FF : The House Tree 2 – Sebelas

The House Tree II

Tittle              : The House Tree 2

Author            : Ohmija

Genre              : Family, Brothership, Friendship, A little Comedy Action Sad

Cast                : EXO

Summary        : “Mungkin Busan memang lebih baik daripada tempat ini. Terkadang, aku juga berpikir ingin kembali ke Busan dan mencari pekerjaan disana. Tapi, aku tidak bisa meninggalkan saudara-saudaraku. Walaupun tugasku hanya memasak, aku rasa berada disini bersama mereka adalah pilihan tepat daripada kembali ke rumah. Kami sudah berjanji untuk melewatinya bersama-sama.”

Rasanya tidak ingin melepaskan kedua tangannya yang sedang memeluk tubuh itu. Justru semakin lama semakin ingin mengeratkan pelukannya dan tidak melepaskannya lagi. Sosok yang sudah lama tidak dilihatnya itu akhirnya hadir lagi, akhirnya dia lihat lagi.

“Oema, aku benar-benar merindukanmu. Sangat sangat merindukanmu.”seru Sehun memeluk wanita tua itu erat-erat.

“Ya ya ya, jika kau memeluk oema seperti ini, oema akan sulit bernapas.”

Sehun melepaskan pelukannya dan menatap wanita itu dengan wajah cemberut, “karena aku sangat merindukan oema.”

Wanita itu tersenyum lembut sambil mengatupkan kedua telapak tangannya di wajah Sehun, “aigooo, semakin lama kau semakin bertambah tinggi. Apa kau selalu minum susu setiap malam, huh?”

Sehun menggeleng, “Tidak. Aku tidak pernah lagi minum susu karena oema tidak ada. Tidak ada yang bisa membuat susu seenak buatan oema.”

“Kau tidak boleh seperti itu. Harusnya kau tetap minum susu agar tubuhmu sehat.”

“Oema!” tiba-tiba dibelakang Sehun ada sebuah suara yang terdengar, membuat Sehun dan nyonya Jung menoleh.

“Astaga, Jung Jongin! Anak siapa itu?!” Nyonya Jung tak kalah histeris saat melihat anaknya yang masih memakai piyama, menggendong anak perempuan yang tidak dikenalnya.

Jongin bersikap seperti tidak mendengar, dia menurunkan Lauren dari gendongannya dan berlari menghampiri nyonya Jung dengan kedua tangan yang terentang, ingin memeluk.

“Oema, aku merindukanmu!”

“Ya Jung Jongin! Anak siapa itu?! Kau menghamili siapa?! Anak siapa itu?!” Nyonya Jung justru menepis tangan Jongin, lalu memukuli badan Jongin tiba-tiba.

“Oema, dia bukan anakku. Hentikan. Oema, badanku sakit.”seru Jongin sambil berusaha melindungi tubuhnya dengan kedua tangan.

“Jangan berbohong! Wanita mana yang kau hamili, huh?! Kenapa kau menggendong anak kecil! Dasar kau anak nakal. Aku sudah bilang kan agar kau menjaga dirimu.”

“Oema!” Jongin meninggikan nada suaranya, mencekal kedua tangan nyonya Jung agar dia berhenti memukulinya. “Aku sudah bilang dia bukan anakku. Jika aku menghamili seorang wanita, anakku tidak akan tumbuh besar secepat itu.”jelasnya bersungut-sungut.

Nyonya Jung masih bersikap acuh, “lalu anak siapa itu? Kenapa kau menggendongnya?”ketus nyonya Jung.

“Dia adalah Lauren. Dia—“

“Dia adikku.”potong Sehun, ekspresinya berubah sedih saat ia menatap nyonya Jung.

Mata nyonya Jung membulat lebar, “apa? Anak siapa?”

Sehun menelan ludah pahit, “Dia adikku, oema. Dia adalah anak appa dari istri barunya.”

***___***

Nyonya Jung bahkan nyaris ternganga lebar mendengar semua cerita Sehun tentang kehidupannya selama ini. Kenapa sekarang dia jarang menghubunginya, kenapa waktu itu dia tidak datang, dan kenapa dia menyembunyikan semuanya seorang diri. Ia mengatakan semuanya. Sambil menangis. Membuat nyonya Jung juga hampir menitikkan air matanya, tidak tega melihat kesedihan anak bungsunya itu.

Dan juga, Sehun benar-benar meminta maaf padanya. Benar-benar menciumi tangan oemanya dengan penuh penyesalan dan berharap agar dia tidak meninggalkannya karena masalah ini. Sebenarnya dia takut, tapi dia ingin jujur. Dia tidak ingin menyembunyikan apapun dari seseorang yang telah membesarkannya itu.

Sehun berlutut didepan nyonya Jung, menggenggam kedua tangannya erat-erat dan menatapnya dengan wajah yang sudah basah.

“Oema maafkan aku. Tolong jangan membenciku dan meninggalkanku. Selamanya, oema tetaplah oemaku. Dan aku benar-benar berterima kasih karena oema sudah merawatku dulu. Walaupun kini ibu kandungnya sudah kembali, tapi aku juga tidak ingin oema pergi dari sisiku. Aku ingin oema selalu ada. Aku mohon.”

“Dimana ibumu sekarang, hm?”tanya nyonya Jung sambil menghusap air matanya.

“Dirawat di rumah sakit. Dia mengalami koma karena aku.”

“Sehunnie, bukan karena kau.” Chanyeol memotong ucapan Sehun, tidak menyetujuinya.

“Apa dia merawatmu dengan baik? Apa dia juga suka memukulmu seperti aku?”

Sehun menggeleng lemah, lalu menunduk bersamaan isakannya yang semakin menjadi. “Tidak ada yang sebaik oema. Terkadang, bahkan aku sangat merindukan pukulan oema. Terkadang, aku juga merasa menyesal karena aku menjadi Park Sehun, bukan Jung Sehun seperti dulu.”

“Kau tau kau tidak boleh bicara seperti itu, kan?” nyonya Jung mengulurkan tangannya, mengatupkan kedua telapak tangannya di pipi Sehun dan mengangkat wajahnya. “Menjadi Park Sehun atau Jung Sehun, kau tetaplah anak oema. Tidak ada yang bisa menggantikanmu.”

“Oema tidak akan meninggalkanku, kan? Oema tidak akan pergi, kan?”

“Tidak ada seorang ibu yang tega meninggalkan anaknya. Aku memang bukan orang yang melahirkanmu. Tapi, aku adalah orang yang sudah merawatmu sejak dulu. Aku sudah menganggapmu seperti anak kandungku.”

Sehun tidak bisa menahannya lagi, ia meletakkan kepalanya diatas pangkuan nyonya Jung dan menangis disana.

“Aku sangat menyayangi oema. Sejak dulu.”

Menyusul Sehun, Chanyeol juga meletakkan kepalanya di pangkuan nyonya Jung. Sedangkan, Luhan, Jongin, Baekhyun dan Kyungsoo memeluk tubuhnya erat-erat.

Terima kasih Tuhan, kebersamaan ini tetap terjaga.

***___***

Sehun benar-benar snagat bersyukur atas kebaikan hati nyonya Jung. Berpikir jika pada awalnya dia tidak akan bisa menerima semuanya, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Nyonya Jung mampu memahaminya, bahkan bisa menerima Lauren dengan baik.

Selama ini dia memang tidak pernah memiliki anak perempuan. Terus saja dikelilingi oleh anak laki-laki yang setiap harinya terus saja membuat ulah dan membuatnya berteriak. Tapi kini, ada seorang anak perempuan disisinya.

Anak perempuan cantik yang hampir mirip dengan wajah Sehun. Bibir kecil dan eye smile yang manis. Entah karena apa, tapi keluarga Sehun memang memiliki gen yang unggul. Semua keturunan keluarga Park memiliki wajah yang tampan dan cantik. Juga tubuh yang tinggi.

“Namamu Lauren?”tanya nyonya Jung berjongkok didepan Lauren.

Lauren mengangguk, masih malu-malu.

“Kau tidak mungkin mandi bersama mereka, kan? Kau mau mandi bersama omoni? Setelah itu kita akan keluar untuk membeli beberapa peralatanmu.”

“Jinjjayo? Kita akan keluar bersama? Dengan Sehun oppa juga?” Mata Lauren seketika berbinar.

“Wae? Apa kau sangat menyukai Sehun oppa?”tanya nyonya Jung sambil membuka kancing piyama Lauren.

Lauren mengangguk, “emp. Noumu chua. Sehun oppa sangat tampan.”

“Tapi bukankah Luhan oppa juga tampan?”

“Tidak. Luhan oppa tidak tampan, dia cantik” Jawaban Lauren seketika membuat nyonya Jung tertawa geli.

Sedangkan di ruang makan, Luhan berhasil membujuk Xiumin dan Chen yang terus memaksanya untuk pergi bekerja bersama. Keduanya akhirnya pergi, dan dia masih terduduk di ruang makan dengan mengenakan piyama. Sudah jelas, dia juga belum membersihkan dirinya.

Suho dan Lay sudah pergi bekerja. Menyisahkan Baekhyun, Kyungsoo, Chanyeol, Jongin, Tao, Sehun dan Luhan di ruang makan.

“Kris hyung pasti terkejut saat dia pulang ke rumah nanti.”seru Baekhyun mencomot roti panggangnya.

“Yeaah, dia pasti sangat terkejut saat melihat oema ada disini.”sahut Kyungsoo.

“Baekhyunnie, kita batalkan rencana kita mencari pekerjaan hari ini. Aku ingin ikut bersama Sehun menemani Lauren mencari peralatan kamar.”ucap Chanyeol sama sekali tidak tertarik untuk mencari pekerjaan hari ini.

“Hyung, siang ini aku mendapatkan panggilan interview di salah satu sekolah kungfu. Aku rasa aku akan mengajar di sekolah itu saja daripada bekerja di café lagi.”seru Tao.

“Benarkah? Dimana kau mendapat panggilan interview?”

“Beijing Kungfu Class. Doakan aku agar aku diterima, oke?”

Seketika Sehun tertawa keras, “Tidak perlu. Aku akan menelpon Yoo sajangnim dan memberitahunya untuk menerimamu di sekolah itu.”

Kening Tao berkerut tidak mengerti, “apa maksudmu?”

“Sekolah itu adalah yayasan yang didirikan ayahku. Aku pernah menawarimu untuk mengajar disana tapi kau menolak. Bahkan sebelum aku memberitahu nama sekolahnya.” Ia meneguk susu hangatnya.

Mata Tao langsung membulat lebar, “jinjjayo?! Sekolah itu milikmu?!”

“Cih, apa jangan-jangan taman Sungai Han, menara Namsan, dan tempat-tempat lain juga milik ayahmu? Kenapa semua yang ada di Seoul kebanyakan milikmu? Kesal sekali.”cibir Jongin.

“Benar. Susah sekali mencari pekerjaan di tempat yang bukan milikmu.”sahut Tao.

“Ya! Memang apa bedanya bekerja di tempatku dan ditempat orang lain? Kau tidak perlu bersusah-susah mengikuti interview dan berbagai test. Kau bisa langsung bekerja disana jika kau mau.”

“Justru yang seperti itu yang aku tidak suka. Jangan memperlakukanku seperti itu dan jangan coba-coba menelpon Yoo sajangnim. Biarkan aku seperti pegawai lain.”

“Keundae wae?” balas Sehun.

“Turuti saja perintahku, Park Sehun. Jika tidak, aku akan menghajarmu.”ancam Tao membuat Sehun seketika mendelik.

“Mwo?!”

“Berhenti bertengkar dan pergi mandi sekarang, anak-anak malas!”

Tiba-tiba nyonya Jung muncul, ia menjewer telinga Sehun dan Jongin. Menariknya agar kedua anak itu berdiri.

“Oema sakit… oema…” jerit Jongin sambil berusaha melepaskan jeweran nyonya Jung di telinganya.

“Oema, kami akan mandi. Tapi lepaskan kami dulu. Telingaku sakit.”tambah Sehun.

“Oema tarik telinga mereka sampai putus pwahahaha…”

“Ya Jung Baekhyun, kau juga pergi mandi sekarang!”ketus nyonya Jung hendak melempar Baekhyun dengan apel yang ia ambil dari mangkuk buah. Baekhyun langsung berlari pergi. “Dan kau Jung Luhan,” Kini nyonya Jung menarik telinga Luhan yang sedang tertidur dan memutarnya kuat. “Jika kau tidak bangun, kau tidak akan mempunyai telinga lagi!”

Luhan seketika terkejut, “appo… oema… telingaku… araesso, aku akan mandi sekarang.”

“Cepat mandi!”

Teriakan nyonya Jung berhasil membangunkannya dengan sangat mudah. Detik itu juga, si raja tidur Luhan langsung berdiri dan menyeret langkahnya malas menuju lantai dua. Ia berjalan sambil menutup mata. Juga menghusap-husap matanya yang masih mengantuk.

“Buka matamu dan perhatikan jalan. Kau bisa menabrak!” ia meneriaki Luhan kembali.

“Baiklah nenek sihir, aku akan mandi dulu lalu menemani kalian membeli pralatan kamar. Saranghae.”

Cup

“Aku juga akan mandi dulu. Saranghae.”

Cup

Tiba-tiba Sehun dan Jongin mencium pipi nyonya Jung dari belakang lalu berlari secepat kilat menuju lantai dua. Nyonya Jung terkejut bukan main, ia memutar tubuhnya mencari Sehun dan Jongin lalu kembali berteriak.

“Ya Jung Sehun! Jung Jongin! Dasar anak nakal!”

“Pwahahaha… oema mereka sangat merindukan oema.”seru Kyungsoo yang hanya tertawa melihat tingkah kekanak-kanakkan Jongin dan Sehun.

“Rindu untuk menggangguku maksudmu?”

Kyungsoo masih tertawa geli, “Mungkin jika tidak membaut oema berteriak dalam satu hari, mereka tidak akan puas.”

“Dasar anak-anak nakal.”

“Oema mau makan sesuatu? Aku akan memasak untuk oema.”tawar Kyungsoo sembari membersihkan meja makan.

Hal itu membuat nyonya Jung tertegun, ia menghampiri Kyungsoo dan menatapnya lirih.

“Apa setiap hari kalian selalu seperti ini? Kalian pasti sangat lelah.”

Kyungsoo menggeleng, “Mungkin Busan memang lebih baik daripada tempat ini. Terkadang, aku juga berpikir ingin kembali ke Busan dan mencari pekerjaan disana. Tapi, aku tidak bisa meninggalkan saudara-saudaraku. Walaupun tugasku hanya memasak, aku rasa berada disini bersama mereka adalah pilihan tepat daripada kembali ke rumah. Kami sudah berjanji untuk melewatinya bersama-sama.”

Nyonya Jung tersentuh, ia tersenyum lembut menatap Kyungsoo. Sangat bersyukur dengan ikatan persaudaraan mereka yang sangat kuat sejak dulu. Karena, jika salah satu dari mereka tersakiti, rasa sakitnya akan dirasakan oleh semua. Mereka selalu berbagi dalam semua hal.

Nyonya Jung mengulurkan tangan, mengatupkan telapak tangannya di pipi Kyungsoo.

“Terima kasih karena kau sudah menjaga mereka dengan baik. Tolong jangan meninggalkan mereka, bahkan disaat kalian melewati masa-masa sulit sekalipun. Maaf, karena oema tidak bisa bersama kalian terus-menerus.”

Kyungsoo tersenyum, kemudian menggeleng yakin. “Tidak akan. Kami akan selalu bersama-sama. Oema tidak perlu khawatir. Mungkin, ini adalah cara untuk membuat kami semakin mandiri. Kami pasti bisa melewatinya.”

***___***

Kris kembali ke rumah dengan langkah-langkah lemas dan kepala yang tertunduk. Keadaannya tidak terlihat baik, dan penampilannya sedikit berantakan.

“Adeul, gwenchana?”

Saat sebuah suara lembut terdengar di telinganya, ia perlahan mendongak. Detik itu juga matanya melebar saat menemukan sosok wanita yang selama ini ia rindukan.

“Oema…”lirihnya. Kemudian berjalan cepat menghampiri sosok itu dan mengatupkan kedua telapak tangannya di pipinya. “Oema?”ulangnya lagi hampir menangis. “Oema!”

Hingga akhirnya ia menyadari jika sosok yang sedang berdiri didepannya memang nyata. Itu dia. Dan dia sangat merindukannya. Kris memeluk nyonya Jung sekuat yang ia bisa, tiba-tiba meneteskan air mata di pundaknya. Menumpahkan seluruh rasa sakit dan kesedihannya yang selama ini tertahan.

“Oema? Benarkah ini oema? Aku tidak bermimpi kan? Ini oema!”

“Kau baik-baik saja, hm? Kenapa kau terlihat buruk? Apa yang terjadi? Kau tidak apa-aoa kan?”

“Oema… aku merindukan oema. Sangat sangat merindukan oema.” Kris melepaskan pelukannya, kali ini menggenggam kuat kedua tangan nyonya Jung seperti enggan melepaskannya. “Sekarang aku telah mendapatkan kekuatanku. Aku tidak apa-apa.” Ia menggeleng yakin.

Nyonya Jung tersenyum lirih, “Sehun sudah menjelaskannya pada oema. Tentang hidup kalian, tentang ibumu dan Lauren. Ya, kenapa kau tidak memberitahuku, hm? Mau menyembunyikannya dari oema? Mau menahannya seorang diri?” Ia menghusap pipi Kris lembut. “Apapun yang terjadi, walaupun oema bukan ibu kandungmu, harusnya kau menceritakan semuanya. Jika kau lelah, kau bisa datang pada oema. Oema akan memelukmu.”

Mata Kris membulat, “oema sudah mengetahuinya?”

“Wae? Apa tidak boleh?”

“Tidak. Bukan begitu.” Kris menggeleng cepat. “Aku hanya tidak mau oema salah paham. Aku tidak mau oema berpikiran yang tidak-tidak.”

“Oema tidak mungkin melakukannya Kris.”balas nyonya Jung lembut. “Walaupun pada awalnya oema sedikit terkejut, tapi oema mengerti.”

“Benarkah?” Kris bertanya tidak percaya.

“Tentu saja, hyung. Oema tidak akan meninggalkan kami.” Tiba-tiba Sehun muncul dan memeluk nyonya Jung dari belakang. “Tidak perduli aku adalah Jung Sehun atau Park Sehun, aku tetap anak oema.”

Kris menatap keduanya dengan mata berkaca-kaca. Terharu sekaligus bahagia saat dia menyadari jika dia tidak sendiri. Dia memiliki saudara dan ibu. Dia memiliki kekuatan dan alasan untuk bertahan,

“Hyung, aku akan pergi ke rumah sakit nanti. Aku harus menemani Lauren membeli beberapa peralatan kamar.”ucap Sehun melepaskan pelukannya.

“Oema tidak ikut, kan?”

“Tentu saja ikut.”balas Sehun cepat. “Oema akan menemani kami.”

“Ya, oema tidak usah ikut.” Kris menarik lengan nyonya Jung ke sisinya. “Oema di rumah saja menemaniku.”

“Mwo? Oema bilang akan ikut.” Sehun tidak mau kalah, kembali menarik lengan nyonya Jung ke sisinya.

“Benar. Kami juga akan ikut. Aku, Baekhyun dan Jongin akan menemani mereka berbelanja.”

Chanyeol, Baekhyun, dan Jongin juga muncul di ruang tamu. Sudah berpakaian lengkap dan siap untuk keluar.

Mata Sehun melebar, “siapa yang akan mengajak kalian?!”

“Wae? Kami juga mau ikut. Kami bosan berada di rumah.”decak Baekhyun, berdiri didepan lemari kaca dan menjadikannya sebagai cermin untuk merapikan tatanan rambutnya.

“Tapi kami hanya membeli peralatan kamar. Tidak perlu beramai-ramai.”

“Tidak. Kami akan ikut.” Jongin tetap bersikeras. “Lagipula tidak ada kelas hari ini.”

“Kalau begitu aku akan pergi ke rumah sakit. Pasti tidak ada yang menjaga omoni, kan?” Kyungsoo menawarkan diri.

“Aku akan pergi bersama Kyungsoo.”tambah Luhan.

Kris merasa semakin keki, “kau tidak akan pergi kemana-mana kan Tao?”ketusnya kesal.

“Ah, siang ini aku harus interview pekerjaan. Sepertinya aku juga akan pergi.”

“Lalu?! Kalian akan membiarkanku sendirian di rumah, huh?!”

“Pergilah bekerja. Ada Xiumin hyung dan Chen hyung yang akan menemanimu, hyung.”

Kris mendelik kearah Sehun, “Ya, Park Sehun!”

***___***

Luhan memutuskan untuk menemani Kyungsoo pergi ke rumah sakit untuk menemani nyonya Park yang masih koma. Kris terlihat sangat lelah, sehingga mereka membiarkannya untuk istirahat di rumah.

“Apa yang kau bawa di tasmu? Kenapa terlihat sangat berat?”canda Luhan, berjalan bersisian dengan Kyungsoo menuju ruang perawatan.

“Aku membawa snack dan Kimbap untuk kita makan jika bosan.” Kyungsoo meringis lebar.

“Ah, terima kasih. Kebetulan aku sedang lapar.”

“Hyung,”panggil Kyungsoo membuat Luhan menoleh. “Menurutmu, bagaimana jika aku mencari pekerjaan? Sepertinya selama ini hanya aku yang tidak pernah bekerja.”

“Memang benar. Tapi…” Luhan menggigit bibir bawahnya kelu sembari menatap Kyungsoo ragu. “Kyungsoo, kau tau kan jika Jongin dan Sehun…”

“Aku tidak mungkin selamanya mengurus mereka berdua, hyung.”potong Kyungsoo seakan bia membaca pikiran Luhan. “Walaupun aku masih ingin mengurus mereka, tapi aku juga harus bekerja karena sekarang aku sudah dewasa.”

Luhan terdiam. Dalam hati mengiyakan ucapan Kyungsoo karena dia memang tidak mungkin selamanya mengurus Sehun dan Jongin. Dia pasti merasa bosan, setiap harinya hanya memasak dan terus berada di rumah.

“Bagaimana jika kau mengatakannya pada Sehun? Aku rasa dia pasti punya solusi untuk hal ini.”

“Solusinya sudah pasti menyuruhku untuk bekerja di salah satu perusahaannya.” Kyungsoo menggeleng. “Aku ingin seperti Baekhyun dan Chanyeol, mereka bekerja dengan usaha mereka sendiri.”

“Lalu maksudmu aku–?”

“Tidak hyung. Bukan begitu. Aku mengerti jika kau bekerja disana karena Sehun dan Kris hyung. Hanya saja, aku punya pemikiran lain untuk bebas. Maksudku, aku ingin bekerja di tempat yang tidak ada hubungannya dengan perusahaan keluarga Park.”

“Kyungsoo, tapi kau tau bagaimana watak Sehun kan? Aku tidak yakin dia akan membiarkanmu.”

Kyungsoo mendesah panjang, “Itu lah yang aku pikirkan. Aku khawatir dia tidak akan mengijinkanku.”

“Oe?!” Tiba-tiba langkah Luhan terhenti saat ia melihat seseorang berpakaian hitam dan memakai topi keluar dari ruangan nyonya Park. “Ya! Siapa kau?!”

Orang itu terkejut, lalu menutup pintu dengan keras kemudian berlari pergi.

“Ya!” Luhan mengejarnya. Sesaat menoleh ke belakang dan berseru pada Kyungsoo, “Kyungsoo cepat panggil dokter!” Lalu melanjutkan larinya lagi.

Kyungsoo mengangguk, dengan tergesa memasuki ruangan nyonya Park untuk memeriksa keadaannya sambil memencet bel pemanggil suster.

TBC

 

48 thoughts on “FF : The House Tree 2 – Sebelas

  1. Tiikaa berkata:

    yuhuuu,,, kelanjutannyaa udh dipublish,,,
    omooo itu siapa yg abis dri kamarnya nyonya park’? Orng jahat kah dia?? Mau ngapain dia di kamarnya nyonya park.. Smga gk terjadi apa2..
    Tpi penasaran aku eon sma orng itu…
    Huft klanjutanyyaa aku tunggu ya eon🙂
    Buat eonnya semngat terus ya ^^

  2. 민현 berkata:

    first???
    huuuuaaa mi ja oenni aku kangen ff kamuuuu…
    aku kangen sama ff yang bisa nikin aku nangisss…
    syukur jung ahjumma bisa nerima dengan lapang dada… pengen jadi laureeennn

  3. nina berkata:

    uhh diawal2 udah bikin sedih😥
    untung jung eomma org nya pengertian, sabar dan penyayang iia :’)
    huhuhu kris ㅠㅠㅠㅠ
    eh itu siapa? mau nyelakain park eomma iia
    andwae!!
    walau jahat tp ntr trio tiang itu sedih
    semoga luhan bisa nangkap dia

  4. jyeehyun berkata:

    AAAAAAAAA APDET JUGA…SETELAH BERTAHUN TAHUN MENUNGGU….
    anjirrrr tbc pas lagi situasi gawat2 nyaaaaaa. Authorrr mah jahaatt:—( orang item itu siapaa? Jahat ya?
    Oke oke disini terharu sekaligus ngakak ngeliat kris. Lawak mulu ah.

    Ehem ehem hanya sekedar mengingatkan thorr. Kalau The lord of legend dan ghost rider belum dilanjutin.

    AKU UDAH NUNGGU AMPE KARATAN LOH THOR. AYOLAAHH CEPET DILANJUTIN YAAA ehehehehe.

  5. intanawalur0712 berkata:

    aku selalu suka Fanfic ini dari season pertama-yang sukses bikin aku mewek- karena ikatan persaudaraan mereka yang eraaattttt banget-walaupun baru komen sekarang- tapi beneran,aku suka!

    dan chapter ini,jadi kangen Kris baca fanfic ini-sama fanfic2 kak Mi Ja yang lain- T.T

    masalah satu selesai,muncul masalah baru,itu siapa yang masuk ke ruang rawat nyonya park?! hadeuh bikin moment bahagia ancur aja nih -.-

    okelah,aku penasaraaannn! lanjutkan kak Mi Ja! ^^

  6. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Yeay jeongmal neomu” gumawo nni ni ff d’lanjt ax jga nunggu tluz..igeo nugu?gmn th keadaan eoma yifan ffa ?kfo bgt next dtnggu bgt.o yah ax jga nunggu ff laen fnya nni kya theloldoflegend.hoho .dbk dbk dbk ax zlalu zka..cayo^^

  7. adezenianggraeni berkata:

    T_T kenapa setiap aku baca ff ini selalu nangis, huaaaaa T_T

    Aku jadi kangen Kris oppa, eonni ceritanya semakin daebakk kata2nya keren.

    “Karena, jika salah satu dari mereka tersakiti, rasa
    sakitnya akan dirasakan oleh semua.”

    kata2 ini membuat aku merindukan Kris, tau kenapa? Karena Kris, EXO, dan EXOFans, WE ARE ONE ! Jika EXO maupun Kris tersakiti, maka EXOFans juga begitu. Hah, aku ini banyak ngomong ya eonn, mian #bow

    Eonni lanjut, jangan lama-lama ya. SEMANGAT !!!

      • adezenianggraeni berkata:

        Tidak ada konfirmasi dari SM maupun Kris apakah dia keluar atau hanya cuti dll, hanya saja saat ConPres EXO The Lost Planet tanggal 25 Mei kemarin member bilang akan tetap lanjut dengan 11 anggota mereka cukup terkejut dengan gugatan Kris. Banyak hoax dari media China chingu. Apapun yang terjadi ayo tetap dukung EXO dan Kris🙂

  8. DaeKim berkata:

    akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaa >.<
    kira" siapa ya yang pake jubah hitam tadi??

    eomma jung bener" malaikat :')
    udah baikkk banget nerima keadaaan anak"nya terutama Sehun
    aku mikir kedepannya,kl nyonya park bangun dan tahu semuanya,
    apa mungkin nyonya park bakal nerima mereka semua termasuk eomma jung?
    :')

  9. Ateara EXOtics berkata:

    Akhirnya update juga nih ff #lega
    Itu yg keluar dari ruangan eomma Sehun siapa? Dan mau apa???
    Kyungsoo mau kerja jdi apa, jadi koki disebuah restoran gitu??? #soktau

    Aku penasaran sama kelanjutannya, cepetan update ya… FIGHTING…

  10. GD berkata:

    Wah wah akhirnya sehun bisa ketemu ama eoma jung pssti bahagia ya bang? Kk~ tapi eoma jung galak banget kasian kan suami” saya /aduh/ telinganya pada dijewer gitu. Kris dia pasti capek banget tapi untung udah ada eoma jung, tapi siapa org yang pakek baju hitem itu? Sekongkolannya nyonya park atau orang yang emg pingin jahat ama nyonya park? Ditunggu ya next chapternya bukan hanya ff ini tapi ff yang lain juga tetutana ghost rider

  11. kustantianaaris97 berkata:

    thor,nungguin ni ff sampe keteknya luhan berbulu dicukur brbulu lg loh -_- doh,kris sumpah imut2 njengkelin wkwk agak pendekan ya😥 mana brhnti pas gaswat2nya lg u.u typo msh ada,tpi crita nmbah greget. next part plis jgn ngaret lg hiks

  12. Cicil berkata:

    Siapa ituuu??? Dia ngapain di ruangan nyonya park haahh???? /ngajak ribut nih anak-_-/ #ditendang# hufffttt ternyata emang susah ya punya maknae kayak tipikal Sehun di sini-_- aku kan jadi plinplan mau belain Sehun atau yang lain(?) /nah loh/

    Keep writing yaaaaaaaaa terus semangaaattt

  13. Little Cheonsa berkata:

    Lama banget nunggu ni FF dipublish
    Siapa itu???? Orang jahat kah? Atau suami nyonya Park setelah ayah Sehun? Aaaaaa penasaran!
    Lanjut eon!

  14. Sukma lia berkata:

    Hhhhhhuuuwwwa..><
    akhir ni ff di publis juga..
    Aku sudah sangat sangat merindukan ni ff..
    Sudah berapa lama ya aku menunggu ni ff..
    1 hari..
    2 minggu..
    3 bulan..
    4 tahun..
    5 abad..
    Wah pokoknya sudah lama deh sampai nggak bisa ngitung..
    Daebak thor ceritanya tapi sayang harus bertemu 3 huruf (TBC) menyebalkan se antartika samudera atlentik..
    Cepetan di next thor..
    Jangan buat aku mati menunggu next nya ff ini..
    FIGHTING untuk Author..
    KEEP WRITING..
    10 jempol buat author.

  15. layers berkata:

    apakah itu ayahnya sehun?? suaminya nyonya park?? kyk nya iya… tp gk tau deh… buruan kelanjutannya jgn lama-lama…..

  16. Taera @taera98 berkata:

    nuguya?? nuguya??
    siapa yang barusan keluar dari ruangan nyonya park??
    apa dia orang jahat??
    akkkhhhhh…. pensaran.
    baru aja tenang. udah mau ada konflik lagi. tapi gk papa dech aku suka🙂
    cepet lanjut ne thor. jangan lama-lama..
    KEEP WRITING😀

  17. kiszmyluhanzn berkata:

    HUWOOW !!! /se-alay inikah diriku tiap kali komen -_-/
    its Daebak Mija eon🙂
    mereka tidak sedarahpun . persaudaran melekat di diri mereka . jadi iri u,u .
    udah jadi kebiasaan selalu mengagumi kata-kata Mija eon🙂 nice .
    Fighting Mija eon .)9

  18. amelia berkata:

    aa.. seneng banget waktu ny. jung dateng.. nah kalok kayak gini kan bahagia gitu..

    siapa yang keluar dari ruangan ny. park??
    wahwah.. orang suruhan ny. park kah??

  19. yuntil berkata:

    astaga akhirnya ni ff muncul jga…
    hwaaa… eomma jung mang penyemangat ma 12 bocah itu ya…
    lauren… jangan nakal ya….
    eon cepetin next chapnya ya thor…
    Author JJANG…!!!

  20. ladita erina berkata:

    anyeong eonni aku reader baru nih , salam knal ya eon ,
    eon aku udah baca ff ini dari awal ff nya daebak banget eon ,
    eon lanjut dong jangan lama2 yah..
    keep writting eonni fighting🙂

  21. Nuli Tao Pandari berkata:

    Tuh nenek lampir kenapa gak mati aja sih.. kesel.. pasti dia cuma mau menguasai hartanya sehun,bikin sehun ma Kris defresi aja.. terus tu siapa yg baru kluar dari ruangan nnek lampir.. penjahat perampok pemerkosa.. kyaaaaa… bunuh aja bunuh.. Aaah.. ibu Kandungnya sehun cuma jadiPENGGANGGU nih biang kerok.. Sue.. ilangin aja lah Thor bikin cepet mati_atau harus Gue sendiri yg turun tangan ok *ambil golok* ..

    NEXT thor. Jangan lama2…

  22. MissBacon berkata:

    Eh, ternyata ydah di post :p Aku nungguin dari pagi sampe malem terus sampe pagi lagi terus sampe malem lagi #apaini
    Makin penasaran deh sama ceritanya, kira2 siapa ya yg masuk ruangan ny. Park

  23. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Akhirnya fanfic yg di tunggu2 nongol juga😀
    chap ini bikin hati jedak-jeduk, susah buat di jabarin, kadang bikin nangis, bikin senyum, bikin terharu, udah kaya es campur deh…
    Next semoga ga lama lagi ya😀
    semangat buat nulis ka, selamat menjalani aktivitas dan sehat selalu😀

  24. Amalia Wardani berkata:

    waaaaaaa daebak bener ff ini,keren..miin cepetin lanjutin ff-nya,terlalu seru unutk membacanya…
    jjang buat ff ini..
    jangan lama – lama min kalo mau nge-post..hehhehe

  25. Gwynell berkata:

    orang itu, seo woo bin kah? aku ngerasa kalo seo woobin punya hubungan sm ibu kandung sehun. mungkin anaknya? #soktau

    btw, aku readers baru. salam kenal author ^^ mian aku komen di akhir-akhir hehe. keep writing and hwaiting author ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s