2 Sides [3/4]

FF 2

Tittle               : 2 Sides

Author           : Irestu

Main Cast     : Kai (EXO)

Taemin (SHINee)

Krystal (Fx)

Other Cast    : Lami (SMRookies)

Sulli (Fx)

Genre                        : Romance, Fiksi, Little Comedy, Friendship

Rate                : 15

Lenght           : 4 chapter

 

Anyoong… makasih banyak lagi buat adminnya yang udah ngepublish ff ini.. maaf kalo ada typo ataupun ceritanya aneh hehe selamat membacaa, jangan lupa comment yaaa

Saku namja itu tiba-tiba saja bergetar. Dengan cepat taemin memasukan tangannya ke dalam sakunya. Mengambil ponselnya. Keningnya berkerut saat melihat nama yang tertera di layarnya itu.

Biasanya jika dia mendapat telepon dari nomor ini, berarti ada sesuatu yang penting, dan hal penting itu biasanya sesuatu yang buruk. Taemin menerima telepon itu dan langsung menempelkan ponselnya di telinga

“yobseo” tutur taemin “nde eommonie, waeyo?” ujarnya lagi setelah beberapa saat mendengar balasan dari sebrang telepon “lagi?”tanya taemin dengan panik.

 

Sedangkan krystal yang tak tahu apa-apa hanya bisa memandang taemin dengan bingung. Namun tak bisa dipungkiri bahwa dia juga jadi ikut panik saat melihat wajah namja itu panik.

“nde ageisseumida” angguk taemin dan langsung memasukkan ponselnya ke saku kembali dengan cepat.

Ia berdiri dan menarik tasnya ke pundak. Semua yang ia lakukan terlihat sangat terburu-buru, dan membuat krystal semakin bingung dan khawatir

“sunabenim, apa ada sesuatu yang buruk terjadi?” tanya krystal

Taemin baru ingat dan langsung menoleh kepada krystal “ah krystal-ah mianhae, aku ada keperluan sebentar” tuturnya tersenyum sekilas dan langsung meninggalkan krystal yang masih kebingungan

 

^_^

 

Dalam waktu setengah jam, taxi yang ditumpangi taemin sudah sampai di sebuah rumah besar yang sering ia kunjungi itu. cepat-cepat namja itu turun dan berlari langsung masuk ke dalam rumah.

Di ruang depan sudah terlihat seorang yeoja duduk dengan wajah khawatirnya.

“eommonie” panggil taemin langsung menghampiri yeoja itu

“ah teminie, syukurlah kau sudah datang” yeoja itu tersenyum, walaupun sangat kentara perbedaan senyumnya itu dari biasanya

Taemin mengangguk sopan “sebenarnya ada apa?”

“setelah pelajaran jongin mengeluh sakit kepala, dan akhirnya tertidur. Tapi akhirnya dia kembali seperti itu” jelas yeoja itu

Taemin menghembuskan nafasnya “baiklah biarkan aku bertemu dengan kai. Dia ada di kamar kan?”

Yeoja itu mengangguk. Taemin langsung melangkahkan kakinya ke kamar namja yang mereka bicarakan itu. Namun yeoja itu memanggilnya kembali

“taeminie, bisakah kau membuat kai berhenti merokok? Tubuhnya sudah kembali memburuk gara-gara itu” raut wajah yeoja itu sangat kentara dengan kekhawatiran. Rasa itu juga taemin rasakan. Tapi sudah seberapa banyak taemin mengatakan itu pada kai, namja satu itu tidak mau mengindahkan perkataannya

Tapi akhirnya taemin mengangguk “aku akan mencobanya eommonie”

 

^_^

 

Kamar luas itu sunyi senyap, hanya di penuhi helaan nafas dari dua namja yang masih terdiam satu sama lainnya.

Terutama namja berkulit gelap itu. Sambil berbaring di atas kasurnya, ia memandangi langit-langit kamarnya. Nafasnya sedikit memburu karena merasa pusing di kepalanya. Tapi yang ada di hatinya hanyalah rasa kesal.

Ia tidak bisa menjaga tubuhnya dengan baik. Apa yang ia lakukan terasa percuma dengan keadaannya ini. ia kecewa dengan keadaannya yng hanya bisa menyusahkan orang lain. Ibunya, taemin dan juga membahayakan bagi dongsaeng ksayangannya lami.

“jonginah” panggil taemin akhirnya tak tahan dengan keheningan ini. ia tahu betul apa yang sedang di fikirkan sahabatnya itu. “berhentilah menyalahkan dirimu sendiri”

Jongin menoleh, ingin sekali ia berdiri dan memberantakan seluruh isi kamarnya untuk melepaskan kekesalannya. Namun ia terlalu lelah untuk melakukan itu semua. Tubuhnya langsung mengeluarkan efek dari kebanyakan merokok yang kai lakukan.

“mian” tutur jongin sambil memandang taemin

Taemin terkekeh “jangan mengatakan hal seperti itu dengan pandangan seperti itu. Aku jadi sedang berbicara dengan pacarku”

“kau punya pacar?” kaget jongin

“ani” geleng taemin polos “justru karena itu jangan lakukan itu”

Jongin ikut terkekeh berkat taemin. Memang ia harus bersyukur mempunyai teman seperti taemin. Ia tidak akan memiliki teman lagi yang seperti dirinya.

“aku tidak biasanya seperti ini” tutur jongin lagi “aku memang sudah biasa berubah, tapi tidak sesering ini”

“mungkin karena tubuhmu sedang kurang sehat, itu saja. Jangan terlalu di fikirkan” ucap taemin

“sudahlah jangan difikirkan terlalu banyak. Aku mau pulang dulu, sudah malam. Aku langsung kesini tanpa berganti baju” lanjut taemin

Jongin tersenyum “gomawo”

“ah ia itu” temin menunjuk meja di sebelah ranjang jongin “hubungi nomor itu ya” senyumnya langsung melambaikan tangan tanpa memperjelas perkataannya. Dan meninggalkan jongin yang masih kebingungan

 

^_^

 

Di kamarnya yang luas itu, kini jongin sendirian. Taemin sudah satu jam yang lalu pulang. Dan dia kini masih terduduk di atas ranjangnya sambil memegang kertas yang di tunjuk taemin sebelum pergi. Ia benar-benar tak mengerti apa yang ada di fikiran taemin, mengapa dia tiba-tiba memberikan nomor itu kepadanya. Walaupun dalam hati ia memang merasa senang mendapatkan itu

Matanya kembali membaca tulisan yang tertulis di kertas itu. Beberapa deret nomor dan juga tulisan ‘krystal’

Ya ini adalah nomor krystal. Dan taemin dengan langsungnya mengatakan bahwa ia harus menghubungi yeoja ini. Apa maksud namja itu sebenarnya?

Lengan jongin terus saja mengelus-elus kertas itu. Masih bingung apa yang akan di lakukannya. Jujur dalam hati ia ingin sekali menghubungi yeoja ini, walaupun ia tidak tahu mengapa. Tapi jika ia menghubunginya apa yang akan ia katakan nanti? Ia sendiri bahkan tak tahu tujuan ia menelpon krystal

Tuk-tuk-tuk

Jongin langsung menoleh kearah pintu. Pintu itu perlahan terbuka, dan langsung memunculkan sebuah wajah imut seorang gadis cilik. Senyum jongin langsung terangkat naik

“oppa!” panggil lami “apa oppa sakit lagi?”

“ani, oppa hanya kelelahan” jawab jongin, ia melambaikan tangannya “kemari masuklah”

Dengan cepat lami langsung berlari menuju oppanya itu. Ia naik ke atas ranjang jongin dan duduk di sebelahnya.

“apa yang sedang oppa lakukan?” tanya lami memperhatikan jongin. Matanya menangkap lengan jongin yang memegang sebuah kertas kecil. “ini apa oppa?” tanyanya sambil mengambil kertas itu

“ah itu..” bingung jongin

“k-krystal” baca lami, ia terdiam sebentar “oppa, ini nomor telepon?”

Jongin mengangguk “mm”

“nomor krystal?” tanya lami lagi. Keningnya megkerut, ia merasa pernah mendengar nama ini sebelumnya “ah!” seru lami “bukankah krystal itu nama unnie yang bertemu di tempat boneka?” ujar lami ingat

“eo?” kaget jongin, bagaimana bisa adiknya itu mengingat hal itu?

“ia kan oppa, krstal unnie.. unnie yang cantik itu” senyum lami

Jongin memandang adiknya itu “ya kau benar, unnie yang cantik itu” senyumnya juga ikut merekah tanpa bisa ia cegah. Tiba-tiba saja ia menemukan alasan untuk menelpon yeoja itu

“kau mau menelpon unnie itu?” tanya jongin

Mata lami langsung membulat “bolehkah?”

Jongin mengangguk “oppa akan menghubungkannya untukmu” iapun langsung mengambil ponselnya dan menekan beberapa nomor yang tertera di kertas itu. Di tempelkan ponselnya itu di telinga. Menunggu nada sambung hingga sebuah suara lembut seorang yeoja terdengar di telinganya

“yobseo?” ujar suara

“eo mmm.. krystal ssi” ujar jongin mendadak gugup. Ia sendiri tak mengerti mengapa ia gugup

“nde? Nuguseo?” tanya krystal bingung

“emm ini aku jongin”

“nde?” kaget yeoja itu dari sebrang sana. Nama itu benar-benar sudah membuatnya kaget dan ia tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya

“ehehe kau terkejut ya?” kekeh jongin

“nde.. oppa tiba-tiba saja menelpon. Apa ada masalah oppa?” tanya krystal berusaha tidak gugup

“ah ini sebenarnya ada yang ingin berbicara padamu” ujar jongin dan langsung memberikan ponselnya ke tangan lami

“anyonghaseo unnieeeee!!” seru lami langsung dengan cerianya. Jongin tak bisa mendengar pembicaraan mereka. Tapi yang pasti jongin tahu bahwa mereka bisa berbincang dengan baik. Bahkan sesekali lami terpingkal dan kadang juga tersipu malu.

Jongin hanya tersenyum senang melihat adiknya senang. Terutama bersama yeoja yang belakangan ini selalu ia ingat.

Beberapa menit kemudian suara ibu mereka terdengar memanggil lami. Dengan cepat lami mengucapkan salamnya dan memberikan kembali ponsel itu kepada jongin. Dan lamipun keluar dari kamar jongin untuk menemui ibunya

“yobseo” tutur jongin

“nde oppa” jawab krystal

“mianhae, apa aku mengganggu waktumu?” tanya jongin

“ah aniyo oppa. Aku sedang diam saja di rumah” ujar krystal “lagipula lami benar-benar lucu, dia sepertinya oppa sangat beruntung mempunya adik seperti lami”

“ahah ia lami memang sangat lucu. Apapun yang ia lakukan pasti saja lucu”

“sepertinya oppa sangat menyayangi adik oppa. Lami juga beruntung mempunyai kaka seperti oppa”

Tawa jongin terhenti, digantikan oleh senyuman yang berbeda “tidak seperti itu juga”

“keundae.. oppa, dari mana oppa mendapatkan nomorku?” tanya krystal

“ah itu, aku mendepatakannya dari taemin” jawab jongin

“oh taemin sunbaenim” tutur krystal “emm oppa” panggil krystal setelah hening beberapa saat “kenapa oppa dan taemin sunbaenim beberapa hari ini tidak datang latihan?” tanya krystal pada akhirnya

Mendegar itu jongin sedikit terkejut. Ia juga tak bisa mengatakan yang sebenarnya tentang alasan mengapa mereka tidak datang latihan. “emm wae? Kau merindukan kita?”

“nde?” kaget krystal mendengar perkataan jongin

Kekeh jongin langsung terdengar “aku hanya bercanda” tuturnya

“ah oppa!” seru krystal

“kami tidak masuk karena ada urusan lain, itu saja. Jangan khawatir” jawab jongin

“ah begitu”

“baiklah, terimakasih sudah memberikan waktu luangmu untuk aku hubungi. Sudah malam sebaiknya kamu tidur”

“ah nde” jawab krystal

“emm chalja”

 

^_^

 

Ponsel dengan pack merah jambu digenggam kedua lengan yang lentik itu.Beberapa kali ia terus memperhatikan layar ponselnya. Tak menyangka apa yang telah terjadi. Selama ini namja yang pernah menghubunginya hanyalah ayahnya seorang. Ini pertama kalinya ia ditelpon oleh namja dan bahkan mengatakan mimpi indah untuknya

Sebenarnya bukan karena tak ada yang menyukainya sehingga tak pernah merasakan itu. Hanya saja ia tidak pernah mau memberikan nomor ponselnya kepada seorang namja. Pertahanan dirinya terhadap namja masih sangat kuat, walaupun sudah banyak sekali yang mengetuk dinding itu.

Tapi entah mengapa, ia bahkan tak tahu kapan namja ini mengetuk dindingnya. Namun tiba-tiba saja dinding itu menghilang. Dinding tak kasat mata itu tiba-tiba tidak ia rasakan lagi.

Ia malu untuk mengakui itu. Tapi hatinya merasakan sesuatu yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Semua yang pertama kali di hidupnya ia melakukannya dengan namja itu.

Berjalan-jalan berdua dengan namja pertama kali ia lakukan dengannya, diantar pulang ke rumah oleh nemja pertama kali oleh namja itu. Bahkan bertelepon dengan namjapun pertama kali dengan jongin.

Mungkin memang hanya sesuatu yang simple. Tapi bagi dirinya yang masih terlalu polos mengenai hal ini, merasakan sesuatu yang benar-benar berbeda. Dan hal yang berbeda itu membuatnya ingin melompat-lompat di atas kasur.

Tangannya merayap ke atas dadanya. Merasakan detak jantungnya yang tiba-tiba berdetak cepat saat hanya memikirkan namja itu. Dia tahu ini aneh, tapi rasa menggelitik ini entah mengapa membuatnya bahagia.

 

^_^

 

Lagu melantun dengan lembut di sebuah kamar dengan ornamen girly but cool itu. Dilengkapi dengan seorang yeoja cantik yang tengah merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya. Mendengarkan musik yang melantun itu dengan gerakan ringan tubuhnya sambil mengikuti irama lagu

Hari minggu memang benar-benar menjadi hari yang sangat di tunggu-tunggu untuk sekedar beristirahat dengan simpel seperti ini.

Ponsel di tangannya bergetar. Dengan cepat ia langsung melihat layarnya dan ekspresinya seketika berubah begitu saja. Ia langsung terduduk dan memfokuskan matanya kelayar ponsel. Setelah membaca beberapa detik matanyapun langsung membulat.

Belakangan ini memang ponselnya jadi lebih ramai oleh sms ataupun telpon. Dan itu berasal dari satu namja yang mengisi pikirannya belakangan ini. Tapi ini kali pertama namja itu mengajaknya keluar seperti terakhir kali namja itu memintanya mengantarkan dia berkeliling kota seoul

Tanpa ia sadari senyumnya sudah mengembang. Ia bisa merasakan jantungnya berdetak tak karuan saat membaca pesan itu. Tapi gugupun langsung menyerang yeoja cantik itu. Tiba-tiba saja ia jadi bingung apa yang harus ia lakukan, apa yang harus ia pakai, apa yang harus ia bicarakan dengan jongin

Krystal memandang jam dindingnya, sekitar dua jam lagi ia akan bertemu dengan jongin. Iapun langsung merangsek menuju kamar mandi untuk merapikan dirinya

 

^_^

 

Langkah kakinya terlihat terburu. Setelah turun dari taxi ia langsung menuju rumah besar di hadapannya itu. Pikirannya campur aduk, terutama ketika tiba-tiba saja tadi jongin eommonie menelponnya

Ini adalah hari minggu yang tenang sebelum telepon itu. jadi ia benar-benar kaget mendapat kabar itu. Apalagi mendengar perkataan yeoja itu, terdengar sekali ia sangat panik dan juga khawatir. Memang sudah biasa jika hal ini terjadi, tapi sebelum-sebelumnya tidak pernah yeoja itu sebegitu paniknya menyuruhnya datang ke rumah

Sampai di depan pintu, taemin langsung menemukan yeoja yang menelponnya itu. Ia duduk di ruang tamu dengan wajah yang cemas, sedangkan lami ada di dalam pelukannya. Wajah dari gadis cilik itu juga terlihat cemas, namun bercampur panik.

“taemin goonie” seru jongin eomma saat melihat taemin. Ia merasa sangat senang melihat namja yang selalu bisa membantunya itu sudah datang

“eommonie ada apa sebenarnya?” tanya taemin

“jongin tadi biasa saja, bahkan dia sepertinya ada acara untuk pergi. Aku kira itu acara denganmu, tapi dilihat sepertinya kau tak tahu apa-apa tentang itu” tutur yeoja itu

Taemin mengangguk “nde, dia tidak janji untuk keluar bersamaku”

“tapi tiba-tiba saja dia langsung berubah. Dan langsung mengamuk di kamar, dia bersikeras mau keluar, tapi tidak mungkin aku membiarkan dia keluar seperti itu. jadi dia sekarang masih mengamuk di kamarnya. Taeminie, tolong bantu eommonie”

Mendengar itu taemin jujur ia juga kaget. Selama jongin mengalami ini semua, tidak pernah sampai kai mengamuk. Dan mengetahui ini terjadi benar-benar membuatnya khawatir. Kini ia tahu mengapa lami bisa terlihat seperti itu. Pasti ini kali pertamanya ia melihat jongin seperti ini. Taemin yakin pastilah sangat sulit bagi eommonie untuk menjelaskan hal ini kepada lami.

“kalau begitu biar aku lihat dia” tutur taemin

“hati-hati taeminie, dia sepertinya sedang kesal”

Dengan mengingat pesan dari jongin eommonie itu, taemin langsung menuju kamar jongin. Dari jarak beberapa meter taemin dapat mendengar suara riuh dari dalam kamar tersebut. Barang yang jatuh bahkan suara teriakan namja itu

Dengan cepat taemin langsung mengetuk pintu itu “kai!” panggilnya

Suara bising di dalam kamar terhenti, namun tidak ada jawaban apapun

“kai ini aku, taemin. Biarkan aku masuk” tutur taemin

Beberapa detiik menunggu akhirnya gagang pintu bergerak. Pintupun terbuka, menunjukan wajah dingin kai dengan pakaian yang berantakan. Kening taemin berkerut, keadaan tubuh jongin benar-benar mengkhawatirkan

“ada apa sebenarnya?” tanya taemin langsung

Kai masih saja memandang namja cantik ini dengan tajam “apa urusanmu?”

“lalu mengapa kau seperti ini?” tanya taemin lagi, ia mencuri pandang kedalam kamar jongin yang berantakan. Namja itu menarik nafas “wae?”

“kau punya roko?” tanya kai begitu saja

“ya! jawab aku” taemin langsung merangsek masuk “kenapa kau melakukan ini?”

“ya! aku seperti ini karena kau. Pasti kamu kan yang mengambil semua persediaan roko dan juga minuman yang aku sembunyikan? Kalau bukan kamu pasti ibu-ibu sialan itu” sentak kai

“kai! Jaga bicaramu” taemin balik menyentak “kalau memang aku yang melakukannya memangnya kenapa? Apa yang akan kau lakukan? Aku melakukan itu untuk kebaikanmu”

Dengan cepat kai langsung berdiri di depan taemin yang lebih pendek darinya. Ia menarik kerah kaos yang dipakai taemin dengan tangan kanannya “jangan mengatakan hal itu padaku. Kau tak akan pernah bisa melarangku melakukan apapun”

Wajah taemin jelas sekali kaget. Ia belum pernah mendapatkan perlakuan seperti ini sebelumnya. Terutama dengan wajah jongin, ia benar-benar merasa terpukul karena harus mengalami hal seperti ini. Tapi tidak.. ini bukan jongin, dia kai

Taemin langsung mendorong tubuh kai sekuat tenaga hingga tangan namja itu terlepas dari kaosnya “kau yang tidak berhak melakukan hal sesuka hatimu. Karena tubuh ini bukan milikmu”

Terlihat sekali kemarahan dalam mata kai. Tapi entah mengapa ia tak bisa melakukan apa-apa. Ia hanya bisa memandang tajam taemin. Mungkin dalam dirinya jongin ikut berusaha untuk mencegah sisi lainnya itu untuk melakukan sesuatu yang bisa saja mencelakai sahabatnya

 

^_^

 

Setelah berjam-jam menghadapi namja menyebalkan itu. Benar-benar menghabiskan tenaga taemin. Ia harus terus berargumen agar namja itu tidak melakukan sesuatu yang membahayakan diri jongin dan orang lain

Taemin memandangi tubuh jongin yang kini tergeletak di atas kasur. Akhirnya dia pergi, walaupun taemin masih belum tahu siapa yang akan bangun nantinya.

Tubuh namja berkulit agak gelap itu bergerak. Membuat taemin langsung menegakkan duduknya. Ia harus memastikan siapa yang bangun

Mata namja itu terbuka perlahan. Wajahnya menoleh memandang taemin, dan dengan seketika taemin tahu kalau jongin kembali

“gwenchana?” tanya taemin

Jongin tersenyum dan mengangguk “seperti biasa”

Taemin menghela nafasnya, ia sangat bersyukur bahwa jongin telah kembali. Sahabatnya yang baik itu telah kembali

“mian” tutur jongin

“mwo? Tidak perlu meminta maaf” senyum taemin

Jongin memandang kamarnya, ia tak tahu bahwa itu semua adalah ulahnya. Tapi dalam sejarah, baru kali ini jongin bisa merasakan apa yg akan dilakukan kai. Ia ingat bahwa kai merenggut kaos taemin dan layaknya akan menyakiti namja itu

“jika aku menyakitimu, atau apalagi menyaiti eomma dan lami… bunuh saja aku” tutur jongin

“ya! apa yang kau katakan? Bagaimana mungkin aku melakukan itu?” kaget taemin, ia tak menyangka jongin akan berfikir seperti itu

Jongin tersenyum “kau pulanglah, sepertinya kau kelelahan. Maaf mengganggu hari minggumu. Aku juga mau istirahat, keoalaku sakit”

Taemin mengangguk “baiklah” ia tersenyum “kau banyak-banyaklah istirahat arratchi?”

“arraseo” senyum jongin, ia selalu bersyukur mempunyai sahabat seperti namja cantik itu

 

^_^

 

Jam tangannya sudah menunjukkan pukul lima sore. Seorang yeoja duduk di sebuah kafe dengan wajah yang di tekuk. Entah sudah berapa kali ia melihat jam tangannya. Ia berfikir apa jam tangannya rusak? Bukankah dia berjanji di tempat ini pukul 12 siang? Kenapa sampai jam lima sore dia belum juga terlihat?

Ponselnya juga mati. Ia tak bisa menghubunginya untuk bertanya. Jadi yang bisa ia lakukan hanya menunggunya. Selama lima jam sudah ia menunggu dan tak ada tanda-tanda kedatangan namja itu.

Ia belum pernah menunggu seseorang selama ini. Apa lagi menunggu seorang namja. Jujur dia benar-benar kesal, namun lebih kepada kecewa. Apa dia berbohong?

“eo? Krystal-ah” seru seseorang. Mendengar itu krystal langsung berfikir bahwa akhirnya jongin datang. Tapi saat ia menoleh, bukan namja itu yang datang

“eo? Taemin sunbaenim” kaget krystal langsung membungkukan tubuhnya

Taemin menghampiri “kau sendirian?”

“ah emm nde” angguk krystal “sedang apa sunbaenim kesini?”

“ah aku disuruh untuk membeli sesuatu disini” senyum taemin “keundae.. apa yang kau lakukan disini sendirian?”

Krystal langsung terdiam. Ia tidak bisa menceritakan yang sebenarnya. Terutama karena taemin adalah sahabat dekat jongin. Hal itu pasti akan membuat salah paham

Sambil menunggu jawaban krystal taemin memperhatikan yeoja itu. ia berpakaian rapi dan juga menata rambutnya. Ya ia terlihat cantik seperti biasanya, tapi ada yang berbeda. “kau menunggu seseorang?”

Ekspresi krystal tak bisa berbohong. Ia sangat kaget mendengar perkataan taemin. “ah aniyoo” gelengnya sambil tersenyum kikuk

“kau benar-benar buruk dalam berbohong” kekeh taemin “kau menunggu siapa? Kapan dia akan datang?”

Krystal menyerah, ia menghela nafasnya dan kembali duduk “aku tak tahu dia akan datang atau tidak”

“eo?” kaget taemin. Ia tak menyangka krystal akan berkata seperti itu. “memangnya siap..” taemin langsung menghentikan ucapannya. Ia mengingat sesuatu yang sepertinya ada hubungannya dengan hal ini

“jongin?” tanya taemin

“nde?” kaget krystal, ya ia akui ia memang benar-benar buruk dalam berbohong

Taemin tersenyum “jadi benar kau punya janji dengan jongin” angguknya. Sedangkan krystal hanya menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang memerah

“kau.. sudah berapa lama menunggunya?” tanya taemin. Ia tahu pasti sudah lama sekali gadis ini menunggu jongin. Tapi karena hal itu jongin jadi tak bisa datang menemuinya

“kita berjanji pukul 12 siang” jawab krystal langsung membuat taemin membulatkan matanya

“lima jam? Kau menunggunya lima jam?” kaget taemin. Ia benar-benar salut pada yeoja itu. bahkan dia saja tidak akan mau menuggu jongin salam itu

Krystal tersenyum dan mengangguk “sepertinya”

Taemin memandang krystal lembut “krystal-ah, kau memang yeoja yang sangat baik. Aku senang kaulah yang sekarang dekat dengan jongin”

“nde?”

“keundae.. tadi aku baru saja dari rumah jongin. Dia.. sakit, jadi tidak bisa menemuimu” alasan taemin

“jinjjayo?” kaget krystal, rasa kesalnya hilang begitu saja. Iamenjadi khawatir mendengar bahwa jongin sakit

Taemin mengangguk “mianhae karena dia tak bisa datang. Pasti dia akan langsung menghubungimu jika ia sudah baikan”

“nde, ponselnya juga tidak aktif dari tadi” tutur krystal terlihat sedih

“pasti ponselnya di matikan oleh eommanya agar tidak mengganggu istirahatnya”

“keundae.. bagaimana keadaannya? Oppa tidak sakit parah kan?” tanya krystal

Tangan taemin menepuk pundak krystal lembut “tenang saja, dia akan segera sembuh”

 

^_^

 

Esok harinya, jongin merasakan tubunya segar kembali. Ia pergi ke kafe biasa bersama taemin untuk merefreshingkan otaknya, dan dirinya

Makan makanan enak sambil berbincang dengan taemin adalah sesuatu yang paling disenanginya. Tak tahu apa yang ia akan lakukan jika tak mempunyai sahabat seperti taemin

“ya!” panggil taemin, jongin langsung menoleh “neo.. sudah menyelesaikannya?”

Kening jongin berkerut “mwo?”

“krystal” singkat taemin

“mwo? Krystal?” bingung jongin

Kini giliran taemin yang keningnya berkerut “kau benar-benar tidak ingat?”

“ingat apa? Memangnya ada apa dengan krystal?”

“aish.. bukankah kau punya janji dengannya kemarin?”

Mata jongin langsung membulat keluar. Ia hampir saja tersedak makanan di mulutnya. God.. dia benar-benar lupa akan hal itu. ia menepuk kepalanya “ottokae?”

“jadi kau belum menjelaskan apa-apa padanya? Kau tahu dia menunggumu di kafe selama lima jam!” tutur taemin “untung aku bertemu dengannya”

“ya! aku benar-benar lupa!”

“apa dia tidak menghubungimu lagi?”

“aku tak tahu apa dia menghubungku atau tidak, soalnya ponselku kan rusak akibat aku banting kemarin. Makanya tadi aku menelponmu dengan telepon rumah” jelas kai

“ya! kau ini bagaimana sih” geleng taemin

“ottokhae? Aku benar-benar merasa bersalah. Apa benar ia menungguku selama itu?”

Taemin mengangguk tanpa mengatakan apapun

 

^_^

Bel akhir pelajaran berdering dengan nyaring. Semuanya mendadak bersemangat sambil membereskan barang-barang mereka, memasukannya ke dalam tas dan langsung meninggalkan ruang kelas

Tak terkecuali yeoja cantik ini. Ia dengan penuh antusias langsung memasukan semua bukunya ke dalam tas. Tapi ia memandang teman di sebelahnya. Yeoja cantik itu membereskan mejanya dengan lesu. Bahkan seharian ini yang sulli perhatikan, temannya itu benar-benar lesu. Wajahnya penuh dengan kebingungan, bahkan ia terus saja memegang ponselnya

Akhirnya sulli duduk kembali di kursinya dan memandang krystal “ya!”

Krystal menoleh “mm?”

Kening sulli berkerut “ada apa sebenarnya denganmu?”

“mwo? Memangnya aku kenapa? Nan gwenchana” jawab krystal

“aish.. ya! kenapa kau berbohong padaku? Aku tahu kau, kau seharian ini lesu. Itu bukan dirimu”

“aku hanya kelelahan karena terlalu sering berlatih” senyum krystal berusaha membuat sulli tidak bertanya lebih jauh

Tapi sulli malah melipat kedua tangannya di depan dada “gotjimal”

“aniya” geleng krystal “aku hanya sedang menunggu berita”

“berita? Berita apa?” tanya sulli

Krystal menghela nafasnya “keunyaang.. keunyang berita dari seseorang. Nanti kalau aku sudah mendapatkan beritanya baru aku beritahu. Arratchi?”

Sulli terdiam beberapa saat. Dalam dirinya masih ada ego untuk terus memaksa krystal menceritakannya sekarang. Namun jika dilihat dari eksresi krystal akhirnya sulli mengangguk “arraseo, yaksok?”

Krystal mengangguk “yaksok” senyum krystal “ayo pulang, aku lelah”

Merekapun berdiri dari bangku mereka. Saat akan keluar dari pintu kelas, jalan krystal langsung terhenti. Ia tak percaya apa yang dilihatnya. Ia tak percaya apa yang ada di hadapannya. Apa ia terlalu depresi hingga berhalusinasi?

“mianhae” tutur sosok yang ada di hadapannya itu

“jongin oppa?”

TBC

 

10 thoughts on “2 Sides [3/4]

  1. Mei safa berkata:

    Ya ampun keren ,memang terkadang org yg normal saja bisa menjadi tk terkendali klo banyak pikiran ,
    haah tgl 1chapter yh?,jgn lama2 updatenya!

  2. Irestu berkata:

    makasihh banget udah pada baca.. tapi sebenernya ada kabar buruk. ini semua part sebenernya udah beres. tapi Notebook tibe-tibe rusak dan pas di benerin semua file ilang😦 tapi tenang author bakalan berusaha buat lagi kok. jadi yang sabar ya nunggunya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s