The Lords Of Legend (Chapter 18)

The Lords of Legend

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

Sehun dan Chanyeol kembali melanjutkan aktivitas membolos mereka dengan mengelilingi Sungai Han. Berjalan diatas jembatan Banpo sambil melihat-lihat sekitar. Selama berada di Seoul, ini adalah pertama kalinya Chanyeol berkeliling dan mengetahui beberapa tempat indah yang ternyata berada disini.

Tidak hanya disekitar sungai Han, mereka terus berjalan kaki hingga keduanya tiba di Garosugil. Sebuah jalan yang cukup terkenal bagi turis-turis yang sedang mengunjungi Seoul. Pepohonan sakura berdaun merah muda tumbuh disepanjang jalanan itu, di hiasi dengan kursi-kursi kayu berukir sebagai tempat untuk beristirahat jika sudah lelah berjalan kaki.

Chanyeol terus mendongak, menatapi daun-daun rimbun pohon sakura yang berada di atas kepalanya. Mulutnya nyaris ternganga lebar, juga mata bulatnya yang semakin terbuka.

“Whoooa! Whooooa!”gumamnya terus-menerus.

Sehun tidak memperdulikan itu, dia terus berjalan santai dengan ice cream di tangannya.

“Sehun, di negeri Langit juga ada yang seperti ini. Pohon-pohon seperti ini tumbuh didepan tempat peristirahatan Luhan.”

“Benarkah?”balas Sehun seadanya. Kemudian menjatuhkan diri disalah satu kursi. Ia merasa lelah.

Chanyeol mengangguk, lalu mengikuti Sehun yang duduk di kursi kayu. “Luhan mempunyai halaman yang indah, kami suka bermain-main disana bersama Eden. Tapi, kami lebih sering diusir karena Eden akan selalu merusak tanamannya.”

Salah satu alis Sehun terangkat tinggi, “Eden? Siapa itu?”

“Unicorn Lay. Jika kami sudah merasa lelah, dia akan menyembuhkan kami.”

“Jadi Unicorn itu punya kekuatan seperti itu?”

“Yeaaah, sama seperti Lay. Keduanya saling berhubungan dan mempunyai kekuatan yang sama. Aku yakin Lay pasti sangat merindukan Eden selama kami berada disini. Begitu juga Eden yang pasti sangat merindukan kami.”

Sehun hanya mengangguk-angguk mendengarkan cerita Chanyeol. Dalam pikirannya, ia hanya membayangkan sosok Unicorn seperti yang pernah ia lihat di televise. Kuda bertanduk yang selalu terlihat gagah.

“Hey, maukah kau menceritakan padaku tentang negeri Langit itu? Apa lebih indah dari Seoul?”tanya Sehun.

“1000x jauh lebih indah. Walaupun terkadang masih terjadi peperangan antar dewa, tapi Ollympus benar-benar terasa nyaman.”

“Ollympus?”

“Ollympus adalah nama daerah dimana kami tinggal. Aku, Suho, Kris, Xiumin, D.O, Kai, Lay, Luhan, Tao, Baekhyun dan Chen. Kami tinggal di Ollympus bersama.”

Mata Sehun membulat, “jadi disana terbagi menjadi beberapa daerah seperti disini?”

“Yep! Dan Ollympus adalah tempat yang terbaik dimana dewa-dewa yang memiliki derajat tertinggi yang bisa tinggal disana. Dibilang sebagai tempat terbaik karena disana terdapat pohon kehidupan, juga menjadi tempat tinggal pemimpin negeri langit, Odin dan Zeus.”

Sehun tersenyum tipis, “pasti menyenangkan tinggal disana.”

“Sangaaat menyenangkan.”balas Chanyeol cepat. “Karena itu aku sangat berterima kasih pada Odin dan Zeus yang telah mengangkatku menjadi seorang dewa. Mereka meyakinkanku jika keturunan Jotun tidak sepenuhnya jahat. Ibunya Odin juga seorang jotun dulunya, karena itu aku merasa dia sangat mengerti bagaimana perasaanku.”

“Yeaah, Odin memang orang yang baik.”

“Sehun, kau tau? Aku benar-benar menyesal karena banyak kekacauan yang telah terjadi karena ulahku. Kau bisa berada disini juga karena ulahku. Jadi, aku benar-benar mohon padamu agar kau mau membantu kami menghadapi Ragnarok.”

“Bukankah aku sudah setuju untuk membantu kalian?”

“Tapi ada hal yang tidak kau ketahui akan terjadi nantinya.”

Kening Sehun berkerut, “maksudmu?”

Chanyeol menoleh, menatap Sehun lekat-lekat sambil menelan ludah pahit.

“Sehun, Suho akan mengorbankan dirinya untuk mengangkat ibumu menjadi seorang dewi. Dia akan memberikan aura kedewaannya pada ibumu dan hal itu membuatnya akan menghilang setelah Ragnarok berakhir.”

Detik itu juga, Sehun terperangah hebat. “Apa?!”

“Seseorang bisa diangkat menjadi dewa atau dewi jika dia memakan apel dari pohon kehidupan. Tapi, kami sedang berada jauh dari negeri Langit sekarang. Suho akan melakukan apapun demi menyelamatkan negeri Langit jadi dia akan mengorbankan apapun agar kau bisa ikut.”

“Ta…pi… dia…”

“Sehun, jika salah satu dari kami menghilang. Kami semua juga akan melakukan hal yang sama. Kami tidak akan membiarkan Suho melakukannya sendirian. Tidak hanya kau yang memiliki rasa persahabatan yang kuat dengan teman-temanmu. Kami juga memilikinya, bahkan lebih dalam. Jadi, kau pasti mengerti bagaimana rasanya, kan?”

Sehun benar-benar kehilangan kata-kata. Tidak mengerti bagaimana perasaannya sekarang setelah mendenhar semua penjelasan dari Chanyeol barusan. Suho? Berkorban? Kenapa dia tidak pernah mengatakannya?

“Sehun…”panggil Chanyeol lagi, Sehun menoleh. “Bisakah kau bersabar sebentar? Hanya sebentar. Setelah Ragnarok berakhir, aku berjanji akan kembali ke sini untuk mengantarkan apel kehidupan dan memberikannya pada ibumu. Aku juga berjanji akan membawanya ke negeri langit. Tapi, jika aku musnah dalam peperangan nanti, aku akan menyuruh dewa lain untuk menjemput ibumu.”

Rahang Sehun mengatup rapat, “bagaimana jika aku yang musnah dan tidak bisa bertemu dengan ibuku?”

“Aku akan melindungimu!”balas Chanyeol cepat, ia menatap Sehun dengan tatapan sungguh-sungguh. “Walaupun aku bodoh, tapi aku tidak pernah mengingkari janjiku. Aku akan melindungimu dan memastikan jika kau bisa bertemu dengan ibumu nantinya.”

Sebenarnya, Sehun tidak sungguh-sungguh saat menanyakan hal itu. Hanya karena ingin mengetahui apa jawaban Chanyeol. Tapi, tidak disangka jawabannya sangat jauh dari kata ‘memuaskan’. Jawabannya bahkan mampu membuatnya nyaris kehilangan kata-kata dan tersentuh atas ketulusannya.

Apa bagi mereka dirinya sangat berarti? Bahkan mereka sampai rela mengorbankan apapun untuknya.

“Chanyeol…” Sehun tiba-tiba berdiri dari duduknya. “Aku harus pergi. Kau kembalilah ke sekolah sendiri. Cari taksi dan sebutkan nama sekolah kita, supir akan mengantarmu kesana.”

“Tapi kau mau pergi kemana?” Chanyeol juga ikut berdiri.

“Bisakah kau membiarkanku sendiri? Aku ingin sendiri.”jawab Sehun tidak terbantahkan, kemduian berbalik meninggalkan Chanyeol yang tidak berani bergerak dari tempatnya berdiri.

***___***

Sehun akhirnya kembali ke arcade, tempat dimana dia dan Chanyeol bermain tadi. Memainkan permainan ‘pukul marmut’ dengan membabi buta. Dia bahkan memukul monitor itu dengan seluruh tenaganya, membuat pukulannya menjadi penyet dan akhirnya rusak. Tapi pada akhirnya, dia mendapatkan skor tertinggi.

Setelah merasa bosan memukuli marmut-marmut yang tidak bersalah itu, akhirnya Sehun kembali pada permainan olahraga kesukaannya. Bola basket. Lagi-lagi, ia juga mendapat skor tertinggi.

Entah bagaimana perasaannya sekarang. Dia tidak mampu merasakannya dengan jelas. Apa harus senang atau kecewa. Yang jelas pikirannya sedang kacau saat ini.

Cara satu-satunya adalah dengan melampiaskannya pada sesuatu yang bisa membuat pikirannya teralih dan tidak memikirkannya lagi. Namun, biar bagaimanapun bayang-bayang Suho masih terlihat di matanya.

***___***

Hari sudah sangat sore saat Chanyeol akhirnya pulang ke apartement. Membuat seluruh dewa serentak menghampirinya dan menyerangnya dengan berbagai pertanyaan. Sudah bisa ditebak, seluruh dewa bertanya tentang kemana Chanyeol dan kenapa dia membolos hari ini.

“Kau kemana saja? Kami mencarimu!”omel Suho sangat khawatir tentang keberadaan Chanyeol.

Chanyeol sama sekali tidak menjawab. Ia berjalan menuju dapur, meletakkan tas ranselnya disembarang tempat lalu mengambil air mineral dari dalam kulkas.

“Chanyeol, jawab aku!”seru Suho lagi nyaris membentak.

“Aku hanya berjalan-jalan bersama Sehun, Odin. Aku bosan.”

“Tapi harusnya kau memberitahu kami. Kami sangat khawatir!”

Chanyeol menghela napas panjang, ia berbalik menatap Suho dengan sorot menyesal.

“Odin, jika setelah ini Sehun merubah pikirannya. Tolong maafkan aku.”ucapnya pelan, memandang lurus kearah Suho yang sedang mengerutkan keningnya. Buru-buru ia melanjutkan ucapannya, “tapi aku akan melakukan apapun agar negeri Langit bisa kembali seperti dulu. Aku berjanji. Bagaimanapun caranya, kita akan berada disana sebelum ragnarok.”

“Chanyeol, apa yang sedang kau bicarakan?”tanya Kris, ikut menatap bingung Chanyeol.

Chanyeol menunduk, merasa sangat menyesal dengan perbuatannya tadi. Juga disusul dengan ingatannya dulu tentang kenapa Sehun bisa turun ke bumi.

“Odin… Zeus…”lirih Chanyeol masih menunduk. “Aku mengatakan semuanya pada Sehun. Tentang pengorbanan kalian, tentang bagaimana caranya kita membawa ibunya pergi dari sini. Aku mengatakan semuanya.”jelasnya sedikit terbata.

Detik itu juga, seluruh dewa tersentak mendengar pengakuan Chanyeol. Mengatakannya? Apa dia sudah gila?

“Aku tidak bermaksud untuk membocorkan semuanya… hanya saja… aku ingin Suho tidak berkorban dan membuat dirinya menghilang… aku…”

“Chanyeol, apa kau sudah gila?!”bentak Baekhyun benar-benar tidak mempercayai jalan pikiran Chanyeol. “Perbuatanmu bisa membuat Sehun merubah pikirannya dan menolak untuk ikut!”

Chanyeol menatap Baekhyun nanar, “Baekhyun, tapi….”

“Chanyeol, kau sadar dengan apa yang kau lakukan, kan?”sahut Tao geleng-geleng kepala.

“Lalu dimana Sehun? Kau bilang kau jalan bersamanya. Dimana dia sekarang?!” Baekhyun masih merasa kesal.

Chanyeol kembali menunduk, tidak berani menatap sorot mata seluruh dewa yang sedang menatap lurus kearahnya. Seperti sedang mengeluarkan pisau-pisau tajam yang akan menusuknya jika dia salah bicara.

“Dia…” suaranya mulai serak. “Dia… meninggalkanku…”

“Sudah ku duga!” Baekhyun lagi-lagi membentak. “Dia meninggalkanmu karena sudah mengetahui semuanya! Sekarang dia pasti sudah merubah pikirannya dan tidak akan mau ikut dengan kita lagi!”

“Baekhyun, tenanglah. Kau tidak perlu berteriak seperti itu.”bisik Xiuminmenarik tubuh Baekhyun ke belakang.

“Tenang katamu?! Lalu apa gunanya Chen pergi jauh jika saat dia kembali semuanya telah sia-sia?! Apa kau pikir dia tidak akan kecewa saat mengetahui jika Sehun mengubah pikirannya?! Dan lagi… bagaimana aku bisa tenang jika semua ini menyangkut negeri Langit, hah?!”

“Baekhyun…” Lay ikut meredam amarahnya. Ia menggenggam tangan Baekhyun kuat-kuat.

“Maaf Suho… aku hanya…” Isakan Chanyeol mulai terdengar. “…aku hanya tidak mau kau hilang… kalian hilang… aku… aku… mau terus bersama kalian.” Perlahan, ia mengangkat kepalanya. Menghusap air matanya dengan lengan baju dan menatap Suho lekat. “Selama ini, aku hanya memilikimu dan Kris sebagai pengganti orang tuaku. Tolong jangan hilang. Aku tidak mau kalian menghilang…”ucapnya tulus.

Menarik punggungnya dari dinding, D.O menghampiri kerumunan dewa-dewa dan berseru tenang seperti biasa.

“Biar bagaimanapun kalian tidak bisa menyalahkannya sebelum bertanya pada Sehun.”

“Bertanya tentang apa? Semuanya sudah jelas.”balas Baekhyun, kali ini mendelik pada Baekhyun.

D.O membalas pelototan Baekhyun dengan tatapan dingin dan datarnya, “Kau masih belum mengenalnya ternyata.” ia berseru. “Jalan pikirannya berbeda. Kau tidak mungkin bisa menebaknya.”

Kai menyetujui, “Lagipula dia sudah berjanji. Yaaah, walaupun aku tidak terlalu mengenalnya. Tapi aku tau dia anak yang baik, hanya saja kasih sayangnya pada ibunya begitu besar. Awalnya, aku memang tidak mengerti kenapa dia bisa begitu menyayangi seorang manusia hingga sebegitu besarnya, tapi lama-lama aku juga mulai memahaminya. Seperti sebuah perasaan kita pada satu sama lain. Sudah lama kita selalu saling melindungi, kan?”

Luhan tertawa mendengus, “biar ku tebak, kau juga menyayangi ibu Sehun.”

Kai tidak mengiyakannya secara langsung, juga tidak mengelaknya. Ia memalingkan wajahnya, menatap ke luar jendela.

“Tidak ada yang bisa mengelak dari kasih sayang seorang ibu. Dewa sekalipun.” Ia berucap pendek, lalu menarik lengan D.O. “Avenger sudah di mulai, ayo nonton bersama.”

D.O mengetujui ajakan Kai, kembali pada ruang tengah dan menyalakan televisi. Diantara semua dewa, mereka berdua yang paling tenang.

“Chanyeol, sebaiknya kau istirahat dulu. Aku akan mengantarmu ke kamar.”kata Lay, ia mencoba mencairkan suasana tegang diantara mereka.

Ditempatnya, Chanyeol seperti tidak bisa mendengar suara Lay. Ia masih menatap Suho dan Kris yang terlihat sangat kecewa dengan tindakannya tadi. Bahkan tidak bisa mengeluarkan kata-kata apapun untuk menyelesaikan situasi ini.

“Chanyeol.” Lay membujuk lagi, kini sembari menggandeng lengannya dan menuntunnya ke kamar.

Tiba-tiba suara bel berbunyi membuat kening mereka berkerut rapat. Mungkin pelayan hotel.

“Aku saja yang membukanya.”seru Baekhyun berjalan menuju pintu.

Sedangkan Suho dan Kris, mereka tidak bisa berkata-kata apapun lagi. Keduanya hanya diam, dan bergerak menuju ruang tamu. Menjatuhkan diri mereka diatas sofa dengan helaan napas panjang. Kini, mereka hanya bisa menunggu keputusan Sehun karena sudah tidak ada jalan lain lagi.

“Suho… Odin!”suara Baekhyun yang tadinya terdengar kesal kini berubah menjadi seruannya yang biasa. Ceria dan bersemangat.

Suho dan Kris menoleh dan mendapati Baekhyun menghampiri mereka bersama dengan seorang pria tinggi dibelakangnya. Itu Sehun. Kehadirannya sontak membuat Luhan, Xiumin dan Tao ikut bergabung.

“Kau?!”seru Luhan terkejut.

Kening Sehun berkerut, “Kenapa? Aku tidak boleh kemari?”

“Tidak. Bukan begitu. Tapi…”

“Kau pasti sudah mengetahui semuanya kan, Sehun?”lirih Suho.

Sehun mengangguk santai, “bukankah harusnya dari awal kau jujur padaku?”

Suho menggigit bibir bawahnya kelu, “Aku tau. Tapi aku punya pertimbangan lain soal itu. Maaf jika—“

“Dimana Chanyeol?” Sehun mengabaikan seluruh mata yang sedang memandangnya. Menoleh ke kiri dan ke kanan mencari sosok tinggi yang telah ia tinggalkan itu. “Dan dimana Lay?” Ia mengembalikan pandangannya pada Suho.

Suho dan dewa lain semakin tidak mengerti dengan sikap Sehun. Kenapa dia tiba-tiba berubah? Kenapa dia bersikap santai padahal sudah mengetahui semuanya?

“Sehun, kenapa reaksimu…”

“Ini untukmu.” Sehun bergerak lebih cepat sebelum Suho sempat menyelesaikan ucapannya. Ia mengeluarkan sebuah boneka dari dalam tas ranselnya dan memberikannya pada Suho. “Kalian pasti merindukan negeri kalian, kan? Jadi aku berusah keras untuk mendapatkan ini.”

Tangan Suho terulur dengan tatapannya yang juga terpaku. Boneka berbentuk seperti apel berwarna hijau itu mengingatkannya dengan pohon kehidupan. Dan makanan kesukaan mereka dulu.

“Aku tidak tau seperti apa bentuk dari apel kehidupan itu. Tapi setidaknya boneka itu bisa meredakan kerinduan kalian.”ujar Sehun lagi namun tidak ada sahutan apapun dari semua dewa. “Mungkin tidak mirip tapi aku sudah berusaha keras dan mengabaikan ejekan teman-temanku karena aku bermain permainan perempuan. Tolong hargai usahaku.”

Ada gerakan tiba-tiba yang dirasakan oleh Sehun saat Kris menariknya ke depan. Sehun terkejut, kini ia telah berada dalam sebuah dekapan. Kris memeluknya erat dan Sehun bisa merasakan jika dia sedang menangis di pundaknya.

“Apa yang kau lakukan?”tanya Sehun sangat terkejut.

“Terima kasih. Aku tidak tau apa yang harus ku katakan padamu tapi terima kasih.” Ia melepaskan pelukannya lalu menghusap air matanya dengan lengan baju.

“Kau tetap akan ikut, kan?” Luhan akhirnya bertanya tentang pertanyaan yang sangat ingin mereka ketahui jawabannya itu.

Sehun terdiam sejenak. Seketika ada sebuah perasaan yang menyelinap di hatinya. Kenapa dia tiba-tiba seperti ini? Mereka hanyalah orang asing. Kenapa dia tiba-tiba melakukan hal-hal yang seharusnya tidak ia lakukan?

“Sehun?” dari arah lain juga terdengar suara Lay yang berseru kaget. “Sehun, kau kemari?! Sehun, apa yang telah Chanyeol katakan padamu? Sebenarnya begini, kami—“

“Aku sudah mengetahui semuanya, Lay.” Sehun tersenyum pada Lay yang mencoba menjelaskan. Ia juga mengeluarkan sebuah boneka berbentuk Unicorn dari dalam tas ranselnya dan memberikannya pada Lay. “Maukah kau mengenalkanku pada Eden?”

Mata Lay melebar, “hah?!”

“Eden adalah teman baikmu, kan? Maukah kau mengenalkanku padanya?”

“Sehun, apa itu artinya kau akan tetap ikut?!” Xiumin bertanya penuh semangat.

“Sehun benarkah?! Kau tetap akan ikut, kan?!” Tao menyahuti.

Sehun mengangguk pelan lalu tersenyum lebar, “aku ikut.”

***___***

“Jadi kemarin kau membolos bersama Chanyeol?” Minhyuk bertanya pada Sehun yang sedang asyik membaca komiknya sambil berebah diatas kursi kayu.

“Hmm…” ia menjawab dengan gumaman.

“Kemarin Kau dan Luhan—“

“Yeaah, aku tau.” Lagi-lagi Sehun hanya membalas seadanya.

Minhyuk tersenyum geli, “Jadi sekarang kalian sudah mulai dekat?”

“Diamlah.”

Minhyuk tertawa sembari berdiri dari duduknya. Ia memukul kaki Sehun pelan dan berseru, “ayo masuk. Sebentar lagi bel akan berbunyi.”

“Kau duluan saja. Aku harus menamatkan satu seri dulu.”

“Hey, kau mau sonsengnim menghukummu? Kemarin kau sudah membolos.”

Sehun mendesah panjang. Benar juga, dia tidak mau dihukum hanya karena menamatkan satu seri komik naruto. Akhirnya, dengan setengah keterpaksaan, ia bangkit dan mengikuti langkah Minhyuk hingga ke kelas.

***___***

Bel tanda masuk berbunyi, menyelamatkan Sehun dari ocehan Chanyeol yang tak henti-hentinya menceritakan harinya kemarin dimana dia dan Lay bermain bersama dengan dua boneka pemberian Sehun. Entah, Sehun sama sekali tidak bisa menemukan dimana hubungan yang terjalin antara Krongg dan Unicorn, tapi sepertinya dua dewa yang sangat kekanak-kanakkan itu menyukainya dan mereka bermain hingga tengah malam.

Sehun kembali ke tempat duduknya dengan helaan napas panjang. Sebenarnya, Chanyeol memaksanya untuk duduk di bangku Chen, tapi dia beralasan jika dia punya urusan dengan Minhyuk,

Saat ia menjatuhkan diri di tempat duduknya, ia mendengar suara tawa Luhan. Sehun menoleh dan mendelik kesal, “kau pasti mendengarnya, kan?”

Luhan tersenyum geli, ”mereka memang bermain hingga tengah malam. Sedangkan Suho dan Kris terus berebut boneka apel itu. Sepertinya mereka semua sangat senang.” Ia tersenyum lebar, yang mana membuat Sehun menjadi berpikiran jika wajahnya tidak terlihat tampan, namun sangat manis seperti anak perempuan.

Membaca pikiran Sehun sekali lagi, ekspresi Luhan seketika berubah. “Jangan berpikiran seperti itu atau aku akan menghajarmu!”ancamnya membuat Sehun ganti tertawa.

“Darimana saja kau?” Sehun mendongak begitu menyadari kehadiran Minhyuk. Ia terlihat memasuki kelas bersama Kai.

“Menemani Kai mencari buku di perpustakaan.”

Kening Sehun seketika berkerut, “Untuk apa?”

“Dia tidak tau dimana letak buku mitologi. Dia bilang dia ingin membacanya, jadi aku menemaninya.”

Sehun menoleh ke belakang dan mendapati Kai sudah tenggelam dalam bukunya. Ah, jika menemukan fakta yang tidak sesuai, dia pasti akan marah seperti Baekhyun. Untuk apa membaca buku tentang kehidupan mereka sendiri? Bukankah mereka lebih mengetahuinya? Bodoh.

“Selamat pagi anak-anak.” Suara ibu guru membuyarkan pikiran Sehun.

Dia membawa seseorang disampingnya. Seorang anak laki-laki yang sepertinya mampu mengundang perhatian semua siswa. Tubuhnya tidak terlalu tinggi dan berkulit putih pucat. Bermata kecil dan memiliki wajah cantik seperti Luhan.

“Dia adalah Kim Kibum. Dia akan menjadi teman baru kalian di kelas ini.”

Sehun mampu mendengar desahan panjang dari teman-temannya yang terdengar samar namun dilakukan bersamaan. Dia yakin, semuanya pasti kecewa karena anak baru itu adalah seorang laki-laki lagi. Bukan perempuan seperti yang diharapkan. Kelasnya sudah dipenuhi dengan laki-laki dan hal itu menjadikan kelas Sehun sebagai kelas yang paling bermasalah dan terkenal dengan keonaran.

Hanya bertahan selama beberapa menit sebelum akhirnya semua murid membuang pandangan malas. Bahkan saat ibu guru memperkenalkan namanya. Dia adalah Kim Kibum, murid pindahan dari Amerika. Dia adalah orang Korea namun memiliki keturunan California. Yeaah, cukup mempunyai alasan untuk menjadikan teman-temannya iri seperti saat keluarga Sigismund itu datang.

“Sehun… psssh… Sehun.” Chanyeol memanggil Sehun pelan.

“Apa?”

“Bukankah dia adalah orang yang kita temui waktu itu?” Ia kembali berbisik, meletakkan satu telapak tangannya di samping bibir. “Seseorang yang bertanya alamat. Kau lupa?”

Mata Sehun melebar saat menyadarinya, “Kau benar!”

Ditempatnya Chanyeol mengangguk mantap, “aku masih bisa mengingat wajahnya.”

“Kibum, kau bisa duduk disamping Chanyeol. Chanyeol, angkat tanganmu.”

“Tidak!” Chanyeol menolak tegas ditambah dengan gelengan kepala. “Ini adalah kursi Chen.”

“Tapi Chen sedang tidak ada, kan? Untuk sementara, biarkan Kibum duduk bersamamu.”

“Dibelakang masih ada kursi yang bisa digunakan. Dia bisa duduk disana.”Chanyeol masih menolak, kali ini dengan mengeluarkan tas ranselnya dari dalam laci dan meletakkannya diatas kursi Chen. “Dia akan kembali sebentar lagi.”

Ibu guru menghela napas melihat tingkah Chanyeol yang kekanak-kanakkan. “Chanyeol…”

“Tidak. Aku tetap tidak mau.”

“Sonsengnim,” Sehun benar-benar merasa jengah saat melihat tatapan teman-temannya yang tidak menyukai Chanyeol semakin terlihat menyebalkan. Mereka seperti memandang bakteri dan memasang wajah semenjijikan mungkin. Mereka tidak akan pernah mengerti bagaimana ikatan antara Chanyeol dan Chen. “Dia bisa duduk dibelakang saja kan?”

“Park Sehun, dia adalah murid baru. Jika duduk dibelakang dan sendirian, dia akan sulit bergaul.”balas gurunya.

“Ya Park Sehun, apa yang terjadi denganmu?”suara teman sekelasnya juga ikut terdengar. “Biarkan saja dia duduk di bangku Chen, lagipula dia sedang tidak ada.”

“Tapi tetap saja itu adalah bangku Chen. Saat dia kembali, dia akan duduk ditempat itu lagi.”

“Sudahlah Song Hyunshik, apa salahnya jika dia duduk dibelakang dan sendirian? Tidak ada yang akan menculiknya. Dia bukan anak perempuan.” Minhyuk membantu Sehun kemudian keduanya saling tersenyum dan mengangguk.

“Sonsengnim, kalau begitu aku akan duduk dibelakang saja. Dia benar, aku tidak apa-apa.” Akhirnya Kibum bersuara, sikapnya sedikit canggung.

“Baiklah. Kau bisa menempati kuris paling belakang, Kim Kibum.”

TBC

 

69 thoughts on “The Lords Of Legend (Chapter 18)

  1. Lee Jee Hwa berkata:

    duh baru bisa baca sekarang. hm siapatuh kim kibum? apa dia musuh para dewa yang menyamar jadi siswa seperti sehun? kehadirannya mencurigakan. next kamija jgn lama-lama ya hehe keep writing~^^

  2. ParkJudit berkata:

    Huah~~~ Siapa tu sbnr nya kibum? Mencurigakan~~ ‘-‘)/
    Aku suka aku suka. Next thor!!!
    Jng lama2 publishing nya. ‘-‘)/
    Aku ga bisa sabar soal nya, bahkan tw gak thp tiap hari aku buka blog ini cuma mau mantengin apa udh update ato belon ni blog, ff yg aku suka di next belon. Makanya kasian dong thor sama aku.😀 ‘w’
    Hwaiting for author!! ‘-‘)9 ‘v’ ‘w’

  3. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Akhirnya aku sempet juga baca ff ini…
    Seperti biasa ‘sempurna’ alurnya nyante dan di chap ini reader dibikin iba sama tingkah kekanakan yolo…🙂

    next part tetep dinanti. Semangat😀

  4. Chacaaa berkata:

    Author perfect ff nya’-‘)/ siapa tuh kibum??? Aku curiga deh klo si kibum ituh musuhnya Suho&friends …hahha..:D next chap nya jgn lama” yah authornim….:D fightinG’-‘)/

  5. lockflame berkata:

    Yehet :p🙂 Akhirnyaaaa update juga kkkk

    Ceritanya selalu bagus (y)(y)
    Thor ceritanya penjangin lagi dooonggg #mianbanyakmau#

    Keep writing yaaaaa!!! Hwaiting !!!😀

  6. Monsta berkata:

    Maaf uda jadi salah satu dri banyaknya silent reader ff ini. Habisnya terlalu kebawa suasana buat baca terus sampai lupa buat nge-comment. Karya author bener2 keren deh. Kira2 Kibum itu siapa ya? Jangan2 jelmaan orion(?)

  7. Oh Yuugi berkata:

    Hmm,,, jadi dia kim kibum? Kok kya ada rasa mencurigakan n misterius gitu ya… kyanya bakalan seru nih kalo ternyata bukan hanya para dewa yg ada di bumi.. ijin baca lagi yah thornim.. fighting!!!

  8. hani f berkata:

    kak mija maaf baru komen dichapter ini,sebenarnya udah baca dari chapter 1
    apakah KiBum kaum Jotun yg nyamar jadi siswa buat mata²in para dewa??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s