[Sequel] Do Kyungsoo : The Story Begin (3)

Do+Kyungsoo

Judul : [Sequel] Do Kyungsoo : The Story Begin (3)
Author : IndyAS(@Lu_llama)
Cast : Do Kyungsoo,Park Jiyeon
Lenght : Chapter
Rating : T
Cr poster : sujufanfictsworld.blogspot.com

Summary: “Jika ibu menyayangiku, Ibu tidak seharusnya pergi saat itu. Aku merasa ibu lebih menyayangi hyung” 

Sekarang tepat pukul 7 pagi, tapi Jiyeon masih belum sampai disekolahnya. Tentu saja tidak tanpa alasan. Saat ini mobil sang ayah tiba-tiba saja mogok ditengah jalan. Dan sejak 10 menit yang lalu, Jiyeon masih setia berdiam diri ditepi jalan menunggu sang mobil yang mungkin akan kembali normal. Ia bosan dan ingin cepat sampai disekolah. Dia tidak mau telat dan berurusan dengan Junmyun lagi.

Jiyeon mengitari pandangannnya kesekeliling dan tatapannya jatuh pada seseorang diseberang sana yang tengah berdiri disebuah halte bus. Tiba-tiba saja pikiran itu terlintas.

“Ayah aku naik bus saja”

“Apa? Tidak. Sebentar lagi orang bengkel akan datang.” Jawab ayah Jiyeon sedikit membentak.

“Tapi ayah aku bisa telat. Dihalte itu ada temanku. Ayah tenang saja, tidak perlu khawatir. Ayah aku mohoon” Jiyeon berusaha meyakikan ayahnya dengan menunjukan wajah memelas.

Sang ayah menghembuskan nafas kasar dan memandang Jiyeon dalam “Kau harus hati-hati”

Jiyeon tersenyum lebar dan menganggukan kepalanya semangat. Kemudian ia berlari kearah halte. Saat sampai disana ia berdiri tepat dibelakang pria yang mengenakan seragam yang sama dengannya.

Jiyeon terlihat ragu untuk menyapa. Dengan sedikit keberaniannya, ia menarik ujung baju sang pria itu membuat sang pria menoleh dan memandang Jiyeon dengan tatapan penuh tanya.

“Hai Kyungsoo” sapa Jiyeon. Gugup. Sangat gugup. Kyungsoo bungkam. Ia hanya memandang Jiyeon datar. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa ia sedikit terkejut dengan adanya Jiyeon disini.

“Mobil ayahku mogok. Bisakah aku berangkat bersamamu?. Aku tidak pernah naik bus sebelumnya.” Ucap Jiyeon tanpa menatap Kyungsoo. Dia terlalu segan memandang wajah datar nan dingin Kyungsoo.

Kyungsoo tidak menjawab. Dia kembali menoleh kedepan, seakan tidak peduli dengan ucapan Jliyeon barusan. Beberapa saat kemudian bus datang. Orang-orang yang menunggu mulai memasuki bus begitu juga dengan Kyungsoo. Jiyeon hanya mengikuti Kyungsoo dari belakang.

Didalam bus Kyungsoo dan Jiyeon duduk dibangku berbeda. Mereka bersikap seperti tidak saling kenal. Tiba-tiba dihalte berikutnya ada seorang nenek tua yang memasuki bus. Namun bangku dibus sudah terlihat penuh. Melihat itu Jiyeon bangkit dari duduknya.

“Nenek, duduk disini biar aku yang berdiri” ucapnya ramah pada nenek itu.

Sang nenek tersenyum lebar dan mengangguk “Gomapda”

Diam-diam Kyungsoo melihat itu melalui ekor matanya. Entahlah. Apa yang ada dipikirannya saat ini. Semua tertutupi dengan wajah datarnya itu. Namun Kyungsoo merasa sedikit tersanjung dengan Gadis Susu itu. Disaat seperti ini hanya dia satu-satunya orang yang memiliki kepedulian besar di bus ini.

15 menit kemudian, mereka sampai ditempat tujuan. Lagi-lagi Jiyeon hanya mengikuti Kyungsoo. Dia mengintil dibelakang Kyungsoo. Dia tidak berani untuk jalan didepan Kyungsoo apalagi sampai beriringan. Dia tidak memiliki keberanian sebesar itu.

Jiyeon masih setia mengintil Kyungsoo dari belakang saat mereka berjalan menuju sekolah. Gadis itu memperhatikan Kyungsoo dalam diam. Rasanya seperti ini mengingatkannya pda musim semi lalu namun bedanya ia bisa memperhatikan Kyungsoo dari jarak dekat bukan melalui jendela kamarnya seperti dulu. Bolehkah saat ini ia merasa senang? Jiyeon benar-benar tidak menyangka dengan semua ini. Ia berpikir bahwa Kyungsoo adalah penyemangat harinya.

Dulu sebelum Kyungsoo  hadir, Jiyeon selalu berharap bahwa waktu cepat berlalu. Ia jenuh dengan dunianya yang kelabu. Sepi. Jadi ia berharap di hari esok agar harinya bisa berubah lebih berwarna atau mungkin dia bisa bebas menikmati hangatnya sinar mentari. Tapi setelah Kyungsoo hadir, ia menginginkan waktu berjalan dengan lambat. Agar dia bisa melihat Kyungsoo lebih lama. Atau bahkan ia berharap bahwa waktu bisa berhenti walau sekejap. Ia ingin memperhatikan Kyungsoo lebih lama. Meskipun wajah Kyungsoo tidak pernah menunjukkan ekspresi berarti, tapi Jiyeon selalu merasa tenang saat melihat wajah itu. Berlebihankah jika ia bilang aura Kyungsoo sangat menenangkan?

* * *

Saat ini lagi-lagi, Amber melihat Si Gadis Susu melamun. Jiyeon tengah sibuk mencoret-coret disebuah buku. Gadis itu seperti tidak sadar bahwa bel istirahat sudah berbunyi. Amber berdiri dan menghampiri meja mereka-ia dan Jiyeon.

“Ahh..Kyungsoo?”

Jiyeon tersentak kaget saat mendengar gumaman Amber. Ia langsung menutup bukunya dan memandang Amber dengan wajah memerah. Ia terlihat salah tingkah. Amber hanya tersenyum melihatnya.

“Ceritakan padaku” Amber menjatuhkan diri disamping Jiyeon. Raut wajahnya terlihat serius, membuat Jiyeon memandangnya sedikit ragu atau mungkin takut?

“A-apa?”

Amber menarik napas dalam dan menghembuskannya kasar.

“Bagaimana kau bisa mengenal Kyungsoo? Bukankah kau bilang kau itu homeschooling? Dan tidak pernah keluar rumah. Jadi bagaimana tuan putri yang terkurung seperti dirimu bisa mengenal Kyungsoo?” Tanya Amber panjang lebar. Jiyeon sedikit meringis, ia membuang pandangannya dari Amber.

“Cepat ceritakan!” Desak Amber.

“Kenapa kau ingin tau?”

Amber memutar kedua bolamatanya kesal “Tentu saja karena aku penasaran” ucapnya sedikit membentak.

Jiyeon menoleh kearah Amber sekilas kemudian kembali membuang pandangannya kearah depan. “Aku mengenal Kyungsoo saat musim semi lalu” Jiyeon memulai ceritanya. “Saat itu untuk pertama kalinya aku melihat dia lewat didepan rumahku. Aku hanya bisa memandangnya melalui jendela kamarku dilantai 2” jiyeon memandang kedepan dengan tatapan menerawang.

“Tunggu” Amber memotong ucapan Jiyeon. “Kau bilang lewat depan rumahmu?” Jiyeon mengangguk.

“Rumahmu ada di daerah mana?”

“Garosu-gil Street, Sinsa-dong”

Amber membulatkan matanya namun lima detik kemudian dia mengangguk-anggukan kepala.

“Lanjutkan”

“Sejak saat itu aku memperhatikannya hampir 4 bulan lamanya. Tapi tiba-tiba dia menghilang. Aku tidak pernah lagi melihatnya” Jiyeon sedikit mengecilkan suaranya saat mengucapkan kalimat terakhir itu

“Tentu saja” seru Amber tiba-tiba.

Jiyeon memandangnya kaget “A-apa?”

“Tentu saja kau tidak melihatnya lagi karena dia sudah ditarik pulang oleh ayahnya”

Jiyeon mengerjapkan matanya dan memandang Amber bingung. “Apa maksudmu?”
Amber merubah duduknya menghadap Jiyeon “Kau bilang rumahmu di daerah Garosu-gil Street, Sinsa-dong kan?” Tanyanya. Jiyeon mengangguk.

“Itu hanya tempat sementara Kyungsoo”

“Aku masih tidak mengerti”

Amber mendelik kearah Jiyeon kemudian berdecak pelan “Kau tau tidak jika ayah Kyungsoo adalah pemilik sekolah ini?”

Jiyeon benar-benar terkejut dengan penuturan Amber barusan. Dan Amber yang melihat itu sudah tau apa jawabannya.

“Kau ini memang benar-benar lamban!” Cibir Amber kepada Jiyeon yang masih memasang wajah kaget.

“A-aku tidak tau. Lagipula selama ini dia-”

“Ya ya kau benar! Kyungsoo memang sederhana-tapi hey bagaimana bisa dibilang sederhana jika ia saja mengoleksi sepatu-sepatu mahal dikamarnya” Amber bergumam sendiri. “Intinya Kyungsoo itu tidak suka menjadi pusat perhatian. Ia tidak pernah menonjolkan kekayaannya. Dia lebih memilih bus daripada mobil mewahya. Tapi justru karena itu dia malah menjadi tersohor. Banyak yang mengagumi sifatnya. Dasar Si Pria Arca itu”

Hanya anggukan pelan yang Jiyeon berikan. Otaknya masih memproses untuk memahami lebih lanjut pembicaraan ini. Dan memang, dari penglihatan Jiyeon-secara tidak langsung-barang yang digunakan Kyungsoo itu terlihat seperti barang mahal. Apapun yang dikenakannya pasti terlihat keren. Tampan. Salah satu daya tarik Kyungsoo.

“Lalu soal tempat sementara apa maksudmu?”

“Ahh itu, Kyungsoo pernah mengasingkan diri dari rumah karena ayahnya ingin dia sekolah diluar negeri. Kyungsoo menolak mentah-mentah dan dia kabur dari rumah. Kyungsoo tidak suka dikekang. Ayahnya memang sedikit arogan. Apalagi setelah ibu Kyungsoo meninggal 2 tahun lalu. Selama 4 bulan itu hubungan ayahnya dengan Kyungsoo sedikit renggang. Paman bersikap seolah tidak peduli padahal aku tau dia sangat mengkhawatirkan Kyungsoo” tutur Amber dengan raut wajah berbeda “Jika bukan karena bujukan kakek, Kyungsoo tidak akan kembali. Dan juga berkat rayuan kakek, Kyungsoo akhirnya mau mengurus perusahaan kelak.” Lanjutnya

“Ahh ya aku juga baru sadar. Kenapa kau selalu mengendarai mobil mewah kesekolah dan Kyungsoo selalu naik bus. Bukankah kalian sepupu? Kau tidak pernah menawarinya untuk berangkat bersama ya?”

Amber melotot kearah Jiyeon “Itu karena dia tidak mau!” ucapnya kesal.

“Apa kau tidak mendapat bagian apa-apa?” Ucap Jiyeon tiba-tiba “soal perusahaan” lanjutnya saat mendapati wajah bingung Amber.

“Sebelum meninggal karena kecelakaan pesawat, ayah dan ibuku sudah mendapat bagian. Dan tentu saja itu akan menurun padaku” Amber tersenyum “Lagipula saat Kyungsoo menjadi presdir nanti, aku yang akan menghabiskan uangnya” lanjutnya sambil tertawa lebar.

“Sepupu macam apa itu” cibir Jiyeon.

“Jadi kau benar-benar menyukai Kyungsoo?” Amber berusaha menggoda Jiyeon. Dia semakin tertawa saat melihat wajah merah Jiyeon. “Jadi Kyungsoo itu cinta pertamamu? Ahh..Cinta yang bersemi dimusim semi. Indahnyaaa”

“Kau menyebalkan” Jiyeon bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Amber yang masih terus mentertawakannya. Untung saja keadaan kelas saat ini sedang sepi.

* * *

“Kyungsoo! Kyungsoo!”
Seruan itu terdengar menggema diseluruh ruangan. Suasana rumah yang tadinya hening kini berubah sedikit gaduh karena teriakannya. Amber menjatuhkan tasnya asal bahkah ia tidak mengganti sepatu sekolahnya dengan sendal rumah. Ia berlari kearah tangga, saat pijakan terakhir ia melihat Ayah Kyungsoo.

“Oe? Hay paman!” sapanya cuek

“Kenapa kau baru pulang?

“Apa Kyungsoo dikamarnya?” Amber balik bertanya
“Ya di-”

Sbelum sang paman menyelesaikan ucapannya Amber sudah melesat pergi. Melihat hal itu, sang paman hanya bisa geleng-geleng kepala dan tersenyum. Keponakannya itu memang seperti itu. Seluruh penghuni rumah juga tau bahwa gadis tomboy itu sering bertingkah seenaknya. Bahkan para pelayan sering dibuat kuwalahan karena ucapannya yang terkadang ketus dan terkesan ceplas-ceplos.

Amber langsung menerobos masuk kedalam kamar Kyungsoo tanpa mengetuk pintunya terlebih dulu-padahal ia sudah sering kali mendepat peringatan dari Kyungsoo tentang hal ini- Ia berjengit heran karena tidak menemukan Kyungsoo disana.

“Kyungsoo?” Panggilnya namun tidak ada sahutan.
“Kyungsoo!” Dia sedikit meninggikan suaranya

“Apa?” Sebuah suara yang muncul membuat Amber terlonjak kaget dan menoleh kearah Kyungsoo yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“Ada yang ingin ku tanyakan padamu” seru Amber

“Jika itu bukan hal penting. Lupakan” jawab Kyungsoo sambil berjalan kearah meja belajarnya. Ia mulai menyalakan laptopnya.

Amber berdecak dan mencibir kearahnya “ayolah Kyungsoo aku serius!” Ucapnya. Namun Kyungsoo tetap bergeming membuat Amber menjatuhkan badannya di kasur empuk milik Kyungsoo dengan sedikit kesal. “Kau hanya perlu menjawab” lanjutnya tegas.

Kyungsoo masih sibuk dengan kegiatannya. Entah apa yang ia lakukan dengan laptopnya itu.

“Garosu-gil Street, Sinsa-dong. Kau tau daerah itu kan? Daerah itu juga daerah tempat tinggal Jiyeon. Dia bilang sudah mengenalmu sejak musim semi lalu”.
Penuturan Amber barusan membuat Kyungsoo menghentikan kegiatannya. Namun ia sama sekali tidak menoleh pada Amber. Jiyeon? Musim semi? Jadi si Gadis Susu itu bernama Jiyeon? Ahh iya Kyungsoo memang tidak pernah memperhatikan name tag gadis itu. Lagipula untuk apa? Namun sepertinya itu tidak mengubah apapun. Karena Kyungsoo kembali menekuni kegiatannya.

“Apa kau tidak pernah melihatnya? Dia memang tidak pernah keluar rumah. Tapi dia bilang dia sering memperhatikanmu lewat jendela kamarnya” Amber belum mendapat respon apapun dari Kyungsoo “Apa dia tidak pernah menyapamu?”

Kyungsoo terdiam. Tatapan datarnya seolah menerewang. Tiba-tiba saja kejadian saat itu terlintas dibenaknya.  Saat seseorang yang tidak ia kenal itu menanyakan namanya. Ia teringat saat tatapan gadis itu yang menggambarkan kegugupan,keterkejutan juga kekosongan. Ia tidak mengenal gadis itu. Gadis yang saat itu mengenakan dress pink selutut. Rambut panjangnya yang berwarna kecoklatan. Mata gadis itu yang menatapnya penuh. Kyungsoo mengingatnya. Jelas. Karena sejujurnya saat itu jauh dalam hatinya Kyungsoo benar-benar terpesona dengan kecantikan yang terpancar dari gadis itu. Kyungsoo bukannya tidak terkejut saat pertama kali melihat gadis itu disekolahnya. Dia hanya ragu akan pemikirannya sendiri. Dia bukannya tidak ingat tapi..

“Kyungsoo!” Amber menggeram kesal. Dia bangkit menghampiri Kyungsoo. “Hey Pria Arca! Kenapa kau melamun? Kau ingat sesuatukan?” Amber tidak mempedulikan tatapan dingin Kyungsoo, dia justru seperti menantang tatapan itu.

Kyungsoo mendesah. Kalau sudah seperti ini ia akan mengalah pada Amber. Ia tidak ingin Amber merengak nantinya. Jangan salah, rengekan Amber hanya ia tujukan untuk Kyungsoo. Ia tidak pernah menunjukan pada orang lain karena orang lain akan selalu menuruti keinginannya. Hanya Kyungsoo yang susah untuk dibujuk. Dan ternnyata rengekan itu ampuh ‘mengalahkan’ Kyungsoo.

“Hanya sekali” Kyungsoo menatap kearah lain saat mengatakannya. Dia malas menatap Amber yang pasti akan menuntut banyak pertanyaan setelah ini.

“Benarkah?!” Benarkan? Amber hampir berteriak ditelinga Kyungsoo. “Apa yang dia katakan?”

“Dia hanya menanyakan namaku”

“Lalu?”

“Lalu semua selesai. Kau boleh kembali kekamarmu”

Amber  hampir memukul kepala Kyungsoo karena menahan kesal. Untung saja tidak ada barang yang bisa ia gunakan untuk hal itu.

Saat sudah didepan pintu, Amber  menghentikan langkahnya dan kembali menoleh pada Kyungsoo.

“Ahh yaa, kau tau darimana tentang gelang hemofilia itu? Kau diam-diam memperhatikan Jiyeon kan?”

Amber langsung berlari keluar dan membanting pintu Kyungsoo saat mendapat deathglare dari pria dingin itu.

Kyungsoo berdecak. Amber selalu saja seenaknya. Gadis tomboy itu juga sering sekali mencampuri urusannya. Dan spertinya Kyungsoo mengingat sesuatu. Ia meraih kotak kecil diatas laci meja belajarnya. Ia membukanya dan menatap benda yang ternyata dalah gelang yang sama dengan milik Jiyeon itu dalam diam.

* * *

Setelah sekian lama, akhirnya dia mengendarai mobil pribadi miliknya. Hari minggu seperti ini biasanya ia masih bergelut dengan selimut, bermalas-malasan ditaman belakang dengan sebuah buku dan secangkir bubble tea atau bermain playstation bersama Amber. Kyungsoo jarang mengendarai mobil tapi hal itu tidak membuatnya kaku sama sekali. Buktinya Kyungsoo terlihat menikmati perjalanannya. Tapi tidak ada yang tau perasaan Kyungsoo sesungguhnya.

Kyungsoo sampai di sebuah pemakaman sekitar 30 menit kemudian. Dia melangkah dengan tenang. Dan berhenti disebuah makam yang bertuliskan “Hwang Miyoung”. Kyungsoo menatap makam itu datar namun dalam. Dan perlahan senyum kecil menghiasi wajah datarnya.

“Hai Ibu” ucapnya pelan. Kyungsoo seolah menyapa sang pemilik makam. Dari sorot matanya terlihat kerinduan yang mendalam.

“Apa kabar? Kuharap ibu bahagia disana” Kyungsoo berusaha untuk tidak menangis. Dia berusaha menekan semua kesedihannya.

Kyungsoo mengalihkan pandangannya kearah makam lain yang tepat berada disamping makam sang ibu. Dia melangkah mendekat pada makam yang bertuliskan nama ” Do Myungsoo” itu.

“Hyung” ucapnya lirih. Dan tanpa ia duga airmata itu terjatuh. Kyungsoo menghapusnya kasar. Ia berusaha tersenyum.

“Kau juga harus baik-baik saja. Ibu sangat menyayangimu. Buktinya dia pergi menyusulmu dan meninggalkanku”

Kyungsoo kembali mengingat kejadian 3 tahun lalu. Sebuah kecelakaan maut yang berhasil merenggut nyawa sang kakak tercinta membuatnya benar-benar terpukul.

“Myungsoo kehabisan banyak darah. Kami menemukan gelang ini disaku celananya. Hemofilia. Pendarahan yang tidak bisa dihentikan”

Karena kecelakaan itu juga ia harus kehilangan ibu tercinta. Nyonya Hwang tidak bisa menerima kematian anak sulungnya. Ia memilih mengakhiri hidupnya. Kyungsoo sangat terpukul. Saat itu dia hanya berpikir untuk membenci ibunya yang memilih pergi meninggalkannya.

“Tidak ada yang tau tentang penyakit hyung-mu. Ayah dan ibu menyembunyikan penyakitnya. Agar dia bisa berbaur dengan yang lain tanpa harus dibedakan. Maafkan Ibu Kyungsoo. Ibu tidak bisa menerima semua ini”

“Kenapa ibu harus pergi? Lalu bagaimana denganku? Apa kalian tidak bisa mengajakku saja”

Saat itu tidak ada yang bisa Kyungsoo lakukan selain menangis dan menangis. Tidak ada lagi sang kakak yang akan menjahilinya. Tidak ada lagi sang ibu yang akan memanjakannya. Dan sejak hari itu dunia Kyungsoo berubah.

“Ibu menyayangimu. Hiduplah dengan baik”

“Jika ibu menyayangiku. Ibu tidak seharusnya pergi saat itu.” Kyungsoo mengakhiri kalimatnya dengan setetes airmata yang mengalir dipipinya. Demi Tuhan. Kyungsoo tidak pernah menangis setelah kejadian hari itu. Tapi saat ini, dia benar-benar terlihat rapuh mungkin karena rasa rindu itu tidak bisa terbendung lagi.

Cukup. Meskipun ia menangis tersedu di makam ini, tidak akan ada yang berubah. Maka Kyungsoo melangkah pergi dari sana. Meninggalkan semua kesedihan juga kerinduannya. Namun sebelum langkah itu menjauh, Kyungsoo tiba-tiba berhenti dan kembali menoleh tanpa membalikkan badannya.

“Aku merasa ibu lebih menyayangi hyung” ucapnya dengan disertai senyum kecil.

Kyungsoo kembali melangkah. Dia berjalan denga menatap lurus kedepan. Dan Kyungsoo melihat seseorang. Gadis susu. Kyungsoo tanpa sadar memperhatikan gadis yang tengah berjalan berlawanan arah dengannya itu. Gadis itu menggunakan payung juga membawa sebuket bunga ditangannya. Ada pria baruh baya bersama sang gadis. 

Dalam langkahnya Kyungsoo tetap memperhatikan Jiyeon dalam diam. Gadis itu sepertinya tidak melihat Kyungsoo.  Dia berjalan dengan menunduk sesekali menciumi bunga yang dipegangnya. Ekspresi polos gadis itu tak luput dari perhatian Kyungsoo. Sesekali gadis itu mengernyit dan meniup poninya. Kyungsoo sadar dengan sikapnya saat ini. Dia hanya tidak mengerti kenapa gadis itu bisa membuatnya merasakan perasaan lain. Dia tidak pernah tertarik pada apapun. Tapi kali ini, berbeda. Kyungsoo bukan orang bodoh. Dan ia juga tidak ingin menjadi orang yang munafik.
.

.

.

Jiyeon menghentikan langkah saat ia melihat seseorang yang ia kenal berada tak jauh dari pandangannya.

Kyungsoo? Jiyeon menatap tidak percaya pada orang yang dilihatnya saat ini. Apalagi sat ini Kyungsoo seperti tengah menatapnya. Jiyeon terdiam. Tidak ia pedulikan sang ayah yang sudah berlalu terlebih dulu.

Namun Kyungsoo kembali membuang pandangannya dan kembali berjalan. Bahkan saat berpapasanpun ia sama sekali tidak melirik pada Jiyeon yang masih terus menatapnya dalam diam.


TBC

Haii! Masih pada nunggu gak nihh😀

Sampe disini, masih ada yg bingung gak? Maaf ya kalo alurnya berantakan .-.v aku masih baru sih..

Ohh yaaa, ngerasa aneh gk sih sma karakternya Kyungsoo yg datar cuekbebek disini? Aku buat sengaja kaya gitu karena mukanya dia itu cocok aja. Kalo lagi datar itu keliatan deh karismanya/deeuuhh apaan deh  XD/ ya pokoknya suka aja ama karakter yg kaya gini…

Dikomen yaaa and sorry for typo

Fic ini kayanya gak nyampe berchapter-chapter deh😀

Paii paii..
 

33 thoughts on “[Sequel] Do Kyungsoo : The Story Begin (3)

  1. intanawalur0712 berkata:

    ihhh~ Kyungsoo emang pantes di panggil ‘patung arca’ disini.Sifatnya yang cuek itu bikin gemeessss! Apalagi pas dia diem waktu Jiyeon nyapa dia di halte terus ngajak bareng,kalo aku jadi Jiyeon aku sentil jidatnya Kyungsoo .-.

    kelakuan Amber disini bikin tepok jidat,gak kebayang gimana ntar yg jadi pacarnya😐
    tapi walaupun kelakuan Amber bikin tepok jidat,Amber bisa dibilang cukup membantu,dia bisa jadi ‘jalur penghubung’ antara Kyungsoo-Jiyeon hihihihi :3

    ohhh~ jadi Kyungsoo punya kakak yang punya penyakit hemofilia,ku kira gelang yg di laci punya kyungsoo.Hufftt untung bukaannn~

    di chapter ini banyak informasi penting yang bikin aku angguk-angguk kepala sama ngomong ‘oohh gitu tohh’ berkali-kali,hehehehe

    ditunggu chapter selanjutnya thor! ^^

  2. adezenianggraeni berkata:

    haaah thor setelah sekian lama akhirnya publish aku suka aku suka😀

    tentang gelang itu, terungkap juga😀

    tapi aku masih penasaran kelanjutannya, jadi jangan lama-lama ya thor😀

    SEMANGAT !!!!

  3. MyLovely Wulan berkata:

    whuaa~ akhr.aa publish jg
    wah jiyi ada peningkatan nii,dy udh brani mnyapa d.o.. Tp emang dasar d.o si patung arca,dy malah cuekin jiyi tp..mnurutku sikap d.o skrng mnunjukn bhwa dy ada ktertarikn sma jiyi
    amber biarpun sikap.a sembrana sembrono tp justru dy yg mramaikn suasana

    next next next

  4. salsa berkata:

    Next ^^ , mkin pnsrn deh. Jujur aku pling ska sma amber di ff ini apalagi krkternya itu deh aduh bikin gemes aja !

  5. sifa berkata:

    yey..akhirnya ada lanjutannya jga..
    kyungsoo kyaknya udah mulai suka jiyi yaa?? keke~
    ahh..nunggu banget moment mreka..
    next part ditunggu..

  6. iineey berkata:

    Fakta ttg kyungsoo terungkap
    Ternyata kakaknya sama kyk jiyeon
    tp hub mereka ada peningkatan nih, jiyeon berani ngajak DO berangkat bareng kkkk
    Trus DO jg ngerasa ‘sesuatu’ nih tiap deket jiyeon

    Aaaaaa aku sukaaa ceritanyaa ><
    Next nya di tunggu yaa

  7. rah berkata:

    ih, ampun dh si Kyungsoo,
    datar bnget,
    ah, kasian kan Jiyeon,
    tpi aku suka bnget peran Amber dsini,
    hehe,
    dtunggu part selanjutnya ya

  8. Little Cheonsa berkata:

    Ooh jadi gitu toh tentang gelang hemofilia itu. Ternyata punya kakak Kyungsoo bukan punya Kyungsoo. Kasian si Kyungsoo.. tadinya aku mau nangis, eh malahan ada si Jiyeon buat aku gak jadi nangis😛.
    Karakter Amber disini ngegemesinnnn banget!
    Ah, pokoknya keren deh ff ini.
    Cepat lanjut ya thor

  9. Sukma lia berkata:

    Yah ketemu 3 huruf paling menyebalkan ini lagi ( TBC )
    Aku lebih suka caracter d.o kyungsoo yang dingin dan cuex..
    Sebelumnya minta maaf aku rasa ff nya kurang panjang thor atau cuma perasaan ku saja yang terlalu asyik membaca ff nya..
    Tapi tetep dapet feel nya kok..
    Next nya agak di perpanjangin lagi ya thor..
    10 jempol buat author..
    FIGHTING AND KEEP WRITING.

  10. happydohun berkata:

    Akhirnya muncul juga nih ff hehe
    next chap lebih cepet di postnya ya thor😉
    Gemes banget sama DO >.<

  11. djeany berkata:

    bgian do datar tapi menarik,jiyeon yg kalem n polos.amber penuh warna buat kita tepok jidat.komplet walau kurang ngerti dg penyakit hemofilia itu gman??

  12. Piga Tan berkata:

    gapapa thor,gapapa =D
    aku suka ama karakter kyungsoo yg kek gth =D
    jd ngebayangin nya dy tampak cool gth =D
    kalo ngmongn alur,aduh gak brantakan kok,malah menurutku ini udh bgus!pelan-pelan tp pasti dan yang penting feelnya jga dapet bgt =D
    ahh,pokoknya mash penasaran dg kelanjutan mereka,di tunggu ya next partnya =)
    HWAITING AUTHOR =D

  13. Judit Exoshidae SonExotic 2713 berkata:

    cepetan di next nyaa thor!!!!!!!!!!!!!!!!!!😄
    penasaran pkek BGT!! di sini D.O nya dingin banget. -_-
    sampe geregetan baca thor,, udh ntu si amber pecicilan+jail bingitss.
    trus yg jiyeon pendiem amat, aktif dkit nape. -3-
    jng lama2 ya thor, aku nungguin banget nih, masak sebulan skli di next nya, seminggu sekali ya thor. ‘-‘)/

  14. nadia1 berkata:

    uh begitu ceritanya???wuahhhhhh myungso kok meninggal…uh ini ffnya ga ada konflik cinta segitiga ya???tpi tak appa aku suka moment yg mengalir alami

  15. Lisa naura khalisha berkata:

    Crta sedih bngetz ap lge kyungsoo harus k’hilangan kka nya dan ibunya bnh diri yha ampuh…..
    Amber ternyta mnja bngetz sma kyungsoo aplge ngingn kn sstu…

  16. rusakecil berkata:

    Halah kirain gelang yang sama kaya jiyeon itu punya kyungsoo *fyuh
    Cocok kok thor,karakter dyo disini gemesin minta ditabok *eh
    abis cuekbebek banget-_- tapi sukaaaaa😀

  17. MFAAEM berkata:

    ooo jadi kyungsoo punya gelang hemofilia punya hyungnyaa… duh si kyungsoo jual mahal amat, ngeliatin daritadi aja pake melengos segala wkwk

  18. Namida Kim berkata:

    Huwaah gila ceritanya.. Kyungsoo emang cocok dibikin gini sih karakternya, penerus perusahaan lagi, perfecto haha..

  19. Herna Dwi Agustina berkata:

    cie cie kya’y ada yg udh mulai tumbuh rasa2 suka nich, kkkkkk….. ^^
    tpi knp sich kyungsoo dingin bgt sma jiyeon??? klo nnti tiba2 ada yg ngedeketin jiyeon bru tau rasa loh kyungsoo, bsa nyesel tuch.
    semoga aja ini happy ending, and semoga aja kyungsoo cpt sdr sma perasaan’y. ^^

    ya udh aku lanjut dlu yah chingu, pyong…. ^^

  20. tari_j berkata:

    Waah kasihan banget kyungsoo. Ternyata dia tau tentang itu karna kakakny jga punya penyakit sama kayak jiyeon hikss… Jadi Ikut sedih.
    Keren thor. Fighting!!

  21. Natsuya berkata:

    Kyungie cocok sih disandingin ama Amber yg berisik, jd bayangin klo dy ama Cenyol jlan breng yg berisik Cenyolnya/apaansih/ -=-
    pngen deh pnya sepupu kya Kyungsoo, soalnya w jg berisik/gaada yg nanya/
    ok Indy a~ aq lnjutin bca ya, fighting!!!! :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s