Empty Heart [2/2]

Kai Kyungsoo

Nama: SakuRaa (@rara_raraa84)

Judul: Empty Heart (2/2)

Cast:

-Kim Jongin

-Do Kyungsoo

Genre: Brothership, Friendship, family, Slight! Sad, happy.

Rating: General

Length: Two Shoot

Catatan: Halloo semuaa😀 Author Raraa balik lagi sama nih ff Brothership KaiSoo (semua biasku btw:v) maksih ya yang udah coment di chapter 1, tapi ini chapter terakhir T_T nggak papa, masih banyak ff k yang aku simpen di draft :v coment dan saran yaa:D gomawoo

 

kau bukan orang yang lemah, aku tak akan menolongmu. Tapi aku akan melindungimu ketika orang lain menganggapmu lemah

Chapter 1:

https://koreadansaya.wordpress.com/2014/05/29/empty-heart-12/

 

“saya dokter, saya AB, ambil saja darah saya.”

“Tapi Kyungsoo—” ayahnya mencegah langkah Kyungsoo yang akan mengikuti dokter. Kyungsoo mengelus pundak ayahnya sambil tersenyum,

“tenang saja, Ayah. Semua akan baik-baik saja. Aku akan membuktikan padanya” Kyungsoo tersenyum, ia sangat yakin kali ini.

 

 

========================== Empty Heart Chapter 2/2========================

 

Jongin menatap suasana baru yang menyambutnya secara tiba-tiba, ia hanya merasakan cahaya putih yang sangat menyilaukna perlahan memudar bersamaan dengan tempat yang luas dan seperti tak bertepi.

 

“Jongin-ah” suara seorang wanita dengan lembut memanggil Jongin. Jongin mencari sumber suara, ia melihat Ibu kandungnya sedang duduk disebuah bangku kayu.

 

“Eomma… ”

 

Wanita itu tersenyum, ia mengayunkan tangannya agar Jongin duduk disampingnya “sini Nak. Kenapa kau seperti ini, sayang? Hm?”

 

Jongin dengan segera mendatangi wanita itu, ia langsung memeluknya dan dibalas dengan belaian lembut dari wanita setengah baya itu. Walau umurnya tak lagi muda, tetapi wanita itu masih terlihat cantik. “aku merindukan mu, Eomma. Sangat merindukanmu. Aku kesepian, aku takut.” Jongin semakin mengeratkan pelukannya.

 

“kau tak sendirian, Jongin. Ada Ayahmu. Juga ada Ibu dan Saudara baru mu, iya kan?”

 

Jongin menatap wanita itu, “andwae! Aku tak butuh mereka! Aku hanya butuh Ayah dan Eomma kembali seperti dulu. Aku tak mau ada yang baru!”

 

“sayang, dengarkan eomma…”

 

“dulu, ada 2 orang anak berkejar-kejaran. Anak yang bertubuh lebih tinggi tapi umurnya lebih muda dari orang yang ia kejar, sedang berlari gembira mengejar anak dihadapannya. Tapi tiba-tiba ia terjatuh karena tersandung batu yang ia tak ketahui. Si anak yang dikejar itu berhenti kemudian berbalik berlari menuju anak yang jatuh tadi.” Ucap Ibu Jongin sambil terus mengelus puncak kepalanya.

 

Jongin bertanya, “lalu? Dia menolongnya?”

 

Ibunya menggeleng, “tidak. Dia hanya berkata ‘kau bukan orang yang lemah, aku tak akan menolongmu. Tapi aku akan melindungimu ketika orang lain menganggapmu lemah’

 

Jongin masih menatap ibunya dengan tatapan bingung, ia masih tak mengerti mengapa Ibunya tiba-tiba bercerita tentang hal seperti itu.

 

“jongin, seberapa besar lubang dihatimu, hanya kau yang tahu. Hanya kau yang bisa mengembalikannya. Hanya kau yang bisa menutup luka itu.”

 

“saudara bukan berasal dari ikatan darah yang kental. Melainkan dari seberapa besar kau menyayangi seseorang, dan kau berniat untuk melindunginya.”

 

‘kata-kata itu…’ –pikir Jongin. Ya, ia ingat Kyungsoo pernah mengatakan hal itu padanya. (see chapter 1)

 

“sesuatu memang bisa mengubah mu, Jongin. keadaan memang bisa merubahmu, tapi kau akan memulai dan akan berakhir bersama keluarga mu. Itulah takdirnya.”

 

Wanita itu tersenyum lembut, hanya kata-kata nya lah jalan terakhir untuk menyadarkan hati Jongin.

 

“tak ada orang yang dilahirkan sendiri didunia ini, Sayang. Tidak ada.”

 

*

 

Jongin mengerjapkan matanya, ia merasakan seluruh pelukan Ibunya berganti dengan ruangan berwarna putih yang menjadi dominan disetiap sudut matanya. Tangannya begerak perlahan.

“Kyungsoo…”

 

*

Jongin

Jadi itu hanya mimpi?

Tapi, nama itu langsung muncul dikepalaku, aku juga tanpa sadar menggumamkan nama itu, aku tak tahu kenapa. Tapi aku merasa Eomma tadi membicarakan seseorang dalam mimpiku. Aku yakin orang itu Kyungsoo. ‘2 anak berlarian, yang satu lebih tinggi dari anak yang dikejarnya. Dan anak yang dikejarnya itu…’

 

Aku segera bangkit, tapi aku merasa sekujur tubuku terasa kaku. Aku mengerang, kepalaku sangat pusing kali ini. Tanpa kusadari seorang wanita sedang tidur disebelah ranjangku. Ia mulai bergeliat, ekspresi nya langsung berubah ketika ia memandangku.

 

“Jongin, kau sudah sadar? Syukurlah. Kau membuat semua orang khawatir karena mu, Sayang” lidahku masih kelu. Susah untukku saat ini berbicara. Aku memilih diam ketika ia bangkit dan membenarkan posisi tidurku dan mulai mengelus pelan puncak kepalaku.

 

Ya, dia tulus melakukan itu semua padaku. Aku bisa merasakannya. Aura wajahnya juga tersirat sebuah kasih sayang seorang Ibu yang tulus. Dan matanya… dia pasti habis menangis. sungguh, selama ini aku tak pernah memandangi wajahnya sedekat ini.

 

‘Kenapa mata dan hatiku begitu tertutup?’

 

“kenapa kau melakukan semua ini?” aku bertanya, ya, aku memang sedikit kolot karena masih menanyakan hal sepele seperti ini. Tapi aku ingin mendengar jawaban seperti apa yang keluar dari mulutnya.

 

 

“karena aku sayang padamu, Jongin-ah.” Ia tersenyum lembut,

 

Aku terperanggah dengan 1 kalimat pendek dari mulutnya, ‘sayang?’ padahal… padahal aku selalu menunjukkan tatapan kesal, marah, dan tak pernah menggubrisnya selama ini, tapi ia masih bilang ‘sayang’ padaku?

 

Ia kembali duduk, dan memegang tanganku, “aku tak peduli kau menganggapku apa, aku tak akan memaksamu untuk memanggilku ‘Ibu’, biarkan hatimu yang tahu. Hati tak bisa berbohong Jongin.”

“tanyakan pada hatimu, mengapa kau selalu begini? apa kau akan terus begini? Dan Sampai kapan kau akan terus begini?”

 

“Jangan melawannya, Biarlah hatimu mengalir.”

 

Aku merasa wajahku memanas. Tidak. aku tidak secengeng ini, sungguh. Tapi aku merindukannya. Aku bisa merasakan kasih sayang Eomma dalam wanita ini.

 

Ya, aku tak peduli siapa orangnya, yang terpenting kasih sayang nya untukku tetap sama.

 

“Ibu…”

 

Aku berusaha bangkit, dan memeluknya. Ia juga kemudian menundukkan punggungnya dan membalas pelukanku. Eomma benar. Aku yang tahu seberapa besar lubang dihatiku, aku yang tahu seberapa menyakitkan lubang itu bagiku. Tapi aku juga yang bisa menyembuhkannya. Dan aku tahu apa obatnya.

 

Kasih sayang.

 

Ia perlahan melepas pelukanku, aku juga merasakan tangan nya mengusap kepalaku pelan. ia menangis. Aku tahu, ia pasti menangis bahagia.

 

“Ibu, dimana Kyungsoo?”

 

“dia ada dikamar sebelah, Sayang.”

 

dikamar sebelah? “apa?!”

 

*

Ketukan pintu terdengar dari kamar Kyungsoo. Tubuh mungil itu sedang duduk diranjangnya tapi wajahnya masih terlihat pucat. Ia menoleh ketika Ibunya muncul dari balik pintu sambil mendorong kursi roda Jongin.

 

Ia tersenyum, walau Kyungsoo masih menatapnya bingung. Ia kemudian keluar dan meninggalkan mereka sendiri.

 

“Jongin, apa kau baru saja sadar? Lalu kenapa kemari? Bukankah kau masih harus beristirahat?” Kyungsoo seketika memberi pertanyaan yang bertubi-tubi.

 

“Bodoh…” ucap Jongin dengan tatapan datarnya.

 

Kyungsoo seketika membulatkan matanya, “Apa? Hei! Kau gila?! Kau baru saja sadar, lalu tiba-tiba datang kemari dan—”

 

Jongin menyela kata-kata Kyungsoo, “tapi kau tetap saudaraku”

 

Jongin tersenyum lembut sambil menatap Kyungsoo lekat-lekat. Ia kemudian mendorong kursi rodanya menuju ranjang Kyungsoo.

 

Kyungsoo akhirnya tersenyum, “ternyata yang sadar bukan hanya tubuhmu, tapi juga hatimu, Jongin…”

 

“terimakasih.” Ucap Jongin setulus-tulusnya. Baru kali ini ia mengatakan terimakasih pada saudara tirinya itu. Seketika Kyungsoo turun dari ranjangnya, tak peduli selang infus yang menancap ditangannya, ia menghampiri Jongin dan memeluknya.

 

“jangan membuat ku khawatir lagi, Jongin. Kau tahu? Kami semua menyayangimu” Kyungsoo melepas pelukannya.

 

“ya, dan bodohnya aku baru tahu.” Jongin tersenyum kecil, memang benar, selama ini hatinya dan matanya juga tertutup oleh kenangan masa lalu.

 

“dan jangan memberikan darahmu untuk orang seperti ku, ketika kau belum makan apa-apa dan akhirnya kau pingsan!” dahi Kyungsoo mengerut, darimana adiknya ini tahu jika dirinya yang mendonorkan darahnya untuk Jongin, sampai akhirnya ia pingsan?!

 

“kenapa dia ada dikamar sebelah? Apa dia juga dirawat?”

 

“kemarin dia mendonorkan darahnya untukmu, padahal Ibu dan Ayahmu tahu jika Kyungsoo belum makan apa-apa sejak 2 hari yang lalu. Dia hanya ingin makan jika kau sudah dirumah. Entah kenapa, waktu itu ia sedikit khawatir tentangmu…”

 

*

“jika bukan darahku, kau mungkin mati sekarang” Kyungsoo menjawabnya tenang. Tapi Jongin mengkerucutkan bibirnya. Dan itu terlihat menggemaskan bagi Kyungsoo.

 

“tidak, tidak. Aku tak mau kehilangan mu. Jongin-ah”

 

*

7 Days later…

 

“jadi kau tak akan kesal lagi jika aku memanggilmu saudaraku?” tanya Kyungsoo sambil tersenyum jahil.

 

“ya, tentu saja. Sekarang kau benar-benar saudaraku. Ada banyak darahmu yang mengalir ditubuhku, aku bisa merasakan itu.” Ucap Jongin sambil menarik kursi meja makannya, mulai sekarang ia tak akan menolak lagi jika duduk berjejer dengan Kyungsoo.

 

“aku tak tahu harus memulai dari mana. Apa aku harus mengajak Ibu berbelanja? Ke Mall mungkin…” tanya Jongin sambil memelankan suaranya, memastikan jika Ibunya tidak mendengarnya berbicara diruang makan ini.

 

“tapi…” Jongin mengerutkan dahinya, “ Aku tak yakin dia suka berbelanja. Oh, apa aku harus mengajaknya kesalon? Mungkin dia butuh perawatan tubuh. Bagaimana menurutmu?” Kyungsoo masih diam sambil menelan potongan roti ke mulutnya.

 

 

Kyungsoo

“tak peduli bagaimana kau memulainya, Jongin. Yang terpenting bagaimana kau mengakhirinya.” Aku tersenyum. Wow, Aku selalu menginginkan keluarga utuh seperti ini selama hidupku.

 

-Ayah, walau aku tak pernah melihat wajahmu secara langsung, karena kau meninggalkanku ketika aku sangat kecil, aku tahu, bahwa kau pasti sangat menyayangiku. Kau pasti bahagia diatas sana karena akhirnya aku merasakan keluarga baru ku ini.

 

-Dan Ibunya Jongin. Aku juga tak pernah mengenalmu. Tapi aku yakin kau sangat menyayangi Jongin, sehingga Jongin sangat berat ketika kehilanganmu waktu itu. Tapi kau percaya pada ku dan Ibuku kan? Kami akan selalu menyayangi Jongin, sebagaimana kasih sayangmu terhadapnya.

 

***

 

“Sebut saja keluarga itu suku, sebut saja keluarga itu jaringan, sebut saja keluarga itu rumpun bangsa. Atau—

sebut saja keluarga itu tetap keluarga.

 

Apapun kau menyebutnya, siapapun kamu, kau butuh sebuah keluarga.

 

Ya, Kau tak akan pernah bisa menghancurkan hubungan keluarga,

Rantainya kadang longgar, tapi tak akan pernah putus.” – Kyungsoo.

 

=END=

 

Wew, akhirnya ketemu kata END juga dalam ff ini😀 gimana, gimana… ending nya Happy kan? Hehe, nggak tega juga kalau buat ending mereka Sad T_T

Curhat nih ya, temenku –beta reader- :v dulu pernah tanya, kenapa kalau Brothership selalu KaiSoo? Kenapa nggak HunHan? Atau SeKai?

-yah, pertama, aku nge-ship KaiSoo, kedua, couple mereka itu kayak kakak adik gitu kan? Jadi… yah cocok lah dinistain dikit apalagi Jongin-nya :3 huehuehue.

 

Nb: bagi kalian yang mau request poster Fanfiction (tentang EXO) atau jadiin aku buat jadi Beta-Reader kalian? = Dipersilahkan=, oke? Tinggal mention di Twitter ku @rara_raraa84

Oke, jangan lupa komentar dan saran ya, & sampai ketemu di ff ku selanjutnyaa ya, Bye. /makan bareng keluarganya Jongin :3/

 

12 thoughts on “Empty Heart [2/2]

  1. Ateara EXOtics berkata:

    Aku terharu sampe mau nangis rasanya :’)
    Akhirnya Jongin sadar juga, dan mau menerima keluarga barunya🙂
    FF ini keren banget… ayo thor, buat ff yg keren lgi, tpi brothership yo…😀
    KEEP WRITING and FIGHTING!!!

  2. mia berkata:

    Keren2 kata2 kyungsoo’a
    Apa yg di tulis authornya melalui kyungsoo aku setuju kita semua butuh keluarga. Seberapapun kamu membenci keluargamu tapi tempat yang aman untuk berbagi adalah keluarga. Karena dari keluarga juga merupakan faktor utama dalam membentuk karakter seseorang #plakkkinikomenapa O.O
    Qw suka kaisoo minta dibikinin lg yg brothership T_T

  3. Little Cheonsa berkata:

    Keren thor! Terharu bacanya.. tapi kok rasanya ni FF pendek banget ya? ._.
    Nanti buat yang lebih panjang lagi yaa.. ^^

  4. SooSweet berkata:

    Ya! jongin akhrnya kamu sdar jg eoh. ak suka bgt sma krakter kyungie sma eommanya. daebak buat author!! bnyakin kaisoo lg y thor. klaw bisa yg romance mrk jg. HIDUP KAISOO!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s