Edelweis (Chapter 1)

cats

Title                 : Edelweis (Chapter 1)

Author            : Jung Ri Young

Main Cast        :-Oh Sehun

-Park Chanyeol

-Byun Baekhyun

-Kim Jongin

-Kim Yeejin (OC)

-Park Yoora (Chanyeol noona)

Genre              : Family, Brothership, Romance, Little Comedy

Rating            : T

Length            : Chapter

Disclaimer       : Member EXO milik Tuhan, Orang tua dan SMEnt. Kecuali Baekhyun milik saya! kekeke

Summary         : “Disaat orang lain menghabiskan Sabtu malam dengan kekasihnya, aku malah terjebak diantara namja bodoh seperti kalian! Ya Tuhan, aku mungkin sudah gila.”

 

 

Author POV

“Ya! Kkamjong! Apa yang kau lakukan di kamarku, huh?”

Sehun menggerutu ketika dia membuka pintu kamarnya. Seorang namja tengah berbaring tengkurap di karpet tebal menghadap monitor sembari memegang stick PS. Dengan wajah tanpa dosa, ia hanya menoleh sekejap pada sumber suara sembari menyunggingkan senyum jahil yang entah mengapa malah membuat para yeoja di kampusnya meleleh seketika. Padahal Sehun benar-benar ingin menghajar namja berkulit gelap tersebut ketika ia tersenyum demikian.

“Kau sudah pulang?” Tanya Jongin tanpa susah payah mengalihkan lagi pandangannya dari layar monitor.

“Jangan mengalihkan pembicaraan Kim Jongin. Pergi dari kamarku! Aku ingin istirahat. Sepertinya tulang-tulangku sudah ingin lepas”

Jongin hanya bisa memutar bola matanya. Terkadang sahabatnya ini memang suka melebih-lebihkan. Bukannya menuruti sang pemilik kamar, Jongin justru mematikan monitor dan duduk di ranjang Sehun, dimana sahabat baiknya itu telah rebahan melepas lelah.

“Aku bosan, Sehun-ah. Ayo kita keluar!”

“Apa kau berniat membunuhku? Aku berangkat kuliah pagi-pagi dan ini sudah pukul delapan malam. Bahkan aku belum sempat mengganti baju dan mandi. Jangan mengajaku keluar malam ini. Tubuhku perlu istirahat, Jongin-ah!”

Well, tentu saja Sehun akan menggerutu panjang lebar. Sejak mengikuti organisasi di kampusnya, dia menjadi mahasiswa yang sibuk kesana-kemari.Bahkan di hari sabtu seperti ini sekalipun. Dia sempat kesulitan membagi waktu antara jadwal kuliah dan organisasinya. Walaupun sekarang kedua kepentingannya tersebut sudah dapat ditangani dengan baik, namun masih saja ada hal yang Sehun mulai abaikan.

Sahabat.

Ya, Sehun memiliki tiga sahabat baik semenjak ia kecil. Berawal dari orang tua mereka yang berteman baik, akhirnya anak-anaknya pun menjadi teman baik pula. Bahkan kata teman atau sahabat belum cukup untuk menggambarkan kedekatan mereka berempat. Mungkin mereka lebih tepat disebut saudara. Empat saudara yakni, Oh Sehun, Kim Jongin, Park Chanyeol, dan Byun Baekhyun.

Sehun merupakan anak tunggal dari seorang duta besar Korea di Australia. Berprofesi sebagai duta besar, tentu Appa Sehun berada di Australia. Sang Oemma juga mendampingi Tuan Oh di sana. Pada awalnya Sehun juga tinggal di Australia, tetapi semenjak SMA dia memutuskan hidup mandiri di Korea, kampung halamannya. Tuan Oh memberikan segala fasilitas agar Sehun tidak kesulitan tinggal seorang diri. Dan semua itu tidak sia-sia karena sampai sekarang anak tunggalnya tersebut terbukti masih sanggup bernapas bahkan meneriaki Jongin setiap saat.

Jongin merupakan putra kedua dari perdana menteri Korea Selatan saat ini. Kakaknya, Kim Joonmyun mengikuti jejak sang Appa terjun di dunia politik. Dia menjadi jaksa muda yang sangat handal. Tak heran jika namanya tidak asing lagi di kancah politik Korea. Dengan basic keluarga berada, Jongin yang terbiasa hidup mewah tumbuh menjadi namja yang suka bertingkah semaunya sendiri. Dia mempunyai watak paling keras dibandingkan ketiga sahabatnya. Pembawaanya dingin dan kasar, namun berwibawa dan penuh pesona. Tak jarang yeoja-yeoja cantik di kampusnya bermimpi untuk bersanding dengannya. Tetapi melihat sifatnya yang cuek mereka hanya bisa berharap.

Berbeda dengan Sehun dan Jongin, Chanyeol tidak memiliki basic keluarga yang berhamburan materi. Oemma Chanyeol dulu pernah menjadi pengasuh Sehun waktu kecil. Keluarga Oh sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Apalagi sejak Park Ahjumma meninggal beberapa tahun lalu. Keluarga Oh semakin merasa bahwa Chanyeol dan kakak perempuannya, Park Yoora menjadi tanggung jawab mereka. Mengingat Appa Chanyeol tidak pernah diketahui kabarnya sejak ia dan kakaknya masih kecil. Hal itu membuat Sehun dan Chanyeol dekat seperti saudara kandung.

Yang terakhir adalah Baekhyun. Siapa yang tidak tau “Byun Corp”?, perusahaan elektronik raksasa di Korea Selatan. Bahkan hasil produksi dari perusahaan ini telah dinikmati oleh sebagian besar masyarakat di dunia. Dan ya, Byun Baekhyun adalah satu-satunya kandidat pewaris dari tambang uang tersebut, karena Baekhyun tidak memiliki saudara kandung satupun. Ia merupakan anak tunggal.

Dilihat dari luar, mereka terlihat seperti gerombolan remaja yang sangat beruntung. Tampan, kaya, dan populer. Dan kenyataanya mereka memang merasa beruntung. Bukan “beruntung” seperti presepsi orang-orang. Mereka merasa beruntung karena dapat berbagi satu sama lain. Saling memiliki dan melindungi. Walaupun tak jarang mereka sering bertengkar karena sifat masing-masing yang berbeda. Toh akhirnya mereka akan duduk kembali berempat di beranda sambil menertawakan satu sama lain.

.

.

.

“Hyung, kemarilah. Sehun tidak mau beranjak dari tempat tidurnya. Aiissh! Ingin sekali kutendang sampai keluar jendela!”

Sehun hanya terkikik mendengar Jongin mengadu pada salah satu hyungnya. Entahlah itu Baekhyun atau Chanyeol. Dia tidak dapat mendengar suara di seberang karena selain posisi Jongin yang jauh duduk di sofa, dia juga sedang berpura-pura tidur agar tidak diajak pergi olehnya. Tubuhnya sedang tidak bersahabat. Sehun sangat lelah.

“Ne, hyung. Ajak Baekhyun hyung juga. Annyeong.”

“Oh, ternyata dia mengadu pada Chanyeol hyung, dasar hitam!” umpat Sehun dalam hati.

Sepi. Sehun tidak mendengar suara apapun yang menandakan Jongin masih menungguinya. Karena penasaran, dia berniat mengintip dari sudut matanya untuk memastikan Jongin benar-benar masih hidup dan ada di sana. Dia khawatir jika tiba-tiba Jongin keluar kamar sembunyi-sembunyi lewat jendela, lalu diteriaki “pencuri” oleh tetangga yang melihatnya, lalu Jongin ditangkap dan dipukuli, lalu Jong-

.

.

“Aaaaaaaaaa!!!!!”

.

.

Sehun sontak berteriak ketika acara “mengintip”nya benar-benar ia lakukan. Wajah Jongin tepat di depan wajahnya. Matanya memandang dengan tatapan yang menurut Sehun sedikit, err, erotis dan sukses membuat bulu kuduknya berdiri.

“Berisik sekali.” Celetuk Jongin sinis sambil menjauhkan wajahnya dari wajah Sehun. Telinganya terasa berdengung mendengar teriakan Sehun yang tidak bisa dikatakan pelan tersebut.

”Apa yang kau lakukan?? Kau mau menerkamku, eh? Masih banyak yeoja cantik di luar sana yang mengharapkanmu, Kim Jongin! Kenapa harus aku?”

Pupil Jongin melebar mendengar tuduhan tak berperasaan dari Sehun. Ingin sekali ia melempar Sehun keluar jedela seperti yang tadi ia rencanakan ketika menelepon Chanyeol.

“Oh Sehun kau mau mati? Aku tidak melakukan apapun padamu. Tadi kulihat bibirmu bergerak-gerak. Aku hanya memastikan kau tidur atau hanya berpura-pura. Dan yah, seperti dugaanku, kau memang pembohong besar!”

Sehun masih tak bergeming mendengar kekesalan Jongin. Dia hanya duduk bersila sampai Jongin beranjak keluar dari kamarnya untuk menyambut kedua hyungnya yang telah tiba.

“Dan satu lagi, aku masih normal, Albino!”

Jongin menutup pintu kamar Sehun agak keras. Seolah ingin menunjukan bahwa ia sangat kesal dengan perlakuan Sehun barusan.

Sehun memanyunkan bibirnya, perlahan memiringkan kepalanya sambil memikirkan apa yang tadi Jongin katakan. Sedetik kemudian dia terkikik geli mengingat tingkah konyolnya tadi. Ya, tentu saja Jongin masih normal. Mungkin dirinya lah yang kini sedang tidak normal karena berfikiran yang tidak-tidak pada namja bersurai hitam tersebut.

“Oh, sepertinya aku mulai gila.” Gumam Sehun sambil kembali berbaring di kasur empuknya.

Baru sekejap ia memejamkan mata, pintu kamarnya kembali terbuka. Memperlihatkan tiga namja yang Sehun yakini akan sangat mengganggu waktu istirahatnya yang langka ini.

 

Sehun POV

 

“Cih, apa yang kau lakukan di Sabtu malam seperti ini? Bergelung di kasur seperti itu? Kau terlihat menyedihkan, Sehun-ah.” Chanyeol hyung mulai berargumen.

Ku lihat Baekhyun hyung hanya tersenyum melihatku dan Jongin yang memasang muka menyebalkan. Seolah mengamini kata-kata Chanyeol hyung barusan. Kkamjong sialan!

“Yoora noona pergi berkencan, dan kau satu-satunya dongsaengku tidak dapat diandalkan. Ayolah Oh Sehun, ini Sabtu malam!

Chanyeol hyung melanjutkan monolognya. Oke, aku pikir bukan aku saja yang sudah setengah gila disini. Chanyeol hyung lebih parah, mungkin! Kekeke

Aku masih mempertahankan posisiku. Mengamati tiga namja yang lebih tua dariku tanpa berucap sepatah katapun. Entah mereka memiliki kekuatan telepati atau apa, tiba-tiba tanpa aba-aba mereka bertiga menyerangku. Berusaha menggelitiki leher dan pinggangku bersamaan. Tawa kami meledak, seketika kamarku yang sangat sepi berubah menjadi sangat berisik. Tak peduli suara berisik ini sampai luar rumah bahkan ujung jalan sana. Kami bergelung layaknya anak taman kanak-kanak. Saling memukul pelan dan menggelitik satu sama lain. Hingga kurasakan perutku hampir kram karena lelah tertawa.

“Hentikan hyung. Kalian kekanak-kanakan sekali.” Aku berusaha berucap dengan napas tersenggal dan masih mengulum senyum.

“Ya! Kau juga ikut menggelitikiku. Kau sama saja, bodoh!” timpal Baekhyun hyung di sela-sela tawanya.

“Disaat orang lain menghabiskan Sabtu malam dengan kekasihnya, aku malah terjebak diantara namja bodoh seperti kalian! Ya Tuhan, aku mungkin sudah gila.” Jongin ikut angkat bicara yang sukses membuatnya mendapat hadiah jitakan dari kami bertiga.

Jika dipikir-pikir, benar apa yang dikatakan Jongin. Sabtu malam adalah saat dimana kita seharusnya menghabiskan waktu bersama kekasih, orang tersayang. Walaupun saat ini aku tidak punya kekasih, tapi inilah orang-orang tersayangku. Jadi untuk apa ambil pusing?

Ketika pikiranku masih melayang, terdengar bunyi ketukan dari arah pintu, sontak kami terduduk dan membenarkan posisi masing-masing. Perlahan pintu terbuka bersamaan dengan pembantuku yang memasang raut sungkan. Mungkin merasa tidak enak telah mengganggu kami.

“Ada apa Yoon Ahjumma?” tanyaku santai.

“Telepon untuk Tuan Muda Sehun. Seorang yeoja.” Jawab Yoon Ahjumma.

 

 

 

-TBC-

37 thoughts on “Edelweis (Chapter 1)

  1. In Soo berkata:

    huuuaaa ada ff baru, baru chap 1 aja udh bagus,,
    omo jongin oppa klo kau mau kencan pergi dengan ku saja kalau kau tidak mau dengan 3 namja itu ,,, kkkkkkkkk~
    d tunggu chap depan,,

  2. EXOHunHunnie berkata:

    Aigoo.. Hun oppa apa-apaan kamu bilang gak punya pacar?? Terus aku apaan oppa?? Aisshh jinjja😦
    Author kau daebakk (y) chap 1 udah daebakk apalagi seterusnya?? Thor lanjut ne?? Jangan lama-lama!😀 gomawo udah dishare^^

      • ExoHunHunnie berkata:

        Abal? Abal gimana eonnie/oppa? Ini ketjeh and good banget😀 Hun oppa duhh you’re the best :* author juga the best😀 :*

    • JungRiYoung berkata:

      Sebenernya author hunhan shipper, tapi entah kenapa kalo ngeliat kai gangguin sehun itu kiyuut bgt, hihihi, jadilah ff abal ini😄 Btw gomawo reviewnya ^^

    • JungRiYoung berkata:

      dan kamu beruntung karena author baekhyun shipper ,kekeke,, jadi mungkin baek oppa disini nggak akan author nistakan, mungkin loh ya, *plak😀
      Btw gomawo reviewnya^^

    • JungRiYoung berkata:

      Gomawo reviewnya^^ sebenernya ada romance-nya juga. tapi mungkin baru keliatan di chap selanjutnya. hehe

  3. MissBacon berkata:

    Lempar aja tuh si sehun keluar jendela aja :p
    Makin penasaran sama next chap nya
    Ditunggu ye thor, ff nya daebak

  4. ganyeol berkata:

    wah, ff-nya seru, aku sukaaa~~ n,n
    eciee ada yang nelfon, yeoja lagi, ciee~~ *ditabok sehun😄
    next chapternya ASAP yaa thor! Hwaiting! ^^

  5. ParkJudit berkata:

    Cepetan dong next nya thor! Gua penasaran! Gua suka banget klo ada ff yg cast Chanyeol, gua bkal semangat B.G.T baca nya. Dan pasti gua tunggu2 kelanjutan nya. Cepet ya thor!😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s