MY PERFECT ALIEN Chapter 3

 

PicsArt_1398509300181

 

Nama : Oh jaesin

 

Judul cerita : MY PERFECT ALIEN

 

Tag : oh sehun (exo), yeo junhee (oc)

 

Genre : Romance fantacy

 

Ratting ; T

 

Length : Chapter

 

Catatan author : Ini ff fantasy pertama yang saya buat. ff ini terinspirasi dari drama ” you who come from the star “. tapi saya berani jamin ini benar benar akan berbeda dari drama itu. itu saja semoga para readers sekalian bisa memaklumi jika ada beberapa kesalahan dalam ff ini ^^

HAPPY READING^_^

Junhee POV

Sekarang sudah waktunya pulang, walaupun begitu aku tak bisa langsung istirahat begitu saja sehabis pulang sekolah, masih ada pekerjaan paruh waktu yang menantiku hari ini.

Aku harus lebih ekstra kerja keras sekarang, entah kapan aku bisa mengganti seragam Sehun, tapi untunglah dia tidak menuntut untuk segera kuganti. Lagi pula kulihat dia sudah memakai baju baru saat dikelas tadi,tak ada noda sama sekali dibaju itu.

Aku sempat heran darimana dia mendapat baju barunya itu, tapi aku sadar apa yang tidak bisa dilakukan orang kaya seperti Sehun ?. Sebagai pewaris dari sekolah ini, Sehun pasti akan sangat dengan mudah mendapatkan seragam baru bukan ?

Oh ya, soal Sehun dia sekarang ada didepankku, dia terlihat menikmati sore hari yang terlihat cerah ini. Kulihat dia sesekali memejamkan matanya menikmati suasana sore ini. Padahal dia punya sepeda, kenapa malah takmenaikinya ?.

Tak lama aku melihat Taemin dan kawan kawan berandalnya itu medekati Sehun, kulihat Taemin menghalangi jalan Sehun tapi tampaknnya Sehunsama sekali tak perduli.

“ikut kami “

Meskipun agak samar samar dapat kudengar Taemin menyuruh Sehun untuk mengikutinya. Mereka bertiga pergi kedalam taman lebat disekitar jalan ini, tapi Sehun kelihatan tak mengindahkannya sama sekali.

““YAK ! KUBILANG IKUT ! APA KAU TAK DENGAR HA ?!” Taemin berteriak cukup kencang, sepertinya kesal karna Sehun yang mengacuhkannya dan malah terus berlalu pergi.

Setelah itu kulihat Sehun mulai mengikuti mereka masuk kedalam taman, awalnya aku berniat untuk tak ikut campur. Walau bagaimanapun Taemin itu adalah berandal sekolah dan aku sama sekali tak mau ikut campur dengan urusannya. Tapi itu Sehun, bagaimana kalau Taeminmenyakitinya ?oh tidak ! dia sudah berbaik hati memaafkanku, paling tidak meskipun aku tak bisa membantunya secara langsung setidaknya aku bisa membantunya diam diam.

Begitu sampai didalam taman ini, aku mengambil tempat cukup jauh dari mereka ber-empat, kulihat mereka berbincang bincang, tidak !lebih tepatnya Taemin berbicara sendiri karna Sehun sama sekali tak menggubris Taemin yang mengajaknya bicara. Agak sulit mendengar yang mereka ucapkan dari tempat sejauh ini.

Mungkin karna saking kesalnya Taemin melayangkan tinjunya kearah Sehun, tapi Sehun dengan sigap menghindari pukulan itu.Waah dia keren ,gumamku,

Oh ?aku membulatkan mata saking kagetnya saat melihat jonghyun dan minho yang memegangi kedua tangan Sehun. Bagaimana ini ?bagaimana kalau mereka melukai Sehun ?

Dan tepat seperti dugaanku Taemin benar benar memukul Sehun, kulihat Sehun sedikit meringis menahan sakitnya pukulan Taemin.Dia itu keterlaluan, apa salah Sehun sampai dia memukulnya ?tanyaku dalam hati.

Tak berapa lama Taemin kembali memukul perut Sehun, kali ini dia memukul Sehun bertubi tubi.Apa dia sudah gila ?.aku memperhatikan mereka berdua lekat lekat, Taemin terlihat tertawa senang karna melihat Sehun yang nampak kesakitan.

Kulihat Sehun tersenyum… ya terseny-, tunggu, dia apa ?HAH ?dia tersenyum ? apa dia itu gila ? sudah dipukul seperti itu dia masih bisa tersenyum ? apa dia cari mati ?.

Aku terus bertanya tanya pada tanpa seorangpun yang menjadi objek tujuanku. Murid baru itu selalu sukses membuatku terheran heran karna tingkahnya.

Dan sekarang mau apa lagi dia itu ?.kulihatTaemin yang menggeledah tas dibelakangnya, aku tak tahu itu tas siapa tapi dia mengeluarkan sesuatu dari dalamnya,

“sebuah botol ?” gumamku pelan, “ untuk apa botol itu ?”

Tak lama Taemin yang berjalan mendekati Sehun dan astaga, Taemin melempar isi botol itu !

Entah apa isi botol itu, yang pasti isinya bukanlah sesuatu yang baik.

Dan akhirnya dengan cepat Taemin membuang isi botol itu kearah Sehun, aku tak bisa membayangkan apa yang bisa terjadi pada Sehun kalau cairan dari dalam botol itu mengenai tubuhnya. Aku menutup mata tak mau melihatnya.

“ bagaimana kalau terjadi sesuatu yang buruk dengan Sehun ?” aku bergumam kecil sambil menutup mata. Kubuka perlahan lahan mataku dengan perasaan cemas, aku benar benar tak bisa membayangkan bagaimana keadaan Sehun setelah terkena cairan dari botol itu. Oh tuhan semoga keadaan Sehun tak terlalu parah.

Perlahan aku mulai membuka mata untuk melihat bagaimana keadaan Sehun.Tapi yang kulihat dengan yang kukira benar benar sangat berbeda dan…. aneh ?

Ya, aneh… aku mengucek mataku beberapa kali berusaha mewakinkan diriku bahwa aku memang tak salah lihat saat ini.Cairan itu… cairan itu melayang diudara. ?

Aku hanya bisa menutup rapat mulutku dengan kedua tanganku begitu melihat apa yang ada didepanku, Taemin, dia melayang di udara dan tiba tiba saja terhempas kebelakang.

“ TAEMINAAAAA” Jonghyun dan minho berteriak keras memanggil nama Taemin dan dengan cepat mereka menghampiri Taemin yang terlihat sangat kesakitan.

Dan sekali lagi aku semakin memekik kaget dengan apa yang kulihat. Sehun… di-dia lenyap tak berbekas..kemana dia ? kemana perginya Sehun ?

Aku memperhatikan dengan seksama keadaan Taemin dan kawan kawannya, mereka tak jauh berbeda denganku. Tampak sangat kebingungan karna Sehun yang tiba tiba lenyap tak berbekas

Aku bisa saja pingsan sekarang, Sehun… dia muncul kembali bak hantu tepat dihadapan temin dan yang lainnya, bagaimana mungkin ?bagaimana bisa Sehun tiba tiba lenyap dan kemudian muncul kembali seperti itu ? apa dia hantu ? dia bukan manusia ?

Kakiku bergetar hebat pertanda bahwa aku benar benar takut pada sosok dihadapan Taemin dan yang lainnya.Tubuhku bagaikan tak memiliki sendi lagi, terlalu lemas bahkan hanya untuk sedikit bertahan melihat pemandangan didepanku, ini terlalu mustahil untuk terjadi. Tidak, ini pasti tak nyata..ini pasti mimpi..

“ Se-Sehun dia…. Dia itu apa ?”

.

.

.

.

.

Sehun POV

Aku menjatukan tubuh lelahku diatas sofa ruang tamu, hari ini cukup melelahkan.Aku cukup merasakan beberapa perubahan dari saat terakhir kali menjadi anak SMA, dulu jauh lebih baik.Mereka kesekolah hanya untuk belajar dan tak terlalu banyak berbicara.Sagat jauh berbeda dengan anak anak SMA sekarang.

Aku menutup mata sejenak dan kembali teringat soal anak anak berandalan tadi, aku sadar aku memang sedikit keterlaluan pada mereka bertiga, tapi toh itu memang salah mereka sendiri. Aku baru sehari disana dan mereka sudah ingin menghajarku ?.wajarkan kalau aku sedikit memberi mereka pelajaran?

Aku tak takut sama sekali mereka akan membocorkan diriku yang sebenarnya, aku tadi mengancam mereka bukan berati takut mereka akan memberitahu orang orang siapa sebenarnya diriku.

Selama masa hidupku yang panjang dibumi, tempat ini sudah sangat jauh berbeda. Mungkin dulu memang mereka akan percaya dengan hal hal aneh seperti itu, tapi sekarang ?hah !jangan harap. Manusia tak akan lagi percaya dengan hal hal berbau mistis seperti itu.

Walaupun mereka memberi tahu yang lain tentangku, mereka mau bilang apa ?bilang bahwa aku bisa membuat air asam yang mereka lemparkan kearahku melayang ? atau aku bisa menghilang dan muncul kembali dalam sekejap mata ? siapa yang akan percaya soal hal itu ?. mereka bertiga hanya akan dianggap gila.

Aku membuka mata, melihat jam tangan yang tergeletak manis dilengan kiriku. Jam enam ?sudah malam rupanya.

Aku bergegas menuju kamarku, mandi dan mengganti baju lalu makan malam dan akhirnya beristirahat dengan tenang ditempat tidur, ini sudah menjadi kebiasaanku selama disini, tak ada hal yang menarik perhatianku, aku hanya akan keluar rumah kalau memang aku sudah benar benar bosan.

.

.

.

.

.

Author POV

Junhee masih sibuk dengan pikiran bodohnya tentang Sehun, semua tentang Sehun. Apa Sehun itu penyihir ?atau apa dia setan ? atau jangan jangan dia itu manusia jadi jadian ?.

Ya, itulah sebersit pikiran Junhee soal Sehun.Pikiran pikiran bodoh yang hanya disimpannya dalam otak sendiri.Junhee terlalu takut untuk mengatakannya pada orang lain, pertama dia takut Sehun akan marah padanya kalau tahu dia membocorkan rahasianya pada orang lain, dan yang kedua Junhee takut orang orang menganggapnya gila karna menceritakan hal tak masuk akal itu pada mereka.

“ yak ! YeoJunhee , sampai kapan kau mau melap gelas itu ha ? cepat bantu aku melayani pelanggan, jangan hanya melamun !”

Junhee melonjak kaget karna suara barusan, dia baru sadar kalau sedang mengerjakan sesuatu dari tadi, dan karna Sehun semua pekerjaanya yang lain terabaikan.

“ oh ? a- arasso “ jawabnya singkat.

Junhee mengeleng gelengkan kepalanya sebentar untuk memulihkan kesadarannya, kejadian tadi tak bisa hilang dari kepalanya, bahkan saat bekerjapun Junhee tak bisa jika tak memikirkan soal apa yang dilihatnya tadi sore.

Semuanya terlalu aneh dan asing untuknya.Terasa begitu ganjil dan membuat pikirannya tak tenang sedikitpun, sungguh demi apapun Junhee tak pernah merasa seperti ini selama 17 tahun hidupnya.

Setelah merasa pikirannya cukup tenang Junhee meninggalkan pekerjaan membersikan gelas-nya.Sebenarnya pekerjaan itu sudah selesai sedari tadi tapi karna terlalu memikirkan SehunJunhee sampai tak sadar kalau sedari tadi temannya sudah menjerit jerit minta bantuannya.

Sekarang Junhee sedang dalam rutinitas sehari harinya setelah pulang dari sekolah.Bekerja sebagai seorang pelayan restoran.Gajinya lumayan, setidaknya dengan gaji itu Junhee bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari.

Sebagai seorang anak yang sudah tak memiliki orangtua lagi, Junhee harus bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, dia tinggal sendiri dirumah kontrakan yang disewanya.Hanya bibi pemilik kontrakannya lah yang menjadi satu satunya orang yang Junhee dapat anggap sebagai keluarganya. Sebenarnya Junhee masih punya seorang adik tapi entah kemana dia sekarang. Junhee sudah terlalu lelah untuk mencari dimana adiknya itu.

Jam makan malam, dan jam seperti inilah yang selalu membuat Junhee kalang kabut saking banyaknya pelanggan yang datang. Tapi Junhee tetap menikmati pekerjaannya disini. Disini adalah satu satunya tempat dimana Junhee punya sahabat yang tak akan menghinanya karna keadaan ekonominya yang memang kekuarangan.

.

.

.

.

.

Jam sudah menunjukan pukul Sembilan malam, dan biasanya para pengunjung sudah mulai berkurang pada saat seperti ini. Paling hanya beberapa pelanggan yang memang terlambat makan malam yang akan datang.

“ YeoJunhee ?” seorang yoja yang berpakaian sama dengan Junhee tampak melambai lambaikan tangannya didepan yoja yang sedang melamun itu, Junhee. Ya ,Junhee melamun, dan tentu saja lamunannya itu masih tentang Sehun

“YAK ! YEO JUNHEEE !!!” karna kesal diabaikan yoja ber name tag “ Luna“ itu berteriak kencang tepat ditelinga Junhee

“ aisssshhh WE ?” Junhee yang kaget karna Luna yang berteriak hanya mengusap usap telinganya yang berdengung karna ulah Luna barusan

“kenapa melamun terus ?” tanya Lunapenasaran setelah duduk tepan dihadapan Junhee, mereka sedang duduk di salah satu meja bundar didalam restoran tempat mereka bekerja sekarang.

“ aku tidak melamun “ Junhee langsung membenamkan wajahnya diantara lipatan tangannya diatas meja.

“ kau kenapa Junhee ? apa ada yang mengganggu pikiranmu ?” tanya Luna khawatir. Tidak biasanya sahabatnya yang selalu tampak ceria ini tiba tiba melamun dengan wajah yang ditekuk.

“ aku sudah gila “ gumam Junhee kecil

“ gila ?” Luna menatap Junhee heran, apa maksudnya dengan gila ?-pikir Luna “ bicara yang benar Junhee, jangan membuatku penasaran “ lanjutnya dengan sedikit nada paksaan didalamnya, Luna tak suka juka dibuat penasaran.

“ bukankah sudah kubilang kalau aku sudah gila “

Pletak

“aww “

“ kubilang bicara yang benar, kalau kau gila mana mungkin kau masih bisa menjawab perkataanku ha ? mana ada orang gila yang menyebut dirinya sendiri gila, sekarang bilang sebenarnya ada apa denganmu ?”

Junhee hanya memandang temannya itu dengan bibir yang dipoutkan lucu sambil terus mengelus elus kepalanya yang habis mendapat pukulan dari Luna

“ arasso “ jawab Junhee singkat

“tapi kau harus janji tidak akan menertawakanku “

“ selama kau tidak membahas lelucon aku tak akan tertawa “

Junhee menjeda dan menarik napas panjang “ apa kau percaya kalau ada orang yang bisa sihir ?” tanyanya ragu ragu.

“ kau ini bicara apa ha ? sihir ?siapa yang bisa sihir ?“ bukannya mendapat kepastian Lunajustru semakin bingung dengan apa yang barusan Junhee bilang

“sudah kukira kau tak akan percaya “ Junhee yang sudah tahu akhirnya akan begini segera bangkit dari duduknya dan kemudian pergi menuju dapur

“ yaaa! YeoJunhee kau berutang penjelasan padaku “ Luna terus berteriak teriak memanggil Junhee yang dengan seenak jidatnya meninggalkan dirinya yang masih penuh dengan rasa penasaran.

.

.

.

.

.

Orbis planet

 

“bagaimana ?apa kau sudah menemukan dimana anak itu ?”

“maaf yang mulia, semua mata mata yang ada di istana raja Junhwa tak pernah melihat anak itu lagi sejak peperangan berlangsung “

Raja Minhwa saat ini sedang berada dalam istanannya. Menunggu dengan perasaan kesal, selama lima bulan peperangan, pasukannya tak kunjung bisa menaklukkan kerajaan utara. Ia tak menyangka jika ternyata pasukan raja Junhwa tak selemah dugaanya.

Dan yang lebih membuatnya kesal adalah yang dicarinya selama ini tak kunjung bisa ia temukan, bocah pengendali waktu yang akan memuluskan rencana busuknya.

“ walau bagaimanapun caranya, kau harus mencari dimana anak itu ! karna jika tidak kau akan menanggung akibatnya !”

“b-baik yang mulia “ jawab pengawal itu gugup.

Raja Minhwa benar benar geram karna laporan dari anak buahnya. Bagaimana bisa anak itu tak terlihat di istananya sendiri ?.raja Minhwa berpikir ini semua adalah salah anak buahnya yang tek becus dalam bekerja.

“ lihat saja, aku akan benar benar menghancurkan kerajaanmu Junhwa “ raja Minhwa mengepalkan tangannya kuat, dapat dilihat dari urat urat yang menguar disekitar telapak tangannya.

.

.

.

.

.

.

Earth, Sehun House

 

“ hahh… hahh… hahh “ Sehun terbangun dengan napas memburu dan tubuh yang penuh dengan peluh. Sehun seringkali terbangun dalam keadaan mengenaskan setiap kali mimpi buruknya datang. Mimpi yang bahkan tak dimengertinya sama sekali.

Setelah beberapa lama Sehun mulai bisa menormalkan kembali nafasnya, diliriknya meja nakas disamping tempat tidur, dia beruntung karna terbangun jam lima subuh (Sehun selalu bangun tengah malam saat mimpi buruk).

Sehun perlahan turun dari tempat tidurnya.Kemudian melangkah menuju kamar mandi.Bukan untuk mandi.Sehun hanya ingin mencuci mukanya.Karna merasa ini masih terlalu pagi Sehun memutuskan untuk berjalan jalan disekitar kawasan rumahnya untuk sekedar lari subuh.

.

.

.

.

.

“ oh ? kau sudah datang ?

ne ajussi

“ kau memang rajin Junhee-ya. Ah !susunya ada dibelakang, dan karna kau sangat rajin kau boleh mengambil dua kotak untuk diantarkan “

“ jongmalyo ? kamsahabnida ajusshi “

Junhee memulai paginya dengan bekerja sebagai pengantar susu. Ini sudah biasa baginya. Dan batapa beruntungnya yoja itu karna pagi ini dia di izinkan untuk mengantar dua kotak susu. Itu artinya upah yang akandidapatkannya akan sedikit bertambah.

Junhee mengayuh sepeda tuanya menyusuru jalan jalan di kompleks perumahan mewah. Tempat ini adalah tempat yang selalu dilewatinya saat mengantarkan susu.

Dengan wajah beseri dan semangat yang menggebu gebu Junhee mengayuh sepedannya dan sesekali berhenti untuk meletakan susu dibeberapa rumah yang memang menjadi pelanggan susu yang diantarkannya.

“sedikit lagi “ Junhee tersenyum cerah saat melihat kotak susu yang dibawahnya hampir kosong. Itu berarti dia akan segera pulang dan melanjutkan tidurnya lagi. Inilah alasan kenapa Junhee sering sekali terlambat kesekolah.Dia harus pandai pandai mencuri waktu tidur.

Juhee terus saja mengayuh sepedanya dengan semangat.

Junhee mengerutkan keningnya “ tumben sekali jam begini sudah ada orang yang berolah raga ?”. Junhee sedikit heran karna memang tak biasanya ada orang yang sudah berolah raga pada jam seperti ini.

Lama kelamaan sepeda Junhee semakin mendekat kearah orang itu, dan pandangannya pun semakin jelas.

CIIIIIITTTT

“ bagaimana bisa dia ada disini “

Junhee mengehentikan dengan segera sepedanya karna melihat sosok yang sedang berlari pelan kearahnya. Itu Sehun, ya… Sehun sedang berlari pelan kearahnya.Keringat dingin seketika mengucur dipelipisnya.Kejadian kemarin masih sangat berbekas dikepalanya.Dan dengan segera Junhee segera memacu sepedanya dengan sekuat tenaga menjauhi Sehun.

Sehun POV

Ini masih pagi dan udaranya cukup sejuk pagi ini.Aku memang sangat jarang berlari pagi seperti ini.Dan ternyata ini cukup menyenangkan, suasana subuh yang tenang benar benar sangat membuatku nyaman.Tak ada suara suara yang mengganggu pendengaranku.Sangat tenang.

“ sedikit lagi “

Aku mengerutkan dahi, suara ini ?.ya, ini suara yoja cerewet itu. Aku tak mungkin salah dengar, suara cemprengnya ini benar benar berbeda dari siapapun yang pernah kutemui.

Aku menajamkan mataku, dan bingo! Itu memang dia. Dan oh ?apa dia melihat kearahku ?

“ tumben sekali jam begini sudah ada orang yang berolah raga ?”sekali lagi aku mendengar suara cemprengnya itu. Tentu saja, mana mungkin ada orang yang berolahraga jam segini. Kalau bukan karna mimpi burukku,aku juga tak akan mau olahraga sepagi ini.

Aku berlari kecil kearahnya, jangan salah paham !aku berlari kearahnya karna ini memang jalanan lurus. Tak mungkin kan kalau aku harus berbalik lagi. Tentu saja aku harus jalan lurus.

Tapi tunggu kenapa dia malah berhenti disitu ?.oh ?dia berbalik ?

“ bagaimana bisa dia ada disini “ siapa maksudnya dengan dia ? apa dia itu aku ? disini hanya ada aku dan dia. Tak mungkin dia membicarakan orang lain kan ?.

Kulihat dia pergi berbalik menjauh. Sebenarnya ada apa dengan yoja itu. Dasar aneh.

Author POV

Sehun yang melihat Junhee pergi menjauh segera menghentikan langkah kakikanya. Entah kenapa moodnya berubah drastic saat melihat Junhee yang berjalan menjauh, menghindarinya kah ?

“ dasaryoja aneh “ ucap Sehun dengan wajah yang kesal dan berjalan kembali menuju rumahnya.

.

.

.

.

.

Seperti biasa setelah menghabiskan sarapan pagi Sehunakan langsung melesat menuju sekolah. Tentu masih dengan sepedanya.

Sesampainya disekolah, Sehun sekali lagi menghela nafas karna ulah orang orang disekolahnya.Berisik- umpatnya dalam hati.

Dari kejauhan Sehun dapat melihat tubuh mungil Junhee memasuki lift.Sehun memperhatikannya dari jauh dan tetap berjalan menuju lift.Langkahnya agak diperlamban.Sehun tak ingin satu lift dengan yoja itu. Dia terlalu berisik.

Pelajaran dikelas 2-A berjalan cukup tenang. Sekarang adalah jam pelajaran matematika dan tak ada satu muridpun yang berani tak memperhatikan. Alasannya satu, mereka tak ingin ditelan bulat bulat oleh guru Choi. Guru Choi memang dikelanal sangat galak tak jauh beda dengan pacarnya, Tiffany.

Sehun bisa merasa lega dengan keadaan dikelas yang cukup tenang. Dia bisa berkonsentrasi dengan pelajaran kali ini, meskipun sebenanya Sehun sudah mengulangi pelajaran ini berkali kali dan pastinya ini sudah dihafalnya diluar kepala, Sehun berpikir tak ada salahnya jika mengulang pelajaran kan ?.

Pelajaran sudah berlangsung sekitar setengah jam pelajaran dan Choi seonseng sudah selesai menjelaskan materi yang dibawakannya hari ini. Dan seperti biasa setelah menjelaskan satu materi Choi seonsengakan memberikan tugas untuk materi yang dibawakannya.

Semua murid hanya bisa menggaruk kepala mereka masing masing karna tak bisa mengerjakan tugas dari Choi seonseng.Trigonometri memang membuat kepala siapapun pusing dibuatnya. Tapi itu sama sekali tak berlaku untuk Sehun.

Namja tinggi itu sudah menyelesaikan tugasnya tepat lima menit setelah diberikan. Hebat ?itu biasa untuk Sehun. Mempelajari trigonometri selama beberapa decade, siapa yang tak akan mengerti ?.

Sehun mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kelas, memang dia cukup terganggu dengan umpatan umpatan teman sekelasnya yang pusing karna tugas yang belum selesai. Tapi Sehun memilih tak memperdulikannya sama sekali.

Pandangannya berhenti pada sosok Junhee didepannya (Sehun duduk dibangku kiri paling belakang, hanya dia sendiri) yang juga terlihat pusing mengerjakan tugasnya.

“ haisssh bagaimana caranya mencari selisih dua sudut ini ?”Sehun hanya bisa geleng geleng kepala karna kebodohan Junhee.Dasar !itu baru saja dijelaskan tadi, dan dia sudah tidak tahu ? bodoh !pikirSehun.

Hei, kenapa hanya mengurusi Junhee ?bukankah yang lain juga sama bodohnya karna mereka juga sama sekali tak bisa mengerjakan tugas ini ?. entahlah, ini masalah Sehun dan telinganya(?) sendiri. Entah kenapa telinga itu hanya focus pada Junhee dan melupakan yang lain. Ingat !hanya telinga Sehun yang focus pada Junhee ! BUKAN Sehun

.

.

.

.

.

Setelah pelajaran matematika berakhir, seperti biasa semua murid berkumpul dikantin. Dan sepertinya hal yang sama terjadi lagi. Suasana kantin begitu ramai oleh bisik bisik para murid tentang OH SEHUN.

Ya.Lagi lagi tentang Sehun.Kali ini Sehun berhasil membuat Choi seonsengtersenyum untuk pertama kalinya karna Sehun yang berhasil mengerjakan tugas tanpa salah sedikitpun. Bahkan Choi seonsengmemujiSehun karna kemampuannya mengerjakan tugas dengan rumus yang jauh lebih mudah dari yang diajarkan Choi seonseng padanya.

Dan lagi lagi hal itu menjadi tranding topic disekolah ini.

Sehun tak mau perduli dengan semua omongan teman temannya.BagiSehun dirinya biasa saja.Dia hanya terlihat hebat karna teman temannya yang memang terlalu bodoh.

Junhee POV

Oh Sehun, ya lagi lagi oh Sehun. Aku heran dengan otaknya yang benar benar encer. Ah benar !dia itu bukan manusia sembarangan, sudah pasti kalau dia memang cerdas. Bulu romaku merinding karna mengingat kejadian kemarin.

Aku seperti biasa sedang menyantap makananku dikantin, dan sedari tadi aku terus saja mendengar suara teman temanku yang membicarakan Sehun.

Aku hanya bisa menundukan kepalaku, takut kalau Sehun tiba tiba datang.Bertemu dengannya adalah hal terlarang bagiku sekarang.Aku sudah memikirkannya tadi malam. Aku akan memakai semua tabunganku untuk membayar seragam Sehun. Aku harus menjaga jarak dengannya. Aku sebenarnya tak terlalu takut dengan Sehun, hanya saja aku tak mau berurusan dengan sesuatu yang akan berdampak buruk dikemudian hari untukku.

.

.

.

.

.

Aku duduk dengan tenang di bawah pohon mapple kesukaanku.Ini sore yang indah.Karna guru untuk pelajaran terakhir tak masuk aku memutuskan untuk kemari.Pertama untuk menenangkan diri dan kedua tentunya untuk menghindari Sehun.

“ kenapa bisa orang setampan dia bukan manusia ?” tanyaku entah pada siapa

Aku mendongak menatap langit, membuang napas pelan sambil terus memperhatikan langit yang mulai berubah diatas sana.

“ apa dia itu alien ?” tanyaku lagi masih tetap dengan kepalaku yang mendongak keatas.

“ itu berarti dia itu… iihh “aku menggeleng gelengakan kepalaku karna pikiranku sendiri. Dari semua film yang pernah kutonton alien itu adalah mahkluk buruk rupa yang..yaaakk aku tak ingin membayangkannya lagi.

“ ohSehun ssi… apa kau itu benar alien ?” aku berteriak keras menghadap langit. Aku tak khawatir ada yang akan mendengar. Tempat ini terlalu terpencil jadi mana mungkin ada orang yang mendengarku disini.

.

.

.

.

.

Author POV

Saatnya untuk pulang, semua murid SEOUL IHS sudah mulai mengemas buku buku dan perlengkapan sekolahnya.Semua orang dikelas 2-A mengemas barang barang mereka dengan semangat, beberapa diantaranya berbincang mengenai kegiatan mereka sepulang sekolah.

Tapi tidak dengan Sehun.Namja tinggi dengan kulit susu itu terus memperhatikan sosok Junhee didepannya dengan pandangan yang tak bisa diartikan.Tatapan matanya yang tajam terus saja mengamati sosok Junhee yang mulai berjalan keluar kelas.

Sehun mengikutinya dari belakang dengan langkah pelan, namun meskipun begitu Junhee masih bisa menyadari kalau ada yang sedang mengikutinya dari belakang.

Junhee yang memang sadar jika ada seseorang dibelakangnya segera membalikan tubuh melihat siapa orang itu, dan seketika itu juga mata Junhee membulat karna melihat orang yang ada dibelakangnya adalah Sehun.

Junhee dengan cepat membalikan tubuhnya dan berjalan dengan langkah kaki yang sedikit dipercepat.“ astaga kenapa Sehun mengikutiku ?” gumam Junhee pelan

Sehun yang melihat Junhee mempercepat langkah kakinya hanya menyunggingkan senyum yang entah apa artinya

“ Yeo…Jun… hee… cih, menarik “

.

.

.

.

.

.

TBC

 

 

 

 

Author ngucapin terima kasih buat para readers yang udah nyempetin waktunya buat baca ff ini. Author sempet ngga enak hati sama salah satu reders, maaf ya kalau Taemin dkk aku jadiin tokoh antagonis di ff ini. Tapi aku janji Taemin ngga bakalan muncul lagi sebagai tokoh antagonis di ff ini.Tapi untuk itu author mungkin harus lebih ekstra kerja keras buat ngubah bagian yang seharusnya ada Taeminnya. Jadi untuk chap depan kalau agak lama aunthor minta maaf ne ^^… N kalau readers-nim sekalian punya usul siapa yang jadi tokoh antagonisnya, silahkan bilang aja hehehe, soalnya author rada pusing mau pilih siapa, jadi lebih baik readers-nim sekalian yang nentuin ok^^ author ngga mau salah lagi

 

Oh ya author juga terima kasih banyak sama noona Oh Mija karna udah mau ngepublish ff ini ^^ Gomawo noona….

 

 

 

 

Iklan

14 thoughts on “MY PERFECT ALIEN Chapter 3

  1. yaya574 berkata:

    oc aja yang antagonisnya thor…. ok aku reader baru salam kenal …. aku gak tau author line berapa so aku juga gak tau musti manggil apa.. aku line 99 …

  2. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Mau dong jd junhee nni ,.yg diliatin hunie ffa#ditabok exo fanz..next dtnggu eoh.themangat dbk lah^^

  3. han han berkata:

    thor akhirnya kmu apdet jga
    aku udah nuggu lma bwt bca lanjutannya,,,,
    mkin seru thor
    btw tu sehun ngapain merhatiin junhee mulu ??
    naksir ye ??!! hahaha
    next ya thor, jgn lama”

  4. Little Cheonsa berkata:

    Maaf ya thor baru comment di chap ini… baru mau baca, soalnya kemarin berasa gak tertaril baca FF romance.. mian 😦

    Tapi aku ada yang aneh sama FF ini, kalo si Junhee masuknya karena dapat beasiswa, kenapa dia gak bisa ngerjain yang bahasa inggris itu? Aku aja ngerti sedikit” lebih daru mereka xD. Terus waktu Trigonometri juga, walaupun belum belajar Trigonometri, gak mungkin bisa sesusah itu untuk murid pintar, apalagi yang dapat beasiswa :-). Walau gitu, ceoat ya thor lanjutin FF-nya, aku akan setia menunggu dari SEKARANG!

    Dan satu lagi, noona Mija? Author cowok ya? o.O

    aku sudahi dulu ya komenyar paling cerewet sedunia ini. Hwaiting thor lanjutin FFnya!

    da

    • jae sin berkata:

      Hehehe.. gomawo^^
      aku suka kok Klau coment.x panjang.. dibuat spnjang ff nhe jga aku trima^^ hehe

      N soal Knapa junhee dpat beasiswa Nnti aku jlasin Di chap slanjut.x..^^,,, Tpi mungkin msih agak lma sih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s