Born to say goodbye part 2

born to say goodbye cover

 

Nama: Julia elqisty

Judul: Born to say goodbye part 2

Tokoh: Zhang Yixing, Wu yi fan, d.o kyungsoo

Support cast: Suho, Huang zi Tao, Baekhyun, Xiumin

Genre: brothership, friendship , sad

Rating: T

Length: chapter

Catatan: ada beberapa tambahan character di part ini, semoga suka ya^^

Summary:

“Karena aku tau, kau adalah orang yang baik yang mempunyai hati yang sangat tulus, walaupun kau tidak pernah menunjukannya”

 

Annyeong! Akhirnya kelar juga part 2 ini setelah mencari inspirasi kemana-kemana hihi:3, kalo beigtu selamat membaca ya mohon kritik dan sarannya^^ maaf kalo typo dimana-dimana ^_^

 

****************

 

Pagi hari ini terlihat cerah terlihat dari gedung percetakan majalah ternama itu, tampak seorang mahasiswa bekerja paruh waktu mem-fotocopy berkas-berkas penting milik perusahaan itu.

 

“lelaki ini memang menawan, mengapa lelaki se tampan ini tidak terlalu terkenal ya? padahal fotonya terlihat bagus…” ujar mahasiswa itu bergumam dengan tersenyum sambil sibuk membolak balikan secarik kertas yang ia sedang foto copy itu

 

“owee? bukan kah itu kris ge? ” lay tiba-tiba saja mengagetkan mahasiswa itu dengan mengambil selembar soft copy foto-foto kris yang berada diruang foto copy itu.

 

“kau mengenalnya?” tanya mahasiswa itu dengan raut pandang sedikit bingung melihat lay.

 

“tentu, dia adalah sahabatku” ujar lay mantap masih terpukau dengan foto-foto yang ia lihat di soft copy itu, sangat amat berbeda , terlihat kharisma yang terpancar dari sorot muka kris, berbeda dengan aslinya.

 

“ternyata manusia sedingin dia bisa punya sahabat ya hahaha” tawa mahasiswa itu sedikit tertahan karena ia belum mengenal lawan bicaranya itu jadi ia takut menyinggung perasaannya

 

“ya mungkin dia terlihat dingin seperti tidak mempunyai perasaan, tapi percaya tidak percaya sebenarnya ia adalah orang yang sangat lembut dan juga penyayang” jawab lay dengan senyuman tipis dan juga tidak lupa dengan menyunggingkan lesung pipi yang imut itu

 

“jinjayeo? apakah benar dia seperti itu?”mahasiswa itu pun terbelalak tidak percaya mendengar ucapan lay itu

 

“iya benar, hanya saja dia tidak bisa mengeluarkan perasaannya, tetapi jika kau sudah mengenalnya lebih dekat, kau pasti akan merasakannya”

 

“hooo begitu” mahasiswa itu meng angguk-anggukkan kepalanya dengan mata besarnya yang terlihat lucu itu

 

“aduuh aku lupa, kau ini siapa? mengapa kau sepertinya sudah mengenal orang ini?” tanya lay lagi sambil memukul lembut keningnya, lay baru teringat akan sesuatu bahwa obrolan yang tadi itu bukan obrolan yang sebenarnya

 

“namaku adalah do kyungsoo, aku bekerja paruh waktu di tempat ini, lalu kau?” jawab d.o sambil mengulurkan tangannya yang putih itu

 

“namaku lay, mendengar perkataanmu tadi sepertinya kau sudah sedikit mengenal kris ge, apa itu benar?” tanya lay dengan raut wajah penasaran

 

“ya tentu, dia tetangga apartemenku, aku suka kasihan melihat dia tinggal sendirian, jadi aku sering membuatkan ia makanan tetapi sepertinya ia tidak suka denganku” jawab d.o tertunduk

 

“wae? kris ge orang yangbaik manamungkin ia tidak menyukaimu? sepertinya kau juga orang yang baik”

 

“aku tidak tahu, hanya saja aku merasa ia tidak suka denganku”

 

“apa ia tidak menerima makananmu?” tanya lay dengan masih raut penasarannya

 

“tidak, ia selalu menerimanya”

 

“berarti itu menunjukan ia menyukaimu, mungkin hanya saja kau belum terlalu dekat dengannya jadi wajar dia seperti itu” lay menerangkan dengan panjang lebar membuat d.o bingung

 

“entahlah, mungkin perkataanmu benar” d.o menghembuskan nafas pelan

 

“sudahlah jangan begitu, percaya padaku ia pasti menyukaimu, masakanmu juga enak , ia mempunya selera yang tinggi soal makanan jadi itu bisa menjadi peluang untuk kau menjadi temannya” jawab lay penuh dengan percaya diri

 

“darimana kau tau masakanku enak?” d.o masih menunjukan raut bingungnya ke arah lay

 

“molla…. hehehe hanya saja kau membuatkan makanan ke kris dan ia menerimanya berarti itu pertanda ia menyukainya kan?” lay terkekeh akibat ulahnya sendiri

 

“huh kau ini sok tahu” cibir d.o

 

“hahhaha, mian habis kau lucu seperti ketakutan menghadapi kris ge padahal ia orang yang baik, oia lalu kau ini bekerja di tempat foto copy ini?”

 

“iya aku bekerja paruh waktu disini dan tugasku membuat softcopy para model dan memberikannya ke atasanku lalu softcopy ini akan diberikan kepada model majalah secara gratis”

 

“hoo, termasuk kris?”

 

“iya, dan menurutku ia sangat berbakat menjadi model” d.o menyunggingkan senyuman tipis dengan tangan yang sibuk memfotocopy ratusan kertas-kertas yang tertumpuk di meja

 

“menurutku juga begitu, tetapi waktu itu aku melihat kris sedang di potret model baju dan sepatu, tetapi raut wajah kris ikut bergaya, padahal fotografer itu hanya memfoto badan dan juga kakinya hahahhaha” tawa lay menggelegar akibat ulah kris akan tetapi d.o terdiam seperti menyimpan sesuatu

 

“wae? mengapa kau terdiam?” tanya lay bingung

 

“a..a..ani, tidak ada apa-apa aku hanya sedikit pusing” jawab d.o gugup

 

“mungkin akibat kau terlalu sibuk bekerja, jaga kesehatanmu, oia mengapa disini aku tidak melihat sama sekali foto baju dan juga sepatu yang di modeli oleh kris?”

 

“huh kau ini cerewet sekalii” gerutu d.o kesal karena merasa lay terus menginterogasinya dengan pertanyaan – pertanyaan yang membuatnya pusing

 

“aku kan hanya ingin tau” jawab lay dengan memonyongkan bibirnya

 

“hmmm…jadi.. kris… mmm … itu…

 

Tiba-tiba tubuh menjulang kris terlihat dari ambang pintu ruangan fotocopy itu

 

“Hey kerdil, mengapa kau disini? Lay, kau kucari dimana-mana ternyata kau disini, kau sangat menyusahkan” omongan d.o terpotong oleh kris yang daritadi mencari lay

 

“oe? kris ge kau sudah selesai pemotretan?” jawab lay terkejut

 

“pabo, sudah daritadi aku mencarimu tetapi kau tidak ada di ruang tunggu, aku kan hanya sebentar, kau ini…mppffttmmm”

 

“sudahlah, kaja! ayokita pergi” lay menutupi mulut kris karena ia tau ocehannya tidak akan berenti

 

“d.o-ssi aku pergi dulu, kapan-kapan kita bertemu lagi, annyeong!” sapa lay ramah sambil melambaikan tangan ke arah d.o

 

“annyeong” d.o membalas sapaan lay dengan kaku masih terfikir akan sesuatu

 

d.o POV

 

“apakah aku harus memberitahunya? tetapi aku kan baru mengenalnya hari ini, dan ini juga baru kecurigaanku bukan fakta yang sesungguhnya, entalah aku bingung”

 

d.o kembali melakukan tugasnya dengan penuh kebimbangan akan sesuatu yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri

 

**********

 

“Bagaimana kau bisa mengenal si kerdil itu?” tanya kris sambil memasuki mobil sedannya itu

 

“tadi aku bertemunya diruang foto copy, namanya d.o kyungsoo ge” jawab lay membetulkan sebutan kris kepada d.o

 

“hati-hati dengannya , ia namja yang aneh”

 

“aneh? menurutku tidak, dia baik, aku rasa ia ingin berteman denganmu ge” jawab lay santai

 

“mwo? apakatamu berteman??aku rasa ia mempunyai perasaan lebih dari teman”

 

“hhahahaha, jadi menurutmu ia tidak normal? jangankan dia, yoeja mana yang menyukaimu? tidak ada bukan? bahkan kau belum memiliki yoeja chingu hahahha” tawa lay membeludak sekaligus mengejek kris

 

“hey, shut up , aku hanya belum menemukan yang cocok denganku, bayangkan saja kalau ia tidak menyukaiku lalu mengapa ia suka membawakan masakan untuku, handuk, oleh-oleh t-shirt dari paris, dan masih banyak yang lainnya, apakah menurutmu itu tidak normal?” jawab kris dengan ocehan yang khas itu

 

“sampai segitunya kah?” lay tidak percaya dengan apa yang kris ucapkan

 

“iya, dan aku tidak suka diperlakukan seperti itu” jawab kris datar

 

“huh kau ini, bagaimana kau tidak punya teman, bahkan kau saja bersikap seperti ini, mungkin d.o itu hanya ingin menjadikan kau sebagai teman baik, hanya saja caranya yang berlebihan” jawab lay dengan penuh keyakinan membuat kris tertegun

 

Kris POV

“aku juga ingin mempunyai sahabat dekat seperti orang lain, sahabat yang selalu ada disaat aku susah dan juga aku sedih, hanya saja aku terlalu takut, aku terlalu takut akan diriku sendiri, aku takut jika aku melukai sahabat ku sendiri dan juga sahabatku menghinatiku, apakah aku harus membuka perasaanku ke orang lain? apakah tidak cukup jika aku hanya berbagi perasaanku dengan Tao? lalu lay? lay menganggapku seperti saudaranya sendiri, tetapi aku? aku sama sekali tidak menganggapnya seperti itu aku hanya menjadikannya ia teman..hanya teman, apakah aku harus menjadikannya sebagai sahabatku?”

 

author POV

mobil kris melaju dengan cepat menuju apartemennya itu, hari itu terlihat tidak begitu sibuk namun kris tampak seperti seseorang yang sedang memikirkan sesuatu dan terlihat sangat amat lelah

 

 

“kau terlihat lelah?” tanya lay yang menyadarinya daritadi

 

“begitulah, kaja kita naik ke atas aku sudah sangat lelah” ujar kris

begitu lay dan kris sampai di depan pintu apartemen kris terkejut karena apartemennya itu tidak terkunci

 

“mwo? mengapa tidak terkunci?” sahut kris pelan

 

betapa terkejutnya kris melihat tas berwarna putih hitam dan juga ada gantungan panda kecil di resletingnya tergeletak di lantai

 

“Tao!” sahut kris dengan girang melupakan keletihannya yang daritadi ia rasakan itu

 

“Tao-ya!! kau sudah pulang?? ” kris sedikit berteriak sambil menghampiri kamar Tao yang sebenarnya sekarang ini sedang ditumpangi oleh Lay itu

 

“wu fan ge! akhirnya kau pulang, aku lapar kau lama sekali bekerja” jawab tao dengan aegyonya sambil memegangi perutnya yang memang sudah lapar

 

“aigoo, kau ini bukannya menelfonku dulu, biar aku menjemputmu di asrama, kaja kita pergi ke restauran china ter-enak yang ada di seoul!! Lalu kau kesini naik apa Tao? kau naik bis? sudah ku bilang kau tidak boleh sendiri kalau berpergian” cecar Kris khawatir sangat amat berbeda  perlakuannya ke Tao dengan siapapun yang ia kenal

 

“shireo! aku tidak mau masakan china , aku ingin wu fan ge masak untukku masakan korea!” jawab tao tidak memperdulikan ucapan kris

 

“mwo? ta..tapi aku tidak bisa memasak..” kris bingung, adik kesayangannya ini hanya ingin dibuatkan masakan oleh kakanya dan kris sama sekali tidak bisa memasak

 

kris melirik lay dengan penuh arti yang sedari tadi hanya diam melihat kemesraan mereka

 

“aku tidak bisa memasak masakan korea ge” jawab lay dengan meledek kris

 

dari balik pintu lay melihat d.o yang baru masuk ke ruangan apartemennya yang terletak di samping ruangan apartemen kris, melihat d.o yang baru masuk itu Lay mempunyai akal cerdik dan segera ia buru-buru menghampiri Tao yang sebenarnya belum mengenal Lay

 

“Tao-ya kakakmu ini payah, ia tidak bisa masak, tetapi aku tau masakan korea paling enak dan ini masakan rumahan tidak ada di restauran manapun, kau mau tidak?” tanya lay ke Tao penuh semangat

 

“waaa aku mau hyung!” jawab tao polos sambil bersorak riang

 

“kaja!! ayo kita ke sebelah ruangan kakamu tinggal!” lay menarik lengan tao menuju ruangan d.o

 

“hey Lay! oediseoo?” teriak Kris kaget melihat Lay yang tiba-tiba menarik adiknya itu pergi

 

*****************

 

Rumah itu terlihat sangat mewah dengan model minimalis yang tertata rapih, ruang tamunya pun terkesan sangat elegan dengan sofa kulit berwarna hitam pekat, di dekat sofa itu ada jendela kaca yang besar dan dari kaca itu pemandangan indah dari luar rumah dapat terlihat, di pojok jendela kaca itu nampak seorang namja imut terduduk di sebuah kursi roda model terbaru, pandangannya kosong, tidak ada arah tujuan terlihat jelas dari sorot matanya, di pangkuannya terdapat sebuah majalah fashion yang cukup terkenal di korea selatan, majalah itu menunjukan cover seorang lelaki tampan yang tersenyum tipis dan terlihat sangat menawan.

 

Seorang namja mapan berjas rapih membuka pintu rumah minimalis itu, ia nampak terlihat lelah dan seketika menghembuskan napas pelan saat melihat namja imut yang berada di pojokan itu lalu melangkahkan kakinya perlahan ke arah namja imut itu

 

“Baekhyuniiie, aku sudah pulang” sapa namja mapan itu ramah sambil menepuk pelan punggung namja imut itu daribelakang

 

“masuklah ke kamarmu hyung, aku saat ini sedang tidak ingin diganggu” jawab namja imut itu datar sama sekali tidak melihat ke arah lawan bicaranya itu

 

“tetapi aku ingin berbincang-bincang denganmu baekhyuni, sudah 1minggu aku belum pulang kerumah karena banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan diluar”

 

“apa yang harus dibicarakan hyung? aku sudah terbiasa kau pulang malam bahkan pernah aku tidak bertemu denganmu hampir 6bulan lamanya”

 

“ya kalau begitu malam ini aku ingin menghabiskan waktu denganmu, ayo sekarang ikut aku jalan-jalan mengitari suasana malam kota seoul”

 

“cih, tidak perlu, melihat suasana kota seoul dari jendela kaca ini pun sudah cukup bagiku” namja yang bernama baekhyun itu masih tetap tidak acuh

 

“hhh baekhyun-ah kenapa kau selalu acuh kepadaku? apapun yang kau mau selalu aku turuti tetapi kenapa kau tidak pernah baik sedikit saja kepadaku?”ujar hyungnya itu setengah lirih, hampir tidak kuat menerima respon adiknya yang acuh itu

 

“ya memang, kau selalu memberikan apapun yang kumau, tetapi yang kumau bukan hanya sekedar uang ataupun elektronik  model terbaru hyung, aku ingin appa dan oemma kembali lagi seperti dulu dan yang terpenting aku ingin mempunyai ini” mata sipit baekhyun mengarah kepada kaki sebelah kirinya yang memang hanya sebatas lutut tidak sepadan dengan kaki sebelah kanannya yang utuh

 

Suho terpaku melihat respon adiknya itu, baginya Baekhyunlah satu-satunya keluarga yang ia sayangi, akan tetapi Suho selalu gagal dalam menangani sifat keras kepala Baekhyun itu

 

Suho POV

 

Ya tuhan, mengapa aku harus menanggung ini semua?, bisakah kau meringankan bebanku? Setelah appa dan oemma meninggal, Baekhyun menjadi lebih keras kepala dari biasanya, biasanya yang bisa menangani ini semua adalah oemma yang selalu sabar menghadapinya, aku berusaha untuk selalu sabar seperti layaknya oemma dulu, tetapi Baekhyun sepertinya sama sekali tidak mau mendengarkanku sama sekali , seandainya ia bisa tau isi hatiku yang sebenarnya bahwa aku sangat sayang padanya

 

“Hyung..” sahut Baekhyun tiba-tiba membuyarkan lamunan Suho

 

“Nde?”

 

“Apa aku bisa seperti dia hyung?” tanya Baekhyun, matanya menunjukan ke arah majalah yang ada di pangkuannya itu

 

“Tentu saja bisa Baekhyunii, apapun yang kau mau aku akan berusaha mengabulkannya” jawab Suho terdengar lembut namun terlihat dari sorot matanya bahwa ia ragu

 

“Kau tentu saja berbohong hyung” sahut Baekhyun dengan senyum lirih

 

“aniyo Baekhyuni, aku pasti….”

 

“Sudahlah hyung, aku tau itu semua tidak mungkin, aku cacat!! Tidak seperti mu yang mempunya kaki sempurna, dari aku kecil aku selalu hanya bisa melihatmu berlari, bermain bola, tetapi aku tidak bisa melakukannya” Baekhyun menghusap air matanya yang hampir jatuh

 

“Baekhyunii…”

 

“Cukup hyung!! kau jangan menghiburku, itu tidak akan berguna buatku!! yang bisa hanyalah oemma bukan dirimu, walaupun kau kakaku tapi jangan harap kau bisa menggantikan posisi oemma !!” bentak Baekhyun tiba-tiba dan membalikan kursi rodanya menjauhi suho dan masuk ke dalam kamarnya

 

********

 

“Hmmm mashita!!” sahut Tao sambil mengangkat ibu jarinya ke arah Kyungsoo dengan tatapan lucu

 

“Hmm, memang ini benar-benar enak! pantas saja Kris hyung tidak menolak masakanmu” Lay menambahkan sambil menghapus sisa noda makanan yang ada di pinggir mulutnya dengan kerah bajunya

 

“Yaaaa! kalian ini mahluk aneh, kalian tidak tau kalau aku baru saja pulang dan tiba-tiba kalian memaksaku untuk memasak, sebenarnya ini ada apa?” Tanya Kyungsoo masih penuh dengan 1001 pertanyaan

 

“Oia, aku lupa d.o , perkenalkan ini Tao adik Kris” Lay memegang pergelangan tangan Tao dan menariknya agar berdiri ke arah d.o

 

“annyeong! namaku Wu Tao, hyung bisa memanggilku Tao” jawab Tao yang berdiri menghadap d.o sambil membungkuk memperkenalkan dirinya

 

“A-aku d.o” Jawab d.o sedikit geli menahan tawanya akibat ulah Tao

 

“D.o-yah? wae geurre?” Tanya Lay bingung melihat ekspresi Kyungsoo yang memerah menahan tawanya yang ingin membeludak itu

 

“Bwahahahhahahaha, kalian berdua ini bodoh sekali, buat apa membungkuk? itu terlalu formal buat memperkenalkan diri, huahahhahaha” Kyungsoo masih terbahak-bahak melihat tingkah bodoh Lay dan Tao

 

“Mwo? bukankah memang harus lebih sopan terhadap yang lebih tua?” Lay menjawab dengan tatapan yang sangat polos dan membuat d.o semakin geli melihatnya

 

“Ah sudahlah…Yaaa!! tujuanku bertanya lagipula bukan untuk hal itu, tetapi mengapa kau menyuruhku memasak secara mendadak! kau pun belum kenal dekat dengaku!!” Jawab d.o sambil berdecak pinggang ke arah Lay

 

Lay terkekeh, “Jadi adik Kris ge ini baru pulang dari asramanya dan ia lapar, Kris ge payah tidak bisa memasak makanan korea, lalu aku melihatmu masuk ke apartemen jadi aku mengajak Tao kerumahmu, mian d.o-yah aku merepotkanmu” jawab lay panjang lebar sambil mengandalkan senyuman yang dihiasi oleh lesung pipinya

 

D.o hanya bisa menarik nafas panjang dan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan

 

“ya, lain kali kau jangan seperti ini lagi”

 

“tetapi kalau dalam keadaan darurat aku bisa mengandalkanmu kan?” tanya lay dengan lagi-lagi mengandalkan senyumannya yang seakan-akan adalah obat andalan untuk membuat lawan bicaranya pasrah tidak bisa melawannya

 

“aniyo!!” Tiba-tiba kris muncul dari arah pintu masuk apartemen d.o “kau jangan meminta makan kepadanya lagi Lay, Tao kenapa kau menurut saja dengan dia? kau kan belum mengenalnya, sudah kubilang kalau kau tidak boleh terlalu percaya kepada orang asing yang kau belum kenal arra?” ujar Kris bertubi-tubi membuat

 

Lay yang berdiri tidak jauh dari Kris itu mematung tidak mengeluarkan suara sama sekali

 

“Ayo! kita balik kerumah, bahkan kaupun belum mengganti pakaiannmu” Ujar kris lagi sembari menarik lengan Tao yang belum sempat mengeluarkan suaranya

 

Lay masih mematung di tempatnya, tidak bergerak sama sekali, hanya matanya yang mengikuti langkah Kris dan Tao menuju pintu keluar apartemen d.o

 

“gwencana?” tanya d.o hati-hati setelah Kris dan Tao sudah pergi

 

Lay hanya mengangguk singkat dan bergumam pelan

 

“hmm”

 

“Gotjimal, sepertinya ada yang tidak beres denganmu?” ujar d.o lagi sambil tersenyum tipis

 

“kau tidak tau apa-apa d.o-ssi, aku keluar dulu annyeong” Lay meninggalkan d.o dengan cepat dengan tertunduk

 

“ada apa dengan dia?” gumam d.o seorang diri dengan mengakat kedua bahunya bingung

 

**************************

 

Tao duduk di sofa apartemen Kris yang lumayan empuk itu sambil melipat kedua lengannya dan memajukan bagian bawah bibirnya

 

“Aigoo Tao-ya kenapa kau murung seperti itu?” tanya Kris lembut yang berjongkok tepat di depan Tao duduk

 

Tao hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan tetapi mulutnya sama sekali tidak membuka mulutnya untuk berbicara padanya

 

Kris menghela nafas panjang kemudian duduk disamping Tao, “Tao-ya, ada apa denganmu? katakanlah padaku?” Kris masih berusaha membujuk Tao

 

“Tao-ya ayo…”

 

“Ge! Kenapa gege berkata seperti itu tadi?” bentak Tao yang tiba-tiba langsung beranjak dari sofa

 

“mm-maksudmu?”

 

“Iya, kenapa gege tidak mengucapkan terima kasih kepada d.o hyung?”

 

“apa aku harus mengatakannya? Dia hanyalah orang asing Tao-ya” jawab Kris masih dengan nada selembut mungkin

 

“Keundae, gege tidak boleh berkata seperti itu!, apa ayah dan ibu mengajarkan gege untuk seperti itu?ayah dan ibu selalu mengajarkan kita untuk baik terhadap semua orang yang juga baik terhadap kita ge! Karena kita tidak bisa hidup tanpa orang-orang yang baik disekitar kita ge!!” suara teriakan itupun mampu membuat kris terenyuh hatinya

 

Tanpa Kris sadari matanya sudah ingin mengeluarkan isinya “Tao-ya, aku hanya ingin melindungimu, hanya itu , karena kaulah satu-satunya keluarga yang kupunya, aku tidak mempunyai orang yang kusayang lagi”

 

“Apa kau tidak pernah sadar ge? bahwa banyak orang-orang yang menyayangimu selain aku?” Tao yang kesal terhadap kris itu langsung berjalan menuju kamarnya tanpa menghiraukan ucapan Kris

 

Kris yang masih duduk disofa itu sejenak terdiam “apa perkataan Tao itu benar? Apa memang disekitarku banyak yang menyayangiku? ujar kris dalam hati

 

Kris tiba-tiba tersadar dari lamunannya, ia teringat oleh Lay yang sedari tadi tidak menampakkan wujudnya

 

“kemana mahluk itu?”

 

***************

 

Jam sudah menunjukan tepat di angka 12 namun Lay belum terlihat juga

 

kemana Lay? mengapa sampai sekarang ia belum pulang?

 

Kris terus saja melihat ke arah jam yang tertempel di sudut apartemennya, kris memencet tombol-tombol angka yang tertera di layar handphonenya, mencoba untuk menghubungi Lay namun tidak ada satupun jawaban dari Lay

 

apa aku harus menyusulnya? gumam Kris dalam hati

 

*Clek* Kris membuka knop pintu kamar Tao dengan hati-hati memastikan keadaan adiknya itu

 

aman 

 

Kris segera mengambil kunci mobilnya dan bergegas menuju tempat parkir apartemennya itu

 

.

.

.

 

 

Author POV

 

Suasana seoul malam ini cukup bisa membuat orang yang masih ada disekitarnya harus menghangati tubuhnya sendiri, Namun berbeda dengan Lay yang tidak memakai alas apapun yang dapat menghangatkan tubuhnya, ia hanya memakai kaos tipis yang tentunya sama sekali tidak berguna untuk menghangatkan tubuhnya. Di malam yang dingin itu tepatnya di sebuah bukit Lay duduk dengan memeluk kedua betisnya di hamparan rumput-rumput yang mengikuti gerak angin, dari atas bukit itu cahaya kota seoul dapat terlihat dengan indah, dan juga cahaya lampu warna-warni namsan tower dapat terlihat dengan jelas.

Lay memandangi lautan cahaya itu dengan datar, sama sekali tidak ada ekspresi yang terpancar diwajahnya, tidak ada ekspresi polos lagi yang selalu membuat semua orang jengkel namun menjadi ingin terus melindunginya.

 

Tiba-tiba seseorang memegang punggung belakang lay

 

“Lay-ah” panggil kris yang tiba-tiba menjadi lembut kepada lay

 

Lay menengok ke arah sumber yang memanggilnya,

 

“Waeyo?” Jawab Lay datar

 

“Hmm ani”

 

“Lalu mengapa kau disini?”

 

Kris yang masih berdiri di belakang Lay mengubah posisinya, ikut duduk disamping lay menatap kerlipan lampu-lampu yang cantik itu

 

“dulu sewaktu aku baru pindah dari china ke seoul, tempat ini menjadi favoritku saat malam hari, menurutku melihat keindahan kota seoul dari atas lebih menakjubkan dibanding kita berada disana, dan juga walaupun aku hanya melihatnya seorang diri namun aku tidak merasa seperti aku sedang sendiri, entah mengapa setidaknya hatiku lebih terhibur” ujar Kris panjang-lebar membuka pembicaraan yang awalnya hening itu

 

“lalu, bagaiman kau tau aku disini?” tanya Lay tanpa memalingkan wajahnya ke arah Kris

 

Kris tersenyum kikuk “Karena aku tau tempat yang baru saja kau jumpai hanya namsan tower, dan waktu ku ajak kau kesana kau tampak bersemangat sekali seperti robot, tidak ada lelahnya, lalu karena namsan tower tutup jika sudah larut malam jadi kau memutuskannya untuk ke bukit ini agar bisa melihatnya, benarkan?”

 

Kali ini Lay tidak terpaku kedepan lagi melainkan menengok ke arah kris dengan tatapan tidak bisa ditebak

 

“Kau ini sok tahu”

 

“Bagaimana bisa kau bilang aku sok tahu padahal kenyataannya benar?” Jawab Kris lagi yang yakin dengan pertanyaannya

 

“apa aku sudah memberitahumu jawabannya salah atau benar?” Lay balik bertanya

 

“Anniyeo,tapi kalaupun memang tidak benar, manamungkin kau duduk disini, ya kan?”

 

Lay terdiam seolah membenarkan pertanyaan Kris

 

Kali ini jawaban Kris tepat pada sasarannya, lalu ia tersenyum memenangkan pertanyaannya, lalu Kris membuka mulutnya kembali untuk berbicara

 

“Lay-ah, mianhae”

 

Lay sama sekali tidak berekspresi, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa dihati kecilnya ia sangat senang bahwa Kris tidak menyebutnya dengan panggilan yang sangat formal lagi, dan baru pertama kalinya ia mendengar seorang Kris meminta maaf kepada orang lain

 

“Buat apa?

 

“Karena aku telah mengecewakanmu”

 

Lay akhirnya mengubah posisi duduknya dengan meluruskan kedua kakinya dan menengok ke arah Kris

 

” Apa aku sebegitu asingnya buatmu?” tanya lay yang tidak membalas ucapan Kris

 

Kris bungkam, ia teringat dengan perkataanya waktu berada dirumah d.o, terlintas rasa bersalah dibenaknya

 

Kris POV

“apa aku harus mengatakan yang sebenarnya bahwa orang yang selama ini ia percaya untuk melindunginya ternyata tidak menganggapnya sebagai sahabatnya? Aku bahkan tidak mengerti alasan mengapa ia menganggapku sebagai seorang sahabat, padahal dulu sewaktu kita masih satu sekolah bahkan aku tidak terlalu banyak bicara padanya, hanya ia yang selalu menceritakan keluh kasahnya kepadaku, tapi aku? aku sama sekali tidak pernah menceritakan isi hatiku kepadanya, sama sekali tidak pernah, karena menurutku sia-sia saja jika aku memberitahukannya, karena tidak ada yang pernah mengerti”

 

Lamunan kris buyar setelah Lay melambai-lambaikan tangannya ke depan wajah Kris

“Hmm, a-aku a-ku..” Lidah Kris kelu, ia ingin memberitahukan yang sebenarnya kepada Lay namun ia takut itu menyakiti hati Lay


Seolah-olah Lay sudah mengetahui isi hati Kris Lay menjawab dengan tersenyum walaupun senyumannya sedikit dipaksakan

 

“gwencana ge, nan gwencana”

 

Kris menarik nafas dalam-dalam lalu iya menghembuskan nafasnya panjang

 

“mianhae Lay-ah, aku tidak tahu apa yang sekarang aku fikirkan, hanya saja aku tidak pernah berfikir bahwa aku mempunyai teman dekat ataupun sahabat yang sangat dekat denganku, sebenarnya aku tidak tahu apa masalahmu, orang tua mu, akupun tidak tahu mengapa kau tiba-tiba menghubungiku dan pergi ke seoul, yang ku tau dulu waktu kita masih satu sekolah, kau hanya sering mengikutiku bermain basket dan selalu bercerita denganku, tetapi aku? aku tidak pernah memberitahu mu apapun, bahkan Tao adikku saja belum mengenalmu, jongmal mianhae” ucap Kris tertunduk lemah,yang sebenarnya menyesal untuk memberitahu kenyataan yang sebenarnya kepada lay, tapi serapat apapun masalah yang kita sembunyikan pasti akan terungkap juga, sebelum terlambat Kris harus memberi tahunya

 

Lay diam, ia tidak tahu harus menganggap perkataan Kris hanya sebuah lelucon atau sekedar perkataan asal yang sering ia lontarkan kepada Lay, tetapi Lay bisa mendengar setiap kata yang Kris ucapkan seperti ia tidak sedang main-main, ia juga tidak tahu harus berbuat apa, tersenyum ataupun menangis, senang ataupun sedih

 

“Apa kau tidak pernah menyadari jika disekitarmu banyak orang ingin melindungimu?” tanya lay pelan

 

Kris tidak menjawab, lalu lay melanjutkan bicaranya

 

“terkadang, memang kau memandang orang-orang yang selalu ada didekatmu itu menyebalkan, seperti tidak menghargaimu, atau bahkan terlalu berlebihan, namun itu berbagai cara mereka agar selalu terus bisa didekatmu, walaupun dengan cara berbeda, dengan begitu suatu saat nanti, jika orang itu sudah tidak bisa melindungimu lagi, ia akan meletakan sebuah memori kecil yang tidak akan kau lupakan seumur hidupmu, percayalah Kris, bahwa disekitarmu begitu banyak yang menyayangimu” ujar lay mengakhiri perkataannya disertai dengan senyuman tipis yang dapat membuat Kris lagi-lagi terenyuh, ingin rasanya ia memeluk Lay erat, karena selama ini ia tidak pernah merasakan kasih sayang lagi, ia hanya selalu menyimpan bebannya seorang diri

 

“Kau tau? alasanku mengapa selalu mengikutimu?” tanya lay lagi

 

Kris hanya memandangi Lay tidak menjawab

 

“Karena aku tau, kau adalah orang yang baik yang mempunyai hati yang sangat tulus, walaupun kau tidak pernah menunjukannya”

 

Lay bangkit dari tempat yang ia duduki lalu menarik tangan kris untuk ikut berdiri

 

“Kajja, kau harus pulang, kasihan adikmu Tao nanti mencarimu, apalagi dia sangat manja” Ujar lay tertawa mencoba untuk mencairkan suasana

 

“Kau juga harus pulang”

 

“Aniyo, aku masih mau disini, lagipula menyenangkan duduk disini”

 

“Aku tidak akan pulang jikakau masih disini”

 

“Ah sudahlah, tidak usah terlalu memikirkanku, aku akan pulang nanti jika aku sudah lelah”

 

Kris sebenarnya sangat ingin menemani Lay, namun ia juga teringat akan Tao yang pasti panik jika mengetahui kakak satu-satunya itu menghilang, kris merogoh saku kantongnya dan memberikan secarik kertas kepada lay

 

“Ambilah ini, jika kau sudah lelah telfon ke nomor ini, paman Kim akan mengantarmu pulang ke apatemenku”

jawab kris sambil membuka jaket kulitnya yang tebal

 

“dan juga pakailah ini, udara semakin dingin, nanti kau akan sakit”

 

Lay menolak Kris memberikan jaket kepadanya”aniyo, aku cukup kuat untuk menghadang angin hahaha” jawab lay bergurau

 

“Jika kau tidak menerimanya, aku akan memaksamu untuk kembali ke apartemen ku  sekarang juga” jawab kris lantang dengan tatapan tidak main-main membuat Lay juga sedikit ngeri

 

“arraseo ge”

 

“Bernjanjilah kau harus pulang” jawab kris lagi sebelum melangkahkan kakinya menuju mobilnya

 

Lay tidak menjawab melainkan hanya tersenyum memperhatikan Kris yang sudah menjauh, Lay kembali memandangi kerlipan lampu-lampu dari  atas bukit namun tiba- tiba ia merasakan sesuatu yang aneh padah tubuhnya, seperti sesuatu sedang mencoba meremukan tubuhnya

 

“akhh..” erangnya, badannya mengejang hebat, Lay berusaha sekuat mungkin untuk berdiri namun justru ia tersungkur di atas rerumputan yang berada di bukit itu, kedua tangannya ia lipatkan melingkari pinggangnya lalu perlahan kesadarannya memudar

 

 

***********

 

 

Keadaan dirumah mewah minimalis itu disibukan oleh lalu-lalangnya para pekerja berseragam senada yang ada di dalam rumah mewah itu. Terlihat beberapa pekerja wanita sedang sibuk mengambil tas dan sepatu yang terdapat pada rak kayu yang menjulang tinggi, beberapa pekerja yang lain nampak sibuk dengan masakan yang sedang mereka buat dan sebagiannya menyapu ruangan dan juga membersihkan kaca-kaca rumah tersebut

 

Tiba-tiba salah satu pintu kamar di rumah minimalis itu terbuka dan munculah namja dengan kursi rodanya, melihat sang tuan muda itu keluar ruangannya Bibi pembantu yang sudah bisa dibilang paling senior dari semuanya itu pun buru-buru menghampiri namja yangsedang duduk manis di kursi rodanya itu

 

“selamat pagi tuan muda” sapa bibi pekerja itu tersenyum lembut sambil membungkukkan badannya

 

“mana tas dan sepatuku?”tanya namja  itu cuek dan tidak memperdulikan sapaan bibi itu

 

dari arah kiri ruangan terlihat 2 pekerja sedang berlari kearah namja itu

 

“ini tuan muda baekhyun” jawab mereka bersamaan sembari memberikan apa yang baekhyun minta

 

baekhyun menarik secara kasar “cih kalian berdua ini lamban!” ia berdecak sebal sambil mengikat tali sepatunya, sedang para pekerjanya itu hanya bisa sabar dalam menghadapi kelakun adik satu-satunya pemilik majalah ternama itu, sebenarnya dulu baekhyun adalah anak yang manis dan penurut, namun kepergian kedua orang tuanya membuatnya menjadi keras kepala,sombong, dan juga tidak perduli terhadap orang lain

 

*********

 

 

Mobil sedan mewah melaju kencang menusuri kota seoul dan memasuki sebuah universitas ternama yang berada di kota itu, mobil sedan itu berhenti tepat di depan pintu gerbangnya

 

“tuan muda baekhyun, kita sudah sampai” sahut seorang namja yang duduk dikursi pengemudi itu

 

“apa ada keajaiban aku mempunyai sepasang kaki?” jawab baekhyun datar tanpa merubah raut wajahnya sama sekali

 

seketika raut wajah namja itu berubah sepertinya ia sudah salah dalam bertindak

 

“eem,mm maaf tuan muda” jawab namja itu dan buru-buru keluar dari mobil membuka bagasi belakang mengambil kursi roda baekhyun

 

“ini tuan baekhyun, minhae” namja itupun membantu baekhyun untuk duduk di kursi rodanya

 

“supir bodoh, aku heran mengapa suho hyung bisa memperkerjakan supir tidak berpengalaman sepertimu” baekhyun tersenyum mengejek sambil berlalu meninggalkan supir muda itu yang masih mematung melihat baekhyun pergi, namun tiba-tiba baekhyun menoleh ke arah supir itu

 

“Jongin, jangan menjemputku kalau aku belum mengabarimu” baekhyun kembali melanjutkan jalannya

 

“ck, dasar anak orang kaya seenaknya kepada orang susah” jongin berdecak sembari menggeleng-gelengkan kepalanya lalu masuk kedalam mobil melaju pergi

 

.

.

.

 

Baekhyun berjalan menusuri lorong universitas mewah itu tanpa melihat sekelilingnya yang saat ini sedang tertuju kepada baekhyun, ada yang melihat baekhyun dengan wajah malu-malu lalu berbisik-bisik kepada teman disampingnya, ada juga yang melihatnya aneh dan berbagai macam respon lainnya, baekhyun tetap tidak peduli dengan respon apapun yang ada disekitarnya dan tetap melaju santai dengan kursi rodanya

 

tanpa ia sadari kegaduhan terjadi di universitas itu, seseorang berlari kencang seperti dikejar-dikejar oleh hantu dan berlari ke arah baekhyun yang melaju santai dengan kursi rodanya, seseorang masih berlari mendekat ke arah baekhyun semakin mendekat, namun sebenarnya ia tidak ingin berlari ke arah baekhyun namun karena ia panik tanpa ia sadari langkah kakinya itu mendorong belakang kursi roda baekhyun dan berhasil membuat baekhyun tersungkur ke lantai

 

*BRUKK*

 

“akkkhhhhhh” rintih baekhyun kesakitan

 

seseorang yang berlari itu spontan menoleh kebelakang dan terkejut melihat seseorang sudah terjatuh, ia buru-buru berlari menghampiri baekhyun dan mengulurkan tangannya

 

“mianhae, gwenchana?”

 

 

 

 

 

to be continue

 

 

 

19 thoughts on “Born to say goodbye part 2

  1. ElizElfishy berkata:

    Walaupun awalnya masih agak bingung. Tapi aq tetap suka ceritanya.
    Penasaran sama nasib Lay selanjutnya. D’tunggu kelanjutannya yak.

    • jusooya berkata:

      makasih ya udah baca^^, emang disini pasti masih bingungin:( kalo muncul part-part berikutnya pasti nanti ngerti maksudnya:D kalo ngga ngerti juga mianhae msh pemula hihi:3

  2. Tridha Aristantia berkata:

    akhir’a ff yg kutunggu dari beberapa bulan lalu keluar jg lanjutan’a :3

    waw di part ini 3 bias ku muncul *lirik baekhyun, lay, tao*

    aku suka cerita’a, feel’a jg dapet bgt😀
    kangen kris~

    penasaran ma nasib yixing, ada apa sebener’a ma yixing knapa dia bisa pingsan? apa yg menyebabkan baby baekhyun lumpuh? dan knapa kris dingin bgt orang’a? aaa bener2 di bikin penasaran nih ma author…

    sip ditunggu lanjutan’a author..
    jangan lama2 ne author lanjutan’a hehehe :3

    gomawo🙂

  3. adezenianggraeni berkata:

    wohooo ceritanya keren bikin penasaran, kasian Baekhyunkuuu #pelukBaekhyun

    Lanjut thor, jangan lama. SEMANGAT !!😀

    • jusooya berkata:

      penasaran? apa yang akan terjadi dengan baekhyun selanjutnya? ditunggu part selanjutnya😄 *ceritanya mau bikin readers tambah penasaran* gomawo sudah baca chingu🙂

    • jusooya berkata:

      ditunggu yaa🙂 , hahaha sebenernya aku awalnya gatega jadiin jongin supir disini tapi sekali-kali jongin harus merasakan susah dulu (?) makasih udah baca chingu🙂

  4. amelia berkata:

    itu lay kenapa?? O.o

    baekhyun kok jahat banget sih ya~ penasaran deh kenapa dia jadi kayak gitu..
    terus sebenernya apa penyebabnya sampek baekhyun jadi ngk bisa jalan gitu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s