Saranghae Uri Dongsaeng (1/2)

Saranghae Uri Dongsaeng

 

Genre                : brothership, angst, sad story

Rating                : G

Main Cast          : DO Kyungsoo, Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Indah. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan tempat dimana kedua namja ini berpijak. Ada sebuah menara yang menjulang tinggi berdiri tegak dihadapan mereka. Entah apa yang sedang mereka lakukan dan apa pula yang sedang mereka rasakan saat memandangi salah satu 7 keajaiban dunia itu. Mereka berdua, namun tak ada yang saling bicara satu sama lain. Hanya saling menatap dan kemudian mata mereka kembali tertarik pada menara yang dikenal dengan nama Eiffel.

 

FLASHBACK ON

 

“darimana saja kau? Kenapa kau tak pulang saja sekalian. . . apakah selamanya kau akan jadi seperti ini? keluar malam dan menjadi anak yang brutal dan kurang ajar?” terlihat seorang ayah sedang memarahi anaknya yang pulang tengah malam

“aku sudah menjelaskan berkali-kali pada ayah. . . apapun yang ku lakukan sama sekali tak ada sangkut pautnya pada keluarga ini, jadi ayah tak perlu khawatr aku akan mempermalukan keluarga kita. . .”

“chanyeol mau kemana kau? Ayah belum selesai berbicara padamu..”

“jika salah satu dari kita tidak ada yang menghindar, maka pertengkaran ayah dan aku tak akan pernah ada hentinya. Aku hanya tak ingin kedua adikku terganggu. . .”

Seperti inilah setiap hari yang terjadi pada keluarga ini. tak ada yang namanya ketenangan walau hanya satu haripun mereka selalu menghabiskan dengan pertengkaran. Hanya saat mereka sedang tidak bersama baru ada ketenangan.

“sepertinya sudah tidak ada keributan. . .” seorang namja yang lain melepaskan kedua tangannya setelah menutup kedua telinga adiknya. Mungkin agar sang adik tak mendengar pertengkaran antara ayah dan kakaknya.

“d.o-ah. . . gwenchana?” seorang kakak yang bernama Baekhyun itu merasa khawatir karena adiknya hanya diam, tak ada reaksi marah, sedih, ataupun kesal mendengar kakak pertama dan ayahnya betengkar. Ya pasti masih sedikit terdengar bagaimana mereka bertengkar walau terdengar kecil.

Seseorang telah membuka pintu kamar d.o .

“ya bakhyunnie kenapa kau memandangku seperti itu? Bukankah ini sudah kebiasaan antara aku dan ayah?” chanyeol yang masuk ke kamar d.o dengan sumringah tiba-tiba bungkam dengan tatapan salah satu adiknya yang terlihat ingin memakannya.

“sebaiknya kita keluar, biarkan d.o istirahat. . . . d.o-ah tidurlah. . . sudah tidak akan terjadi apa-apa lagi” baekhyun menarik d.o untuk berbaring, d.o yang masih diam hanya pasrah(?)

Setelah berhasil membuat d.o ke posisi tidur, baekhyun menarik kakaknya chanyeol keluar dari kamar d.o.

“bisakah sehari saja kalian tidak ribut dan bertengkar? Aku tak akan peduli dengan apa yang kalian lakukan. Tapi kau harus ingat kondisi kyungsoo. Apa kau memang berniat membuatnya mati secara perlahan?” baekhyun tanpa aba-aba memarahi chanyeol

“kau kira aku mau dan ingin berada dalam keadaan seperti ini? kau kira aku juga tidak lelah bertengkar setiap hari dengan ayah? Kau kira aku tak khawatir dengan keadaan kyungsoo. . . . chamkaman. . . ada kabar apa tentang kondisinya sekarang?”

“aku tadi mengantarnya check up. . . . dan. . .”

“dan apa? cepatlah kau bicara. . . apa tidak ada perkembangan dengan jantungnya? Ya baekhyun jawab aku!”

“bahkan lebih dari itu. . . kondisinya semakin memburuk. . bahkan dokter sudah tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menyembuhkan kyungsoo. D.O tak tahu kondisinya sendiri, aku tak tau bagaimana cara mengatakannya”

Seketika tubuh chanyeol seperti membeku dan tak tahu bagaimana cara menggerakkannya. Hati mereka sakit melihat kondisi adiknya yang seperti itu. Chanyeol bahkan seperti mengutuk dirinya sendiri karena pengorbanan yang ia lakukan tiap malam untuk menambah biaya pengobatan d.o kyungsoo seperti hal yang sia-sia. Mereka memang dari keluarga yang kaya, namun perusahaan sang ayah akhir-akhir ini sedang mengalami krisis. Baekhyun seperti orang yang tak ada gunanya untuk adiknya. Yang bisa dia lakukan hanyalah sekolah dan duduk dirumah.

Tanpa chanyeol dan baekhyun sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan keduanya sedang berbicara di pinggir kolam renang. Dengan langkah gontai dia kembali ke dalam kamarnya.

“Mianhae chanyeol hyung. . . mianhae baekhyun hyung . . . . mianhae ayah. . . aku selalu membuat kalian bingung dan menderita. Jika aku bisa memilih, aku ingin Tuhan mengambilku sekarang agar kalian tak lagi menderita karena aku” d.o terisak dalam tangis dan hanya dapat menjerit dalam hati tanpa mampu membuka mulut. mungkin bukan tidak mampu tapi dia tidak ingin tangisannya terdengar sampai luar.

“oemma. . .. .” hanya kata itu yang membuatnya membuka mulut

 

Beberapa hari kemudian

Baekhyun telah lulus SMA hari ini. berbeda dengan murid lain yang menghabiskan waktu merayakan kelulusan dengan konfoi dan pesta, Baekhyun hanya membagi kesenangannya dengan adik dan kakaknya.

“chukkae. . .”

“Ya hyung. . . adik imutmu ini lulus dengan nilai sempurna dan hanya itu yang kau ucapkan? Tidakkah kau sedikit saja menambahkan kata ‘chukkae adikku yang ku banggakan’ atau bla bla bla”

“Ya baekhyunnie. . . . kata-kata seperti itu tidaklah penting, ini bukan akhir dari perjuanganmu dan kau dengan bangganya tersenyum puas?”

“huuwaaahhh. . . . kau benar-benar hyung yang tidak menyenangkan, aku tak akan memelukmu, aku hanya akan memeluk d.o” dengan tanpa izin d.o baekhyun langsung memeluk tubuh mungilnya erat-erat. Tak ada penolakan dari d.o, karena dia memang tau bahwa kakaknya yang satu ini memang sangat manja jika sedang bahagia.

“kau bahkan tak malu padaku dan d.o . . . umurmu lebih tua darinya, tapi kau seperti berumur 10 tahun yang baru saja mendapat cokelat. . . .”

Saat ketiga saudara lelaki ini sedang asik berbincang, tiba-tiba sang ayah datang dan mengheningkan suasana

“kenapa kalian diam? Ayah tak akan mengganggu kalian. . . silahkan lanjutkan”

“ayah tak mau mengucapkan selamat padaku?”baekhyun melepas pelukannya pada d.o dan menghampiri ayahnya yang akan beranjak pergi

“bagaimana tidak? Ayah sangat bangga padamu. . . sampai ayah tak tau lagi harus berkata apa”

Baekhyun hanya mengulas senyum dan wajah sok imutnya itu. Melihat ayah dan baekhyun terbesit rasa iri dalam hati chanyeol. Dia hanya menunduk melihat percakapan mereka. D.o yang seperti menyadari hyungnya langsung menggenggam tangannya dan menatap chanyeol dengan tatapan seolah mengatakan ‘gwenchana?’. Dan hanya dijawab dengan senyum sumringah oleh chanyeol.

“ah ya ayah ingin berbicara pada kau dan chanyeol. . .”

Perkataan sang ayah membuat mereka bertiga bingung

“setelah ini temui ayah di ruang kerja ayah”

 

At ruang kerja Ayah

“Wajib militer? Ayah kenapa secepat itu?” baekhyun dan chanyeol kaget mendengar penuturan ayahnya

“kalian sudah sama-sama lulus sekolah. . . bukankah baik jika dilaksanakan secepatnya? Memangnya ada masalah jika amil kalian dipercepat? Apa kalian tidak tega meninggalkan d.o sendirian? Jika itu yang kalian khawatirkan buang jauh-jauh pikiran itu. Ayah masih bisa menjaga d.o”

“tapi ayah. . .”

“keputusan ayah sudah bulat. . . senin depan kalian akan berangkat. Gunakan satu minggu ini untuk mempersiapkan diri” sang ayah pun meninggalkan chanyeol dan baekhyun dengan keadaan bercampur aduk rasanya

 

Setelah kejadian itu d.o seperti menjaga jarak pada kedua kakaknya. Dia tak ingin lagi bergantung pada hyung-hyungnya itu, dia tak ingin saat kedua kakaknya wamil dia tak bisa berbuat apa-apa. hingga pada suatu malam d.o merasakan sakit yang amat sangat pada jantungnya.

“bbbaekhyun hyung.. . . cchchhanyeol hyung. . . .” d.o hanya bisa menahan tangis dan sakitnya seorang diri, bahkan dia hanya bisa menjeritkan nama kedua hyungnya dalam hati

 

Esok harinya . . .

“jaga diri kalian disana, jangan berbuat ulah dan patuhi semua peraturan agar kalian dapat cepat pulang arrachi?”

Sementara baekhyun, chanyeol, dan ayahnya berada di pintu gerbang menunggu mobil militer menjemput, d.o hanya melihat kedua kakaknya dari jendela ruang tamu. Tak terasa air matanya jatuh.

“tuan tidak keluar sekedar memberi pelukan perpisahan pada tuan chanyeol dan tuan baekhyun?”

“jika aku keluar maka aku tidak akan bisa melepas mereka bi. . . .” sahut d.o dengan suara parau

“tuan kyungsoo jangan khawatir, wajib militer hanya 2 tahun. . . kalian pasti akan berkumpul lagi nanti”

“aku bahkan tidak tau tahun depan aku masih disini apa tidak? Aku juga tidak tau apakah kita nanti masih bisa pergi ke Paris bersama” d.o membatin. Air matanya makin deras keluar. D.o kembali memegangi dadanya. Rasa sakit yang selama ini mendera 2x lipat ia rasakan saat ini.

Sementara diluar terlihat sebuah mobil besar (bayangkan sendiri. . hehe) berhenti tepat di depan gerbang rumah mereka. Ada sekitar 4 orang berpakaian lengkap (bayangkan pakaian abri indonesia aja hehe) keluar dari mobil dan memberi hormat pada ayah.

“mereka sudah siap. . . kalian bisa membawanya”

“d.o-ah?” chanyeol melihat adiknya sedang berdiri dibalik jendela. D.o yang seperti sadar bahwa chanyeol telah melihatnya pun langsung menutup tirai dan beranjak hendak menuju kamar.

 

15 thoughts on “Saranghae Uri Dongsaeng (1/2)

  1. mia berkata:

    Yeahh aku seneng ada 2 biasku disini bebek sama kyungsoo tinggal nunggu luhan’a gabung sama kai jadi keluarga’a lengkap dah hahahahha
    Thanks buat FF’a soal’a beneran qw seneng because jarang brothership dio-bebek.
    Aku jg suka chanyeol jdi kakak’a kyungsoo, mereka berdua cocock jdi kakak adik terutama si yeol yg suka ngerjain kyungsoo, tpi ini kyungsoo lagi sakit ya?huft kaya’a buat baca part 2 hrs siap segalanya dg ending’a

  2. ParkJudit berkata:

    Next thor. Aku suka ff nya. Soalnya cast-nya Top 3 bias aku. 😀
    Kasian sama D.O-nya, udah sakit di tinggal pula. 😥
    Ayahnya mereka knp keras banget sih? 😡 Terus, knp dia berantem terus sma Chanyeol/? 😡
    Oke thor, di tunggu kelanjutan-nya, dan jng lama-lama. 😉
    Hwaiting. u,u)9

  3. Kai's fan berkata:

    aduuh nih cerita kyk nya bakal sedih bgt nih:'(..kasian bgt Kyungsoo d tinggal:(

    Bagus thor ceritanya (y)
    Next d tunggu^^

  4. Rianty berkata:

    Kyungsoonya kasian dan ayahnya ko gitu si..ngebayangin baju abri ya hehe..bagus thor ceritanya, brothership 🙂

  5. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Knf zieh yg mndlita it d.o ffa?zdih dh,.aflg dtnggal baekyeol ffa th d.o ffa’y.ff’y bguz dh^^

  6. tatta berkata:

    apa sebenarnya chanyeol bekerja demi d.o sampai sering pulang malam seperti itu?
    mereka masih muda udah disuruh wamil

  7. Tridha Arisyantia berkata:

    kasian do harus ditinggal wamil 2 kakak’a skaligus dlm kondisi dia sakit…

    nice ff, aku suka cerita’a 🙂

    lanjut ke part 2~ 😀

  8. SooSweet berkata:

    Thor, jgn lma2 ne part 2 nya. penasaran nih sma endingnya. sad or happy kh?
    kyungsooku ksian bgt tp trharu sma baekyeol yg care bgt sma dia.

    fighting author~

  9. diyah pudji rahayu berkata:

    mi ja, cerita’a bagus, kekeluargaan’a manis, pa kyungsoo akan meninggal…? ayah’a arogan bnget y, knp ayah’a gak th penyakit’a kyungsoo…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s