Born to say goodbye part 3

born to say goodbye cover

 

Nama: Julia elqisty

Judul: Born to say goodbye part 3

Tokoh: Zhang Yixing, Wu yi fan, d.o kyungsoo

Support cast: Suho, Huang zi Tao, Baekhyun, Xiumin

Genre: brothership, friendship , sad

Rating: T

Length: chapter

Catatan: ada beberapa tambahan character di part ini, semoga suka ya^^

Summary:

“lay-ssi , aku tidak tau aku ini harus menganggapmu apa, namun aku begitu khawatir kepadamu, melihatmu tertidur lemah seperti itu membuat wajahmu terlihat lebih bodoh, maka kumohon bangunlah, kau mempunya hutang kepadaku karena membuat adikku histeris akibat kau” 

 

Annyeong~ maaf ya sebelumnya readers kalo aku buat kalian bingung sama alur ceritanya:(, emang ff ini sengaja aku buat banyak misterinya gitu, jadi harus dibaca dari part pertama dan kalo dilongkap bacanya pasti jadi membingungkan, tapi walaupun kalian udah ngikutin dari awal masih bingung juga aku minta maaf:( maklum belum berpengalaman , maaf juga kalau ada typo dan maaf juga aku kebanyakan minta maaf-_- hehehe,oh iya buat mempermudah readers buat yang belum baca part 1/2 aku kasih linknya dibawah ini,

 

happy reading ^^

 

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/02/14/born-to-say-goodbye-part-1/

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/05/24/born-to-say-goodbye-part-1-2/

 

********************

 

 

“mianhae, gwenchana?” sahut seseorang mengulurkan tangan panjangnya ke hadapan baekhyun yang sudah terkapar dilantai dengan kursi rodanya yang ikut terbalik juga

 

tidak ada reaksi, baekhyun hanya membisu membuat seseorang yang ingin menolongnya itu jadi salah tingkah

 

namun seseorang itu buru-buru menyadari bahwa baekhyun sedikit berbeda dengannya, kalau dilihat dari wajahnya, baekhyun mempunyai wajah yang sebenarnya imut namun tertutup oleh raut wajah yang datar itu, memiliki mata yang sipit namun indah hanya saja…..

 

seseorang itu menurunkan pandangannya ke arah kaki baekhyun, ya baekhyun memiliki kekurangan dibalik ketampanannya, membuat seseorang yang menabraknya itu menatap baekhyun lirih, terkapar tidak berdaya di lantai dengan kursi roda yang sudah terbalik, seseorang itu masih memandangi baekhyun dengan pandangan lirih melihat kaki kiri baekhyun yang tidak sempurna, namun walau begitu dibalik kekurangannya, baekhyun masih memikirkan penampilannya terlihat dari celana jeans yang ia kenakan, celana jeans biru tua dengan model sobek di lututnya, dengan model unik yang sepertinya memang didesain khusus untuknya, di kaki kirinya kain celana jeans itu mengikuti panjang kakinya yang hanya sebatas dengkul, sedangkan dikaki kanannya tetap panjang, seseorang itu masih kagum dengan baekhyun yang masih memikirkan penampilannya yang modis walaupun mempunyai kekurangan, tapi tunggu…

 

“aishhh mengapa aku mengaguminya? aku ini adalah seorang namja”

 

tiba-tiba lamunan seseorang namja yang menabrak baekhyun  itu  buyar, malu sendiri akibat ulahnya yang melihat baekhyun dengan pandangan seperti seorang yoeja dan langsung inisiatif mengambil kursi roda baekhyun yang terletak tidak jauh darinya

namja itupun merapihkan letak kursi roda yang awalnya terbalik itu dan menarik lengan baekhun lalu membopongnya untuk duduk diatas kursi roda mewahnya

 

“hmm mianhae, aku tidak sengaja, tadi aku sedang terburu-buru agar tidak terlambat masuk ke kelas seni, sekali lagi maafkan aku” jawab namja itu dengan raut wajah sangat bersalah dan tidak henti-hentinya membungkukkan tubuhnya yang menjulang tinggi itu kearah baekhyun

 

Baekhyun tetap tidak menjawab tetapi seketika raut pandangannya berubah menjadi lebih terlihat menyeramkan dibandingkan awalnya

 

namja tinggi itu sedikit mengurangi tingkahnya yang berlebihan yang membungkuk terus menerus menunggu jawaban dari seorang byun baekyun , karena ia terlihat menyeramkan seperti ingin sekali memakan namja itu hidup-hidup

 

tetap tidak ada jawaban, lalu baekhyun meninggalkan namja tinggi itu yang terpaku karena tidak mendapat reaksi apapun dari baekhyun

 

“tidak ada sopan santunnya sama sekali namja itu” batin chanyeol kesal

 

 

 

**************************

 

 

Waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi, dimana matahari sudah menampakkan kehadirannya menyinari hari itu, Lay memasuki apartemen Kris yang secara kebetulan tidak terkunci, berjalan dengan langkah gontai memakai mantel hangat yang diberikan oleh kris  saat ia masih berada dibukit itu, langkahnya tidak bisa di kendalikan sampai-sampai ia menabrak apapun yang berada didekatnya dimulai dari sofa, meja makan dan juga rak-rak buku , sampai akhirnya ia meraih gagang pintu kamar yang di depan pintunya terdapat banyak sticker panda lucu bertuliskan “Tao’s Room”

 

Lay memutar kenop pintu kamar Tao lalu berjalan pelan menusuri kamar Tao yang gelap namun samar-samar terdapat sedikit pancaran cahaya yang menyusup dari balik celah jendela, Lay tidak berniat untuk membuka tirai jendela kamar tao agar ia bisa melihat dengan jelas namun ia langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur yang empuk itu

 

*buuk*

 

“aaaa” suara jeritan kecil yang sedikit serak itu mengagetkan Lay, namun ia merasa tubuhnya sangat lemah, tidak kuat lagi untuk bergerak

 

“aduuh, Kris ge banguun!! kau menindihku appo!!” suara Tao semakin mengeras karena merasa tidak mendapat respon apapun

 

tao menggerak-gerakan tubuhnya agar bisa menyingkirkan Lay yang sudah menindihnya itu sekuat tenaga, sampai akhirnya Lay terguling jatuh ke lantai

 

spontan tao kaget saat melihat ternyata itu bukan gegenya melainkan Lay, dan yang membuatnya lebih kaget karena tubuh Lay sudah pucat, tangannya yang putih itu berubah menjadi kebiru-biruan membuat tao berlari keluar memanggil Kris

 

“kris ge!! Lay hyung..Lay hyungg…Kris geeeee!!!!!!!” suara teriakan panik tao membuat ruangan apartemen kris menjad ricuh, ia terus saja memanggil-manggil kris yang tidak berada di apartemennya membuat Tao semakin panik

 

“Kris geee!!!! jebal….jebaall… hiks, oettokhae?? Kris geee,hiks..Lay hyung…hiks..” Tao duduk di meja makan melipat kedua tangannya lalu menenggelamkan kepalanya, menangis, ia tidak tahu harus berbuat apa, Tao termasuk anak yang manja dan sentimentil,

 

ia semakin manja akibat kris selalu memperlakukannya berlebihan membuatnya selalu berketergantungan dengan kris

 

tiba-tiba pintu masuk apartemen itu terbuka dengan kasar lalu terlihat kris berlari panik kearah tao

 

“tao! tao-yaah ada apa? kau ini kenapa?” seketika wajah kris pucat pasi mengguncang-guncangkan punggung tao

 

tao menegakkan punggungnya lalu memeluk kris yang sudah sangat khawatir melihat tao berlinang air mata

 

“gege!! lay hyung..lay hyung..hikss..lay…” ucapan tao tersendat-sendat disela tangisannya membuat kris semakin mengerutkan dahinya bingung

 

“tao, gege tidak mengerti maksudmu , lay? ia kenapa?”

 

tao mengulurkan tangannya dengan bergetar menunjuk pintu kamarnya

 

kris berlari kecil kearah kamar tao, terkejut melihat lay yang sudah terkapar tidak berdaya, sekujur badannya pun membiru

 

“lay! kau kenapa?” kris sedikit berteriak lalu menggendong lay keluar kamar tao lalu bergegas ke parkiran mobil, disusul dengan tao yang masih sembab akibat menangis dan juga tidak peduli lagi ia masih memakai piyama pandanya

 

.

.

.

.

 

rumah sakit internasional seoul

 

seorang dokter keluar dari ruangan rawat membuat kris yang melihatnya langsung buru-buru berdiri menghampiri dokter itu

 

“dokter, bagaimana keadaan teman saya?” tanya kris cemas

 

“keadaannya cukup kritis, ia mengidap hipotermia yang cukup berat,syukurlah anda langsung membawanya kesini kalau tidak ia sudah tidak bisa ditolong”

 

“lalu, kapan ia akan pulih dok?”

 

“secepatnya, suhu tubuhnya sedikit demi-sedikit sudah kembali normal, tinggal menunggu ia siuman” jawab dokter itu tersenyum ramah ke arah kris

 

“kalau begitu terimakasih dokter atas bantuannya” kris membungkukkan tubuhnya kepada sang dokter kemudian dibalas serupa oleh dokter itu sembari memberikan seulas senyuman

 

 

*******************************************

 

 

baekhyun memasuki kelas seni yang sudah padat diisi oleh para mahasiswa yang mengikuti kelas serupa, spontan kelas yang awalnya ricuh itu seketika hening, pandangannya tertuju kepada baekhyun yang berjalan santai menggunakan kursi rodanya

 

baekhyun meluaskan pandangannya mencari kursi yang kosong

 

“sial, bagaimana aku bisa duduk, seseorang harus membantuku untuk duduk, tapi.. haruskah?” 

 

baekhyun masih terdiam disamping kursi kosong yang hanya ia pandangi, tidak tau harus berbuat apa, meminta tolong atau hanya mematung membuatnya semakin menjadi tontonan di ruangan itu, hatinya terus saja bertolak belakang dengan pemikirannya, ingin meminta bantuan tetapi terlalu jaim dengan dirinya sendiri

 

tiba-tiba seseorang menghampiri baekhyun dan mengangkat tubuh mungil baekhyun,menadahkan lengannya untuk membantunya lalu mendudukkan baekhyun di kursi panjang yang sedari tadi hanya baekhyun pandangi, lalu seseorang itu ikut duduk manis disebelah baekhyun

 

baekhyun merasakan sekujur tubuhnya panas, bukan panas karena ia sakit, namun ia sangat geram bercampur malu akibat ulah seorang namja tinggi menyebalkan yang sudah membuatnya terjatuh dan sekarang mempermalukannya lagi dengan ulahnya

 

“kau..” baekhyun bergumam pelan namun intonasi pengucapannya sangat terlihat jelas bahwa ia sedang marah

 

chanyeol yang mendengarnya sedikit takut dengan sikap baekhyun lalu menggaruk belakang tengkuknya yang tidak gatal itu menunjukan deretan giginya yang rapih “mianhae, aku melihatmu sedikit kesulitan untuk duduk, jadi aku membantumu” jawab chanyeol cengengesan

 

baekhyun tetap tidak peduli dengan sikap bodoh chanyeol dan masih memasang raut datarnya yang tidak bisa ditebak “aku tidak membutuhkan bantuan siapapun dan jangan mengasihaniku”

 

seketika chanyeol berhenti terkekeh tidak jelas lalu memandang baekhyun bingung “tapi.. aku hanya ingin…”

 

“apa disini hanya ada satu bangku kosong yang tersisa?” baekhyun memotong ucapan chanyeol dengan sedikit menaikan alis kirinya, membuat chanyeol langsung beranjak berniat mengambil bangku yang lain yang masih kosong namun ia terlambat karena dosen seni mereka sudah datang dan tampak seorang namja mungil memakai tas ransel hitam berlari kearah namja tinggi yang duduk disebelah baekhyun

 

“yaak! park chanyeol kau meninggalkanku” seru namja mungil mengarahkan tinjuan pelan kearah kepala namja tinggi bernama chanyeol itu

 

“d.o-yaa! appo!!maaf lagipula kau lama sekali, kau ini memasak untuk berapa orang huh? hanya untuk dirimu tapi membutuhkan waktu yang sangat lama” chanyeol mencibir disusul dorongan dari d.o yang menyuruhnya untuk bergeser karena memang bangku kelas seni itu cukup panjang dan cukup untuk 3-4 orang

 

baekhyun hanya terdiam dan tidak menghiraukan mereka lalu mengambil kasar buku catatan yang ada didalam tasnya

 

**************

 

 

Kris sedari tadi mondar mandir di kamar  rawat inap yang sekarang ditempati oleh Lay, tidak terlepas dengan raut wajah kekhawatirannya yang masih membanjiri otak dan pikirannya, pandangannya kosong namun pikiran dan hatinya masih bekerja dengan baik

 

Kau ini selalu saja menyusahkan

 

bodoh, mengapa kau tidak menurutiku saja untuk pulang keapartemen dan malah berdiam diri di atas bukit itu?

 

kalau begini semua menjadi kacau 

 

dan berbagai macam sahutan hatinya yang membuatnya semakin frustasi, ia menjambak kasar rambutnya sudah tidak peduli lagi dengan penampilannya, lalu ia menjatuhkan tubuhnya di sofa yang disampingnya terdapat tao tertidur dengan posisi tubuh meringkuk melanjutkan tidurnya yang tadi tertunda

 

kris memalingkan wajahnya ke arah tao “tao-yah , maafkan gegemu karena ceroboh meninggalkanmu sendirian di apartemen, aku janji tidak akan membuatmu ketakutan lagi seperti tadi:” kris menyunggingkan senyuman tulusnya sembari mengacak pelan poni tao, kini pandangannya tertuju kedepan kearah tempat tidur rumah sakit dimana lay sedang terbaring lemah tidak berdaya disana

 

kris tersenyum lirih melihatnya dan batinnya bergumam

“lay-ssi , aku tidak tau aku ini harus menganggapmu apa, namun aku begitu khawatir kepadamu, melihatmu tertidur lemah seperti itu membuat wajahmu terlihat lebih bodoh, maka kumohon bangunlah, kau mempunya hutang kepadaku karena membuat adikku histeris akibat kau” 

 

disela-sela kekhawatirannya kris berdoa agar lay cepat sadar dan akhirnya menutup matanya sebentar sekedar untukberistirahat

 

 

 

 

**********************

 

mobil sedan hitam milik baekhyun yang sedang dikendarai jongin saat ini melaju kencang dan memparkirkannhya di sebuah kafe terletak di pinggiran seoul

 

jongin pun keluar dari mobil itu dan membetulkan letak kaca mata hitammnya dan merapihkan jaket jeans yang dikenakan lalu bergegas masuk kedalam kafe tersebut, ia mencari tempat yang sekiranya nyaman untuknya dan ia memilih duduk disudut ruangan yang terdapat kaca besar isampingnya jadi ia bisa melihat pemandangan kota seoul yang padat itu

 

lalu jongin merogoh saku celananya dan menekan tombol-tombol angka dan menelfon seseorang

 

“yeoboseo? chagi-ah kau ini dimana? lama sekali.. aku sudah menunggumu 1jam yang lalu, kalau kau lama jangan salahkan aku jika aku meninggalkanmu arra?, aku tunggu beberapa menit lagi annyeong” *klik* jongin menutup percakapannya itu dengan senyuman jahil “dasar wanita bodoh, mau saja aku bodohi” ujar jongin dilanjutkan dengan tawanya yang mengejek

 

tanpa jongin sadari, seorang pelayan sudah memperhatikannya daritadi dengan membawa sebuah buku menu ditangan kanannya

 

“kau tidak boleh seperti itu, wanita dilahirkan untuk dilindungi bukan untuk disakiti” sahut pelayan itu tiba-tiba membuat kai terkejut

 

“kau tau apa dengan urusanku, sudah jangan ikut campur, mana menunya?” jawab kai kesal

 

“tetapi itu benar bukan?jangan mempermainkan wanita, nanti kau akan terkena akibatnya” pelayan itu masih menatap jongin

 

“aish, cerewet sekali kau ini, bawakan aku 1 cappucino” ujar jongin langsung tanpa melihat sama sekali buku menu yang diberikan oleh sang pelayan tadi

 

pelayan itu menatap jongin sebal “kalau tahu begitu buat apa aku memberimu menu huh?”

 

“lagi pula siapa yang menyuruhmu untuk membawakanku menu?”

 

“karena itu memang tugasku” jawab pelayan itu singkat

 

jongin menurunkan sedikit kacamata hitamnya dan membaca name tag yang tertera di seragam pelayan itu “yaak do kyungsoo, cepat pergi dan siapkan cappucino untukku!! aku tidak punya banyak waktu” jongin melambai-lambaikan tangannya mengusir pelayan itu untuk segera pergi

 

 

 

*****************************

 

Setelah menyempatkan dirinya untuk istirahat sebentar, kris berjalan gontai menuju kantor pemotretan, sudah berpakaian rapih dan modis seperti biasa dengan rambut yang sudah tertata rapih, namun raut wajahnya terlihat menyimpan banyak beban

 

setelah masuk kedalam kantor pemotretan kris mengintip ke arah jendela kaca transparan yang dapat dilihat dari luar ruangan , ia melihat masih banyak model lain yang masih menggunakan ruang pemotretan itu, maka kris mengurungkan niatnya untuk masuk dan menuju ruang tunggu, menunggu gilirannya dipanggil

 

diruang tunggu itu terdapat banyak sekali rak-rak majalah baik yang baru terbit ataupun edisi sudah lama, kris melihat beberapa jejeran majalah itu dan mengambil salah satu majalah yang menarik perhatiannya, yaitu majalah yang bercover dirinya sendiri

 

kris duduk disofa empuk yang berada disamping rak buku itu dan mulai membaca halaman demi halaman yang ada di majalah itu, seketika dahinya berkerut melihat kejanggalan didalam majalah itu, ia terus membuka halaman demi halaman yang membuatnya tampak bingung, lalu dipikirannya teringat seseorang dan segera ia tutup majalah itu dan terkejut melihat orang yang awalnya memang ia ingin temui itu sudah berada tepat dihadapanya

 

“oe, suho-ssi kau mengagetkanku” sahut kris kikuk

 

“oh benarkah? mianhae, aku hanya ingin memberitahumu kalau giliranmu sebentar lagi” jawab suho tersenyum ramah

 

“n-nde aku akan segera kesana” kris membalas senyuman suho sedikit kaku bingung harus bersikap seperti apa

 

“baiklah, kalau begitu aku permisi dulu, annyeong” suho membungkukkan badannya ke arah kris dan pergi berlalu,

 

namun, belum jauh suho berjalan buru-buru kris memanggil suho

 

“suho-ssi, suho-ssi chamkaman” kris sedikit berlari kearah suho disusul pandangan suho yang heran melihat kris berlari mengejarnya

 

“ada apa kris?”

 

“aku ingin bertanya sesuatu kepadamu” jawab kris serius

 

suho mengerutkan dahinya menatap kris “bertanya? bertanya apa?”

 

“aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan majalah terbitan akhir-akhir bulan ini” jawab kris to the point

 

suho menatap kris masih dengan raut yang bingung “aneh? hmm sebaiknya kita lanjutkan perbincangan kita diruanganku kajja” jawab suho disusul anggukan setuju dari kris , mereka segera berjalan kearah ruang pribadi suho

 

.

.

.

.

 

 

“tadi sampai mana?” tanya suho membuka percakapan

 

“iya, aku merasa aneh dengan majalah terbitan akhir-akhir bulan ini sepertinya ada yang janggal” jawab kris ragu-ragu

 

“coba katakan kepadaku, janggalnya seperti apa?”

 

“aku tadi iseng membaca majalah edisi 4bulan lalu, aku bingung mengapa isinya berbeda? tidak seperti yang kau berikan kepadaku?”

 

“berbeda?”

 

“iya, sample majalah yang kau berikan kepadaku itu sangat berbeda pada bagian pembahasan tentang fashion, disitu hanya tertera berbagai tips fashion dan gambar-gambarnya pun hanya sedikit dan tidak lengkap seperti yang kau berikan kepadaku”

 

suho terdiam, menatap kris penuh arti, seperti sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya melamun namun dengan sigap buru-buru ia kembali tersenyum ramah seperti layaknya memang sifatnya yang dikenal banyak orang sangat ramah

 

“oh soal itu” jawab suho sedikit tertahan dibalik senyumannya

 

“ya jadi majalah yang kau baca itu adalah majalah yang gagal produksi” lanjut suho enteng

 

kris masih bingung dengan apa yang  suho katakan,merasa tidak masuk akal, kris bukan orang bodoh yang gampang dikelabuhi oleh siapapun, tetapi manamungkin ia tidak percaya oleh atasannya sendiri, terlebih lagi ia adalah pemilik perusahaan ini , mana mungkin ia bisa menuduh suho sembarangan

 

“keundae suho-ssi, bukankah kalau memang itu gagal produksi lalu mengapa kau meletakannya di display majalah? bukankah semua majalah yang berada disitu sudah disortir? memalukan jika pengunjung datang ke perusahaan ini lalu ia membaca majalah yang gagal produksi kan?”

 

sekejap semua perkataan kris membuat suho membeku, bingung apa yang harus ia katakan kepada kris yang sepertinya sudah menunggu sebuah jawaban yang kuat untuknya, namun belum sempat suho menjawab , karyawan suho mengetuk pintu ruang kerjanya

 

“maaf tuan suho, kris sudah dipanggil untuk segera ke ruangan pemotretan”

 

“oh begitu, baiklah kris sebaiknya kau keruangan pemotretan sekarang, soal majalah itu mungkin karyawanku ceroboh karena tidak mensortirnya dengan baik” ujar kris tersenyum seramah mungkin membuat kris membenarkan apa yang suho katakan didalam hati namun ada hal yang mengganjal menurutnya

 

“ah lupakan sajalah, mungkin apa yang dikatakan oleh suho-ssi benar”

 

kris mengangguk membalas senyum suho lalu pamit untuk bergegas keruangan pemotretan

 

 

 

 

**************************

 

 

Baekhyun sudah menunggu diparkiran 1jam lamanya, dan ia sudah menelfon jongin berkali-kali namun tidak ada jawaban apapun darinya

“mana supir bodoh itu?” tanya baekhyun seorang diri sembari kepalanya tidak berhenti melihat kesegala arah mencari mobil sedan hitam miliknya

 

baekhyun mencoba menelfon jongin lagi, dan akhirnya sebuah nada tersambung

 

“yoeboseo?” sahut jongin disebrang telfon

 

“jangan main-main denganku jongin!, aku menyuruhmu untuk tidak menjemputku sebelum ku telfon, tetapi aku tidak menyuruhmu untuk membiarkan aku lama menunggu” jawab baekhyun geram

 

“n-nde, t-tuan muda baekhyun, jalanan seoul hari ini sangat macet, sebentar lagi saya sampai” elak jongin terbata-bata

 

baekhyun mematikan ponselnya dan menarik nafas secara kasar

 

“baru kerja satu hari, ia sudah begitu, bagaimana jika terus-terusan ia seperti ini? cih, sangat tidak profesional, aku harus membicarakannya kepada suho hyung” baekhyun mengoceh sendiri

 

tiba-tiba namja tinggi bernama chanyeol itu berjalan kearah baekhyun membawa 2 kaleng cola ditangannya

 

“kau mau?” tanya chanyeol mengulurkan tangan kanannya yang berisi kaleng soda kearah baekhyun

 

baekhyun hanya memandang chanyeol datar seperti biasa tidak berkata apapun

“yak! kau ini, aku bertanya kau mau tidak? mengapa diam saja huh? aku mencari d.o  sedari tadi namun sepertinya ia sudah pergi bekerja paruh waktu”

 

“aku tidak peduli”

 

chanyeol melotot kesal kepada baekhyun “kau ini kenapasih? apakau belum memaafkanku karena aku telah membuatmu terjatuh? aku minta maaf, aku tidak sengaja, anggaplah ini sebagai permintaan maafku” chanyeol menatap baekhyun yang masih menatapnya dengan wajah datarnya itu

 

baekhyun memalingkan wajahnya, ia muak dengan pria tinggi menyebalkan itu “aku tidak mau”

 

“lalu bagaimana agar kau memaafkanku?”

 

“pergi dari sini”

 

ucapan baekhyun membuat chanyeol tersentak dan akhirnya berpaling pergi menjauh dari baekhyun

 

chanyeol melangkahkan kakinya kesal, tidak habis fikir ada orang sesombong baekhyun, padahal chanyeol sudah membantunya danmembelikannya minuman segar di siang yang panas ini, tetap saja si sombong baekhyun tidak luluh

 

“hh, dasar sombong” caci chanyeol yang masih sempat menoleh kebelakang dimana baekhyun terlihat sedang mengomel kepada seseorang namja yang ia tidak kenal dan akhirnya namja itu membantu baekhyun untuk masuk kemobil dan melaju pergi

 

“bahkan dengan hyungnya sendiri pun ia begitu?” decak chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berlalu pergi

 

 

 

 

**************************

 

malam hari desebuah restauran itali dua orang namja sedang asyik menyantap makanannya dengan lahap, tidak keduanya, namun hanya salah satunya, namja yang satunya hanya menyeruput teh panas nya yang baru saja diberikan oleh seorang pelayan

 

“apakah aku haru melakukannya?” tanya namja yang sedang menikmati tehnya itu

 

“tentu saja”

 

“apakah ini sedikit berlebihan?” tanyanya lagi?

 

“kau ingatkan prinsipnya? menghalakan cara apapun yang penting kasus ini terungkap?”

 

namja itu menaruh cangkir tehnya menarik nafas dan membuangnya pelan

 

“kalau bukan karena haraboji aku tidak mau melakukan ini”

 

“kalau begitu,besok kau harus memulai nya, karena kalau ditunda kasus itu akan semakin tenggelam dan akhirnya sia-sia kita menyelidikinya”

 

“mwo? besok?”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

to be continue

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22 thoughts on “Born to say goodbye part 3

  1. ElizElfishy berkata:

    Aku selalu menunggu kelanjutan ff ini lo.. Suka banget soalnya. Perasaan baru baca, eh udah tbc aja. Banyak teka-teki yang kurang ku mengerti. Heheh. D’tunggu kelanjutannya ya.

  2. phiwzz berkata:

    Nah loh kasus apaan lagi tuh yg di part terakhir?
    Itu Jongin kah? Klo iya, dengan siapa dia?
    Haishh Baekhyun sombong amat dia, klo aku jadi Chanyeol udah aku bales jutekin Baekhyun kali😆
    Eh di chap 2, waktu ditinggal Kris di bukit Lay knp? Dia tuh pingsan?
    Oh iya, dari chap 2 kmaren aku ngerasa ada yg ganjil,, klo ga salah bukannya Kyungsoo perkenalkan diri nya ke Lay cuma ‘Do Kyungsoo’ ya? Koq tiba2 Lay panggil ‘D.O’??
    Dan aku masih penasaran sama namja putih tinggi yg (kayanya frustasi) di Shanghai itu, Lay kah??
    Aiiihhh… beneran masih banyak misteri, masih chapter2 awal sih -_-
    Next chap buruan update ya😀

    • jusooya berkata:

      bukan itu bukan jongin hihi:3, dipart ini udah ada jawabannya ttg lay pingsan dia terkena hipotermia😦 , nah iya itudia ternyata ada yang ngerasa juga aku kira gaada huehehe >.< , itu sebenernya diawal aku mau namain do kyungsoo itu kyungsoo bukan d.o -_- karena do itu nama marganya , tapi karena aku ingetnya nama panggilannya kyungsoo d.o jd lah aku nulis d.o-_- karena terlanjur yaudahlah jd d.o aja hehehe, nanti part-part selanjutnya baru kebongkar, ditunggu yaa~ gomawo udh baca😀

  3. adezenianggraeni berkata:

    woaaaah bener-bener banyak misteri, aku penasaran thor~
    maka dari itu jangan lama-lama yah publish part selanjutnya, oke !

    SEMANGAT😀

  4. amelia berkata:

    thor aku binggung.. kyungsoo ada dimna” perasaan..
    awalnya bukannya dia ada di kampus?? kenapa dia juga ada di kafe nglayanin jongin?? bukannya waktu jongin ke kafe itu pas sama habis dia nganter baekhyun?? dan kyungsoo sekelas sama baekhyun kan??
    ini kok jongin songong banget yah wkk.. itu bukn mobilnya kan yah ckck.. xD

    • jusooya berkata:

      hahaha aku juga bingung sebenernya kenapa dia ada dimana2-_- tapi nanti pasti tau kok knapa dia bisa ada dimana2 :p, kan udh pulang gitu ceritanya dan td si chanyeol juga blg dia nyari kyungsoo tp kyungsoonya udh pergi kerja paruh waktu hihi:3 kalo si kai jd ceritanya dia ke cafenya datengnya ga langsung abis ngamter baekhyun gt, maaf ya jd gajelas ceritanya huhu😦

  5. Dinda Kharisma berkata:

    Ah daebak Thorr,,,
    Tulisannya rapi…
    Gampang baca nya.. n ya ceritanya dapet smua expresi,, Kaget,Penasaran,emosi n bnyak lagii
    Keep Writing thoorr….
    Ditunggu Rekom FF Exo Chapter nya ya thoorr…
    Salam Kenal.. (Dinda)🙂🙂🙂

  6. Tridha Aristantia berkata:

    siapa kedua orang itu? dan kasus apa yg harus mreka selesai kan?
    suho jg seperti’a nutupin sesuatu dari kris,..nasib yixing gmn..
    ff’a daebak~ bener2 penuh misteri & bikin penasaran…
    aku suka cerita’a..apalagi ada 3 bias ku disini #ColekBaekLayTao🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s