Chairmate

jlUsToppGGGpR

Nama : @ramons04
Judul Cerita : Chairmate
Tag (tokoh) : Oh Sehun, Jang Nara (OC)
Genre : Friendship, School Life
Rating : G – General Audience
Length : One Shot
Catatan Author (bila perlu): FF pertamaku tentang EXO haha! Maafkan aku kalau ceritanya datar-datar saja =_=)/ Awalnya aku mau membuat cerita romantis gitu, tapi setelah dipikir-pikir kenapa gak buat yang tentang pertemanan saja u,u)/ Selamat membaca! Aku sayang kalian pembaca semua. Koreksi tulisanku terima kasih

***

“Hei.”

“Apa?”

“Pinjamkan aku penghapus.”

“Oh, ini.”

Setelah itu, ia mengembalikan penghapusku dan tidak lagi menoleh ke arahku. Huff =_=)/

Hai!

Aku Jang Nara!

Lihat aku ini anak perempuan yang beruntung bisa sebangku dengan calon artis terkenal! Hihihi~

Menurut rumor yang beredar, teman sebangku ku ini adalah trainer dari salah satu agensi terkenal dan akan segera debut tahun ini! Ah aku tidak sabar melihat seperti apa rupa teman sebangku ku yang selalu diam saja ini kalau sudah jadi arti kekeke~

Namanya Oh Sehun.

Dia, tampan loh!

Oh ok, ok, aku akan gambarkan sedikit tentang teman sebangkuku ini dengan senang hati padamu!

Sehun punya mata yang sipit tapi tidak segaris juga sih ._.) Hanya saja kalau tertawa matanya hilang dan akan membentuk lengkungan yang sangat lucu! Kulitnya putih ya tuhan sangat putih! Aku saja yang perempuan kalah putih dengannya. Aku sebenarnya agak meragukan kalau dia ini manusia hidup, habis kulitnya benar-benar putih. Pernah suatu waktu aku bertanya hal bodoh padanya tentang kulitnya yang putih.

“Sehun, kau ini manusia hidupkan?”

Sehun langsung menghentikan aktifitas menulisnya dan menatap teman sebangkunya dengan sedikit menunduk sehingga ia bisa melihat dengan jelas ke arah wajah gadis itu.

“Menurutmu?”

“Mati. Habis kulitmu putih sekali. Kau seperti mayat hidup.”

Sehun menautkan alisnya heran mendengar jawaban teman sebangkunya itu. Baru kali ini ada orang yang mengatakan ia mati karena kulitnya putih.

“Kalau begitu kau sebangku dengan hantu.” Kemudian Sehun melanjutkan lagi aktifitas menulisnya dan sedikit terkejut ketika Nara mendekat ke arahnya.

Nara meletakkan tangannya di dahi Sehun guna mencari tahu suhu tubuh Sehun. Dalam hatinya kalau suhu tubuhnya dingin, ia benar-benar duduk dengan hantu.

Normal kok. Ia masih manusia. Ah tunggu! Coba lihat kakinya. Dia melayang atau tidak. Baiklah, kuatkan dirimu Nara.

Nara sengaja melemparkan pensilnya ke bawah meja guna mencari tahu apakah Sehun melayang atau tidak. Ia menurunkan tubuhnya perlahan setelah memastikan kalau Sehun tidak memperhatikan gerak-geriknya. Sayangnya, Nara terlalu bodoh untuk mengetahui kalau ternyata Sehun memperhatikannya. Maka dengan sengaja Sehun menggantungkan kakinya sehingga ia tampak seperti melayang.

Dia…Melayang.

“Kalau sudah ketemu pensilnya, cepat duduk lagi.” Suara Sehun membuat bulu kuduk Nara berdiri.

Sehun melayang. Dia melayang. Aku sebangku dengan ..

“HANTU!!!!!”.

Mengingatnya saja membuatku malu setengah mati. Setelah kejadian itu aku jarang menegurnya beberapa hari dan agak menggeser bangku ku darinya. Sampai ternyata aku tahu kalau Sehun sengaja mengerjaiku hari itu T_T)/

Setelah itu aku minta maaf kok padanya. Dan dia juga memaafkanku.

Ok, lupakan soal kulit putihnya. Aku akan melanjutkan deskripsi tentang teman sebangkuku itu. Sehun punya badan yang tinggi. Badannya benar-benar tinggi tapi sayangnya ia kurus sekali T_T)/ Tuh kan! Bagaimana aku tidak menilainya sudah mati kalau tubuhnya juga kurus. Coba saja ia sedikit gemuk aku juga tidak akan menuduhnya mati sesukaku.

Sebenarnya Sehun itu tidak pendiam seperti yang aku ceritakan. Sehun termasuk anak yang senang bergerak dan selalu bercanda dengan teman belakang bangku kami. Sayangnya, ia jarang mau mengobrol denganku padahal ia sering juga kok mengobrol dengan anak perempuan di kelas. Aku saja sampai bingung apa yang salah dengan diriku. Padahal aku tidak pernah loh jahat pada manusia ini, tapi mengapa ia berbuat kejam seperti itu padaku T_T)/

Ah! Apa karena tragedi ‘teman sebangkuku hantu’ jadi membuat Sehun jarang mengobrol denganku? Eh tapi sebelum tragedi itu juga, kami jarang mengobrol banyak hal. Jadi intinya bukan salahku kan?

“Hei.”

“Hmm?” jawabku sambil merapikan tasku dan bersiap pulang.

“Pinjamkan aku catatanmu, aku ada latihan.”

Apa?! Kenapa tidak bilang daritadi sih? Aku kan sudah merapikan semua barang-barangku =_=)/

“Oh, ini.”

Setelah itu, dia pergi begitu saja.

Apa salahku padamu Oh Sehun? T_T)/ Apa karena aku ini anak perempuan yang pendek daripada anak perempuan di kelas sampai-sampai kau malas bermain denganku?

Nanti malam aku akan minum susu sebanyak-banyaknya agar aku bisa tinggi!

Atau karena aku pernah berteriak di kelas kalau kau ini hantu? Tapi aku sudah minta maaf padamu.

Aku ini punya teman sebangku tapi seperti tidak punya.

***

“Kau lihat kemarin teasernya Sehun keluar!”

“Ah iya benar! Tampan sekali!”

“Kyaaa! Itu Sehun! Sehun saranghae!”

Dan yang terjadi selanjutnya adalah kericuhan, suara teriakan kagum anak-anak perempuan di sekolah. Aku saja yang teman sebangkunya belum lihat bagaimana hebatnya teaser seorang Oh Sehun, kenapa semua gadis sekolah malah sudah ada yang mengatakan saranghae padanya T_T)/

Aku berjalan santai memasuki kelas dan duduk dengan tenang di bangkuku. Aku mengedarkan pandanganku ke arah seisi kelas dan hanya ada beberapa teman sekelasku yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Lama-lama kalau begini terus aku jadi bosan sendiri, aku sebenarnya tidak sabar melihat kedatangan Sehun dan bertanya seberapa hebatnya teasernya itu. Tapi perasaanku mengatakan kalau hari ini aku akan duduk sendirian lagi, sama seperti dua hari sebelumnya.

Aku punya teman sebangku, tapi seperti tidak punya.

Sehun sudah jarang masuk kelas sejak dua minggu lalu. Minggu ini lebih parah dari minggu lalu, ia sudah tidak masuk dua hari dan selama dua hari itu juga aku duduk sendirian. Sebenarnya tidak masalah sih kalau aku duduk sendirian, toh selama ini juga kita jarang bercerita banyak hal jadinya aku tidak terlalu kesepian. Tapi yang menjadi masalah adalah setiap malam pasti ada yang datang ke rumahku dan meminjam catatan hari ini siapa lagi kalau bukan Sehun T_T)/ Malah kadang-kadang ia datang dengan orang yang berbeda setiap datang ke rumah, belum lagi ia datang saat sudah masuk jam tidurku jadi kadang-kadang aku keluar dengan keadaan sangat mengantuk dan sudah sangat buruk untuk seorang gadis.

Aku bertambah bosan dan sialnya aku juga malah mengantuk padahal aku sudah tidur cukup tadi malam =_=)/ Aku akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantin membeli beberapa cemilan. Sepanjang perjalananku ke kantin, tidak henti-hentinya aku mendengar teriakan kagum akan teaser teman sebangkuku. Masa bodolah dengan seberapa tampannya ia di sana, yang jelas aku harus menghilangkan rasa kantuk dan bosanku dulu!

***

“Sehun.”

Nara mencolek Sehun dengan pensilnya. Perasaannya senang sekali saat ia tahu kalau Sehun datang ke sekolah hari itu. Artinya hari ini ia tidak akan bosan setengah mati seperti hari-hari kemarin dan akan ada orang yang bisa ia ganggu kalau ia sedang mengantuk.

“Hmm?”

Hanya sebuah gumaman yang terdengar dari mulut teman sebangkunya itu. Sejak tadi teman sebangkunya yang sudah hampir debut menjadi artis itu sibuk menulis catatan yang ada di papan tulis.

“Kata orang-orang teasermu sudah keluar.”

“Hmm.”

“Kata orang-orang juga kau terlihat keren.”

Sehun tetap melanjutkan aktifitasnya mencatat sambil tetap mendengarkan Nara.

Aku memang keren Nara. Kau tahu itu kan.

“Menurutmu?”

“Menurutku?”

Nara terlihat berpikir tentang jawaban yang ingin ia katakan pada Sehun.

“Iya menurutmu bagaimana?”

“Tidak tahu. Aku saja belum lihat seperti apa teasermu.”

Jawaban Nara yang santai membuat Sehun menoleh kearah teman sebangkunya itu. Sejak ia menginjakkan kakinya di sekolah tadi pagi sampai sekarang tidak henti-hentinya para gadis menyapanya dan mengatakan kalau ia terlihat keren di teasernya. Dan ia menemukan jawaban yang berbeda dari teman sebangkunya sendiri.

Belum lihat teaserku? Yang benar saja?!

“Kau belum lihat teaserku?” Sehun berusaha menyembunyikan rasa kaget dan kekesalannya pada Nara. Entah apa yang dipikirkan teman sebangkunya yang memiliki tinggi di bawah rata-rata gadis di sekolahnya itu.

“Belum, setelah kau pulang aku segera tidur. Lalu esoknya aku lupa untuk melihatnya. Niatku sih aku mau bertanya padamu, kau kan pasti menyimpan teasermu sendiri kan.” Nara terlihat santai namun sebenarnya ia takut Sehun akan marah padanya seperti tragedi hantu waktu itu.

“Maafkan aku tidak melihat teasermu. Jangan marah padaku ya.” Nara mengatupkan tangannya di depan wajahnya dan memohon pada Sehun. Ia benar-benar takut Sehun marah padanya meskipun menurutnya akan sangat konyol kalau sampai Sehun marah hanya karena ia tidak melihat teasernya.

“Aku punya.” Jawab Sehun singkat sambil menoleh ke arah Nara untuk melihat ekspresinya.

“Mau lihat.” Suara Nara merendah tanda ia memohon pada Sehun.

Tidak ada jawaban dari Sehun. Laki-laki itu hanya tetap fokus mencatat meskipun sebenarnya ia ingin sekali melanjutkan aksinya menggangu Nara.

“Sehun, aku mau lihat ya. Boleh ya.” Nara mencolek Sehun lagi dengan pensilnya.

Tetap tidak ada jawaban dari Sehun.

“Sehun. Oh Sehun. Aku mau lihat ya. Ayolah.” Nara meneruskan aksinya mengganggu Sehun dengan pensilnya. Bahkan sekarang ia mengguncang tangan Sehun agar ia menjawab permintaanya.

“Untuk apa aku menunjukkanya padamu? Kau ini siapa memangnya?” Jawaban Sehun membuat Nara menghentikan aktiftasnya.

“Kita kan teman sebangku.”

“Lalu?”

“Kita teman.”

“Teman sekelas kita juga temanku, mereka melihat sendiri teaserku dan member yang lain. Mengapa kau harus melihat langsung dariku? Seharusnya kau lihat sendiri juga.”

Benar juga, aku ini siapa. Kita memang teman sebangku tapi belum tentu kita ini teman kan? Bodoh.

Nara menghentikan semua aktifitasnya meminta Sehun untuk menunjukkan teasernya. Sekali waktu mereka berbicara pasti kata-kata Sehun menyakitkan untuk sekedar menjadi angin lalu. Seperti Sehun ingin mengingatkan bahwa mereka hanya teman sebangku yang bukan berarti ada yang spesial di sana. Semua orang bisa menjadi teman sebangku seorang Oh Sehun bukan hanya dirinya seorang. Jadi jangan merasa istimewa hanya karena dia sebangku dengan Sehun sekarang, siapa tahu besok Sehun pindah tempat duduk dan meninggalkannya sendirian.

Mereka sebangku, tapi seperti tidak sebangku.

***

Rasanya aku ingin membanting ponselku! Hah! Sejak tadi yang terjadi hanyalah lingkaran bulat yang berputar-putar tanda buffering. Apa yang terjadi dengan fasilitas WiFi sekolah sih? Padahal tadi pagi masih baik-baik saja =_=)/

Oh, apa yang sedang aku lakukan?

Ah ya. Aku sedang berusaha sendiri mencari seperti apa wajah seorang Oh Sehun di teasernya. Setelah mendengar kata-kata Sehun tadi pagi aku jadi sadar buat apa aku memohon melihat teaser darinya padahal kita ini belum tentu berteman. Hanya karena setiap hari ia meminjam catatanku, penghapus dan alat tulisku yang lain lalu kami bisa disebut berteman? Ternyata menjadi teman seorang Oh Sehun tidak semudah yang aku bayangkan.

Walau aku agak sakit hati dengan kata-katanya tapi ya sudah lah. Tidak masalah kan tidak berteman dengan seorang Oh Sehun? Kalau nanti dia jadi artis juga apa efeknya denganku? Apa aku akan langsung kaya raya dan menjadi gadis yang tinggi? Tidak juga kan?

Ok kembali pada ponselku dan teaser teman sebangkuku. Benar-benar membuat frustasi!

Sudah lebih dari 5 menit dan belum terjadi apapun. Padahal aku sudah punya paket internet tapi mengapa tidak mau jalan juga?!

Tiba-tiba sebuah ponsel menghadang tepat di depan wajahku. Di layarnya ada tertera ‘teaser Sehun’. Oh tuhan! Manusia mana yang dengan baik hatinya meminjamkan ponselnya dan membantuku melihat teaser Sehun?

“Ini.” Itu suara Sehun? Yah anak ini lagi =_=)/

“Apa?” tanyaku sambil menerima ponselnya di tanganku.

“Katanya kau mau lihat teaserku dariku langsung? Itu ponselku sudah di tanganmu kan? Cepat lihat sana.”

Aku melihat Sehun yang kemudian duduk di sebelahku sambil melihat ke arah lapangan yang ada di depan kami.

Ada apa dengan anak ini? Tadi dia bilang aku suruh lihat sendiri kenapa sekarang jadi berubah?

Ah masa bodo dengan itu! Yang penting sekarang lihat dulu teasernya! HAHA~

“Bagaimana? Aku keren kan?” tanya Sehun yang ternyata juga sedang melihat teasernya sendiri.

“Ini bukannya anak dari sekolah kita juga?” tanyaku sambil menunjuk seseorang yang ada bersama Sehun di teasernya.

“Iya itu Jongin. Kalau disitu namanya Kai.” Jawabnya sambil tetap melihat ke arah ponselnya. Kalau dilihat-lihat dia duduk terlalu dekat denganku, kalau begini kita terlihat seperti-teman?

“Bagaimana? Aku keren kan?” tanyanya lagi dengan menunjukkan wajah polosnya.

“Iya, kau keren. Berbeda de-“

“Sudah kukatakan aku ini keren. Kau seharusnya senang bisa sebangku dengan orang yang keren sepertiku ini.”

Senang? Aku tertekan T_T)/

“Keren? Ini kan karena efek make up makanya jadi keren. Kalau kau di sekolah kau terlihat biasa saja.” Jawabku sambil memutar lagi teasernya.

“Enak saja. Aku menggunakan make up paling sedikit karena wajahku sudah putih dan-“

“Mirip hantu.” Jawabku yang membuatnya menatapku horror.

Astaga Jang Nara! Kau melakukan ha bodoh, lagi.

“Kau masih menyebutku hantu!?” Cercanya sambil menunjuk-nunjuk dirinya sendiri.

“Kau bilang kau sudah putih. Kau memang hantukan? Jawab saja iya!”

“Ya Jang Nara! Lihat kakiku! Aku menapak. Ini! Ini!” Sehun menghentak-hentakkan kakinya.

“Suhu tubuhku juga normalkan?! Sama dengan suhu tubuhmu.” Sehun menarik tanganku untuk menyentuh dahinya sementara tangan Sehun yang satu lagi menyentuh dahiku. Dan pemandangan yang terjadi adalah adegan seperti di drama-drama yang sering aku tonton.

Bukan!

Bukan adegan berciuman seperti yang kalian bayangkan.

Tangan Sehun yang memegang tanganku dan meletakannya di dahinya terasa seperti membeku begitu juga tangannya yang menempel di dahiku. Sebenarnya sih rentan waktunya tidak terlalu lama, tapi aku bisa melihat pantulan wajahku di mata Sehun dan melihat Sehun yang menatapku juga.

Seumur-umur aku sebangku dengan manusia hantu ini, tidak pernah kami beradu tatapan seperti sekarang. Eh tunggu! Jangankan beradu tatapan, melakukan tindakan skin ship saja jarang. Hanya terkadang salah satu dari kami yang saling menganggu jika sudah merasa bosan, sisanya kami akan menjadi orang asing sepanjang hari.

HAHAHAHAH!

Tidak ada perasan berdebar yang aku rasakan. Aku hanya merasa terharu dan sedikit bahagia ternyata Sehun tidak terlalu menganggapku orang asing yang duduk sebangku dengannya.

“Iya iya aku tahu kau ini manusia. Cepat lepaskan tanganku.” Aku sedikit menarik tanganku dari genggamannya tapi mengapa aku merasa ia malah semakin erat menggenggamnya.

Anak hantu ini mau apa lagi sih? =_=)/

“Maaf kalau tadi aku menyakitimu.”

“Hah?”

“Maaf kalau tadi kata-kataku menyakitimu. Aku hanya kesal. Kau ini teman sebangkuku sudah sekian lama, seharusnya kau ini yang paling heboh kalau terjadi sesuatu denganku. Tapi kau malah belum melihat teaserku. Teman macam apa kau ini Jang Nara?!” Kalimat Sehun yang panjang hanya terdengar seperti angin lalu bagiku hanya bagian ujungnya saja yang terdengar.

Teman? Ia mengganggapku temannya?

“Kau menganggapku teman?” Tanyaku hampir menangis. Ya Tuhan aku ini melow sekali T-T)/

“Tentu saja! Lalu untuk apa setiap hari aku mengganggumu dengan meminjam catatanmu kalau aku tidak menganggapmu temanku? Untuk apa juga aku menjailimu saat aku bosan kalau aku tidak menganggapmu temanku? Untuk apa juga aku-“

Tiba-tiba saja aku memeluk Sehun. Aku terharu mendengar semua kata-katanya barusan. Ya Tuhan selama ini Sehun ternyata menganggapku temannya. Benar-benar temannya bukan hany aorang asing yang duduk sebangku dengannya.

Kalau sudah beginikan aku jadi merasa bersalah tidak melihat teasernya dari awal ;_;)/

“Maafkan aku tidak melihat teasermu dari awal. Aku pikir kau tidak menganggapku temanmu.” Aku berusaha menahan tangisanku tapi malah air mataku mengalir begitu saja.

Dasar gadis cengeng T-T)/

“Apa!? Siapa yang mengatakan hal seperti itu padamu hei?!” Suara Sehun terdengar menyebalkan di telingaku. Dia ini tidak ingat apa kalau telingaku sangat dekat dengan mulutnya? Kita kan sedang berpelukan.

Tunggu?! Berpelukan?

Kita kan teman, tidak apa kan kalau berpelukan?! T-T)9

“Pokoknya maafkan aku dulu!”

“Iya, iya. Cepat katakan siapa yang bilang kalau aku tidak menganggapmu temanku?” Sehun melepaskan pelukan kami dan mengguncang tubuhku menuntut jawaban atas pertanyaan tadi.

“Aku.”

“Ha? Bicara yang jelas Nara.”

“Aku. Aku yang berpikir kalau kau itu tidak menganggapku temanmu. Habis kau selalu diam saja kalau denganku. Berbeda dengan gadis-gadis di kelas. Aku pikir kau marah karena aku pernah mengira kau ini hantu. Maafkan aku.” Jawabku yang jelas membuat Sehun menatapku horror. Matanya yang sipit terbelalak mendengar jawabanku yang mungkin tidak masuk akal di pikirannya. Tapi semua yang ku katakan itu fakta Oh Sehun =_=)/

“Aku kira kau tidak mau dekat-dekat denganku karena kau mengira aku ini hantu. Makanya aku jarang bercerita atau mengobrol denganmu. Maaf kalau kau malah mengira aku tidak mau berteman denganmu.” Jelas Sehun yang membuatku gantian membelalakkan mataku.

Jadi selama ini kita sama-sama salah paham?!

Selama ini kita tenggelam dalam pemikiran ‘tidak mau jadi teman’ tentang satu sama lain?

Astaga bodohnya T-T)/

“Jadi selama ini kita salah paham? Astaga T_T)/” kataku sambil menatap Sehun tidak percaya.

“Sepertinya. Buruk sekali kita ini.” Jawabnya sambil menganggukkan kepalanya. Setelah itu tidak ada suara yang keluar hanya aku dan Sehun yang saling menatap satu sama lain dan-

“Hahahahahaha! Bodoh sekali kau berpikir aku marah karena kau mengataiku hantu! Hahahaha!”

“Kau sendiri lebih bodoh! Kau kesal padaku hanya karena aku tidak melihat teasermu! Hahahahaha!”

Kami tertawa bersama sambil mengatai bodoh satu sama lain.

Ya Ampun T-T)/

Sudah tau sama-sama bodoh masih saling menertawai T-T)9

“Jadi kita teman kan sekarang Jang Nara?” Tanyanya sambil mengulurkan tangannya ke arahku.

“Tentu saja! Kita teman Oh Sehun.” Jawabku menyambut tangannya dan tertawa bersama.

Astaga, coba saja teaser Sehun keluar dari dulu pasti kami sudah bisa jadi teman sejak dulu kan? T-T)/

***

“Hei.”

“Apa?”

“Ikut denganku.”

“Kemana?” tanyaku sambil memakai tas ranselku dan bersiap pulang.

“Temani aku minum bubble tea.” Jawab Sehun sambil merangkulku.

“Minum saja sendiri. Aku mau pulang saja ada drama yang mau ku tonton.” Kataku sambil berusaha menyingkirkan tangannya dari pundakku.

“Tidak mau. Aku mau minum denganmu.” Bukannya menyingkir malah tangannya semakin merangkulku erat.

“Kenapa? Biasanya kau pergi sendiri.” Kataku lagi sambil berusaha meloloskan diri dari rangkulannya dan berhasil hahai!

“Karena kau temanku. Kita teman.” Kata-kata Sehun membuatku berhenti dan membalik tubuhku menghadapnya.

Teman? Kenapa rasanya aku mau menangis haru lagi? ;_;)/

“Ayo kita rayakan hari jadi pertemanan kita dengan minum bubble tea Jang Nara. Ayo!” Sehun berjalan ke arahku dan merangkulku lagi.

“Ok Temanku, Oh Sehun. Kita minum bubble tea dan merayakan hari jadi pertemanan kita!” Jawabku sambil menahan rasa haru di hatiku.

Sejak saat itu dan sampai sekarang kami adalah teman. Mungkin saat Sehun debut nanti ia akan punya banyak teman dan mungkin ia akan menemukan orang untuk menemaninya minum bubble tea atau sekedar bercanda jika ia bosan. Tapi ada satu tempat yang tidak bisa orang lain gantikan yaitu tempatku sebagai teman sebangkunya.

Aku teman sebangku Oh Sehun, dan akan selalu begitu.

 

 

 

 

 

 

Iklan

9 thoughts on “Chairmate

  1. littlecheonsasss berkata:

    Hahahaha aku senyum senyum sendiri baca ini :D. Yang ceritanya Nara mengira Sehun itu hantu, hahahaha gak bisa berhenti ketawa! Dan juga yang mereka akhirnya jadi teman itu

    Nanti buat FF EXO lagi, ya! Keren kok, aku suka.

  2. amelia berkata:

    mwehehe.. nara parah nih, masak sehun di bilang hantu wkk..
    sehun lagian juga jail pakek ngangkat kakinya waktu nara msu mbuktiin sehun hantu apa bukan.. wkk..
    kocak thor^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s