A CUP OF COFFEE

mohthvj

Nama : Sukma Dewi (Deeunic)

Judul Cerita : A CUP OF COFFEE

Tag (tokoh) : Luhan (exo) ; Park Reesan (Oc)

Genre : Romance

Rating : PG-13

Length : Oneshoot

Catatan Author (bila perlu): FF ini juga di post di blog pribadiaku ( kamarfanfiction.wordpress.com)

So, enjoy it J

***

‘Luhan menyukai kopi lebih dari kekasihnya…’

 

 

Kopi adalah minuman berkafein yang menimbulkan efek candu. Dan Luhan menyukainya. Luhanmenyukai kopi, bahkan mencintainya. Kalau bisa luhan akan melamar secangkir kopi dan menjadikannya sebagai pendamping hidup. Untung saja Luhan tidak segila Chanyeol. Luhan sangat mencintai kopi, entah apapun jenis dan campurannya asalkan terdapat sesuatu yang bernama kopi didalamnya Luhan akan dengan senang hati meminumnya. Luhan sangat menyukai kopi. Sehari ia bisa menhabiskan 15 cangkir kopi. Itu gila, Luhan bisa saja overdosis dengan yang namanya kafein. Tapi Luhan tidak pernah mengalaminya. Seakan-akan tubuhnya memang khusus dirancang untuk menerima asupan kopi -yang banyak- setiap harinya. Luhan menyukai kopi lebih dari apapun, dan kekasihnya cemburu akan hal itu.

 

“Duduklah Park Reesan.” Luhan meletakkan cangkir kopinya.“Jangan pasang ekspresi seperti itu, kau semakin mirip dengan angry bird.”Luhan terkekeh, tetapi tidak dengan gadis imut yang tengah berkacak pinggang dihadapannya.

 

“Kau menyebalkan Xi Luhan.”Gadis itu menghempaskan tubuhnya dikursi yang berhadapan dengan Luhan.”

 

“Maafkan aku Park Reesan, lain kali aku akan menepati janjiku.”Luhan memasang wajah memelas.

 

“Ini sudah kedua kalinya dalam minggu ini Xi Luhan.”Park Reesan melipat kedua tangannya didepan dada. Ia mendengus, menahan emosi.

 

“Aku janj iini yang terakhir kalinya Park Reesan.”Luhan tersenyum dan meraih tangan kekasihnya itu.Namun senyum itu memudar saat Park Reesan menepis kasar tangannya.

 

“Ayolah Park Reesan, aku janji. Aku benar-benar tidakbisamengontrol akal sehatku saatmendengar di cafe ini ada menu kopi terbaru.”

 

“Dan kau melupakan janji kencan kita demi secangkir kopi menjijikkan itu Xi Luhan.”

 

Oh tidak!? Jangan pernah mengatakn sesuatu yang buruk tentang belahan jiwa Luhan.

 

Luhan mencintai kopi lebihdarikekasihnya.Luhan bisa saja melakukan apapun demi secangkir kopi, termasuk mengakhiri hubungannya dengan Park Reesan.Park Reesan menghina belahan jiwa Luhan dan itu berakhir dengan kandasnya hubungan mereka yang sudah berlangsung selama 2 tahun.Itu semua karna secangkir kopi.

 

“Kau gila Xi Luhan.”Minseok berteriak.“Kau memutuskan Park Reesan hanya karna ia bilang kopi itu menjijikkan? Kaubenar-benar tidak waras Xi Luhan.”

 

Luhan mengendikkan bahunya.“Bagiku itu sangat keterlaluan.Kau tau bagaimana aku sangat menyukai kopi dan ia dengan mudahnya mengatakan bahwa kopi itu menjijikkan.”

 

Kim Minseok memutar bola matanya malas.“Semua gadis akan mengatakan hal seperti itu jika kekasihnya maniak kopi sepertimu.”

 

“Terserahmu saja Kim Minseok.”Luhan berdiri dari duduknya dan langkahnya terhenti saat Minseok berujar.

 

“Kau tidak menyayanginya, kau tidak mengerti keadaannya.Park Reesan sudah menyia-nyiakan 2 tahun waktunya untuk berpacaran dengan laki-laki egois sepertimu.”

 

Park Reesan menghilang. Luhan tidak pernah bertemu dengannya semenjak hari dimana ia mengakhiri hubungan mereka. Kim Minseok juga berubah, ia sengaja menghindari Luhan. Luhan sendiri. Kopi pun sudah tidak membuat Luhan bersemangat lagi.Luhan benar-benar mengabaikan kopinya.

 

“Permisi, apakah Park Reesan ada?”Tanya Luhan pada seorang pelayan cafe tempat Park Reesan bekerja.

 

“Park Reesan sudah tidak bekerja disini semenjak minggu lalu.Kalau tidak salah ia akan ikut tinggal di Osaka bersama ibunya.”

 

Luhan benar-benar kehilangan Park Reesan.Ia menyesal, Luhan menyesal melupakan kencan mereka hari itu. Dan menyesal melupakan hari ulang tahun Park Reesan karna secangkir kopi. Luhan menyesal menganggap Park Reesan tidak mengerti kesukaannya.Bahkan ia lebih buruk karna tidak mengetahui kalau Park Reesan alergi kafein. Luhan tidak akan selinglung ini apabila tidakmenyentuh kopi selama satu tahun. Tapi ia gila karna tidak menemukan Park Reesan dimanapun.

 

“Kau mencariku tuan penggila kopi?”

 

Luhan membuka matanya dan melihat sosok yang dicarinya selama seminggu ini.Park Reesan ada dihadapannya. Langsung saja Luhan memeluk sosok itu, tak mau kehilangan lagi.

 

“Kau kemana saja Park Reesan? Aku benar-benar gila karna tidak menemukanmu dimanapun.”Luhan mencubit pipi Reesan geram.

 

Reesan mendelik dan tersenyum.“Aku merindukanmu tuan penggila kopi.”

 

“Aku juga sangat merindukanmu gadis bodoh.”Luhan mengacak rambut Reesan geram.Mereka tertawa bersama.

 

“Lalu apa yang kau lakukan didepan pintu apartemenku tuan penggila kopi?”

 

Luhan mendengus.“Tentu saja aku menunggu kepulanganmu. Aku benar-benar menyesal karna telah melupakanmu demi secangkir kopi. Aku janji tidak melakukannya lagi Park Reesan.”Luhan menggenggam kedua tangan Reesan hangat.“Sekali lagi aku ingin menjadi pacarmu, apa kau bersedia?”

 

Reesan tersenyum.“Aku akan memikirkannya asalkan kau mau berjanji untuk memprioritaskan diriku dibanding secangkir kopimu itu.”

 

Luhan mengangguk.“Aku berjanji Park Reesan.”

 

“Baiklah ayo masuk, sekarang sudah jam 8 malam. Aku akan ..”

 

“APA!? JAM 8?!” Park Reesan kaget setengah mati saat Luhan berteriak tiba-tiba berlari masuk kedalam apartemen. Park Reesan yang bingung pun mengikuti Luhan masuk.

 

Didalam Luhan sudah duduk manis didepan tv dan seketika Park Reesan terbakar melihat apa yang ditonton Luhan. Itu adalah acara internasional bagaimana cara menyeduh kopi dengan baik.

 

Oh tidak! Kau mulai lagi Luhan. Bersiaplah!

 

“KAU BARU SAJA BERJANJI XI LUHAN. DAN KAU MELUPAKAN SEMUA ITU KURANG DARI 3 MENIT!!”

 

Sepertinya Park Reesan benar-benar harus mengaku kalah pada ‘secangkir kopi’.

 

 

 

END…

2 thoughts on “A CUP OF COFFEE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s