FF : Story (Chap 10)

story 2

Tittle                          : Story

Author                        : Ohmija

Main Cast                   : – Lee Donghae

–      Im Yoona

–      Lee Hyukjae

–      Choi Minho

–      Park Yoochun

–      Seo Joohyun

–      Kwon Yuri

Support Cast             : – Lee Taemin

–      Jung Jessica

–      Kim Jaejoong

–      Choi Siwon

–      Kim Junsu

–      Hwang Tiffany

–      Choi Sooyoung

–      Lee Sunny

–      Jung Yonghwa

Genre                          : Romance, Friendship, a bit Action Comedy

Summary                    : “Beruntung sekali dia bisa menikah. Aku sangat iri.”

Tiffany tidak menyerah, ia berusaha mengejar langkah Yoona dan Donghae yang meninggalkan kelas. Namun, buru-buru ditahan oleh Minho dan Yoochun. Keduanya berdiri didepan pintu, memblokir jalan Tiffany dan tidak bergerak dari sana.

Tiffany menatap mereka tajam, “minggir!”bentaknya. “AKU BILANG MINGGIR!”

“Maaf Tiffany ssi, aku tidak mungkin membiarkanmu mengacaukan hubungan sahabatku.” Yoochun tersenyum tipis.

“Maaf… walaupun kau sangat cantik tapi aku tidak bisa membiarkan Donghae dan Yoona terluka lagi. Menyerahlah. Jika kau membutuhkan pundak untuk menangis, aku bisa meminjamkannya untukmu.”

Minho ikut tersenyum, seakan-akan menatap Fany dengan tatapan menyesal dan menggantinya dengan penawaran lain yang membuat Fany semakin marah besar.

BUG

“Akkhh…” Minho mengaduh sambil membungkuk memegangi kakinya yang berhasil mendapat tendangan dari Fany. Ia menepi, menciptakan ruang kosong untuk Fany melarikan diri.

Ditempatnya, Yoochun hanya menatap Minho dengan tatapan meremehkan, seperti Minho adalah orang yang paling bodoh di dunia. Ia menghela napas sembari geleng-geleng kepala. Tidak ada niat untuk menghentikan Tiffany lagi. Hanya membiarkannya pergi mengejar Donghae, toh.. walaupun ia mati-matian mengejarnya, Donghae tetap tidak akan bisa ditangkap.

***___***

Disela-sela larinya, Fany mengeluarkan ponsel dari dalam saku jaket merah mudanya. Mencari nama Siwon dan segera menghubunginya.

“Kau dimana? Bisakah kau menjemputku di universitas sekarang?”

Disebrang panggilang, kening Siwon berkerut. “Kenapa? Apa yang terjadi?”

“Bantu aku mencari Donghae. Aku mohon.”

Siwon seketika terdiam.

“Jika kau tidak bisa, aku akan mencarinya sendiri.”

“Jangan!”balas Siwon cepat. “Aku akan kesana sekarang. Tunggu aku.”

Ditempat tinggalnya sekarang, Siwon langsung melompat turun. Ia menepis selimutnya dan berlari menuju kamar mandi. Hanya memerlukan beberapa menit dan ia memilih dengan asal pakaian yang akan dipakainya. Hanya merapikan rambutnya dengan tangan, lalu berlari keluar untuk menyusul Tiffany.

Disisi lain, Donghae terus menyetir dalam diam. Sesekali melirik kearah Yoona yang sedang memasang wajah dingin dan kaku sejak tadi. Apa yang sudah terjadi? Kenapa dia tiba-tiba berubah menakutkan? Bahkan Donghae sekalipun tidak mampu membuka mulut.

“Oppa…”seru Yoona akhirnya membuat Donghae menoleh sekilas.

“Ya?”

“Sepertinya aku harus bertemu dengan ibumu dan menjelaskan semuanya.”

“APA?!” Donghae terkejut hingga langsung menginjak rem dalam-dalam dan menepikan mobilnya. Jantungnya berdebar-debar dan kepalanya menoleh benar-benar menghadap Yoona. Apa dia sudah gila? Bertemu dengan ibunya sama saja dengan bunuh diri. “Yoona, kau…”

“Aku ingin mengakhiri ini secepat mungkin. Aku tau Tiffany eonnie juga menyukaimu dan ibumu berharap kalian bisa segera tunangan. Aku ingin menjelaskan padanya jika aku juga bisa melakukannya. Walaupun kedua orang tua kita tidak terlalu saling mengenal, namun setidaknya dia mengetahui bagaimana keluargaku. Aku berasal dari keluarga yang baik dan aku juga bisa membahagiakanmu seperti Tiffany eonnie.”

“Yoona, semuanya bukan masalah saling mengenal atau membahagiakan. Kau tidak akan mengerti.”

“Apa yang aku tidak mengerti? Kita belum mencobanya kan?”

Donghae menghela napas panjang, “ibuku mempunyai watak yang keras. Perusahaan yang dibangun oleh keluargaku akan menjadi semakin besar jika digabungkan dengan perusahaan ayah Tiffany dengan syarat kami berdua harus menikah, Ibuku tidak perduli aku akan bahagia atau tidak, yang dia pikirkan hanya perusahaan dan harta keluarga kami.”

Ia menatap Yoona sungguh-sunguh. Tangannya terulur, menggenggam tangan Yoona.

“Apapun yang terjadi, aku akan tetap memperjuangkanmu. Tidak perduli mereka menyetujuinya atau tidak, aku akan tetap memilihmu. Percayalah, aku akan segera menyelesaikannya secepat mungkin.”

***___***

Bel istirahat berbunyi membuat seluruh siswa seketika meninggalkan ruang kelas mereka dan berlari pergi. Sebagian besar langsung memenuhi kantin, dan yang lainnya memiliki tujuan mereka masing-masing.

Saat Naeun hendak pergi keluar kelas, tiba-tiba Taemin menghadangnya didepan pintu membuatnya terkejut dan langsung termundur satu langkah ke belakang.

Dan tanpa disangka-sangka sebelumnya, Taemin tersenyum lebar. “Mau makan bersama?”tawarnya. Bahkan dia bernada manis saat ini.

Namun Naeun tidak terpengaruh sedikitpun. Ia menatap Taemin tajam dengan bara kebencian. Lalu memberinya peringatan dengan gigi gemertak.

“Minggir dari jalanku!”

Taemin tetap mempertahankan senyumannya, “Aku tidak punya teman yang bisa kuajak makan bersama. Biasakah kau menemaniku?”pintanya lagi.

“Aku tidak perduli padamu. Apapun yang kau kerjakan dan apapun yang kau rasakan. Jadi lebih baik kau minggir sekarang sebelum aku benar-benar kesal.”

Taemin akhirnya mengalah. Ia menggeser tubuhnya dari pintu dan memberikan jalan bagi Naeun untuk pergi. Ia bisa merasakan bagaimana kesalnya wanita itu saat menabrak pundaknya dan melewatinya tanpa menoleh sedikitpun.

Ia mengerti. Dan ia baru menyadari. Seseorang yang biasanya selalu menemani hari-harinya kini pergi, meninggalkan ruang kosong yang membuat Taemin merasa sangat kesepian. Jika saja bisa… dia sangat ingin kembali.

***___***

Mereka kembali ke tempat itu, sebuah tempat dimana mereka sering menghabiskan waktu bersama. Sebuah tempat yang menjadi saksi bisu atas hubungan mereka sejak dulu.

Bukit itu rindang dan sejuk, pohon-pohon besar tumbuh disekitar jalan aspal, menjadikannya penghalang bagi sinar matahari untuk menyelinap. Sambil bergandengan tangan, kedua sejoli itu menapaki jalan bersama sambil sesekali mengobrol dan tertawa.

“Benarkah? Jadi Heechul sunbaenim akhirnya menikah? Aaah, kenapa dia tidak mengundangku?”seru Donghae menyesalkan.

“Hahaha.. oppa, kau pasti hanya akan membuat onar. Lagipula dia menikah di Taiwan dan memutuskan untuk menetap disana.Akhir minggu nanti, kami akan membuat pesta kecil-kecilan sebagai perpisahan.”

Donghae tertawa geli, “kau ingat saat dia memarahiku karena mengganggumu? Wajah bodohnya itu hampir saja membuatku tertawa terbahak-bahak.” Ia mengenang masa lalu. “tapi aku senang akhirnya dia menikah.”

Yoona ikut tertawa, “dia pernah bilang dia hanya akan menikah jika dia telah menemukan wanita yang lebih cantik darinya. Aku sangat penasaran bagaimana sosok wanita itu.”

Masih berjalan sambil mengayunkan genggaman mereka, Donghae menghela napas panjang dan menerawang keatas. Kearah rerimbunan daun-daun yang sedang menutupi kepala mereka.

“Beruntung sekali dia bisa menikah. Aku sangat iri.”

Yoona menoleh, “bukankah Heechul sonsengnim memang harus menikah. Usianya sudah hampir mendekati 32 tahun.”

Donghae tersenyum kecil. Yoona tidak mengerti apa maksud sebenarnya dibalik ucapannya barusan. Melihat kehidupan Minho dan Yuri yang terlihat sangat bahagia, sebenarnya dia merasa iri.

“Hey, bagaimana jika kita kembali ke masa lalu?” Pria tampan itu melepaskan genggamannya, berpindah posisi dihadapan Yoona dan tersenyum jahil.

Yoona mengerutkan kening, “kembali ke masa lalu?”

“Saat aku…” Ia menggantung ucapannya. “…mengganggumu.” Donghae menjitak kepala Yoona tiba-tiba membuat Yoona seketika meringis dan memegangi kepalanya. Ia terkejut.

“Ya! Lee Donghae!”teriaknya tidak terima lalu mengejar Donghae yang berlari lebih dulu menuju bukit. “Lee Donghae stop! Kau cari mati, huh?!”teriaknya lagi membuat Donghae semakin tertawa terbahak-bahak.

“Kejar aku jika kau bisa Yoona. Kau tidak akan bisa menangkapku!”balas Donghae terus berlari.

“Ya!”

Sesampainya diatas, Donghae menghentikan langkahnya. Ia berbalik, menatap Yoona yang masih terengah-engah mengejarnya dengan senyuman lebar. Kedua tangannya ia angkat, membuka telapak tangannya dan meletakkan disisi bibirnya.

“YOONA YAA, TERIMA KASIH…”teriak Donghae membuat Yoona menghentikan larinya. Ia berdiri ditempatnya dengan kepala mendongak, menatap Donghae dengan kening berkerut. “KAU SUDAH MEMBUKTIKANNYA DAN AKU SANGAT SENANG. AKU SANGAT SENANG SAMPAI RASANYA AKU INGIN BERTERIAK KUAT. AKU SANGAT SENANG SAMPAI RASANYA AKU INGIN MEMELUKMU ERAT-ERAT!”

Yoona tertawa geli melihat tingkah kekanak-kanakkan Donghae, “Oppa, apa yang kau lakukan?”

“TIDAK PERDULI KAU AKAN SELALU BERTERIAK MEMARAHIKU ATAU MEMUKULKU, AKU AKAN MENERIMANYA. KAU SUDAH MEMBUKTIKAN JIKA KAU JUGA MENCINTAIKU. GOMAWO!”

Yoona tidak pernah membayangkan sebelumnya jika tindakannya tadi mampu membuat Donghae begini senangnya. Ia merasa terharu. Sama sekali tidak menyesal untuk mengikuti saran Eunhyuk dan Seohyun yang menyuruhnya untuk memperjuangkan cintanya.

“YOONA YAA, AKU TIDAK BISA MENJANJIKAN HIDUP BERSAMAKU TIDAK AKAN ADA MASALAH. TAPI, AKU BERJANJI AKAN SELALU BERSAMAMU. AKU AKAN BERSAMAMUUUU!”

“Hahaha… ya Lee Donghae hentikan. Kau membuatku malu.”

“YOONA YAA….”Donghae masih berteriak sekencang mungkin. “SARANGHAE!” Lalu membentuk hati dengan kedua tangan diatas kepalanya.

Sesaat setelahnya, tiba-tiba Donghae berlari ke bawah menuju Yoona. Dengan gerakan cepat memeluknya erat-erat membuat Yoona mengerjap kaget. Pelukannya sangat erat, bercampur dengan tawa bahagia yang ia rasakan atas kebahagiaannya saat itu.

Ia mencintai Yoona. Dan itu sudah cukup.Asalkan dia bersamanya, semuanya bisa dilewati dengan mudah. Asalkan mereka tidak terpisah, ia tidak perduli apapun rintangan yang akan menghadang mereka nanti.

***___***

“Ponselnya tidak aktif.”desah Siwon, berpaling kearah Tiffany yang langsung kecewa karena tidak mendapatkan hasil apapun.

Wanita cantik itu menghela napas panjang, lalu membuang pandangan kearah luar jendela mobil. Sepasang matanya mulai digenangi air yang mungkin sebentar lagi akan membanjiri pipinya.

Siwon mengulurkan tangannya, menyentuh dagu Fany dan menggerakkannya ke arahnya.

“Jangan menangis. Aku tidak suka melihatmu menangis.”serunya lembut sembari memberikan sebuah sapu tangan padanya.

Tiffany terpaku menatap sapu tangan itu untuk beberapa saat, lalu menelan tangisnya dan mencoba menahan air matanya agar tidak keluar. Ia menerima sapu tangan pemberian Siwon.

Thanks.

Siwon tersenyum kecil. Matanya masih mengikuti pergerakan Tiffany yang sedang menghusap matanya yang mulai basah. Hidungnya memerah, terlihat lucu karena kulitnya benar-benar seputih susu.

“Bisakah kau berhenti?” Ia masih tenggelam pada wajah Tiffany yang kini menoleh. “Bisakah kau melupakannya?”

“Kenapa kau menyuruhku untuk melupakannya? Aku tidak bisa!”tolak Fany menggeleng cepat.

“Aku hanya tidak ingin kau tersakiti lagi. Aku tidak suka melihatmu menangis.”

“Bukankah kau kesini untuk membawa Donghae kembali? Harusnya kau membantuku!”

“Sekarang ini aku sedang membantumu, kan?” nada Siwon tetap lembut. “Aku akan selalu membantumu.”

“Kalau begitu kau harus menemukan Donghae!”paksa Fany.

“Jika saat aku menemukannya dan kau tetap tidak bisa mendapatkannya, bisakah kau berhenti?”

Kini Tiffany terpaku.

“Aku akan mencarinya dan membawanya padamu. Tapi, jika hasilnya tetap sama, maukah kau berhenti mengejarnya lagi?”

Tiffany menelan ludah, tatapannya berubah tajam menatap Siwon. “Jadi kau juga berada di pihak Yoona?!”desisnya.

Siwon menggeleng, tetap sabar. “Aku justru berada di pihakmu.”

“Kau benar—“

“Tiffany Hwang…”potong Siwon cepat sebelum Fany sempat mengeluarkan suara. “Berhenti menyakiti dirimu sendiri. Berhenti memaksakan kehendakmu. Karena, jika kau menangis, ada orang lain yang ikut bersedih dibelakangmu.”

Fany sudah membuka mulutnya, namun ia tidak menemukan kata-kata apapun untuk ditujukan pada sosok pria kekar itu. Ia terpaku. Sangat terpaku. Tidak mengerti dengan maksud ucapan Siwon yang terdengar lirih namun terasa tulus.

“Kau tunggulah di apartement mu. Aku akan membawanya.”serunya singkat lalu keluar mobil dan berlari tak tau arah.

***___***

Malam harinya, Minho dan Yuri menghampiri Club Jaejoong bersama karena entah mengapa, Yuri bersikeras ingin meminum jus jeruk buatan sahabat mereka itu. Awalnya Minho menolak, karena dia takut anaknya akan mirip dengan Jaejoong. Si pria dingin terhadap gadis namun sangat hangat pada pria itu.

“Jaejoong-ah….” Dari pintu Club, Yuri berteriak penuh semangat. Ia melambai-lambaikan tangan pada Jaejoong yang sedang bergulat dibelakangmeja bar seperti biasa membuatnya sangat terkejut.

Sedangkan disampingnya, Minho sengaja menyembunyikan wajahnya dari pandangan semua orang yang langsung menatap kearah mereka. Tindakan Yuri tadi sangat mencolok dan membuat semua orang melemparkan tatapan aneh pada mereka. Belum lagi tentang pikiran orang-orang terhadap mereka berdua karena perut Yuri semakin lama semakin terlihat besar. Kenapa ibu hamil bisa dibiarkan masuk kedalam sebuah Club?

“Dia bukan istriku… dia bukan istriku…”bisiknya menunduk dalam sambil berusaha berjalan cepat didepan.

“Ya! Choi Minho!”

‘Astaga, aku tertangkap’

Minho berbalik, “yee noona?”

“Kenapa kau berjalan duluan? Kenapa tidak menggandeng tanganku, huh?!”omelnya.

Minho meringis, terpaksa menghampirinya dan menggandeng tangannya. Jika saja bisa, dia sangat ingin menyembunyikan wajahnya dari pandangan semua orang.

“Jaejoong-ah!”

“Kenapa kalian berdua kemari?”tanya Jaejoong bingung.

“Dia bersikeras ingin minum jus jeruk buatanmu, hyung. Bisakah kau membuatkannya sekarang? Agar kami bisa cepat pulang dan pergi dari sini.” Minho menunjuk Yuri dengan gelengan kepala. Kembali mengingat bagaimana rengekannya di rumah agar Minho mau mengantarnya ke Club Jaejoong.

Yuri mengangguk-angguk senang, “Aku ingin jus jeruk buatan Kim Jaejoong!”

Ekspresi Jaejoong seketika berubah, “Kenapa tiba-tiba kau bersikap sangat manis? Menakutkan.”

“Kenapa? Apa kau tidak boleh melakukannya?” Yuri mengerucutkan bibirnya kesal. Lagi-lagi bersikap lucu membuat Jaejoong semakin ngeri.

“Akhir-akhir ini dia selalu begitu. Bahkan saat aku pulang kerja, tiba-riba dia memelukku.” Minho menambahkan.

“Ya! Harusnya kau senang. Bukankah kau selalu protes karena aku tidak pernah melakukan hal-hal romantis padamu?!”

Minho menggaruk kepalanya, “aku sangat senang noona. Hanya saja… kau sedikit aneh.”

“YA!”

“Pwahaha… baiklah nyonya Choi. Aku akan membuatkan pesananmu. Tunggu sebentar, oke?”

“Hyung, tanpa alkohol.”tambah Minho.

“Aku tau.”

“Ngomong-ngomong, dimana Taemin? Apa dia belum pulang sekolah?” Yuri menoleh ke kiri dan kanan, tidak menemukan sosok Taemin.

“Sepertinya masih di sekolah. Kemarin dia terlihat aneh.”jawab Jaejoong.

“Aneh?”

“Yeaaah, dia terus melamun menatapi ponselnya dan duduk seorang diri di ayunan. Lalu tiba-tiba membanting ponselnya ke lantai.” Jaejoong mengendikkan bahunya.

“Apa dia punya masalah?”cetus Yuri. “Dengan Naeun?”

“Entahlah. Aku tidak ingin bertanya apapun.”

“Ck, anak itu. Selalu saja bermasalah dengan wanita,”decak Minho geleng-geleng kepala.

“Bukankah sama saja sepertimu?”ketus Yuri mendelik kearah Minho.

Minho langsung menggeleng, “Aku? Aku tidak pernah bermasalah apapun dengan wanita.”elaknya namun justru mendapat satu pukulan dilengan dari Yuri. “Noona, kenapa kau memukulku?”

“Karena aku membencimu.”

Jaejoong menghela napas panjang lalu geleng-geleng kepala, “bagaimana bisa dua orang yang saling membenci itu menikah dan punya anak? Bodoh.”cibirnya.

“Noona… Minhoo!”

Yuri dan Minho sama-sama menoleh saat mendengar suara seseorang. Keduanya terkejut bukan main ketika melihat Junsu sedang menuju kearah mereka.

“Kenapa semua orang berteriak genit hari ini?”rutuk Minho kesal.

“Wae? Kau terlihat sangat senang.”tebak Yuri ikut tersenyum menatap Junsu.

Junsu masih tersenyum lebar, ia duduk diatas kursi yang ada disamping Yuri. “Akhirnya aku mendapatkan nomor ponselnya”

Yuri dan Minho sama-sama tersentak, “Nomor ponsel?!”

Junsu mengangguk, “Sunny… namanya adalah Sunny. Yeoja cantik yang ku temui waktu itu.”

“Sunny?” Minho memekik. “Yeoja mungil, berhidung mancung dan memiliki eyesmile itu. Lee Sunny.”

Ditempatnya, Junsu terperangah hebat. “kenapa kau bisa tau sejelas itu?!”

“Astaga, jadi benar Lee Sunny. Kau menyukai Lee Sunny?!”

Junsu menjadi uring-uringan setelahnya, “kenapa kau mengenal semua wanita yang ada di Seoul? Apa dia termasuk ke dalam korbanmu juga?”

Mata Minho membulat, “apa maksudmu ‘korban’?”

“Choi Minho.. kau benar-benar….”

“Noona, tidak seperti itu. Sungguh. Dia adalah salah satu teman sekolahku dulu. Dia teman Jessica dan Sooyoung.”

Junsu mengerjap, “Mwo?”

“Sungguh. Mereka bertiga dulunya adalah yeoja-yeoja yang ditakuti.”

“Tidak mungkin!” Junsu langsung menepis anggapan Minho. “Dia sangat baik hati dan lembut, Kau pasti salah orang.”

“Sunny yang aku kenal begitu.”balas Minho. “Lain waktu, bawa dia kesini. Jika dia bukan Sunny yang aku kenal, itu artinya dia memang wanita baik.”

“Ya Choi Minho, bisakah kau tutup mulutmu? Diamlah. Jangan merusak harapannya.”dengus Yuri sembari menyeruput jus jeruknya. “Whooaaa, Jaejoong-ah, jus jeruknya sangat enak!”

Jaejoong tersenyum senang, “benarkah? Kalau begitu kau harus menghabiskannya.”

“Dimana Eunhyuk? Dia tidak kemari?”tanya Minho.

“Dia diundang makan malam di rumah Jessica. Aku rasa orang tuanya ingin bertemu dengan Eunhyuk.”

“Benarkah? Wah, bagus sekali. Mengenal orang tuanya lebih cepat adalah hal yang baik.”

“Baik bagaimana? Tidak sama sekali.”

Yuri, Minho dan Junsu langsung menoleh begitu mendengar suara lain. Itu bukan suara Jaejoong, melainkan suara Eunhyuk.

“Kau?!” ketiganya terkejut. “Bukankah kau…”

“Aiiishhh…” Tiba-tiba Eunhyuk mengacak rambutnya dan menendang meja bar. “Orang tuanya tidak merestui hubungan kami. Mereka bilang, aku tidak punya pekerjaan dan tidak bisa bersamanya. Wae? Apa salah jika orang sederhana sepertiku menjalin hubungan dengan yeoja kaya? Lagipula aku tidak pernah bermaksud buruk!”

Eunhyuk mencerca dengan segala kekesalannya. Wajahnya terlihat sangat kesal dan memerah,

“Sungguh? Mereka menolakmu?”tanya Junsu tak percaya.

“Lebih tepatnya menolak mentah-mentah.”Eunhyuk memperbaiki, dengan gigi gemertak.

“Eunhyuk-ah, mungkin orang tua Sica mempunyai pertimbangan lain. Atau mungkin mereka—“

“Terima kasih karena kau telah menghiburku noona. Tapi sepertinya hubunganku dengannya sudah tidak bisa—“

“Bodoh!” Minho memukul kepala Eunhyuk. “Bagaimana bisa kau semudah itu mengatakannya? Kau bahkan belum berusaha.”

“Tapi mereka tidak merestui hubunganku.”

“Lalu bagaimana dengan Yoona dan Donghae? Apa mereka berdua direstui?”balas Minho membuat Eunhyuk seketika bungkam.

“Benar. Harusnya kau berusaha lebih dulu sebelum memutuskan menyerah.”tambah Junsu menepuk pundak sahabatnya itu.

Eunhyuk hanya menghela napas panjang, “entahlah…”

***___***

Taemin terdiam cukup lama di depan sebuah rumah sederhana bercat putih itu. Dia tidak bergerak, bahkan pergi walaupun angin mulai berhembus kencang.

Setelah berhasil menemukan keberanian, akhirnya ia memutuskan untuk bergerak. Berjalan menuju pintu dan menekan bel beberapa kali.

Tak lama, pintu rumah terbuka. Memperlihatkan seorang wanita paruh baya dari balik pintunya. Taemin mengangguk sopan.

“Annyeong haseo omoni. Aku adalah Taemin, aku ingin bertemu dengan Naeun karena kami memliki tugas kelompok.”

“Ah, jadi kau teman Naeun?”

“Nde, aku adalah teman sebangkunya.”

“Oema, siapa yang…” suara yang terdengar dibalik wanita itu seketika menghilang setelah melihat Taemin. Berubah menjadi desisan dingin. “Mau apa kau kemari?!”

“Ttal, kenapa kau sangat kasar seperti itu?”tegur ibu Naeun.

Taemin tersenyum, “aku ingin mengerjakan tugas bersamamu. Bukankah besok harus dikumpulkan?”

“Sudah ku bilang, aku akan mengerjakannya sendiri!”

“Aku ingin membantumu. Lagipula aku juga sudah mengerjakannya sebagian.”

“Pergi!”bentak Naeun.

“Ya Son Naeun, kenapa kau sangat kasar dengan temanmu, huh?”

“Dia bukan temanku!”tegas Naeun kemudian menarik ibunya mundur. “Pergi dan jangan kembali lagi!”

BRUKK

Pintu ditutup dengan sangat keras. Bahkan Taemin bisa merasakan hembusan angin yang tercipta dari bantingan itu menampar wajahnya. Ia menunduk. Dengan lunglai terpaksa berbalik pergi.

Tidak. Dia tidak memutuskan untuk pulang. Melainkan bersandar pada tembok batu rumah Naeun dan sesekali melirik ke atas, kearah kamar Naeun yang terlihat dari tempatnya berdiri.

“Aku hanya ingin meminta maaf, kenapa kau jadi membenciku seperti ini?”gumamnya menghela napas panjang.

Taemin merogoh ponselnya dari dalam saku jaket, mengetik beberapa kata lalu mengirimnya pada Naeun.

Aku akan menunggumu diluar sampai kau mau bicara padaku…

Dikamarnya, Naeun menghampiri ponselnya yang berbunyi lalu membuka pesan masuk. Ekspresinya lagi-lagi berubah kesal saat dilihatnya nama Taemin yang tertera di kotak pengirim. Ia membanting ponselnya diatas ranjang, kemudian kembali duduk di meja belajarnya.

“Tunggu saja sampai hujan datang. Aku tidak akan keluar untuk menemuimu.”

***___***

“Oppa…” Seohyun muncul di Club Jaejoong setengah berlari. Ia menghampiri Yuri, Eunhyuk, Junsu dan Minho yang duduk di sudut kiri. “Oe? Eunhyuk oppa… apa yang tejadi dengannya?”ia bertanya bingung karena melihat banyak kaleng beer tergeletak didepannya.

“Jangan ganggu dia dulu. Dia sedang patah hati.” Junsu meletakkan jari telunjuknya di bibir.

“Mwo? Patah hati? Dengan Jessica Eonnie?”

“Orang tua Sica tidak merestui hubungan mereka. Ah, aku tidak tau. Biarkan mereka yang menjelaskannya nanti.”

“Lalu kenapa kau kemari Seohyunnie?”tanya Yuri.

“Aku kesini karena mencari Yoona eonnie.”

“Mencari Yoona? Bukankah seharusnya…”

Seohyun menggeleng, “dia tidak pergi ke sekolah hari ini. Aku sudah menghubunginya tapi ponselnya tidak aktif. Ponsel Donghae oppa juga jadi aku khawatir.”

“Tadi pagi dia ke universitas dan marah-marah pada Tiffany.”jawab Minho.

“Mwo? Jeongmallyo?”

Minho mengangguk, “dia marah dan mengancam Fany untuk tidak mendekati namjachingunya lagi. Setelah itu, dia menarik Donghae dan membawanya pergi. Hingga sekarang, kami juga belum mendapatkan kabar apapun.”

“Benarkah?! Yoona eonnie?!”

“Aku juga tidak tau kenapa dia berubah.”Minho mengendikkan bahu lalu menyeruput minumannya. “Sudahlah. Jangan mengkhawatirkannya lagi. Dia pasti sedang bersama Donghae sekarang. Dia aman.”

Yuri menarik lengan Seohyun dan bergeser ke kiri, memberikan tempat duduk untuk Seohyun. “Bukankah sudah ku bilang jangan ke tempat ini seorang diri?”

“Maafkan aku eonnie…”

“Aku akan menghubungi Yoochun dan menyuruhnya untuk menjemputmu, oke?”

Seohyun langsung menggeleng dan menahan tangan Yuri yang hendak mengeluarkan ponsel, “Andwae.”

“Kenapa? Kalian sedang bertengkar?”

“Tidak. Hanya saja dia bilang, dia mempunyai presentasi hari ini. Jika presentasinya berhasil, dia akan diangkat menjadi staff tetap sekaligus penasihat. Aku tidak mau mengganggunya.”

“Benarkah?! Yoochun akan diangkat sebagai penasihat?!”seru Junsu hampir tersedak minumannya.

“Whooa, bukankah Hyundai adalah perusahaan yang besar? Yoochun benar-benar sangat beruntung.”decak Minho kagum.

Yuri tersenyum, merasa bangga. “Akhirnya dia bisa meraih mimpinya. Sejak dulu, dia selalu berkutat dengan motor besar dan beberapa kali bekerja di bengkel. Sekarang, dia telah menjadi staff tetap di perusahaan kendaraan paling terkenal di Korea.”ujarnya mengingat hobi otomotif Yoochun.

Seohyun mengangguk-angguk, “karena itu aku tidak mau mengganggunya. Aku bisa pulang sendiri nanti.”

“Kau pulang bersamaku.”sahut Eunhyuk membuat semuanya terkejut. Eunhyuk menoleh, “Kau tidak boleh pulang seorang diri. Aku akan mengantarmu.”

“Tidak mauuu!”tolak Seohyun mentah-mentah. “Eunhyuk oppa sedang mabuk, bagaimana bisa menyetir mobil dengan baik?”

“Aku tidak mabuk.”elak Eunhyuk dengan wajah memerah.

“Tidak mabuk bagaimana?”cibir Minho.

“Sudahlah. Aku akan mengantar kalian pulang nanti.”putus Junsu akhirnya yang langsung mendapat anggukan.

“Ternyata kalian ada disini…” Tiba-tiba Donghae dan Yoona muncul. “Aku mencari-cari kalian. Aku pikir ada di rumah Yuri noona.”

“Harusnya kami yang mengatakannya. Kami yang mencari-cari kalian.”dengus Yuri sambil melipat kedua tangannya didepan dada. “Ya Lee Donghae, kau bawa kemana saja adik perempuanku? Kenapa baru pulang?” kemudian ia berpaling pada Yoona, “dan kau?Apa pria ini bertindak macam-macam padamu?”

Donghae dan Yoona seketika terkejut, “tidak eonnie. Kami hanya jalan-jalan.” Ia mengibaskan kedua tangannya.

“Noona, kau tidak percaya padaku, huh?”sungut Donghae kesal. “Aku menjaganya dengan baik. Kami hanya jalan-jalan ke beberapa tempat.”

“Eonnie, kenapa tidak memberitahuku?” Seohyun ikut berdiri disamping Yoona.

“Maaf Seohyunnie, aku terburu-buru.”

“Sonsengnim mencarimu dan…” Seohyun mendekatkan wajahnya pada Yoona, membisikkan sesuatu yang membuat Donghae curiga. “…Chanyeol mencarimu.”

Mata Yoona membulat, “Mwo?!”

“Ya! Apa yang sedang kalian bicarakan?”ketus Donghae.

“Tidak ada.” Seohyun menggeleng santai lalu kembali ke tempat duduknya.

“Oe? Eunhyuk oppa?” Yoona terkejut saat melihat kakak kandungnya duduk disudut dengan menempelkan kepalanya di dinding, di tangannya juga terdapat kaleng beer. “Apa yang terjadi?! Dia mabuk?”

“Eunhyuk-ah, kau baik-baik saja?”Donghae ikut terkejut.

“Jangan ganggu dia dulu.” Minho menahan tubuh Donghae yang hendak menghampirinya. “Biarkan dia sendiri.”

“Ha? Kenapa?”

“Sudahlah.”

“Donghae.”panggil Jaejoong mengalihkan perhatian Donghae. Ia menunjuk ke depan, kearah seseorang yang sedang berdiri dibelakang Donghae. Ia berbalik.

“Choi Siwon?” keningnya berkerut. “Mau apa kau kemari?”

“Bisakah kau ikut bersamaku, Lee Donghae?”

Donghae semakin bingung, “kemana?”

“Apartement Tiffany…”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

42 thoughts on “FF : Story (Chap 10)

  1. Rani berkata:

    semoga ada jalan yg baik untuk hubungan yonna dan donghae
    haduh kenapa ada masalah dengan hubungan eunhyuk dan sica
    hemzz makin rumit dan bikin penasaran
    ditunggu kelanjutannya!!!!!!!!!!!!!!

  2. tya nengsih berkata:

    Masih aja tiffany ga mau ngalah juga…,?
    Kasian eunhyuk…….harus berjuang kaya yoonhae?…makin seru ceritanya
    Nextnya dtunggu

  3. emaesa berkata:

    poor taemin ,
    kasian hyuk ga direstui😀 hyuk taemin fighting ‘-‘/
    isss tifany ga nyerah2 ..
    tifany sama siwon saja udah😀

  4. Cicil berkata:

    Siwon jujur banget sih ngomong apartemen Tiffany nya😄 kalo jujur gitu Donghae mau gak tuh? Wkwkwkwk

    Terus makin belibet aja nih kisah cinta para castnya. Dari Eunhyuk sama Jessica terus Sunny and Junsu(mereka baru kenalan sih._.) Terus Yoona-Donghae, then Taemin-Naeun lalu Siwon-Tiffany terus ada lagi si Park Dobi yang dateng” udah ngerusuh aja pake senyumannya😀 tapi yang terkendali aman cuman Seohyun dan Yuri yaaaa cieeee

    Lanjutttt yaaaaaa

  5. Little Cheonsa berkata:

    Naeun, kasian si Taemin tuh. Keliatannya Taemin udah benar-benar suka sama Naeun.
    Eunhyuk kasian😦. Sica jadi gimana ya?
    Tiffany unnie, plis nyadar kalo Wonppa suka sama kamu! Kasian tun Siwon oppa
    Chanyeol jangan suka sama Yoongie dong, makin rumit aja ceritanya

  6. Grill5taco berkata:

    ahh!! Makin lama ceritanya makin rumit><
    belum lagi hubungan donghae sama yoona banyak masalah, eh itu eunhyuk – sica malah datang lagi masalah u,u
    sadarin tiffany kalau siwon itu udah suka sama dia!! Next part ditunggu thor^^

  7. LoveLy_pyRos berkata:

    lg seru2 bca tbc..!? apa chanyeol suka ma yoona…!? tiffany nyerah ja jngn kjar2 donghae tRz…!? donghae hnya tuk yoona…? dtnggu part sLnjut’y

  8. Afra Mulya berkata:

    Makin rumit aja mslah percintaam mreka. . .
    Ayo dong Tiffany unnie sadar klau ada siwon oppa di smpingmu~~
    d tnggu next part.ny…

  9. eilistha berkata:

    kshan eunhyuk gak di restui ma ortunya sica..
    kreeeennn yoona udh brani ma fany…
    smoga aja deh tiffany mau ngelepasin donghae..
    d tnggu lnjutan nya..

  10. Yoonri berkata:

    Baru tau kalo part 10 udah dipost😀
    Aah makin rumit ya hidup mereka, baru sadar kalo sooyoung sama sunny temennya sica, sooyoung yg suka sama jaejoong bukan ya?
    Ditunggu next storynya

  11. Ariesta berkata:

    Omg, Hello!! Akhrx di post jga dh lumutan banget nugguinx. Mga ja yoonhae bisa bersatu, fany masih aja ganggu, siwon jg mw aja bantuin dia. Mga ja hae nggk terpengaruh lw dia ke apartemen fany dan siwon harus perjuangkan cintanxa biar fany gak ganggu YH. Kasian hyukpa mga ja da jalan baik bwt mereka. Next jgn lama2 lagi ya!! Chanyol jgn ganggu YH…. Awas lw berani,,, hehehe
    next,,, fighting thor!!

  12. youni berkata:

    bacanya semalem tp bru coment sekarang,,,
    kasihan nasib percintaan yoonhyuk……
    semoga aja siwon bisa ngeluluhin(?) hatinya tiffany biar gk jdi pengganggu hub. yoonhae…….

    lanjut thor hwaiting……..

  13. juhria zainuddin berkata:

    akhirnya ff ini di publish juga
    YH makin so sweet aja nih.
    yoona harus ikut ke t4 tiffany
    next part jng lama-lama ya

  14. Vhya Elfishyoonaddict Pyrotechnic berkata:

    huaaaaaa senangnya yoonhae balikan lagi.
    Dan so sweet-so sweetan lagi.
    Hehehe

    sekarang jadi taemin yg ngejar” naeun ckckck -_-

    eunhyuk ditolak, huaaahahaha kasihan deh.
    #plakk#kabur

    semoga tiffany menjauh dan milih siwon aja.

    Next ditunggu.
    Fighting.

  15. wulandariiyang berkata:

    biar deh Donghae ikut aja ke apartemen Fany,,tapi jelasin yg tegas bahwa kamu Hae sangat2 mencintai Yoona,,dan ga bisa sama Fany,,yeaaa,,,,
    hoho makin seru,,,,lanjuuuut,di tunggu,,,Fighting!!

  16. seo yeon hee berkata:

    kasian nasib adek kakak sama” ga direstui semoga happy end buat mereka berdua..
    aku sangat suka cerita freindship ini rasanya menyenangkan mempunyai teman seperti mereka..
    kyaaa ffmu bagus bgt thor..

  17. vandagheann berkata:

    makin kereeen aku suka banget sama cerita ini, friendshipnya daebaakkk :33
    Well, next chapternya ditunggu thorr;;))

  18. chasee zetv berkata:

    heboh bgt donghaeny..msti sneng bgt tu.,smoga tiffany cpet sadar n bsa trima siwon..jd gk gangguin yoonhae lagi..next jgn lama2 y

  19. djfalind berkata:

    wah.. makin penasaran sama kelanjutannya..
    Eonni fighting.. aku selalu menunggu kelanjutan dari ff ini,,
    hehehe

  20. tyas arin berkata:

    maaf baru baca smuanya baru nemu, maaf ya
    ni crta keren bingits . ok
    ad smua ttg cinta prshabatn, yg playboy lha yg pemalu lha yg patah hati lha . suka deh
    lanjut chingu fighting

  21. ziieziie berkata:

    uwo, trnyta aku blm komen…

    junsu bahagia dpt nmor hp cwe incerannya, eh sohibnya pundungan wkwkk nasib kakak adek sm” ga direstuin ;(

    konfliknya mkn ribet dan dan dan apa chanyeol suka yoona? hhi kan dr awal yg nahan ati yoona mulu, ati2 tuh donghae ntar yoona digodain cwo lain

    kasian taemin ckck, kyknya di sini yg adem yuri sm seohyun y

  22. riiwul berkata:

    whoa… Flashback baca gangster akhirnya nyangkut disini. Thor aku belum baca part 1 – 9 maaf ya😀 hehe

    keren thor suka banget sama persahabatan mereka. Kasihan hyuk gak direstui,tapi smg ibu donghae mau ngerestui hubungannya

    ditunggu part 11nya ^^

  23. riiwul berkata:

    whoa… Flashback baca gangster akhirnya nyangkut disini. Thor aku belum baca part 1 – 9 maaf ya😀 hehe

    keren thor suka banget sama persahabatan mereka. Kasihan hyuk gak direstui,tapi smg ibu donghae mau ngerestui hubungannya
    ditunggu part 11nya ^^

  24. ratnasone berkata:

    anyeong tjor knpa ff ini gak dilanjut ya sdh lama bnget kayaknya apa memang ff nya di berhentikan smpai disini sja ya.padahal critanya bgus bnget thor.dilanjutin donk plissssssssss bnget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s