FF EXO : AUTUMN Chapter 14

autumn

Author  :  Oh Mi Ja

Cast :  Leeteuk SJ as Park Jungsoo

Luhan EXO as Park Luhan

Kai EXO as Park Jongin

Sehun EXO as Park Sehun

Support Cast      : Kris EXO as jaksa

Suho EXO as Pastor

Taemin Shinee as Lee Taemin

JR JJ Project as Park Jin Young

Jonghyun CN Blue as Lee Jonghyun

Shindong SJ as Shin Donghee

Dongho Ukiss as Shin Dong Ho

Genre                   : Brothership, Family,  Friendship, little sad

Taemin menutup luka di jari Jongin dengan plester yang dibelinya tadi. Dia melakukannya dengan baik, seperti saat dia menutup luka hati Jongin.

Mereka masih berada di rumah sakit, duduk bersila di atas ambal coklat tebal yang menutupi lantai. Mata keduanya masih terlihat sembab, masih ada sisa-sisa kesedihan disana.

Merasakan hal yang sedang dirasakan oleh Jongin, Jonghyun mengulurkan tangannya untuk menghusap kepala Jongin. Jongin mendongak, dibalas dengan senyuman tulus Jonghyun untuk menenangkan adik kecilnya itu.

“Kau lapar? Mau ku belikan sesuatu?”tanyanya lembut.

Jongin menggeleng pelan, “aku tidak lapar, hyung.”tolaknya sopan. “Maaf jika aku membuat kalian khawatir, tapi sebaiknya kita pulang sekarang karena aku sedang meninggalkan Sehun di rumah. Aku khawatir jika dia akan mencariku saat dia bangun.”

Kini Jonghyun menggenggam kedua tangan Jongin erat. Kenapa Tuhan bisa menciptakan seorang adik yang begini sempurna? Kenapa dia bisa sangat pengertian dibalik sikapnya yang selalu menjahili? Dan… kenapa Tuhan sangat tega memberikan cobaan yang begini berat pada adik kecil ini?

“Luhan sudah menjaga Sehun sekarang. Kau tidak perlu khawatir.” Ia mencoba menenangkan, walaupun ucapan selanjutnya tetap bisa membuat Jongin terperangah hebat. “Dia demam. Aku dan Taemin membawanya ke rumah sakit tadi.”

“Hah?! Demam?! Bagaimana bisa?!”

“Tidak tau. Mungkin karena akhir-akhir ini hujan terus turun sehingga dia merasa tidak fit. Dia alergi dengan dingin, kan?”

Jongin langsung berdiri dari tempatnya, menarik lengan Jonghyun untuk mengajaknya pergi dari sana sekarang juga. Dia harus menemui Sehun.

“Hyung, antarkan aku kesana. Aku mohon.”pintanya sambil mengatupkan kedua telapak tangannya memohon. “Ini salahku. Harusnya aku tidak meninggalkannya sendirian. Antarkan aku kesana, hyung.”

“Jongin-ah, keadaanmu sendiri tidak baik. Sebaiknya kau menginap di rumahku malam ini. Luhan hyung akan menjaga Sehun.”saran Taemin sangat khawatir dengan keadaan Jongin.

Jongin langsung menggeleng cepat, “dan membiarkan Luhan hyung sendirian, begitu? Aku tidak bisa, Taemin.”

“Jongin, tapi—“

“Jonghyun hyung, ayoo…” Jongin tidak memperdulikan ucapan Taemin lagi, ia menarik paksa lengan Jonghyun dan menyeretnya keluar, meninggalkan kamar tuan Park. Sesampainya di ambang pintu, Jongin menoleh ke belakang sesaat, “appa, aku pergi dulu. Aku akan mengunjungi appa lagi nanti.”

***___***

Jongin berlari sekencang yang ia bisa, meninggalkan Jonghyun dan Taemin yang harus mengejarnya di belakang. Menelusuri lorong panjang rumah sakit dan mencari nomor kamar Sehun, tempat dimana dia di rawat.

Setelah berhasil menemukannya, ia mendobrak pintu hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. Membuat Luhan dan Sehun yang ternyata sudah sadar menoleh terkejut.

“Jongin hyung!”jerit Sehun saat ia melihat Jongin muncul.

Jongin menghambur kearahnya cemas, “Sehunnie, gwenchana? Kau tidak apa-apa? Maafkan aku. Aku mohon maafkan aku.” Ia memeluk Sehun erat-erat, kini berusaha menahan tangisnya agar tidak tumpah.

Dalam pelukan Jongin, Sehun menggeleng, “aku tidak apa-apa. Tapi hidungku terasa tidak nyaman. Mataku juga terasa panas, hyung.”

“Itu karena kau sedang flu. Aku akan membuatkanmu makanan yang enak nantinya. Tapi kau harus segera sembuh.” Jongin melepaskan pelukannya, mengatupkan telapak tangannya di kedua pipi Sehun dan memandangnya lekat-lekat.

Sehun mengangguk, “sebenarnya aku tidak apa-apa.”

Tak lama Jonghyun dan Taemin juga muncul di kamar rawat Sehun membuat Luhan langsung bergegas menghampiri sahabatnya itu. Memegang lengannya dan menariknya untuk keluar.

Melihat ekspresi Jonghyun yang terlihat tidak seperti biasanya, Sehun mengerutkan keningnya bingung.

“Hyung, apa yang terjadi dengan Jonghyun hyung dan Luhan hyung? Apa mereka bertengkar?”tanyanya pada Jongin.

Jongin dan Taemin seketika saling pandang bingung, lalu buru-buru mereka menggeleng karena mereka pikir ini adalah masalah antara Luhan dan Jonghyun. Mereka sudah dewasa dan pasti bisa menyelesaikannya.

“Tidak. Mungkin ada sesuatu yang harus mereka bicarakan.”jawab Jongin menghusap kepala Sehun.

“Tapi kenapa tidak bicara disini saja?”

“Obrolan orang dewasa berbeda dengan kita, Sehunnie. Mungkin ada sesuatu yang tidak boleh kita dengar.”

Sehun langsung memajukan bibirnya, “huh, memangnya apa bedanya orang dewasa dan anak kecil? Sebentar lagi aku juga akan dewasa.”

Jongin hanya tersenyum memandangi ekspresi cemberut adik bungsunya itu. Dia memang selalu begitu.

Sementara diluar, situasi memang tidak begitu baik karena Jonghyun masih saja kesal dengan tindakan Luhan yang tidak terbuka padanya. Mungkin dia memang tidak mau merepotkannya lagi, tapi biar bagaimanapun mereka sudah bersahabat cukup lama. Bahkan ia sudah menganggap Luhan sebagai keluarganya, bukan hanya sekedar sahabat.

Luhan menarik napas panjang, tidak berani menatap sepasang mata Jonghyun yang sedang menatapnya tajam.

“Aku…” ia menggigit bibir bawahnya kelu. “Sebenarnya aku bekerja paruh waktu disebuah kedai kopi.”jelasnya pelan. “Maaf. Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan ini darimu tapi aku rasa kau tidak perlu mengetahuinya karena aku sudah terlalu sering merepotkanmu. Aku tidak mau membuatmu khawatir dengan keadaan keluargaku.”

Gigi Jonghyun menggertak, “kau pikir sudah berapa lama aku menjadi sahabatmu?!”sengitnya dingin. “Park Luhan, aku sudah mengenalmu bahkan sebelum omoni melahirkan Jongin dan Sehun! Aku sudah menjadi sahabatmu bahkan sebelum kita berdua bisa berbicara dengan baik!” Jonghyun membentak, sedangkan Luhan hanya terdiam tanpa suara. “Kau lupa? Saat seseorang mendorong ayunanku dan membuatku terjatuh, kau marah hingga kau memukul orang itu. Walaupun kau tau dia adalah senior kita di taman kanak-kanak. Kau bilang aku adalah saudaramu jadi kau akan melindungiku. Aku bukan hanya sekedar sahabatmu Luhan, tapi aku juga saudaramu! Kau lupa?!”

“Jonghyun, tapi kali ini berbeda. Aku—“

“Apa aku harus menyebutkan janji-janji kita dulu?! Aku bahkan pernah berjanji pada omoni akan menjaga Sehun dan Jongin dengan baik! Tidak perduli kau mengakuinya atau tidak tapi Sehun dan Jongin sudah ku anggap seperti adikku sendiri! Mereka adikku!”

Luhan mengangkat wajahnya, membalas tatapan Jonghyun dengan ekspresi penuh rasa bersalah, “Jonghyun-ah…”

“Jonghyun hyung…” Tiba-tiba suara lain terdengar, membuat Luhan dan Jonghyun seketika menoleh kearah pintu dan langsung membulatkan mata mereka lebar-lebar begitu mengetahui siapa yang sudah berdiri disana.

Jongin berlari kearah Jonghyun dan memeluknya erat-erat. Ia kembali menangis, setelah sempat menahannya saat bertemu Sehun tadi. Ia menumpahkan semuanya di pelukan Jonghyun, air mata dan kesedihannya.

“Jonghyun hyung, gomawo. Tidak tau apa yang harus aku lakukan untuk membalasmu tapi aku benar-benar berterima kasih. Jonghyun hyung gomawo…”

Jonghyun tertegun. Menjadi anak satu-satunya disebuah keluarga membuatnya benar-benar menyukai saat-saat seperti ini. Saat seseorang menganggapnya seperti seorang kakak dan mengatakan hal-hal yang menyenangkan

Ia menggerakkan tangannya, menghusap kepala Jongin dan menepuk-nepuk punggung anak laki-laki itu. Bahkan pertahannya untuk menjadi seseorang yang kuat dapat dihancurkan dengan mudah karena perlakuan Jongin.

Dia tulus. Bahkan sangat tulus saat mengatakannya. Ia ingin menjaga Sehun dan Jongin dengan baik. Jika Luhan tidak bisa melakukannya, dia akan melakukannya.

Ditempatnya, Luhan justru merasa seperti sedang mendapatkan sebuah pukulan keras yang menghantam dadanya. Apa yang sudah dia lakukan? Apa Jongin menangis karenanya? Apa dia telah gagal menjadi seorang kakak yang baik?

Banyak pertanyaan dan penyesalan yang bergelut dalam waktu yang sama di hati dan pikirannya. Tentang cara untuk mengeluarkan diri dari semua jerat masalah ini. Walaupun menderita, dia rela jika adik-adiknya bahagia. Walaupun harus menanggungnya sendiri, dia akan melakukannya asalkan adik-adiknya tidak menangis.

Jongin… Sehun… saat dia sedang merindukan kedua orang tuanya, kedua adiknya itu adalah obat dari segala rasa rindu dan rasa sakitnya. Saat dia merasakan lelah dari segala penderitaan, kedua adiknya akan menjadi sumber kekuatan untuk melakukan sesuatu dikeesokan harinya.

“Jongin-ah…”suara serak Luhan terdengar. Ia mengulurkan tangannya, mengacak rambut Jongin yang masih memeluk Jonghyun. “Maaf jika aku tidak bisa menjadi kakak yang baik untukmu dan Sehun. Maafkan aku…”

Jongin melepaskan pelukannya, menghusap air matanya lalu berbalik. Berdiri memandang Luhan yang juga sedang menahan tangisnya sendiri.

Ia menggeleng, “di dunia ini, kau adalah kakak yang paling hebat, hyung. Maaf, jika kami selalu merepotkanmu dan membuatmu marah. Bahkan kami harus merepotkanmu sekali lagi untuk bekerja dan menghidupi kami. Maaf, aku ber—“

Luhan langsung menarik adiknya itu ke dalam pelukannya, menghentikan semua ucapan yang ingin keluar.

“Jongin-ah, kau tau kan hyung sangat menyayangimu? Kalian tidak merepotkan sama sekali. Hyung melakukannya karena hyung sangat menyayangi kalian. Terima kasih, karena kau sudah banyak membantu.”

***___***

Sehun sudah kembali ke rumahnya setelah satu hari dirawat di rumah sakit. Keadaannya sudah membaik namun Luhan masih belum memperbolehkannya masuk sekolah. Pipi bulatnya masih terlihat memerah, menandakan jika suhu tubuhnya masih lumayan tinggi.

Hal itu membuat Luhan terpaksa juga membolos karena dia tidak mungkin membiarkan Sehun sendirian di rumah. Sedangkan Jongin, ia tetap harus pergi ke sekolah karena sebentar lagi ujian kelulusan akan segera datang.

“Jongin hyung, cepat pulang yaa.” Sehun berdiri diambang pintu pagar rumah mereka saat mengantar Jongin, menempelkan tubuhnya di dinding sambil memeluk boneka beruang dengan tampang cemberut.

Jongin menoleh, “aku harus mengikuti bimbingan, Sehunnie. Mungkin akan terlambat sedikit. Jangan khawatir, Luhan hyung akan menjagamu. Nanti siang, Jonghyun hyung juga akan datang.”

“Bukan seperti itu.” Sehun menarik napas panjang. “Kau tau kan Luhan hyung sangat payah dalam hal memasak? Aku tidak mau makan ramen pahitnya itu lagi.”

Jongin seketika tertawa, sedangkan Luhan langsung mendelik kearahnya.

“Aku akan memasak ramen yang enak untukmu. Ramen kali ini tidak akan terasa pahit lagi!”ketus Luhan kesal.

“Hahaha… aku pergi dulu. Taemin pasti sudah menungguku di halte.”

“Jongin hyung…” panggil Sehun lagi membuat Jongin lagi-lagi menoleh. “Jangan lupa beritahu Jinyoung. Dia pasti juga menungguku di halte.”

Jongin mengangguk, “arasseo. Cepatlah masuk. Anginnya sangat dingin.”

Setelah punggung Jongin menghilang di belokan, barulah Luhan dan Sehun menutup pintu pagar rumah mereka. Kembali ke dalam rumah karena angin benar-benar berhembus kencang. Mungkin akan turun hujan sebentar lagi.

Merasa bosan karena Luhan meninggalkannya untuk mencuci baju di teras rumah, Sehun meninggalkan acara televisinya dan menghampiri Luhan.

Ia menjulurkan kepalanya di celah pintu, “Luhan hyung…”

“Hmm?” Luhan hanya bergumam,

“Mau aku bantu? Pekerjaan akan lebih cepat selesai jika dikerjakan bersama.”serunya masih tersengar serak.

Luhan langsung menggeleng, “cepat masuk. Kau belum sepenuhnya sembuh. Kau bisa demam lagi.”

“Hyung, tapi aku merasa bosan. Aku sudah tidak apa-apa, aku bisa membantumu.”

“Ya!” Luhan mendongakkan wajahnya, menatap Sehun sambil mengangkat penggosok kayunya dan menunjukkannya pada Sehun. “Jika kau tidak masuk, aku akan memukulmu.”

“Hyung, tapi pastor Kim bilang jika aku mau menjadi dewasa, aku harus melakukan semuanya sendiri.”

“Mwo? Pastor Kim? Siapa dia?” kening Luhan berkerut,

“Pastor yang merawat gereja didepan sana. Dia adalah sahabat Jinyoung, tapi sekarang dia juga sahabatku.”

“Ya! Kenapa kau bersahabat dengan orang asing? Aku bahkan tidak mengenalnya. Jangan mempercayai orang dewasa dengan mudah.”omel Luhan kembali sibuk menggosok bajunya di papan kayu.

“Tapi dia bukan orang jahat. Dia mengajarkanku hal-hal baik. Dan—“

“Annyeong haseo~”

Ucapan Sehun seketika terhenti saat ia mendengar sebuah suara. Ia menoleh, dan langsung tersenyum lebar saat menemukan sosok yang sudah ia kenal berdiri di anak tangga terakhir sambil membawa bungkusan plastik.

“Pastor Kim!”teriaknya senang. Langsung berlari keluar dan memeluk pinggang Suho. “Maaf, aku tidak berdoa kemarin. Aku sedang tidak enak badan.”

“Gwenchana, Sehunnie. Aku bertemu Jinyoung di halte bus tadi pagi. Aku juga bertemu dengan kakak laki-lakimu. Mereka bilang kau demam jadi aku mengunjungimu.”

“Jinjjayo? Ah, gomawo pastor Kim. Ayo ku kenalkan dengan kakakku yang lain.” Sehun menarik lengan Suho, membawanya menuju Luhan yang masih duduk dengan wajah bingung. “Luhan hyung, ini pastor Kim yang aku ceritakan tadi.”

Suho melambaikan tangannya dan tersenyum menatap Luhan, “aku adalah pastor yang mengurus gereja yang ada didepan sana. Namaku Kim Suho.”

Luhan langsung berdiri, mengelap tangannya yang basah di apron yang dipakainya lalu membungkuk sopan.

“Annyeong haseo. Aku adalah kakak tertua Sehun. Namaku Park Luhan.”

“Pastor Kim, kau tidak bekerja?”tanya Sehun.

“Aku menyempatkan diri datang kemari untuk membawakanmu ddokbukki dan syamgetang. Ini bisa menghangatkan tubuhmu di musim hujan seperti ini. Jangan sakit lagi, oke?”

“Ddokbukkie?! Whooaa! Bagaimana kau tau aku menyukainya? Terima kasih, aku akan memakannya sampai habis.”

Suho tersenyum lembut, “kalau begitu aku pergi dulu. Aku rasa aku sudah terlambat bekerja.”

“Oe? Kau tidak mau masuk dulu?”sahut Luhan merasa tidak enak hanya membiarkan Suho berdiri diteras rumah.

“Lain kali aku akan mampir. Sekarang, aku harus segera pergi bekerja. Aku rasa sudah terlambat. “jawabnya, Luhan mengangguk. Kemudian, ia berjongkok didepan Sehun, sambil mengacak rambutnya. “Kau harus segera sembuh dan datang ke gereja lagi, araseo?”

“Arasseo pastor. Aku akan menemuimu dan menemui Tuhan lagi nanti.”

***___***

Pandangan Luhan terhadap seseorang yang diceritakan Sehun tadi menjadi berubah saat melihatnya secara langsung. Terlihat dari wajahnya jika dia adalah orang yang baik. Lewat senyuman hangat dan perhatian yang ia tujukan pada Sehun, Luhan mampu merasakan jika dia adalah seorang pelayan Tuhan.

“Jadi dia adalah pastor Kim? Yang kau bilang mengajarkanmu tentang hal-hal baik?”tanya Luhan sambil menumpahkan ddokbukkie ke atas piring.

Sehun mengangguk, menyeruput supnya lalu menjawab pertanyaan Luhan. “Sudah ku bilang dia adalah orang yang baik, hyung. Dia juga menyenangkan.”

“Sejak kapan kau menjadi rajin ke gereja? Bukankah ke gereja akan membuatmu mengantuk?”

“Kali ini berbeda.” Sehun langsung menggeleng. “Gereja yang ada disana sangat nyaman. Juga sangat indah seperti rumah kita. Aku merasa senang ketika ada disana.”

“Benarkah?” Luhan meletakkan ddokbukkie keatas meja. “Lain kali kau harus mengajakku kesana.”

“Boleh saja.Asalkan kau tidak tertidur saat sedang berdoa, hyung.” canda Sehun lalu tertawa.

“Hey, yang sering tertidur adalah kau.”

“Haha.. aku tidak akan tertidur lagi.” Ia menggeleng mantap, namun terus menatap lurus kearah makanannya. “Aku tidak mau Tuhan marah dan mebuat appa jadi semakin lama pulang. Aku mau appa cepat kembali.”lanjutnya polos.

Luhan tersentak. Namun buru-buru tersenyum dan menghidangkan makanan yang dibawa Suho keatas meja.

“Kalau begitu kau harus minum obat dan makan yang banyak. Tuhan tidak menyukai anak nakal.”

“Arasseo. Tapi kau harus membantuku menghabiskannya, hyung.” Ia mendongak, menatap Luhan lalu tersenyum lebar.

“Haha arasseo.”

***___***

“Jadi Luhan hyung bekerja paruh waktu di sebuah kedai?” Taemin memindahkan baki berisi makanannya keatas meja, bersamaan dengan gerakan Jongin.

Jongin mengangguk, tidak menjawab apapun karena tangannya sibuk membuka bungkus sumpit.

“Lalu? Bagaimana hari ini? Dia akan membolos? Bukankah kita akan pulang terlambat?”

“Jonghyun hyung akan menggantikannya setelah pulang sekolah.”jawab Jongin singkat, lalu mulai menyumpitkan ramyunnya.

Taemin menghela napas panjang, ia menatap Jongin terharu. “Jongin-ah, jika terjadi sesuatu, kau harus mencerotakannya padaku, ya.”

Lagi-lagi Jongin hanya mengangguk. Dia terlalu sibuk menyantap makanannya untuk sekedar mendengarkan ocehan Taemin. Mulai sekarang, dia harus lebih banyak makan agar dia mempunyai kekuatan lebih.

Fisik Sehun sedang buruk, dan Luhan harus bekerja paruh waktu. Sudah jelas, dia harus menggantikan tugas Luhan selama di rumah. Menjaga Sehun sekaligus belajar lebih giat untuk mempersiapkan ujian akhirnya. Hari-harinya pasti akan lebih berat dari biasa, tapi ini adalah jalan satu-satunya untuk membantu Luhan karena Sehun masih terlalu kecil untuk mengerti hal ini.

Dia mempunyai luka yang tidak akan pernah sembuh. Sejak kecil, dia tidak pernah melihat bagaimana sosok ibu mereka sehingga ia mendapatkan kasih sayang lebih dari semua orang. Namun, kasih sayang yang berlebihan itu justru membuatnya menjadi manja dan egois. Jongin tidak merasa iri sama sekali karena sekarang dia mengerti. Setidaknya, dia jauh lebih beruntung dari Sehun karena dia sempat merasakan kasih sayang orang tua secara lengkap sebelum akhirnya ibunya meninggal beberapa saat setelah melahirkan Sehun.

Juga, mengingat nasihat-nasihat ayahnya yang selalu mengatakan jika dia harus menjaga Sehun dengan baik. Sekarang, dia sudah terbiasa melakukannya.

Tiba-tiba sebuah selebaran terjatuh di meja Jongin, tepat di depannya. Membuat kepalanya mendongak. Terlihat seorang anak laki-laki sedang berkeliling dan menyebarkan selebaran.

“Acara menari di hari natal?” Jongin bergumam seorang diri. Sesaat kemudian meletakkan kembali selebaran itu diatas meja.

Dia memang sangat suka menari tapi sekarang, rasanya hal itu hanya akan membuang-buang waktu.

“Jongin, kau tidak ingin berpatisipasi?”tanya Taemin meraih selebaran itu dan membacanya.

Jongin menggeleng tanpa suara.

“Jika menang, kau bisa mendapatkan 500.000won dan hadiah natal.”

Mendengar itu, Jongin langsung menoleh dan merebut kembali selebaran itu dari tangan Taemin. Ia membacanya sekali lagi dan ternyata memang benar. Acara itu mempunyai hadiah untuk pemenangnya. Dan yang terpenting, hadiahnya adalah uang tunai. Bukankah saat ini mereka sangat membutuhkannya? Hari natal akan datang sebentar lagi,.

“Ya! Byun Baekhyun!” Jongin berdiri dari duduknya, meninggalkan meja dan mencari anak laki-laki yang menyebarkan selebaran tadi. “Byun Baekhyun!”panggilnya lagi. Ia mengejarnya hingga ke luar ruangan kantin.

Anak laki-laki itu menoleh. “Apa?”

“Dimana aku bisa mendaftarnya?”tanya Jongin terengah.

“Kau bisa mendaftarkannya pada sekertaris sekolah. Mereka akan mengirim data-datamu pada pihak panitia.”jelasnya. “Kenapa? Kau mau ikut?”

Jongin mengangguk mantap, “aku ingin ikut.”

“Waaah, kau pasti akan menang. Fighting!” Baekhyun menunjukkan kepalan tangannya pada Jongin, tersenyum lebar lalu berbalik pergi.

Jongin tersenyum lirih. Keyakinannya untuk menang semakin menjadi-jadi. Yah, dia harus menang. Dia ingin memberikan kado natal untuk Luhan dan Sehun. Apapun yang terjadi, dia harus menang.

TBC

 

 

 

49 thoughts on “FF EXO : AUTUMN Chapter 14

  1. khaira davinchi berkata:

    aahh rasanya baru baca tapi tau2 sudah tbc lagih ,😀, tapi ga papa aku setia menunggu*apadah gue, hihi

    Fighting ya thor . Ff mu memang jang !! Ini jujur loh, hihi
    Next chapter nya jan lama2 thor ..,
    Anyeoong🙂

  2. Kai's fan berkata:

    aku reader baru.br nemu ni ff trs ak buka dh.seru seru kai dsini baik+perhatian bgt semoga kai bsa menang.aku tunggu next chapnya.jangan lama-lama ne

  3. Tiikaa berkata:

    Huhuhuhu,, terharu banget sma perjuangan luhan n jongiin..
    Eon, kpan appa mrka sadar, ksian bnget mrka saat ini. Mana itu jongin kan mau kelulusan dan so pasti bkalan meneruskan ke jnjang slanjutnya(?)
    Trus gmna ntar klau sehun tau apa yg sbnernya terjadi… Huhuhu
    Oke deh eon, next aku tunggu ya

  4. Lee Jee Hwa berkata:

    jangan dibuat sengsara dong, cepet2 buat jung soo bangun dan kembaliin semua keawal. kasian banget jongin apalagi luhan. keep writing kamijaaa~~~♥

  5. baekigo berkata:

    baru aja aku re-read chapter2 sebelumnya.. eh pas liat udh ngongol chapter 14 ..
    sedih thor..😥 aku juga bayangin klo aku di posisi luhan.
    ydh .. Fighting !!
    Lanjut yah thorr😉

  6. bintang dwi ananda berkata:

    wahhhh nexttttttttttt!!!!!!! ini pas bgt smua member favorit di satu ff dan.sodaraam.wahh daebak!!!

  7. Nuli Tao Pandari berkata:

    Nangis nih Thor.. *terharu* .. gtu dong thor jangan di bikin susah bgt idupnya.. bkan apa2gak tega aja..

    Gak puas thor …panjangin dong kalo bisa ampe 6000 w… haha.. ok Next..

  8. lusyelf berkata:

    huwa~ aku iri sama persahabatan mreka sumpah…klok ada beneran persahabatan kyak gitu pasti ngebuat iri yg ngelihat mreka😥

    Luhan oppa fighting. smoga kalian bisa ngejalanin ini semua

    Jongin-ah aku yakin kau pasti bisa menangin itu.^^

    Sehun … heol~ dirimu makin dewasa gk kyak dulu. fighting

    btw baekki jadi cameo disini ya?kekeke

    thor~ nih leeteuk oppa kapan sadarnya?? kasihan ngelihat anak2 kesusahan😥

    dan mana kris gk ada kbarnya apa dia udah nemuin bukti buat appanya 3 bersaudara itu??

    keep writing thor n fighting

  9. jyeehyun berkata:

    Authorrr ini menyedihkannn…
    Oke salut banget sama jongin suka sama sifatnyaa disini.
    Authorrr yaaak udah lama gak ngepost2 ff.. the lord of legend belom dilanjutin loh thorr, ghost rider juga belom;—–; huaaaaa authornim aku menunggu ff mu ini.

    Chapter slanjutnya harus cepet ya thorrr hehehe

  10. Rani berkata:

    jongin semangat kamu pasti menang Fighting!!!!!!!!!!!!!
    semoga masalahnya cepet selesai

    chapter selanjutnya ditunggu!!!!!!!!!!!!!!!!

  11. adezenianggraeni berkata:

    author~ lama sekali, akhirnya publish juga😀

    huaaaaa T_T terharu sama keluarga kecil itu😦, kasian. Semoga Jongin menang lomba yaa AMIN o:)

    Eonni~ berasa pendek banget ff nya kurang panjang T_T tapi gak apa2, tetap SEMANGAT ya eonn buat kelanjutannya. Jangan lama-lama ♥♥

  12. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Woah jongin ffa thayang bgt yah ma hunhan ffa..dbk zka bgt nh..mga menang.,hun ffa kzian dh.next dtnggu e0h.cayoo^^

  13. amelia berkata:

    sumpah thor ffnya bener” keren..
    jongin bener” jadi kakak yang baik, luhan juga..
    jongin semoga menang lombanya yah ^^ wkk..
    oiya thor tadi waktu baca sempet nemeu typo sedikit sih.. ^^
    nextnya di tunggu thor.. ^^

  14. youngra berkata:

    hwaa salut bngt sma jongin,,semoga jongin menang lomba dance’a..fighting oppa…🙂
    sehunie aku cute skali..thor d tunggu next chapter’a jgn lama” ya thor,,gomawo thor ^^

  15. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Makin nyesek aja ;(
    di chap berapa ya mereka bisa bahagia lagi kayanya aku udah ga tahan liat penderitaan mereka…😦

  16. Dyah berkata:

    KaiHunHan is my favorit member …
    Seneng bnget klo mrka saudaraan dsni
    Tp jg sedih kpn kmblinya hdup mrka yg mnyenangkn thor
    Akku suka bngt ma ff ni
    Next cepetan

  17. kiszmyluhanzn berkata:

    Yehet!!!!
    ff exo milik Oh Mija itu selalu berakhir dengan kata HUWOOW . ITS DAEBAK😀
    apalagi kata-kata di dalam ff’y bikin terhura :”)
    fighting Mija eon !!!!

  18. Little Cheonsa berkata:

    Waahhh.. terharu banget baca ini unnie, terutama pas bagian di rumah sakit🙂.
    Tadi aku pikir Sehun misalnya waktu jalan-jalan bakalan tau ada appanya, untung nggak.
    Wow Jonghyun sama Luhan udah temenan sejak belum terlalu pandai ngomong? Keren banget!.
    Pokoknya FF FF eonnie DAEBAK!!!!!!

  19. Ateara EXOtics berkata:

    Wah… terharu banget sama tiga bersaudara ini
    Fighting Luhan oppa dan Jongin oppa, kalian adalah kakak yang sangat hebat!!!
    Semoga kamu menang di lomba nnti ya Jongin ^_^

    Ditunggu chapter selanjutnya, updatenya jangan lama ya, dan tolong chapter selanjutnya ceritanya dipanjangin

  20. Elsa Sandra berkata:

    Unni aku suka nih baca ff-ff unni. Tapi maaf baru coment sekarang u,u. Aku suka ff ini un,bikin terharu,konflik keluarganya kerasa banget. Fighting buat ngelanjutannya ‘-‘)

  21. shafinags berkata:

    Whoaaa akhirnya diupdate juga ceritanyaaa.. Kurang panjang thorrr wkwkwk.. Jangan lama-lama ya thorr chapter selanjutnyaa hehe

  22. In Soo berkata:

    maaf bru bsa coment,, aku readers baru,,🙂
    aku ska banget sma ceritanya,, salut banget sma jongin yg bsa nrima dengan lapang masalah kayak gni,, smga jongin bsa menang deh kompetisi dance nya,,, nd smga ayahnya cpt smbuh ya,,

    d tunggu chapter slanjutnya🙂🙂

  23. Syfnad berkata:

    Yeeyy akhirnya update juga part 14^^
    Eonni ayoo lanjut part 15..
    Jangan lama-lama yaaaa, FIGHTINGG!
    Overall keren, bahasanya ringan(?)
    seneng sama karakter Luhan ahaha😀

  24. v'gracia berkata:

    Next thor😀
    Sedih bgt thor smpe” nngis wktu bca ny
    Moga jongin menang ya
    Dan smoga ayah ny bs cpet sembuh dan buktiin klo dy it gk slah
    Keep writing ^^

  25. Alfiya Hasna N berkata:

    Eonnni!! aku nangiss bacanyaaaa:’3 lanjut lagi pliss eonn aku pensaran sama lanjutannyaaa fighting!!!~~

  26. Sapphire_Wolf~ berkata:

    Jangan lama-lama ya thor lanjut next chap.nya…

    Tapi thor aku agak aneh baca yang pas sehun bilang tapi pakenya ‘Aku..’ pengennya sih pake kata Sehunie… Tapi nggak papa deh, itunya nggak penting. Di part-part sebelumnya feel nya kena banget. Dan di next part feel nya di tambah lagi ya.. Heheh…
    Buat yang bikin nyesek atau terharu lagi…

  27. Kim Seo Jin berkata:

    Terharu bgt deh… Pliss dong bkn ungsoo bangun. Sehun kasian deh. Ada satu kata yanh bakal aku sampein ke dua orang pertama: author. Kedua: Jongin. Kata itu adalah……. FIGHTING!!! Kenapa? Author,lanjutin terus ceritanya ya…. Jongin, semoga bisa meang!!!😀

  28. farokha berkata:

    huwwaaaa… makin panjang chapter nya semakin bagus cerita . cerita ini sungguh feelnya dapat dan konflik keluarganya terasa ….

    # I like this FF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s