Hyung, You Miss Me, don’t you ? (1/3)

Hyung, You miss me, don't you

Author                 : Nam Hae Rin

Judul Cerita         : Hyung, You Miss Me, don’t you ?

Tag                      :

  • EXO’s D.O. as Do Kyungsoo
  • EXO’s Kai as Kai
  • EXO’s Baekhyun as Byun Baekhyun
  • EXO’s Tao as Kim Tao
  • EXO’s Sehun as Oh Sehun
  • EXO’s Luhan as Oh Luhan
  • EXO’s Chen as Byun Jongdae
  • Apink’s Eunji as Jung Eunji
  • Apink’s Naeun as Jung Naeun

 

Genre                   : Brothership, Drama, Misteri(?)

Rating                  : T

Length                 : Trilogi (1/3)

 

Catatan Author:Annyeong, author kembali lagi dengan FF kedua. Kali ini author coba buat Trilogi. Buat Admin, terima kasih sebesar-besarnya udah mau ngemuat FF yang masih kurang bagus penulisannya ini. Buat yang minta Arts Room disekuelin, author minta maaf sebesar-besarnya karena sampe sekarang gak kepikiran ide buat sekuelnya, mianhe. Semoga dengan trilogi yang satu ini bisa menebus FF Arts Room yang gak bisa jadi sekuel ~ Happy reading dan jangan lupa beri komentar dan saran. Gomawo *bow*

 

Summary :

“Andai saja aku punya seorang kakak, pasti sekarang ia sedang mencariku sepertimu”.

>> Kyungsoo PoV

 

Ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki ku di kota Busan. Aku disini dengan alasan yang cukup masuk akal. Almarhum ayahku meninggalkan pesan untuk mencari anak haramnya di kota ini. Kalian lihat? Betapa berbaktinya aku? Padahal anak haram ituadalah penyebab ibu terkena serangan jantung dan meninggal dunia. Kalian salah kalau mengira aku sudah memaafkannya. Sama sekali tidak. Aku melakukan ini semua demi harta warisan ayah, keluarga ayahku mengancamku, kalau aku tidak bisa menemukan anak haram itu, maka aku akan dicoret dari penerima warisan ayah. Begitu menyebalkan bukan?

 

Sebagai anak sah ayah, aku tidak mungkin mau kehilangan harta warisan itu. Itulah alasan aku ada disini sekarang. Hal yang paling mengerikan yang aku hadapi sekarang adalah aku tidak tau siapa nama anak itu dan dimana tempat tinggal pastinya. Ayah hanya bilang ‘Cari adikmu di Busan nak, kasian dia, ibunya meninggal saat ia berumur 10 tahun, mungkin sekarang ia telah menjadi gelandangan’. ‘Biarkan saja’, batinku.

 

Aku menyusuri kota Busan untuk menemukan alamat seorang teman lama yang tinggal disini, untuk sementara waktu hingga aku menemukan anak haram itu, aku akan tinggal di rumahnya. Byun Baekhyun, kami sekolah di SMP yang sama, tapi ia pindah ke Busan setelah kelulusan. Kalian tau? Aku bisa melihat makhluk halus, dan disini sungguh banyak makhluk halus yang terlihat olehku. Aku makin membenci pencarian ini.

 

PoV End

 

***

 

Kyungsoo sampai di depan sebuah rumah susun, menurut alamat yang Baekhyun berikan kamarnya adalah kamar paling atas, tepatnya kamar atap dari rumah susun ini. Kyungsoo menaiki tangga hingga sampai ke bagian paling atas rumah susun ini. Rumah atap sederhana, begitu batin Kyungsoo. Kyungsoo menatap sekeliling teras rumah atap itu. DEG. Ada sosok kumuh di sudut teras itu, Kyungsoo tau dia bukan manusia, karena Kyungsoo bisa melihat menembus tubuhnya. Sosok itu berbalik. Mata mereka bertemu, Kyungsoo segera mengalihkan pandangannya. Akan menjadi masalah besar kalau sampai dia tau Kyungsoo bisa melihatnya.

 

Kyungsoo segera berjalan menuju pintu masuk rumah atap itu, ia menekan bel di samping pintunya.

 

Ting Tong. Seorang namja yang sedikit lebih tinggi dari Kyungsoo keluar.

 

“Yak, Do Kyungsoo akhirnya kau sampai!”, pekik namja itu

 

Sosok kumuh tadi kini berada di belakang Kyungsoo, Kyungsoo bisa merasakannya, tapi ia masih berpura-pura tidak tau.

 

Kyungsoo tersenyum pada Baekhyun.

 

“Ayo masuk, disini dingin sekali”, ajak Baekhyun yang merasa dingin, kalian pasti tau itu karena keberadaan makhluk lain.

 

Kyungsoo memasuki rumah atap itu, sosok kumuh tadi masih mengikuti langkahnya. ‘Sialan’ batin Kyungsoo. Baekhyun mempersilakan Kyungsoo duduk di sofa ruang tamunya.

 

“Duduklah dulu, aku akan membuatkan air minum untuk mu”, ujar Baekhyun sambil tersenyum ramah.

 

Kyungsoo duduk dan sosok kumuh itu juga duduk. Kini Kyungsoo bisa melihatnya dengan jelas. Sosok kumuh itu adalah seorang namja, dia lebih tinggi dari Kyungsoo dan kulitnya lebih gelap dari hantu yang biasanya Kyungsoo lihat. Namja hantu itu mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo.

 

“Aku yakin kau tadi menatapku, iya kan?”, ujar namja itu.

 

Kyungsoo masih pura-pura tidak melihatnya, ‘Sialan, tidak seharusnya aku memerhatikannya tadi’, batin Kyungsoo.

 

“Ayolah, aku sangat yakin tadi mata kita bertemu. Jangan membuatku seperti hantu yang bodoh seperti ini”, ujar namja itu lagi.

 

Kyungsoo masih berpura-pura menatap Baekhyun yang sibuk menuangkan air kedalam dua gelas. Baekhyun selesai. Ia segera menuju ke ruang tamu, ia membawa dua gelas orange juice dan sepiring manisan buah. Namja hantu itu menghilang.

 

‘Terima kasih Baekhyun, kau memang penyelamatku’, batin Kyungsoo.

 

“Jadi, apakah kau sudah menemukan alamat pasti adik tirimu itu Kyungsoo?”, tanya Baekhyun memulai percakapan.

 

“Belum, aku masih harus meraba-raba keberadaannya. Aku sudah mencari dalam semua berkas yang ada di brankas ayah, sepertinya ayah memang ingin menyembunyikan anak haram itu sehingga ia hanya menyimpan sebuah amplop surat dengan nama Kim Jimin, aku rasa itu nama wanita simpanan ayah”, jawab Kyungsoo datar.

 

“Emm, mungkin akan susah menemukan anak itu. Tapi aku akan membantumu”, ujar Baekhyun yang kini tersenyum manis.

 

“Gomawo Baekhyun ah”, tanggap Kyungsoo.

 

“Hari sudah sangat larut, mungkin sekarang kita harus beristirahat. Kau tidurlah dikamar almarhum saudara kembarku, aku sudah membereskannya kemarin”, ujar Baekhyun.

 

“Jongdae maksudmu? Aku hampir lupa menanyakan keadaannya. Maafkan aku Baekhyunnie, aku turut berduka cita”, Kyungsoo tampak tidak enak.

 

Baekhyun hanya tersenyum, tanda ia tidak ingin melanjutkan cerita tentang Jongdae, ia mengantarkan Kyungsoo ke kamar itu, kemudian masuk ke kamarnya sendiri.

 

Kyungsoo sendiri dikamar itu. Ia berpikir. ‘Apa namja hitam tadi itu Jongdae?’, batinnya. ‘Tapi seingatku Jongdae itu putih, dia dan Baekhyun memang bukan kembar identik, tapi tinggi mereka tidak berbeda, sedangkan namja itu bahkan lebih tinggi dariku’, batinnya lagi. Ia kembali berpikir, ‘Ah mungkin ia hanya hantu yang tersesat’, Kyungsoo merebahkan tubuhnya di ranjang dengan seprai putih itu.

 

Tiba-tiba namja hantu itu sudah berada di samping Kyungsoo. Kyungsoo terkejut, matanya membulat. ‘Sialan, apa yang dilakukannya disini’, batin Kyungsoo.

 

“Hai! Anggap saja kau bisa melihatku sekarang”, ujar namja itu sambil tersenyum.

 

‘Tidak akan, kau kira aku bodoh’, batin Kyungsoo.

 

“Aku Kai (kau anak itam), hantu-hantu lain memanggilku dengan nama itu karena aku lebih hitam jika dibandingkan dengan hantu-hantu yang lain”, ujar namja hantu itu memperkenalkan dirinya.

 

‘Siapa yang peduli, enyahlah kau hitam’, batin Kyungsoo yang kini sudah mencapai batas kesabarannya.

 

“Padahal akan sangat menyenangkan kalau kau bisa melihatku”, Kai membalikkan badannya sehingga ia kini terlentang. Kyungsoo bisa menatapnya dari samping sekarang.

 

‘Jangan harap’, batin Kyungsoo yang kini menatap Kai dari samping.

 

“Aku sangat ingin berkomunikasi dengan manusia. Kau tau aku adalah hantu yang paling tidak beruntung. Saat aku menjadi hantu, aku tidak tau siapa namaku, aku tidak tau kenapa aku mati dan aku melupakan semua kenangan selama aku hidup. Bukankah itu menyedihkan?”, cerita kai.

 

Kyungsoo menyimaknya, ia sama sekali tidak membatin kali ini.

 

“Menurut hantu-hantu disekitarku, aku mati dengan tidak tenang, sehingga arwahku menjadi arwah yang seperti ini”, lanjut Kai.

 

Kyungsoo masih menyimaknya.

 

“Ah, andai saja kau bisa mendengar ceritaku, mungkin kau bisa memberikan solusi untuk ku”, ujar Kai mengakhiri ceritanya sambil menghadap Kyungsoo.

 

‘Sialan kenapa kau berbalik’, batin Kyungsoo yang untuk sekian kalinya mengumpat.

 

“Adikmu itu sangat beruntung, kau mencarinya walaupun kau tidak menyukainya”, ujar Kai yang membuat Kyungsoo terkejut.

 

“Andai saja aku punya seorang kakak, pasti sekarang ia sedang mencariku sepertimu”.

 

“Mungkin malam ini cukup, aku akan kembali besok”, ujar Kai.

 

‘Kau mati jika kau kembali’, batin Kyungsoo.

 

“Jaljayeo hyung mata besar”, Kai memberi salam.

 

Kyungsoo bergidik, ‘Enyahlah kau hitam’.

 

***

 

Keesokan paginya Kyungsoo terbangun lebih awal dari Baekhyun. Ia keluar menuju teras. Ia menatap sekeliling.

 

“Ah hantu itu sudah tidak ada”, ujarnya tersenyum senang.

 

“Yak! Kau bisa melihatku kan? Aku sangat yakin tentang hal itu. Hahahaha. Aku menangkap basah kau Kyungsoo”, pekik Kai yang tiba-tiba muncul dihadapan Kyungsoo.

 

Kyungsoo bergidik, ‘Tidak, aku begitu ceroboh, sekarang apa yang harus kulakukan’, batin Kyungsoo.

 

“Sudahlah jangan berpura-pura lagi, aku jelas mendengar kau menyebut hantu itu barusan”, ujar Kai mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo.

 

“Kau mau apa?”, ujar Kyungsoo yang sekarang sudah menyerah.

 

“Benarkan, kau bisa melihatku”, Kai senang karena Kyungsoo akhirnya mengakui keberadaannya.

 

“Kalau aku bisa melihatmu memangnya kau mau berbuat apa?”, tanya Kyungsoo lagi.

 

“Ani, aku hanya ingin berteman. Aku bisa membantumu menemukan adikmu dan kau mungkin bisa membantuku mencari masa lalu ku”, bujuk Kai pada Kyungsoo.

 

“Jangan harap! Aku tidak butuh bantuan hantu, sudahlah percuma saja kalau kau tidak bisa memaksaku”, tanggap Kyungsoo.

 

“Siapa bilang? Aku akan memberi tahu hantu yang lain kalau kau bisa melihat kami dan kau akan lebih kesusahan dari sekarang. Kau mau?”, ancam Kai.

 

‘Sialan, dia mengancamku, aku tidak mungkin membantunya, tapi akan lebih kacau kalau ada hantu lain yang menghampiriku seperti ini’, batin Kyungsoo.

 

“Bagaimana?”, tanya Kai dengan mata evilnya.

 

“Baiklah”, jawab Kyungsoo.

 

“Assaa. Oh ya aku Kai, kau Kyungsoo kan? Sepertinya kau lebih tua dariku, aku akan memanggilmu hyung mulai dari sekarang”, ujar Kai.

 

“Terserah padamu. Tapi kau tidak boleh berkomunikasi denganku ketika ada hantu lain atau ada manusia lain disekitar kita. Arachi?”, Kyungsoo memastikan hal ini.

 

“Ne, arrasseo”, ujar Kai mengerucutkan bibirnya.

 

“Oh ya hyung, temanmu itu Baekhyun hyung, dia sangat sering menangis di teras. Baru semalam aku melihatnya tidak menangis. Aku tidak mengerti apa yang ia tangisi, padahal adiknya sangat sering mengunjunginya, tapi beberapa hari ini dia tidak datang. Ah, tapi percuma, tiap kali kesini, dia tidak pernah mau berbicara denganku. Padahal kan kami sam-sam hantu”, cerita Kai yang lebih mirip omelan.

 

“Maksudmu Jongdae? Kapan terakhir kali kau melihatnya?”, tanya Kyungsoo yang tampak antusias.

 

“Oh namanya Jongdae, dua hari yang lalu hyung. Ia tampak sedih sekali. Aku sudah berusaha menanyainya kenapa, tapi ia hanya diam sambil memandang kakaknya yang menangis di teras rumah”, jelas Kai.

 

“Baekhyun menangis?”, tanya Kyungsoo.

 

Kai hanya mengangguk meyakinkan Kyungsoo. ‘Byun Baekhyun adalah orang paling tegar yang pernah aku temui, mungkinkah ada masalah dengannya dan Jongdae sebelum Jongdae meninggal?’, batin Kyungsoo sambil menatap Kai.

 

“Oh ya, Baekhyun hyung juga sangat sering membuka sebuah map yang berisi formulir pendaftaran untuk audisi bernyanyi seperti itu di teras ini, hyung. Saat Jongdae melihat hal itu, ia segera pergi dari sini”, tambah Kai dengan antusias.

 

“Ah, mungkin aku akan membantu Jongdae setelah aku menemukan anak haram itu. Kai, kau mau menemaniku memulai pencarian anak haram itu hari ini?”, tanya Kyungsoo.

 

“Em, tentu saja hyung”, angguk Kai.

 

***

 

Kai mengantarkan Kyungsoo ke depan sebuah gang pemukiman kumuh. Kyungsoo bilang adiknya itu mungkin sekarang adalah seorang gelandangan, maka Kai mengantarkan Kyungsoo ke tempat itu.

 

“Hyung, aku akan menunggumu disini. Aku takut masuk ke dalam sana. Sangat banyak hantu-hantu preman yang mengerikan hyung”, ujar Kai pada Kyungsoo.

 

“Kau takut hantu? Ayolah, kau itu hantu Kai mana mungkin kau takut dengan makhluk sejenismu”, Kyungsoo menatap Kai dengan sinis.

 

“Andwe, mereka mengerikan hyung, aku sudah berjanji tidak akan masuk daerah ini”, tanggap Kai.

 

“Baiklah, aku akan masuk ke sana. Kau jangan kemana-mana”, ujar Kyungsoo yang dijawab dengan anggukan oleh Kai.

 

***

 

Kyungsoo membatin, ‘Kai benar, hantu-hantu disini sangat mengerikan, ada yang tidak memiliki lengan, ada yang bola matanya keluar, ada yang sedang memegang penggalan kepalanya dan masih banyak lagi. Pantas saja anak itu tidak berani. Apa? Anak? Tidak Kyungsoo, dia itu hantu’.

 

Kyungsoo yang telah bertahun-tahun berpura-pura tidak dapat melihat hantu itu hanya membiasakan diri dengan setiap hantu yang ada disini. Kyungsoo mendapati seorang wanita tua yang sedang menyapu halaman rumah kayunya yang kecil.

 

“Annyeonghaseyo holmoni, bisakah aku bertanya?”, tanya Kyungsoo.

 

“Ada apa anak muda? Apakah kau mencari seseorang?”, tanggap wanita tua itu.

 

“Apakah kau mengenal wanita yang bernama Kim Jimin?”, Kyungsoo bertanya.

 

“Ah, Kim Jimin. Wanita berkulit gelap itu? Dia sudah meninggal beberapa tahun lampau. Mungkin kau bisa mengunjungi kakak laki-laki wanita itu. Dia tinggal di rumah yang berselang beberapa rumah setelah rumahku. Tapi kau harus berhati-hati ya nak”, jelas wanita itu.

 

“Oh ye, gamsahamnida holmoni”, ujar Kyungsoo.

 

Kyungsoo berjalan menuju rumah yang ditunjukkan wanita tua tadi. Rumah itu rumah paling kumuh jika dibandingkan dengan semua rumah yang ada disini, sebenarnya itu tidak bisa disebut rumah. Kyungsoo mengetuk pintu rumah itu. Seorang pria tinggi dengan kulitnya yang gelap lebih mirip hijau membukakan pintu. Pria itu terbelalak.

 

“Tuan Do?”, ujar pria hijau itu.

 

Kyungsoo membatin, ‘tidak salah lagi, pasti dia mengenal ayah’.

 

(TBC)

15 thoughts on “Hyung, You Miss Me, don’t you ? (1/3)

  1. mia berkata:

    Adik dio kai tpi prediksi qw sama si ahjussi’a di ksh tau kl adik dio itu tao.
    Maybe diotak qw si ahjussi’a super duper jahat termasuk sama kai
    Qw tunggu next chap’a

  2. princedyo berkata:

    kai (kau anak itam) ngakak banget ini gatau kenapa hahaha, terus pria hijau hahah berasa hulk kurus tao dipanggil pria hijau thor😀 , tp daebak! kutunggu kelanjutannya~~

  3. ParkJudit berkata:

    Next thor.~
    Saya suka saya suka.😀
    Aku kira si Kai itu yg adik nya D.o.:/
    Penasaran nih siapa adik D.o sbnr nya.
    Next thor, jng lama-lama.
    Hwaiting for author. ‘-‘)9

  4. Rianty berkata:

    Kalau kulit gelap berarti antara kai sm tao ya adik kyungsoo? Atau jgn2 kai ya thor? Hehe ditunggu lanjutannya~

  5. namhaerin berkata:

    Ditunggu aja ya kelanjutannya😀
    udah dikirim kok, jadi tgl tunggu diposting.
    utk yg udah bc dn komentar, gomawoyo~

  6. Kai's fan berkata:

    kai (kau anak itam) ngakak:)).adik nya d.o jangan” Kai lg.

    penasaran nih thor. Next chap d tunggu^^

  7. Hany Kwan berkata:

    waah keren nih.. bikin penasaran juga..
    dan aku pikir orang yg selama ini dicari kyungsoo itu kai..
    aah poko nya ditunggu next chapnya thor.. fighting!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s