FF: The Wolf and not The Beauty (part 16)

The wolf and not the beauty

Tittle                          : The Wolf and not the beauty

Author                        : Ohmija

Cast                            : EXO

Genre                          : Fantasy, Friendship, Comedy, Action, School life

Summary                    :  “Aku sudah memberikanmu perintah dan kau melanggarnya! Selama ini aku sudah berkorban agar saudaraku tidak kembali. Agar dia bisa hidup dengan tenang. Tapi kau menghancurkannya! KAU MENGHANCURKANNYA, KRIS!”

Kai bisa merasakan jika cairan itu menjalar-jalar bersama aliran darahnya. Jantungnya berdegup-degup tak karuan, dan paru-parunya terasa seperti ingin meledak. Seperti sebuah sengatan listrik, ‘rasa’ itu menuju keseluruh tubuhnya. Juga ke kepala dan menyerang pusat otaknya serta ruangan memorinya.

Kai bisa merasakan jika sesuatu seperti menariknya kembali. Ke sebuah ruangan gelap dimana hanya ada layar besar yang memutar seluruh ingatannya dulu.

Dia melihat D.O, dia melihat ayahnya, mereka tertawa, mereka saling melempar salju. Hingga kejadian dimana sumber dari seluruh rasa sakitnya itu memutar perlahan, Kai melihat semua itu dengan jelas. Seperti terjadi didepan mata dan dia dipaksa untuk tetap tinggal hingga akhir.

“Kai…” Kris memanggil Kai yang sudah mulai bereaksi dengan cairan itu. Ia mengerang, meringkuk, dan menjambaki rambutnya. “Kai!”

“Arrggghhh…”

Rasa sakit di tubuh dan di hatinya bercampur menjadi satu. Membentuk sebuah kesatuan dan menuntutnya untuk tetap berdiri tegak.

Dia… kini dia mampu merasakan perasaan itu. Kasih sayang. Kehilangan. Dia merasakan itu hingga rasanya jantungnya telah di remas dengan tangan yang tak terlihat. Hingga rasanya, sesuatu sedang menyesakkan jalan pernapasannya.

Kini dia mengerti. Kini dia mengetahui. Sosok D.O adalah sosok yang paling penting baginya. Seorang kakak sekaligus sahabat yang bisa ia miliki. Dia telah kehilangannya dan alasannya adalah karena dirinya.

“Kai. Kau tidak apa-apa?”

BRAGG

Tanpa kesadaran Kai mendorong tubuh Kris kuat hingga ia terlempar dan punggungnya mendarat pada dinding batu kamar Sehun. Mata Kris melebar. Tenaganya bahkan sudah kembali. Bahkan cakar-cakar tajam juga sudah mulai keluar dari jari-jarinya.

Kris langsung berdiri dan berlari kearah Kai. Cairan itu beraksi dan ia yakin jika sekarang sudah memasuki fase-fase dimana ia merasakan ‘lapar’ yang teramat hebat. Hasrat pemburu yang selama ini tengah tidur pasti keluar sebentar lagi.

Kris mencekal kedua lengan Kai yang masih meringkuk. Mengguncang tubuhnya keras sambil berteriak didepannya. Hasrat itu tidak boleh mendominasinya. Dia harus bertahan walaupun memang sulit.

“Kai, dengar. Kau akan mencari Sehun. Kau akan membalaskan dendam D.O dan klan kita. Kai, kau harus bertahan. Kau tidak boleh kalah.”

Isakan Kai masih terdengar meraung-raung di telinga Kris. Dan disebagian besar isakan itu, nama D.O selalu ia sebut. Kris mengerti, D.O adalah sumber dari seluruh rasa sakit Kai selama ini. Menjadi alasan kenapa dia dan Arthur Rouler terpaksa harus menghilangkan ingatannya sebelum dia menjadi gila karena kehilangan kakak kandungnya. Menciptakan cerita baru dan mengubur semuanya dalam-dalam.

Tidak disangka, usaha yang mereka bangun selama ini akan ditentukan selama tiga hari ke depan. Jika Kai bertahan, dia akan menjadi pemenang. Jika dia menyerah, dia bisa menjadi gila atau berubah menjadi pemburu.

“Kai, bertahanlah. Kau harus menahannya sebentar lagi. Kau harus bertahan.” Kris tak henti-hentinya membisikkan kalimat itu ditelinga Kai.

“Kris, aku lapar. Aku sangat lapar.”desah Kai menatap Kris dengan wajah yang sudah basah.

Kris langsung bergerak menuju kulkas. Mengeluarkan semua daging yang ada di freezer Sehun dan meletakkannya dihadapan Kai.

“Kau harus makan ini. Ayo, cobalah.” Ia menyodorkan daging sapi pada Kai.

Kai menggeleng, “aku tidak mau makan ini. Aku tidak mau…”

“Ini adalah makanan seorang jarski, Kai. Kau tidak boleh makan yang lain selain ini.”

“Kris, aku sangat lapar.” Kai lagi-lagi mendesah. Wajahnya sudah terlihat pucat dan tubuhnya melemah.

“Coba makan ini, oke?” Kris kembali menyodorkan potongan daging sapi mentah yang masih beku.

Kai menatapnya sesaat. Hingga akhirnya mengangguk dan membuka mulutnya. Ia benar-benar merasa ‘lapar’ dan dia harus makan sesuatu.

Ia mengunyah potongan daging itu pelan. Semakin lama semakin penuh hasrat karena daging itu seperti memiliki ‘sesuatu’ yang membuatnya kecanduan.

Satu potong. Dua potong. Tiga potong. Dan empat potong.

Kai menghabiskan semua daging mentah milik Sehun. Disekitar mulutnya tercetak bercak-bercak darah beku yang tertinggal. Dia sudah menghabiskan semuanya, namun dia belum juga merasa kenyang.

Kris menatapnya dengan perasaan menyesal. Ia seperti mengalami dejavu dimana saat dia menemani Sehun dulu. Setelah berubah menjadi pemburu, Sehun tidak akan pernah merasa kenyang walaupun dia sudah makan banyak daging hewan. Dia tidak akan merasa puas. Dan efeknya, dia menjadi mudah kehilangan tenaga dan menjadi pemarah karena menahan hasratnya.

Kai menghusap bibirnya dengan lengan baju. Lalu mendongak menatap Kris.

“Aku sudah lebih baik. Ayo cari Sehun.”

Kris menggeleng lirih, “tidak Kai. Kau merasa lebih baik disini. Jika keluar, kau akan berubah.”

Kening Kai berkerut. “apa maksudmu?”

“Masih terlalu pagi untukmu keluar. Masih banyak manusia yang berkeliaran di sana. Tunggu hingga tengah malam, kita harus mencari jalan aman.”

“Tapi aku juga harus memastikan keadaan Kyungsoo, Kris.” Pria berkulit gelap itu berdiri. Menantang sepasang mata Kris.

“Menjauhlah dari Kyungsoo selama tiga hari ke depan. Kau tidak akan bisa menahan hasratmu jika berada didekatnya. Kau tidak akan bisa, Kai.”

“Aku tidak akan membunuhnya!”

“Kau memang tidak akan membunuhnya tapi hasrat pemburumu yang akan membunuhnya!”nada Kris ikut meninggi. “Kau masih berada di tahap awal. Dimana naluri jarski-mu masih berperang dengan hasrat pemburumu. Kau tidak hanya akan membunuh Kyungsoo tapi juga teman-temanmu!”

Kai tersadar. Ucapan Kris benar. Tidak dipungkiri jika dirinya sendiripun merasa jika hasrat itu masih menjalar-jalar di tubuhnya. Seperti ada dua kubu yang berperang didalam sana.

“Aku akan memastikan keadaan Kyungsoo dan teman-temanmu. Setelah tengah malam, kau boleh keluar dan pergilah ke barat. Aku akan mencari ke timur.” perintah Kris. Ia bergegas meninggalkan Kai. Saat sampai di pintu, ia kembali berbalik. “Tahan hasratmu, Kai. Jika kau gagal, kau akan berubah menjadi pemburu. Kau harus ingat itu.”

***___***

Kris membaur seperti orang biasa diantara keramaian malam. Dia menghentikan sebuah taksi dan menuju rumah Chanyeol. Berhenti di pinggir jalan, Kris berjalan melewati jalan kecil untuk menuju rumah Chanyeol.

Memastikan keadaan telah sepi, barulah ia melompat tinggi menuju atap sebuah rumah. Melompat dari satu atap ke atap lain dan berhenti di atap rumah Chanyeol. Kris melompat turun di halaman belakang rumah, mengitari rumah kecil itu untuk mencari Chanyeol dan Kyungsoo hingga menemukan mereka berada di kamar Chanyeol.

Tidak hanya ada Kyungsoo dan Chanyeol. Ternyata Baekhyun dan Tao juga ikut menginap disana. Kris bisa mendengar jika mereka sedang membicarakan tentang keanehan Kai hari ini dan hanya bisa bertanya-tanya kemana Kai pergi.

Kris menghela napas lega. Setidaknya mereka aman sekarang dan itu jauh lebih dari cukup.

***___***

Sekelebat bayangan hitam itu berpindah cepat dari satu pohon ke pohon lain dengan membawa seorang perempuan di gendongannya. Ia berhasil berkilah dari seseorang yang terus mengejarnya dibelakang.

Setelah sampai di sebuah goa yang ada di kaki bukit. Dia meletakkan tubuh wanita yang tengah pingsan itu diatas batu besar. Senyumannya menyeringai lebar, di tangan wanita itu menggenggam sebuah botol yang sejak dulu sudah ia incar dan akhirnya hari ini dia mendapatkannya.

“Tuan, apa kami boleh memakannya? Tuan kami benar-benar lapar.”

Leo tersenyum menyeringai, “kalian bisa memakannya jika waktunya sudah tiba.”

“Tapi, kami benar-benar lapar, tuan.”

Senyuman Leo seketika menghilang dan berganti menjadi tatapan tajam, “aku sudah memperingatkan kalian untuk menahan hasrat kalian. Kita sudah diketahui oleh klan Rouler. Jangan menimbulkan sesuatu yang mencolok dan membuat mereka mengetahui keberadaan kita.”ancam Leo, beberapa pasukannya menurut.

Leo kembali fokus pada botol yang kini sudah berpindah ke tangannya. Membuka tutup botol itu dan bersiap untuk meneguk cairannya. Setelah lama menunggu, ini akan menjadi kebangkitannya. Dia akan hidup abadi dan tidak ada seorang pun yang bisa melawannya.

***___***

Malam sudah sangat larut di Seoul. Suho baru saja keluar dari supermarket 24 jam setelah membeli beberapa potong daging. Dia baru saja pulang dari sekolah karena harus tinggal di perpustakaan lebih lama untuk menyelesaikan beberapa tugas.

Berjalan dengan langkah-langkah cepat. Secepat mungkin Suho kembali ke rumahnya. Udara benar-benar dingin membuatnya harus mengatupkan jaketnya rapat-rapat.

“Astaga!”

Langkah Suho berhenti tiba-tiba saat matanya menangkap sosok bayangan yang sedang berjalan diatas atap-atap rumah penduduk. Matanya membulat lebar,

Ditempatnya, Suho hanya bisa membeku dan terdiam. Ia menelan ludah pahit menyaksikan perpindahan bayangan itu dari satu tempat ke tempat lainnya. Napasnya tertahan. Dan semakin terperangah hebat begitu dia menyadari siapa sosok bayangan itu.

Matanya tidak buruk walaupun hari sudah malam dan tubuhnya sudah begitu lelah. Dia yakin dengan yang dilihatnya hingga bayangan itu menghilang dibalik rumah-rumah.

“Kris…”

***___***

Sudah tengah malam. Kai memutuskan untuk keluar dari kamar hotel Sehun dan membantu Kris mencari adik sepupunya itu. Ini pertama kalinya ia menggunakan kekuatannya lagi. Sudah lama memang, namun karena ingatannya telah kembali, ia bisa membiasakan dirinya dengan cepat.

Seperti Kris, Kai juga memilih melewati atap-atap rumah daripada harus berjalan di darat. Dia tidak takut jika nantinya Leo akan melihatnya, dia hanya takut jika dia bertemu manusia dan dia tidak bisa menahan hasratnya.

Sesuai perintah Kris, Kai bergerak ke barat sambil mengendus-endus jika ada bau badan Sehun yang tertinggal. Melewati satu rumah ke rumah lain, tanpa sadar kaki Kai menuntunnya ke sebuah rumah.

Kai tersadar dan menghentikan langkahnya. Hatinya tergerak namun terus memperingatkan dirinya sendiri jika dia tidak boleh kesana. Kai terduduk disebuah atap rumah yang berbeda dua bangunan dari rumah Chanyeol. Dari sini, dia masih bisa melihat wajah Kyungsoo yang tercetak di bingkai jendela kamar Chanyeol.

Ingatannya kembali. Dan dia benar-benar tersadar jika wajah Kyungsoo memang sangat mirip dengan D.O. Kyungsoo seperti bayangan D.O yang tercetak sangat mirip dan sama persis.

“Aku harus melindungimu. Bagaimanapun caranya.”gumamnya melirih. “Aku tidak mau kehilanganmu seperti aku kehilangan D.O. Walaupun hanya bisa dari jauh, aku senang karena kau baik-baik saja.”

***___***

“Brengsek!” Sehun mengumpat kesal karena ia kehilangan jejak Leo. Dia sudah sampai di Jeongseon, sebuah daerah yang bahkan sangat jauh dari Seoul dan dia kehilangan jejak.

Dia khawatir tentang nasib ibu Kyungsoo yang dibawa olehnya. Ia khawatir jika Leo berhasil meminum darah pastor Solomon itu. Dan dia takut klan Theiss akan kembali bangkit.

“Diamana Leo?” Kris datang, ia menghampiri Sehun yang duduk di atas bukit sendirian.

“Aku kehilangan jejak.”balasnya tidak menoleh. Masih mengamati kearah rumah-rumah penduduk yang ada didepannya. “Aku melihat ada beberapa orang yang berjaga di pusat kabupaten dan setelah ku selidiki, ternyata selama seminggu ini mereka kehilangan 4 orang laki-laki. Aku tidak tau, tapi hatiku mengatakan jika mereka telah dirubah oleh Leo. Dia menggunakan cara halus agar tidak terlalu mencolok.”

“Maksudmu? Leo menggigit mereka?” Kris menatap sisi kiri wajah Sehun dengan mata melebar.

“Yeaaah, membentuk sebuah tim baru untuk menyerang kita. Tidak hanya Kyungsoo, tapi kita juga harus melindungi Luhan sekarang.”

Kris tersentak, “kenapa?”

“Kau lupa? Dia adalah keturunan terakhir. Bagaimanapun Leo akan mencari adik kandungnya itu dan mengubahnya kembali. Jika Luhan berubah, riwayat kita akan segera berakhir.”

Kris menelan ludah, “kenapa?”

“Kenapa masih bertanya? Dia adalah yang paling kuat. Terutama di saat-saat dia baru berubah. Dia akan menjadi sangat ganas.”

Jantung Kris berdegup-degup tak karuan karena dia sempat berpikir jika ingatan Sehun kembali dan membuatnya ingin melindungi Luhan. Tapi tenyata, alasannya karena Luhan adalah keturunan terakhir. Hal itu benar, jika Luhan berubah maka semuanya akan tamat. Tapi, cerita akan berbeda jika Leo membuat Luhan berubah seperti Kris mengubah Kai.

Dia tidak mengubahnya menjadi orang lain. Melainkan mengubahnya menjadi dirinya yang dulu. Jika Luhan mengingat semuanya, Kris yakin Luhan tidak akan mau melawan Sehun. Karena Sehun sahabatnya.

Tapi, dia tidak yakin jika Leo akan melakukannya saat dia mendapatkan Luhan nanti. Dia yakin Leo akan menggigitnya dan mengubah Luhan menjadi werewolf yang paling kejam dan memanfaatkannya untuk melawan klan Rouler.

Kuncinya adalah Luhan. Dan ingatan Luhan harus kembali.

Tapi, sebenarnya Kris tidak berpikir jika itu adalah jalan yang terbaik. Ayah Sehun, Arthur Rouler sudah memperingatkannya untuk tidak mengingatkan Sehun pada Luhan lagi. Dia sangat menentang persahabatan itu. Dan alasan yang paling kuat adalah, Luhan adalah penyebab dimana Sehun menjadi menggigit Leo dan merubah dirinya menjadi pemburu.

Arthur sangat membenci Luhan karena hal itu.

“Tidak akan ada yang terjadi walaupun dia meminum cairan itu. Yang paling penting adalah ibu Kyungsoo.” Kris mencoba menenangkan dirinya.

Sehun berpaling, “tidak ada yang terjadi? Apa maksudmu?”

“Selama bukan keturunan terakhir klan Rouler atau keturunan trakhir pastor Solomon yang mengambilnya, cairan itu tidak akan berguna di tubuh Leo.”

Mata Sehun melebar, “benarkah?! Kenapa kau tidak mengatakannya padaku sejak dulu?!”

“Aku punya pertimbangan lain tentang hal itu.” Kris mengangguk. “Namun cairan itu adalah satu-satunya kunci untuk mengembalikan ingatan Luhan. Dan sesuai ucapanmu,Luhan tidak boleh berubah.” Kris tau dia adalah orang yang paling jahat karena terus saja melakukan kebohongan tentang persahabatan Sehun dan Luhan. Dia tau, jia suatu saat Sehun mengetahuinya, dia pasti akan marah besar. Luhan juga sahabatnya tapi dia tidak bisa membantah perintah Arthur.

Sehun mengangguk tanpa mengetahui apapun, “jangan biarkan Luhan berubah. Aku akan terus berjaga disini. Aku yakin Leo tidak jauh, kau kembali ke Seoul dan amati Luhan dan Kyungsoo.”

“Aku tidak akan meninggalkanmu, Sehun. Aku khawatir jika kau ‘lapar’ dan memburu penduduk disini.”

“Aku tidak mungkin melakukannya.”kata Sehun yakin. “Aku bisa mengontrol diriku jika aku berada jauh dari Kyungsoo. Lagipula aku membawa morfin dan jika aku ‘lapar’ aku akan berburu di hutan.”

Kris menelan ludah. Banyak ketakutan yang ada didalam dirinya jika Sehun mengetahui semuanya. Banyak hal yang ia sembunyikan dan semua hal itu sangat bertentangan dengan kemauan Sehun.

Biar bagaimanapun, Sehun adalah keturunan terakhir dan dia adalah pemimpin klan Rouler.

Tentang Kai, dia tidak yakin Sehun akan memaafkannya jika mengetahui bahwa dirinyalah yang mengubah saudara sepupunya itu.

“Sehun.”panggil Kris pelan, ragu-ragu menatap Sehun, Sehun menoleh. “Kau harus percaya, apapun yang aku lakukan adalah hal yang terbaik. Aku tidak mungkin melakukan hal-hal buruk.”

“Kenapa kau berkata seperti itu? Aku tau.”

“Sehun…”

“Kembalilah ke Seoul, Kris. Jaga Kyungsoo dan Kai.”

“Aku tidak perlu menjaganya lagi karena kini dia sudah berubah.”

Kening Sehun berkerut, “hah?”

“Kai sudah berubah, Sehun. Dia sudah kembali…”

***___***

“Brengsek! Mereka brengsek!” Leo menendang batu besar yang ada didepannya dan menghancurkannya seketika. Dia telah tertipu karena dia pikir menangkap ibu Kyungsoo sudah cukup untuk mengambil botol cairan itu. Tapi ternyata, Kyungsoo sendirilah yang harus mengambilnya.

“Tuan, cairan itu sama sekali tidak berfungsi di tubuh anda. Namun anda sudah terlanjur mengambilnya.”

“DIAM!” bentak Leo geram. “Mereka benar-benar akan menyesal karena sudah menipuku!”

“Maaf tuan.Tapi aku rasa kita harus secepatnya menangkap Do Kyungsoo dan meminum darahnya. Itu adalah jalan satu-satunya untuk kehidupan abadi.”

“Apa kalian pikir itu mudah? Pasukan kita masih sangat sedikit dan jauh lebih lemah dibandingkan mereka. Terlebih lagi Sehun Rouler yang kini telah berubah menjadi pemburu. Dia bisa memusnahkan kalian dengan sangat mudah!”

Salah satu anak buahnya menunduk, “maaf tuan. Tapi saya rasa kita bisa menggunakan wanita ini untuk memancing Kyungsoo keluar. Kita hanya perlu mengancamnya sedikit dan dia akan keluar atas kemauannya sendiri.”

Senyuman menyeingai mulai tercetak di bibir Leo. Ia berbalik, mengangguk, dan berseru. “Kau benar.”

“Disisi lain, kita juga bisa menambah pasukan di berbagai penjuru korea Selatan sekaligus mendapatkan Luhan Theiss. Dia adalah kunci kita untuk menuju kemenangan. Aku yakin, Luhan Theiss tidak berada jauh dari Kris dan teman-temannya.”

Leo mengangguk-angguk setuju, “Aku akan keluar dan mencari Luhan. Aku akan kembali ke Seoul.”

“Tapi bagaimana dengan Sehun? Bukankah dia mengejar anda?”

“Aku akan berputar. Sebagian kalian berjaga didepan dan alihkan perhatiannya, dan sebagian lagi tetap disini untuk menjaga wanita ini. Dan ku peringatkan pada kalian untuk tidak menyakiti apalagi menghabisi wanita ini!”

“Baik tuan.”

***___***

BRAGG!

Semburan darah sudah keluar dari mulut Kris karena lagi-lagi punggungnya menabrak batu besar pegunungan dengan keras. Dia sama sekali tidak bisa menangkis serangan Sehun yang terlihat sangat marah.

“Sudah ku bilang untuk tidak merubahnya! Kau melanggar perintahku!”

“Sehun, maafkan aku. Dia sendiri yang memintaku untuk mengubahnya. Dia memaksaku melakukannya karena dia mengkhawatirkanmu!”

“Aku bisa melakukannya sendiri! Aku bisa melakukannya! Kau brengsek!”

Kris berguling kekiri, menghindar dari serangan Sehun. “Sehun, Kai sudah mengetahui semuanya. Dia menyayangimu dan takut jika kau terluka. Dia memintaku untuk mengubahnya dan aku tidak bisa menolak karena dia juga keturunan terakhir.”

“Tapi aku adalah pemimpinmu!”bentak Sehun geram. “Aku sudah memberikanmu perintah dan kau melanggarnya! Selama ini aku sudah berkorban agar saudaraku tidak kembali. Agar dia bisa hidup dengan tenang. Tapi kau menghancurkannya! KAU MENGHANCURKANNYA, KRIS!”

“Sehun, hentikan!” Tiba-tiba Kai muncul, ia segera memeluk Sehun dari belakang sebelum pria tinggi itu menyerang Kris lagi. “Dia benar. Aku yang memintanya. Aku yang memaksanya untuk mengubahku.”

Sehun menunduk dalam-dalam dan tangisnya kini menjadi tumpah, “Aku hanya tidak mau kau terluka lagi, Kai. Aku tidak mau menyesal lagi seperti aku menyesal karena tidak bisa melindungi D.O. Kau adalah saudaraku satu-satunya sekarang. Aku ingin kau hidup dengan tenang.”

“Hey, dengar. Kau sudah terlalu banyak berkorban dan melindungiku selama ini. Sekarang giliranku. Aku akan melindungimu. Aku akan membantumu melawan Leo.” Kai memeluk tubuh saudaranya itu erat-erat. Mencoba meredam tangisnya yang terus tumpah. Kini ia mengerti, kini ia tidak perduli. Ia tau jika ia adalah jarski yang jauh lebih lemah daripada Leo. Dia tau itu. Tapi, dibandingkan memikirkan hal-hal itu. Sehun jauh lebih penting. Dia juga tidak ingin Sehun terus-menerus terluka dan menghadapi semuanya sendiri sedangkan lukanya sendiripun belum pulih.

Dia ingin membantu Sehun.

***___***

Leo berhasil menuju Seoul tanpa diketahui oleh Kris, Sehun dan Kai. Dia memutuskan untuk mencari Luhan terlebih dahulu karena hari sudah mulai menjelang fajar. Dia akan mencari Kyungsoo keesokan harinya.

Dia tidak tau dimana Luhan berada sekarang. Tapi dia yakin jika Luhan memang berada tak jauh dari jangkauan Kris dan teman-temannya. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk pergi ke sekolah Kris.

Sebentar lagi pagi datang, jadi dia bergerak cepat mengitari sekolah untuk mencari tau tentang keberadaan Luhan.

Suara dentuman sesuatu terdengar saat Leo berada tepat didalam kelas Sehun. Leo berbalik, mendekati jendela dan seketika menyeringai saat dia menatap ke bawah.

Ada seorang anak laki-laki yang terlihat datang dan memainkan bola kakinya. Ia berlatih sepak bola dan menendang-nendangkannya ke dinding.

Secepat kilat, Leo melompat ke bawah. Tanpa suara bergerak kearah anak laki-laki itu sambil mengeluarkan botol darah pastor Solomon. Menggigit hanya akan membuatnya berteriak dan mengundang perhatian.

Leo mendekap tubuh murid itu dari belakang, memutar tubuhnya dengan cepat dan meminumkan darah pastor Solomon sedikit. Seketika, murid itu tersungkur ke tanah. Dan Leo mendekap mulutnya agar dia tidak mengeluarkan suara saat dia mengerang.

Tak lama, murid laki-laki itu tidak memberontak. Ia terduduk dengan kepala yang menunduk dalam menghadap Leo.

Leo menyeringai, “Zhang Lay, sekarang kau menjadi anak buahku.”

***___***

Suho menarik tubuhnya dan berlari cepat keluar kelas saat matanya menangkap sosok menjulang Kris tengah berjalan di halaman sekolah. Dia berlari secepat mungkin, menuruni anak-anak tangga dan akhirnya bertemu Kris di koridor utama.

“Aku harus bicara denganmu.”serunya terengah-engah.

Kris menatapnya bingung, “Suho jika kau memintaku untuk menjadi wakil—“

“Bukan. Bukan itu.”

“Lalu apa?”

“Ikut aku!”

Suho menarik lengan Kris dan membawanya menuju gedung olahraga. Ia menutup pintu ruang basket dan menatap Kris lekat-lekat.

Suho menelan ludah, “tadi malam, aku melihatmu melewati atap-atap rumah.”katanya membuat mata Kris seketika melebar. “Aku melihatmu melompat tinggi dan bergerak cepat.”

Kris tertawa kecil menutupi rasa gugupnya, “Apa yang sedang kau katakan, Suho?”

Namun Suho tetap menatap kearah Kris takut-takut, “Kau tidak pernah memakai blazermu saat musim dingin. Dan kau tidak pernah memakan sayuran.”

“Aku memang tidak menyukai sayuran dan aku memang tidak terlalu khawatir dengan dingin.”

“Kau pernah memanggil Sehun dengan sebutan Rouler. Dan di dalam sejarah, Rouler adalah klan werewolf yang paling besar. Mereka semua musnah karena sebuah peperangan hebat beratus-ratus tahun lalu untuk melindungi pastor Solomon.”jelas Suho seketika membuat Kris membeku. “Semua itu bukan hanya isapan jempol belaka, Kris. Semua itu kenyataan.”

“Suho, ini karena kau terlalu banyak membaca buku sejarah sehingga kau selalu mengait-ngaitkan semuanya dengan masa lalu. Semua itu tidak mungkin.” Kris tetap berusaha mengelak.

“Tidak. Aku tidak mungkin salah.” Suho menggeleng. “Jika dilihat bagaimana kau sangat melindungi Sehun dan Kai. Juga, kau selalu menjadi penengah untuk mereka. Kau pasti keturunan Verdun.” Ia menelan ludah pahit. “Iya kan?”

TBC

74 thoughts on “FF: The Wolf and not The Beauty (part 16)

  1. kimvanila12 berkata:

    eonni mianhe baru pertama kali coment padahal sering baca hehehe.
    aku deg deg kan pas lay jadi pengikut leo, padahal kan dia biasku T-T
    jujur aku jadi takut sendiri pas lay jadi pengikut nya leo. oh ya eonni kapan the lost of the lord dilanjutkan? aku penasaran. lanjut eonni! semangat teruss!!!!

  2. In Soo berkata:

    sbnarnya yg keturunan terakhir klan rouler itu sehun ato kai sih? aku jdi bingung……
    widih suho udh mulai curiga nih sma kris,, hahahaha

    cpt d lanjut ya, d tunggu chap slanjutnya,,,🙂

  3. desywlndr14 berkata:

    Kyungsoo jaga dirimu baik2 wkwk
    Leo maunya apa siiiii, bkin gregetan aja-_-
    Next chapter eonn^^
    Fighting^^9

  4. AgathaCh. berkata:

    sumpah makin keren dan bikin penasaran aja ! Next chapter ditunggu ne.Author emang bener bener jago deh.Dari dulu aku suka bgt baca FF karya Author Mi Ja.Keep writing thor! Fighting!^^

  5. 이인 berkata:

    yaah~ si lay jadi anak buahnya leo
    makin seru aja nih ceritanya, makin bikin penasaran juga
    lanjut thor, jangan lama2 ya? ^^

  6. ririnsalwani berkata:

    Yaa…. Daebak.. Dari awal bacanya ampe part sekarang,, t rasanya wow… Penasaran bgt ama kelanjutannya,
    kai, sehun, kris.. Fighting!!kalian pasti bs melawan leo cs..
    Tp, apa yg akn trjd sm luhan??
    Penasaran ..
    cpt d lnjt ya author,,
    di tunggu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s