Let The Fate Lead Me (chapter 5)

poster let the fate lead me 1

 

Tittle : Let The Fate Lead Me

Author : Cicil

Cast : exo’s Luhan and GG’s Jessica

Other cast : exo and gg members

Rating : G

Genre : romance

Disclaimer : all belong to GOD

Summary :

 

Saat Siang datang, Jessica kembali duduk di bangku penonton dan menyaksikan latihan anak-anak ekstrakulikuler sepak bola tengah berlatih. Termasuk Luhan di sana. Tapi ia melihat mata kelam itu menjadi lebih kelam dari biasanya, dan wajahnya semurung awan hujan. Ada yang terjadi pasti.

Jessica mengambil langkah secepat kilat ketika jam latihan sepak bola kunjung menemukan akhir.Ia berdiri hendak menghalangi jalan Luhan. laki-laki itu mendongak menemukan wajah dingin Jessica.

“Apa?”

Jessica tidak menjawab justru menarik lengan kurus itu mendekati deretan bangku penonton.Berusaha sejauh mungkin dari kumpulan cowok-cowok klub Luhan dan pelatih.

“Aku mau tanya,”

“Tidak boleh.”

“Mwo?Waeyo?” Luhan tertawa sekeras yang ia mampu, melihat tampang melongo Jessica. Ia terlalu hobi membuat usil bahkan saat raut gadis itu tengah serius.

“Ya!Jangan main-main!”

“Baiklah…baik, cepat tanyakan. Aku setia mendengar.” Ia pasang telapak tangan di dekat telinga, membuat Jessica kesal setengah mati dan memilih tinjuan di bagian betis. “Awww!”

“Rasakan,”

“Hei!Sebenarnya kau menariku ingin bertanya atau main pukul-pukulan huh?”Jessica menarik dan menghembuskan nafas sejenak menenangkan jiwanya. “Kau nampak beda,” Luhan menaikan sebelah alisnya.

“Seharian ini, kau tidak sadar?Terlihat lebih murung dan sering melamun.”

“Kau memperhatikan aku ya?”

“Tentu sa—“ Jessica cepat-cepat memblokir bibirnya dengan tangan. “Bwahahahhaha…… bilang saja kalau kau suka dengaku. Tidak apa-apa kok”

Wajah gadis itu hampir meledak karena merah dan malu, ia langsung berdiri dan meninggalkan Luhan. barang yang ditinggal malah terkikik pelan sambil menegak botol minumnya.

 

—-,———

 

Taeyeon dan Jessica tengah bersenda tawa. Namun sedetik kemudian mereka berhenti di depan ruang rapat osis. Pintunya memberi cela untuk mata mereka mengintip. Ada Yoona di dalam sana, sedang duduk sambil memutar pen birunya bosan.

Jessica menyelubungi ruangan itu dengan matanya. Menemukan sosok Byun Baekhyun yang berdiri di depan, mengeluarkan segudang kata presentasi dengan tangan menunjuk sekitar papan tulis.

Pandangannya berhenti mencari ketika menangkap siluet Luhan.cowok rambut kecoklatan itu terlalu seru ngobrol dengan Sehun, Chanyeol, dan Jongin di antara bosannya suasana. Jessica mulai merasa ragu apa dia benar-benar ketua osis.

Lihat saja kelakuannya, tidak menghormati orang lain. Baekhyun berbicara panjang lebar tentang acara kelulusan anak kelas 3 sedangkan dia bercanda tanpa menengok sedikitpun dari obrolannya.

Okay, Jessica membela Baekhyun sekarang. “Jes?”

“Ya?”

“Kau mau berdiam saja di sana?”Melihat Taeyeon sudah menjauh darinya, tubuhnya tergerak mendekati Taeyeon segera. “Tidak..tidak, aku ikut saja denganmu daripada menunggu Yoona”

“Lagian anak itu baru masuk sekolah udah pakai acara ikut osis segala.”

“Ckckck, kau tidak lihat tadi?Ada Sehun di sana.”

Taeyeon menepuk dahinya sontak sambil cekikikan.“Ohya!Aku lupa.”

 

—-,———

 

“Bye” Jessica melambaikan tangannya mengiringi masuknya Taeyeon dalam mobil. Mereka baru saja duduk di depan gerbang sekolah ketika mobil Tuan Kim berhenti. Menyadari itu Taeyeon langsung berdiri dan masuk ke dalam kendaraannya.

Jadilah ia sebatang kara di deretan bangku panjang menunggu siapa saja yang mau menawarkan diri mengantarnya pulang atau tidak ia harus berjalan lagi ke halte bus. Lagimana jam sekolah sudah berakhir dari tadi dan tidak ada seorang pun memakai seragam sepertinya. Salahkan cewek yang baru saja naik mobil itu karena memaksanya keliling sekolah.

Katanya kan mereka murid baru jadi harus tahu seluk-beluk likuk gedung tempat mereka menuntut ilmu. Itu alasan Taeyeon, Jessica percaya saja. Tapi setelah dipikir-pikir untuk apa juga? Toh dia tidak akan jadi pemandu wisatawan sekolah -__-

“Jessica! Aku pulang dulu ya.” Teriakan khas Yoona mendentup di gendang telinga.Gadis tinggi itu berjalan beriringan dengan Sehun ke parkiran motor. Ah! Pasti yeoja itu amat senang mengetahui ia di antar oleh Sehun.

“Iya! Bye Yoong.”

“Hei!”Tubuhnya hampir jatuh kalau tidak dipegang Luhan.“Kau membuatku kaget!”

“Melamun ya?Kalau tidak melamun pasti tidak kaget.”Jessica menggelengkan kepalanya yakin.Memang dari tadi dia melamun? Tidak ‘kan?

“Ckk, bohong.”Jessica melayangkan satu gupalan tangan di punggung namja itu.

“Aww, ya!Apa kau seorang petinju huh? Punggungku bisa biru lama-lama kalau dekat denganmu.”

“Ya sudah, pegi sana.” Luhan salah tingkah, ia tidak ingin pergi sebenarnya. Itu hanya gertakan, apa Jessica tidak bisa mengerti barang sedikit saja? Dasar yeoja kasar, pikir cowok itu.Alih-alih meninggalkan Jessica, Luhan hanya diam sambil menggaruk tengkuknya tak jelas.

“Rapatnya sudah selesai ya?” okay, Luhan kebingungan dengan gadis di sebelahnya. Sepertinya lupa akan kejadian tadi atau itu hanya mimpi? Ah! Entahlah, masa bodo mau dia berubah drastis atau tidak.

“Belum, masih panjang.”Jessica menajamkan matanya membuat kening berkeriput. “Huh?”

“Ya tentu saja sudah selesai, kalau belum bagaimana caranya anggota osis termasuk ‘ketuanya’ bisa keluar dari ruangan huh?”

Ada nada penekanan di kata –ketuanya—itu bermaksud menyadarkan.Jessica membuang muka di hadapan cowok itu.Terserah dia mau bilang apa, batinnya kasar.

“Mau pulang bersama?kebetulan aku bawa mobil.” Gadis itu menoleh secepat yang ia bisa dengan mata berbinar sambil mengangguk sontak. Luhan tahu dia tidak punya tumpangan sekaligus terlalu malas untuk menunggu di halte bus.

“Aaah, benar sekali.Kau bisa baca pikiran orang ya?”

“Sudahlah, jangan bergumam aneh-aneh” laki-laki itu beranjak meninggalkan Jessica.Mengeluarkan kunci mobilnya dari kantung seragam. Jessica mengamati Luhan, ingin melihat ke arah kenadaraan mana ia menuju.

Rasanya ia tidak melihat satupun mobil yang sama seperti yang digunakan Luhan saat mengantarnya kemarin.

Luhan berbalik ketika hendak membuka pintu mobilnya.“Ya!Mau ikut tidak?” gadis rambut panjang itu mempercepat langkahnya kemudian langsung duduk di bangku samping kemudi.“Berbeda.”

“Apanya?”

“Mobilnya.”

“Ooh, yang kemarin lagi dicuci bibi Nam.” Jessica membulatkan mulutnya sempurna.

 

—-,———

 

Langkahnya terayun begitu tinggi seiring senyumnya lebih dari sekedar mengembang.Soojung terperangah aneh melihat kakaknya pulang dengan sikap seperti itu.Ada yang salah pasti dengan otaknya, Soojung melewatinya dan menuruni tangga hendak mengambil minum.

Sedangkan Jessica tidak mengubris sama sekali tatapan tak mengerti dari sang adik. Ia menutup pintu kamarnya, langsung menghambur memeluk bantal, menenggelamkan wajahnya di sekitar selimut.

Hatinya bermekaran seperti bunga. Ah! Pembicaraan di mobil tadi terlalu menarik untuknya.Luhan membukanya dengan ulasan bahwa Jika Baekhyun yang menjelaskan satu ruangan rapat pun tidak ada yang pasang telinga.

Intinya mereka memikirkan tentang persiapan acara kelulusan, siapa saja yang mengisi pertunjukan, dan anak kelas 2 juga kelas 1 boleh berpartisipasi. Besok pengumumannya akan di pasang di mading majalah.

Ujung-ujungnya cowok itu mengajak dia untuk ikut.Dengan tema lagu duet.Dengan kelegaan hati Luhan menawarkan diri jadi teman duetnya.Pentingnya, cowok itu ingin mereka berduet.Jessica tidak meragukan suaranya tapi bagaimana dengan Luhan?apa cowok itu bisa nyanyi? Apa suaranya bagus? Apa dia tidak punya demam panggung?

Sialnya, pertanyaan itu muncul baru saat ia menapakan kaki di depan gerbang rumahnya. Tanpa berpikir langsung menerima keinginan Luhan dan mereka akan mulai mempersiapkannya semester depan.

Tanpa pikiran panjang, akan larangan sang Ayah atau ledekan kedua sahabatnya.

 

—-,———

 

Luhan senyum-senyum tidak jelas sambil mengarahkan mobilnya ke rumah Baekhyun.Ia memang tidak bawa baju ganti untuk nanti atau seragam baru untuk besok. Masalah itu sudah teratasi dalam pikiran. Baju lengkap sudah ditinggalkannya kemarin di lemari Baekhyun, dan ia akan pakai seragam ini lagi besok pagi. Entah wanginya akan seperti apa, toh siapa peduli?

“Baekhyun-a!”

“Ne!!”Seorang namja kecil keluar dari balik pintu, mengenakan pakaian casual lengkap dengan senyum giginya.“Ada Sehun dan Chanyeol juga di dalam.” Luhan seketika bergidik kesal mendengar dua nama itu. “Waeyo?”

“Aniya.Kalau ada mereka kita pasti main kartu, kalau kita main kartu pasti ada taruhannya dan aku selalu kalah.”Luhan meniup poninya kasar. “Pwahaahahhahhaa I don’t care Luhan-ssi”

Mereka berdua akhirnya masuk juga ke dalam rumah sederhana itu. Setelah berpikir bingung akan memarkirkan mobilnya di mana.

Terlihat Sehun dan Chanyeol tertawa terbahak-bahak, bahkan Sehun sampai memegangi perutnya. Juga, siaran televise Tom and Jerry terpampang jelas, menampilkan nasib sial si kucing abu-abu itu.

“Sudahlah, hei!Aku bisa dimarahi tetangga.Suara kalian benar-benar keras.”Baekhyun melipat tangannya di dada.Ia duduk di sofa sedangkan ketiga temannya di karpet. Bukannya merendahkan tapi tidak mau ikut bergabung.Ia harus bersikap marah supaya tiga namja itu berhenti.

Terlebih Luhan juga sudah berpartisipasi, sama halnya dengan Sehun. Dia memegangi perutnya sakit tanpa berniat mendengarkan ucapan si pemilik rumah.

Tapi getaran di saku celanannya menghilangkan tawa itu seketika.Luhan mendekatkannya ke telinga sesudah menggeser symbol penerima panggilan.“Tuan muda?” iris coklatnya berputar semalas mungkin, suara bibi Nam itu, pasti.

“Ada apa?”

“Malam ini Tuan Xi akan pergi ke Jepang untuk sementara.”

“Terserahlah, aku tidak mau ikut mengantarnya ke bandara dan aku tidak peduli.”

Klik

“Luhan, ada apa?” Chanyeol tertarik mendengar penjelasan dari percakapan temannya itu di sambungan telefon.Tapi Luhan menggelengkan kepalanya. “Aniya, hanya berita tidak penting dari bibi”

Namja jangkung itu enggan bergabung lagi dengan Sehun yang masih terpana akan televise. Ia berdiri dan mengajak Baekhyun untuk membuat minuman di dapur.

TBC

 

Sebelumnya ini mau di jelasin dulu kenapa ff chapterku itu pendek-pendek banget per part nya. Aku ga pinter bikin yang panjang” >< udah gitu masih penulis amatiran jadi kadang suka buntu imajinasi(?) jadi semua ff chapter yang aku bikin itu semacam short-fic ya. Gomawo for reading.

2 thoughts on “Let The Fate Lead Me (chapter 5)

  1. kyuRiani18 berkata:

    Maaf ya aku komennya d chapter 5,,aq br baca hari ini dari chapter 1-5..awalxaq gak suka sm pairangnya tp setelah baca ffnya aq suka smjln critanya…d lanjut ya thor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s