinja. .. . :/”

Dengan langkah berat mereka meninggalkan donsaengnya.

Tak terasa mobil yang membawa kedua hyungnya sudah tak terlihat. D.O kembali meneteskan air mata.

“yeol hyung. . baekki hyung. . jaga diri kalian disana. . .” d.o membatin

“aaarrgghhh. . . . .”

“tuan muda? Tuan tuan. . . .” bibi yang setia berada di belakang d.o langsung menyadari d.o yang sedang mengeram kesakitan

“d.o? bi cepat hubungi dokter kris. . . saya akan membawa d.o ke kamarnya. .” tuan jungsoo memapah putranya ke kamar

“bbaik tuan. . . .”

 

Beberapa saat kemudian setelah dokter pulang dari rumah mereka.

“yeol hyung. . baekkie hyung. . . . .” d.o kembali memanggil nama kedua hyungnya dengan deraian air mata.

“jika ayah tau akan terjadi seperti ini ayah tak akan mau menuruti semua kemauan gilamu itu d.o . . . kau lihat? Sekarang kau sedih seperti ini. . .” ayah d.o duduk disamping ranjang, sedangkan d.o masih berbaring membelakangi ayahnya

“tapi jika waktu bisa terulang aku akan tetap melakukan hal yang sama ayah. . . aku tak ingin yeol hyung dan baekkie hyung hanya menghabiskan waktunya untuk mengurusku. . setidaknya dengan mereka ikut wamil mereka akan sibuk pada diri mereka masing-masing”

“tapi jika mereka tau bahwa kaulah yang meminta ayah untuk memerintahkan mereka ikut wamil mereka akan sangat kecewa dan sedih mereka juga mungkin akan menyesal karena tak menjagamu. . .”

“andwae. . . ayah jangan pernah memberitahukan soal ini pada mereka. . jebal. . .aku tak ingin mereka semakin sedih. . . .” d.o tersentak bangun dan memegang tangan ayahnya seraya memohon

“kau memang keras kepala. . . ayah sudah berkali-kali bicara padamu bahwa semua yang kau lakukan pada akhirnya bukan ayah, chanyeol maupun baekhyunlah yang mendeita, tapi kau sendiri”

“aku akan menunggu mereka. . . mereka berjanji akan pulang tepat waktu. . . . dan aku yakin bahwa kita masih bisa pergi ke Paris bersama untuk melihat secara langsung Menara Eiffel”

“kalau begitu kau harus memegang janjimu yang akan menunggu mereka. . . jika kedua hyungmu sudah pulang ayah akan mengabulkan keinginan Paris ke kalian. . . sekarang kau istirahatlah. . .” ayah d.o mulai beranjak meninggalkan d.o di kamar.

“maafkan ayahmu ini yang tak yakin bahwa kau akan bisa pergi ke Paris d.o . . . .” ayah d.o berhenti sejenak dibalik pintu kamar d.o. sementara d.o

“aku tau ayah. . . aku tau ayah tidak yakin aku bisa pergi ke Paris bersama yeol hyung dan baekkie hyung” seolah d.o menjawab isi hati ayahnya, dia juga berpikir hal yang sama tentang dirinya

 

 

2 Tahun Kemudian

 

“apa ayah tau perasaanku setelah semua yang kita lalui selama 2 tahun?”

“bagaimana ayah tidak tau. . . bagaimana keadaan kalian selama berada disini? Kalian hebat bisa melalui semua kegiatan dan pulang tepat waktu. . .ayah bangga pada kalian berdua” ayah ingin memeluk chanyeol dan baekhyun yang telah berhasil menjalankan misi mereka selama 2 tahun (misi mereka? Tepatnya misi si dongsaeng :D)

“tunggu. . . . kami memang senang bisa menjalani wamil dengan baik. . . tapi bukan berarti kami lupa tentang pemaksaan ayah yang mendadak menyuruh kita ikut ni. . . ayah tidak tau betapa kagetnya kami 2 tahun yang lalu. Dan ayah juga tidak tau bagaimana rasa rindu kami pada adik kami?” chanyeol mengelak dari ayahnya yang akan memeluknya dan juga baekhyun.

“d..o? kemana dia? Kenapa d.o Tak ikut sama ayah menjemput kami berdua? Apa dia tak rindu pada kami?” baekhyun yang tadinya ingin membalas pelukan ayahnya langsung menepis juga karena mendengar kata ‘adik kami’. Ayahnya langsung diam membeku.

“aapa terjadi sesuatu pada d.o?” chanyeol dengan ragu bertanya pada ayahnya. Berharap apa yang dipikirkannya tidak terjadi.

“ayah. ? kenapa ayah diam? Ayolah ayah jangan membuat kami bingung dan khawatir?” chanyeol sedikit mendesak ayahnya untuk menjawab

“ayah akan membawa kalian ke suatu tempat. . cepat masuk ke dalam mobil” tanpa menjawab pertanyaan chanyeol, ayah malah menyuruh mereka masuk mobil.

 

Mereka sudah berada di tempat yang ayah mereka maksud. Tempat dimana banyak orang dengan berbagai ekspresi. Ada yang sedih dan menangis, ada yang tersenyum bahagia. Ada pula yang sedang merintih kesakitan.

Mereka kini sudah berada di sebuah ruang dengan sebuah kaca lebar yang terdapat dalam tempat itu.

“rumah sakit?”

“ICU?”

Ujar chanyeol dan baekhyun bergantian. Tubuh mereka menegang. Pikiran mereka melayang ke satu arah. Namun sama-sama menepis semua yang mereka pikirkan. Tidak mungkin adiknya. Tidak mungkin d.o.

“d.o selama ini selalu menunggu kalian. Dia bahkan pergi check up secara rutin dan meminum obatnya secara teratur demi kalian. Agar dia dapat menepati janjinya untuk tetap sehat saat kalian pulang. . . tapi 3 bulan yang lalu. Mungkin itu hari dimana dia sudah tidak bisa lagi bertahan. Walau dia rutin dan rajin check up itu sama sekali tidak membuat jantungnya semakin membaik.

“anni. . . . andwae. . . dia sudah berjanji padaku untuk menyambutku dengan tidak dalam bermuka vampir. . tapi kenapa dia malah tidur seperti ini? kenapa dia tidak menepati janjinya. . . . .” tubuh baekhyun membeku ketika melihat sang adik yang sangat ia cintai terkulai lemah dengan berbagai alat-alat yang terpasang di tubuhnya. Sedangkan chanyeol masih sibuk dengan pikirannya yang kacau

“d.o sudah koma selama 3 bulan. . .” lanjut sang ayah

 

Dalam ruang ICU

Dengan pakaian steril mereka masuk ke dalam ruangan dimana sang adik sedang tidur. Lengkap dengan alat bantu pernafasan, kabel-kabel yang menempel di dada adiknya *saya sendiri tidak tau itu kabel apa.

“annyeong d.o-ah. . . hyung sudah pulang. . jahat sekali kau sama sekali tak menjemput atau menyambutku. . . apa kau tidak tau hyung sangat rindu padamu? Bangunlah dari tidurmu itu dan sambut kami. . . aku tau kau hanya lelah menunggu kami dan ingin tidur sebentar. . sekarang kami datang seharusnya kau juga bangun. . .” celoteh baekhyun dengan nada tersedu-sedu dia berusaha menghibur diri

“baekkie-ah jangan seperti ini. . . d.o tak akan mendengar apa yang kau bicarakan. . . dia sedang koma. . sebaiknya kau diam dan jangan berisik” chanyeol yang notabene kakak tertua berusaha tegar dan menenangkan baekhyun.

“kau salah hyung. . . . d.o hanya sedang tidur dan pasti dia juga mendengar kata-kataku. . . dia harus mendengarnya bahwa hyungnya ini sedang kecewa karena dia tidak menepati janji. . . d.o-ah jawab aku dan bilang pada yeol hyung bahwa kau hanya lelah dan tertidur. . . .” baekhyun sedikit mengguncangkan tubuh d.o yang terbaring lemah tak berdaya.

“baekkie-ah jernihkan pikiranmu itu. . . jika d.o sadar maka juga akan ikut sedih melihatmu seperti ini. . .”

“anniyoo. . . dia akan bangun . . . . d.o-ah cepatlah bangun dan tepati janjimu. . . bukankah kau juga menginginkan kita pergi bersama ke Paris dan melihat menara Eiffel? aku akan ikut denganmu walau aku tak begitu menyukai Paris. Tapi kau harus bangun dulu. . . d.o-ah jebaal. . .”

“baekkie-ah” hanyeol sedikit membentak agar baekhyun tau apa yang dia lakukan itu percuma

“oh yeol hyung lihatlah. . . .” baekhyun melihat tangan d.o sedikit bergerak. Dia pun langsung mengusapkan air mata yang sudah membasahi pipinya itu

“d.o-ah kau sudah sadar? Baekkie kau tunggu sini. . aku akan panggil dokter” chanyeol dengan sigap keluar ruangan untuk mencari dokter

 

Beberapa saat kemudian

“d.o-ah apa ada yang sakit? Bagaimana bisa kau tidur selama itu? Kau bukanlah orang yang suka sekali tidur dan setiap kau tidur lama badanmu akan terasa pegal dan nyeri” baekhyun sedikit memijat pundak d.o

“gwenchanaeo. . . . mianhae hyung. . . karena aku mengingkari janjiku sendiri” ujar d.o dengan suara yang lemah

“anniyo. . . kau sudah berusaha. . . ini sudah kehendak Tuhan, kau tak perlu menyesali diri. . . yang terpenting sekarang kau sudah sadar dan akan segera sembuh” ucap chanyeol

“chanyeol hyung. . . sebaiknya kau lanjutkan studymu dan membantu ayah di perusahaan, aku tau kau sangat pintar dalam berbisnis dan sangat memahami seluk beluk perusahaan. . .” d.o seperti memberi nasihat untuk hyungnya

“kenapa kau tiba-tiba membicarakan hal itu?” chanyeol sedikit dibuat bingung oleh adiknya

“baekhyun hyung. . . kurangilah sifat kekanakanmu itu karena wanita tak terlalu menyukai lelaki yang childish sepertimu itu. . . kau juga harus melanjutkan sekolahmu dalam bidang seni karena aku tau kau sangat pandai bernyanyi. . . .” d.o juga memberi nasihat pada hyung yang satunya

“wae geure? Kau berkata seolah kau akan pergi selamanya. . . .” baekhyun ikut dibuat bingung juga

“ aku senang bisa bertemu kalian sebelum aku pergi. . aku akan meminta Tuhan untuk menjadikan kita sebagai saudara yang saling menyayangi lagi dikehidupan selanjutnya. . . aku juga akan meminta agar Tuhan mengumpulkan semua keluarga kita dan hidup bahagia disana. . . Chanyeol hyung, Baekhyun hyung, ayah. . . terima kasih atas kasih sayang yang kalian curahkan. . . maafkan aku yang selalu membuat kalian khawatir dan hidup tak tenang. . . kalian harus tetap bahagia. Aku akan selalu mengawasi kalian di atas sana. . . .”

Perlahan d.o mulai memejamkan matanya dan badannya sudah mulai melemas dan tak bertenaga.

“d.o-ah? Kau kenapa? Apa kau kembali tidur lagi?” ujar baekhyun yang panik melihat adiknya yang sudah memejamkan matanya

“d.o-ah kau jangan mempermainkan kami lagi. . .kau baru saja sadar dan kamu seperti ini lagi?” chanyeol mengguncangkan keras tubuh d.o namun d.o sama sekali tak memberi respon. Dengan keadaan panik dia memanggil dokter di depan pintu ICU cukup keras.

 

FLASHBACK OFF

 

“dan pada akhirnya hanya kita berdua yang kesini” ujar chanyeol dengan tatapan yang tak beralih dari menara

“d.o-ah apa kau senang? Aku harus pergi ketempat yang tidak aku suka. . .dan yang sangat menjengkelkan adalah aku mulai menyukai Eiffel sejak aku melihatnya sekarang ini. . .” baekhyun kembali berceloteh ria

 

Akhirnya mereka beranjak dari tempat yang membuat mereka mematung.

 

“d.o-ah kau harus menunggu kami. . .”

 

“d.o-ah kau harus menepati janjimu saat kita bertemu disana. . .jangan ada lagi yang namanya sakit. . sampai kapanpun Saranghae Uri Dongsaeng”

 

 

END

 

13 thoughts on “Saranghae Uri Dongsaeng (2/2)

  1. ParkJudit berkata:

    Gue nangis masa/? T_T
    Sungguh menyedih kan akhirnya, aku benci sad ending, tpi aku jg gak terlalu suka happy ending.
    Daebak author, bisa bikin aku nangis!😥

  2. Kai's fan berkata:

    aduuh sedih bgt:'( Kyungsoo meninggal yg tabah ya ChanBaek:(

    bikin lg ya thor FF yg kyk gni:)

    Keep Writing!Fighting!!

  3. littlecheonsasss berkata:

    Sedih banget thor T_T. Udah mau nangis tau, tapi gak bisa keluar😀. Pokoknya sediiih banget. Kasian ya my cute oppa D.O meninggal😥. Ah, yang penting dia tenang disana🙂. Buat lagi thor, yang lebih bagus. Hwaiting!! ‘-‘)9

  4. Leahhattori berkata:

    gue nangis eonni ! bias gue tercinta nihhh ! jarang bgt aku nangis baca ff ! tp pada akhirnyaa. aku nangis ! eonni, bgs ff-nya, feel bgt lah, aku nulis comment ini sambil ngusap air mata yg jatuh T_T .. cieeee ! lovekyungsoo !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s