[Sequel] Do Kyungsoo : The Story Begin (4)

Do+Kyungsoo

Judul : [Sequel] Do Kyungsoo : The Story Begin (4)

 

Author : IndyAS(@Lu_llama)

 

Cast : Do Kyungsoo,Park Jiyeon

 

Lenght : Chapter

 

Rating : T

 

Cr poster : sujufanfictsworld.blogspot.com

 

 

Summary :  “Ya. Aku merasa sulit. Karena penyakit ini adalah sesuatu yang terlihat lemah. Membuatnya seperti porselen yang tidak bisa diganggu gugat. Karena keretakan sekecil apapun akan membuatnya rusak atau bahkan hancur

 

 

“Ini milik siapa?”

 

 

Kyungsoo yang baru keluar dari kamar mandi sedikit tersentak kaget saat mendengar suara sang ayah didalam kamarnya.

 

 

“Kyungsoo?”

 

 

Kyungsoo terdiam, matanya mengarah pada sebuah benda yang berada pada genggaman sang ayah. Benda yang menjadi pertanyaan sang ayah saat ini.

 

 

“Milik hyung” jawab Kyungsoo. Singkat. Datar. Ia mengalihkan pandangannya berusaha untuk tidak menatap wajah sang ayah.

 

 

“Kau tau tentang-”

 

 

“Ya” Kyungsoo memotong ucapan sang ayah. “Ibu yang memberitau ku sebelum ia mengakhiri hidunya” ada perasaan sesak saat Kyungsoo mengucapkan kalimat terakhirnya itu.

 

 

Ayah memandang Kyngsoo sedih. Ia tau benar perasaan anaknya. Ia tau Kyungsoo yang lebih tersiksa menghadapi kenyataan ini. Apalagi saat itu Kyungsoo menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri saat sang ibu mengakhiri hidupnya.

 

 

“Ayah tidak tau kau menyimpan gelang ini” ucap sang ayah. Lelaki paruh baya itu kemudian duduk dipinggir tempat tidur Kyungsoo. Ia menghela nafas panjang, memperhatikan sang anak yang saat ini tengah duduk dikursinya sambil membaca sebuah komik.

 

 

“Kau masih marah pada ibumu?” Tanya sang ayah pelan.

 

 

Kyungsoo memang sangat terpukul atas kematian sang ibu. Bahkan saat itu Kyungsoo mengatakan bahwa ia benar-benar kecewa dengan sang ibu. Kyungsoo bahkan tidak mengantar sang ibu ke tempat peristirahatan terakhirnya. Kyungsoo memilih bungkam dan mengunci diri dikamarnya.

 

 

“Kau hanya membenci keadaan Kyungsoo” lanjut sang ayah.

 

 

“Ya keadaan dimana sang ibu benar-benar membuatku kecewa”

 

 

“Ibu terlalu terpukul saat itu. Aku-”

 

 

“Aku masih berpikir apa ibu tidak memikirkan perasaanku? Apa ibu benar-benar tidak  melihatku?” Kyungsoo membalas ucapan sang ayah dengan nada yang tenang

 

 

“Ya mungkin dia memang benar-benar bodoh” sang ayah tertawa miris “Tapi disisi lain, perasaan terpukul itu begitu kuat. Ia tidak isa berpikir rasional. Hemofilia yang diderita Myungsoo benar-benar membuatnya takut” sang ayah bangkit duduknya kemudian tersenyum singkat kearah Kyungsoo yang menatapnya datar “Kau tidak sendiri. Ada aku. Aku tidak akan meninggalkanmu. Karena hanya kau harta paling berharga yang ku punya didunia ini”

 

 

Kyungsoo terdiam bahkan saat sang ayah keluar dari kamarnya Kyungsoo tetap bungkam,memandang kosong komik yang ia pegang saat ini. Hati Kyungsoo terenyuh. Ketelusan itu sangat terlihat dari diri sang ayah. Mungkin ayah benar, Kyungsoo membenci keadaan. Keadaan dimana ia berpikir bahwa dimata sang ibu ia tidaklah penting.

 

 

“Kyungsoo?”

 

 

Kyungsoo baru saja mengehela nafas panjang dan akan menyendarkan kepalanya di tempat tidur. Tapi sebuah suara yang sedikit berbisik itu membuatnya kembali menegakkan badan dan menoleh kaearah pintu. Amber terlihat disana dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan.

 

 

“Jadi…” Amber melangkah pelan mendekati Kyungsoo “Myungsoo oppa mengidap hemofilia?”

 

 

Raut datar Kyungsoo sedikit berubah kemudian ia berdecak pelan “Kau menguping?”

 

 

Saat ini sudah ada airmata yang terbendung dimata Amber. Kyungsoo mendesah dalam hati. Amber memang tidak tau tentang Myungsoo. Karena saat Myungsoo meninggal Amber masih menetap di Kanada.

 

 

“Myungsoo oppa” lirih Amber

 

 

“Sudahlah” tegas Kyungsoo pada Amber yang menangis.

 

 

“Aku tidak menyangka bahwa laki-laki kuat seperti Myungsoo oppa…” Amber mengusap kasar airmatanya.

“Tentang ibumu, dia pasti tidak tenang jika kau masih marah padanya” lanjut Amber pelan.

 

 

“Jangan bahas itu”

 

 

Amber mencibir “Ya! Mana ada ibu yang tidak peduli dengan anaknya”

 

 

“Terserah kau saja. Keluarlah aku ingin istirahat”

 

 

Amber memandang Kyungsoo kesal. dia berdiri dan hendak keluar tapi

 

 

“Tunggu”  suara Kyungsoo yang memanggilnya membuat Amber menoleh.

 

 

“Gadis itu…apa anggota keluarganya ada yang meninggal?” Kyungsoo mengucap ragu, kemudian membuang pandangannya kearah lain saat mendapati Amber menatapnya penuh selidik.

 

 

“Siapa? Jiyeon?” Amber kembali menghadap Kyungsoo. “Ada apa?” Tanyanya antusias.

 

 

Kyungsoo membenarkan posisi duduknya dan berdecak sebal “Aku tidak sengaja melihatnya kemarin di pemakaman”

 

 

Amber mengerutkan keningnya. Matanya bergerak-gerak kesana-kemari “Mungkin dia mengunjungi makam ibunya yang sudah meninggal” ucapnya kemudian.

 

 

Hanya anggukan kecil yang Kyungsoo berikan.

 

 

Pandangan Amber makin intens terhadap Kyungsoo, membuat pria bermata besar itu sedikit risih.

 

 

“Kau memperhatikan Jiyeon?” Tanya Amber dengan senyuman miring.

“Atau Kau menyukainya?”

 

Kyungsoo tersentak. Ia menatap Amber ragu. Kemudian ia mengambil komiknya dan menutup wajahnya dengan komik itu

 

 

“Tidak” ucapnya dibalik komik.

 

 

“Bohong”

 

 

“Tidak”

 

 

“Hei kenapa. Kau menutupi wajah merahmu ya?” Amber menarik kasar komik Kyungsoo “ayo mengaku”

 

 

Karena tidak tahan dengan ejekan Amber, Kyungsoo bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamar. Menghadapi Amber memang sangat menyebalkan.

 

 

“Ya! Pria Arca kau tidak bisa bebohong. Aku bersumpah jika kau berbohong matamu akan bertambah besar. Ya! Do Kyungsoo!” Amber meneriaki Kyungsoo, bahkan ia juga berlari mengejar Kyungsoo. Menggoda Kyungsoo adalah kebiasaan Amber.

 

 

“Atau kau tidak akan bertambah tinggi!”

 

 

* * *

 

 

Pelajaran kimia adalah hal yang paling membosankan bagi Jiyeon. Pelajaran yang menurutnya sangat sulit itu membuatnya sakit kepala setiap kali harus mengerjakan soal latihan. Jujur saja, bahkan pekerjaan rumahpun terkadang ia kerjakan disekolah itupun menyontek milik teman. Oke, ini bukan hal yang baik. Tapi demi Tuhan membaca soalnya saja membuat Jiyeon merasa mual.

 

 

Adalah hal paling menyebalkan jika harus mendapati jam tambahan untuk pelajaran kimia ini. Rasanya Jiyeon ingin tidur dan menonton film sesuka hati, daripada harus menghabiskan waktu dengan soal-soal itu..Tapi sayangnya hal itu tidak bisa ia lakukan, karena saat ini ia sudah berada pada kelas tambahan dan ia tidak bisa menyelinap keluar. Dia tidak punya cukup alasan untuk itu.

 

 

Sebenarnya jika bukan karena Amber ia tidak mau mengambil kelas tambahan ini.

 

 

“Temani aku ikut kelas tambahan hari ini”

 

 

Saat itu Amber tidak memberitau bahwa kelas itu adalah kelas kimia. Ia menyeret Jiyeon dengan paksa. Dan dengan sedikit berat hati ia harus menuruti kemauan gadis tomboy itu. Lagipula ia penasaran dengan tingkah Amber yang tiba-tiba ini. Pasalnya Amber tidak pernah tertarik dengan kelas tambahan apapun. Tapi kali ini ia bersikeras ingin ikut. Ada apa?

 

 

Dan rasa penasaran itu terjawab saat Amber tertangkap basah tengah memperhatikan seorang pria yang duduk paling depan. Jadi Amber tengah menyukai seseorang?

 

 

Lamunan Jiyeon rusak begitu saja saat mendengar pintu kelas tiba-tiba dibuka oleh seseorang. Saat itu juga Jiyeon tidak bisa menutupi rasa kagetnya. Kyungsoo disana. Yaampun,kebetulan apalagi ini?

 

 

“Maaf saya telat” ucapnya tanpa ekspresi. Demi Tuhan ia terlihat tenang saat mengucapkannya. Tidak ada raut penyesalan dan rasa takut mungkin?

 

 

“Do Kyungsoo” guru Kim memandang Kyungsoo tajam “Ini hari terakhirmu”

 

 

Kyungsoo hanya menunduk kecil dan berjalan kebangkunya. Dalam hati ia bersorak gembira karena tidak harus mengikuti kelas ini lagi. Dan Kyungsoo sempat mengernyit saat melihat Jiyeon berada dikelas ini namun ia kembali bersikap seperti biasa.

 

 

“Kenapa kau dihukum?”

 

“Aku tertidur dikelas”

 

 

“Jadi ini hukuman yang guru Kim berikan padamu?” Tanya Amber berbisik pada Kyungsoo,mengingat saat itu ia sempat bingung pada Kyungsoo yang setiap hari senin dan selasa selalu pulang larut.

 

 

Kyungsoo tak menjawab. Ia hanya menatap lurus kedepan. Namun tanpa orang lain sadari sesekali mata miliknya melirik kearah seorang gadis yang duduk berjarak dua kursi disamping kanannya itu. Gadis susu. Kyungsoo geli saat melihat Jiyeon menguap dan terkantuk-kantuk dimejanya. Sesekali gadis itu juga meminum susu coklatnya secara sembunyi-sembunyi.

 

 

Dan saat ia menoleh kearah Amber, gadis tomboy itu juga tengah memperhatikan seseorang. Kyungsoo tersenyum dalam hati. Jadi ini alasan Amber mengikuti kelas tambahan? Karena pria keturunan China itu?

 

 

* * *

 

 

Kyungsoo sampai disebuah gereja. Hari ini memang bukan hari minggu, jadi gereja dalam keadaan sepi. Kyungsoo memang sengaja memilih hari biasa dibanding hari minggu, karena ia ingin menyendiri. Dia merasa lebih tenang dalam keadaan sunyi saat ia menyampaikan semua doanya pada Tuhan. Namun, kali ini sepertinya Kyungsoo kurang beruntung. Karena ada sebuah mobil terparkir disana. Kyungsoo melirik sekilas kearah pengemudi mobil-yang sedang tertidur itu- dan sepertinya Kyungsoo tidak asing dengan wajah pria itu. Entahlah, Kyungsoo tidak ingin ambil pusing.

 

 

Kyungsoo memasuki gereja dan ia mengernyit ketika melihat seorang wanita disana. Kyungsoo merasa mengenal model rambutnya. Kyungsoo berjalan kedepan, ia berusaha tidak peduli pada gadis itu. Namun lagi-lagi ia tidak bisa bersikap tidak peduli saat melihat bahwa ternyata gadis itu adalah Jiyeon. Demi Tuhan, Gadis itu seperti tidak bisa lepas dari pandangan Kyungsoo. Kenapa ia selalu bertemu dengannya? Ini hanya kebetulan, benarkan?

 

 

Jiyeon mengepalkan kedua tangannya didepan dada. Kedua matanya terpejam. Ia terlihat sangat Khusyuk sampai-sampai tidak memperdulikan sebuah suara tapak kaki yang berjalan mendekat. Kyungsoo lagi-lagi memperhatikannya dalam diam. Wajah cantik itu tak lepas dari perhatian Kyungsoo.. dan kali ini Kyungsoo seperti bisa mendengar suara degup jantungnya sendiri.

.

.

.

Aroma lemon dan bunga zaitun yang tercium membuat konsentrasi Jiyeon sedikit buyar. Ia mengernyit, namun ia masih enggan membuka matanya. Ia mengenal harum ini. Kalau tidak salah ini adalah harum dari parfum terkenal berlebelkan “Black Code”. Ya, Jiyeon pernah mencium bau parfum ini saat memilihkan kado ulang tahun ayahnya beberapa hari lalu. Jiyeon masih hapal dengan baunya.

 

 

Merasa bau yang menguar semakin mendekat akhirnya ia membuka mata. Dan betapa terkejutnya Jiyeon saat melihat Kyungsoo tengah berdiri disampingnya. Sangking terkejutnya Gadis susu itu haya bisa terdiam membatu dengan mulut terbuka. Laki-laki itu tidak melihat kerahnya melainkan kedepan dengan mata yang tertutup. Jiyeon tidak habis pikir,kenapa Kyungsoo berada disini? Da-dan.. berdiri di-disa-sampingnya? Demi Tuhan.

 

 

“Apa kau tengah menatapku?”

 

 

Jiyeon tersentak saat Kyungsoo membuka suaranya tanpa menoleh.

 

 

Kyungsoo membuka matanya dan menoleh kearah Jiyeon yang masih menatapnya terkejut.

“Jangan tatap aku. Lihat kedepan”

Ujarnya. Kemudian kembali menghadap depan.

 

 

Reflek Jiyeon segera mengalihkan pandangannya kedepan. Ia berusaha menormalkan kegugupannya. Sesekali ia melirik Kyungsoo yang masih memejamkan matanya. Ini bukan mimpi juga khayalan Jiyeon belaka. Kyungsoo memang berada disampingnya saat ini. Tengah berdoa dengan wajah tenangnya itu. Hati Jiyeon benar-benar sudah tekunci olehnya, karena setiap melihat Kyungsoo, tidak ada hal lain didunia Jiyeon. Hanya ada Kyungsoo dan segala ketenangan yang menyelubungi hatinya.

 

 

Jiyeon ingin saat ini juga waktu berhenti. Menyisakan dunia khayalnya bersama Kyungsoo. Berdua. Membiarkannya bersama Kyungsoo lebih lama lagi. Tidak apa jika Kyungsoo tidak tersenyum untuknya. Tidak apa jika Kyungsoo tidak tertawa bersamanya. Tapi bisakah ia selalu melihat Kyungsoo?

 

 

“Tuhan, bisakah aku tinggal disisinya?”

 

 

Jiyeon tersadar dari dunianya saat Kyungsoo kembali menoleh kearahnya. Menatapnya dalam diam, seolah membiarkan Jiyeon untuk terus menatap manik hitam miliknya  sesaat sebelum sebuah ucapan yang tak terduga keluar dari mulut Kyungsoo.

 

 

“Apa isi do’amu?”

 

 

Itu pertanyaan Kyungsoo. Jiyeon bungkam. Ia masih merasa terkejut dengan pertanyaan tersebut. Apa benar Kyungsoo tengah mengajaknya bicara?

 

 

“Apa itu rahasia? Oke aku tarik kembali pertanyaanku”

 

 

“Bukan” entah darimana Jiyeon medapat keberanian untuk menjawabnya. Aku ingin selalu melihatmu.

 

 

“Lalu apa?-jika aku boleh tau” nada bicaranya masih tetap datar. Kyungsoo menatap gadis dihadapannya tanpa berkedip.

 

 

“Aku hanya minta agar aku bisa hidup lebih lama”

 

 

Kyungsoo sedikit mengernyit. Ia masih menunggu kalimat selanjutnya dari Jiyeon.

 

 

“Maksudku, aku masih ingin menikmati hidup seperti orang normal lainnya. Hidup tanpa beban dan pikiran-pikiran yang terkadang membuatku jenuh” entah apa yang ada dipikran Jiyeon saat mengucapkan sederet kalimat ini.

“Aku minta pada Tuhan agar suatu hari nanti aku bisa bebas dalam artian yang sebenarnya.” Ucapnya sambil menatap lurus kedepan.

 

 

Kyungsoo mulai memahami. Ia mengerti tentang keinginan gadis ini.

“Tentang hemofilia itu?” Tanyanya

 

 

Jiyeon menarik nafas panjang “Ya. Aku merasa sulit. Karena penyakit ini adalah sesuatu yang terlihat lemah. Membuatnya seperti porselen yang tidak bisa diganggu gugat. Karena keretakan sekecil apapun akan membuatnya rusak atau bahkan hancur”

 

 

“Kau mengeluh?”

 

 

Jiyeon memandang Kyungsoo dengan alis terangkat. “Mungkin” jawabnya pelan.

 

 

“Tidak ada yang bisa sempurna didunia ini.” Kyungsoo masih berucap datar sedatar wajahnya. “Kau hanya perlu bersyukur karena sampai hari ini kau masih bisa bernafas. Dan melihat indahnya dunia”

 

 

Juga bisa bertemu dengamu. Jiyeon tersenyum, dan Kyungsoo melihatnya. Sempat tertegun namun hati Kyungsoo masih bisa mengendalikannya.

 

 

Sepersekian detik berlalu dan Kyungsoo tersadar. Ia merutuk. Ada apa dengannya. Dengan segala perasaan aneh yang menyerangnya Kyungsoo berusaha menetralkan semua dengan satu tarikan nafas panjang.

 

 

“Aku sudah selesai” Pria Arca itu berbalik dan kembali melangkah keluar gereja.

 

 

Dan lagi-lagi gadis itu hanya diam. Jiyeon hanya ingat untuk mengucapkan terimakasih pada Kyungsoo yang sudah berjalan mendahuluinya itu. Namun hanya sebuah gumaman,pelan, yang syarat akan makna.

 

 

“Terimakasih Kyungsoo” Karena sudah lahir didunia ini dan mewarnai kehidupanku.

 

 

Apa suatu hari nanti ia bisa tau isi do’a dari seorang Do Kyungsoo?

 

 

* * *

 

 

Kejadian kemarin sore sudah terekam diotaknya. Menjadi hal permanen yang tak mungkin bisa terhapus. Ia menganggap hari itu sebagai hari keberuntungannya. Mungkin sebuah kesempatan yang hanya datang sekali dan secara tak terduga. Jika mencari kesempatan lain, apa mungkin kejadian kemarin bisa kembali terulang?

 

 

 

Dia tidak ingin berharap lebih, setidaknya Kyungsoo melihat keberadaannya. Lalu, apa mustahil jika suatu hari nanti dia bisa berada disisi Kyungsoo. Ahh membayangkannya saja membuat jantungnya bertalu-talu, tapi juga miris disaat yang bersamaan.

 

 

 

Jiyeon menghentikan langkah saat ia rasa ponsel disaku blazernya bergetar. Ia mengambilnya dan sedikit mengernyit saat melihat sederat angka tak dikenal disana.

 

 

“Yeoboseyo?”

 

 

 

“Kau dimana?”

 

 

“Nuguya?” Jiyeon semakin menautkan alisnya saat mendengar suara seseorang diseberang sana. Tapi tungguu… dia seperti mengenal suara ini.

 

 

“Aku didepan kelasmu. Cepat kemari. Palli!”

 

 

 

Dan sambungan terputus. Jiyeon melangkah cepat menuju kelasnya. Ia penasaran, siapa dan ada apa dengan si penelepon barusan.

 

 

Untuk kesekian kalinya Jiyeon merasa terkejut.Kyungsoo ada didepan dikelasnya. Laki-laki itu bersender didepan pintu, sambil melipat kedua tangannya didepan dada. Jiyeon melambatkan langkahnya apalagi saat meliht laki-laki itu menoleh kearahnya. Dengan tatapan seperti biasa. Dingin. Datar.

 

 

“Kau mencariku?” Tanyanya pelan.

 

 

“Kau pikir siapa?” Jawab Kyungsoo-yang menurut Jiyeon-sedikit ketus”Ini” Kyungsoo menyerahkan selembar kertas pada Jiyeon. “Kau dan aku harus mengerjakan ulang soal kimia ini”

 

 

Jiyeon menautkan alisnya bingung”Eoh? Ki-kita?”

 

 

“Hmm”

 

 

“Tidak ada yang lain?”

 

 

“Karena hanya kau dan aku yang mendapat nilai dibawah 70 dari seluruh murid kelas 3”

 

 

 

“Ikut aku” lanjut Kyungsoo. Dan seperti biasa berjalan menduhului Jiyeon.

 

 

Jiyeon tidak tau harus berkata apalagi. Ia hanya menurut.

 

 

Mereka sampai diruang konseling. Sudah ada guru Kim disana. Dengan dua lembar kertas ditangannya. Jiyeon mendesah dalam hati. Kyungsoo mencibir dan berdecak malas.

 

 

“Ckckck, bagaimana bisa hanya kalian berdua yang tidak mencapai nilat standar” goda guru Kim

 

 

“Do Kyungsoo, kau mendapat 63. Jangan tidur saat pelajaranku” cibir guru Kim pada Kyungsoo, kemudian ia beralih menatap Jiyeon yang tertunduk lesu “Kau mendapat 69. Hanya kurang 1 point”

 

 

Jiyeon mendongak dengan mata terbelalak. “Hanya kurang  satu point?” Ujarnya pelan “ahh menyebalkan”

 

 

“Cepat selesaikan dalam waktu satu jam. Saya tinggal”

 

 

Kini mereka duduk berhadapan. Dengan masing-masing sebuah kertas yang berisikan 20 soal essai dihadapan mereka. Jiyeon menekuk wajahnya. Ia benar-benar kesal. Hanya karena kurang satu point, ia harus berhadapan dengan soal terkutuk itu.

 

 

15 menit berlalu. Jiyeon mulai merasa bosan. Ia baru mengisi sekitar 3 soal. Berbeda dengan Kyungsoo, dari penglihatan Jiyeon pria itu hanya menguap berkali-kali dan kadang memainkan ponselnya.

 

 

“Apa kau sudah selesai?”

 

 

Kyungsoo mendongak “Kau pikir aku orang jenius yang bisa menyelesaikan soal ini hanya dalam waktu 15 menit?”

 

 

 

Jiyeon meringis. Ia menunduk.  Jiyeon sedikit mempoutkan bibirnya dan mencibir kearah Kyungsoo. Laki-laki ini benar-benar dingin. Kenapa dia harus berkata ketus begitu.

 

 

 

Dengan lirikan sekilas Kyungsoo bisa melihat wajah kusut dari Jiyeon. Kyungsoo tersenyum dalam hati.

 

 

“Kau” panggil Kyungsoo pelan. Terselip nada ragu didalamnya.

 

 

Jiyeon menatap Kyungsoo dengan alis yang terangkat.

 

 

“Nama”

 

 

Jiyeon mengernyit. Terdiam cukup lama dengan memandang Kyungsoo sedikit bingung. Hingga akhirnya hanya ucapan “Park Jiyeon” yang keluar dari mulutnya.

 

 

Kyungsoo memutar kedua bolamatanya, kemudian mengarahkan tatapannya pada kertas jawaban Jiyeon

 

 

“Oo-ohh” Jiyeon lagi-lagi meringis. Ia lupa mencantumkan namanya disana. Yaampun. Dia benar-benar malu sekarang. Dia merasa terlihat sangat bodoh.

“Ishh”

 

 

 

Kyungsoo tertawa kecil kemudian mendengus membuat Jiyeon terkesiap dan mendongak menatapnya. Baru kali ini Jiyeon melihat Kyungsoo tertawa seperti itu. Meskipun bukan tawa lepas.

 

 

Kyungsoo kembali memasang wajah datarnya “Apa?”

 

 

Jiyeon masih menatap Kyungsoo dalam diam. Tatapannya sedikit berbeda, ada binar disorot matanya

 

 

“Do Kyungsoo” gumamnya tanpa sadar.

 

 

“Kenapa?”

 

 

Jiyeon diam.

 

 

“Kau mau bilang kalau kau menyukai namaku lagi?”

 

 

Jiyeon tersentak! Rasa gugup itu kembali menyerangnya. Do Kyungsoo menatapnya. Lebih dalam. Seperti tatapan menuntut. Jiyeon semakin terpojok.

 

 

“Atau kau memang menyukaiku?”

 

 

TBC

 

* * *

 

Maaf lama .-.

Masih pada nunggukan? Gimana chapter ini? Makasih banyak buat yang udah mau meluangkan waktunya untuk komen. Aku merasa semangat nulisnya. Jeongmal gamsahamnidaaa~😉😀

 

Aku berharap chapter ini makin banyak yg komen. Karena itutu buat aku semangat nulis!

 

Oke, sampai jumpa dichapter depan (kemungkinan besar sih chapter akhir. Tapi gak tau juga sih -.-)

 

 

Oke sekali lagi, jgn lpa komen! Paiipaiii😀 /wink bareng Kyungsoo/

 

37 thoughts on “[Sequel] Do Kyungsoo : The Story Begin (4)

  1. intanawalur0712 berkata:

    seharusnya pas Amber bilang “Atau kau tidak akan bertambah
    tinggi!” si Kyungsoo langsung bilang ke Amber,ngomong jujur,daripada ntar beneran gak tinggi-tinggi .-.

    woaahh Amber bisa suka cowok juga toh? Kris-kah? siapa ituuuuu????

    kyungsoo-jiyeon emang jodoh,dimana-mana ketemuuuu terus,sampe dapet nilai jelek pun sama-sama.aku jadi ikut2an deg2an baca semua part kyungsoo-jiyeon berdua,apalagi yang part akhir tuh,duuhhhhhh ><

    btw,Kyungsoo tau nomer Jiyeon darimana tuh? Amber-kah?

    lanjutkan kak! semangaattt!

  2. dessyyy berkata:

    yeey akhirnya chapter 4 mncull,,
    hooh si kyungsoo frontal amat tuh kan jiyeon ny jdi malu hahaha
    next thor jgn lama” yah

  3. EXOverdoseID berkata:

    kyaaa next😄

    aku ngak bisa ngoment apa apa lagi karena menurutku nih FF memang udah bagus :3

    sifat Kyungsoo ituloh bikin aku gemes,pengen aku cubit pipinya saking gemesinnya :3 dan sifat Jiyeon di FF ini menurutku hampir sama kayak sifatku ^^ rada gimana gitu :3

    habis chapter 5 ngak langsung end kan ? T^T seru nih ceritanya🙂

  4. MyLovely Wulan berkata:

    waah kata2 amber ngeri bgt sii.. D.o shrs.a kau ktakn yg seju2r.a drpd kau nnti mta.a brtmbah besar udh gtuh tak brtmbah tinggi lg *hhaha ketawa breng amber*

    jodoh pasti brtemu.. Ciyee.. KyungYeon sllu d prtemukn d saat yg taktrduga..

    omOoo.. Kyungsoo frontal bgt, jiyi.a kn jd bingung dn gu2p mau jwb apa,krn kterkjutan.a

    next next next

  5. Little Cheonsa berkata:

    Un, sebenarnya aku udah baca dari tadi malam. Tapi tab lagi error jadi gak bisa comment😦.

    Hahaha doa Amber kelewatan banget. Kyungppa masa didoain gak tambah tinggi?
    Siapa ya cowok yang Amber suka? Luhan? Tao? Kris? Atau lainnya? Jangan” Henry? Kan Amber sama Henry itu dekat banget😀

    Semoga Jiyeon-Kyungsoo bisa bersatu ya eon ^^. Dan mengubah sifat Kyungsoo yg bikin kesal itu😀

    lanjut! Hwaiting!

  6. Kai's fan berkata:

    annyeong..aku reader baru.aku suka bgt baca ff yg main castnya Kyungsoo a.k.a D.O#curhat. amber suka sm orang china??Luhan kah?.next nya cepetan ya aku tunggu^_^

  7. adezenianggraeni berkata:

    aaaaa~ Kyungsoo dingin tapi perhatian ke Jiyeon.

    daebakk, lanjut yah thor jangan lama-lama😀

    SEMANGAT !!!

  8. adezenianggraeni berkata:

    aaaaa~ Kyungsoo dingin tapi perhatian ke Jiyeon.

    daebakk, lanjut yah thor jangan lama-lama😀

    SEMANGAT !!!!

  9. Piga Tan berkata:

    KYAAAAA*heboh
    aku suka aku suka aku suka =D
    aaaarrrgggh,greget bgt bacanya =D
    apa lg wkt si kyungsoo mengatakan apa kau menyukaiku?!deuh kebayang bgt dah th wajah nya =D
    ini adalah ff terbaik dg cast kyungsoo yg pnh aku bca!karakter si kyungsoo d sini bener-bener ngefeel =D

    d tunggu next chap nya,,HWAITING AUTHOR ^o^9

  10. salsa berkata:

    Amber nya lucu bnget ! Hehe siapa ya yg dia suka? Jiyi ama kyungsoo msih cnggung wlaupun kyungsoo udh mlai trbiasa. Next ya ^^

  11. chinaline berkata:

    hi kak, author, eonni!^^ annyeong aku reader baru:) ahh seneng bgt nemu ff kyungsoo jiyeon yaampun. oiya aku jg udah baca dari chap 1 tpi gapapa kan aku komennya di chaper ini aja yaa? hehehh
    aduuh aku suka bgt sama ceritanya! lanjut yaa…

    jangan dlu end pls pls pls:-D

  12. happydohun berkata:

    Waaaah bikin deg”an yg terakhirnya thor >.<
    sumpah keren banget ceritanya thor😉

    aku jadi senyum" sendiri dan ngakak pas D.O nutup mukanya pake komik pas digodain Amber haha😀

    Next chap dipercepat yaaaa udah ga sabar nih hehe

  13. ParkJudit berkata:

    Huahhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Keren banget! Kyeopta kyeopta!!!
    Next next next!!!
    Jangan lama-lama ne? Lama-lama aku sumpel mulut author sama golok nanti.😀
    Aku suka pkek B.G.T FF apapun yg ada Do Kyung Soo sayang quuhhhh, cinta quhhh nya.
    Lanjut ne thor? GPL ne.?😀

  14. iineey berkata:

    Biar kyungsoo dingin, tp tetep aja dy perhatian sm jiyeon
    Ngebayangin mereka berdua suka diem2 lirik2an itu bikin gemessss ><
    Next lagi ya thorrr

  15. firnarnia berkata:

    Suka banget ffnya,
    aku suka yang main castnya kyungsoo oppa,
    dan maaf baru komen dichapter ini,
    ff’a bagus dan pemilihan kata nya juga tepat,
    next part dtnggu.

  16. baekdo scandal berkata:

    Suka suka suka bangetttt sama ff iniiiiiiiiiii, feelnya dapet banget thorrr. Bener2 nice ff!
    Aduh d.o!!!!!!!!! Gilagilagila, aku senyum2 sendiri ngebayangin d.onyaa.
    Nextchap ditungguuu ya

  17. sxadaitsfuntastic berkata:

    huuaaaa…makin banyak chapter makin keren aja nii ff..
    .haha…kyungsoo pedee bgt siihh,.tp bener juga perkataan yg terakhir ittuu..haha,.jiyeon gmana ya jwbnya..
    ..gak sabar niih pengen baca chap slnjutnya,.
    .oiia..kuharap,.di chap berikutnya ada moment romantis yg gak terduga gtu sama keduanya..
    hhe..semangat thorr,.jgn lama” ngepost.ny

  18. rusakecil berkata:

    Amber amber amber kocak abis :v
    yuhuuu banyak kyungsoo-jiyeon momentnya^^ lucu ya kyungsoo juga suka merhatiin jiyeon diem-diem^^

  19. Namida Kim berkata:

    Aaa noumu chua..
    Aku jg suka karakter amber haha ngakak gila pas amber doain kyungsoo gak tambah tinggi, kejam wqwq
    Amber suka siapa? Aku kepikiran luhan

  20. Herna Dwi Agustina berkata:

    hahaha… jiyeon ketahuan tuch kya’y😀
    kira2 apa yg akan dikatakan jiyeon yah??? trus kira2 apa yg akan terjadi dgn mereka??? ^^
    lanjut…. udh ga sbr sma next cerita’y ^^

  21. Helvina berkata:

    ahhhhhhhhh….
    kesel bngt knpa si tbc itu harus dtang di situasi dankondisi yg gk tepat!!!
    keselllllll
    but, keep writing y thor!!

  22. tari_j berkata:

    Aaaaaaa….. Ya ampun thor, serius ini bikin ak senyum2 sendiri plus geregetan bacanya. Duuhh jadi kebayang sesuatu, lupakan.
    Hahaha seru thor, tambah keren. Ok lanjut baca. Fighting author!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s