In The Rain part 2

kaisoo(1)

Author: SakuRaa (@rara_raraa84)

Title: In The Rain…

Cast:

-Do Kyungsoo (Kim Kyungsoo)

-Kim Jongin (Jongin)

-Oh Sehun (Sehun)

Other:

-Kim Hye Sung (Ibu Kyungsoo)

Genre: Family, Brothership, Friendship, Sad, Angst

Rating: General

Length: Chaptered

Note: oh Hallo Readers 😀 *tebarsenyum* Author Raraa balik lagi dengan fanfic Brothership ala KaiSoo :v I don’t know what, but I love this couple, really :3

 

Comment dan Saran ya? Gomawo.

 

===================================

“mungkin… sebentar lagi Ibu tak perlu repot menulis hal-hal konyol seperti ini lagi sepanjang waktu…”

 

Chapter 1:

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/06/15/in-the-rain-part-1/

 

Jika langit hari ini cerah, mungkin mendung bagi Hye Sung, jika semua orang sedang berbahagia, mungkin dirinya lah yang saat itu menangis sendirian dibangku koridor rumah sakit. Ia terus bertanya, mengapa ini terjadi ketika suaminya baru saja meninggalkannya dan Kyungsoo? Mengapa ini terjadi pada anak satu-satunya yang waktu itu berumur 14 tahun? Mengapa, dan mengapa…

-Flashback End

 

=================Chapter 2===============

 

“Kyungsoo, jangan lupa minum obatmu, makan siangmu ada dimeja makan, dan jangan pergi kemana-mana.” Ucap Ibu Kyungsoo yang selalu didengar Kyungsoo sebelum Ibunya berangkat bekerja.

 

“em, Bu. Boleh aku ketempat Jongin?” tanya Kyungsoo sebelum melahap roti isi keju kedalam mulutnya. Ibunya menoleh,

 

“jika Ibu sudah pulang, dan kau belum dirumah, Ibu tak akan mengijinkanmu lagi, mengerti?” Kyungsoo mengangguk sambil tersenyum senang.

 

*

Jam 8 pagi, 1 jam setelah Ibunya pergi kekantor, Kyungsoo mengintip keadaan luar dari balik jendelanya, ia tersenyum karena Jongin sudah ada disana, sambil membawa koran tentunya.

 

Ia bergegas memakai sweaternya dan sedikit merapikan rambutnya, ia sudah berjanji didalam hati, bahwa ia akan menemui Jongin lagi hari ini.

 

Kyungsoo menutup pintu depan dan tertempel sebuah sticky Note berwarna merah jambu tepat didepan matanya.

 

‘Jika kau keluar, jangan lupa mengunci pintu, dan pagar!’

 

Kyungsoo membaca tulisan Ibunya itu sambil tersenyum miris, ia sering melupakan sesuatu, jadi Ibunya selalu menempelkan Sticky Notes berbagai warna yang lalu ditempel dihampir seluruh bagian rumahnya.

 

‘jangan lupa mematikan kompor’ Kyungsoo hampir menggosongkan panci Ibunya ketika memasak air dan ia lupa.

 

‘jangan lupa makan siangmu sudah dimeja, kau tidak perlu beli lagi’ Kyungsoo pernah membeli makanan yang kebetulan lewat didepan rumahnya, padahal Ibunya sudah menyiapkan makan siang dimeja.

 

‘ini kamar Ibu, kamarmu disebelah ruang tamu, jangan keliru’ itu karena Kyungsoo pernah tertidur dikamar Ibunya ketika Hye Sung pulang dari kantor, “aku kira ini tadi kamarku”—itulah jawaban Kyungsoo.

 

“mungkin… sebentar lagi Ibu tak perlu repot menulis hal-hal konyol seperti ini lagi sepanjang waktu…”

 

*

Kyungsoo masih memperhatikan Jongin yang sibuk dengan tumpukan-tumpukan koran ditangannya, sampai Kyungsoo datang saja, Jongin tak melihatnya.

 

“kau sibuk ya?”

 

Jongin menoleh, “oh Hei, Kyungsoo. Em, ya begitulah. saya harus bekerja.”

 

Kyungsoo terdiam beberapa saat, “aku sebenarnya… juga ingin membeli koran hari ini.”

 

Jongin tersenyum, “Kyungsoo, jika kau butuh koran, saya sanggup mengantarnya kerumahmu, lagipula rumahmu ada diseberang jalan. Kau tak perlu kesini.”

 

“karena rumahku ada diseberang jalan, maka dari itu kau tak perlu repot mengantar kerumahku”

“tapi… boleh aku lebih lama disini? Aku sendirian dirumah. Jadi, aku merasa kesepian.” Jongin mengangguk sambil tersenyum,

 

“kau sedikit pucat. Kau sakit?” tanya Jongin, Kyungsoo langsung menggelengkan kepalanya cepat.

.

.

“dek, koran hari ini, ya.”

 

Seorang pria setengah baya menghampiri Jongin, sepertinya ia ingin membeli koran. Tak lama, Kyungsoo merasa pandangannya mendadak berkunang-kunang, ia sedikit oleng, tetapi kedua kakinya masih mampu menumpu badannya.

 

“boleh aku duduk sebentar?” tanya Kyungsoo setelah pria itu pergi.

 

“oh, boleh, boleh. Kau bisa duduk dibawah pohon ek itu, disana ada bangku.” Kyungsoo menuruti arah telunjuk Jongin, ia mengangguk.

 

“saya kesana dulu ya.” Kyungsoo melihat arah telunjuk Jongin, ia mengarahkan tangannya kearah perempatan jalan.

 

Kyungsoo duduk, ia bisa melihat Jongin secara jelas dari sini. Didepan ada perempatan, jika lampu mulai merah, Jongin akan berjalan dari mobil ke mobil untuk menjual koran-korannya. Dan jika lampu mulai hijau, ia akan segera menepi untuk menunggu lampu merah selanjutnya. Begitu seterusnya.

 

Ketika lampu hijau dan Jongin ditepi jalan, Jongin sesekali melihat kearah Kyungsoo yang memperhatikannya, ia kemudian tersenyum, ia ingin cepat selesai agar Kyungsoo tak lama menunggu.

 

*

Jongin menghampiri Kyungsoo yang sedang mengikis pohon ek tua itu dengan sebuah ranting yang tajam. karena pohon itu sudah tua dan kayunya sudah mulai lapuk, tangan Kyungsoo menjadi mudah untuk mengikisnya. “kau sedang apa Kyungsoo?”

 

Kyungsoo menoleh, ia melihat Jongin yang berkeringat sambil mengibas-ngibaskan topi kearahnya, menciptakan angin sendiri.

 

“aku sedang menggambar…”

 

Jongin tersenyum lalu duduk disamping Kyungsoo. “jam berapa ini, kau tidak sekolah?” tanyanya.

 

Kyungsoo menghentikan aktivitasnya, “aku sudah tidak sekolah.”

 

“Mengapa?” Kyungsoo berbeda dengan Jongin, jika Jongin tak sekolah itu wajar. Tapi Kyungsoo?

 

“percuma saja aku sekolah, otakku tak mungkin mampu untuk menerima pelajaran walau sehari saja, tubuhku juga tak mungkin kuat jika berada diluar rumah dari pagi hingga sore.” Jawab Kyungsoo sambil menunduk. Ia tetap memegang ranting pohon itu dan mulai menyibak-nyibak pasir dibawahnya.

 

Jongin sebenarnya tak terlalu mengerti apa yang terjadi dengan Kyungsoo, apa dia sakit? ia ingin sekali bertanya, tetapi mati-matian ia kembali menelan ludahnya.

 

Akhirnya, Jongin memberanikan diri. “jujurlah, apa kau sakit Kyungsoo?”

 

Kyungsoo terdiam sesaat, tetapi itu membuat Jongin sangat menyesal karena menanyakan hal seperti itu pada teman barunya. “ya, mungkin.” Jawabnya singkat.

 

 

Jongin masih menunggu Kyungsoo meneruskan kalimatnya. “Ibuku tak pernah bercerita apapun, Ibuku hanya menyuruhku minum obat, istirahat, dan jangan terlalu lelah, Ya, tetapi aku yang bisa merasakan tubuhku sendiri, kurasa suatu penyakit itu membuatku semakin melemah. Aku merasa kekuatan tubuhku tak seperti dulu lagi, aku merasa… aku tak akan lama lagi—”

 

Jongin berdiri dan menatap Kyungsoo kesal, “apa yang kau katakan? Hei, kau tak seputus-asa itu, kan? Dan kau tidak selemah itu kan? Jika kau sakit, itu pasti ada obatnya, kau pasti bisa sembuh, mungkin… mungkin itu hanya masalah waktu, Saya mungkin hidup lebih sengsara daripada kau, tetapi saya tak pernah seputus-asa itu. Saya tak pernah menyerah dalam keadaan…”

 

Kyungsoo membuka mulutnya, ia tak percaya jika Jongin bisa berkata seperti itu padanya.

 

Jongin mengerjapkan matanya beberapa kali, ia baru sadar bahwa ia tadi membentak Kyungsoo, ia kemudian duduk dan mengelus pundak Kyungsoo perlahan. “maafkan saya, Kyungsoo. Maaf, saya tak bermaksud membentakmu…”

 

Kyungsoo tersenyum, “terimakasih, kata-katamu membangkitkanku.” Jongin mengangguk.

 

Ia lalu mengambil salah satu koran dari tumpukan koran ditangannya dan memberikan pada Kyungsoo. “Oh iya, ini koranmu hari ini.”

 

Kyungsoo menerimanya dan segera mengambil uangnya dari saku celananya, ia sudah menyiapkan uang itu beserta uang lebihnya. Jongin menghela napas, ia sudah menerima 2x uang lebih dari Kyungsoo, ia berniat mengembalikannya.

 

“tak usah, kau kan temanku”

 

“saya memang temanmu, tetapi saya tak bisa menerima uang lebih seperti ini terus-menerus. Jika ketahuan paman saya, saya bisa dimarahi.”

 

Kyungsoo mendengus, “ya makanya jangan sampai ketahuan.”

 

*

Ibu Kyungsoo sudah sampai dirumah tepat ketika Kyungsoo menghabiskan makan siangnya. Hye Sung memang selalu pulang tengah hari dengan alasan menemani anaknya yang sedang sakit. Tetapi, ia terpaksa membawa seluruh pekerjaannya kerumah. Kyungsoo selalu melihat Ibunya membawa tumpukan map ditangannya ketika ia pulang.

 

Setelah itu Kyungsoo melahap beberapa obat dan segera berjalan kekamar tidurnya.

 

“Kyungsoo, kau membeli koran dari Jongin itu ya?” tanya Hye Sung ketika ia melihat koran hari ini tergeletak dimeja.

 

“iya Bu, tak apa kan jika aku membeli koran setiap hari?” Hye Sung terdiam beberapa saat tapi akhirnya ia mengangguk, Kyungsoo kembali berjalan kekamarnya.

.

.

Sebelum Kyungsoo resmi divonis dokter waktu itu, ia sama seperti anak berumur 15 tahun pada umumnya, ia tak beda dengan anak-anak sebaya nya. Ia sekolah di SMA yang Elite, mempunyai teman-teman yang baik, terkadang mereka belajar kelompok dirumah Kyungsoo, dan berakhir main PS bersama, Kyungsoo masih ingat, ia selalu kalah jika bermain PS dengan sahabatnya. Kyungsoo juga selalu merayakan pesta ulang tahunnya bersama teman sekolahnya.

 

Tapi semua berubah ketika suatu pagi, Kyungsoo tiba-tiba pingsan saat upacara bendera yang memang wajar dilakukan setiap hari tertentu. Ia terpaksa dibawa ke Rumah Sakit ketika wajahnya berubah pucat, dan suhu badannya mulai menurun.

 

Kini, tak ada lagi sekolah, tak ada lagi temannya, tak ada lagi belajar kelompok, tak ada lagi pesta. Kyungsoo merasa ia benar-benar sendiri saat ini.

 

Ketika Kyungsoo menuliskan sesuatu dibuku hariannya, ia mendengar suara ketukan pintu didepan. Ia masih diam, karena biasanya Ibunya yang akan membuka pintu, tapi sampai ketukan ke-4, Ibunya belum juga muncul.

 

Ia menutup bukunya dan turun dari kasur, sebelum Kyungsoo membuka pintu, Ibunya berteriak dari dalam kamar.

 

“Kyungsoo! Bukakan pintu, Ibu masih sibuk!” Kyungsoo menghela napas, “iya bu.”

 

Ia memutar knop pintu, “siapa—”

 

Kyungsoo membulatkan matanya ketika ia melihat seorang pria tinggi, berposut tubuh tegap, berkulit putih pucat sedang memandang Kyungsoo dengan tatapan datar.

 

“Sehun…” gumam Kyungsoo.

 

Pria itu masih menatap Kyungsoo yang berdiri diam di hadapannya, ‘Kyungsoo masih sama dari 1 tahun yang lalu’—pikirnya.

 

“aku tahu kau masih disini, Kyungsoo…”

 

 

*TBC*

 

14 April 2012

 

Ketika semilir angin menggoyangkan daun-daun rimbun, yang sesekali angin itu mampu melepaskan daun yang rapuh dari dahannya, membawa daun itu ikut terbang entah kemana.

 

Ketika air di danau menguap, membentuk lapisan-lapisan tipis diangkasa, menjadi pemandangan yang indah tak terhingga, semua terasa begitu kontras, semua begitu terencana,

 

dan aku berpikir, aku tak tahu seberapa lama lagi aku bisa merasakan dinginnya angin yang saling bergesekan diantara tubuhku,

 

ketika aku duduk dibawah naungan pohon ek tua, dan melihat dirimu diseberang sana, aku merasa ini bukan sebuah akhir,

 

dan ketika kata-katamu tak henti-hentinya menghilang dari ingatanku, aku merasa aku bukanlah satu-satunya manusia yang sendiri dimuka bumi ini…

 

“Ini hanya masalah waktu…”

 

**

Huehuehue :3 ada Sehun tuh :v well, maaf untuk keterlambatan update nih Fanfic, aku sempet kehabisan ide dan –Cuma diam terpaku didepan laptop- tanpa ngetik sama sekali -_-

 

Dan makasih yang udah comentar diChapter 1, sorry kalo nggak bisa bales semua komentar nya, tapi aku tetep baca satu-persatu kok :v

 

Oke, tetap Coment dan saran ya =itu membantu sekali= Bye.

19 thoughts on “In The Rain part 2

  1. Kai's fan berkata:

    mianhae.ak baru baca FF ini+komen sekarang.td jg aku dh baca chap.1nya^^.ceritanya seru thor,tp sebenernya Kyungsoo sakit apa sih?trs sehun siapanya Kyungsoo?next jgn lama lama ne.d tunggu><

  2. bintang dwi ananda berkata:

    huahhh kayaknya sehun dhbtnya kyungsoo dan nyri2 dia. pas kyungsoo duduk di pohon nunggu jongin, kyungsoo dliat sm sehun? ahhh masih meraba2 ni crta next thor^^

  3. eun yoo berkata:

    sorry baru komen skarang , baru baca part satu sama ini barusan whehe

    Ceritanya keren bagus dan di pastikan sad :3
    Tapi kependekan thor kurang panjang aja cerita di setiap capnya whehe

    Tapi walau gitu bagus ko ceritanya , saya suka saya suka (y) tbc jangan lama lama yooo whehe

  4. Shin Yoora berkata:

    huahh… lanjut ya… mau baca kemaren tapi gak jadi soalnya kemaren pergi, udah getel bamget pengen baca ff ini. dan hari ini terlaksana.

    ceritanya juga bagus keren dan sad.
    semua bias aku ada disini pula…

    o,ya TBC-nya jangan lama-lama ya… udah penasaran BANGET nih…

  5. mia berkata:

    Aku pas baca part ini ngerasa aneh pas baca bagian jongin yang suka manggil diri’a sendiri pake saya. Mungkin itu memformalkan antara jongin sama kyungsoo yg baru dikenal. Tpi menurut qw lbh enak kl pake’a aku juga soal’a kyungsoo juga pake’a “aku”. Hehehehe lanjut qw pengen tau kyungsoo sakit apa. Dan sehun itu siapanya kyungsoo?chingu lamanya kah?huweee tanda tanya

  6. ParkJudit berkata:

    Huweeee. Next thor!! Jng lma2 ne/? Aku gak sabar soal nya. X’D
    Aku suka FF tentang brothership kek gini. 😀
    Aku penasaran pkek BGT! Tentang penyakit kyungsoo dan sehun itu ada apa sma kyungsoo. Aku tau kok sehung itu pasti sahabat kyungsoo wkt kyungsoo masih sekolah, iya kan thor? 😀

  7. dyoexo berkata:

    Aku udh baca yg part 1 sm ff km yg sebelumnya (empty heart) ,, aku suka cuma kl blh kasih saran bahasanya lebih diperbagus lagi supaya lebih nyaman & enak dibacanya ^^ tp aku tetep suka kok.. terus buat kaisoo ff ya..

  8. Ateara EXOtics berkata:

    Aku jdi smakin penasaran sama pnyakit Kyungsoo, terus Sehun itu siapanya Kyungsoo juga? Jongin semangatnya tinggi 😀 dia tidak prnah berputus asa ^_^
    Next chapter ditunggu thor… FIGHTING!!!

  9. Ks14327Cy berkata:

    Uwah bagus thor…
    tapi Sehun siapanya Kyung ya thor?penasaran….
    #gigit jari
    tapi author gak usah minta maaf ko,yg penting author udah baca komentar2 readers lain dan komentarku yg aneh(?)… 😉

    hwaiying thor…lanjuuuutttt

  10. salsa berkata:

    Huaaa kyungsoo skit apa sih? Aku nggk tau kalo ada pnyakit kayak gitu , dan sehun itu tman kyungsoo ya? Atau mngkin shabatnya ? Moment kaisoo d bnyakin lgi dong dan lbih di perpanjang ya di part berikutnya ^_^

  11. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Yeay ada hunie ffa.azek..zbnl’y d.o ffa zkit af zh?kmlen d’chaf 1 uda d’tnyain tf blm dha jwbn’y..dtnggu yah.hmm hbngan d.ohun ffa it af??hun ffa d’zni baek/jhat???gmn zh flazhback’y kai ffa?ax mw yg lbh lengkaf.knf kai ffa dlu dibuang?kmna olangtua’y?af adha hbngan zdala ma d.o ffa?#ini jga ax tnyain d’chaf 1…ax tnggu jwbn’y ,next themangat eoh nni^^

  12. rilla berkata:

    maaf aku bru coment hehe
    udah baca dari awal
    bgus bgt, emg kyungsoo sakit apa? parah ya?
    daebak,keren
    fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s