HunHan?!

hunhan

Nama : @ramons04
Judul Cerita : HunHan?!
Tag (tokoh) : Oh Sehun, Jang Nara (OC)
Genre : Friendship, School Life
Rating : G – General Audience
Length : One Shot
Catatan Author (bila perlu): FF keduaku tentang EXO haha! Maafkan aku kalau ceritanya datar-datar saja =_=)/ Ini serial dari Nara-Sehun yang Chairmate. Niatnya sih mau aku bikin serial tentang persahabatan mereka hehe~ Selamat membaca! Aku sayang kalian pembaca semua. Koreksi tulisanku terima kasih^^

“ Careless, Careless, Shoot Anonymous, Anonymous, Heartless, Mindless, No One who Care about meeeeee~ ”

Sudah nyaris 10 kali Sehun mendengar teman sebangkunya menyanyikan lagu debut groupnya. Sudah 10 kali juga Sehun menghela nafasnya bersabar mendengar Nara yang terlihat tidak peduli dengan keadaan sekitar.

“Maaaaamaaaa~ Maaaaamaaaa~”

“Bernyanyi saja yang benar.” Ucapan Sehun seketika membuat Nara menghentikan nyanyiannya dan menoleh ke arah teman sebangkunya yang sekarang bisa dikatakan-artis?

“Aku suka part itu.”

“Kau sudah nyaris 10 kali menyanyikan part itu.”

Kini Sehun membalik badannya ke arah Nara dan menatap gadis itu. Gadis yang sudah menjadi teman sebangkunya selama 3 tahun. Gadis yang selalu heboh mengganggunya kalau ada berita baru tentang dirinya atau groupnya. Gadis yang selalu ia ganggu setiap ia merasa bosan atau mengantuk di kelas. Satu-satunya gadis pendek yang selalu ia biarkan tertidur dengan tenang di pundaknya saat mereka sedang duduk di bawah pohon atau di bangku taman. Satu- satunya gadis yang selalu ia hampiri setiap hari sepulang latihan dan menceritakan semua keluh kesahnya, dan gadis yang selalu menyanyikan partnya sepanjang hari dan hari mereka akan berakhir dengan minum bubble tea bersama sepulang sekolah.

Sekarang mereka sudah sering bertukar cerita, tidak ada lagi kesunyian yang menerpa mereka berdua. Sepanjang hari bisa mereka habiskan hanya untuk bercerita atau saling menjaili satu sama lain. Kemajuannya kini mereka berdua sering ditarik keluar kelas karena terlalu ribut bercanda. Sepertinya sejak berteman dengan Nara, Sehun berubah menjadi anak yang nakal T_T)/

Tidak ada balasan dari Nara setelah mendengar ucapan Sehun. Ia hanya mendengus kesal mendengar ucapan teman sebangkunya yang sejak tadi hanya memandanginya.

“Jangan pandangi aku terus. Awas kalau kau jatuh hati padaku.” Dengan tangan yang bergerak santai menyalin catatan di papan tulis, Nara mengucapkan kalimat yang membuat Sehun membelalakan matanya.

“Jatuh hati padamu? Yang benar saja! Aku lebih suka Luhan Hyung daripada dirimu.” Sehun memposisikan badannya kembali menghadap papan tulis dan meneruskan pekerjaannya menyalin catatan di depannya.

“Luhan?! Jadi itu benar?!”

“Panggil dia oppa. Dia lebih tua darimu meskipun wajahnya imut.” Sehun sama sekali tidak memperhatikan ekspresi Nara sekarang. Ia benar-benar tidak menyangka kalau gosip yang selama ini beredar tentang teman sebangkunya itu benar adanya.

“Ah, iya ok. Jadi kau dengan Luhan oppa itu benar?”

“Menurutmu?” Sebuah senyuman terukir di wajah Sehun lengkap dengan lengkungan matanya yang menyipit membuat bulu kuduk Nara berdiri. Ia merinding sendiri melihat ekspresi Sehun sekarang berbeda dengan gadis-gadis di luar sana. Ia merasa jantungnya berhenti berdetak saking cepatnya memompa darah, kepalanya terasa pusing dan ia ingin muntah.

Seingatku, di kelas ada pendingin kenapa jadi panas sekali?

Ok, aku tahu kenapa.

Ini lebih buruk dari sekedar duduk dengan hantu.

Lebih buruk dari sekedar hantu.

Sehun itu..

***

“Kyaaa! HunHan moment! Lihat ini!”

“Mereka romantis ya! Haaa aku terharu melihatnya.”

“Sehun bisa seromantis itu ya pada Luhan haa aku iri~”

“HUNHAN!!!”

Astaga T-T)/ Niatku ke taman sekolah ternyata ternodai dengan mendengar berbagai frekuensi kagum para gadis dengan adegan Sehun-Luhan. Aku sengaja pergi ke sini untuk mendapatkan ketenangan, menjernihkan otakku dari berbagai macam pikiran busuk tentang Sehun dan Luhan tapi mengapa yang aku dapat malah segerombolan gadis penggila HunHan?

Apa salah hambaMu yang pendek ini Tuhan ;_;)/

Memangnya apa yang sudah dilakukan hambaMu Oh Sehun dengan hyungnya Luhan sehingga mereka berteriak histeris begitu Tuhan ;_;)/

Jawab aku Tuhan, berilah aku petunjuk atas rumor ini ;_;)/

Sebenarnya ini semua bermula dari keisenganku mengisi waktu luang sewaktu di rumah minggu lalu. Setelah Sehun debut, aku sering mengikuti berita perkembangannya, semua tentangnya sampai tentang rumor dan gosip yang beredar tentangnya. Sejauh ini sih, belum ada gosip atau rumor yang buruk tentangnya bahkan yang menyangkut denganku sebagai teman sekolahnya juga tidak ada haha~ (Memangnya aku siapa sampai para penggila berita itu memburu berita tentang aku dan Sehun =_=)/)

Ok, kembali ke topik kita. Saat asik-asiknya browsing aku lalu menemukan sebuah singkatan yang berbau nama Sehun-HunHan. Karena penasaran aku membukanya dan mendapatkan artikel kumpulan fakta HunHan Couple.

COUPLE!? Aku sampai shock sendiri membaca judulnya. Couple = pasangan, berarti di EXO Sehun mempunyai pasangan yakni seseorang yang punya nama –Han dan itu dimiliki oleh Luhan. Kesimpulannya pasangan Sehun adalah Luhan.

Pasangan?!

Dalam otakku, seumur hidupku kalau dua orang manusia sudah mempunyai nama singkatan dari nama mereka itu artinya mereka ada hubungan khusus (bibiku dan almarhum paman dulu juga punya singkatan nama mereka ._.)/). Itu sebabnya mengapa aku shock saat menemukan artikel tersebut. Dengan perasaan tidak karuan aku mencoba membaca satu persatu isi artikel tersebut, sialnya artikel tersebut memuat gambar-gambar juga yang menguatkan tentang isi artikel itu! Hah! Bisa kau bayangkan bagaimana perasaanku saat itu!

Cemburu?!

Bukan! Aku tidak cemburu sama sekali hanya tidak percaya dengan apa yang kulihat. Aku bahkan sempat browsing beberapa video tentang HunHan dan astaga Tuhan di Surga ;_;)/ Mereka memang benar-benar seperti sepasang kekasih!

Aku benar-benar tidak percaya melihat bagaimana cara teman sebangkuku yang seperti hantu itu menatap Luhan, mengatakan ia merindukan Luhan, mengucapkan selamat ulang tahun untuk Luhan dan masih banyak lagi.

Oh Sehun yang tampan tapi kurus, apa gadis-gadis di sekolah tidak ada yang bisa menggetarkan hatimu?

Apa hanya Luhan yang bisa berbuat begitu?

Sejak saat itu, aku jadi ragu sendiri dengan Sehun. Aku jadi berniat sedikit menjauhinya. Kalau dia menyukai Luhan seperti dalam pikiranku, berarti dia akan memandangku bukan sebagai gadis, itu artinya kalau dia sedang ke rumah bisa-bisa dia tidak menghargai privasiku lagi sebagai seorang gadis dan………

“ARGH! Hentikan ini semua ;_;)/” Tanpa sadar aku berteriak dan mengacak-acak rambutku. Aku benar-benar stress akan hubungan Sehun-Luhan T-T)/

“Ah itu Nara! Ayo kita tanyakan!” Kan, ada saja yang menyadari kehadiranku di sini. Apa karena teriakanku sehingga mereka menyadari keberadaanku? Aish T-T)/

Setelah itu ada sekitar 4 orang yang berdiri di hadapanku dengan wajah penuh tanya.

“Ada apa?”

“Nara! Kau kan teman dekat Sehun, aku mau tanya apa Sehun pernah melakukan ini padamu?” tanya seorang gadis sambil memperlihatkan sebuah gambar. Aku tahu itu Sehun dan Luhan, mereka duduk berdekatan, eh kenapa tiba-tiba lampunya redup dan hanya ada bayangan mereka? Ah mereka!?

Aku refleks menutup bibirku dengan tanganku begitu siluet yang terlihat di ponsel itu menunjukkan pose pasangan sedang berciuman. Mataku sepertinya akan rusak setelah ini T-T)/

Itu beneran Sehun?

Dia berciuman?

Dengan Luhan?

Siluetnya terlihat begitu kok tapi ._.)?

“Itu beneran?” tanyaku tidak percaya dengan apa yang kulihat.

“Menurutmu? Kalau ini buatan fans terlalu bagus dan rapi. Benarkan?” jawab gadis yang menyodorkan ponselnya kehadapanku.

“Iya Nara, terlalu rapi kalau ini hanya fanmade.” Tambah temannya yang berambut pendek.

Ini bukan fanmade……. ;_;)/

“Kamu belum pernah melakukan ini pada Sehun kan?” tanya salah satu dari mereka.

“Bel-“ Tunggu! Tadi mereka tanya aku belum pernah melakukan ini pada Sehun, berarti aku kan yang memaksa Sehun untuk… Astaga =_=)/

“Tentu saja tidak! Mereka hanya berteman tidak mungkin sampai berciuman!”

“Iya, kau ini yang benar saja!.”

“Ah iya benar. Kalian kan hanya teman. Ah Nara sebaiknya jangan ganggu hubungan HunHan ya! Oia, tolong jaga Sehun kami selama di kelas ya! Bye!” Setelah mengatakan ‘Sehun Kami’ mereka lalu pergi begitu saja meninggalkan aku yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini.

Ciuman?

Aku?

Sehun?

Ah, Luhan!?

Aku masih belum bisa menerima apa yang terjadi pada kehidupanku. Kalau hanya sekedar duduk dengan hantu, aku masih bisa terima. Tingkahnya yang setiap hari menarik-narik rambutku dan mengibas-ngibaskannya dengan alasan ‘Aku kan punya kekuatan angin’ itu juga masih bisa aku terima. Kelakuannya yang selalu menarikku seenaknya, tidur di tempat tidurku sesuka hatinya, masuk ke kamarku semaunya aku masih bisa menerima.

Tapi kalau ulahnya yang satu ini aku benar-benar belum ah bukan belum tapi tidak bisa terima!

Kalau diingat-ingat lagi, aku jadi merinding sendiri. Tidak ku sangka ternyata selama ini Sehun adalah orang yang seperti itu. Pantas saja ia tidak tergoda sama sekali meskipun ada banyak gadis-gadis yang mendekatinya selama ini.

Ternyata Sehun..

AAAAH! Lupakan saja! Lupakan!

Adakah obat tidur? Rasanya aku mau tidur saja ;_;)/

***

“Hai Nara, tumben sekali kau ke sini.” Suara suster muda bernama Lee Young itu terdengar di telinga Nara begitu ia memasuki ruang kesehatan. Ini jam olahraga, apa yang kau lakukan di sini Nara?

“Hai suster Young. Boleh aku istirahat sebentar?” Jawab Nara sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan memeluk bantal yang ada di sana. Kebiasaan lama Nara, tidur dengan bantal yang di peluk bukan guling.

Suster Young hanya tersenyum dan mengangguk sambil melihat ke arah gadis yang tengah merebahkan tubuhnya itu. Tidak biasanya Nara membolos saat jam pelajaran, meskipun ia bukan gadis yang begitu pandai namun pantang bagi Nara untuk membolos kecuali memang ada keadaan mendesak. Hari ini, jam olahraga. Suster Young tahu pasti ini adalah jam pelajaran yang paling Nara sukai. Bukan karena ia berbakat dalam olahraga tapi hanya pada jam pelajaran inilah ia dan temannya yang tinggi – Sehun bisa bercanda sepuas mereka hingga menimbulkan tatapan iri dari gadis-gadis yang melihatnya.

Tapi sekarang, Nara di sini, sendiri tanpa Oh Sehun.

“Ada apa?” Suster Young mendekati Nara dan mulai membelai rambutnya. Namun tidak ada jawaban dari gadis yang tengah berbaring itu.

“Ah, aku tidak lihat Sehun. Mana dia? Biasanya kalian seperti sepasang sepatu selalu bersama. Aku bahkan sampai curiga kalau kalian saling mengantar jika ke kamar mandi hihi~” sebuah senyuman tertera di wajah Suster Young dengan tangannya yang belum berhenti membelai Nara.

Tapi, Nara tetap tidak bereaksi.

“Sehun terlihat tampan di video terbarunya.” Terasa sebuah gerakan mengangguk dilakukan oleh Nara.

“Kulihat semua teman-teman satu groupnya juga tampan. Ah aku lihat Sehun dekat sekali dengan seorang member yang namanya Luhan.” Suster Young meyakini ada yang salah dengan Sehun sehingga membuat Nara hanya berdiam diri seperti sekarang. Dulu ketika mereka belum berteman dekat, Nara juga sering ke sini hanya untuk menceritakan apa kesalahannya hingga Sehun terlihat enggan berteman dengannya. Dan sepertinya sekarang ada yang salah diantara mereka berdua.

Suster Young masih menunggu Nara untuk membuka suaranya.

“Bisakah aku bercerita padamu?” Pandangan Nara terlihat begitu lelah. Sepertinya masalahnya berat sekali =_=)/

Senyuman suster Young menjawab pertanyaan Nara. Ia kini terlihat membenarkan posisinya hingga ia dalam posisi bersandar sekarang. Tidak lupa sebuah bantal yang masih tenang dalam pelukannya.

“Apa yang kau lihat tentang Sehun dengan Luhan?” Nara mulai membuka sesi curahan hatinya.

“Luhan? Ah mereka terlihat sangat dekat.”

“Seperti sepasang kekasih?” tanya Nara lagi. Kini suaranya terdengar lirih dan sarat akan kebingungan.

“Saudara menurutku. Menurutmu?”

“Awalnya juga aku berpikir begitu. Mereka hanya terlihat seperti sepasang kakak beradik, namun mendengar rumor yang beredar serta video-video yang ada aku jadi ragu tentang itu. Aku malah merasa mereka seperti sepasang kekasih. Apalagi setelah adanya sebuatan HunHan Couple.” Dengan lancar Nara menceritakan keluhannya. Wajah cerianya berganti dengan aura kesedihan dan kebingungan yang mendalam.

Ia pasti sangat menyayangi sahabatnya sampai khawatir seperti ini.

“Kau temannya Sehun kan?” dengan sebuah senyuman yang tersemat di wajahnya, suster Young bertanya pada Nara.

“Iya menurutku.”

“Menurutku, seorang teman sejati akan selalu berada di samping temannya entah seburuk apapun keadaan temannya tersebut. Ia tidak akan mempercayai gosip-gosip apalagi rumor tentang temannya sampai ia dengar sendiri dari temannya itu.” Suster Young menggenggam tangan Nara saat ia mengatakan pemikirannya. Ia bisa melihat pupil Nara yang membesar tanda ia bersemangat mendengarkan nasihatnya.

“Tidak ada yang salah memang jika dua manusia saling mencintai. Tapi bagiku untuk hal seperti itu, aku belum bisa menerimanya.”

“Apa kau sudah dengar dari Sehun langsung tentang hubungannya dengan Luhan?”

Nara hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Suster Young.

“Ada baiknya,”

Tangan Suster Young menyentuh dagu Nara dan mengangkatnya sehingga wajah mereka bisa saling berhadapan.

“Kau bertanya pada Sehun tentang ini semua. Aku tahu kau pasti sangat menyayangi Sehun sehingga kau tidak mau ada rumor buruk tentangnya bukan? Jadi nona Jang, pergilah bertanya pada Oh Sehun dan kembali ke kelasmu karena kau tidak sakit sama sekali.”

Mata Nara terbelalak mendengar ucapan terakhir Suster Young. Ia memang tidak sakit sama sekali tapi ia juga masih belum siap untuk bertemu Sehun.

Benar, seharusnya aku bertanya dulu pada Sehun bukan mengambil kesimpulan sendiri tentang rumor-rumor ini. Aku kan temannya masa aku lebih percaya gosip dari pada ucapan temanku sendiri?

“Ah, apapun hasilnya kau harus bisa menerima dengan lapang dada. Kau tidak akan meninggalkan Sehun sendirian setelah kau mendengar jawabannya.”

“Kau memang penyembuh Suster Young! Terima kasih!” Sebuah pelukan hangat terjadi diantara mereka berdua.

“Ah, satu lagi. Kapan kau akan kembali ke kelasmu nona Jang? Kurasa Oh Sehun sudah mulai mencari kemana mainannya pergi.” Jari Suster Young menyentuh ujung hidung Nara tanda ia menggodanya. Ia senang sekali menggoda pasangan teman sebangku ini. Hanya mereka teman sebangku yang terlihat seperti sepasang kekasih hanya saja yang ia rasakan bukan rasa cinta dari seorang Oh Sehun kepada Jang Nara namun rasa cinta kasih dari seorang kakak kepada adik perempuannya.

“Ah, aku mengantuk. Biarkan aku-“

“NARAAAAA!” Suara Sehun terdengar begitu nyaring di telinga Nara. Kepala laki-laki itu sudah menyembul ke dalam ruangan.

Anak hantu ini T-T)/

“Ada apa?”

“Kau benar-benar sakit? Wajahmu sudah tidak pucat lagi. Ayo main keluar. Aku tidak punya pasangan bermain bola tangkap.” Suara cempreng Sehun mengalir begitu saja masuk ke dalam telinga Nara. Sepertinya temannya ini sama sekali tidak membiarkan Nara bersantai sedikit saja.

“Di kelas ada banyak orang Oh Sehun. Main saja dengan yang lain dulu.” Nara membalikkan badannya membelakangi Sehun yang masih memohon padanya.

“Aku hanya mau bermain denganmu.”

“Aku mengantuk.”

“Nara~” Sehun mulai menarik-narik ujung rambut Nara agar ia mau berbalik menghadapnya.

“Lepaskan rambutku Oh Sehun.”

Sehun memang melepaskan rambutnya dan-

“Wusss~ Aku marah Nara. Rambutmu diterbangkan oleh kekuatanku. Wusss~”

Astaga anak hantu ini mulai bermain ‘kekuatan angin’ lagi -_-)/

“Sehun.”

“Wuss~ Anginnya bertambah besar Nara~ Wusss~” Sehun semakin mengacak-acak rambut Nara, menariknya ke atas dan menjatuhkannya satu persatu.

“Oh Sehun.”

“Aku akan berhenti kalau kau mau bermain. Wusss~” Sehun mulai meniup-niup rambut Nara.

Jangan salahkan Nara kalau ia mendapatkan pemandangan yang tidak ia duga. Jangan salahkan Sehun juga kalau ia membuat Nara benar-benar sakit setelah itu.

Apa ini? Mengapa bentuknya lucu sekali. Ini Sehunkan? Bibirnya~ Mengapa bibirnya Sehun dekat sekali dengan wajahku? Ada apa ini? Sehun kau mau apa ha? Apa kita berci-

“AAAAAAAAA!” Refleks Nara memukul kepala Sehun dengan bantal yang ia pegang.

“Auw! Nara sakit.” Pukulan Nara ternyata mengenai wajah Sehun dan ternyata tenaga gadis itu lumayan membuat wajah Sehun memerah sesaat.

“Ah! Apa yang sakit? Maafkan aku Sehun. Salahmu mengapa kau mendekatkan wajahku ke kepalaku. Aku kan kaget melihat wajahmu dekat sekali.” Nara mendekati Sehun melihat apa yang salah dengan wajahnya, namun-

“Hah! Tidak ada yang sakit kaki kecil! Ayo main. Bye suster!” Dengan mudahnya Sehun menarik Nara dan merangkulnya. Kalau sudah begini Nara tidak bisa berkutik lagi T-T)/

“Ah Bye Sehun, Nara!”

Sekarang aku benar-benar sakit Oh Sehun T-T)/

***

Aku sengaja keluar kelas lebih cepat, memasang headset dan memutar lagu sekeras mungkin agar tidak mendengar panggilan Sehun. Meskipun nasihat dari Suster Young ada benarnya juga, tapi hatiku ini masih terlalu lemah dan rapuh untuk mendengar jawaban dari Sehun nanti. Walau ada sih sebenarnya niatku untuk meluruskan ini semua, tapi hatiku belum siap. Jadi aku harus segera kabur agar tidak bertemu manusia hantu itu lagi!

Tapi, kabur dari Hantu ternyata lebih sulit dari yang aku bayangkan T-T)/

“Hei mengapa jalanmu cepat sekali. Kau seperti di kejar hantu.” Tangan Sehun dengan mudah sudah menarik rambutku yang mau tidak mau membuatku berhenti berjalan.

Sakit tahu!

Iya aku di kejar hantu. Itu dirimu.

“Rambutku sakit Oh Sehun.” Jawabku sambil berusaha melepaskan tangannya dari rambutku. Benar-benar manusia setan T-T)/

“Tidak mau. Kalau aku lepaskan, kau akan meninggalkanku.” Kini sepertinya aku akan botak mendadak. Aku merasakan Sehun melilitkan tangannya dengan rambutku sehingga tangannya menempel persis di kepalaku.

Sakit tahu Oh Sehun ;_;)/

“Aku tidak akan lari tapi lepaskan rambutku dulu.” Sepertinya susu yang ku minum setiap malam tidak berefek pada tinggi badanku. Buktinya aku semakin pendek saja apa Sehun yang semakin tinggi ._.)?

Tanganku masih berusaha melepaskan lilitan rambutku di tangan Sehun yang semakin tidak karuan. Anak ini tahu tidak sih kalau rambutku sudah sakit =_=)/

“Janji?”

“Iya janji.”

“Kau bohong.”

“Tidak aku tidak bohong. Ayolah sakit Sehun.”

Sehun tidak menjawab hanya menjulurkan jari kelingkingnya di depan wajahku. Senyum penuh kemenangan juga terpancar di wajahnya. Ya tuhan kalau sudah begini mau tidak mau aku harus berjanji dari pada aku botak mendadak =_=)/

“Sudah kan? Lepaskan rambutku.”

Sehun dengan mudah melepaskan lilitan rambutku di tangannya begitu ia melihat jari kelingkingku bersatu dengan jari kelingkingnya. Pokoknya begitu selesai aku harus segera berlari secepatnya, berbelok ke arah gang dan bersembunyi sampai Sehun tidak mengejarku. Setelah itu pulang tapi jangan lewati kedai bubble tea biasa nanti akan bertemu Sehun di sana.

Ok! Rencana ku sudah matang!

Manusia memang berecana dan Tuhan yang menentukan. Tuhan tolong lancarkan rencanaku ini ya ;_;)9

HAP!

“Ah kau mau kemana kaki kecil? Tuh kan apa ku bilang kau pasti akan pergi meninggalkanku kalau aku lepaskan.” Kan, apa ku bilang. Manusia hanya berencana dan Tuhan yang menetukan. Iya memang rambutku lepas dari tangan Sehun tapi tidak dengan tubuhku yang lain.

Tubuhku yang lain?!

Hei jangan mesum dulu T-T)/

Tangan Sehun sekali lagi dengan mudah merangkul leherku dan menahanku. Kan apa kubilang jangan mesum dulu. Ini Cuma leher. Leher -_-)/

“Aku kan tidak lari. Ayolah lepaskan aku.” Aku berusaha melepaskan rangkulannya yang lebih mirip dengan pitingan daripada rangkulan ;_;)9

Dia ini mau merangkul apa membunuhku sih?

Sehun aku masih mau hidup untuk 10-20 tahun ke depan ;_;)/

“Kau pasti lari. Oh, kau lupa dengan janji kita hari ini kaki kecil?” Tanyanya sambil membawaku berjalan, lebih tepatnya menyeretku.

“Janji?” Aku melihat ke arah Sehun untuk memastikan kalau anak hantu ini tidak membohongiku seperti tempo hari. Menelponku malam-malam, mengatakan ia sakit dan tidak ada seorangpun di dorm membuatku berlari secepat yang aku bisa. Bahkan aku tidak sempat menyisir rambutku karena sebenarnya aku sudah tidur dengan nyenyak di rumah T-T)/

Kau tahu apa yang terjadi? Oh Sehun-mu yang tampan, maknae dari boyband EXO itu ternyata hanya ingin memamerkan posternya dan memintaku membuatkan mi ramen karena ia lapar malam itu. Astaga Oh Sehun T-T)9

Aku memaafkannya hari itu bukan karena aku bisa mendapatkan tanda tangan Chanyeol tapi karena memang hari itu dorm sepi sekali.

Sekarang dia bilang janji? Janji yang mana lagi?

“Janji yang mana?”

“Kau lupa?! Ikut aku.”

“Tunggu! Janji yang mana dulu? Seingatku kita-“

Dia bukannya menjawabku malah menarikku pergi.

Ah, kenapa aku punya firasat buruk tentang ini ya? -_-)/

***

“BUBBLE TEA!? KAU MENARIKKU JAUH-JAUH SAMPAI TANGANKU MERAH BEGINI HANYA UNTUK BUBBLE TEA!?” Teriakku begitu kami sampai di depan kedai Bubble tea langganan kami.

Astaga kan apa aku bilang, aku punya firasat buruk. Ternyata dia Cuma minta di temani minum bubble tea sebelum latihan nanti malam T-T)/

“Ayolah, temani aku ya. Kau kan juga suka bubble tea.” Katanya sambil menunjukkan wajah imutnya. Apa yang imut!? Tidak berpengaruh apapun padaku Oh Sehun!

“Kenapa tidak bilang kalau minta ditemani minum bubble tea? Tidak usah menarikku seperti tadi.” Jawabku kesal sambil menghentakkan kakiku.

“Kau mirip Luhan hyung kalau sedang marah. Lucu hihi~”

Luhan? Luhan? Bagaimana aku bisa tiba-tiba lupa dengan Luhan? Sehun kan-

“Ayo masuk ada hal yang ingin aku tanyakan padamu!” Aku menarik tangannya dan bergegas masuk kedai bubble tea. Ini harus segera di luruskan sebelum aku bertambah gila sendiri dengan berbagai spekulasi dan rumor-rumor yang beredar.

Harus ._.)9

Kami memesan dua bubble tea rasa cokelat dan duduk di bangku paling belakang seperti biasa. Wajah Sehun terlihat sangat bahagia begitu pearl-pearl yang ada di dalam bubble teanya berhasil ia sedot dan masuk ke mulutnya. Ia terlihat seperti anak kecil yang baru saja mendapat mainan baru, begitu bahagia sampai-sampai matanya membentuk lengkungan membuatnya sangat lucu.

“Ah kau bilang kau mau bertanya sesuatu padaku. Apa?” Sehun membuka suara duluan sambil mengunyah pearl-pearl dari bubble teanya.

Dikunyah dulu dengan baik baru bicara Oh Sehun T-T)/

“Tapi kau harus jujur padaku.”

“Ok. Aku kan selalu jujur.” Jawabnya dengan senyum yang pasti bisa membuat gadis-gadis di luar sana berteriak ‘KYAAAA SEHUUUUUN!’

“Kau ini menyukai laki-laki atau perempuan?”

Walau agak terkejut, Sehun tetap menjawab pertanyaanku.

“Perempuan. Kenap-“

“Kau serius?”

“Iya, aku suka perempuan. Kenapa memangnya?” Sehun menatapku serius. Ok, Jang Nara persiapkan dirimu ok.

“Bagaimana dengan Luhan?”

“Luhan?”

“Iya, Luhan. Bagaimana dengannya?”

“Ada apa dengan Luhan hyung memangnya?” Sehun mulai menatapku heran terlihat dari alisnya yang saling bertautan.

“Luhan kan laki-laki, lalu..”

“Lalu apa? Ayo Nara bicara yang jelas.” Jawab Sehun sambil menyedot lagi bubble teanya.

Ayolah apa susahnya bertanya apa rumor itu benar atau tidak Nara, ayo!

“Ok, aku mendapatkan rumor yang mengatakan kalau kau dan Luhan itu saling menyukai lebih dari sebatas teman. Apa itu benar? Pasalnya aku juga lihat kalau kau dan Luhan itu dekat sekali. Apa kau ini benar-benar menyukai perempuan? Soalnya aku lihat kau tidak begitu tertarik dengan gadis-gadis di sekolah. Jadi kau dengan Luhan ada hubungan apa? Sehun kau tahukan aku ini gadis normal yang suka hal-hal normal.” Kalimatku yang panjang dalam satu tarikan nafas membuat Sehun nyaris tersedak bubble teanya.

Tuh kan sampai mau tersedak segala. Apa itu benar Sehun?

“Uhuk,uhuk! Kau ini sudah gila? Jadi kau mau bilang aku dan Luhan hyung itu berpacaran begitu?!”

Aku hanya mengangguk sambil memberikan tissu padanya. Saat dia batuk tadi, bubble teanya sedikit keluar. Uh, Oh Sehun jorok -_-)/

“Nara, aku dan Luhan hyung memang saling menyayangi. Jangan potong aku dulu!” Sehun menghentikan penjelasannya saat melihatku hendak menginterupsinya.

“Aku memang menyanyi Luhan hyung seperti aku menyayangi kakakku. Kau tahu kan aku punya kakak laki-laki dan aku menyayanginya. Begitu yang terjadi di antara aku dan Luhan hyung.”

“Jadi hanya sebatas kakak adik?”

Sehun hanya mengangguk menjawab pertanyaanku.

Sukurlah. Sehun masih normal u,u)/ Aku memberikan senyuman terbaikku untuk teman sebangkuku yang ternyata masih normal itu. Ah leganya~

Tapi, tetap saja aku punya firasat tidak enak =_=)/

***

“Sehun”

“Apa?”

“Tapi kau tidak boleh marah apalagi berbohong ya?” Tanyaku memastikan kalau Sehun tidak akan berbohong apalagi marah jika aku bertanya hal ini.

Sehun hanya mengangguk sambil meminum bubble teanya perlahan. Jangan lupa ia juga memperhatikanku penuh. Duh =_=)/

“Apa kau sudah pernah berciuman?”

Sekali lagi, iya sekali lagi Sehun membelalakkan matanya dan hampir menyemburku dengan bubble teanya.

Dan jangan lupa, ia tersedak.

“Nara kau uhuk-“

“Ini tissunya. Jawab saja. Jangan bohong.” Jawabku santai sambil memberikan tissu-lagi padanya.

“Apa aku ini terlihat seperti laki-laki mesum seperti kkamjong hah!? Aku ini-“

“Jawab saja sudah atau belum. Jangan berteriak begitu.” Kataku sambil menutup mulutnya dengan tanganku. Anak ini berisik sekali.

Kkamjong? Ya ampun ia juga maknae yang kurang ajar T-T)/

“Ini, apa bibirku terasa seperti bibir yang sudah berciuman?” Sehun menyentuhkan tanganku ke bibirnya. Kalau sampai ada fans Sehun yang melihat adegan ini pasti mereka akan berteriak histeris bahkan berlari menembus kaca kedai dan membunuhku karena berani menyentuh bibir Sehun T-T)/

Hei yang menaruh tanganku itu Sehun sendiri~

“Mana ku tahu Sehun. Aku saja belum pernah.” Jawabku sambil menarik tanganku dari bibirnya. Kalau saja yang melakukan itu tadi Chanyeol aku pasti sudah mimisan haa~ Kenapa harus Sehun yang melakukannya padaku ;_;)/

“Aku juga belum pernah berciuman Nara. Lagi pula mengapa kau bertanya hal seperti itu padaku?” tanya Sehun sambil memutar-mutar gelas bubble teanya.

“Tidak ada. Tadi aku hanya lihat sebuah video kalau kau berciuman dengan Lu-“ Astaga! Apa yang aku lakukan?! Aku menutup mulutku ketika hampir mengatakan hal memalukan yang aku lihat tadi di sekolah.

Mata Sehun ikut terbelalak untuk yang ketiga kalinya (kalau aku tidak salah hitung ._.)/).

“Itu hanya fanmade Nara. Jangan percaya. Aku masih suci~” Jawabnya sambil memperlihatkan ekspresi kecewa akan pertanyaanku.

“Maafkan aku Sehun. Aku juga tidak percaya kalau kau sampai melakukan hal itu. Jangan marah ya?”

Membujuk Oh Sehun sama saja membujuk anak kecil agar tidak meminta mainan. Sangat sulit T-T)/

“Nara.”

“Ya?”

“Kau ini temanku kan?”

“Tentu saja. Kalau bukan la-“

“Lalu percayalah padaku. Jangan percaya rumor atau gosip yang beredar. Bisakan?” Baru kali ini aku melihat Sehun serius dalam pembicaraan kami. Sepertinya Sehun kecewa dengan tindakanku yang lebih percaya dengan fanmade daripada dengannya.

Aku tidak menjawabnya hanya mengangkat jari kelingkingku ke arahnya, setelahnya jari kelingking Sehun melingkar begitu saja di jariku. Ia tersenyum.

“Percayalah padaku. Aku normal dan aku menyayangi Luhan Hyung seperti kakakku sendiri.”

Aku hanya bisa tersenyum melihat Sehun berusaha meyakinkanku seperti itu. Ia terlihat dewasa kalau begini^^

“Sehun.”

“Apa?”

“Kau tidak akan meninggalkan aku kan?” tanyaku sambil memperhatikan Sehun yang masih asik dengan bubble teanya. Kan katanya ada latihan malam hari, ini sudah nyaris sore tapi dia masih mesra dengan bubble tea T-T)/

Laki-laki yang sudah menjadi temanku itu mengangkat kepalanya dan menatapku dengan tenang. Matanya berkedip lambat sebanyak 2kali lalu ia membentuk senyuman di wajahnya yang membuat matanya melengkung.

Apa? Kau mau meninggalkan aku? Jawab saja anak hantu T-T)/

“Hihi~ Kau ini lucu.”

“Kenapa tertawa. Aku tidak melucu Sehun. Jawab saja.” Aku mencubit hidungnya agar ia bisa kembali fokus dan serius.

“Aaa, sakit tahu Nara. Jangan cubit hidungku, ini aset berharga.” Jawabnya sambil mengelus hidungnya sambil mengerucutkan bibirnya.

Kalau saja biasku di EXO itu dia, aku pasti sudah pingsan daritadi melihatnya melakukan hal-hal barusan, tapi berhubung aku ini menyukai Chanyeol jadi hal-hal imut seperti tadi tidak ada efek apapun padaku ^^)9

“Jawab saja pertanyaanku. Jangan alihkan kemana-mana.” Aku mengambil bubble teanya dan mendapatkan tatapan horror darinya. Memangnya aku takut!?

“Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu Nara. Sudah! Jangan habiskan bubble teaku!” Ia lalu merebut lagi bubble teanya yang masih aku minum. Lihat kan airnya jadi menetes kemana-mana T-T)/

“Janji?”

Sekali lagi Sehun tidak menjawab. Ia hanya mengangkat jari kelingkingnya, melingkarkannya di jari kelingkingku dan tersenyum. Sebenarnya aku mau menangis saat Sehun melakukan hal itu, tapi aku tidak mau jadi gadis melow lagi T-T)/

Oh Sehun aku percaya padamu kalau kau tidak akan meninggalkanku demi apapun itu.

“Ayo pulang. Bukankah kau ada latihan?” tanyaku sambil berdiri bersiap untuk pulang.

“Ok.” Sehun bangkit dari bangkunya, memakai ranselnya dengan mulut yang masih menggigit gelas bubble tea yang masih terisi setengah. Sepertinya ia sangat tidak rela harus berpisah dengan bubble tea kesayangannya itu hah ;_;)/

Aku lalu mengambil gelas bubble teanya membiarkan Sehun bersiap untuk pulang. Anak ini usianya saja sudah 19 tahun tapi tingkahnya masih 15 tahun T-T)/

“Terima kasih.” Ucapnya sambil membukakan pintu kedai bubble tea dan membiarkan aku keluar duluan.

“Tanganku dua Sehun, kau bisa minta bantuanku.”

“Aku tahu. Bukankah itu gunanya teman.” Jawabnya sambil merangkulku.

Sepertinya hari ini Oh Sehun sudah mengeluarkan banyak senyuman mautnya tapi tetap saja tidak berefek apapun padaku haha!

“Ah Nara.”

“Ya?”

“Kalau kau memang temanku, seharusnya kau memaklumi hubunganku dengan Lulu hyung^^!”

Apa!? Anak setan ini?!

“Ya! Oh Sehun! Jangan lari!”

“Kejar aku kaki kecil!”

Ya, aku akan belajar untuk lebih mempercayai temanku sendiri daripada rumor. Apapun keadaannya nanti, aku akan berusaha untuk percaya padanya terlebih dahulu sekalipun itu akan berimbas pahit padaku^^!

 

11 thoughts on “HunHan?!

  1. littlecheonsasss berkata:

    Hahahaha ngegemesin deh FF ini! Buat aku ketawa gak jelas :v. Apalagi yang bagian Sehun ngeluarin kekuatan angin, hahahahahaha!

    Sehun, kasian tau Nara! Masa rambutnya ditarik-tarik? Issh, dasar magnae evil!

    Kalo bisa lanjutin ya thor, tapi kalo FF lain lagi gak papa. Pokoknya terus berkarya ^^

  2. spectrum294 berkata:

    Ueeeeee…mau punya sahabat kayak sehuuun, thor biar gk keabisan ide, aku saranin ceritanya dari debut sampe overdose era, dmn bnyk suka duka ttg exo dan maknae, trs kalo mau ada romancenya jgn kecepetan, biar rada greget gmn gitu jd udh keliatan mereka tuh bf bgt, ttg masalah kris,trs bekhyun, dll lah…pasti jd seru thor, mengingat exo gk pernah keabisan cerita atau konflik xD…#maapthorjdkayakngerequest…tp bagus ceritanya..lanjuuuut

  3. sansanzz berkata:

    waaa aku baru baca serial nya sehun-nara ini sukaaa!! mereka lucuu >__<
    kak buat sehun nya lebih dingin cold guy gitu kak dia kaya bocah gini bayangin dia senyum imut bgt jd senyum senyum sendiri wakaka
    nara juga orang nya gokil gimanaa gitu lah iri sama diaaa /lah/
    ditunggu serial sehun-nara yang lain yaa author!😀

  4. JungRiYoung berkata:

    ngekk banget ni ff bikin gue iri sama nara. wkwk *digampar author*
    Sehunnie jebal kamu jangan gila, kekuatan anginmu hanya ada di mv saja nak /lol/

  5. Athiyyah berkata:

    Huftt, *atur napas*
    Huwaaaaa pengen punya temen kayak Sehun!!! Eh, udah punya deh, gak jadi -.- #plakk

    Ada kemajuan nih, tambah bagus n seru ^^
    keep writing, ditunggu serial RaHun nya ^_^9

  6. amelia berkata:

    waaaa.. itu sehun sama nara lucu banget coba..
    pengen deh punya temen kayak sehun wkk
    tapi sehun radak sakit kayaknya wkk.. masak mbujuk nara pakek kekuatan anginnya itu.. ya ampun tolong hun.. wkk.
    sumpah ffnya kocak thor ^^

  7. Jiel berkata:

    Eheh. Ini tumben-tumbennya aku baca fanfic Korea. Nemu fanfic ini karena search di Google. Dan karena kayaknya bagus, jadi aku baca deh..

    Fic nya bagus, sih. Tapi ada beberapa typo._. Saya lupa typo nya dimana pokoknya ada lah._.
    Trus, ada penggunaan titik yang berlebihan. Kalo menurut saya penggunaan titik paling banyak hanya tiga saja.

    Oh, ya. Adegan favoritku pas sehun menggunakan kekuatan anginnya. Itu kocak sangat!

    Udah, ah. Maaf jika terlalu mengkritik dan kepanjangan ._.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s