In The Rain part 1

kaisoo

Author: SakuRaa (@rara_raraa84)

Title: In The Rain…

Cast:

-Do Kyungsoo (Kim Kyungsoo)

-Kim Jongin (Jongin)

-Oh Sehun (Sehun)

Other:

-Kim Hye Sung (Ibu Kyungsoo)

Genre: Family, Brothership, Friendship, Sad

Rating: General

Length: Chaptered

Note: No Sekai! :p just KaiSoo :3 Sorry.

Comment dan Saran ya? Gomawo.

===================================

“Itulah kali pertama, dan mungkin kali terakhir juga aku bertemu denganmu, teman…”

 

 

Langit Seoul sore ini tampak mendung, awan yang tadi terlihat jingga kemerahan, berubah menjadi gumpalan-gumpalan awan berwarna abu-abu. Sinar matahari yang masuk kejendela Kyungsoo, kini sedikit meredup sehingga kamar itu terlihat sedikit gelap, Kyungsoo menyibakkan tirai jendela kamarnya, dan menatap objek yang selalu ada dipinggir jalan sambil membawa koran. Tidak, bukan objek, tetapi seseorang.

 

Seseorang yang tak asing dari pandangan mata Kyungsoo, karena setiap hari ia selalu berjualan koran dipinggir jalan tepat didepan jendela kamar Kyungsoo.

 

Kyungsoo selalu menatap sosok yang tanpa alas kaki, dan berbaju lusuh, serta topi berwarna hijau untuk melindunginya dari panasnya matahari dan hujan yang hampir melanda setiap sore. Seperti sore ini.

 

Sebentar lagi akan turun hujan, tetapi koran-koran ditangannya masih banyak. Kyungsoo merasa iba padanya. Ia lantas keluar rumah sambil mengambil payung biru dan membuka pintu pagar. Dilihatnya kanan-kiri dan menyebrang jalan dengan hati-hati.

 

Kyungsoo masih menatap seorang lelaki yang mungkin umurnya tak jauh berbeda darinya. “hei,”

 

Pria itu menoleh, “ada apa, Tuan? Anda ingin membeli koran saya?” tanya lelaki itu sambil menunjuk tumpukan koran ditangan kanannya.

 

Kyungsoo menggeleng, “tidak. Aku hanya ingin memberimu ini” ia menyodorkan payung kearah lelaki itu. Tetapi lelaki itu hanya diam.

 

“mengapa? Kau tidak takut kebasahan? Hujan sebentar lagi turun.” Tanya Kyungsoo, yang langsung dibalas gelengan kepala dari lelaki itu.

 

“bukan, bukan. Ya, terimakasih. Tetapi… anda tak perlu memberikan ini, saya sudah terbiasa jika hujan turun.” Kyungsoo terdiam, tetapi akhirnya menurunkan payung itu,

 

“em, tapi anda tak ingin membeli koran ini?” tanya lelaki itu sambil memelankan suaranya.

 

Kyungsoo berpikir ulang, dirumahnya sudah ada Televisi, Radio, bahkan HandPhone, untuk apa ia membeli koran lagi? Tapi… Kyungsoo masih merasa kasihan pada lelaki dihadapannya ini. “baiklah, aku membeli satu.”

 

Lelaki itu tersenyum senang, baginya lebih baik koran-koran itu terjual daripada menerima payung dari orang dihadapannya itu. Ia memberikan satu paket koran hari ini, dan Kyungsoo merogoh saku celana Jeans-nya, mengambil uang lebih dan memberikan nya pada lelaki itu.

 

Kyungsoo hendak pergi, tetapi lelaki itu kembali memanggilnya, “em, Tuan. Ini kebanyakan” tanya Lelaki itu sambil menatap ragu uang ditangannya, ia belum sempat memberi kembalian, tetapi Kyungsoo hendak menyebrang kembali kerumahnya.

 

Kyungsoo tersenyum, “ambil saja kembaliannya.” Sebenarnya Kyungsoo hanya ingin menge-tes lelaki penjual koran ini, apakah dia jujur atau tidak, walau ia tak ingin uang itu dikembalikan, tetapi kejujuran lebih penting dari uang.

 

Lelaki itu tersenyum senang, “terimakasih… terimakasih Tuan.”

 

“jangan memanggilku Tuan, aku punya nama. Namaku Kyungsoo, Kim Kyungsoo.” Kyungsoo menyodorkan tangan kanannya pada lelaki itu.

 

Lelaki itu sebelumnya mengusap tangannya ke baju lusuhnya baru menjabat tangan Kyungsoo. “namaku Jongin.”

 

Kening Kyungsoo berkerut, “apa nama marga depanmu?” pertanyaan itu sontak membuat Jongin menundukkan kepalanya. Kyungsoo semakin heran, baginya tak aneh jika ia menanyakan warga seseorang, semua orang diKorea pasti punya marga. Entah itu Kim, atau Do, atau Shin, atau Park, atau yang lainnya.

 

Jongin melepas jabatan tangannya dengan Kyungsoo, “aku tidak punya marga…”

 

Kyungsoo membulatkan matanya yang memang sudah bulat. “jadi…”

 

Jongin menjawab, “aku tak tahu siapa ayahku, atau siapa ibuku yang melahirkanku… kata paman, dia dulu menemukanku di tempat tumpukan kardus-kardus.” Ia masih berusaha tersenyum walau Kyungsoo tahu, itu jawaban yang menyedihkan.

 

Kyungsoo menelan ludahnya, jika ia tahu jawaban dari Jongin seperti itu, pasti sebelumnya ia tak menanyakan apapun.

 

“maaf Tua— maksud saya Kyungsoo, saya sudah bercerita aneh-aneh.”

 

Kyungsoo menggeleng, “tidak, tidak apa-apa. Justru aku minta maaf menanyakan hal seperti ke kamu.” Jongin hanya tersenyum.

.

.

.

Seorang wanita menggeret pintu pagarnya perlahan, wajahnya gusar, dan kebingungan. Ia menoleh kekanan kekiri tetapi ia tak menemukan sesuatu yang ia cari sedari tadi. Tetapi setelah melihat anaknya ada diseberang jalan sambil berbicara dengan seorang anak berbaju lusuh dan membawa koran, setidaknya wanita itu bisa bernapas lega.

 

Wanita itu meletakkan kedua tangannya disamping mulutnya dan siap berteriak, “Kyungsoo!”

 

Kyungsoo dan Jongin otomatis menoleh kesumber suara, Kyungsoo tersadar, jika ia seharusnya pulang karena ia keluar tanpa ijin Ibunya.

 

“Ayo pulang, Nak! Sebentar lagi hujan turun!” ucap wanita itu yang tak lain adalah Ibu Kyungsoo.

 

Kyungsoo mengangguk. Ia kemudian pamit pada Jongin dan segera menoleh kekanan-kekiri untuk menyebrang.

 

Jongin menatap Kyungsoo ragu, “em, Kyungsoo!”

 

Kyungsoo menoleh, ia tak menjawab apapun, membiarkan Jongin menyelesaikan kalimatnya.

 

“em, Kita … teman?” tanya Jongin ragu, tetapi dibalas oleh senyum Kyungsoo yang hangat,

 

“ya, mulai sekarang kau temanku…”

 

Kyungsoo buru-buru menyebrang dan ketika ia didepan pagar rumahnya, hujan mulai turun dan Kyungsoo tak membiarkan koran yang ia beli dari Jongin basah, sehingga ia memeluknya dan menutupinya dengan sweater biru dongker yang ia pakai. mereka ber-dua masuk kedalam rumah segera.

 

Jongin hanya menatap Kyungsoo dalam diam, ia tidak peduli jika bajunya, tubuhnya mulai basah sedikit demi sedikit. Ia hanya mengamati anak yang berpostur tubuh tak jauh lebih tinggi darinya dan sekarang menjadi temannya. “terimakasih…” gumamnya pelan.

 

*

Kyungsoo duduk disofa ruang Tamu, sweater pemberian Ayahnya sedikit basah kerena terkena hujan, bibirnya sedikit membiru, wajahnya pucat, dan yang ia lakukan saat ini hanyalah diam menunggu Ibunya.

 

“kyungsoo, kau harus tahu kondisimu seperti apa, jangan pergi dari rumah tanpa ijin, mengerti?” Ibu Kyungsoo kembali dari dapur dan memberikan segelas susu coklat hangat untuk anak satu-satunya itu.

 

Ketika Ibu Kyungsoo menggenggam tangannya, ia begitu terkejut dan panik karena tangan Kyungsoo begitu dingin seperti es dan badannya ikut menggigil. Ia segera membawa Kyungsoo ketempat tidurnya.

 

Kyungsoo masih diam, ia menggenggam erat gelas susu pemberian Ibunya yang membuat tangannya sedikit hangat, bibirnya sudah tidak sebiru tadi, tetapi ia masih merasa dingin. Ibu Kyungsoo menyelimutinya dengan selimut bermotif kotak-kotak oranye. “pasti karena hujan tadi, padahal hanya sedikit…” ucap Ibu Kyungsoo-Hye Sung.

 

Hye Sung kemudian duduk disamping anaknya, mengusap puncak kepala Kyungsoo dengan lembut, yang Kyungsoo lihat hanya senyuman kasih sayang dari Hye Sung, walau didalam hatinya, ia beribu-ribu kali mengucap kata ‘maaf’, karena ia tak bisa memberi yang terbaik untuk anaknya.

 

“Kyungsoo, siapa anak yang bersamamu tadi? Dia penjual koran yang biasanya didepan rumah ini, bukan?”

 

Kyungsoo tersenyum, “ya, Ibu benar. Namanya Jongin, Dia juga temanku sekarang.” Hye Sung menghela napas, ia dari dulu tak pernah melarang Kyungsoo untuk berteman dengan siapapun atau dari golongan apapun, Kyungsoo harus terus merasakan canda dan tawa dalam hidupnya, selagi bisa. Ibunya sudah berjanji.

 

“aku kasihan padanya, Bu. Dia anak yang dibuang oleh orang tuanya. Dia juga selama ini harus berjualan koran untuk menghidupi dirinya sendiri.”

 

Hye Sung tersenyum, “jadi kau harus bersyukur, Kyungsoo. Mungkin 100 anak dari 150 anak yang hidup kekurangan seperti itu, tetapi kau tidak termasuk kedalam 100 anak itu.”

 

Kyungsoo mengangguk, tetapi ia beberapa kali mengerjapkan matanya, “Bu, aku sedikit pusing…”

 

“kalau begitu tidur.” Kyungsoo akhirnya menurut, ia sebenarnya lelah jika ditengah-tengah acara bermainnya, Ibunya selalu menyuruhnya untuk beristirahat dan tidur.

 

Hye Sung lalu mengecup puncak kepalanya dan keluar dari kamar Kyungsoo. Kyungsoo membenarkan posisi tidurnya sambil menghadap kearah jendela kamar yang tirainya terbuka. Ia tersenyum karena hujan terlihat dari sini, begitu deras dan lebat.

 

*

Hye Sung menutup mulutnya, agar suara isakannya tak terdengar dari balik pintu ini. Ia menangis, ia selalu menangis jika melihat Kyungsoo seperti ini. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk Kyungsoo. Keadannya makin hari makin parah. Kyungsoo bahkan seperti orang demam tinggi walau hanya terkena hujan seperti tadi.

 

-Flashback

“A-ada obatnya kan Dok? Dia masih bisa sembuh kan? Dia masih bisa sehat seperti sebelumnya kan? Dok, dia anak saya satu-satunya…”

 

“ini tergantung dari daya tahan tubuhnya, Bu. Jika memang ada, mungkin akan saya lakukan sebisa mungkin. Tetapi maaf, sudah tidak bisa, Kami hanya bisa memberinya bantuan Suplemen, bukan obat..”

Jika langit hari ini cerah, mungkin mendung bagi Hye Sung, jika semua orang sedang berbahagia, mungkin dirinya lah yang saat itu menangis sendirian dibangku koridor rumah sakit. Ia terus bertanya, mengapa ini terjadi ketika suaminya baru saja meninggalkannya dan Kyungsoo? Mengapa ini terjadi pada anak satu-satunya yang waktu itu berumur 14 tahun? Mengapa, dan mengapa…

-Flashback End

 

 

*TBC*

 

Maaf ya kalau TBC nya terlalu cepat >< semoga kalian suka ya? Comment dan Saran tetap ditunggu :v

Sampai jumpa diChapter berikutnya, Bye.

20 thoughts on “In The Rain part 1

    • RevanSwift berkata:

      thor maaf, bukannya saya mendikte atau apa, tapi kalau bisa endingnya jangan buat jongin mati karena ngorbanin sesuatu buat kyungsoo ya thor. pokoknya kalau bisa buat kita surprise sama endingnya thor. hehehe cepet lanjut ya thor >.<

  1. mia berkata:

    wae??wae????
    kaisoo brothership selalu mengharu biru
    mesti salah satu dari mereka ada yg meninggal😦
    dan saya nggak rela hikssssssssssssss
    ceritanya juga dipart one menurutku masih pendek hehehehhe #plakkkkkabaikan

  2. Ateara EXOtics berkata:

    Cerita ini berakhir bukan pda waktu yg tepat -_-
    Lgi asik-asik baca, eh tiba-tiba tbc. Emng Kyungsoo sakit tbc #plakkk *abaikan*
    FF nya keren dan bikin penasaran…
    Gk sabar nunggu next chapter ^_^

  3. JungRiYoung berkata:

    Jongin-ah wae? wae hidupmu menderita begitu? *miris
    aku bayangin jongin dengan pakean lusuh bawa2 koran, duh ni anak pas bgt jadi gelandangan yak, wkw *ketawa evil *digampar teleporters

  4. Kai's fan berkata:

    aaa>.<.seneng bgt klo udh baca FF Kaisoo^.^.emg Kyungsoo sakit??sakit apa?aduh baby jgn sakit dong*plaak.waiting for next chapter^_^.

  5. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Nemu new ff ..bguzz nh tf kai ffa dztu kzian bgt zh,.tf fha dha hbngan’y ma d.o ffa?.ttz d.o ffa zakit af? Next themangat^^

  6. Shin Yoora berkata:

    bebeb kyungsoo sakit apa? lanjut ya? kira – kira sampe part berapa ya? yang banyak ya? stok novel baru dirumah lagi kosong nih *curhat . nyari ff banyak sih yang rame, tapi pendek pendek cuma 1-3 part. sebel ga tuh *biasa aja

    –_–

    lanjut….

  7. Ks14327Cy berkata:

    wah wah… bkin lgi ya thor,kaisoo lagi >.<
    suka thor… maaf ya baru baca😦

    kyungsoo sakit ya thor?,kai kasihan :'(….
    lanjut ne thor,,,hwaiting^o^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s