Let The Fate Lead Me (chapter 2)

Untitled-1 copy

 

Tittle : Let The Fate Lead Me

Author : Cicil

Cast : exo’s Luhan and GG’s Jessica

Other cast : exo and gg members

Rating : G

Genre : romance

Disclaimer : all belong to GOD

HAPPY READING ya

 

Dengan berhasilnya Baekhyun membuat matanya terbelalak lebih lebar lagi. Ia segera menegapkan punggung. “Kenapa kau disini?”

“Ehmm itu ehmm tadi ada siswa yang menyuruhku berhenti”

“Siapa dia?”

Baekhyun mengerutkan dahinya terlalu bingung. Sejumlah dugaan-dugaan negatif menghujam sel otaknya. Ia membenarkan posisi tubuh juga melipat tangan di dada. Tampak berpikir keras.

Justru sebaliknya dengan si wanita. Jessica malah masih duduk walaupun punggungnya sudah melorot kembali. Wajahnya penuh kepolosan, bibir merah mmudanya terbuka sedikit. Memperhatikan tingkah laku Baekhyun.

Waktu serasa berhenti. Mungkin baterai ‘energik’ milik pak satpam kemarin sudah habis hingga jarum jam seperti tak berputar bagi Jessica. Tak lama, seseorang merangkul pundak Baekhyun –menghancurkan kerja pikirnya—

“Hei!” sosok itu ‘mengucapkan salam’. Baekhyun bergeming tak peduli. “Ooh jadi kau yang menyuruhnya berdiri di lapangan?” Punggung Baekhyun seketika merembes seperti air larut. Batinnya tau siapa yang ia maksud. Ah akhirnya.

Jessica masih menatap keduanya tanpa ekspresi. Sementara Baekhyun dan si pria itu saling pandang tak percaya. Kejadian aneh!

“Sudahlah. Aku masuk kelas dulu ya” Baekhyun melanjutkan irama kakinya. Menyisakan Jessica dan lelaki didepannya –yang menyuruhnya—

Ugh! Jessica benci saat-saat canggung. Dia tidak suka bahkan untuk berdiam sejenak di tengah pembicaraan. “Aku Luhan ehmm Xi Luhan tepatnya.” Cowo itu duduk disebelahnya. Lewat selukis tarikan bibirnya yang manis.

Jessica menyimaknya baik-baik. “Jessica, Jessica Jung atau Jung SooYeon” ia bersalaman ria.

“Jadi namamu Jessica atau Jessica Jung atau Jung SoYeon? Aku tidak mengerti.” Ah! Tepatnya pura-pura tak mengerti—dasar Xi Luhan. Jessica meniup-niup poninya kesal. “Huh! Tentu saja semuanya itu namaku.”

“Jadi—“

Sigapnya ia langsung menempelkan telunjuk kanan di bibir Luhan. “ssttt kau itu laki-laki kenapa bawel sekali? Panggil saja Sica. Selesai” si wanita beranjak dari duduknya. Ikut menghilang di balik pintu kelasnya seperti Baekhyun barusan.

Luhan –namja itu—masih terpaku. “Dasar jutek.”

—-,———

Sehari berlalu. “Empp cepat sekali memang.” Jessica menjilat es krim stroberinya semangat. Bersama Taeyeon dan tentu saja Yoona. Tiga sahabat popular sejak smp. Ketiganya berjalan beriringan menuju meja makan berkayu.

“Sejak pertama sekolah kau kemana Sica? Aku baru melihatmu hari ini.” Yoona mengeluarkan sisirnya dari kantong, siap dengan alat kacanya juga. Entah sejak kapan dia jadi agak repot akan penampilan.

“Awww!” satu jitakan mulus mendarat di dahi Yoona, Taeyeon memukulnya kesal. “Kau tak tau? Justru kau yang kemana saja? Jessica dihukum dua hari ini!” Yoona mendengus kesal. “Hei! Es krimku!” jajanan manis itu seketika lenyap dari tangan Taeyeon.

Ia tau Yoona dengan lenacang mengambil punyanya. “Sudah kubilang ‘kan? Jangan coba ceramah padanya. Kau pasti dirugikan.” Jessica menyusul Yoona yang sudah berjalan lebih cepat dan duduk di kursi pasang kayu.

Kali ini Taeyeon yang merenggut bersungut-sungut. Huh! Es krim kesukaannya sudah habis.

“Sungguh! Aku tak tau Jess. Maaf.” Gadis cantik disebelah Jessica bersikukuh pada pendiriannya. Pilihan paling baik. Sekali lagi. Adalah membiarkan dirinya memaafkan Yoona. Lagi pula apa yang perlu dipermasalahkan?

Jessica memainkan iris coklat hazelnya mengikuti arah orang tersebut. “Siapa dia?” tanyanya sontak. Taeyeon dan Yoona sekejap ikut memperhatikan manusia yang masuk dalam tangkapan retina sahabat mereka.

“Aku tak tau.” Jawab satunya.

“Ooh. Itu. Yang kudengar dia ketua osis. Tapi pada saat kita MOS dua hari kemarin dia tak tampak. Aku juga tidak yakin.” Jessica mengurungkan niatnya bertanya lebih jauh dari jawaban Taeyeon.

Tak pasti. Taeyeon juga belum tentu benar apakah. Si surai keemasan –yang menurutnya melanggar peraturan—itu benar ketua osis. Entah, siapa yang tau?

Bibir merah mudanya melanjutkan makan es krim.

 

—-,——–

 

Jessica bersantai-santai gembira. Mr.Kim –Si guru olahraga—tidak masuk untuk hari kerjanya. Taeyeon dan Yoona sedang asik merumpi dibangku bawa madding sekolah. Kusus yang satu ini dia enggan bergabung bersama sahabatnya. Gossip? Ia tak suka membicarakan orang.

Langkahnya melewati barisan bangku deret cat biru-merah, tempat penonton biasanya duduk. Menghadap arah lapangan. Retinannya lagi-lagi menangkap wajah itu, surai ‘pelanggarannya’ dan si wakil osis Baekhyun, beberapa cowok lain berpostur ideal juga berkumpul. Pikirannya melayang seketika.

‘Apa yang mereka lakukan? Berbicara strategi mungkin? Atau ada masalah?’ batin Jessica. Huh! Apa ini bukan merumpi? Ia tak suka gossip justru mengajak bicara sendiri hatinya, membicarakan orang.

Sedetik kemudian kerumunan itu bubar. Tanpa sadar Jessica mengambil posisi nyaman di bangku biru-merah itu. Ada yang aneh dengan matanya, kenapa iris hazel coklat ini terus mengekor gerakan namja itu?

“Luhan!” pria muda yang diekori mata Jessica menoleh sontak. Dan sekarang Jessica tau jawabannya. Dia Luhan, pria muda berambut blonde, yang kata Taeyeon adalah ketua osis, yang menyuruhnya keluar dari lapangan upacara, yang merangkul pundak Baekhyun, dan yang membuat matanya memperhatikan.

 

 

TBC

 

Maaf kependekan >< lagi kehabisan ide. Gomawo untuk yang baca J

 

Let The Fate Lead Me (chapter 2)

Tittle : Let The Fate Lead Me
Author : Cicil
Cast : exo’s Luhan and GG’s Jessica
Other cast : exo and gg members
Rating : G
Genre : romance
Disclaimer : all belong to GOD
HAPPY READING ya 

Dengan berhasilnya Baekhyun membuat matanya terbelalak lebih lebar lagi. Ia segera menegapkan punggung. “Kenapa kau disini?”
“Ehmm itu ehmm tadi ada siswa yang menyuruhku berhenti”
“Siapa dia?”


Baekhyun mengerutkan dahinya terlalu bingung. Sejumlah dugaan-dugaan negatif menghujam sel otaknya. Ia membenarkan posisi tubuh juga melipat tangan di dada. Tampak berpikir keras.
Justru sebaliknya dengan si wanita. Jessica malah masih duduk walaupun punggungnya sudah melorot kembali. Wajahnya penuh kepolosan, bibir merah mmudanya terbuka sedikit. Memperhatikan tingkah laku Baekhyun.
Waktu serasa berhenti. Mungkin baterai ‘energik’ milik pak satpam kemarin sudah habis hingga jarum jam seperti tak berputar bagi Jessica. Tak lama, seseorang merangkul pundak Baekhyun –menghancurkan kerja pikirnya—
“Hei!” sosok itu ‘mengucapkan salam’. Baekhyun bergeming tak peduli. “Ooh jadi kau yang menyuruhnya berdiri di lapangan?” Punggung Baekhyun seketika merembes seperti air larut. Batinnya tau siapa yang ia maksud. Ah akhirnya.
Jessica masih menatap keduanya tanpa ekspresi. Sementara Baekhyun dan si pria itu saling pandang tak percaya. Kejadian aneh!
“Sudahlah. Aku masuk kelas dulu ya” Baekhyun melanjutkan irama kakinya. Menyisakan Jessica dan lelaki didepannya –yang menyuruhnya—
Ugh! Jessica benci saat-saat canggung. Dia tidak suka bahkan untuk berdiam sejenak di tengah pembicaraan. “Aku Luhan ehmm Xi Luhan tepatnya.” Cowo itu duduk disebelahnya. Lewat selukis tarikan bibirnya yang manis.
Jessica menyimaknya baik-baik. “Jessica, Jessica Jung atau Jung SooYeon” ia bersalaman ria.
“Jadi namamu Jessica atau Jessica Jung atau Jung SoYeon? Aku tidak mengerti.” Ah! Tepatnya pura-pura tak mengerti—dasar Xi Luhan. Jessica meniup-niup poninya kesal. “Huh! Tentu saja semuanya itu namaku.”
“Jadi—“
Sigapnya ia langsung menempelkan telunjuk kanan di bibir Luhan. “ssttt kau itu laki-laki kenapa bawel sekali? Panggil saja Sica. Selesai” si wanita beranjak dari duduknya. Ikut menghilang di balik pintu kelasnya seperti Baekhyun barusan.
Luhan –namja itu—masih terpaku. “Dasar jutek.”
—-,———
Sehari berlalu. “Empp cepat sekali memang.” Jessica menjilat es krim stroberinya semangat. Bersama Taeyeon dan tentu saja Yoona. Tiga sahabat popular sejak smp. Ketiganya berjalan beriringan menuju meja makan berkayu.
“Sejak pertama sekolah kau kemana Sica? Aku baru melihatmu hari ini.” Yoona mengeluarkan sisirnya dari kantong, siap dengan alat kacanya juga. Entah sejak kapan dia jadi agak repot akan penampilan.
“Awww!” satu jitakan mulus mendarat di dahi Yoona, Taeyeon memukulnya kesal. “Kau tak tau? Justru kau yang kemana saja? Jessica dihukum dua hari ini!” Yoona mendengus kesal. “Hei! Es krimku!” jajanan manis itu seketika lenyap dari tangan Taeyeon.
Ia tau Yoona dengan lenacang mengambil punyanya. “Sudah kubilang ‘kan? Jangan coba ceramah padanya. Kau pasti dirugikan.” Jessica menyusul Yoona yang sudah berjalan lebih cepat dan duduk di kursi pasang kayu.
Kali ini Taeyeon yang merenggut bersungut-sungut. Huh! Es krim kesukaannya sudah habis.
“Sungguh! Aku tak tau Jess. Maaf.” Gadis cantik disebelah Jessica bersikukuh pada pendiriannya. Pilihan paling baik. Sekali lagi. Adalah membiarkan dirinya memaafkan Yoona. Lagi pula apa yang perlu dipermasalahkan?
Jessica memainkan iris coklat hazelnya mengikuti arah orang tersebut. “Siapa dia?” tanyanya sontak. Taeyeon dan Yoona sekejap ikut memperhatikan manusia yang masuk dalam tangkapan retina sahabat mereka.
“Aku tak tau.” Jawab satunya.
“Ooh. Itu. Yang kudengar dia ketua osis. Tapi pada saat kita MOS dua hari kemarin dia tak tampak. Aku juga tidak yakin.” Jessica mengurungkan niatnya bertanya lebih jauh dari jawaban Taeyeon.
Tak pasti. Taeyeon juga belum tentu benar apakah. Si surai keemasan –yang menurutnya melanggar peraturan—itu benar ketua osis. Entah, siapa yang tau?
Bibir merah mudanya melanjutkan makan es krim.

—-,——–

Jessica bersantai-santai gembira. Mr.Kim –Si guru olahraga—tidak masuk untuk hari kerjanya. Taeyeon dan Yoona sedang asik merumpi dibangku bawa madding sekolah. Kusus yang satu ini dia enggan bergabung bersama sahabatnya. Gossip? Ia tak suka membicarakan orang.
Langkahnya melewati barisan bangku deret cat biru-merah, tempat penonton biasanya duduk. Menghadap arah lapangan. Retinannya lagi-lagi menangkap wajah itu, surai ‘pelanggarannya’ dan si wakil osis Baekhyun, beberapa cowok lain berpostur ideal juga berkumpul. Pikirannya melayang seketika.
‘Apa yang mereka lakukan? Berbicara strategi mungkin? Atau ada masalah?’ batin Jessica. Huh! Apa ini bukan merumpi? Ia tak suka gossip justru mengajak bicara sendiri hatinya, membicarakan orang.
Sedetik kemudian kerumunan itu bubar. Tanpa sadar Jessica mengambil posisi nyaman di bangku biru-merah itu. Ada yang aneh dengan matanya, kenapa iris hazel coklat ini terus mengekor gerakan namja itu?
“Luhan!” pria muda yang diekori mata Jessica menoleh sontak. Dan sekarang Jessica tau jawabannya. Dia Luhan, pria muda berambut blonde, yang kata Taeyeon adalah ketua osis, yang menyuruhnya keluar dari lapangan upacara, yang merangkul pundak Baekhyun, dan yang membuat matanya memperhatikan.
TBC

Maaf kependekan >< lagi kehabisan ide. Gomawo untuk yang baca 

 

One thought on “Let The Fate Lead Me (chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s