Edelweis (Chapter 3)

CIMG0155 - Copy(1)

Title                 : Edelweis (Chapter 3)

Author             : Jung Ri Young

Cast                 :-Oh Sehun

-Park Chanyeol

-Byun Baekhyun

-Kim Jongin

-Kim Yeejin (OC)

-Park Yoora (Chanyeol noona)

-Jung Ahra

Genre              : Family, Brothership, Romance, Little Comedy

Rating             : T

Length             : Chapter

Disclaimer       : Member EXO milik Tuhan, Orang tua dan SMEnt. Kecuali Baekhyun milik saya! kekeke

Summary         : “Ternyata kalian tidak sekeren apa yang selama ini kami lihat dari luar.”

 

Chapter sebelumnya : 1 , 2

 

-xoxo-

Tiba-tiba,

Braakkk!!

.

Kami tersentak, refleks melepaskan pelukan mendengar suara mencurigakan dari luar ruangan. Ketika aku membuka pintu, ku lihat kursi-kursi besi tak terpakai yang tersusun rapi di luar ruangan sudah berserakan. Seperti ada orang yang dengan sengaja menabraknya. Tetapi orang bodoh mana yang mau menabak kursi-kursi besi seperti itu? Pasti sakit sekali.

Ketika ku edarkan pandangan, mataku menangkap postur tinggi berbelok koridor dengan terburu-buru.

“Ah, Kau mencuri dengar rupanya!”

-xoxo-

.

.

Empat namja tampan duduk di ruang makan sebuah apartemen, terlihat bosan akibat terlalu lama menunggu. Bukan, bukan mereka sedang menunggu orang spesial untuk diajak keluar sekedar berkeliling sungai Han. Tetapi mereka sedang menunggu seseorang yang dengan suka rela membuatkan makanan malam.

“Sebenarnya apa yang kau buat, noona? Kenapa lama sekali?” Protes Sehun tidak sabar.

“Benar. Aku bisa mati kelaparan!” Baekhyun menimpali.

Yang diajak bicara tak menghiraukan. Ia masih sibuk berkutat dengan masakan-masakannya. Setelah penantian yang panjang akhirnya yeoja berambut panjang itu meletakkan makanan di atas meja. Membuat keempat manja yang sudah dianggap seperti dongsaengnya sendiri itu –kecuali Chanyeol yang memang dongsaeng kandungnya- menghela nafas lega.

“Mwo? Hanya sushi?”

Yoora tersenyum manis, seolah bangga dengan hasil karya yang ia buat. Sangat berbanding terbalik dengan Chanyeol dan yang lainnya.

“Jika hanya membuat sushi kenapa lama sekali, aisshh.” Gerutu Sehun.

“Diam dan makanlah, adik kecil. Kalian adalah orang-orang beruntung yang mencicipi sushi pertama buatanku.” Jawab Yoora percaya diri.

Walaupun sempat protes dan menggerutu, mereka tetap memakannya dengan lahap. Masakan Park Yoora memang selalu enak. Itu sebabnya mereka sering berkumpul di apartemen sederhana tersebut di jam-jam makan malam, hanya sekedar untuk menikmati inovasi-inovasi masakan kakak perempuan Chanyeol.

“Otte?” Tanya Yoora sambil memperhatikan mereka makan.

“Maskitta.” Jawab Baekhyun tak pikir panjang.

“Oh. Jinjja maskitta.” Sambung Sehun

Yoora sedikit mencibir. Bukankah tadi anak itu yang paling banyak protes. Lihat saja cara makannya sekarang.huh!

“Joonmyun oppa memintaku membawakan bekal ke kantornya besok pagi. Ku lihat akhir-akhir ini dia sangat menyukai sushi. Jadi aku bereksperimen dulu sebelum membuatkan untuknya.”

“Jadi kami adalah bahan percobaanmu, begitu?”

“Yap, kau pintar Park Chanyeol!” Jawab Yoora bahagia.

Chanyeol hanya mampu memutar bola matanya. Noonanya memang selalu ingin terlihat sempurna di depan namjachingunya. Dan terkadang itu sangat menyebalkan.

“Kapan kau akan meresmikan hubunganmu dengan hyung, noona? Jika kalian menikah, tinggalah di rumah kami. Agar aku bisa selalu menikmati masakan lezatmu, kekeke” Jongin terkekeh, dia sangat suka menggoda calon kakak iparnya itu.

“Apa maksudmu? Jadi kau menyuruh Yoora noona meninggalkanku? Jangan coba-coba mempengaruhinya, Kim Jongin!” Sahut Chanyeol bersungut-sungut. Yoora hanya terkikik geli melihat tingkah mereka. Sepeninggal ibunya, Chanyeol menjadi lebih protektif terhadapnya. Dia merasa perlu melindungi noonanya karena dia satu-satunya anggota keluarga yang tersisa. Lagipula, Chanyeol seorang namja. Sudah kewajibannya menjadi pengganti seorang ayah.

“Joonmyun oppa dan aku sedang memikirkan hari yang tepat untuk acara pertunangan kami. Mungkin tidak dalam waktu dekat karena susah sekali mengambil cuti untuk dokter muda sepertiku. Kami perlu bernegosiasi terlebih dahulu.”

“Jadi kau benar-benar serius akan menikah?”

“Eh? pertanyaan macam apa itu, Chanyeollie? Tentu saja aku akan menikah. Kau mau melihatku tua tanpa suami?”

“Lantas kau akan meninggalkanku seorang diri?”

Raut muka Chanyeol terlihat sedih ketika membisikan kata itu. Chanyeol tidak bermaksud egois menahan kebahagiaan noonanya, dia hanya takut jika Yoora tak mempedulikannya lagi, lebih mementingkan suaminya kelak dan mengabaikannya. Chanyeol sangat menyayangi Yoora, dan Yoora tahu itu.

“Hei, kenapa dengan mukamu, Chanyeol-ah? Bukankah bagus jika noona segera menikah? Kau dan Jongin akan benar-benar menjadi saudara. Sehun juga akan menjadi saudara Jongin mengingat orang tua Sehun sudah menganggapmu dan Yoora noona sebagai anaknya sendiri. Kalian semua akan menjadi keluarga yang hebat! Aku sangat iri.” Hibur Baekhyun di sisi Chanyeol. Dia tersenyum lebar merangkul bahu sahabat tingginya itu, namun tersirat kecemburuan dalam nada bicaranya yang ceria. Sepertinya ia memang benar-benar iri karena hanya dia yang merupakan orang asing di antara mereka.

“Bukan ‘kalian’ hyung, tapi kita semua. Kita adalah saudara. Tak peduli kita tak memiliki hubungan darah sekalipun, aku tetap mencintai kalian. Jangan pernah menganggap diri sebagai orang lain.”

“Benar kata Sehun, Baekhyunnie. Kau juga bagian dari keluarga hebat yang kau sebutkan tadi. Karena kau sudah ku anggap dongsaengku sendiri. Seperti Chanyeol dan Sehun” Kata Yoora mengingatkan.

“Jadi hanya Chanyeol hyung, Baekhyun hyung dan Sehun yang merupakan dongsaengmu, noona?” Sindir Jongin.

“Oh. Kau masih calon, Jonginnie. Tunggu sampai aku menikah dengan Joonmyun oppa baru kau ku anggap dongsaengku juga.”

Mereka tertawa. Menggoda dan saling mencibir satu sama lain. Sebuah kebiasaan yang membuat hubungan persaudaraan mereka semakin kuat.

.

-xoxo-

.

Waktu menunjukan pukul delapan ketika dua bersaudara itu duduk di dalam mobil. Melaju ke arah rumah sakit tempat saudara yang lebih tua bekerja. Sebagai seorang dokter yang baru beberapa tahun bekerja, Yoora termasuk orang yang beruntung karena sudah sanggup menyewa apartemen kelas menengah ke atas. Setidaknya dia dan saudaranya tidak terus-menerus merepotkan keluarga Oh dengan menumpang di rumahnya. Yah, walaupun tak di pungkiri gelar sarjana kedokteran yang disandangnya juga berkat kebaikan Tuan Oh yang mendukung mimpinya secara finansial.

Bahkan sekarang Yoora telah sanggup membeli kendaraan roda empat yang kini ditumpanginya bersama Chanyeol. Mereka berbagi. Chanyeol selalu mengantar Yoora pagi-pagi ke rumah sakit dan menjemputnya pada malam hari.

“Cepat sedikit, Chanyeol! Aku ada jadwal operasi sebentar lagi.”

“Ya! Park Chanyeol kau dengar aku tidak?! Jangan melamun saat mengemudi dan oh, ayolah cepat sedikit!”

“Shikkeureo! Aku sudah berusaha cepat. Lagipula siapa yang tadi sibuk menyiapkan bekal sampai lupa waktu, eh?” Sindir Chanyeol.

Yoora meringis. Membuat Chanyeol lagi-lagi memutar bola mata. Ingin sekali ia menjitak kepala noonanya itu. Tetapi dia masih ingin hidup lebih lama jadi mengganggu Yoora bukanlah pilihan yang tepat.

Selepas mengantarkan sampai depan rumah sakit, Chanyeol memutar arah menuju kampusnya. Hari ini ada pertandingan basket antar jurusan. Acara itu diadakan setiap tahun dan Chanyeol selalu berpartisipasi memperkuat tim jurusannya. Sama seperti Sehun dan Jongin.

Dalam perjalanan ia melihat seorang yeoja duduk di sebuah halte bus. Terlihat bosan menunggu. Chanyeol buru-buru menepikan mobilnya.

“Sepertinya duduk di kursi mobilku lebih nyaman daripada duduk menunggu di situ, Yeejin-ah. Kajja, kita berangkat bersama!” Seru Chanyeol dari dalam mobil.

Yeejin sempat kaget. Ia terdiam menimbang-nimbang apakah sebaiknya dia ikut sunbae-nya itu atau tidak, sampai akhirnya ia beranjak dari kursi halte dan membuka pintu mobil Chanyeol.

“Ah, gomawoyo, sunbaenim. Aku sedang terburu-buru. Mungkin mata kuliahku sudah dimulai sedari tadi”

“Mwoya? Bukankah tiga hari ke depan semua mata kuliah ditiadakan? Kampus kita sedang mengadakan kompetisi rutin tahunan, Yeejin-ah. Bagaimana bisa kau tidak tahu?”

Mata Yeejin membulat.

“Jinjjayo?”

“Oh.”

“Aissh , kalau begitu lebih baik tadi aku tidur saja di rumah. Menyebalkan sekali.” Gerutu Yeejin.

Chanyeol hanya tersenyum melihat tingkah hoobae-nya.

“Karena kau sudah terlanjur berangkat, kau harus menontonku bertanding.” Kata Chanyeol santai. Ia masih fokus menyetir.

“Memangnya kau ikut pertandingan apa, sunbaenim?”

“Basket.”

Bibir Yeejin membentuk huruf O.

“Arraseo, aku akan menyemangatimu sebagai balasan karena telah memberiku tumpangan. Chanyeol sunbaenim hwaiting!!” Seru Yeejin heboh sambil mengepalkan tangan. Chanyeol tergelak.

“Mestinya kau berteriak seperti itu ketika sudah di lapangan, Kim Yeejin pabbo! Haha ”

“Biarkan saja. Bukankah lebih cepat lebih baik?” Yeejin terkekeh.

Sifat mereka yang hampir sama membuat keduanya cepat sekali akrab. Bahkan ini baru kedua kali mereka bertemu, tetapi mereka sudah seperti teman lama saja.

.

-xoxo-

.

Suasana gedung olahraga indoor penuh dengan teriakan dan sorak sorai. Tim Sehun sedang bertanding melawan anak-anak jurusan lain. Jongin juga terlihat berlarian di tengah lapang, berusaha memasukan bola ke dalam ring lawan. Keduanya merupakan kolaborasi yang sempurna. Dengan skill yang mumpuni mereka menciptakan poin demi poin yang membuat penonton terus bersorak. Ditambah ketampanan dan kepopuleran mereka menjadikan pertandingan ini tontonan yang tidak boleh dilewatkan, khususnya oleh kalangan yeoja.

Jongin kembali mendapat umpan, tanpa menunggu lama bola sudah memutar di atas ring dan masuk dengan mulus berkat tangan dinginnya. Penonton kembali berteriak histeris ketika Jongin memamerkan smirk-nya. Seolah puas dengan apa yang telah ia lakukan. Sungguh dia terlihat sangat tampan!

Pertandingan pertama usai ketika Chanyeol memasuki gedung olahraga bersama Yeejin. Terdengar bisik-bisik dari arah tribun mengingat namja tinggi itu tak pernah terlihat dekat dengan yeoja, apalagi sampai menggandeng tangan seperti ini. Pemandangan yang benar-benar langka dan membuat beberapa yeoja merasa patah hati. Park Chanyeol berkencan. Itulah asumsi yang muncul dari otak mereka.

“Baekhyunnie ada di sebelah sana, kajja!” Tubuh Yeejin sedikit menegang. Ia melupakan fakta bahwa Chanyeol sahabat Baekhyun.

Chanyeol benar-benar menyeret Yeejin ke tempat Baekhyun berada. Dengan tampang sumringah ia menghampiri sahabat bermata sipit-nya itu.

“Baek!”

.

.

Baekhyun POV

“Baek!”

Tak perlu menolehpun aku tahu siapa yang memanggilku. Suara itu hampir selalu ku dengar setiap hari.

“Hmm.” Gumamku pendek.

Aku masih sibuk mengamati hasil jepretan pertandingan tadi. Ya, aku memang lebih suka duduk di tribun penonton sambil memotret moment-moment indah ketika para sahabatku berkutat dengan benda bulat itu di lapangan. Bukannya aku manja atau takut lelah. Tapi tinggi badanku tak mendukung untuk menjadi atlet basket seperti ketiga tiang listrik itu. Menyebalkan bukan? Dan satu lagi,, Jangan tertawakan aku!

Ku angkat kepalaku ketika terdengar peluit berbunyi, pertanda pertandingan kedua dimulai. Chanyeol merebut kamera dari genggamanku. Ketika hendak memprotes, ku lihat seorang yeoja duduk di sebelahnya. Diam memperhatikan jalannya pertandingan.

“Tadi aku bertemu dengannya di jalan, jadi ku ajak berangkat bersama.” Chanyeol menjelaskan, seperti bisa membaca isi kepalaku.

Yeejin menoleh, tersenyum ke arahku.

“Annyeong, sunbaenim.” Sapanya ramah, berbanding terbalik dengan pertemuan di ruang musik beberapa waktu lalu.

“Annyeong, Yeejin-ssi.” Aku mengikuti alur sandiwaranya. Mengabulkan apa yang selama ini ia inginkan. Walau tak di pungkiri itu sama saja sengaja menyakiti hatiku sendiri.

Ku lambaikan tangan ketika melihat Sehun dan Jongin berjalan beriringan dari ruang ganti. Memberi isyarat pada mereka untuk bergabung. Yah, setidaknya lebih banyak orang akan membuat keadaan lebih rileks untukku dan Yeejin.

“Kau baru datang, hyung? Oe? Yeejin disini juga?”

“Nde, ketua. Aku disini untuk menontonmu.” Jawab Yeejin tersenyum riang.

“Mwoya? Kau tadi bilang akan mendukungku, kenapa jadi beralasan menonton Sehun! Dan panggilan apa itu, ketua? Huh?” Chanyeol memprotes yang di susul dengan kikikan Yeejin.

“Tentu saja dia lebih memilihku, dia anggotaku sekarang, hyung.” Jawab Sehun tersenyum lebar.

“Aww!!” Tiba-tiba Sehun menjerit, meringis memegangi kaki kirinya.

“Wae Sehun-ah?” Tanya Jongin sedikit panik karena ia yang merasa menyenggol kakinya tadi.

“Ani, gwenchana.”

Aku penasaran. Sengaja ku tendang kembali kaki kirinya tanpa mengalihkan pandanganku darinya.

“Aww,, appo ,hyung. Apa yang kau lakukan!” Protesnya memelototiku.

“Sebenarnya kenapa dengan kakimu?” Tanya Chanyeol sambil menyingkap training panjang yang dipakai Sehun. Matanya terbelalak melihat lebam yang cukup besar di daerah tulang keringnya.

“Kau terjatuh dalam pertandingan tadi?”

“Err,,”

“Ya! Kenapa dibiarkan, bodoh! Tunggu disini, ku carikan obat. Kajja temani aku, Jongin!”

Chanyeol dan Jongin beranjak. Meninggalkan kami bertiga. Kulirik sekali lagi luka di kaki Sehun yang sedang berusaha ia sembunyikan. Entah mengapa aku ingin tersenyum.

“Sakitkah?”

“Gwenchana, hyung. Ini tidak seberapa.”

“Lain kali kau harus lebih berhati-hati. Kursi besi itu keras, Sehun-ah.”

.

-xoxo-

.

Ini sungguh membingungkan. Ku pikir Yeejin tidak ingin lagi berhubungan denganku. Bukankah kemarin dia meminta untuk tidak diganggu dan melupakan semuanya? Tapi mengapa dia tak pernah menolak jika di ajak bergabung denganku dan sahabat-sahabatku? Lihat saja sekarang, meja kantin yang biasa kami tempati berempat kini bertambah satu kursi karena Chanyeol mengajak Yeejin ikut makan siang bersama kami.

“Minggir kau! Jangan dekati mangkuk-ku!”

“Sayuran ini baik untukmu, Jongin-ah.“

“Andwae!”

“Kau akan awet muda dan tidak cepat marah jika banyak makan sayur.”

“Aigoo, Sehun hentikan. Ini terlalu banyak.”

“Kau juga akan semakin tampan jika makan sayur.” Sehun masih mengoceh sambil terus memindahkan sayur ke mangkuk Jongin.

“Aku sudah cukup tampan.”

“Kulitmu tidak akan hitam legam lagi jika lebih banyak makan sayur.”

“YA!! Tidak ada hubungannya, bodoh!”

Bagiku pemandangan seperti ini sudah biasa. Maka tidak ada yang mempedulikan baik aku maupun Chanyeol. Tetapi kulihat Yeejin sangat tertarik, dia terus terkikik melihat tingkah kekanakan dua dongsaengku itu.

“Sudah, hentikan kalian berdua. Yeejin sebentar lagi gila melihat ulah kalian.”

Oh, ku pikir hanya aku, ternyata Chanyeol juga diam-diam memperhatikan yeoja yang duduk di sampingnya itu.

“Ternyata kalian tidak sekeren apa yang selama ini kami lihat dari luar.” Elak Yeejin masih terkikik.

“Wae? Mereka memang tidak keren, Yeejin-ah, tidak seperiku.” Sambar Chanyeol sambil mengunyah makanannya.

“Mwoya, hyung? Jelas-jelas aku lebih keren.”

“Kalian buta? Aku paling keren. Dan kau Jongin, putihkan dulu kulitmu jika ingin mengaku keren. kekeke”

“Diam kau, Albino!”

Perdebatan tersebut malah membuat Yeejin semakin terkikik. Aku hanya diam memperhatikan yeoja tersebut. Ah, rasanya sudah sangat lama tak melihatnya tersenyum.

“Kau baik-baik saja, Baek? Sepertinya kau tidak banyak bicara hari ini.” Ucapan Chanyeol membuatku tersadar dari lamunanku.

“Baekhyun hyung memperhatikan Yeejin, ku rasa?”

Demi apapun aku ingin menyumpal mulut Jongin kali ini. Keempat orang di depanku melemparkan tatapan menuduh, dan itu rasanya sangat tidak nyaman.

“Tidak, hanya saja kalian seperti orang bodoh.” Jawabku singkat.

.

-xoxo-

.

Author POV

“Kau sudah pulang, Jonginnie?”

“Ne, hyung. Oe? Noona di sini juga rupanya.”

“Kemarilah, kami sedang membahas acara pertunangan hyung-mu dan Yoora.” Kata Nyonya Kim.

Jongin menghampiri anggota keluarganya yang sedang berkumpul. Menjatuhkan diri di sebelah Joonmyun.

“Kau bilang tidak akan bertunangan dalam waktu dekat, noona?”

“Joonmyun oppa sudah mengurus semuanya tanpa sepengetahuanku, Jongin. Aku juga baru tahu.”

“Chanyeol hyung pasti akan sangat terkejut mendengar kabar ini. Aku tak sabar melihat reaksinya.” Jongin tersenyum sendiri membayangkan wajah Chanyeol.

“Jangan menggodanya, Kim Jongin. Kalian akan menjadi saudara.” Jawab Tuan Kim memperingatkan.

Senyum Jongin memudar digantikan dengan raut muka cemberut, membuat Nyonya Kim tersenyum sambil mengacak rambut putra bungsunya itu.

“Acaranya akan dilakukan dua minggu lagi. Hanya dihadiri keluarga dan kerabat dekat saja.” Jelas Joonmyun.

“Bagaimana dengan rekan bisnismu dan Appa? Apakah mereka tidak diundang?”

“Yoora yang menginginkan konsep tertutup ini.”

“Aku pikir tidak perlu, Jongin-ah. Ini hanya acara pertunangan. Nanti jika kami menikah barulah mengundang semua kenalan.” Yoora memberi pengertian.

Mereka yang berada di ruang keluarga mengangguk setuju.

“Calon menantuku benar-benar rendah hati. Kau tidak salah pilih, nak.” Kata Tuan Kim bangga. Yoora yang dipuji hanya tersipu malu.

.

-xoxo-

.

Sehun berjalan di koridor seorang diri. Sambil sesekali mengangguk pada para yeoja yang menyapanya. Entahlah, dia tidak tahu persis nama-nama mereka tetapi ia tetap tersenyum sebagai tanda sopan santunnya. Sehun bukan Jongin yang biasa mengacuhkan sapaan para yeoja di kampusnya. Dia lebih manusiawi.

“Sehun sunbae!” Sapaan itu kembali terdengar, namun kali ini dia tahu siapa yang memanggil namanya.

“Ahra-ya, darimana?” Balasnya ramah.

“Baru saja selesai mengikuti kelas. Sunbae sendiri mau kemana?”

“Aku lapar, ingin mengisi perut.” Jawab Sehun meringis.

“Keunde, sendiri?”

“Seperti yang kau lihat.”

“Memangnya di mana teman-teman sunbae?”

“Entahlah. Jongin dan Chanyeol hyung meninggalkan kampus barusan, sedangkan Baekhyun hyung sedang berlatih vokal.” Jelas Sehun.

“Kau mau menemaniku makan siang?” Sambungnya.

“Nde?” Jawab Ahra kaget. Sedikit meragukan pendengarannya.

“Temani aku makan siang.” Ulang Sehun.

.

-xoxo-

.

“Mwoya..menyebalkan sekali. Aku ingin menangis melihatnya.”

“Benar. Mereka terlihat sagat dekat. Oh tidak!”

“Bukankah dia anak semester awal? Berani-beraninya!”

Gerutuan-gerutuan itu terdengar di telinga Yeejin. Entah siapa yang dimaksud, ia tak ambil pusing. Yang terpenting saat ini adalah menemukan sahabatnya untuk mengambil buku mata kuliahnya yang tadi ia titipkan.

“Baru saja ditinggal ke toilet sudah menghilang. Jung Ahra menyebalkan!” Runtuk Yeejin dalam hati.

Kembali ia memencet nomor sahabatnya itu sambil berharap mendapat jawaban. Tapi sia-sia, Ahra tidak mengangkat panggilannya.

“Ku dengar namanya Ahra. Anak jurusan bahasa.”

“Aku tahu, bahkan tadi Sehun oppa menarik tangannya. Ah tidaaak! Ini sangat menyebalkan, Jinjja!”

Kasak-kusuk itu kembali Yeejin dengar. Ia menghentikan langkah. Merasa mengetahui siapa yang sedang mereka bicarakan.

“Jeogiyo, apakah yang kalian maksud tadi Jung Ahra? “

“Oh, dan siapa kau?” Jawab seorang yeoja dengan ketus.

“Kalian tahu di mana dia?”

“Yeoja genit itu pergi ke kantin bersama Sehun oppa.”

Yeejin buru-buru memutar langkah menuju kantin setelah mengucapkan terimakasih. Tak mempedulikan mereka yang masih mengajaknya bicara.

“Katakan padanya agar tidak menggoda Sehun oppa!”

.

-xoxo-

.

“Kau ini, rajin sekali membawa buku sebanyak itu.” Kata Sehun menunjuk tumpukan buku di depan Ahra dengan dagunya.

Ahra berhenti mengunyah makanan. Tiba-tiba memukul keningnya heboh.

“Ya Tuhan, aku meninggalkan Yeejin yang sedang di toilet!”

Sehun hanya bisa geleng kepala melihat hoobae-nya itu. Berada dalam satu organisasi yang sama, dia mulai paham jika yeoja di depannya sangat pelupa.

“Kau, selalu saja.”

“Eottokkhe? dia pasti sangat marah.”

“Tentu saja aku marah. Kau menyebalkan, Jung Ahra!” Sambar suara di belakangnya.

“Mwo?? Sejak kapan kau berdiri di situ? Ya!”

Bukannya menjawab pertanyaan Ahra, Yeejin malah ikut duduk dan berbicara pada Sehun.

“Sunbaenim, apa kau berniat membunuh sahabatku?”

Sehun mengerutkan kening, tidak mengerti apa yang Yeejin bicarakan.

“Para fans-mu sangat marah melihatmu makan siang berdua bersama Ahra. Setelah ini pasti Ahra akan dibully habis-habisan.”

Ahra melotot mendengar ucapan Yeejin. Sedikit bergidik membayangkannya.

“Kau pikir fans Chanyeol hyung tidak marah melihatmu bergandengan tangan dengannya waktu pertandingan basket beberapa hari yang lalu? Dan lihat, sampai saat ini kau masih selamat. Jadi, kau Ahra, jangan pernah khawatir.” Jawab Sehun santai sambil menunjuk sumpitnya pada dua yeoja di depannya.

“Ah molla, sunbaenim pintar sekali berkilah. Berikan buku itu padaku, Ahra-ya. Aku mau pulang.”

Ketika buku itu terangkat, sebuah benda tipis terjatuh dari dalamnya. Mata mereka membulat melihat wajah yang terpampang dalam lembaran foto berukuran 5R tersebut.

Bukan, bukan wajah Yeejin yang sedang tersenyum manis membawa sebatang lolipop yang membuat mereka terkaget. Tetapi wajah di sampingnya yang tersenyum lebih lebar sambil merangkulnya.

Wajah itu terlalu familiar bagi mereka.

Surai coklat yang menutupi hampir seluruh keningnya.

Mata sipit yang membentuk garis ketika ia benar-benar tersenyum bahagia.

Dia, Byun Baekhyun.

.

.

.

-TBC-

 

Ampuni author yang menaruh TBC sembarangan.Kekekee *ketawa nista*

Enggak tau kenapa tiba-tiba aja gatel pengin cuap-cuap di akhir fanfic gaje ini. Author pengin ngucapin terimakasih buat reader yang masih setia menunggu hasil imajinasi liar (?) author yang semakin menggila dan gak jelas ini *Dibakar Chanyeol, ngumpet di punggung bang Bacoon*

Yang jelas author seneng. Seseneng waktu ditembak Baekhyun kemarin sore *bunuh! Bunuh aja orang gila ini*

Buat : In Soo , EXOHunHunnie, Dyah , ritandriani , bintang dwi ananda, Suharnila, indahtentiana , Oh Reo, MissBacon, Shin Seul Gi_99HunHan shipper, indrikyu88, ganyeol, ParkJudit dan para reader-nim yang lain yang mungkin gak kesebut, makasih udah menyempatkan diri buat review Edelweis dari chapter awal. Komentar-komentar kalian yang bikin author semangat buat terus nglanjutin fanfic ini. Walaupun gak selalu dibales, tapi author selalu baca komen-komen kalian kok. Pokoknya makasih banget *kisshug*

Sekian cuap-cuap gaje author. Author harap kalian tetep sudi RnR fanfic ini. Kalo jelek bilang jelek, kalo ada yang salah atau gak pas juga author akan terima dengan senang hati. Karena itu wujud dari apresiasi kalian untuk fanfic ini. Oke, sampai jumpa di chapter selanjutnya. Hehe😀

 

39 thoughts on “Edelweis (Chapter 3)

  1. indahtentiana berkata:

    aaaaaa aku di mention >< . part ini aku sukaaaaa banget . ternyaata sehun ya yang ngintip waktu itu .. hmm .. senyum sendiri waktu baekhyun ngasi tanda ke sehun kalo dya tau sehun yg ngintip dia kemaren . hohoooo adegan terakhir bikin aku mau teriak sekenceng2nyaaaaaa . suka bangeeeeeeeeet !!!!!!! next jaangan lama ya author cantik sang madunya baekhyuuuun :* *karenaakuistrinya /ditimpuk fans baekhyun yg laen/ wkwkwwk

    • JungRiYoung berkata:

      aaaaa, author jadi pengen ikut teriak kalo di komen gini >.< *dddziigg
      "next jaangan lama ya author cantik sang madunya baekhyuuuun :* " andwae! bahkan author udah jadi istri sahnya sebelum dia pacaran sama yeejin, wkwk *digampar Shiners"
      btw thanks indah udh setia ripiu ff ini :*

      • indahtentiana berkata:

        hohoho .. teriak aja thooor . monggo silahkaaaan :p andweeee ! skali madunya tetp madunya . dia udah jadi suami sahku sebelum dia lahir . dia ditakdirkan hanya untukku .. syalalaaaa ~

      • JungRiYoung berkata:

        aandwaeee! kau membuatku guling-guling di pagi hari gegara baca komen ini,, kkkkk
        *lemparinJongin,tarikbacon*

  2. EXOHunHunnie berkata:

    Oemji? Namaku tertera? Aku gak ngimpi kan? Ahhhhhh author daebak jinjja neomu daebak :* author lanjut terus pantang mundur aku selalu menunggu lanjutannya😀 author fighting (y) :*

    • JungRiYoung berkata:

      fighting juga nungguinnya, semoga gak jamuran :p “dziig*
      gomawo gomawo jinjja gomawo masih sudi membaca😀 Kekeke

  3. Nda Kharisma berkata:

    Thor,,, Demi apapun Ini membuka lama ku untuk melupakan hubungan Chanyeol-Yejiinnn..
    Yak,,Author.. Please jangan biarkan Pria yg kurang asupan otak itu bersama yejin lagii…
    Kasian Yejinn..
    Ah,, Tapi aq suka Edelweisss..
    Meskipun harus sedikit bersabar melihat mereka ber-3 ChanyeoL-Yejin-Baekhyun…
    Oh,,Ini FF yg menyakitkan..
    Tapi aku penasaraaann…Sebagai Istri Sah nya Chanyeol dan kekasih nya Baekhyun dengan berat hatii aku merestui FF ini berjalan sampai “The End”
    Dari pada saya tidak dijatah uang belanja dari mereka berdua…
    Tapi,, Tolong jangan ada Kiss Scene Thor…
    *Saya Orang Gila sepertii Baekyeol yang menjaga pohon kehidupan.. Maafkan saya jika saya terlalu banyak melakukan protes dan penganiayaan di Komentar FF Part Ini…
    Salam kenal… Dinda

    • JungRiYoung berkata:

      Hallo dinda salam kenal juga *hug*
      author seneng bgt kalo di ripiu panjang lebar gini, kekekee
      gomawo, jinjja gomawo :*

  4. ParkJudit berkata:

    Huaahh!! Horay, aku di sebut.😀 -walau paling akhir- -_-
    Aku suka banget FF ini thor!!!
    Next ya!! Jangan lama-lama lo!!
    Trus lain kali Sceene Chanyeol nya di banyakin. Oh iya satu lagi, D.O jdi cast gak?
    Jadi aja thor, biar aku tambah semangat bacanya. Dijamin kalo ada D.O jg, aku tambah nungguin ini FF.
    Udah itu satu lagi, lain kali di panjangin dikit lagi ya.
    Hwaiting for author. ‘-‘)9
    Lop yu. :* :v

  5. JungRiYoung berkata:

    kekekee, mianhae ditulis paling akhir *pukpukJudit*
    Author usahain segera kirim kalo abis di publish😀
    gomawo masih sudi membaca sampai chap 3 , lopyutuu pokoknya :*

    • ParkJudit berkata:

      Ya thor. Sama2, kira2 ampe brp chapter nih? Ak udh bca chap4. Plis thor! Yeollie gue jng sma Yeejin!!! Plus thor!!!!

      • JungRiYoung berkata:

        author sendiri belum memutuskan sampai part brapa, wkw *tendangauthor
        tapi diusahakan gak panjang2 deh, gomawo Judit-ssi masih setia baca :*

    • JungRiYoung berkata:

      em, siapa yahh *sok misterius, gampar*
      udah dijelasin di part 4 kok kalo penasaran😀
      thanks for review {}

  6. bintang dwi ananda berkata:

    authorr wkwkw aku ketawa puas waktu baekhyun nyindir sehun ttg kakinya wkwkw aaaa daebakk!!! aaaa uri sehunnie memang menggemaskan ya kan authorr???? wwkw next jgn lamalama:’

  7. Kukuri berkata:

    Kyyyaa…kyya…. Daebak…daebak… Suka banget cara nyindirnya Baekhyun ke Sehun… Hahahaha tapi …. Kim Yeejin itu,kata orang sih -___- mantannya chanyeol oppa… Ah molla,yg pnting ff ini daebakk… Cepat lnjut ya thor.. Maaf ngak review dri part awal hehehe… ^^v

    • JungRiYoung berkata:

      mantannya Chanyeol tuh namanya Kim Yejin, beda2 tipis deh sama Yeejin yg disini,, kekeke
      thanks reviewnya😀

  8. tydongdong berkata:

    Aaaaa hadeeeuh telat lgi bacanya -_-
    slalu deh tiap baca psti udah 2 kli publish. Aku yg gk update atau author yg kcepetan update sih? authorniiim knpa jongin gk ada scene sma yeoja? Ah lupakan! Aku sukaaaaa!!! Lanjut baca k next chap. *ting

  9. baek_taolin berkata:

    .annyeong thor. . . nae readers baru mian bru coment di part 3 hehe ff.ny daebak . .aph gi ad bias ku😉 byun baekhyun kyaaa makin cinta #abaikan lanjut eon🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s