You Hurt Me (Sequel) 1/2

yuhurtmi

Nama : @shehuniex
Judul Cerita : You Hurt Me (Sequel)
Tag : Oh Sehun, Jung Kryistal, Choi Sulli, Zitao, Kim Kai Support cast : Luhan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Genre : friendship, romance, sad (maybe)
Length : Two Shoot
Catatan Author : mohon maaf kalau ada typo, cerita ini murni dari fikiran author, jadi tolong jangan di copas. Minta komennya juga untuk membangun supaya bisa membuat tulisan yang lebih baik.

Happy reading~

 

****

“kenapa kau tega padaku hyung!! Bagaimana bisa kau tidak mengatakannya padaku!” Sehun dengan semua emosi yang ada di kepalanya meninju tembok disampingnya. Tidak di hiraukannya rasa sakit di tangannya yang mulai mengeluarkan darah. Itu masih belum seberapa dengan rasa sakit di dadanya.

            Hyung nya, yang seumur hidup tinggal bersamanya, merawatnya mengatakan hal yang benar-benar tidak pernah di duga.

Kanker stadium 2. Itu informasi yang baru saja Luhan katakan padanya. sudah satu tahun yang lalu hyung nya itu di diagnosis menderita penyakit menakutkan itu dan ia tidak mengatakan apa-apa pada Sehun. Luhan bahkan harus menjalani pengobatan alternatifnya sendirian –terkadang di bantu Baekhyun dan Chanyeol- tanpa sepengatuhuannya.

            Menyedihkan?

            Tentu saja.

            Marah?

            Sangat!

            Bagaimana bisa selama setahun hyung nya menderita dan ia tidak tahu apa-apa! Demi Tuhan itu sangat menohoknya tepat di ulu hati. Disaat ia bahagia bersama sahabat-sahabatnya, Luhan justru harus bekerja demi memenuhi kebutuhannya dan menahan rasa sakitnya sendiri.

            Adik maca apa aku ini! benar-benar tidak berguna!

            “tapi tidak seharusnya hyung melewatinya sendiri!”

            “bukankah kalian benar-benar mirip?” ucap Chanyeol yang duduk disofa bersama Baekhyun dan Naeun sedang memperhatikan pertengkaran kakak adik itu. “kalian sama-sama tidak ingin membuat orang yang kalian sayang merasa khawatir. hebat”

            Sehun menoleh menatap Chanyeol dan Baekhyun selama beberapa saat sampai akhirnya senyum kebodohan muncul dibibirnya. Betapa bodohnya ia baru menyadari kenapa Baekhyun dan Chanyeol selalu berkunjung ke apartemennya, bagaimana kedua hyungnya itu memperlakukan Luhan dengan sangat baik dan terkesan hati-hati dan bagaimana Chanyeol yang akan ikut tidak ada di apartemennya bersamaan dengan Luhan yang sedang tidak di apartemen.

            Urusan pekerjaan.

            Begitulah yang selalu dikatakan Luhan tiap kali tidak pulang. dan sekarang Sehun menyadari kalau hyung nya itu berbohong. Bukan urusan pekerjaan kenapa Luhan tidak dirumah. Tapi karena hyung nya itu harus di rawat untuk menjalani beberapa pengobatan.

            Bodoh. Kenapa kau baru menyadari ini Oh Sehun?! Sehun menarik rambutnya dengan kesal. Tida peduli rasa sakit akibat rambutnya yang tercabut akibat ulahnya.

            “tidak tahukah aku sangat menyayangimu hyung?”lirih Sehun, ia sudah kehilangan kekuatan untuk merasa marah pada hyung nya.

            “karena aku tahu kau menyayangiku aku tidak mengatakannya padamu, Sehunie. Kau akan merasa sangat khawatir padaku”

            “TENTU SAJA HYUNG! Tentu saja aku akan merasa khawatir!”

            “Sehunie–”

            “kapan jadwal pengobatanmu selanjutnya hyung? Aku akan minta dokter untuk memindahkanmu. Kita akan cari rumah sakit terbaik untuk menyembuhkanmu”

           

Tanpa bisa ditahan lagi, airmata Sehun turun membasahi kedua pipinya. Dua tahun berlalu dan kini keadaan Luhan sudah membaik, walaupun belum benar-benar sempurna. Itulah alasan kenapa Sehun menghilang, meninggalkan sahabat-sahabatnya. Ia bisa saja memberitahu tentang Luhan pada sahabatnya, tapi Sehun tidak, Karena ia tidak mau membuat sahabatnya ikut merasa khawatir. Dan kini, setelah ia kembali, ia justru membuat ulah dengan memperkenalkan Naeun sebagai tunangannya.

Apa yang dilakukannya memang benar-benar gegabah. Hanya karena melihat Sulli bayangan akan masalah mereka beberapa tahun lalu kembali membanjirinya. Ia merindukan Kryistal, merindukan sahabat-sahabatnya, dan ia ingin semuanya kembali seperti sedia kala. Dan saat itulah fikiran bodoh itu datang. Dengan memperkenalkan Naeun sebagai tunangannya, Sehun berfikir bisa mengembalikan persahabatan mereka karena tidak ada yang akan tersakiti.

Bodoh. Ya, sangat bodoh. Bukannya mengembalikan persahabatannya, Sehun justru mengahncurkannya. Tidak hanya itu, ia juga menyakiti Kryistal dan dirinya sendiri.

Sehun yang merasa lelah dengan beban fikirannya, baru saja akan membaringkan tubuhnya ketika suara pintu terbuka terdengar disusur suara Naeun.

oppa, ada yang ingin bertemu”

Tanpa membalik tubuhnya, Sehun berucap malas. “bilang saja aku sedang tidak enak badan. Aku sedang tidak mau di ganggu Naeun”

“apakah kedatangan sahabat-sahabatmu ini menganggumu Oh Sehun?”

Sehun langsung membalik tubuhnya ketika mendengar suara Tao. Bibirnya kelu melihat dua sahabatnya, Kai dan Tao kini berdiri di depan pintu kamarnya.

Tatapan Sehun beralih menatap Naeun yang mengangkat bahunya dengan santai dan kembali menatap dua sahabatnya.

“bagaimana kalian bisa disini?”

Sebelah alis Kai terangkat, “tidak senang melihat kami?”

ani… aku hanya–”

“ahhh~ jadi kalian benar-benar sudah tunangan ya? kalian tinggal bersama?” potong Tao. Ia melipat kedua tangannya di depan dengan alis terangkat meminta penjelasan. “seserius itu hubungan kalian?”

“aku bukan tunangan Sehun oppa

Sehun menolehkan kepalanya menatap Naeun dan menatap dengan tatapan membunuh.

“aku adik sepupunya” lanjut Naeun yang sama sekali tidak gentar dengan tatapan dari Sehun.

Sehun menatap Naeun dengan tidak percaya. Ia hanya bisa menghembuskan nafas panjang. Tidak tahu lagi harus berbuat apa, ia hanya bisa menunggu reaksi dari kedua sahabatnya.

mwo? adik sepupu?” tanya Kai, lalu tertawa. “tidak mengejutkan”

Sehun menatap Kai dan Tao dengan curiga. Dan baru menyadari tidak ada ekspresi kaget pada kedua sahabatnya itu. apakah… “kalian sudah tahu?”

Tao mengangkat kedua bahunya dan berjalan mendekat kearah Sehun. Satu langkah tersisa sebagai jarak antara mereka berdua.

“tentu saja, brengsek”

Dan….

            Bug!

            Sehun tersungkur kebelakang, ketika bogem mentah Tao tanpa aba-aba mengenai wajahnya. Darah segar mulai mengalir dari sudut bibirnya. Sehun mengelapnya dengan tangannya dan menatap Tao yang berdiri menjulang di depannya. Ia berusaha untuk berdiri dan..

Bug!

            Satu pukulan kembali mengenai wajah Sehun membuatnya kembali tersungkur.

Bug! Bug! Bug!

            “hhhhh…hhh…” ringis Sehun. Dengan pukulan-pukulan yang terus menghantam tubuh dan wajahnya, Sehun sudah tidak bisa berkutik. Tubuhnya sudah terasa tak bertenaga sekarang.

Dan tanpa memperdulikan keadaan Sehun yang sudah sangat babak belur, Tao meraih kerah baju Sehun. “kenapa kau melakukannya?”

“a-ku..hhh…”

Bug!

            Belum sepatah katapun keluar dari mulut Sehun dan pukulan kembali mengenai wajahnya. Kali ini Kai yang melakukannya.

Menggantikan posisi Tao, kini Kai yang menarik kasar kerah baju Sehun. “tidakkah kau memikirkan bagaimana perasaan Kryistal?”

Bug!

            “itu untuk mu karena sudah menyakiti Kryistal”

Bug!

            “untukmu karena membuatnya menangis

            Bug!

            “untukmu yang membuatnya begitu menderita”

Pukulan demi pukulan terus di terima Sehun. Bahkan dengan keadaannya yang sudah babak belur seperti sekarangpun tidak menghentikan Kai untuk terus menghajarnya.

“Kai… hajima!” bentak Tao.

Dengan susah payah Sehun berusaha membuka matanya dan hati nya mencelos melihat sahabatnya. Kai, dengan sebelah tangannya yang sedang di tahan oleh Tao, menangis dalam diam.

“kenapa Sehunie… kenapa…?” dan Kai mulai terisak. “kenapa kau membuatku harus melakukan ini… memukul sahabatku sendiri…”

Tidak hanya tubuhnya yang sakit dan hancur, kini hatinya pun ikut hancur berkeping-keping. Bahkan dengan segala kemarahannya yang ditujukan pada Sehun, Kai masih sangat peduli padanya. namja itu menangis karena harus menyakiti Sehun.

“dia merindukanmu Sehunie…. Dia selalu menunggumu… selalu mencintaimu”

Kryistal. pastilah gadisnya itu yang dimaksudkan oleh Kai. Dan dengan begitu, Sehun mulai mennagis. “akupun merindukannya Kai… sangat.”

“lalu… kenapa…”

“kenapa kau melakukannya Sehunie? Meninggalkan kami dan menyakitinya?” ucap Tao menyelesaikan kalimat Kai yang teredam oleh isak tangisnya.

“aku melakukan hal bodoh.”

“bagus kalau kau menyadarinya” tukas Tao.

Sehun tersenyum dalam tangisnya. Ia tahu Tao tidak bermaksud ketus padanya, sahabatnya itu tidak membencinya. Tao hanya sedang marah. “aku takut Tao-ya.

“apa yang membuatmu takut?”

“menyakiti hati sahabat baikku.”

“itu sudah lama berlalu Sehunie! Sulli bahkan sudah melupakan perasaannya padamu!” bentak Kai

“kalian tidak akan mengerti bagaimana menjadi diriku! Apa kalian pernah melihat sahabat kalian menangis dan kalian tidak bisa menghiburnya karena kesedihannya itu karena dirimu sendiri? apa pernah kalian mengalaminya?!”

Tao dan Kai bungkam. Keduanya tidak mengatakan apapun untuk membantah kemarahan Sehun, karena mereka memang belum pernah mengalaminya.

“itu sangat menyakitkan! Melihat Sulli menangis, melihatnya sakit, itu sangat menghancurkanku!”

“Sulli sudah memiliki kekasih sekarang” ucap Tao.

“kekasih nyata kah? Atau sama seperti dulu kalian membuat drama dengan berpura-pura menjadi sepasa kekasih?” ejek Sehun.

ani. Kali ini kami tidak berbohong.”

“bagaimana aku bisa mempercayainya? Kalian begitu hebat berakting.”

“bukan salah satu dari kami yang menjadi kekasihnya Sulli!” bentak Kai merasa kesal dengan tingkah Sehun.

jinjja? nugu?

Kai menghela nafas panjang. “Choi Minho, kau tentu tau dia bukan? Mereka sama-sama idol, tidak heran kalau mereka saling menjalin hubungan”

“apa aku bisa percaya pada kalian?”

“kau bisa menelfonnya untuk memastikan.” Kai mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak Choi Minho. Setelah telfonnya tersambung, Kai mengaktifkan loudspeaker supaya semuanya bisa mendengar.

yoboseo?

hyung, apa Sulli sedang bersama mu?” tanya Kai tanpa basa basi.

“um? Ne… dia sedang bersama ku sekarang, wae?”

“apa dia semalam menginap dirumahmu? Aku merasa khawatir karena ia tidak menjawab telfonku”

eung… semalam ia disini bersamaku, jadwal shooting kami selesai pagi, jadi ia menginap dirumahku. Mau aku panggilkan Sulli?”

ne.. hyung, gomawo

wae Kai-ya? semalam ponselku menyala dan tidak ada satupun panggilan darimu.” Suara Sulli terdengar ketus.

“kau dan hyung berpacaran bukan? Kalian sudah bertunangan kan?”

“hm? Ada apa denganmu Kai, kenapa kau menanyakannya padahal jelas-jelas kau sudah mengetahuinya”

“katakan kalau kau sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Sehun”

mwo? Sehun?! apasih yang sedang kalian lakukan?”

“katakan saja!”

“aku sudah bersama Minho oppa sekarang dan tentu saja aku tidak memiliki perasaan apapun pada Sehun.” ucap Sulli, ada nada kesal pada suaranya, “tapi tentu saja aku masih menyayanginya, Sehun juga sahabatku”

Tanpa mengatakan apapun lagi, Kai memutus sambungannya. Ia bahkan tidak peduli jika nanti Sulli akan marah-marah padanya karena sudah seenaknya menelfon dan memutus sambungan tanpa mengatakan apapun.

Kini ia menatap Sehun dengan serius. “kau sudah mendengarnya? Masih belum percaya?”

Sehun menghela nafas panjang seraya menggelengkan kepalanya. “aniyo… aku percaya.”

“masih ada kesempatan Sehunie, minta maaflah pada Kryistal” ucap Kai

“kami tidak yakin Kryistal mau kembali padamu, tapi setidaknya kau harus meminta maaf” sambung Tao. Mereka berdua mendekati Sehun dan membantunya untuk merebahkan tubuhnya di kasur.

“Jangan jadi pengecut Sehunie. Oh Sehun sahabatku bukanlah namja yang pengecut” ucap Tao. Setelah memakaikan selimut pada tubuh Sehun, keduanya berjalan keluar dari kamar Sehun.

Selepas kepergian Kai dan Tao, Baekhyun masuk ke kamar Sehun dan menghampirinya.

“sudah puas Sehunie?”

Sehun menolehkan kepalanya menatap Baekhyun. “jadi hyung yang memberitahu Kai dan Tao tentang Naeun?”

ne..

“aku tidak terkejut mendengarnya.” Ucap Sehun dingin.

“hanya mereka berdua yang tahu. Aku yakin Tao dan Kai ingin kau yang mengatakan dan menjelaskan langsung masalah ini pada kryistal”

ottokhe hyung?” ucap Sehun lirih dan airmata kembali mengalir.

“kau tentu tahu bagaimana caranya Sehunie, kau sudah dewasa. Selesaikan masalahmu sendiri, jangan menjadi seorang pengecut.”

 

***

 

Krystal mendongakkan kepalanya menatap langit yang mulai menghitam. Sepertinya perkiraan cuaca hari ini tepat karena dilihat dari cuaca sekarang, sebentar lagi akan turun hujan. Ia merasa menyesal karena mengabaikan perkiraan cuaca yang mengatakan sore ini akan turun hujan dengan tidak membawa payung.

aish… kenapa sudah hujan?” gerutu Krystal ketika rintik-rintik air mulai turun. Ia sempat berharap kalau hujan akan turun ketika ia tiba di halte bus, jadi ia tidak harus terperangkap di kampusnya. Kalo sudah hujan seperti ini, mau tidak mau ia harus menunggu sampai hujan reda dan pergi ke halte.

Mengingat kejadian terakhir kali di halte, Krystal benar-benar berharap kalau hujannya akan mereda sebelum hari benar-benar gelap. Ia masih sedikit trauma dengan apa yang terjadi, biarpun begitu, tidak membuatnya akan menyusahkan teman-temannya dengan meminta jemputan setiap pulang kampus. Tapi melihat bagaimana derasnya hujan saat ini, sepertinya akan membutuhkan waktu lama untuk reda dan ia terpaksa meminta Kai untuk menjemputnya.

“Kystal-ah…

Tubuh Krystal menegang ketika suara itu memanggilnya. Suara yang sangat dikenalnya, yang sangat dirindukannya. Jantungnya berdetak tak menentu hanya mendengar suaranya saja.

Bodoh. Kenapa bahkan hanya dengan suaranya hatiku masih merespon.

“Krystal-ah” panggilnya lagi. kali ini suaranya semakin dekat. Tubuhnya semakin menegang ketika wangi yang sangat familiar menusuk hidungnya.

Tidak…

            Jangan….

“Krystal… lihat aku.” Dan kali ini tangan kekar itu menyentuh kedua bahunya dan membalik tubuhnya untuk berhadapan. Nafas Krystal tertahan ketika matanya bertemu dengan mata itu. Mata yang dulu selalu menatapnya dengan sayang.

“a-apa mau mu Oh sehun” ucap Krystal mengumpulkan kembali fikirannya. Ia menepis tangan Sehun dari pundaknya dan melangkah mundur. Ia butuh jarak untuk bernafas.

“kita harus bicara”

suara itu…kenapa begitu terdengar sangat menderita? Krystal memejamkan matanya. mencoba menetralisir degupan di dadanya.

tidak… jangan seperti ini. sadarlah Krystal

            Krystal meyakinkan dirinya sebelum membuka matanya dan menatap Sehun. Nafasnya kembali tercekat ketika baru menyadari terdapat luka-luka di wajah Sehun. Sekuat tenaga, ia menahan kedua tangannya tetap disisinya bukannya justru menyentuh wajah tampan itu. Biarpun sangat ingin menyetuhnya, tapi ia tidak bisa. Itu hanya akan membuat perasaannya kembali sakit.

“apa lagi yang perlu kita bicarakan Oh Sehun? bukankah semuanya sudah sangat jelas? Kau meninggalkanku dan….” Krystal menelan ludah pahit. Lidahnya terasa kelu hanya untuk mengucapkannya. “bertunangan”

ani” jawab Sehun cepat, bahkan terlalu cepat. Namja itu melangkah untuk semakin dekat dengan Krystal dan kesedihan serta putus asa terlihat dari mata Sehun ketika Krystal memundurkan langkahnya seiring dengan langkah Sehun mendekatinya. “aku tidak bertunangan Krystal-ah” ucapnya pelan, penuh kesedihan.

“tapi kau memperkenalkannya di depanku, di depan sahabat-sahabatmu”

“aku salah, aku melakukan hal bodoh. Mianhe… jeungmal mianhe…” Sehun kembali melangkah mendekati Krystal dan untuk kali ini, ia tidak mundur.

wae?” tanya Krystal kaku. “kenapa kau melakukannya?”

Sehun terus maju, sampai akhirnya ia berhenti tepat di depan Krystal. Ujung sepatu mereka saling bersentuhan untuk mengukur seberapa dekatnya mereka.

“aku mincintaimu…”

aniyo!” bentak Krystal secara reflek. “jangan mengatakan hal-hal yang akan menyakitiku Sehunie, sudah cukup kau menghancurkanku”

“aku benar-benar mencintaimu…” Suara Sehun semakin lirih, dan ketika Krystal mendongakkan kepalanya, hatinya jatuh melihat buliran airmata yang membasahi wajah tampan Sehun. Namja itu menangis.

“bagaimana caranya aku harus menjelaskan padamu Krystal-ah? bagaimana aku bisa membuatmu percaya kalau Naeun bukanlah tunanganku?” dengan isakannya, Sehun berucap, suaranya benar-benar terlihat memohon dan putus asa.

“kenapa aku harus mempercayaimu? Bukankah penyataanmu hari itu sudah sangat jelas? Kau membawa gadis itu bersama mu dan mengakuinya sebagai–”

“sepupuku” Sela Sehun cepat, “Song Naeun adalah adik sepupuku, bukan tunanganku. Kau bisa menanyakannya pada Baekhyun hyung kalau memang masih tidak percaya”

Krystal tercengang mendengar ucapan Sehun, lalu tertawa karena merasa konyol dengan keadaannya sekarang. “adik sepupu?”

Sehun menelan ludahnya dan menjawab, “ne… Naeun adik sepupuku”

“apa sebegitu bencinya kau dengaku Oh Sehun?”

aniyo! Kenapa kau berfik–”

“memperkenalkan adik sepupumu sebagai tunangan. Sebegitu inginkah kau menendangku dari kehidupanmu?” Krystal menatap Sehun tajam. airmata nya sudah turun membasahi kedua pipinya. “kalau kau ingin aku untuk menjauh darimu, tinggal kau katakan saja padaku. Jangan dengan cara kejam seperti ini”

“bukan…” Sehun menjadi panic, “bukan seperti itu krystal. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk menjauhkan mu atau apapun itu yang ada di fikiranmu.”

“cukup. Aku tidak perlu mendengar ucapan bullshit mu lagi.” ucap Krystal marah, lalu berbalik meninggalkan Sehun. ia tidak perduli jika sekarang hujan deras. Yang ia perdulikan hanyalah menjauh dari rasa sakitnya, menjauh dari Oh Sehun.

“aku memiliki alasan sendiri melakukannya Krystal, dengarkan aku dulu!”

Tubuh Krystal berbalik dengan lengan Sehun yang menarik lengannya. Kini mereka kembali berhadap-hadapan. Saling menatap satu sama lain, dengan airmata yang yang terus turun bersamaan dengan derasnya air hujan. “kenapa kau melakukannya Sehunie?” ia butuh alasan. Ia harus tahu kenapa namja yang sangat dicintainya itu tega menyakitinya sedemikian dalam.

“aku sangat merindukanmu, melihatmu disana, didalam café bersama teman-teman yang lain membuatku ingin memeluk dan menciumu saat itu juga. lalu sekelebat bayangan Sulli yang menangis dalam pelukan Kai menghantui ku dan kemudian, pemikiran bodoh itu muncul”

“aku tidak bermaksud untuk menyakitimu sayang, dan aku benar-benar menyesal karenanya. Akupun sangat sakit dan meurutuki kebodohan yang aku lakukan. Aku sangat bodoh, sangat sangat bodoh”

“tapi Sulli sudah melupakan perasaanya padamu. Ia bahkan–”

ne… Sulli bahkan sudah memiliki tunangan. Choi Minho, aku sudah mengetahuinya” Sehun melepas tangannya dari lengan krystal dan menangkup wajah nya dengan kedua tangan. “dank arena itu aku kesini, menemui mu untuk memperbaiki semuanya.”

“aku–”

Sehun menghela nafas panjang, “aku tahu akan sulit untuk kembali pada hubungan kita seperti dulu. Tapi aku mohon untuk maafkan diriku krystal. Tidak apa kita tidak kembali, karena aku tahu itu sulit untukmu, tapi tolong maafkan aku”

Krystal tidak mengatakan apapun selama beberapa saat. Kedua matanya hanya menatap kedua mata Sehun tanpa beralih sama sekali. Lalu ia mengangkat kedua tangannya untuk menyentuh tangan Sehun yang masih menangkup wajahnya dan perlahan menurunkannya. Dengan tatapan yang masih tidak lepas dari kedua mata Sehun, bisa dilihatnya semburat kekecewaan ketika Krystal melakukannya. Sehun pasti berfikir kalau Krystal sudah menolaknya. Tapi nam ja salah, karena setelah menurunkan kedua tangan Sehun, perlahan Krystal mendekatkan kepalanya pada Sehun dan mengecup bibirnya. Cukup memberitahu kalau hatinya masih milik Oh Sehun, sampai kapanpun.

“aku mencintaimu….”

 

 

THE END

 

Akhirnya cerita ini bener-bener berakhir. Makasih untuk yang mau baca dan koment, maaf ngga bisa bales karena aku sendiri ngga ngerti caranya HEHEHEH

Mohon maaf kalau ceritanya ngablu, ngebosenin dan bertele-tele. Tapi serius ini karya aku sendiri. sekali lagi makasih~

Mohon komen nya :^)

 

6 thoughts on “You Hurt Me (Sequel) 1/2

  1. Nuli Tao Pandari berkata:

    Baru liat Covernya aja udah males.. bisa gak sih di ff selanjutnya Cast cewek nya gak usah dari Artis Nama karangan aja..Nama Ulzzang ke.. karena gak semua EXOFans tu SM Stand ya kecuali Lu mau milih2 Reader.. *Saran aja sih..* .. c

  2. bintang dwi ananda berkata:

    wahhh knp the end ? hmmm.. aku pngn tahu gmn slanjutnya but its okay kalo uthor slesai:p ini kerem.skali!!!!!!!?? annyeong^^

  3. gladiol berkata:

    Sehuuuunn kasian banget kamu nak.. tapi endingnya sweet..
    Oiya author, td ada beberapa kata yang kurang dimengerti tapi ceritanya udah bagus kok..
    Ditunggu ff selanjutnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s