Long Distance Relationship

LDR Poster

Author: @slsknntiputri

Title:Long Distance Relationship

Cast:Byun Baekhyun Exo K

Go Hye Woo [OC]

Yeon Kyung Ji [OC]

Genre: Sad romance, Hurt/comfort

Rating: PG-13

Length: Long oneshoot

Note: Maaf kalo banyak typo. Cerita ini cuma fiktif yang terlintas dari otak author, jadi ini gk ada di dunia nyata –tapi bisa aja kejadian- Maaf kalo gk ngerti sama alurnya, alurnya kecepetan, atau kalo kata reader gk puas sama ceritanya yang gk nyambung, author hanya manusia biasa^^

***

“Hye!”

Aku menoleh kearah suara itu berasal, ternyata KyungJi yang memiliki suara itu.Berlari kearahku dengan buku yang bertumpuk tumpuk ditangannya.

“Ada apa?”

“Kau sudah tidak ada kelas hari ini?”

“Tidak”

“Antarkan aku!”

“Kemana?”

“Sudah ayo!”

***

Café

Coklat panasku sudah habis dan KyungJi belum juga menjelaskan untuk apa dia memaksaku untuk sampai di café ini, membuatku harus memesan minuman lagi.

“Kyung! Tidak ada gunanya aku disini! Hanya untuk melihatmu dengan wajah yang aneh itu!”

“Mian.. Tapi aku bingung harus memulai darimana”

“Apa yang kau ingin bicarakan?”

“..Statusku”

“Mahasiswi”

“Bukan itu!”

Aku mengerti, ini tentang percintaan.Yeah, dia memilih orang yang tepat untuksoal percintaannya.

“Aku..Menyukai seseorang, dan sudah mulai dekat dengannya.Aku nyaman berada dekat dengannya, dan aku memastikan bahwa aku mulai menyukainya!”

Aku berpikir. Bukan untuk jawaban yang akan kukeluarkan. Aku memiliki namjachingu yang jauh denganku, tepatnya di Yanggu. Dan aku..Merindukannya.

“Secepat itu?”

“Ini sudah lama!Dan sangat lama!”

“Lalu maksudmu, kau menunggu kepastian?”

“Sepertinya”

“Kau melihat bahwa dia juga nyaman berada dekat denganmu?”

“Entahlah”

“Kalau begitu, kau harus kembali, seperti biasa, pekerjaan yeoja dalam cinta”

Mungkin dia masih belum mengerti, tapi aku sudah siap pergi meninggalkannya dan berdiri menuju pintu untuk pulang dan berkata.

“Menunggu Kyung!”

***

Sudah satu bulan Baekhyun tidak menghubungilu, apa dia tidak rindu padaku? Padahal aku sangat merindukannya.Hey, Baekhyun.Iya dia namjachinguku, dia tinggal di Yanggu dan aku di Seoul.Hubungan kami terpisah dengan jarak antara Seoul danYanggu.Seperti yang anak remaja katakan, long distance relationship.

Pertemuan kami adalah, satu tahun lalu disaat Baekhyun tinggal sementara di Seoul untuk keperluan entah apa itu. Dia –mungkin- dengan sengaja menabrakku saat tengah berada di pusat perbelanjaan, alhasil semua barang yang aku bawa jatuh berantakan.Dia membantuku untuk merapikannya, dan dengan tidak sengaja mata kami bertemu dan bertahan lama yang akhirnya diakhiri dengan teguran petugas keamanan.

Flashback on

“Mian aku tidak sengaja menabrakmu!”

“Gwaenchana”

Kami merapikannya dengan acak tanpa memperdulikan sekitar dan tak menyadari bahwa kami menjadi pusat perhatian saat itu.Sampai pada akhirnya pandangan kami bertemu. Seperti sihir, iris matanya membuatku terbang, begitu mengagumkan untuk dilihat, dan sangat indah!

“Hey! Kalian mengganggu kenyamanan pengunjung! Cepat rapikan itu semua!”

Pemandangan yang indah telah hilang karena petugas keamanan itu datang.

“Eh, mian ahjussi”

~

Setelah itu dia mengajakku ke café yang ada disana, yang katanya untuk permohonan maaf karena dia sudah menabrakku.Entahlah.

“Ehm.. Namaku Byun Baekhyun”

“Go Hye Woo”

“Mian telah membuat barangmu berantakan”

“Gwaenchana”

“Kau pulang sendiri? Biar aku antar”

“Tidak usah, aku bisa sendiri”

“Gwaenchana, tanda permintaan maaf ku yang kedua”

~

Sunyi, tidak ada pembicaraan didalam sini.Sampai akhirnya dia menanyakan.

“Kau..Masih sekolah?”

“Ya, aku mahasiswi.Kau?”

“Ya, aku juga. Aku hanya disini sementara, ada beberapa keperluan”

“Kau tinggal dimana?”

“Yanggu”

Flashback off

***

Aku menjalani hariku tanpa kabar satupun dari Baekhyun, apa aku yang harus mengalah kini? Aku mengalah, aku tidak tahan dan aku mulai menghubunginya.

“Halo?”

“Baekhyun?”

“Hye”

“Kau tak rindu padaku?”

“…”

Tut.. Tut.. Tut..

Sambungan telepon terputus. Ada apa dengan dia? Apa dia marah padaku? Atau.. Tidak! Aku tidak boleh berpikir negatif tentangnya! Aku mencintainya dan dia mencintaiku, dan kami telah berjanji bahwa dalam hubungan kami, kami harus saling percaya.Dan aku percaya padanya.

Tak lama kemudian ponselku bergetar tanda ada pesan masuk, kuharap itu dari Baekhyun.Dan harapanku benar.

From: Baekhyun

Hye, maaf aku memutuskan sambungan telepon tadi, aku hanya ingin mengatakan sesuatu tapi aku tidak tega jika harus bicara langsung padamu. Hubungan kita harus sama seperti panggilanmu tadi padaku, terputus. Maaf harus dengan cara seperti ini, tapi aku tidak tahan dengan sifat kekanakan mu, dan juga jarak yang memisahkan kita. Aku mohon untuk secepatnya kau melupakan aku, aku sudah menemukan penggantimu, terimakasih untuk selama ini telah mengisi kekosongan hatiku.Semoga kau mendapatkan yang lebih baik.Aku mencintamu.

Tanganku bergetar, membuat ponsel yang ku genggam terjatuh.Cairan bening yang sejak tadi tertahan telah membuat sungai kecil yang membekas dipipiku. Mencoba mencerna apa yang baru saja kubaca tadi. Aku memeluk kaki yang kutekuk dan menyenderkan kepalaku pada laci disebelah tempat tidurku.

‘Siapa penggantiku Baek?Secepat itu? Bahkan kau telah berbohong jika kau mengatakan kau mencintaiku! Dan kenapa harus seperti ini?Dasar pengecut!’

Beberapa panggilan masuk terdengar, tapi aku mengabaikannya karena aku tahu pasti itu Baekhyun.Mungkin dia menunggu balasan pesan dariku.

‘Bermimpi saja kau jika aku balas pesanmu!’

***

Tak ada semangat aku menjalani hari ini, kuputuskan untuk tidak mengerjakan apa apa selain bermain game. Terdengar kekanakan? Itulah aku, hanya karena sifatku ini, aku diputuskan dengan tidak hormat olehnya!

Ting!

Bel apartementku berbunyi setelah beberapa saat, ketukan mulai terdengar dan bel terdengar lagi dan lagi, memaksa untuk masuk ke telingaku yang membuatku sendiri tidak nyaman.Sungguh tak ada niat untukku membuka pintu itu, lebih baik kuabaikan saja.Sudah tidak ada kegaduhan disini, aku mulai penasaran dan turun dari sofa, meletakkan gadgetku dimeja.Setelah memastikan tidak ada siapapun didepan pintu aku membukanya dengan perlahan.

Tidak ada keanehan yang menganjal disini, namun setelah berniat untuk masuk aku melihat sebucket bunga tepat dikakiku. Terdapat surat. Sepertinya aku tahu ini dari siapa.Tak perlu waktu lama untukku memasuki kembali apartementku.

Aku mulai membuka surat itu dan meletakkan bunga yang bersamanya datang kesini diatas meja, sebelumnya aku menghirup terlebih dulu harum dari bunga itu. Membiarkan otakku bekerja kembali pada kenangan saat aku masih bersama dengan namja itu –Baekhyun- bahkan saat dia telah mengakhiri semuanya, dia masih tega membuatku ingin menangis lagi, mengulang kejadian semalam karena memang aku hanya tidur beberapa jam saja, selebihnya waktu yang tersisa aku habiskan untuk menangisinya. Sampai akhirnya aku lelah dan memutuskan untuk bermain game, memenuhi kegiatanku hari ini.

Perlahan aku membuka surat itu dengan sangat hati hati. Takut takut akan merobeknya karena tanganku yang saat ini bergetar memegangnya. Jika itu terjadi aku akan merusak pemberian terakhir Baekhyun untukku, walaupun isi dari surat ini akan menyakitkan. Dengan siap aku menyiapkan diri untuk membaca semua isi dari surat yang tengah kupegang, membuka mata perlahan untuk menerima yang seharusnya kuterima.

‘Go Hye Woo. Maaf harus seperti ini akhirnya.Aku tidak menyangka dengan perlakuan ku padamu, mungkin sudah terlambat untuk mengatakan maaf padamu sekarang, beribu maaf sekalipun. Dan soal penggantimu..Dengan sangat jujur aku menjelaskan ini semua padamu.
Aku sudah tidak mencintaimu, dan aku juga tak tahu hubungan kita akan berakhir seperti apa dan bagaimana. Jadi aku memutuskan untuk menyudahinya. Tentang caraku untuk mengakhirnya, aku memang sengaja dan itu sudah kurencanakan dengan baik sebelumnya. Kuharap kau dengan cepat bisa melupakanku’

-Byun Baekhyun-

Sesak memenuhi rongga dadaku setelah selesai membaca surat itu, tangan, bibir, semua tubuhku berguncang hebat. Aku menghempaskan surat itu, mengusap wajahku yang sepertinya sudah sangat kacau. Aku menangis, tanpa suara, tanpa ada barang yang terhempas ke sembarang arah.

Sungguh tega dia menjabarkan begitu jelas alasannya menyudahi hubungan ini. Aku tak tahu harus bagaimana, aku tak tahu harus menyalurkan kesedihanku pada siapa, Baekhyun yang biasanya akan mendengarkan ceritaku tanpa bosan saat kami ber-video call. Kini dia telah menghilang dari hidupku, bahkan dia yang membuatku tak karuan seperti ini.

KyungJi, tidak mungkin aku merusak kebahagiaannya yang telah mendapatkan namja dambaannya.Aku sendiri telah kehilangan orang yang sangat aku cintai sekarang.

Kenapa secepat ini aku harus kehilangan dua orang yang paling berpengaruh dalam hidupku..

***

Aku tak bisa seperti ini terus, aku harus terbiasa dengan keadaan ini. Disaat aku merasa aku kesepian, yang biasanya Baekhyun lah yang menghiburku, tapi dia tak akan pernah kembali lagi ke kehidupanku, aku harus terbiasa!

Aku juga tak boleh terus menerus mengurung diri di apartement.Bermain game, makan, tidur, tanpa sadar keadaan apartementku yang sudah sangat sangat kacau ini.Selama 3 hari aku seperti ini, sampai akhirnya aku bosan dan memutuskan untuk kembali menjalankan aktifitasku seperti manusia pada umumnya.

~

Dia berlari kearahku dengan senyuman lebar terpampang di wajahnya, membuatnya seperti orang aneh.

“Hyewoo-ya!Aku rindu padamu, kemana saja kau?”

“Jika kau rindu padaku kenapa wajahmu seperti itu?”

“Itu karena aku senang akibat 2 hal”

“Apa?”

“Karena kau masuk hari ini, dan karena dia akan menemuiku!”

Yeah, dia –namjachingu baru milik Yeon KyungJi- aku sudah tau karena memang saat aku sedang kacau atau mungkin setengah gila sebelum aku menerima surat itu, dia mengirimiku pesan karena namja yang waktu itu dia ceritakan padaku, menyatakan perasaan padanya.

“Selamat”

“Terimakasih”

***

14.00 PM

Hari ini tidak meninggalkan jejak yang membuatku terkesan, jadi aku menerima ajakan KyungJi untuk menemaninya menemui namjachingunya di café langgananku dan KyungJi didekat kampus.

“Lama sekali dia Kyung!”

“Aish, kau ini!Tunggu saja!”

Bunyi lonceng memaksaku untuk mengedarkan pandangan untuk melihat siapa yang baru saja datang ke café ini.

Surai coklat, iris mata yang indah, kulit putih bagai susu, tubuh yang tidak terlalu tinggi. Untuk apa dia kesini?!

“Maaf Kyung, aku harus pergi”

“Tapi, dia baru saja datang!”

Demi apapun aku menahan air mata ini untuk tidak keluar didepannya saat aku mendengar bahwa kenyataan pahit menghampiriku tanpa diminta untuk yang kedua kali. Mengingat bahwa ia sudah mendapatkan penggantiku yang ternyata adalah temanku sendiri. Tak sadar akupun telah melewatinya dengan sangat susah payah menahan benda bening yang sedari tadi sudah mendesak ingin keluar dari mataku. Sampai akhirnya mata itu bertemu dengan mataku, dan tanpa sengaja kejadian 1 tahun lalu terulang.

***

Tanpa sadar aku telah melangkahkan kaki ku ke sungai ini, sungai yang biasa aku kunjungi bersama KyungJi.Menumpahkan semua airmata yang entah sejak kapan sudah turun membasahi wajahku yang terlihat memerah.

“Kenapa harus sekarang?!Kenapa?!Disaat aku sudah mulai bisa melupakan sebagian kenangan bersamanya, dan kehadirannya merusak itu semua!”

“Maafkan aku” Bersamaan dengan kata kata itu terdengar, sebuah lengan besar telah merengkuh tubuhku dari belakang yang spontan membuatku tak bisa menggerakkan tubuhku.

“Lepaskan aku!”Aku tahu itu dia.

“Maaf Hyewoo..”

“Aku tak butuh maafmu!”

Dengan sekilas tubuhku telah berputar menghadap dengan wajahnya yang sangat aku rindukan.Ingin aku memeluknya, tapi dia sudah bukan milikku.Tubuhnya melangkah mendekatkan diri padaku bermaksud untuk memelukku.Aku melangkah menjauh, menolak gerakannya yang membuatku tidak bisa menghentikan airmata yang jatuh dari kedua mataku.

“Sekali saja.. Untuk yang terakhir kali”

Munafik jika aku tidak ingin menerima pelukannya, terlebih dia telah memohon padaku, dan ini untuk yang terakhir kali.Tak pikir panjang aku langsung menyambar tubuhnya, dia membalas pelukanku dengan hangat.

“Baek, aku minta maaf atas segalanya. Aku egois”

“…”

“Benarkah penggantiku KyungJi?”

“Aku tidak tahu bahwa dia adalah temanmu”

“Gwaenchana, dia yeoja yang baik, yang pasti akan selalu mengertimu dalam keadaan apapun, dia juga tidak kekanakan sepertiku. Dia jauh lebih baik untukmu”

Tubuhnya terasa bergetar mendengar kata kataku, ia lalu menyudahi pelukan kami dan mencium keningku lama, untuk yang terakhir kalinya.

“Jaga dirimu baik baik Hye”

KyungJi yang melihat kejadian itu segera menyusul kami, matanya memerah, cairan bening sudah siap jatuh membasahi pipinya.

“Maaf Hye, aku tidak mengetahui hubungan kalian sebelumnya”

“Gwaenchana. Kemari kau! Kalian sangat cocok, kalian pasangan yang sempurna.Selamat untuk kalian berdua. Aku harus pergi”

Baekhyun memanggilku tanpa memperdulikan yeoja yang ada disampingnya, dia melihat kearah KyungJi, seolah meminta persetujuan dan dibalas dengan anggukan, kemudian berlari kecil kearahku yang sudah lumayan jauh dengannya.Dengan cepat dia menangkupkan kedua tangannya pada pipiku dan menyesap bibirku cepat. Aku terkejut dan membelalakan mata, ‘berani sekali dia mencium yeoja lain didepan yeojachingunya sendiri!’ pikirku.

Kami membutuhkan oksigen yang lebih dan menyudahi ciuman ini. Jujur itu ciuman pertamaku, dan aku tak pernah menyangka bahwa dia adalah orang yang akansiap pergi menjauhi hidupku. Kening kami beradu, menghirup oksigen sebanyak mungkin.Kulihat KyungJi tersenyum kearah kami sambil terus mengalirkan airmatanya.

“Sungguh aku tak bermaksud dengan semua ini.Aku bohong mengatakan jika aku tidak menginginkanmu lagi, aku mencintaimu. Hanya saja, takdir tak memperbolehan kita untuk bersama”

Dengan rasa tidak rela aku mengizinkannya pergi, pergi bersama seorang temannya yang bahkan sudah menjadi yeojachingu mantanku itu.

‘Disaat kau memutuskan untuk benar benar pergi meninggalkanku, kau bahkan menambahkan beban yang membuatku tak bisa melihatmu bersama orang lain..’

End

Untuk yang request, ini yang bisa aku buat untuk kamu. Maaf untuk semua kekurangan ff ini, sumpah aku gk ngerasa ada romance romancenya sama sekali-_- maaf sekali lagiii.

Terus covernya kalo absurd juga maaf._.

DON’T BASH! DON’T COPAST! DON’T BE SIDERS!

Iklan

6 thoughts on “Long Distance Relationship

  1. fia berkata:

    ah baekhyun plin plan katanya masih cinta tapi kenapa dia tetep ninggalin hyewoo
    nyesekk butuh sequel thor ^^

  2. ParkJudit berkata:

    Gue nangis masa/? T_T)/
    Kisahnya sama kayak gue, gue pernah di posisi Hye Woo. :’)
    Rasanya nyesek bgt. </3
    Dan waktu tau itu, gue cuma senyum riang kayak bahagia bgt dan bilang. "Huah~~ Kalian jadian? Kenapa gak dari kemaren2? Kalian serasi bgt tau! Selamat 😀 " Mereka berdua malah muka lesu bgt pas liat aku. "Maafin kita. 😦 " kata mereka. Udh itu aku senyumin aja, terus peluk si cewek nya. Udh itu pergi ga sadar kalo ternyata gue udah nangis. :')

    Huahh~~ Sorry thor, gue jadi curhat. Tp, sumpah rasanya di gituin itu nyesek! </3 Eksoh fix, abaikan aja curhatan gue. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s