MY PERFECT ALIEN Chapter 2

PicsArt_1398509300181

Author POV

Junhee tampak makan seperti orang kelaparan, maklumlah orang sepertinya kapan lagi bisa makan makanan mewah seperti ini ?. meskipun sudah bersekolah selama dua tahun disekolah ini dan tentunya jaehee sudah sangat sering merasakan makan dikantin seperti saat ini. Tapi yoja itu selalu tak pernah bosan dengan makanan dikantin. Maklum saja, makanan dikantin sekolah ini selalu diganti setiap dua hari sekali. Siapa yang akan bosan kalau begitu ?

Junhee sudah selesai dengan makanannya. Dia tersenyum cerah melihat piringnya yang sudah bersih tak bersisa.

“ chaa sekarang bubble tea-nya “ Junhee segera menyeruput bubble tea-nya dengan rakus dan bergegas menuju pantry untuk mengembalikan piring kotornya.

Junhee terlalu sibuk dengan bubble tea-nya, tak memperhatikan jalan didepannya hingga….

Bruukk

Junhee menabrak namja yang berada tepat didepannya. Dan betapa terkejutnya Junhee saat mendapati siapa yang ditabraknya

“KYAAAAAAAA” para yoja dipenjuru kantin serentak berteriak saat melihat Sehun jatuh dilantai. Sebenarnya bukan karna Sehun jatuh dilantai yang membuat para yoja itu berteriak histeris, melainkan karna oh Sehun yang jatuh bersama seorang… yoja… tepat diatas tubuhnya.

Mata Junhee melebar seketika saat melihat Sehun yang tepat berada dibawahnya. Mereka bertahan cukup lama dengan posisi seperti itu. Sehun sudah tak tahan dengan posisinya yang seperti ini.

“N-NO ?” Sehun sudah tak bisa menahan emosinya saat ini. Ditatapnya tajam Junhee yang masih setia tidur diatas tubuhnya.

“ Se-Sehun ssi ?” Junhee mulai bisa sadar dengan apa yang sedang terjadi sekarang. Dengan segera Junhee mengangkat tubuhnya dan membenahi pakaiannya yang benar benar berantakan karna kecerobohannya barusan. bukan hanya berantakan, sekarng baju Junhee juga sudah basah karna bubble tea yang dipegangnya tadi tumpah.

Sehun berdiri, membenahi pakaiannya yang juga tampak berantakan.

“Mi-Mian Sehun ssi “ Junhee yang melihat pakaian Sehun yan sama berantakannya dengan dirinya segera berinisiatif untuk meminta maaf dan mengelap baju Sehun dengan tangannya.

Junhee terus saja meminta maaf sambil membersihkan baju Sehun, sedangkan dari tadi seluruh penjuru kantin tak henti hentinya berteriak teriak histeris karna kejadian barusan. Sehun ? namja jangkung itu terus berusaha menahan emosinya yang siap meledak kapanpun itu.

Sehun pergi meninggalkan Junhee setelah emosinya bisa ia redam, Junhee yang melihat Sehun berjalan pergi meninggalkannya meraih tangan Sehun dan menariknya mengikuti langkah kakinya.

“ikut aku, aku akan tanggung jawab Sehun ssi “

“…..” Sehun hanya diam. Sebenarnya dia ingin menolak, tapi ketika melihat ekspresi Junhee yang tampak sangat merasa bersalah, Sehun hanya bisa pasrah mengikuti yoja yang dianggapnya sangat cerewet itu.

.

.

.

.

.

SEOUL IHS, Mini hospital,

Junhee membawa Sehun mengikutinya kedalam mini hospital disekolah ini, ingat ini mini hospital bukan UKS, ruangan tempat mereka berada sekarang terlalu besar untuk bisa dibilang sebagai UKS, ditambah lagi dengan seluruh obat obatan dan peralatan dokter disini.

“mianhe Sehun ssi “ Junhee hanya tertunduk lesu sambil sesekali mengelap baju Sehun yang basah karna bubble teanya. Sehun hanya duduk diam tanpa menanggapi apapun yang keluar dari mulut Sehun.

“aku benar benar tak sengaja, kumohon maafkan aku “

“ aku berjanji akan mengganti seragam sekolah-mu ini “ Junhee semakin tertunduk lesu saat mengucapkan itu, sengguh demi apapun baju seragam SEOUL IHS benar benar mahal. Baju seragam yang dikenakan Junhee saja baru bisa dibelinya dengan uang yang dikumpulkannya dari hasih kerja paruh waktunya selama 6 bulan. Dan sekarang dia harus mengganti pakaian Sehun ?. kelihatannya Junhee harus ekstra bekerja mulai sekarang.

“……” lagi lagi Sehun hanya diam.

Junhee mendongak menatap Sehun yang terus diam tak menggubris apa yang dikatakannya “ tapi apa bisa kau bersabar, a-aku tidak bisa langsung menggantinya “ mata Junhee mulai berkaca kaca.

Sehun tetap pada ekspresi datarnya, meskipun sebenarnya Sehun tak tega melihat yoja didepannya ini menangis.

Melihat Sehun yang tetap diam tanpa ekspresi sedikitpun. Mendadak tubuh Junhee menjadi sangat susah digerakkan. Apa artinya Sehun ingin bajunya diganti sekarang juga ? bagaimana ini ? paling cepat aku bisa menggantinya dalam tiga bulan. Pertanyaan pertanyaan itu terus memenuhi otak Junhee. Dia akan benar benar sangat lelah kalau memang harus mengganti pakain Sehun secepatnya.

“kau tak perlu menggantinya “ jawab Sehun datar

“tapi.. seragammu sudah terkena noda Sehun ssi, nodanya tak mudah untuk hilang “

“ aku bisa membeli yang baru “ lanjut Sehun lagi, Sehun segera bangkit dari tempat dia duduk, hendak keluar namun dengan sigap Junhee menahan lengan Sehun. Sehun menoleh

“tidak, aku akan tetap menggantinya “ Junhee mengatakannya dengan suara lantang.

“ walau bagaimanapun aku yang membuat seragam-mu kotor, aku akan bertanggung jawab untuk itu “ lanjutnya

“kubilang tak perlu “ Sehun lagi lagi berucap dengan dinginnya pada Junhee “ sekarang lepaskan tanganmu “ lanjunya lagi sambil menyingkirkan tangan Junhee yang memegang lengannya.

“aku akan tetap menggantinya, ibuku mengajarkan jika kau berbuat kesalahan maka kau harus mempertanggung jawabkannya”

Sehun hanya diam. Sedetik kemudian dia menyodorkan tangannya pada Junhee. Junhee menatap bingung tangan Sehun didepannya. “ ganti sekarang “

Bagaikan tersambar petir Junhee seketika merasa sekujur tubuhnya lemas. Yang dikhawatirkannya terjadi, Sehun menginginkan pakaiannya diganti sekarang.

“A-Aku tak bisa menggantinya sekarang Sehun ssi “ Junhee gugup, bagaimana ini, bagaimana kalau Sehun bersikeras seragamnya diganti sekarang juga batinnya.

Sehun menarik napas panjang lalu membuangnya perlahan “ baiklah, kau boleh menggantinya kalau kau memang sudah bisa “. Sehun berpikir lebih baik meng-iyakan keinginan yoja ini. Semakin lama berdebat dengannya hanya akan membuat kepala Sehun makin sakit.

Mendengar ucapan Sehun, Junhee moloncat loncat kesenangan, wajahnya yang tadinya murung langsung cerah seketika. “ gomawo Sehun ssi, jongmal gomawo “ lanjutnya sambil terus menerus membungkuk memberi hormat pada Sehun.

“kau sudah siapkan airnya ?”

“sudah”

“ bagus. Saat dia keluar nanti langsung siram saja “

“arasso “

Sehun bisa mendengar dengan jelas suara bisik bisik diluar. Sehun menautkan kedua alisnya “siapa mereka “ pikirnya

“berani beraninya murid miskin itu membuat Sehun mandi dengan minuman kampungannya “

“benar, ck.. dia harus diberi pelajaran “

“ rasakan kau Yeo Junhee “

“Ck, rupanya mereka ingin mengerjai yoja ini “ bisik Sehun dalam hati

“gomawo Sehun ssi “ Sehun tersadar dari lamunanya karna ucapan terima kasih dari Junhee, entah sudah berapa kali yoja itu berterima kasih pada Sehun.

“aku keluar dulu ne “ Junhee segera berjalan keluar menuju pintu putih didepannya, Sehun yang melihatnya hanya menyunggingkan senyum kecil.

Perlahan Junhee membuka pintu itu dengan perlahan

Dari luar dapat dilihat pintu ruangan putih itu terbuka, melihatnya sully, Kristal dan victoria-yang berbisik bisik tadi- segera bersiap siap.

“SEKARANG “ teriak kriystal nyaring

Dengan sekejap sully yang mendengarnya segera melemparkan ember yang berisi air kotor yang entah air apa itu.

o finem temporis “ Sehun yang tahu benar kalau Junhee sebentar lagi akan bermandikan air kotor segera munggumamkan kata kata semacam mantra. Dan dengan itu, semuanya berhenti, dimulai dari dentingan jam besar yang berada di mini hospital yang berhenti secara perlahan lahan, Junhee dan semua orang disekitar Sehun termaksud sully, Kristal dan victoria mendadak menjadi patung, begitu pula dengan ember yang sempat dilemparkan sully tadi, ember itu berhenti tepat diudara saat isinya akan siap memandikan tubuh mungil Junhee, semuanya sunyi, diam membatu.

Sehun lagi lagi menyunggingkan senyum. “ sudah lama sejak terakhir aku membuat semuanya berhenti seperti ini”

Tidak perlu bertanya lagi siapa yang melakukan ini semua, sudah pastikan Sehun yang melakukannya ?. menghentikan waktu, sungguh kekuatan yang luar biasa.

Sehun perlahan berjalan mendekati Junhee yang terdiam membatu didepan pintu, Sehun seketika lenyap. Dan sedetik kemudian dia sudah berada dibalik pintu yang tadi akan dibuka Junhee. Dia berteleprtasi.

“rupanya mereka “ Sehun yang melihat sully, Kristal dan victoria tepat didepannya menatap jahil ketiga orang itu. Sehun mendekat dengan perlahan. Dia memegang ember berisikan air kotor yang membeku diudara, dibalikannya arah ember itu yang tadinya siap membasahi tubuh Junhee kearah Kristal dan kawan kawannya.

Sehun tersenyum puas dengan hasil kerjanya, dapat dibayangkannya wajah Kristal dan teman temannya yang akan basah kuyup karna ulanhnya sendiri.

Sehun menghilang lagi, dan detik berikutnya Sehun sudah kembali kedalam mini hospital itu. Sehun memejamkan mata sejenak, mengkonsentrasikan pikirannya “ domine, in tempore ad normalis “ gumam Sehun. Dan dalam sekejap semuanya perlahan mulai bergerak kembali

“WHAAAAAAAAA “ terdengar teriakan nyaring dari luar, Sehun hanya tersenyum jahil. Dia tahu pasti kenapa mereka berteriak.

Junhee yang barusan membuka pintu sangat kaget begitu mendapati sully, Kristal dan victoria yang basah kuyup dihadapannya.

“apa yang kalian lakukan disini “ tanyanya bingung.

sully, Kristal dan victoria yang melihat Junhee dihadapan mereka mendadak diam. Mereka terlalu shock dengan apa yang minimpa mereka barusan.

“Ba-Bagaimana bisa “ Kristal benar benar tak habis pikir, bagaimana bisa ember yang tadi dilihatnya akan mengenai tubuh Junhee malah berbalik mengenai tubuhnya sendiri ?

Tak lama Sehun keluar, Sehun melangkah dengan santainya tanpa memperdulikan Kristal dan kawan kawannya yang sudah basah kuyup karna air kotor yang menimpa mereka.

Junhee yang melihat Sehun pergi segera mengikuti namja itu, sesekali Junhee berbalik melihat keadaan Kristal dan yang lainnya yang benar benar terlihat sangat berantakan.

“SIAL “ umpat Kristal kesal.

.

.

.

.

.

Jam intirahat selesai, seluruh murid kembali kekelas mereka masing masing, tak terkecuali Sehun dan Junhee.

“haaahhh” Junhee membuang napas panjang. Raut wajah kesal tercetak jelas diwajahnya.

“ aku pasti dapat merah lagi kali ini “ gumamnya.

Hari ini ada jadwal untuk tes bahasa inggris. Dan Junhee adalah salah satu murid terpayah untuk itu. Sebenarnya bukan hanya Junhee saja, bisa dibilang seluruh murid disekolah ini sangat payah untuk tes bahasa inggris.

Kalau hanya untuk tes tertulis para murid tentu masih bisa melewatinya dengan mudah tapi ini lisan. Sekolah ini memang tak memberlakukan tes tertulis untuk pelajaran bahasa. Tak perduli itu untuk bahasa inggris, jepang, china, dan prancis, semua tesnya adalah tes lisan.

“astaga bagaimana ini ?. bagaimana kalau nilaiku dibawah 20 lagi ?”

“ semoga tiffany ssaem sakit hari ini”

“ aku tak mau dapat pelajaran tambahan tadi tiffany ssaem “

“bahasa inggris terkutuk “

Sehun bisa mendengar dengan jelas teman teman sekelasnya yang menggerutu tak jelas. Dia sedikit menyunggingkan senyum “ dasar murid murid bodoh ! apa apan itu? Nilai dibawah 20 katanya ? hah.. bagaimana bisa mereka mendapat nilai seburuk itu ?”

Sehun hanya bermonolog ria dalam hati mendengar berbagai bisikan bisikan teman sekelasnya. Jangan heran dengan nilai 20 yang didapat para siswa disini. Itu hal biasa untuk tes bahasa inggris, nilai tertinggi yang pernah dicapai disekolah ini tak lebih dari 50. Paling tinggi juga adalah 47.

“ hello every one “ seorang guru berambut panjang dengan setelan blazer pink tampak memasuki kelas ini. Wajahnya cantik, tapi siapa kira dia adalah satu dari empat guru paling kejam disekolah ini.

Para murid seketika tegang dibuatnya. Seketika suasana kelas mendadak tenang. Sehun yang sudah tak mendengar suara apapun menoleh mendapati guru berambut panjang didepannya. “jadi ini gurunya ? seharusnya semua guru sepertinya “ gumam Sehun dalam hati.

Jangan salah paham dulu, Sehun bukannya senang karna guru yang mengajarnya cukup cantik, dia senang karna berkat kehadiran guru itu suasana kelas jadi benar benar tenang.

“ ready for the exam today ?” tanyanya pada para murid

“ yes mom “ jawab mereka serentak

Tes dimulai, tes hari ini adalah tentang drama tanpa teks dengan tema “ what will I do when the holiday is come “. Cara tes ini mudah, kau hanya perlu menunggu namamu yang diabsen dan maju untuk memulai berdialog –semacam berdiskusi-dengan dialog yang harus kau susun sendiri dengan otakmu. Pasangan untuk setiap murid tak lain dan tak bukan adalah tiffany sendiri.

Satu persatu nama dipanggil, dan tak perlu menunggu lama untuk tahu akan hasilnya, semuanya gagal ! tiffany hanya bisa memegang keningnya yang pusing karna tak ada satupun dari mereka yang berhasil. Hingga pada giliran terakhir, Sehun.

Sehun mendapat giliran terakhir karna dia memang adalah murid baru dikelas ini.

“oh Sehun “ panggilnya

Sehun maju kedepan.

“ am I have to do this all day long ?. why am I have to teach stupid students like all of you here “ tiffany bergumam sambil menunggu Sehun yang mulai mendekat kearahnya. Para siswa hanya tertunduk lemas karna ucapan tiffany barusan, meskipun tak mengerti benar apa yang diucapkan tiffany tapi mereka tahu tiffany sedang membicarakan mereka.

now oh Sehun !” tiffany memperhatikan Sehun dari atas hingga bawah “ you’re the new comer here “ lanjutnya

Sehun hanya diam, bukan berarti dia tak mengerti, dia hanya merasa dia tak perlu menjawab apapun karna tiffany memang tak bertanya apapun padanya.

Berbeda dengan Sehun, tiffany yang melihat keterdiaman Sehun menyimpulkan bahwa Sehun tak ada bedanya dengan para murid yang lain

just go to your chair “ ucapnya malas

“ you’re not even test me yet mom “ Sehun akhirnya bersuara, Sehun tahu tiffany menganggapnya sama seperti murid lain sehingga menyuruhnya pergi untuk duduk tanpa mengetesnya terlebih dahulu

Tiffany menatap kaget Sehun “ what was u just said ?” tanyanya lagi memastikan bahwa yang didengarnya tadi memang benar. Sehun berbicara dengan lancar?

“ nothing mom !” jawab Sehun singkat.

Seluruh kelas menatap takjub Sehun, tak jauh berbeda dengan yang lain tiffany pun menatap takjub pada Sehun, selama riwayat hidupnya mengajar disekolah ini, tak ada satupun yang menjawabnya dengan bahasa inggris sefasih Sehun.

“ oh god ! finaly I found some one that can reply what I say “ tiffany tampak sangat senang karna akhirnya ada murid yang bisa menjawab apa yang dikatakannya.

Sehun hanya tersenyum dalam hati milihat tingkah tiffany yang kelewat senang.

“ ok lets begin the exam Mr. Oh Sehun “ untuk pertama kalinya tiffany bersemangat mengatakan kalimat “ ayo mulai ujiannya “. Selama ini tiffany pasti selalu menahan amarah karena tak ada siapapun yang dapat lulus dari ujian yang diberikannya. Tapi sekarang berbeda, tiffany yakin Sehun pasti bisa lulus dari ujian yang diberikannya.

Dan untuk pertama kalinya pula tiffany tak harus menunduk malu saat menghadap kepala sekolah ketika menyerahkan nilai ujian bahasa inggris. Meskipun hanya Sehun yang akan lulus, itu sudah lumayan. Kali ini dia tak perlu melihat kertas nilai yang dibawahnya berwana merah menyala, karna tak ada satupun yang lulus dalam ujiannya. Tiffany bisa melihat warna biru dalam daftar nilainya.

“ you know what you have to do right ?” tanya tiffany antusias

“ of course mom “ jawab Sehun

Ujian untuk Sehun dimulai. Hasilnya benar benar diluar dugaan. Tifanny sendiri tak menyangka dengan kemampuan bahasa inggris Sehun. Sepanjang ujian tiffany tak henti hentinya memuji Sehun akan kemampuannya, sedangkan para siswa yang lain hanya bisa membuaka mulut lebar lebar karna kemampuan Sehun.

“ wonderful Mr.Oh, for the first time I found someone who can answer what I ask with good pronountation like you “ tiffany terus bertepuk tangan untuk Sehun.

“ congratulation Mr. Oh, you got PERFECT VALUE “ lanjut tiffany

Para murid lagi lagi terheran heran dengan apa yang mereka lihat dan dengar. Tiffany, salah satu dari empat guru paling garang disekolah ini tak henti hentinya memuji dan betepuk tangan senang untuk seorang murid dan lagi apa dia bilang tadi ? Sehun dapat nilai SEMPURNA ?. ya, Sehun dapat nilai sempurna. Dan itu adalah rekor baru disekolah ini.

Sehun yang mendengarnya tak banyak berkomentar. Dia hanya diam tanpa ekspresi. Nilai seperti itu untuk Sehun sangatlah biasa. Dia sama sekali tak kaget dengan nilai seperti itu.

.

.

.

.

.

Canteen SEOUL IHS, 02.00

Kejadian di kelas 2-A tadi menyebar dengan sangat cepat bagaikan virus, sekarang tak ada satupun siswa disekolah ini yang tak tahu soal kemampuan Sehun.

“ astaga, bukan hanya tampan, ternyata dia juga sangat pandai “

“apa kau serius dia dapat nilai sempurna ?”

“ apa dia orang asing ?”

“ ITU MUSTAHIL “

“ bagaimana bisa dia dapat nilai sempuna dari tiffany ssaem ?”

“ aku jadi makin menyukainya “

Kantin benar benar sangat berisik, mereka semua sibuk membicarakan soal Sehun yang mendapat nilai sempurna pada mata pelajaran tiffany, mereka tak henti hentinya memuji muji Sehun, namun tak sedikit juga yang mencibir karna tak percaya dengan apa yang mereka dengar, oh ayolah.. mereka saja yang sudah bertahun tahun bersekolah disini dan tentunya sudah sangat sering mendapat tes tak pernah mendapat nilai standar, tapi ini Sehun yang murid baru langsung mendapat nilai sempurna. Siapa yang akan percaya dengan mudah ?

Dari semua kerumunan orang dikantin ada beberapa namja yang terlihat duduk bersama, mereka terlihat mengamati dan mendengar dengan seksama para murid yang sedang serius membicarakan soal Sehun. Bisa dilihat dengan jelas raut wajah kekesalah di wajah mereka.

“ huh ! berani sekali murid baru itu. Dia baru sehari disini, tapi berani beraninya dia merebut seluruh perhatian murid yoja disekolah ini “

“ kau benar Taemin “

“ jadi bagaimana ? apa perlu dia kita beri pelajaran ?”

“ sepulang sekolah nanti kita beri pelajaran dia, kalian tahu kan apa yang harus kalian siapkan Minho, Jonghyun ?”

“ tentu “ jawab mereka berdua berbarengan sambil mengeluarkan seriangai mereka masing masing. Mengerikan.

Tampaknya, ada juga beberpa orang yang terganggu dengan kehadiran Sehun disekolah ini, Taemin, Minho, dan Jonghyun, tiga orang murid berandalah yang bisa dibilang menduduki urutan nomor satu dalam urusan keluar masuk kantor bimbingan konseling.

.

.

.

.

.

Junhee POV.

Ini gila.

Aku tak habis pikir dengan murid baru itu, bagaimana mungkin dia bisa mendapat nilai sempurna untuk tes yang diberikan tiffany ssaem ?.

Dan apa yang kulihat ini benar benar tambah membuatku heran padanya, biasanya seseorang yang mendapat nilai yang cukup tinggi untuk tes-tapi itu hampir mustahil- dari tiffany ssaem akan langsung meloncat loncat kesenangan atau paling tidak terus menerus senyum karna senang mendapat nilai yang bagus.

Tapi dia, dia hanya diam tanpa ekspresi sedikitpun. Apa dia tak bisa berekspresi ?.

Aku memperhatikannya dari tadi, dia sedang duduk bersandar dibawah pohon maple. Jangan salah sangka dulu. Aku tak mengikutinya, tempat ini memang adalah tempat kesukaanku disekolah ini, aku selalu kesini dulu saat selesai di-bully oleh teman temanku.

Semilir angin sangat terasa disini. Tempat ini adalah halaman belakang sekolah, waktu pertama kali kesini aku sempat heran dengan halamannya, ini lebih bisa dibilang sebagai hutan mini karna saking luasnya, apalagi begitu banyak tanaman disana.

Dia membuka matanya.

“astaga kenapa dia bisa setampan itu ?” gumamku pelan

Untuk sesaat, jujur aku sempat terpaku menatap wajah tampannya itu, kulit yang putih bersih hidung mancung dan oh bibir itu, eh tunggu kenapa aku ini ? berhenti Yeo Junhee ! apa yang sedang kau pikirkan ha ?!

Dia tersenyum kecil

“oh dia tersenyum?” aku mengedipkan mataku beberapa kali, agak tak percaya dengan yang kulihat barusan, dia, si Sehun itu tersenyum dan jujur saja senyumnya itu benar benar menawan.

Aku menggeleng gelengkan kepalaku berusaha menghilangkan pikiran yang yah… sudahlah jangan membahasnya, itu terlalu memalukan.

Aku tak ingin berlama lama disini. Tak baik juga kan kalau terus memendangi orang secara sembunyi sembunyi seperti ini ?. aku terlihat seperti penguntit.

Sehun POV

Jika tetap didalam gedung sekolah bisa bisa membuat kepalaku pecah saking berisiknya.

Apa itu ?, gumamku dalam hati, aku bisa mendengar suara derap langkah kecil disekitarku, ada seseorang disini.

Aku membuka mata sejenak untuk memastikan siapa kiranya orang itu.

“astaga kenapa dia bisa setampan itu ?”

Suara ini ? ini suara yoja berisik itu bukan ?. hah, ternyata dia yang datang. Dan dia bilang apa barusan ? aku tampan ?. aku tahu itu Yeo Junhee

Aku tersenyum kecil karna mendengar ucapannya barusan.

“oh dia tersenyum?”

Kudengar suaranya lagi.” Ne, aku tersenyum yeo Junhee “ aku menjawab perkataannya barusan, tentunya masih dalam hati.

Tak lama kudengar suara langkah kaki yang berjalan menjauh, oh apa dia sudah pergi ?. kenapa cepat sekali ?.

.

.

.

.

.

SEOUL IHS, 04.10 skt ,End of the school time

Ini sudah berlalu sekitar 10 menit sejak bel tanda pelajaran berakhir berbunyi, namun masih belum ada siswa yang keluar dari gerbang besar SEOUL IHS, alasannya tentu karna jarak gedung sekolah dengan gerbang cukup jauh dan para siswapun tak diperkenankan membawa kendaraan masuk dalam lingkungan sekolah, kecuali sepeda karna sepeda memang tak menghasilkan polusi suara.

Sehun berjalan dengan pelan menyusuri jalan panjang menuju gerbang sekolah, meskipun memiliki sepeda, Sehun lebih memilih untuk membawanya disamping tubuh tingginya tanpa menaikinya. Sehun cukup senang dengan keadaan tenang disekolah saat sore hari seperti ini, meskipun ada berbagai macam bisik bisik para murid tentangnya yang terdengar, Sehun tak terlalu memperdulikannya.

Cukup lama untuk Sehun menikmati pemandangan yang tersaji disekelilingnya, jalan panjang menuju gerbang memang ditanami berbagai macam pohon dan bunga. Selain untuk keindahan ini juga untuk menghalau polusi suara dari luar.

Sehun yang sedang menikmati pemandangan tiba tiba saja terlonjak kaget begitu melihat tiga orang yang berpakaian sama dengannya menghalangi langkahnya.

“mau apa mereka ?” tanya Sehun dalam hati. Sehun tak terlihat panic sama sekali dengan orang orang yang menghadangnya, Sehun tak menunjukan adanya tanda tanda perubahan ekspresi pada wajahnya, tetap datar seperti biasa.

“ ikut kami “ ucap salah seorang diantara mereka, seorang namja dengan rambut blonde bergelombang. Mereka bertiga langsung berjalan memasuki kerumunan pohon disekitar mereka.

Sehun yang melihat mereka pergi tak menggubrisnya sama sekali dan terus melanjutkan perjalanannya.

“YAK ! KUBILANG IKUT ! APA KAU TAK DENGAR HA ?!” taemin-namja dengan rambut blonde- berteriak kesal karna Sehun yang benar benar tak menggubrisnya dan malah memilih melanjutkan perjalanan-nya.

Sebenarnya Sehun cukup malas meladeni berandal berandal kecil didepannya, tapi daripada membuat keributan lebih besar Sehun memilih untuk ikut, toh mereka bisa apa dengan Sehun ? , melukainya ? itu mustahil.

.

.

.

.

.

“ hei murid baru, siapa namamu ha ?! “ tanya taemin.

Disamping taemin berdiri minho dan jonghyun yang masing masing berdiri disamping kiri dan kanannya.

Bukannya menjawab Sehun malah tetap diam tak menggubris pertanyaan Sehun, baginya pertanyaan taemin tak patut untuk dijawab. Bukannya sombong. Tapi siapa yang tak mengenalnya sejak kejadian tes tadi pagi. Sehun bisa mendengar dengan jelas kalu seluruh sekolah membicarakan tentang dirinya, dan tak mungkin kedua orang ini tak tahu soal dirinya. Apalagi mereka sudah memanggilnya kemari. Tak mungkin kan kalau mereka tak megenal Sehun ?.

“ hah ! kenapa kau tak menjawab bodoh ! kau bisu ?” jonghyun berteriak kesal karna Sehun yang tak menjawab pertanyaan taemin sama sekali.

“…..” Sehun tetap diam tak menjawab. Siapapun pasti akan sangat kesal karna kelakuan Sehun ini. Ditambah lagi tatapan datarnya yang seolah olah merendahkan siapapun yang ditatapnya.

“ anak ini benar benar “ taemin sudah tak tahan lagi. Segera taemin melayangkan tinju kewajah Sehun, namun dengan cepat Sehun menghindarinya.

“sial “ umpat taemin kesal. “ jonghyun, minho, pegang tangannya !” perintah taemin,

Dengan cepat jonghyun dan minho meraih kedua tangan Sehun dan mencengkramnya kuat, Sehun sebenarnya bisa melawan tapi dia harus bisa mengendalikan emosinya, kalau melawan bisa bisa mereka mati ditangan Sehun sekarang juga

BUGH

Satu pukulan mendatar telak diperut Sehun, Sehun sedikit meringis merasakann sakitnya.

“ bagaimana ? sakit kan ?” taemin tertawa senang melihat Sehun yang sedikit meringis karna pukulannya. “ seharusnya kau menjawabku tadi murid bodoh “ taemin mencengkram rahang Sehun

“ kau pikir kau siapa ha ?! murid baru sepertimu bisa bisanya merebut perhatian seluruh murid yoja disekolah “ taemin memulai aksinya lagi memukuli Sehun

BUGH BUGH BUGH

Sehun hanya tertawa kecil ketika meberima pukulan pukulan taemin yang mengenai tubuhnya dengan telak.

“ kau tertawa ? hah! Berani beraninya kau tertawa “ taemin bertambah kesal karna Sehun hanya tertawa saat menerima pukulan darinya. Bagi taemin itu adalah suatu hinaan telak terhadapnya. Tak ada satu orangpun yang pernah menertawainya seperti Sehun,

“ apa kalian membawanya ?” tanya taemin pada minho dan jonghyun

“ ada ditasku “ jawab minho enteng, taemin segera berjalan menuju tas minho dan mengambil sesuatu dari dalamnya, sebuah botol kaca dengan cairan yang terlihat asing di dalamnya.

“ kau tahu ini apa ?” taemin mengarahkan botol yang dipegangnya kewajah Sehun sambil menyeringai “ ini cairan asam “ lanjutnya.

Mendengarnya Sehun melototkan mata, apa orang ini sudah gila ? tidak, Sehun tak mungkin berdiam diri lagi sekarang.

Taemin membuka perlahan tutup botol itu, dan dalam sekejab taemin melemparkan cairan dalam botol itu kearah Sehun. Sehun yang melihat cairan itu melayang kearahnya segera menggunakan kekuatannya. Ditatapnya cairan itu lekat lekat dan dalam sekejap cairan itu berhenti. Bukan, Sehun bukan sedang mengendalikan waktu karna taemin dan teman temannya bisa melihat dengan jelas cairan asam itu melayang diudara.

Taemin melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Begitupun dengan minho dan jonghyun.

Sehun kemudian menatap tajam taemin didepannya dan seketika itu pula tubuh taemin melayang diudara, Sehun kembali menatap taemin dengan tajam dan kali ini tubuh taemin terhempas keras menabrak pohon besar dibelakangnya.

“aakkh “ Teamin berteriak kecil karna punggungnya yang membentur pohon besar.

“ TAEMINAAAAA” jonghyun dan minho berteriak keras dan segera melepaskan cengkraman tangan mereka pada tubuh Sehun karna melihat tubuh taemin yang terhempas jauh dihadapan mereka.

“ A-Apa yang akh terjadi ?“ taemin bertanya sambil diselingi ringisan kecil karna punggungnya yang terasa sangat sakit akibat benturan.

“ KAU !” taemin menujuk kearah Sehun “ apa yang kau lakukan padaku ?”

Sehun menghilang. Taemin dan kawan kawannya kembali melotot melihat Sehun yang lenyap tanpa bekas tepat didepan mereka.

Mereka mencari cari dimana keberadaan Sehun. Dan mereka bertiga kembali melonjak kaget begitu melihat Sehun yang muncul kembali tepat didepan mereka.

“ka-kau “ taemin benar benar gugup selaligus takut pada Sehun.

“ iya aku “ jawab Sehun dingin “ kenapa ? kau takut padaku ? “ lanjutnya lagi

Mereka bertiga tak menjawab, terlalu takut dengan Sehun yang dilihatnya sekarang.

“ kalian akan kuampuni sekarang, tapi ingat jika kalian berani memberitahu orang lain soalku” Sehun memberi jeda sebentar “ kalian akan menyesal “ lanjut Sehun sambil menyeringai.

Mendengarnya taemin dan kawan kawannya hanya menganggup kecil sambil menahan rasa takut mereka. “pergilah “ ucap Sehun

Dan dengan segera taemin dan teman temannya berlari sekencang kencangnya menjauhi Sehun. Sehun merapikan bajunya yang agak berantakan dan mulai berjalan keluar dari dalam taman lebat itu. Sehun melangkah pergi tanpa mengetahui bukan hanya dirinya dan taemin beserta teman temannya saja yang berada ditempat itu. Ada orang lain yang sedari tadi mengamati apa yang terjadi.

“ Se-Sehun dia…. Dia itu apa ?”

.

.

.

.

.

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12 thoughts on “MY PERFECT ALIEN Chapter 2

    • jae sin berkata:

      ini emang terinspirasi dari drama itu.. klau kmu bca chapter 1 ada kok aku sertakan sumber inspirasi ff ini^^
      thanks karna udah bca^^

  1. Hyun Jin berkata:

    Bagus thor,
    tapi kenapa peran Taemin Minho Jonghyun jahat sih?
    Gak cocok sama image asinya thor.

    Tapi,lanjut thor (klo bisaa diubah namanya)

  2. han han berkata:

    wuuuuaaaaaaaa aku tlat bacaaaaaaaaa #plak

    hiks hiks, gw tlat bacanya thor, habisnya author updatenya lama bingits
    tpi karna chap 2 nya udah muncul author di maafin hehe

    ini deabak thor, haha gw ksian sma taemin, nyaho lu gegara gangguin uri sehun
    trus sehunnnaaaaa oo tolongin junhee ni eee hehe
    ini tambah seru thor, tdi yg liat sehun oppa junhee kan thor ?
    cepet update ya thor jdi ngg sabar bacanya, jgn lama” gi

  3. thyna berkata:

    kyaaaaaaa apdet apdet hehehehehe akhirnya setelah penantian sekian lama aku bsa baca lanjutannya..

    oh god chap ini muasin aku banget thor !!! tpi thor demi apa lo nistain taemin oppa disini ??
    agak gak trima sih, tpi aku rela aja deh yg penting ffnya lanjut

    ditunggu yah thor klanjutannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s