MY PERFECT ALIEN Chapter 4

PicsArt_1398509300181

 

Nama : Oh jaesin

 

Judul cerita : MY PERFECT ALIEN

 

Tag : oh Sehun (exo), yeo Junhee (oc)

 

Genre : Romance fantacy

 

Ratting ; T

 

Length : Chapter

 

Catatan author : Ini ff fantasy pertama yang saya buat. ff ini terinspirasi dari drama ” you who come from the star “.tapi saya berani jamin ini benar benar akan berbeda dari drama itu. itu saja semoga para readers sekalian bisa memaklumi jika ada beberapa kesalahan dalam ff ini ^^

 

HAPPY READING^_^

JunheePOV

Kulangkahkan kakiku disepanjang jalan padat kota seoul. Ini masih jam setengah delapan, aku tak perlu tergesa gesa untuk kesekolah, karna pelajaran baru akan dimulai setengah jam lagi.

Ini benar benar pagi yang cerah, secerah hatiku pagi ini. Kalian tahu ?aku akhirnya bisa mengganti seragam Sehun dan itu artinya aku tak perlu lagi berurusan dengannya.

Flashback

“ hah… hah… hah… “ Junhee menarik napas cepat karna habis berlari. Ini semua karna Sehun.Junhee yang dengan jelas melihat Sehunberjalandibelakangnya mendadak panic bukan main

Awalnya dia memang hanya mempercepat langkah kakinya namun begitu merasa kalau Sehun tak terlihat lagi Junhee segera berlari sekuat tenaga menuju gerbang sekolah.

“se.. hah hun.. dia..kenapa dia mengikutiku ?” Junhee hanya bermonolog ria sambil sesekali berusaha mengatur laju napasnya yang benar benar kacau.

Junhee mengedarkan pandangannya kesekeliling.“ hah.. untung dia tidak mengikutiku “

.

.

.

.

Junhee duduk temenung didalam bus menuju tempatnya bekerja.Sedari tadi yoja bertubuh mungil itu larut dalam pikiran pikirannya sendiri.Semua isi kepalanya kini penuh dengan SehunSehun dan Sehun.

“ kenapa dia mengikutiku tadi ?”

“ apa dia tahu kalau aku meliatnya waktu itu ?”

“ aisssshhh bagaimana ini “

“ bagaimana kalau dia… ANDWEEEEEEE !”

Junhee tanpa sadar berteriak kencang saat berpikir apa yang akan Sehun lakukan padanyajika memang apa yang dipikirkannya itu memang benar terjadi. Alhasil seluruh penghuni bus menatap lekat kearah Junhee.

“ choesonghabnida “Junhee hanya bisa bergumam maaf dan membungkuk beberapa kali pada penumpang bus yang lain.

“ aissshh pabo “ rutuknya sambil memukul ringan kepalanya sendiri.

.

.

.

.

.

Tak lama berselang Junhee akhirnya sampai ketempat tujuannya.Sebuah restoran kecil dengan dinding yang hampir seluruhnya adalah kaca.Bunga berbagai warna tersusun dengan indahnya disudut kiri dan kanan restoran.

“ kenapa hanya melamun oh ?”

“ oh ? hehe.. aku tidak melamun menejer “Junhee sedikit kaget saat menejer tempatnya bekerja menyadarkannnya dari lamunannya.

“ masuklah, apa kau mau berdiri seharian disana ?”

“ne… arassoyo “

Dan kesibukan Junhee pun dimulai.Pekerjaan sebagai seorang pelayan restoran memang cukup melelahkan untuk gadis bertubuh mungil seperti Junhee.Tapi itu semua bisa sedikit diatasi karna suasana di restoran ini.

Restoran yang tampak asri dengan taman taman bunga kecil disekelilingnya. Ditambah lagi dengan pemandangan sungai Han yang tepat berada didepan restoran ini.Angin lembut yang bertiup, saup saup suara burung yang berkicau disana sini semakin membuat suasana direstoran ini semakin indah.

Bukan hanya itu, Junhee juga sangat menyukai teman teman sesama pelayan disini, semua orang baik padanya tak terkecuali menejer restoran ini sendiri.

.

.

.

Tak terasa sekarang sudah hampir pukul enam tepat. Suasana semakin riuh dengan kedatangan orang orang yang ingin menikmati matahari terbenam ditepi sungai han.

Air jernih sungai han perlahan berubah orange keemasan, lampu lampu taman menampakan wujud mereka dengan berbagai warna kelap kerlip yang indah. Siapapun tak akan bosan menghabiskan waktunya ditempat seindah ini.

“ apa kau tak punya pekerjaan lain selain melamun ?” seorang namja dengan senyum manis mendekati Junhee yang tengah duduk melamun dikursi pojok restoran

anieyo

“ apanya yang tid-, ahh.. aku tahu, kau pasti sedang melamunkan pacarmu kan ?”

“ onew oppaaa “ Junhee mempotkan bibirnya kesal karna dituduh yang bukan bukan oleh Onew. Onew adalah menejer sekaligus pemilik restoran ini.Jangan menganggapnya tua dulu karna dia menjabat sebagai seorang menejer.Namja yang cukup tinggi dengan wajah tampan itu memiliki umur yang tak jauh berbeda dengan Junhee.Kerja kerasnyalah yang bisa membuatnya menjadi pemilik restoran ini di usia yang relative muda.

“ kkk.. kalau bukan pacar lalu apa yang kau pikirkan oh ?” Onew semakin gencar menggoda Junhee yang tampak kesal.

“ bukan apa apa “

“ ayolah ceritakan padaku, mungkin aku bisa membantu “

“ sirho “

“ yak ! yeoJunhee, aku ini bos-mu “

“ ya, oppa memang bos-ku, dan tugas seorang bos adalah mengurusi urusan restoran, bukan urusan pribadi karyawannya “ Junhee menunjuk papan kecil tepat dibelakang Onew “ ingat dengan peraturan yang kau buat sendiri kan oppa ? “ lanjutnya dengan senyum manis yang terkesan sangat mengejek.

Onew mendengus kesal “ kau selalu saja bisa membantah perkataanku “

Junhee terkikik kecil melihat tingkah menejernya ini. Dia memang menejer, tapi sikapnya sama sekali tak menunjukan itu. Onew terlalu baik untuk ukuran menejer.

“ ini bukan masalah penting oppa, jadi kau tak perlu khawatir soal ini “ Junhee tersenyum manis kearah Onew.

“ saat kau bilang jangan khawatir, justru saat itulah aku akan khawatir, Junhee “

“ ini sama sekali tak penting oppa “

“ lalu kenapa kau memikirkannya kalau itu memang tak penting ha ?”

“ memang apa salahnya kalau aku memikitkan itu “

“ itu salah. Karna kau membuatku khawatir “

“hhhhh” Junhee mendesah pasrah, selalu saja seperti ini, Onew akan selalu memaksanya untuk mengatakan semua masalahnya padanya, Junhee memang senang karna semua perhatian Onew itu, tapi Junhee juga tak enak hati jika terus terusan membebani Onew dengan masalah yang harusnya ia tanggung sendiri.

“ mau cerita ?” tanya Onew lembut diselingi senyuman manis. Onew tahu saat Junhee mendesah pasrah seperti itu, sudah pasti dia yang menang, dan pastinya Junheeakan segera bercerita tentang masalahnya sekarang.

“ apa aku punya pilihan ? oppa pasti tak akan menyerah sampai aku mengatakannya bukan ?”

“ itu kau tahu “ Onew tekekeh senang “ sekarang cepat ceritakan “ lanjutnya sambil membenahi posisi duduknya. Onew terlihat seperti anak usia enam tahun yang sedang menunggu dibacakan cerita pengantar tidur, sungguh kekanakan.

“ aku harus mengganti baju seragam temanku yang terkena noda karna ulahku oppa “ Junhee tertunduk lesu “ oppa tahu kan seragam sekolahku sangat mahal, aku sedang berpikir bagaimana caranya untuk mengganti seragam itu secepat mungkin “

“ apa dia memintamu untuk menggantinya secepat mungkin ?”

“ tidak… dia bahkan memperbolehkanku untuk membayarnya kapanpun aku bisa.. tapi~” Junhee menjeda kata katanya membuat Onew menautkan kedua alisnya bingung

“ tapi apa ?”

“ aku ingin segera menggantinya… agar aku tak perlu berurusan lagi dengannya oppa “ Junhee semakin tertunduk lesu, Onew yang melihatnya kemudian tersenyum kecil

“ aku yang akan menggantinya “

Junhee segera mengangkat kepalanya kemudian menggeleng gelengkan kepalanya cepat       “ ani oppa, tidak perlu !aku masih punya uang tabungan jadi tidak usah “

“ tabungan yang mana oh ? tabungan yang hanya berisi beberapa ratus ribu won itu ? kau tak lupa kan kalau seragam itu berharga beberapa juta won lebih ?

“ oppaaaa “ Junhee mempoutkan bibirnya mendengar ucapan onew, ucapannya kelewat benar, tabungannya tak akan mungkin bisa mengganti seragam yang rusak itu.

“ aku tidak menerima penolakan Yeo Junhee.. kau itu pegawaiku, dan itu artinya kau juga tanggung jawabku, arasso “

“ o- oppa” Junhee menatap Onew dengan mata berkaca kaca, sungguh Junhee sangat berterima kasih karna kebaikan Onew padanya. Dia hanyalah seorang pegawai tapi Onew memperlakukannya seolah dia adalah bagian dari keluarganya.

“ oh ? aku terlihat sangat keren bukan ? bahkan kau sampai ingin menangis terharu seperti itu.. hahaha kau memang sangat keren Onew “

“ hisss… oppa pabo “ Junhee yang mendengar onew membanggakan dirinya hanya mendengus kecil sambil tersenyum kearah Onew.

Ya, tersenyumlah, tersenyumlah seperti itu Junhee – gumam Onew dalam hati saat melihat Junhee yang tersenyum manis kearahnya. Ketahuilah, jauh dilubuk hati Onew,Junhee punya tempatnya sendiri. ^.^

.

.

.

.

.

Author POV

Tak lama berselang Junhee akhirnya sampai. Sekolah sudah tampak ramai karna sebentar lagi memang pelajaran akan segera dimulai. Junhee mengedarkan pandanganya disekitar tempat parkir sepeda.

“ dia sudah datang rupanya “ Junhee menatap sepeda yang digunakan Sehun telah terparkir dengan rapih bersama sepeda murid murid lain disampingnya.

Junhee kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas, terlalu asik hingga tak sadar orang yang sedang memperhatikannya dari lantai tiga sambil menampilkan smirknya.

.

.

.

Pelajaran dimulai, semua murid nampak memperhatikan penjelasan dipapan tulis, sedikit bingung memang, tapi mereka mencoba untuk tetap memperhatikannya, biologi benar benar butuh perhatian khusus, sama halnya dengan guru matematika dan bahasa inggris, guru biologipun tak kalah sadisnya, tidak memperhatikannya saat menjelaskan sama saja meminta untuk mengepel seluruh lantai tiga dengan kain pel, bayangkan betapa sakitnya punggungmu jika harus mengepel seluruh lantai tiga dengan kain pel. Oh god Membayangkannya saja seluruh murid lansung merinding takut.

Sama seperti murid yang lainSehunpun memperhatikan pelajaran dengan seksama, jujur saja ini agak membosankan, tapi Sehun berusaha untuk tetap memperhatikannya. Lagi pula suasana kelas juga cukup mendukung, tak ada seorang pun yang berbicara sejak saat pelajaran dimulai, dan Sehun suka itu.

Cukup lama berselang, pelajaran biologi akhirnya selesai.Dan neraka Sehunpun dimulai.Selepas kepergian kang seonseng keadaan kelas kembali normal seperti semula, Sehun hanya bisa menghembuskan nafas pasrah sambil menutup kedua belah matanya karna keadaan ini. Tapi apa yang harus dia perbuat ?bilang bahwa mereka sangat berisik ? hah !mereka bahkan hanya berbisik kecil.

Sehun masih terus menutup matanya hingga suara yang begitu dikenalnya tiba tiba saja menyapa indra pendengarannya. Dalam sekejap Sehun membuka mata

“ Sehun ssi “ itu Junhee, entah bagaimana kejadiannya hingga Junhee sekarang berdiri tepat didepan Sehun, seluruh murid seketika bungkam karna Junhee yang berani beraninya mendekati Sehun. dapat terdengar makian makian kecil yang keluar dari mulut mereka semua.

Seperti biasa, Sehun hanya diam tak memperdulikan Junhee yang berdiri tepat dihadapannya.

“ i-ini “ Junhee dengan gugup meyodorkan amplop putih kearah Sehun “ untuk menggati bajumu “ lanjutnya

Sehunmengalihkan pandangannya pada amplop putih yang junhee berikan padanya dan kembali lagi menatap Junhee dengan wajah datar andalannya,

Karna merasa percuma menunggu jawaban Sehun, Junhee akhirnya hanya meletakan amplop itu dan bergegas pergi meninggalkan meja Sehun.

“ kau “ Junhee seketika membeku. Apa lagi ini ?bukannyaJunhee sudah mengganti baju Sehun. tapi kenapa namja itu memanggilnya lagi ? oh tidak, jangan katakan semua yang dipikirkannya tentang Sehun akan terjadi.

Junhee membalikan tubuhnya dengan gugup “ W-we ?” tanya Junhee, dapat terdengar dengan jelas nada takut dari kata katanya

“ ambil kembali uangmu “

Semua murid membuka mulut mereka lebar lebar mendengar ucapan Sehun.Dengan dinginnya Sehun menyuruh Junhee mengambil kembali uangnya.

“ mwo ?” Junhee bertanya memastikan bahwa yang didengarnya memang tak salah sama sekali “ a-aku hanya ingin mengganti bajumu se-Sehun ssi “

Sehun berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pelan menuju Junhee dengan tatapan tajam yang menusuk tepat kearah Junhee.

Junhee yang melihat Sehun berjalan mendekatinya malah mundur dengan langkah gugup, tapi oh ini memang hari sialnya, meja dibelakangnya benar benar tak memperbolehkan langkah kakinya berlanjut menjauhi Sehun.

Sehun semakin mendekat hingga akhirnya tepat berada dihadapan Junhee.Karna tubuh Sehun yang memang sangat tinggi terpaksa namja itu menundukan sedikit wajahnya untuk menatap tepat kedua iris mata Junhee. Sedangkan Junhee hanya menutup kedua belah matanya !hey mau apa kau ha ?! kau tak sedang menunggu Sehun menciummu kan ?

Para siswi menjerit histeris melihat tingkah Sehun, oh no, apa yang akan terjadi selanjutnya ?jangan katakan kalau Sehun akan mencium Junhee ! TIDAAAKK !para siswi sontak meneriakkan kata tidak dalam hati mereka masing masing. Itu tak boleh terjadi, tidak sedikitpun !

“ YeoJunhee “ merasa dipanggil Junhee langsung membuka kedua iris matanya, dan saat terbuka Junhee dapat melihat kedua iris coklat Sehun dari jarak yang benar benar dekat. Napasnya tercekat. Tubuhnya seakan membatu untuk sesaat hingga….

“ aku tak butuh uangmu “

.

.

.

.

.

Author POV

Aaaaarrrggghhhh, Sehun !dia benar benar sangat keterlaluan, aku tahu dia itu kaya tapi apa harus di berkata seperti itu ?

Aku sudah dengan sangat sopan memberinya uang untuk mengganti bajunya yang tak sengaja rusak karnaku. Tapi apa yang kudapat ?!dia menyebalkan !!

Awas saja nanti kau oh Sehun

Junhee terus saja memaki Sehun dalam hati atas sikapnya yang kelewat dingin atau mungkin lebih tepat dikatakan kurang ajar.

Walau bagaimanapun sebenarnya Junhee sudah sangat baik dengan memberinya uang ganti rugi atas baju yang bahkan tak sengaja dirusaknya, tapi yang didapatnya malah sikap dingin Sehun.

Sungguh, jika Junhee tak mengingat kata kata kepala sekolah tempo hari soal Sehun yang adalah pewaris sekolah ini, Sehun benar benar akan mendapat tamparan keras dipipi karna ucapannya. . Tapi oh, ayolah Junhee… jangan berpikir untuk main main dengannya, kau tak lupa kan Sehun itu siapa ?jangan bilang kau lupa fakta penting bahwa Sehun bukanlah manusia sembarang

Sehun memang tak butuh uang itu, namja tinggi itu malah menyuruh Junhee untuk mengganti bajunya dengan baju yang lain. Itu wajar , tapi apa perlu sampai caranya seperti itu ? Sehun bisa saja mengatakannya baik baik tanpa harus mempermalukan Junhee seperti tadi !oh.. jangan ingatkan Junhee soal kejadian tadi yang seolah olah membuat Junhee seperti yoja gampangan yang sedang menunggu ciuman Sehun pada kedua belah bibirnya. Mengingatnya hanya akan membuat Junhee darah tinggi

Junhee berjalan dengan langkah kaki yang dihentak hentakkan keras sambil menenteng sebuah papper bag ditangannya.Junhee baru kembali dari S-MART.Sebuah toko di SEOUL IHS yang khusus menjual perlengkapan sekolah, ya termaksud seragam tentunya.

Dengan langkah kesal Junhee semakin mempercepat langkanya menuju kelas. Urusannya dengan Sehun harus segera selesai, harus !dan jika dilihat dari tingkahnya sepertinya Junhee memang melupakan fakta penting tentang Oh Sehun.

.

.

.

.

.

Disisi lainSehun kembali dengan aktifitasnya duduk dikursi tanpa berniat pergi sedikitpun, ini adalah jam istirahat tapi kelas Sehun justru bertambah ramai. Sangat banyakyoja yang berebut ingin melihat Sehun, setelah kejadian tadi entah kenapa pesona Sehun semakin membuat para murid yoja tergila gila padanya.Sikap dinginnya, wajah tenangnya semakin terlihat menyilaukan mata mereka.

Mereka semua tak perduli dengan perut mereka masing masing yang sudah sangat tersiksa karna kosong tak berisi sama sekali. Tapi apa daya, Sehun terlalu mempesona untuk ditinggalkan demi makanan dikantin.

Sehun memang sudah kembali keaktifitas semula setelah acara mempermalukan Junhee tadi. Entah apa yang dipikirkan Sehun sampai melakukan hal seperti itu, tapi toh itu sudah terjadi, lagi pula dia benar kan ?seragam harus diganti dengan seragam bukan dengan uang.

Haisssszz Oh Sehun pabo, menyebalkan

Awas saja aku akan melemparkan seragam ini tepat diwajahnya

Sehun mengerutkan dahi mendengar seseorang menyebut namanya dengan aksen kesal yang sangat kentara, suara ini ?cih, apa dia bilang tadi ? melempar seragam itu tepat diwajahku ? kita lihat saja nanti Yeo Junhee

Tak lama setelah itu, sang pemilik suara pun akhirnya muncul, Yeo Junhee muncul tepat didepan Sehun dengan gurat wajah yang penuh emosi

Sehun tahu Junhee pasti akan segera melempar paper bag yang ada ditangannya sekarang. Dan dugaannya memang tak salah, Junhee langsung mengarahkan paper bag itu kearahnya.Namun sebelum itu Sehun segera bangkit dari duduknya.

Junhee melonjak kaget melihat Sehun yang tiba tiba berdiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh mungil Junhee

Oh, tidak lagi !–batin Junhee takut

Jangan bilang bahwa Sehunakan melakukan hal yang sama seperti tadi, Junhee matilah kau

Junhee menenggak salivanya kasar, takut sekaligus gugup berhadapan dengan Sehun dalam jarak yang benar benar sangat dekat, ditambah lagi mata itu, mata yang mampu membuat sekujur tubuhnya mendadak lemas tak bertenaga.

Junhee, tidak !tidak lagi, kali ini kau harus melawan !– Junhee memantapkan hati, kali ini dia tak boleh kalah lagi, demi apapun Junhee rela ditelan bumi sekarang juga kalau harus menanggung malu seperti tadi untuk kedua kalinya.

“ YeoJunhee “ Sehun mendekatkan wajahnya lebih dan lebih lagi kearah Junhee

Junhee ingat jangan tutup matamu lagi !Junhee yang mendengar Sehun kembali memanggil namanya dan mempersempit jarak diantara mereka kembali menguatkan hati dan mengumpulkan tenaga melawan Sehun

“ we ? kau kira aku akan menutup mata lagi seperti tadi ha ?! tidak oh Sehun. tidak kali ini. Apa kau pikir aku takut padamu ha ?! “

Sehun mengeluarkan smirknya mendengar ucapan Junhee, oh apa dia bilang tadi ?tidak takut ? kita lihat berapa lama kau bisa tetap pada pendirian itu Junhee.

“ cih, jangan menampakkan senyum bod- “

“ YeoJunhee “ ucapan Junhee terpotong ketika Sehun sekali lagi memanggil namanya. Sehun kembali mempersempit jarak mereka berdua hingga akhirnya wajah Sehun tepat berada disisi kiri telinga Junhee

“ kau tak lupa kan siapa akuJunhee ?“ Sehun berbisik kecil ditelinga Junhee.Junhee menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Sehun, tapi itu tak lama hingga..

“ di taman. Apa kau lupa ?”

“ M-mwo ?”

.

.

.

.

.

.

TBC

 

 

 

 

 

11 thoughts on “MY PERFECT ALIEN Chapter 4

  1. littlecheonsasss berkata:

    Waha Sehun tau kalau Junhee itu tau dia alien tampan😛.

    Kenapa pendek banget ni? -,-. Panjangin lagi dong thor! Aku suka baca ni FF. Jadi plis panjangin + lanjutin secepat”nya yang author bisa. #maksa. Hehehehehehe

  2. sagita pyromaniacs berkata:

    baru baca part ini,, daebak thorr…. Cepet lanjut dan panjangin lg hehehe,, aku suka karakter sehun,, tp karakter cewek.y itu trllu biasa thor,, *gakniatngebash* ,, ok ok fighting thor🙂

  3. faridah hayati berkata:

    omooo~~~ ini makin makin makin serrruuu… next ya.. jngn lama2 .. tp agak di panjangin ya thor.. #maksa!,ehh gak juga.#plakss.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s