One-sided Love

img1403324135370_resized

Judul : One-sided Love

 

 

Author : Lu_llama

 

 

Cast : Park Jiyeon, Byun Baekhyun

 

 

Lenght : Oneshot

 

 

Genre : Romance , Hurt

 

 

Rating : T

 

 

Summary : Aku menyukainya

 

Dia tidak menyalahkan bulan yang muncul lebih cepat hari ini. Dia tidak menyalahkan matahari yang sudah berlalu tanpa pamit. Dia tidak menyalahkan siapapun saat waktu yang ia tunggu-tunggu harus berakhir-lagi. Dia memang memiliki kesempatan untuk terus bersamanya. Dia memang memiliki waktu yang tidak sedikit untuk terus melihatnya-setidaknya untuk beberapa bulan kedepan. Saat acara itu berakhir, itu artinya semua kembali normal. Kesempatan untuk berdiri berdua diatas panggung itu juga harus berakhir-untuk hari itu.

 

 

“Beri selamat untuk Jiyeon dan Baekhyun yang sudah berhasil membawa acara ini menuju puncak kesuksesan”

 

 

Jiyeon tersenyum membalas pujian para kru hari itu. Dan ada maksud lain dari senyumnya saat ia membalas seulas senyum yang Byun Baekhyun berikan padanya. Pria itu selalu mengumbar senyum. Selalu bisa membuat lelucon kekanakan yang kadang membuat para kru tertawa terpingkal dibuatnya. Byun Baekhyun mampu menghidupkan suasana. Dan Jiyeon suka itu.

 

 

2 bulan lalu, Jiyeon ragu saat mendapat tawaran untuk menjadi pemandu sebuah acara musik. Dia sempat ingin menolaknya karena alasan takut tidak bisa menyelesaikannya dengan baik mengingat kesibukannya bersama T-Ara belakangan ini. Juga ia sempat ragu dengan kemampuannya untuk menjadi MC. Namun, hatinya ingin mencoba. Dan hal itu berhasil. Ia bisa membawakannya dengan baik tentu saja bersama partner kebanggaannya. Byun Baekhyun.

 

 

Vokalis dari EXO-K itu bisa membuat kepercayaan diri Jiyeon meningkat. Ia mampu membuat suasana lebih berwarna dan Jiyeon mampu mengikuti alur yang Baekhyun mainkan.

 

 

“Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik Jiyeon-ssi”

 

 

Baekhyun bukan orang yang pasif saat pertamakali bertemu dengan Jiyeon. Hal itu membuat Jiyeon nyaman bersamanya. Dan kebersamaan mereka terus berlanjut.

Bukan hal baru jika Baekhyun dan Jiyeon terlihat bercanda berdua di backstage saat acara berakhir. Bukan pula hal yang aneh saat melihat mereka berdua tertawa bersama saat membicarakan hal yang tidak lucu. Semua itu akan terus berlanjut selama mereka bersama.. Tapi…

 

 

Hari yang berganti terus mengukir kenangan. Jiyeon sempat merasa aneh saat melihat senyum dan tawa Baekhyun hari itu. Dia tidak bisa mengontrol detak jantungnya. Jiyeon tidak mengerti kenapa Baekhyun selalu tiba-tiba muncul dipikirannya. Jiyeon tidak mengerti saat terselip perasaan aneh ketika Baekhyun merangkul pundaknya. Jiyeon tidak mengerti saat tanpa sadar ia terus menunggu telpon atau pesan dari Baekhyun.

 

 

Baekhyun selalu menghubunginya saat ia ingin mendiskusikan masalah pekerjaan meraka. Baekhyun pernah mentraktirnya pizza ukuran jumbo saat ulang tahunnya. Mereka menghabiskan pizza itu berdua didalam mobil menejer Baekhyun saat waktu menunjukkan pukul 2 pagi.

 

 

“Aku takut jika ada kamera yang merekam kita Baekhyun-sii” ucap Jiyeon saat memakan potongan pizza yang kedua.

 

 

Sambil terus sibuk dengan ponselnya Baekhyun tertawa kecil “Tenang saja. Lagipula kita tidak melakukan apapun”

 

 

“Kau tidak tau para netizen diluar sana?” Jawab Jiyeon. Ia mencibir saat mengingat betapa bahayanya seorang netizen itu. Mereka bisa menjadi malaikat dan iblis disaat yang bersamaan.

 

 

Baekhyun berdecak “Kita kan teman. Kedekatan kita hal yang wajar, karena kita teman”

 

 

Saat itu entah kenapa terselip perasaan aneh saat Baekhyun menekankan kata teman diakhir kalimatnya. Jiyeon tidak tau kenapa perasaan sesak itu tiba-tiba menyelubungi hatinya.

 

 

“Aku takut akan menjadi sasaran empuk sasaeng fans EXO terutama fansmu” jiyeon terkekeh

 

 

“Ahhh aku akan melindungimu. Tenang saja. Lagipula, mereka tidak bisa mengontrol kehidupan idola mereka terus-menerus. Idola juga butuh privasi” Baekhyun tersenyum dan Jiyeon membalas senyumnya yang perlahan berlanjut menjadi tawa lepas. Mereka tertawa bersama. Tanpa ada yang tau, salah satu dari mereka memiliki luka gores dihatinya

 

 

Semua terus berlanjut tanpa ada yang tau tentang perasaan Jiyeon. Waktu yang ada hanya bisa menjadi saksi bisu dalam permainannya. Setiap detik jam yang  berlalu menjadi pengiring dalam keterdiamannya. Jiyeon bukan orang yang akan bertindak gegabah hanya karena perasaan itu memegang kendalinya. Namun tidak ada upaya pengelakan, hanya mencoba untuk bertahan dalam sebuah harapan. Untuk saat ini terus terdiam adalah pilihan, anggap saja semuanya akan berlalu dan akan terkikis oleh berjalannya waktu. Namun ternyata semua tetap sama bahkan saat Jiyeon memutuskan untuk menjauh secara perlahan.

 

 

* * *

 

 

“Ayo kita rayakan kesuksesan kita hari ini”

 

 

“Terimakasih atas kerjasamanya selama ini, Baekhyun-ssi, Jiyeon-ssi. Semoga dimasa yang akan datang kita bisa bekerja sama lagi”

 

 

Hari itu semua tertawa gembira. Termasuk Jiyeon dan Baekhyun. Mereka menghabiskan malam bersama disebuah restoran. Mereka seperti keluarga. Tidak ada dinding pembatas antara kru dan para artisnya. Mereka berbagi tawa bersama. Melakukan games konyol, memperebutkan makanan juga tak luput dari bagian acara itu.

 

 

Ada kebahagian tersendiri saat Jiyeon melihat tawa khas dari Byun Baekhyun. Pria itu dengan mata sipitnya mampu membuat Jiyeon tak pernah melepas senyum manisnya.

Mungkin hal wajar saat semua tersenyum gembira malam ini, namun berbeda dengan Park Jiyeon. Dia bisa menyamarkan maksud tersembunyi dari senyumnya.

 

 

“Kau tidak ikut bernyanyi bersama mereka?” Tanya Baekhyun tiba-tiba saat melihat Jiyeon duduk seorang diri dipojok ruangan. Saat ini mereka tengah berkaraoke.

 

 

“Tidak. Tenaga ku perlu diisi ulang. Tidak seperti mereka yang masih powerfull” jawab Jiyeon terkekeh

 

 

“Yaa, mereka terlihat sangat bersemangat”

 

 

“Kau sendiri kenapa tidak ikut bernyanyi Baekhyun-ssi?”

 

 

“Bolehkan jika aku menemanimu?”

 

 

Jiyeon tau itu hanya candaan belaka. Tapi kenapa ia berharap lebih?

 

 

“Lihat ini, apa kalian sulit saat melakukan koreografi seperti ini?” Jiyeon menunjukkan ponselnya yag tengah memutar video dari EXO yang berjudul Overdose.

 

 

“Sedikit. Tapi kami kan terus berlatih”

 

 

“Ini Luhankan? Dia tampan. Ohh,ini pria tinggi ini? Siapa? Kris?”

 

 

“Ya”

 

 

“Wahh, D.O-ssi terlihat manis disini”

 

 

“Kau hafal anggota EXO?”

 

 

“Sedikit. Yang menurutku manis pasti langsung ku ingat”

 

 

“Bagaimana denganku?

 

 

Jiyeon menatap Baekhyun dengan tatapan menyipit “Kau….” kemudian dia menggelengkan kepalanya “tidak tampan juga tidak manis. Kau juga tidak tinggi”

 

 

“Ahh Kaebsong~”

 

 

Jiyeon terkekeh geli melihat wajah Baekhyun yang langsung berubah masam.

 

 

“Aku suka saat kau mengucapkan itu” ucap Jiyeon

 

 

“Benarkah? Kkaebsong~”

 

 

Kemudian mereka kembali tertawa. Namun Jiyeon sedikit tersentak saat tiba-tiba Baekhyun mengelus puncak kepalanya ditengah tawa lepas mereka. Tapi lagi-lagi senyum itu mampu menutupi segalanya.

 

 

 

 

Satu lagi kenangan yang terekam saat itu. Saat ketika dimana malam yang larut dengan udara dingin yang menusuk tulang. Saat acara itu sudah selasi untuk hari itu, Jiyeon memilih istarahat diruang tunggu. Ia setengah tertidur saat itu, namun sedikit terusik saat tiba-tiba Baekhyun mengambil gambarnya yang tengah dalam posisi yang tidak enak dilihat.

 

 

“Ya!Baekhyun-ssi cepat hapus” Jiyeon mencoba meraih ponsel milk Baekhyun. Tapi sang pemilik memainkannya.

 

 

“Lihat ini. Yaampun, ada sesuatu diujung bibirmu. Kalau kau meneruskan tidurmu mungkin ruangan ini sudah penuh dengan air liurmu”

 

 

“Ya! Byun Baekhyun. Cepat hapus”

 

 

Semua kru yang ada disana hanya tertawa melihatnya. Namun aksi kejar-kejaran itu terhenti saat tiba-tiba ada seseorang yang masuk keruangan itu dan pintu yang ia buka menubruk punggung Baekhyun hingga ponsel yang  Baekhyun bawa terjatuh

 

 

“Ya! D.O-ya kau ini!”

 

 

“Oh jweseonghaeyo”

 

 

 

Orang yang dipanggil Baekhyun D.O itu hanya meringis dan tersenyum kecil. Jiyeon juga sedikit menunduk dan membalas senyum D.O

 

 

“Menejer sudah menunggumu Baekhyun hyung”

 

 

Baekhyun dan Jiyeon-yang kebetulan juga ingin kembali ke dorm-berjalan berdua keluar dari studio dengan D.O yang mengintil dibelakangnya.

 

 

“Apa ada kamera yang mengikuti kita? Atau ada sasaeng fans Baekhyun-ssi yang mengikuti kita?” ucap Jiyeon terkekeh

 

 

Baekhyun berdecak “Jiyeon-ssi, kau ini kenapa selalu membicarakan itu? Hanya seperti ini tidak akan menimbulkan scandal”

 

 

“Kau kan idola. Tingkah sekecil apapun tak luput dari kamera pengawas”

 

 

 

“Kau bicara seperti kau bukan seorang idola saja”

 

 

Jiyeon kembali terkekeh. Berada didekat Baekhyun seperti ini semakin sulit rasanya untuk tidak tersenyum semakin sulit rasanya melupakan hal yang seharusnya terlupakan.

 

 

* * *

 

 

“Apa? Taeyeon?!”

 

 

“Mereka kan satu menejemen? Bagaimana bisa?”

 

 

Jiyeon mencuri dengar akan semua pembicaraan itu. Dia mengernyit saat secara samar mendengar nama Baekhyun disebut dalam perbincangan itu.

 

 

“Waahh ternyata Baekhyun menyukai wanita yang lebih tua darinya”

 

 

“Baekhyun dan Taeyeon cuma berbeda 3 tahun”

 

 

Saat itu Jiyeon merasa pasokan udara disekelilingnya menepis. Dia mencoba menarik nafas dalam-dalam karena ia merasa tercekat. Seluruh tubuhnya menegang dan seketika kakinya seolah tidak mampu berpijak. Bayang-bayang wajah dan senyum Baekhyun perlahan menghilang karena matanya sudah dipenuhi oleh kristal bening yang siap untuk jatuh kapan saja.

 

 

Malam itu adalah malam yang buruk untuknya. Bukan karena tidak ada jadwal bersama Baekhyun atau karena tidak melihatnya. Tapi berita mengejutkan itu sukses membuat suasana hatinya memburuk. Dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja perasaan sakit itu terus menghinggapinya. Dia kecewa, tapi ia tidak bisa marah. Ia bukan siapa-siapa bagi Baekhyun. Lagipula saat semuanya berakhir maka kebersamaannya dengan Baekhyun juga akan berakhir. Seharusnya dari awal dia sadar akan hal ini. Baekhyun tidak pernah menganggapnya lebih, bahkan Baekhyun selalu mengingatkan bahwa mereka hanya teman. Tidak lebih. Mereka juga dekat karena tuntutan publik, mereka dekat karena memang sudah seharusnya. Tidak ada arti apa-apa dibalik semua ini.

 

 

Jiyeon tidak ingin berharap lebih. Tapi kenyataannya dia meresa kecewa, dia bahkan menangis. Hatinya menjerit. Ini tidak berlebihan. Sungguh. Karena memang perasaan tak terbalas itu menyakitkan. Jiyeon tidak ingin bersikap egois hanya karena perasaannya. Baekhyun menyukai seseorang, itu haknya. Dan mencintai seorang Baekhyun adalah hak semua orang. Termasuk dirinya.

 

 

“Kau baik-baik saja?”

 

 

Jiyeon tersadar dari lamunannya saat suara lain mengusik ketenangannya

 

 

“Kenapa?”

 

 

Eunjung tersenyum “Saat ini hubungan Baekhyun dan Taeyeon tengah menjadi perbicangan publik”

 

 

Jiyeon mendesah lalu mencoba tersenyum “apa hubungannya denganku?”

 

 

“Jiyeonie, aku tau kau menyukainya. Atau bahkan lebih”

 

 

Jiyeon tidak tau harus bersikap seperti apa. Dia hanya bisa menatap Eunjung dalam diam namun tatapan matanya bisa menjelaskan segalanya.

 

 

“Kau berhak menyukainya. Tapi Baekhyun juga berhak memilih orang yang ia cintai”

 

 

Jiyeon mengerti hal itu. Sangat. Hanya saja, dia tidak bisa mengelak bahwa saat ini hatinya benar-benar kecewa. Jiyeon tidak ingin perasaannya terus berlanjut. Karena ia tau semua akan percuma.

 

 

“Baekhyun sudah menemukan tambatan hatinya. Meskipun diluar sana banyak yang tidak menginginkan semua ini.”

 

 

Jiyeon memejamkan matanya. Termasuk aku. Salahkah?

 

 

“Aku tidak yakin jika kau menjadi bagian dari mereka yang membenci berita ini. Tapi Jiyeon, Baekhyun juga manusia biasa. Dia bukan seorang boneka yang selamanya akan menjadi permainan publik”

 

 

“Aku menganggap Baekhyun sebagai partner terbaikku”

 

 

Jiyeon berusaha tersenyum, meskipun airmata itu mengalir perlahan tanpa bisa dicegah. Jiyeon terdiam, namun isakan kecil mulai terdengar saat ia mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil.

“Aku akan menyerah”

 

 

* * *

 

 

Sebenarnya Jiyeon tidak ingin terlaru larut. Semua tidak mungkin mengubah keadaan. Namun,hari ini ia benar-benar ingin sendiri. Menenangkan pikirannya. Ia tidak ingin melakukan apapun, ia habiskan harinya dikamar seorang diri. Jiyeon sempat terkekeh saat mendengar Eunjung mengucapkan kekahwatirannya saat akan meninggalkan Jiyeon sendiri di dorm.

 

 

“Hey! Jangan menyakiti dirimu hanya karena masalah ini. Aku tidak ingin, ada berita tentangmu yang mengatakan “Jiyeon T-Ara ditemukan tewas gantung diri dikamarnya” ingat itu!”

 

 

“Eonni,kau pikir aku sebodoh itu”

 

 

 

Jiyeon merabahkan diri diatas tempat tidur. Menatap langit-langit kamar dalam diam.

 

 

“Kini beredar foto mesra Taeyeon dan Baekhyun yang tengah berkencan didalam mobil. Dan yang lebih mengejutkan disalah satu foto itu  terlihat bahwa mereka diduga tengah berciuman”

 

 

Jiyeon melempar asal ponsel miliknya ketika membaca sebuah artikel diinternet yang kembali membuka lukanya. Foto-foto yang terlihat disana membuat hatinya kembali teriris.

 

 

 

“Aku menyukainya. Tidak salahkan? Aku tidak ingin bersikap egois dengan menentang hubungan itu. Memangnya aku siapa. Baekhyun memang bukan orang lain. Dan aku juga bukan seseorang yang spesial baginya. Kehadirannya yang membuatnya spesial dimataku. Selama ini aku mengharapkan hal konyol. Menyukai seorang Baekhyun memang tidak salah. Tapi sebuah kesalahan saat kau tidak bisa menempatkan posisi dirimu. Selama ini aku hanya diam. Aku tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan kenyataan. Tapi kenapa, harus seperti ini, Baekhyun. Pertanyaan bodoh sempat terlintas diotakku “kenapa bukan aku?”. Bodoh. Kebersamaan ini akan segera berakhir. Aku janji akan menghapus semuanya. Aku sudah harus menyerah. Byun Baekhyun”

 

 

Satu tetes airmata itu jatuh, kemudian semakin bertambah saat ia berusaha menahannya. Ini sulit. Dengan satu tarikan nafas, Jiyeon bangkit dari tidurnya. Meraih mantel, kacamata hitam, syal juga topi miliknya. Ia ingin mencari udara segar, tidak ia pedulikan jika kini waktu menunjukan pukul tengah malam.

 

 

* * *

 

 

Tidak akan ada yang tau jika gadis yang duduk seorang diri dipinggir sungai Han itu adalah seorang idola. Park Jiyeon. Member girlgroup T-Ara

Dengan penyamarannya ia berharap tidak ada yang tau ia disini. Dan syukurlah jika saat ini taman sungai Han dalam keadaan sepi. Sebenarnya Jiyeon bisa saja mencari teman curhat untuk berbagi ceritanya. Ia juga bisa mencari kesibukan lain untuk melupakan masalahnya. Tapi ternyata Jiyeon memilih untuk sendiri. Ia ingin memendam semuanya sendiri. Ia tidak ingin orang menganggapnya berlebihan,atau bahkan bodoh karena hanya masalah ini. Semua orang juga tau Jiyeon bukan siapa-siapa bagi Baekhyun. Mereka terlihat mesra hanya karena tuntutan pekerjaan tidak lebih. Dan kedekatan mereka selama ini, sepertinya hanya Jiyeon yang berharap lebih.

 

 

 

“Kau Jiyeon kan?”

 

 

 

Jiyeon menoleh, mengernyit menatap pria yang tidak lebih tinggi darinya itu.

 

 

“Eoh? Kau D.O EXO-K? Aku benar?”

 

 

Laki-laki itu tersenyum kecil. “Sedang apa kau disini? Sendiri?”

 

 

Jiyeon mengalihkan tatapannya “Ya sendiri. Hanya mencari udara segar” ucapnya sedikit terkekeh

 

 

“Udara segar? Malam-malam begini? Yang ada kau akan sakit”

 

 

Jiyeon mengangkat kedua alisnya “Lalu apa yang kau lakukan malam-malam begini disini D.O-ssi?”

 

 

“Aku bukan mencari udara segar. Aku ingin menjemput mereka” D.O mengarahkan tatapannya ada sekelompok pria disana yang tengah bermain basket.

 

 

Jiyeon mengikuti arah pandang Kyungsoo.

 

 

“Aku duluan”

 

 

“Eoh ya” Jiyeon menoleh dan mendapati D.O sudah berlalu

 

 

Tatapan Jiyeon terus mengekori D.O yang tengah menghampiri teman-temannya. Dan dia sempat tersentak saat melihat pria yang selama ini mengusik pikirannya berada ditengah-tengah mereka. Pria yang memakai kaos merah dengan celana jins selutut juga sepatu ket berwarna putih.

 

 

 

Byun Baekhyun? Oke cukup. Disaat ia ingin melupakan pria itu kenapa ia malah melihatnya. Dan Jiyeon merutuki diri sendiri karena bisa mengenal Baekhyun dari jarak yang tidak dekat. Dengan perasaan yang semakin berat, ia melangkah pergi darisana.

 

 

 

“Jiyeon-sii!”

 

 

Jiyeon yang sudah berbalik dan berlalu darisana menghentikan langkah saat mendengar suara familiar itu. Ia tidak ingin berbalik namun hatinya berkata lain. Perlahan ia membalikkan tubuhnya. Dan wajah Baekhyun sukses membuatnya tercekat untuk kesekian kalinya.

 

 

“Sedang apa kau disini?”

 

 

Pria itu bahkan tidak menghilangkan senyumnya. Senyumnya yang berusaha Jiyeon enyahkan dari pkirannya.

 

 

“Aku? Tidak ada” Jiyeon memaksakan untuk tersenyum. Ia berusaha bersikap senormal mungkin.

 

 

“Kau sendiri?”

 

 

“Ya.”

 

 

 

“Wahh bagaimana jika ada yang mengikutimu? Mau ikut bergabung? Bersama anak EXO lain?”

 

 

 

“Tidak usah”

 

 

 

“Tidak apa. Ayo!” Baekhyun menarik tangan Jiyeon darisana.

 

 

Jiyeon ingin menangis saat ini juga. Kenapa harus pria ini? Kenapa harus Baekhyun-Seseorang yang selalu menebar tawa disetiap penampilannya-yang membuatnya menangis.

 

 

“Baekhyun-ssi lepaskan. Aku tidak mau!”

 

 

Baekhyun terus menuntunnya dan Jiyeon semakin tidak tahan.

 

 

“Lepaskan!”

 

 

Satu hentakan dan Jiyeon berhasil melepaskan diri. Baekhyun tersentak. Ia memandang Jiyeon yang menatapnya dingin.

 

 

“Maaf aku-”

 

 

 

“Cukup Baekhyun-ssi. Aku ingin mengatakan satu hal padamu”

 

 

Jiyeon menarik nafas panjang. Ia berusaha menahan gejolak hatinya.

 

 

“Hentikan sampai disini” ucapnya dan Baekhyun terdiam dengan alis yang bertaut.

 

 

“Aku ingin kita bersikap seperti orang yang tidak saling kenal”

 

 

“Apa?”

 

 

“Aku ingin menyerah. Maksudku…”

 

 

Jiyeon menghentikan ucapannya. airmatanya sudah siap jatuh namun ia harus menahanya. “Dengarkan aku. Maaf. Aku minta maaf jika aku benar-benar kekanakan. Tapi…..aku….menyukaimu”

 

 

 

Jiyeon bisa melihat sorot keterkejutan dimata Baekhyun.

 

 

 

“Aku tidak butuh jawabanmu. Karena aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku saja. Ini memang konyol. Aku tau. Maaf jika kau merasa terbebani. Tapi aku sudah menyerah”

 

 

Pertahanan Jiyeon runtuh saat itu juga. Airmatanya tidak dapat dibendung lagi.

 

 

“Selamat atas hubungamu” satu tetes airmata kembali jatuh “Aku sudah mengakhiri perasaanku. Maaf dan terimakasih” dua tetes airmata kembali jatuh “Kau tidak perlu khawatir, perasaan ini tidak akan mengganggumu. Aku jamin”

 

 

“Aku bukannya tidak memiliki harga diri. Aku juga tidak ingin mengemis agar kau memblas perasaanku. Aku….hanyaa….aku tidak tau kenapa aku tidak suka melihat berita itu..aku…maaf” Jiyeon benar-benar tidak bisa menahan semua emosinya. Dia menunduk dan terisak dalam diam.

 

 

 

“Setelah ini, anggap saja semua ini tidak pernah terjadi. Karena aku ingin kita bersikap seperti tidak saling kenal. Aku ingin memulainya dari awal. Maaf dan terimakasih”

 

 

 

 

Bersamaan denga airmata yag terus membasahi pipiya, Jiyeon melangkah pergi darisana. Meninggalkan kenangan juga rasa sakitnya. Ia harap setelah ini esok kan lebih baik.

“Aku pasti sudah gila”

 

 

Sedangkan Baekhyun? Ia tidak bisa mengatakan apapun. Ia bahkan tidak bergerak dari posisinya. Ia terus memandangi punggung Jiyeon yang berjalan menjauh hingga akhirnya hilang ditengah kegelapan malam. Baekhyun tidak pernah menyangka jika hal ini akan terjadi. Dia….

 

 

 

Jauh dibelakang sana seseorang memperhatika mereka dalam diam. Dia mendengar semuanya.

 

 

* * *

 

 

Saat kenyataan itu hadir dan menjawab semua pertanyaan yang ada, tidak ada lagi yang harus terungkap. Saat semuanya terungkap tidak bisa ada lagi pengelakan. Semua pertanyaan telah terjawab.

 
“Kenapa bukan aku?”

 
Jawabannya terlalu sederhana jika dibanding dengan sebuah penantian harapan semu yang selama ini bergelayut.

 
“Karena dia bukan untukmu”

 

 

Sesimple itu.

 

 
Setidaknya semua sudah terjawab. Meski terkadang perasaan kecewa itu terlalu besar dan terus mengusik. Sulit adalah ketika saat semua keluhan tidak bisa terlontar. Kecewa adalah ketika saat semua terasa sulit bahkan hanya untuk terus berdampingan.

 

“Jiyeon-ssi, ayo kita ambil selca bersama”

 

 

“Jiyeon-ssi  aku belum makan pagi ini, mau makan bersama?

 

 

“Jiyeon-ssi  aku tidak akan pergi jika menejerku belum menemukan kaos kaki kesukaanku”

 

 

“Kau tau Jiyeon-ssi  aku tidak pernah tau jika ada orang yang lebih konyol dari Kris”

 

 

“Ahh kkaebsong~”

 

FIN

 

Huwaaaa,kalian udah denger rumor tentang Baekhyun kan? Jujur aku masih gak relaa… meskipun dia bukan bias utama ku tapii tetep aja….ngerasaa anehhh… pokoknya aku gak relaa..😥 egoiskah? Aku tau aku jahat kalo mengharapkan mereka gak berlanjut..ahh pokoknya aku galau.. maaff ya buat shipernya mereka. Aku cuma pengen jadi orang yg gak munafik dengan mengungkapkan yg sebenarnya.

Entah itu feelnya dapet apa nggak .-.

Aku cuma menuangkan imajinasiku. Apa para Baekhyun stan merasakan hal yg sama dengan Jiyeo??. huhuu..

 

 

Kejadian diatas hanya fiksi belaka! Komen?

 

5 thoughts on “One-sided Love

  1. indahtentiana berkata:

    aaaaa aku baekyeon shipper . bias utamaku baaekhyun malah . tapi aku benerbener bahagia tau baekyeon pacaran . gak munafik lhoo . gpp , perasaann gak rela itu wajar sih , yang penting janngan sampe kaya fans2 yg bashing taeyeon . aku bilang gini bukan sbg baeyeon shipper , tapi sebagai seorang fans yg menurutku berperilaku sewajarnya . kayak kata2 yang ada di ffmu . setiap orang punya kehidupannya masingmasing . mau itu idol atau org biasa tetep aja mereka manusia kan ? manusiawi menurutku kalo mereka pacaran . mereka gak mungkin selamanya bakalan jadi penghibur buat kita kan ? itu aja sih . maaf kalo ada. kata yang menyinggung atau menurutmu sok bijak tapi mulai agak keganggu aja sama org2 yg bashing taeyeon . aku cuma curcol ajaaaaa . huhuuuu . but nice ff ^^

  2. adezenianggraeni berkata:

    Waaaah aku suka~
    Thor buat ff JiyeonEXO semacam gini dong, yang idol life. aku suka banget, tapi jangan sad ending jebbal~

    author SEMANGAT😀

  3. Tridha Arisyantia berkata:

    bias ku baekhyun tp aku bukan BaekYeon shipper,..
    buat aku sih ga mslh BaekYeon dating coz kebahagian baekhyun lebih penting dan seperti kata di ff mu ini idola jg manusia biasa yg mempunyai kehidupan’a masing2, mreka berhak memilih siapapun pasangan hidup mreka..klo memang baekhyun bahagia bersama taeyeon aku sih dukung2 aja hehe🙂
    oia aku suka ff mu, cerita’a bagus & feel’a jg dapet😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s