Gone part 1

PicsArt_1401638288109(1)

Title:      Gone

Cast:

  • Kim Min Seok [Xiumin EXO]
  • Hyun Mi Rae [OC]
  • Kim Ah Jun [OC]
  • Other cast

Genre:  Romantic, Sad, Friendship, Angst, Fluff

Rating:  PG15

Author:  FARMESTar (@NURFARMEST)

Desclaimer: WARNING!! FF ini pernah dipublish di blog pribadiku :: farmestar.wordpress.com. Jadi jika ada kesamaan sesuatu di ff ini dengan ff lain, mungkin itu hanya suatu kesengajaan. Ini FF hasil dari pemikiran saya sendiri. Don’t be a plagiator!

================================================================================

CHAPTER 1

 

Musim gugur telah dimulai. Daun-daun berjatuhan seiring dengan hembusan angin musim gugur. Orang-orang berkarir yang melewati jalanan kota Seoul tak mempedulikan daun yang menimpanya. Tapi berbeda dengan seorang gadis berambut hitam pekat yang panjang itu, dia dengan sabar membersihkan satu persatu daun yang terjatuh dibuku novel yang ada dipangkuannya. Tentu saja untuk tak menghalanginya membaca bukunya. Gadis itu tidak terlalu cantik, tapi auranya dapat memikat seseorang untuk mendekat padanya. Dia memiliki mata yang tidak terlalu sipit, hidungnya tidak terlalu mancung, dan kulit putih pucat merona. Gadis itu bernama Hyun Mi Rae.

—————————————————————————————————————————————————————————————————

@other place

“Minseok oppa..”

“….”

“Ya! Oppa!”

“…..”

Lelaki bernama Minseok itu tetap berjalan dan tak menghiraukan panggilan adiknya, Kim Ah Jun. Bagi lelaki ini tak ada gunanya meladeni adiknya yang bawel itu.

Dengan sedikit berlari, akhirnya Ahjun dapat mengimbangi langkah besar oppanya.

“Ya oppa! Kenapa kau tak menjawab panggilanku? Apa kau tuli huh?!” ucap Ahjun sebal.

Minseok hanya melirik  Ahjun tanpa menjawab pertanyaan tidak penting yang Ahjun lontarkan. Bagi Minseok lebih baik ia menghemat suara indahnya daripada terus beradu mulut dengan Ahjun. Dia tidak akan sudi beradu mulut dengan adiknya, karena adiknya itu akan terus memperpanjang masalah dan membuat Minseok marah. Minseok sekarang sudah cukup dewasa dan mengerti untuk tak membuat pertengkaran terus timbul diantara mereka.

“Ya Oppa!”

“….”

“Huh makanya kau tak punya pacar. Mana ada yeoja yang mau berpacaran dengan oppaku yang cuek ini” sindir Ahjun tiba-tiba.

“Ck, terserah” balas Minseok dingin

“Ngomong –ngomong oppa, kemarin Gikwang menyatakan cinta padaku..”

“…..”

“Dan tentu saja aku menerimanya. Kkkk.. Ahjun dan Gikwang. Benar benar pasangan serasi”

“…..”

“Lalu bagaimana denganmu oppa? Apa kau masih melajang?” cibir Ahjun

——Minseok POV——

“Lalu bagaimana denganmu oppa? Apa kau masih melajang?” cibir Ahjun

Sungguh aku ingin sekali memplester bibir Ahjun yang ember itu. Ingin sekali aku tuli saat ini. Curhatan tidak penting itu benar-benar menohokku.  Jika saja bukan karena sekolah mungkin sekarang aku tidak akan berjalan bersama dengannya. Aku dan dia bersekolah di sekolah yang sama , Seoul Arts High School. Aku berada ditingkat dua high school, sedangkan dia satu tingkat dibawahku.

“ Ck ck ternyata benar kau masih melajang. Dari kecil sampai sekarang kau tak pernah punya pacar. Apa kau takut menyatakan cinta pada yeoja? Apa kau takut ditolak? Huh benar benar oppa yang penge—”

“Kau pergi ke sekolah sendiri. Aku mau pergi ke taman.” potongku

Aku sudah tidak tahan lagi dengan kelakuannya itu. Emosiku hampir saja tersulut. Aku berharap waktu diputar balik lalu aku akan menyuruh orangtuaku untuk tidak melahirkan Ahjun. Sungguh aku ingin menjadi anak tunggal dan hidup bahagia selamanya. Tapi sayangnya semua ini sudah terlanjur terjadi.

“Ya oppa apa kau marah? Aku cuma mengingatkanmu agar segera punya pacar. Aku saja sudah 10 kali berpacaran, dan kau? ckckck… tidak pernah oppa” ucap Ahjun dengan gaya soknya

Aku langsung pergi dari hadapan Ahjun dan menyebrang jalan raya dengan sedikit berlari. Aku tak peduli dengan omongan Ahjun. Memang dari dulu aku tidak pernah berpacaran, tapi bukan berarti aku tidak laku. Aku hanya malas saja. Atau bisa dikatakan aku belum mempunyai first love. Bisa dibilang begitu.  Seseorang yang menjadi first loveku akan menjadi last loveku juga. Jadi tak mudah untukku mencintai yeoja begitu saja. Tentang Ahjun biarkan saja dia mengoceh sesukanya. Aku tak peduli.

“….oppa apa kau mendengarkan….ku..” Ahjun menoleh ke kakaknya tapi dia tak medapati sosok Minseok oppa disampingnya.

‘jangan-jangan…’ batin Ahjun

“Ya oppa! Jangan tinggalkan aku!” teriak Ahjun ke Minseok yang tengah menyebrang sambil berlari itu.

 

——Author POV——

 

Minseok bersikap acuh pada teriakan Ahjun dan tetap berlari keseberang seakan akan ia tak mengenal adiknya. Ahjun yang sedang menghentakkan kaki juga berkacak pinggang tak jelas bersiap siap untuk mengejar kakaknya. Tapi sayang rencananya kandas begitu saja. Lampu lalu lintas menghadang Ahjun dengan warna hijaunya. Tentu saja Ahjun masih sayang nyawanya, dan tak akan menyia-nyiakannya hanya karena oppa yang menyebalkan.

Minseok akhirnya tiba di taman Sulnee. Minseok sungguh sebal pada dongsaeng semata wayangnya. Ia ingin sekali merasakan bahagia yang sebenarnya, tentu saja tanpa ada gangguan Ahjun. Bahagia versinya. Hidup tenang dan mencintai yeoja yang menjadi first and last love nya. Tapi siapakah yeoja itu?

 

—————————————————————————————————————————————————————————————————

 

Seorang yeoja berambut hitam pekat sedang membaca buku sambil berjalan. Yeoja itu berjalan mengarah pada Minseok yang sedang bergumul dengan pikirannya. Dan akhirnya..

BRUUUKK

Keduanya terjatuh dengan posisi Minseok menindih yeoja itu. Mungkin karena Minseok kaget dan keseimbangannya juga oleng maka terjadilah posisi seperti itu.  Untungnya taman itu sedang sepi. Jika ada orang yang melihat mereka, dipastikan orang itu salah paham mengira Minseok akan mencium yeoja itu. Yeoja itu mendorong tubuh Minseok untuk menjauh dari tubuhnya. Minseok diam tak bergeming. Dia masih belum bisa mencerna kejadian ini. Pikirannya sekarang benar-benar blank.

BRUUK

Minseok terpental dan jatuh duduk di rerumputan taman. Kini sadarlah ia dari ke‘blank’annya. Tubuhnya didorong sekuat tenaga oleh yeoja itu.

“Ah appo” rintih Minseok.

“Mianhae, aku tadi benar-benar tidak sengaja. Dan mianhae aku harus segera pergi.” ucap yeoja itu sambil membungkuk dan berlalu dari Minseok.

Minseok mengelus elus pantatnya yang sakit sambil terus mengamati kepergian yeoja itu. Yeoja itu sudah pergi menjauh. Tatapan mata Minseok masih terus mengekor padanya. Minseok tak tahu mengapa ia begitu berdebar debar. Jantungnya berdegup sangat kencang mulai saat dia menindih yeoja itu sampai sekarang. Ia berpikir mungkin saja ini perasaan kaget yang  terus berlanjut. Akal sehatnya menutupi suara hatinya. Minseok tahu jika debaran dan desiran yang ada dihati itu menandakan jatuh cinta.  Seperti yang Ahjun selalu katakan padanya. Tapi ia berpikir dua kali. Bagaimana mungkin seseorang yang baru kita temui langsung kita cintai? Sangat tidak masuk akal. Itulah gambaran pikiran Minseok sekarang. Minseok tetap bersikukuh memenangkan akal sehatnya.

Minseok segera berdiri dari duduknya, dan—

 

SYUUTT~

 

To Be Continued ‘-‘v

4 thoughts on “Gone part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s