FF: The Wolf and not The Beauty (part 14)

The wolf and not the beauty

Tittle                          : The Wolf and not the beauty

Author                        : Ohmija

Cast                            : EXO

Genre                          : Fantasy, Friendship, Comedy, Action, School life

Summary                    : “Hahaha… kenapa terkadang aku berpikir jika kau, Sehun dan Kai adalah keturunan manusia serigala?” 

=

=

=

=

Leo terhuyung mundur dengan erangan keras saat dirasakannya rasa sakit itu mulai menjalar-jalar ditubuhnya. Merambati urat-uratnya dan seperti mampu mematikan seluruh fungsi syarafnya. Darah hitam seketika mengucur deras dari lehernya, tumpah membasahi jubahnya yang juga berwarna senada. Beberapa saat kemudian, Leo kembali merubah dirinya menjadi bayangan hitam lalu terbang menuju langit malam.
Ditempatnya, Sehun hanya bisa terpaku, membeku, dan terkesima dengan apa yang telah terjadi pada dirinya tadi. Kebenciannya masih menjadi-jadi, namun ia tidak berniat untuk mengejar kemana Leo pergi. Yang ia khawatirkan justru dirinya sendiri. Dia mulai merasakan jika darahnya kini telah bercampur dengan darah pemburu. Mulai merasakan hasrat yang menggebu-gebu dengan nikmatnya daging manusia yang biasa ia makan dulu. Juga… harumnya darah pastor Solomon yang menjanjikan kehidupan abadi itu.
Luhan sudah pingsan tergeletak di tanah, dan tak lama Sehun juga menyusulnya karena batas kekuatannya telah mencapai puncak, disusul dengan kejadian yang paling mengejutkan seumur hidupnya itu.
Memastikan Kai sudah baik-baik saja, Kris berlari keluar hutan dan menghampiri D.O kembali. Terperangah saat melihat Luhan dan Sehun yang sudah tumbang dan D.O yang masih harus bertahan melawan Frank Theiss.
“Kris, bawa Luhan dan Sehun. Obati mereka!”suruh D.O tanpa menoleh sedikitpun.
“D.O tapi kau—“
“Aku tidak apa-apa, Kris.”potongnya cepat. “Sehun sudah menggigit Leo dan dia akan berubah sebentar lagi. Bawa dia, Kai, dan Luhan pergi dan cari paman Arthur.”
“D.O, aku tidak mungkin meninggalkanmu!”
“Ini perintahku, Kris!”bentak D.O mulai tidak sabar. “Aku adalah anak dari Charles Rouler dan kau harus mematuhi perintahku!”
Kris terdiam. Tidak bisa membantah ucapan D.O lagi. Walaupun dengan setengah hati, ia mengangkat tubuh Luhan dan Sehun kembali ke dalam hutan, meninggalkan D.O yang kini kembali terlibat dalam peperangan sengit.
Kris menggeletakkan tubuh Sehun dan Luhan disamping tubuh Kai bersamaan dengan Kai yang perlahan mulai sadar. Ia mengerang sedikit namun masih mampu untuk bangkit.
“Kita harus pergi sekarang, Kai. Kita harus mencari paman Arthur!”
Kai menoleh ke kiri, mendapati D.O yang masih berperang dengan Frank Theiss lewat semak-semak tipis. Detik itu juga matanya membulat lebar. Ia menggeleng.
“Aku tidak akan meninggalkan kakakku!”
“Dengar Kai! Sehun akan berubah sebentar lagi. Darahnya sudah bercampur dengan darah pemburu! Kita harus mencari paman Arthur secepatnya!”
“Kau yang pergi. Aku tidak akan pergi, Kris!”tolak Kai, lalu memaksa dirinya untuk berdiri dan bergegas menghampiri D.O. Namun, detik berikutnya ia justru kembali tumbang, rasa sakit dari luka-lukanya seperti tidak bisa ditahan lagi. Sakit. Sangat sakit.
“Kai!”
Kai menunduk dalam, merasa sangat menyesal karena dia tidak berguna sama sekali. “Kris, aku harus bangun. Aku harus menolong D.O…”tangis Kai merasa putus asa.
“ARRRGGHHH…”
Tiba-tiba suara teriakan seseorang terdengar, membuat Kai dan Kris langsung menoleh seketika. Begitu jelas, mereka melihat sosok tinggi besar itu memutar kepala D.O dan melepaskannya hingga patah. Lalu, mendorong tubuhnya ke dalam kobaran api yang telah ia buat dengan tawa yang paling kejam yang pernah mereka dengar.
Detik itu juga, tubuh Kai dan Kris membeku di tempatnya. Mereka melihatnya. Menyaksikannya dengan jelas bagaimana proses menyakitkan itu terjadi. Keduanya terksima. Keduanya terperangah. Dengan mudah merasakan bagaimana rasa sakit sebuah pukulan keras menghantam dada mereka.
Saat kesadarannya telah kembali, Kai bahkan seperti tidak merasakan rasa sakit apapun di tubuhnya ketika dia bangkit berdiri. Seperti kehilangan jiwa dan kesadarannya. Ia bangkit. Ia berdiri. Berjalan dengan langkah-langkah lebar keluar hutan, tanpa memperdulikan teriakan Kris yang mencoba untuk mencegahnya.
Cakar dan taringnya kembali terlihat. Napasnya tertahan bersamaan rahangnya yang mengeras. Menyadari jika masih ada seseorang yang selamat, Frank Theiss menatap Kai dengan senyuman menyeringai.
“Ahh.. sayang sekali. Kau tidak sempat bertemu kakakmu dan melihat bagaimana wajahnya di detik-detik kematiannya.” Ia menyayangkan hal itu dengan senyuman.
“Kau telah membunuh D.O.”desis Kai menggertakkan giginya. “KAU TELAH MEMBUNUH D.O!!”teriaknya.
“Kai! Hentikan!” Kris menyusul Kai, mencoba menahan tubuhnya namun Kai langsung menepis.
“Kau harus mati di tanganku.”
Frank tertawa kecil, “aku menunggunya.”
Bahkan air matanya belum mongering saat dia berlari ke sana dan menerjang seseorang yang paling ia benci. Dimatanya, di hatinya, dan di pikirannya, ia hanya ingin membunuh sosok itu. Ia ingin membakarnya seperti dia melakukan hal itu pada D.O. Dia harus mati. Dia harus musnah.
Tidak perduli apa luka-luka di tubuhnya masih terasa atau tidak. Tidak perduli jika setelah ini dia juga akan mati menyusul D.O. Yang jelas dia harus membalaskan dendamnya. Untuk Ayahnya, dan untuk kakaknya.
Kai mendapatkan pukulan keras di wajahnya membuat dia terlempar jauh, punggungnya menghantam dahan pohon besar namun ia langsung berdiri setelahnya. Kris juga membantu pertarungan itu. Ikut menerjang Frank dengan cakar-cakar tajamnya dan berusaha mengoyak bulu-bulu tebal yang menjijikan itu.
Pertarungan dua lawan satu. Saat dimana keduanya berani mempertaruhkan nyawa demi orang-orang yang telah pergi.
Disela-sela pertarungannya, Kai seperti mampu melihat jika kenangan-kenangannya bersama D.O berputar tepat di matanya. Semakin memanasi amarahnya hingga memuncak hebat. Semakin membuatnya merasakan rasa sakit atas penyesalan terbesarnya.
Kai melompat tinggi, menerjang Frank dan hinggap di kedua bahunya sambil mencoba menarik kepalanya. Frank berusaha melawan, namun disisi lain ada Kris yang mengalihkan perhatiannya dengan menyerangnya dari depan.
Hingga akhirnya, saat ia gagal menarik kepala Frank, ia kembali bertarung. Kai berhasil menusuk dada Frank dengan cakarnya membuatnya langsung menjerit histeris. Disusul dengan tendangan Kris di tengkuknya membuatnya berlutut dan tendangannya di punggungnya hingga ia tersungkur.

Mendapat kesempatan, Kai langsung melompat tinggi. Bersiap dengan kakinya dan akhirnya ia mendaratkannya tepat di leher Frank yang langsung terlepas setelah mendapat injakan darinya.
Tidak hanya itu, dengan kekesalannya yang teramat dalam, Kai juga menyeret tubuh Frank ke dalam kobaran api besar tepat didepan penggalan kepalanya.
Berakhir. Kini semuanya telah berakhir.

***___***

At Sehun’s House now…..

Kai benar-benar terduduk lemas di sofa tanpa mampu berkata-kata setelah mendengar semua cerita Kris. Tak terasa sudah jam 4 pagi saat cerita itu berakhir dan berhasil membuka luka yang sebenarnya sudah lama tertutup itu.
Kai terdiam. Membisu. Dengan air mata yang membentuk sebuah sungai kecil di pipinya. Cerita itu… juga semua penjelasan Kris berhasil menarik dirinya ke masa lalu. Pada sosok D.O yang selama ini selalu menjadi bayang-bayang di ingatannya. Siapa D.O? Kenapa dia selalu muncul? Dan akhirnya, semua pertanyaannya telah terjawab.
“Maafkan aku, Kai. Maaf jika aku menyakitimu.” Suara parau Kris terdengar menyesal. “Aku harus melakukannya karena aku tidak tahan melihat Sehun seperti itu terus.”
Kai menggertakkan giginya, mencoba menahan rasa sakit dihatinya sambil berdesis dingin, “lalu apa yang terjadi setelahnya? Apa yang terjadi dengan Luhan?”
“Kai, jika kau tidak mampu mendengar—“
“Jelaskan padaku!”teriaknya kesal. “Jelaskan padaku semuanya!”
Kris menelan ludah, menatap Kai merasa kasihan. Kini, dialah yang terluka. Kini, dialah orang yang harus bertahan melawan rasa sakit itu.
“Paman Arthur kembali setelah menyembunyikan pastor Solomon di tempat yang aman. Dia juga membawa kita kembali ke rumahnya setelah memakamkan D.O. Hari-hari berlalu, tapi keadaan tidak berangsur baik. Kau seperti orang gila yang terus mengamuk dan bahkan hampir membunuh Luhan yang masih belum sadar karena lukanya. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk meminumkan sebuah ramuan untukmu, Luhan dan juga Sehun.”
Kai menatap Kris tajam, “ramuan apa itu?”
“Penghilang ingatan. Agar kau bisa melupakan D.O dan kesedihanmu.”jawab Kris pelan. “Ramuan itu juga membuatmu melupakan tentang siapa dirimu sebenarnya.”
“Jika aku dan Luhan bisa melupakan siapa kami, kenapa Sehun tidak bisa? Kenapa dia masih bisa mengingat semuanya?”
“Karena, paman Arthur tidak mengetahui jika zmiana yang ia minumkan pada Luhan adalah zmiana yang terakhir. Selain meminumkan penghilang ingatan itu, paman Arthur juga meminumkan zmiana pada Luhan. Karena, penghilang ingatan itu hanya untuk menghapus ingatan seseorang bukan untuk mematikan hasrat pemburu, jadi kami harus merubahnya menjadi jarski lebih dulu. Dan membuat kalian berpikir bahwa kalian adalah manusia.”jelas Kris memandang lirih Sehun yang masih tertidur. “Keesokan harinya aku dan paman Arthur pergi ke tengah hutan untuk menghampiri pastor Solomon. Kami harus meminta zmiana lain untuk Sehun. Namun, ternyata kami tidak menemukannya dimanapun. Dia menghilang.”
Mata Kai membulat lebar, “menghilang?!”
“Yah, dia menghilang. Dan kami tidak mengetahui kemana perginya dia. Dia hanya meninggalkan sebuah surat yang menyatakan bahwa dia meminta maaf karena telah menyebabkan pertarungan besar itu.”
“Dia pergi begitu saja?! Tanpa mengetahui bagaimana keadaan Sehun saat itu?! Brengsek!”
“Kai,”cegah Kris, berusaha menahan amarah Kai. “Dia merasa bersalah sehingga memutuskan untuk pergi. Agar tidak ada pertarungan apapun lagi. Jika dia mengetahui keadaan Sehun, dia tidak mungkin meninggalkannya.” Kris menghela napas panjang, putus asa. “Walaupun terkadang aku juga merasa bahwa dia egois. Tapi, aku tidak bisa menyalahkannya.”
“Lalu bagaimana dengan Sehun? Apa tidak ada obat lain? Apa selamanya dia harus seperti itu?”
“Yang mampu membuat zmiana hanya pastor Solomon, Kai. Namun, paman Arthur masih berusaha menemukan ramuan agar bisa mematikan hasrat pemburu Sehun. Sementara, dia menciptakan morfin yang berfungsi untuk menahan hasratnya sesaat.”
Kai terdiam. Jantungnya berdebar-debar tak karuan karena merasa khawatir dengan keadaan adik sepupunya itu. Jadi selama ini dia menahannya? Jadi selama ini dia bertahan seorang diri?
“Paman Arthur memang meminumkan penghilang ingatan itu pada Sehun, namun dia tetap menjelaskan jika dia adalah makhluk yang berbeda. Sedangkan kau dan Luhan, dipindahkan ke tempat ini agar bisa menjadi orang baru dan melupakan semuanya. Sekedar informasi, sebenarnya paman yang selama ini merawatmu adalah salah satu klan Rouler yang ditugaskan oleh paman Arthur untuk menjagamu. Dia bukan manusia.”
“Paman Song bukan manusia?!”jeritnya tertahan.
“Yeaaah, paman Arthur mengarang cerita jika dia adalah pengikuti setia orang tuamu. Kedua orang tuamu meninggal dan kau mempunyai keluarga di luar negeri. Kau kehilangan ingatanmu karena kau mengalami kecelakaan. Sedangkan Luhan, dia dititipkan di panti asuhan dan akhirnya diangkat menjadi anak oleh keluarga Lu.”
“Dan kau?”
“Aku? Aku tetap di Polandia untuk menjaga Sehun yang terkadang lepas kendali. Juga mengarang beberapa cerita agar dia bisa melupakan Luhan.”
Salah satu alis Kai terangkat naik, “kenapa?”
“Tujuan paman Arthur meminumkan penghilang ingatan itu adalah agar dia bisa melupakan Luhan. Luhan adalah sahabatnya namun klan Theiss tetaplah klan Theiss. Walaupun Luhan sudah menjadi jarski sekarang, tapi klan Theiss dan klan Rouler selamanya tetaplah musuh. Dan bagaimanapun juga, kedua klan itu tidak akan bisa bersahabat.”
“Jadi, karena itu kau dan Sehun bisa dekat satu sama lain saat pertama kali kalian bertemu? Karena kalian sudah saling mengenal dan kalian sadar jika kalian berdua adalah werewolf?
Kris mengangguk sambil tertawa kecil, “kami sepakat untuk menyembunyikannya karenamu.”
“Lalu kenapa kau bisa berada di Korea? Bukankah kau bilang kau berada di Polandia untuk menjaga Sehun?”
Kris menghela napas panjang, wajahnya kembali muram, “karena beberapa tahun kemudian terdengar kabar jika Leo yang kabur waktu itu masih hidup dan pasukannya kembali mengejar pastor Solomon yang ternyata berada di Korea. Aku kesini karena aku khawatir dia akan menyerang pastor Solomon dan menemukanmu dan Luhan. Namun ternyata, saat aku sampai di tempat ini, berita yang ku dapat adalah pastor Solomon bunuh diri setelah berhasil membunuh Leo.”
“Bunuh diri di gereja itu maksudmu?”
“Yeaah. Sebelumnya, dia sempat menusuk dirinya dan menuangkan darahnya kedalam sebuah botol yang ia simpan di suatu tempat di gereja itu. Setelah itu membakar dirinya hingga menjadi abu.”
“Kenapa dia melakukannya? Darahnya justru akan menimbulkan masalah!”
“Untuk kami.”jawab Kris pelan. “Dia menginginkan kami melupakan sumpah itu dan menjadi makhluk abadi. Dia sangat mempercayai kami dan merasa berterima kasih sehingga dia merelakan darahnya untuk kami.” Kris menarik punggungnya, ia menatap Kai dengan serius. “Kai, tujuan Sehun datang ke tempat ini, selain menemanimu, dia juga ingin menghancurkan botol darah itu. Tapi, dia tidak bisa melakukannya karena ada darah pemburu yang mengalir di tubuhnya. Jika dia menyentuhnya, hasrat pemburunya itu pasti memuncak dan menyuruhnya untuk meminumnya.”
“Kenapa bukan kau yang melakukannya?”
“Aku tidak bisa melakukannya karena aku adalah Verdun. Aku bahkan tidak bisa menyentuhnya karena pastor Solomon membuat batas transparan disekitar tempat itu. Yang bisa menyentuhnya hanyalah klan Rouler dan keturunannya.”
Disela-sela pembicaraan panjang yang belum berakhir itu, tiba-tiba Sehun sadar dan terkejut saat ia melihat Kris dan Kai ada di kamarnya. Begitu juga Kai dan Kris yang langsung berdiri dan menghampiri Sehun.
“Kenapa kalian ada di kamarku?”tanya Sehun bingung. Detik berikutnya, dia teringat jika tadi Kai melihatnya sedang kesakitan. Matanya membulat lebar, “Kai, kau—“ ucapnya menggantung lalu melirik kearah Kris.
“Aku sedang membicarakan soal pertandingan dengan Kris sambil menunggumu sadar.”serunya saat mendapatkan ekspresi ‘tolong rahasiakan pembicaraan kita’ dari Kris. “Kau kenapa? Kenapa kau tiba-tiba pingsan? Untung saja Kris datang dan membantuku membawamu pulang.”
“Kris?” Ia menelan ludah, masih merasa takut jika Kai mengetahuinya.
Kai mengangguk, “Haruskah kita pergi ke rumah sakit? Sepertinya kau sangat kelelahan.” Kai mencoba mengalihkan topic agar Sehun tidak curiga.
Sehun langsung menggeleng, “tidak. Aku tidak apa-apa. Sekarang aku sudah baik-baik saja. Ini sudah jam 5 pagi, sebaiknya kau pulang. Istirahatlah di rumahmu.”ucap Sehun gugup.
“Apa aku tidak bisa beristirahat disini?”
“Aku ingin pergi ke sekolah nanti. Kau pasti tidak tidur semalaman, kan? Sebaiknya kau pulang dan istirahat. Membolos saja hari ini. Aku sudah tidak apa-apa. Sungguh.”
Kai mengerti jika Sehun pasti merasa khawatir dirinya mengetahui wujudnya yang sebenarnya tadi. Jadi dia bersikap mempercayainya dan akhirnya mengalah dengan permintaan Sehun. Walaupun masih banyak yang ingin dia ketahui, ia memutuskan untuk pulang. Sehun pasti membutuhkan waktu dengan Kris untuk meminta penjelasannya tentang kejadian tadi.
“Baiklah. Aku pulang dulu.”

Saat pintu telah tertutup dan Kai sudah dipastikan pergi. Dugaan Kai ternyata benar, Sehun benar-benar meminta penjelasan pada Kris tentang kejadian didepan gereja Solomon tadi. Kai tidak boleh mengetahuinya, dia seperti ini karena dia ingin Kai tetap berpikir jika dirinya adalah manusia.
“Kris, jelaskan padaku!”tuntutnya langsung berdiri dihadapan Kris.
“Bersyukurlah karena aku datang tepat waktu sehingga dia tidak mengetahui apapun.”ucap Kris dengan ekspresi sungguh-sungguh.
“Benarkah? Dia tidak mengetahuinya, kan? Apa aku sudah berubah?”
“Tidak. Dia tidak mencurigai apapun. Hanya khawatir karena kau tiba-tiba pingsan.”
“Kris, jika kalian hanya membicarakan tentang pertandingan, kalian tidak akan terjaga hingga saat ini! Katakan padaku! Apa yang kalian berdua bicarakan selama aku tidak sadar?!”
Telak. Kalimat Sehun barusan berhasil membuat mulut Kris nyaris tidak bersuara sama sekali.
Ia menatap Kris dengan tatapan menuntut, “Kris, jangan berbohong padaku!”
Kris mengalihkan pandangannya, berusaha menghindari tatapan tajam Sehun sambil terus mencoba menormalkan debaran jantungnya. Ia menarik napas lalu menatap Sehun dengan tatapan tenang.
“Dia benar-benar tidak mengetahuinya, Sehun. Dia hanya mengkhawatirkanmu hingga kami terjaga sampai pagi.”
Sehun menghela napas panjang, dia mempercayai ucapan Kris. “Syukurlah jika dia hanya mengkhawatirkanku. Yang terpenting, dia tidak curiga sama sekali.”serunya lalu berjalan menuju kamar mandi. “Aku akan bersiap-siap pergi ke sekolah.”
“Kau yakin? Hasrat pemburumu akhir-akhir ini selalu tidak terkendali saat berada disamping Kyungsoo. Sebaiknya kau menjauh daripada kau jadi melukainya nanti.”
“Kau pikir aku sudah gila?”balas Sehun cepat. “Aku tidak mungkin melukai Kyungsoo. Aku adalah pelindungnya.”
“Yeaaah, kau memang pelindungnya dulu. Tapi sekarang—“
“Bisakah kita tidak membahasnya?! Mengetahui kenyataan bahwa aku bukanlah seorang jarski adalah hal menyakitkan. Aku tidak mau mengingatnya.”ketusnya membuat Kris langsung terdiam. Setelahnya, ia melanjutkan langkah menuju kamar mandi.

***___***

Kris duduk seorang diri di tribun gedung olahraga saat jam istirahat. Tatapannya menerawang ke depan. Pikirannya kacau dan hatinya terasa sangat gundah. Jika Sehun mengetahuinya, dia pasti akan marah besar karena Kris telah mengingkari janji untuk tidak memberitahu semuanya pada Kai. Selama ini, dia mati-matian berjuang seorang diri agar Kai tetap menganggap dirinya manusia. Juga mencari cara untuk menghancurkan botol darah pastor Solomon itu. Walaupun dia sendiri harus menahan rasa sakit saat dia mulai merasa ‘lapar’.
Tenggelam dalam lamunannya, tiba-tiba pintu gedung terbuka membuat Kris berpaling kesana. Kearah seorang pria berkulit putih dengan senyuman hangat dan sangat beribawa yang pernah ia kenal. Suho berlari-lari kecil kearahnya, lalu menjatuhkan diri disampingnya.
“Sudah ku duga kau berada disini.”serunya merangkul pundak Kris. “Kenapa? Sedang memikirkan pertandingan selanjutnya?”
Kris menatapnya bingung, “kenapa kau mencariku?” ia justru balas bertanya.
“Aku mempunyai satu penawaran untukmu.”
“Ha?”
Suho menggaruk tengkuk belakangnya, “Yeaaah, seperti yang kau tau jika aku akan mencalonkan diri sebagai ketua osis. Awalnya aku memilih Park Doojun sebagai wakilku, tapi jika ku pikir-pikir lagi, sepertinya kau lebih cocok.”
Mata Kris sontak melebar, “aku?!”
“Melihatmu selalu ada disamping Sehun, dan selalu bersikap dewasa jika Kai dan Sehun bertengkar, aku rasa kau memiliki sifat kepemimpinan. Lagipula, aku terbiasa berpikir dengan logika dan ku lihat kau lebih menggunakan hatimu. Dan kita berdua sudah saling kenal.”
“Suho, dengar. Aku tidak tertarik dengan organisasi sekolah seperti itu. Aku bukan siswa yang pintar.”
“Menjadi wakil ketua tidak harus siswa yang pintar. Lagipula kau berprestasi dengan tim basketmu itu.”
“Suho—“
“Kris, aku mohon.” Suho bersikeras. “Aku tidak mungkin mengajak Tao karena sifat penakutnya itu. Chanyeol? Aah, tidak mungkin. Dia akan merubah sekolah menjadi klub musik yang mengharuskan semua murid membawa gitar. Sedangkan Kai, dia pasti akan menendang Luhan dan kawan-kawannya jauh-jauh dari sekolah ini. Dan Baekhyun? Aku tidak bisa membayangkan jika dia menjadi wakilku, kepalaku pasti akan pecah mendengar ocehannya yang tidak pernah bisa berhenti itu.”
Akhirnya Kris menghela napas panjang, “aku akan memikirkannya. Namun, aku tidak bisa menjanjikan jawaban yang baik untukmu.”
Suho tersenyum lebar, “Yang penting kau memikirkannya. “serunya senang, “Hey, ngomong-ngomong kenapa kau tidak memakai blazermu? Udara diluar sangat dingin.”

“Ah, blazerku tertinggal di kelas. Aku tidak apa-apa.”

“Hahaha… kenapa terkadang aku berpikir jika kau, Sehun dan Kai adalah keturunan manusia serigala?” Candaan Suho seketika membuat Kris terperangah hebat. “Kalian tidak masalah dengan musim dingin. Di film yang aku tonton, manusia serigala memiliki hawa panas yang bahkan akan baik-baik saja jika mereka tidak memakai baju di musim dingin. Sama seperti kalian.”
Kris menelan ludah, jantungnya mulai berdegup tak karuan. Ia ikut tertawa untuk menutupi rasa gugupnya, “ha ha ha, tidak mungkin. Manusia serigala hanya ada di film dan novel.”
“Tentu saja. Jika kau adalah manusia serigala, kau pasti sudah memakanku sekarang, kan?” Ia menatap Kris lalu kembali tertawa. “Lagipula, kau lebih mirip vampire daripada manusia serigala.”
‘Suho, aku tidak memakanmu karena aku adalah seorang jarski.’

***___***

Kyungsoo benar-benar duduk seorang diri sekarang. Sejak keputusannya untuk pindah, Sehun tidak pernah lagi kembali ke sampingnya. Bahkan tidak lagi menegurnya dan akan berlalu jika dia hendak mengajaknya bicara.
Dia hanya menginginkan sebuah penjelasan. Kenapa Sehun tiba-tiba berubah dan terlihat seperti sangat membencinya. Apa dia pernah melakukan kesalahan hingga Sehun membencinya? Tapi kenapa dia menyuruhnya untuk menjauhi Kai?

BRAGG!

Sebuah bunyi keras menyadarkan Kyungsoo dari lamunannya. Ia menoleh, detik berikutnya mata bulatnya semakin membulat lebar saat melihat Lay dan Chen mulai mencari masalah dengan Sehun.
“Kau pikir dengan mengikuti pertandingan satu kali, kau sudah cukup baik untuk menggantikanku?!”sengit Lay menatap tajam kearah Sehun. “Dengar Kim Sehun, sejak awal aku bahkan tidak menyukai gayamu yang selalu sok keren itu. Dan sekarang, kau berusaha untuk mencuri perhatian semua orang untuk mengambil posisiku!”
Sehun hanya diam, ia mendongak, menatap Lay dengan tatapan tenang seperti biasa. “Aku sudah mengundurkan diri.”
“Kau melakukannya karena kau ingin mencari perhatian! Dasar licik!”
Sehun tertawa mendengus, “licik? Aku bisa dengan mudah merebut posisimu jika aku mau. Tapi sayangnya, posisi itu bukanlah yang aku mau.”
“Kau meremehkan Lay?!”sahut Chen tidak terima.
“Dasar brengsek! Kau sama saja dengan saudaramu yang yatim piatu itu!”
Mendengar umpatan Lay yang berhasil menusuk telinga dan hatinya, Sehun langsung berdiri dan mengulurkan tangan. Dengan gerakan cepat, ia mencengkram kerah baju Lay dan menariknya ke depan. Membuat seisi kelas langsung hening, dan menelan ludah melihat mata elang Sehun yang seperti akan memangsa Lay hidup-hidup.
“Jika kau berani mengatakan hal itu lagi, aku pasti akan membunuhmu!”desis Sehun dingin.
Lay tertawa mendengus, “kenapa aku harus takut? Aku bahkan berbicara tentang kenyataan.”
Rahang Sehun semakai mengatup keras, giginya menggertak. Sudah hampir melayangkan tinjuannya ke wajah Lay namun seseorang berhasil menahannya lebih dulu.
“Kim Sehun, jangan.”serunya mendorong tubuh Sehun ke belakang. Ternyata Luhan. “Jangan membuat keributan.”
Sehun menepis tangan Luhan kasar, “Jika aku mendengarnya sekali lagi, kau pasti mati.” Lalu berjalan meninggalkan ruang kelas.
Luhan menoleh, menatap Lay dengan kening berkerut, “Lay, apa yang kau katakan?”
“Aku hanya mengatakan jika Kai adalah yatim piatu. Apa itu salah? Kenapa dia marah?”
Mata Luhan sontak membulat, “Lay, kau keterlaluan!”
“Keterlaluan? Hey, kenapa kau menyalahkanku?!”
“Karena kau sudah keterlaluan, Lay! Bagaimana bisa kau mengatakan hal yang paling sensitive itu?!”
Lay terkejut bukan main. Apa tadi Luhan sedang membela Sehun? Kenapa dia terlihat sangat marah dengan candaan itu?
“Luhan, kenapa kau marah?”tanya Chen bingung.
“Bisakah kalian tidak mencari masalah lagi?! Aku sudah lelah!”
Ditempatnya, Kyungsoo juga mulai menyadari perubahan dalam diri Luhan akhir-akhir ini. Pria paling menyebalkan yang sering menindasnya dulu sekarang justru menjadi pendiam. Dia tidak lagi mencari masalah seperti sebelumnya. Bahkan dengan Kai atau Sehun.
Entah. Tapi sejak masuknya Sehun ke dalam tim sepak bola waktu itu, sikapnya jadi berubah. Dia tidak lagi menyebalkan. Justru menjadi seseorang yang ingin mengajak Sehun bicara walaupun selalu diabaikan.
Apa Luhan sudah berubah? Kenapa semuanya berubah seketika?

***___***

Sepulang sekolah, Sehun mengajak Kris untuk pulang bersamanya dan mampir kesalah satu café yang ada disekitar taman sungai Han. Suasana hatinya sangat buruk hari itu. Pikirannya juga sedang kacau karena kejadian tadi.
“Berkelahi lagi?”tebak Kris seperti bisa membaca pikiran Sehun lewat wajahnya yang keruh.
“Aku tidak pernah berkelahi. Mereka yang mencari masalah denganku.”balasnya. “Jika bukan demi Kai, aku benar-benar ingin kembali ke Jerman. Disini sama sekali tidak menyenangkan.”
Kris tertawa geli mendengar semua keluhan Sehun, “lalu bagaimana dengan Kyungsoo? Sudah bicara dengannya.”
“Kau mau aku membunuhnya?” ia mencibir. “Aku pikir lebih baik memperhatikannya dari jauh. Dan mencari cara agar dia bisa menjauh dari Kai.”
Kris menatap Sehun serius, “kenapa kau bersikeras agar Kyungsoo menjauhi Kai? Kau tau itu tidak mungkin. Kai tidak akan melepaskannya.”
Sehun menghela napas panjang, “Kyungsoo hanya akan membangkitkan ingatan buruk Kai tentang D.O, Kris. Wajahnya yang sama persis seperti bisa memancing luka-luka Kai. Aku sangat khawatir jika semakin lama bersama Kyungsoo, lukanya akan mulai terbuka dan dia akan mengingat masa lalunya.”
“Lalu kenapa jika dia mengingatnya? Bagaimana jika dia bisa menerimanya?”
“Lalu apa gunanya aku berkorban untuknya selama ini? Kris, membuat Kai melupakan semuanya adalah jalan yang terbaik. Aku tidak mau membebaninya dengan kenyataan-kenyataan pahit itu. Aku tidak mau dia menjadi seperti orang gila lagi.”
Sehun menunduk, mengaduk-ngaduk coklat panasnya tanpa fokus. Banyak kekhawatiran dan pikiran-pikiran tentang Kai yang mengusiknya. Di dunia ini, dia hanya memiliki Kai dan Kris sebagai keluarganya. Walaupun ia lupa jika Luhan pernah menjadi salah satu bagian dari mereka juga.
“Hey, tapi ada satu hal yang juga menjanggal pikiranku.”
Sehun mengangkat wajahnya kembali, menatap Kris dengan tatapan ingin tau.
“Hasrat pemburuku memuncak karena aku berada didekat Kyungsoo adalah hal yang wajar karena dia adalah keturunan pastor Solomon. Tapi bagaimana dengan Luhan? Bukankah dia adalah klan Theiss? Kenapa aku merasakan hal aneh saat berada didekatnya? Seperti ingin marah namun tidak bisa marah. Seperti membencinya, namun sebenarnya aku tidak membencinya.”
Dan inilah hal yang paling ditakutkan oleh Kris. Saat Sehun mulai menyadari keanehan itu. Dan mulai menyadari arti sebenarnya dibalik kehadiran Luhan. Ketiga orang itu sebenarnya sama, tanpa sadar, mereka masih terperangkap dalam masa lalu. Bayang-bayang orang-orang yang paling berarti itu seperti terus mengikuti, dan mengikat mereka. Berusaha keras, sebenarnya Kris harus menjauhkan Luhan dan Sehun daripada menjauhkan Kyungsoo dan Kai. Jangan pernah ada lagi persahabatan antara klan Theiss dan klan Rouler.
“Hey, ini sudah sore. Ayo pulang.”ajak Kris mengalihkan perhatian.
“Kau benar. Aku harus berada di rumah sebelum Kai datang. Aku yakin dia akan berkunjung setelah kejadian kemarin.”

***___***

Kris memang sudah menceritakan semuanya namun Kai masih belum mampu mengingat dengan jelas tentang siapa sosok D.O Rouler sebenarnya. Mendapati viusalnya yang memang sama persis seperti Kyungsoo, cerita Kris semakin membuat Kai menganggap Kyungsoo adalah D.O Rouler. Walaupun sifat keduanya jelas berbeda karena dari cerita Kris, D.O adalah sosok pemberani yang berani berkorban untuk orang lain, berbeda dengan Kyungsoo yang lemah dan sangat mudah untuk ditindas.
Namun, bayangan-bayangan yang membuat kepalanya sakit serta kenangan-kenangan yang mulai terlihat samar di dalam pikirannya, membuatnya jadi merindukan sosok seorang kakak yang sudah lama menghilang itu. Ia ingin bertemu D.O, ia ingin bercanda dan mengobrol seperti dulu lagi. Menyesal, dia ingin melindungi D.O.
Sedikit bisa membayangkan detik-detik kematian D.O lewat kenangan menyakitkan yang pernah terlintas dipikirannya saat melihat Kyungsoo. Secara tidak langsung, Kyungsoo adalah media dimana ia bisa membantunya untuk membangkitkan kenangan-kenangan itu.
Kai berjalan seorang diri di tepi jalan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Dia tidak mengunjungi Sehun, juga tidak memberi kabar pada teman-temannya atas absennya dia hari ini. Terlalu sibuk berkelut dengan pikiran dan kenangannya tentang D.O.
Kesedihan itu muncul, namun ia tidak menemukan alasan apapun atas itu. Karena selama ini, dia sudah terbiasa hidup tanpa kasih sayang dari keluarga. Sekarang, dia hanya bisa meraba-raba tentang bagaimana rasa sayangnya terhadap D.O dulu.
Tenggelam dalam pikirannya, Kai tidak menyadari jika dia telah sampai di depan gereja Solomon. Disana sudah ada Kris, dan dia terkejut saat ia menyadari kehadiran Kai. Kris melompat turun dari menara gereja, tepat didepan Kai hingga membuatnya terlonjak setengah mati.
“Astaga! Aku pikir kau hantu!”jeritnya termundur hampir terjatuh sambil menghusap-husap dadanya. “Walaupun aku sudah mengetahui jika kau adalah werewolf, tapi jangan melompat seperti itu didepanku! Aku belum terbiasa melihatnya!”omelnya.
Kris mengabaikan omelan Kai, tanpa berbicara apapun, menarik kerah baju Kai dan membawanya ke menara gereja dengan lompatan. Membuat Kai semakin berontak dan berteriak tak karuan.
“Arrrggghhh… turunkan aku! Arrrgghhh…!”
“Diamlah. Orang-orang akan mendengar suaramu.” Kris menurunkan Kai yang langsung meringkuk ke sudut menara. Jantungnya berdebar-debar tak karuan.
“Mulai sekarang aku membenci ketinggian! Aku sungguh membencinya!”
“Hey, kemarilah.” Kris mengayunkan tangannya, tanpa memperdulikan Kai yang masih ketakutan.

“Aku bilang kemari!”
“Cih, jika di sekolah kau melakukannya padaku, kau pasti mati!” Ia bersungut-sungut, namun mendatangi Kris yang berdiri diujung menara.
“Dia sedang belajar.” Kris menunjuk kearah seseorang yang terlihat dibingkai jendela sebuah rumah yang ada dibelakang gereja itu.
“Kyungsoo? Bukankah dia Kyungsoo?” Mata Kai melebar. “Kau sedang mengintainya?”
“Aku berdiri disini sepanjang malam untuk menjaganya.”
“Menjaganya?” Kai semakin tidak mengerti.
“Kai, Kyungsoo adalah keturunan terakhir pastor Solomon. Darahnya mampu membuat kita hidup dalam keabadian.”jelas Kris. “Kyungsoo adalah tuanku, dan aku terikat oleh sumpah. Aku harus menjaganya setiap malam. Walaupun klan Theiss sudah lama menghilang, tapi aku harus tetap berjaga-jaga.”
“Apa Luhan benar-benar keturunan terakhir klan Theiss?”tanya Kai juga berubah menjadi serius.
“Yeah, dan dia mulai mengusik hasrat pemburu di dalam diri Sehun.”
Kening Kai seketika berkerut, “Maksudmu?”
“Kai, semuanya berjalan normal saat aku secara diam-diam terus memperhatikanmu. Saat kita masuk ke sekolah itu bersama, dan saat kita bertemu dengan Kyungsoo dan Luhan, semuanya menjadi berantakan. Aku tidak menyangka jika Luhan juga akan masuk kedalam sekolah itu, dan yang lebih mengagetkan lagi, aku tidak pernah menyangka jika ada seseorang yang memiliki wajah yang sama persis dengan D.O. Aku benar-benar terkejut sehingga aku mencari informasi tentang Kyungsoo dan keluarganya. Dan kemudian, aku justru mendapatkan fakta yang lebih mengejutkan jika dia ternyata adalah keturunan terakhir pastor Solomon. Aku tidak pernah menyangka sebelumnya, ku pikir pastor Solomon dan keturunannya benar-benar sudah meninggal. Ternyata aku salah besar. Dia masih ada, sehingga aku memutuskan untuk berjaga disini setiap malam.”
Kai menelan ludah, “apa karena kemiripan wajah Kyungsoo dengan D.O dan dia adalah keturunan pastor Solomon yang menjadi alasan kenapa selama ini aku selalu ingin melindunginya?”
Kris tersenyum kecut, “tanpa sadar kalian memainkan peran yang sebenarnya. Dimana Luhan yang akan menindas Kyungsoo dan kau yang menjadi pelindungnya. Seperti kenyataan dimana klan Theiss yang selalu berusaha mengincar pastor Solomon dan klan Rouler yang selalu melindunginya. Walaupun kalian tidak mengetahui tentang semua itu, sebenarnya kalian telah melakukan kejadian yang terjadi dimasa lalu.”
“Lalu bagaimana dengan Sehun? Apa tidak ada obat yang bisa merubahnya menjadi jarski? Kami sudah baik-baik saja namun dia masih menderita. Aku tidak mau melihatnya seperti itu terus-menerus.”
Kris menggeleng lemah, “aku dan paman Arthur belum menemukan jawabannya. Dan parahnya akhir-akhir ini harat pemburunya semakin memuncak saat dia berada didekat Kyungsoo ataupun Luhan.”
“Maksudmu? Dia ingin meminum darah Kyungsoo?!”tebak Kai tepat.
“Yah, dia benar-benar berada dalam kegelisahan hebat dimana hasrat pemburunya memaksanya untuk meminum darah Kyungsoo dan sumpahnya yang mengharuskannya untuk menjaganya. Dia sangat tersiksa. Belum lagi saat dia menghadapi Luhan saat ini. Dia mulai menyadarinya.”
“Apa karena mereka mempunyai hubungan yang sangat dekat dimasa lalu sehingga Sehun mulai merasakan arti Luhan yang sebenarnya?” Kai kembali menebak tepat.
“Kyungsoo seperti sisi negative yang membangkitkan hasrat pemburu Sehun, sedangkan Luhan seperti sisi positif yang tanpa sadar meredam rasa itu. Namun, Sehun justru merasa hasrat pemburunya memuncak ketika berada didekat Luhan karena dia sudah tersugesti dengan drama yang kami buat jika Luhan adalah klan Theiss dan dia harus dibenci. Perasaan tanpa sadarnya yang tidak bisa membenci Luhan membuatnya marah dan membangkitkan hasrat pemburunya. Hingga akhir-akhir ini, aku berpikir untuk menjauhkannya dari Kyungsoo ataupun Luhan. Aku khawatir dia lepas kendali.”
“Kris,”panggil Kai membuat Kris menoleh. Kai menatap Kris serius. “Apa aku tidak bisa kembali? Aku ingin menjadi diriku yang dulu dan mengingat semuanya. Aku ingin menjadi manusia serigala lagi.”
Mata Kris sontak membulat lebar, “Kai! Sehun akan membunuhku jika kau

melakukannya!”bentaknya tanpa sadar. “Selama ini, dia mati-matian melindungimu agar kau tidak kembali. Dia tidak mau kau merasakan rasa sakit lagi saat mengingat kejadian itu!”
“Tapi aku juga harus melindungi adikku, Kris!”balas Kai tegas. “Sekarang adalah giliranku untuk melindunginya. Aku akan berusaha melawan rasa sakitnya dan menghancurkan botol itu.”
“Kai, dengar. Walaupun kau sudah berubah menjadi jarski. Namun berubah kembali seperti dulu tidaklah mudah. Kau akan melewati fase awal dimana kau tetap akan merasakan rasa lapar dan ingin memakan sesuatu. Saat melewati fase-fase itu, jika kau gagal melakukannya, kau akan berubah menjadi pemburu.” Kris menatap Kai lurus-lurus. “Kembali itu bukanlah hal yang mudah, Kai! Pikirkan itu! Kau mau membuat pengorbanan Sehun selama ini menjadi sia-sia, hah?!”
Kai menunduk dalam, kembali merasakan rasa bersalah yang teramat besar pada Sehun.
“Aku hanya ingin melindunginya dan menghentikan seluruh penderitaannya. Aku merasa sangat bersalah padanya.”
Kris menghembuskan napas keras, “Tolonglah. Menghandle satu werewolf pemburu saja sudah membuatku kewalahan. Jangan menambahnya dengan jarski baru. Aku tidak akan sanggup melakukannya!”

***___***

Kai menemukan kenyataan jika selama ini Kris selalu melindunginya dalam diam. Selalu mengamati gerak-geriknya tanpa jejak. Juga selalu menjaga Kyungsoo setiap malam dan memastikan jika dirinya baik-baik saja. Kris sudah sangat bekerja keras.
Namun, disisi lain. Ada kenyataan lain yang membuatnya juga merasa gundah. Saat menghadapi seseorang yang selama ini paling dia benci di sekolah. Jika dilihat dari semua yang sudah terjadi selama ini, tidak akan yang percaya jika mereka dulunya adalah sahabat.
“A-yo, Kim Kai.” Chanyeol menepuk pundak Kai, membuyarkan lamunannya. “Sedang apa kau disini?” Ia menoleh, mengikuti arah pandangan Kai lalu terkejut setelahnya. “Kau memandang Luhan?!”
“Tidak.”jawab Kai datar.
“Bohong. Matamu sedang menatapnya saat ini!”
“Aiisssh, sudahlah. Jangan ganggu aku.”
“Kenapa? Kenapa kau menatapnya?”tanya Chanyeol sangat terkejut,
“Aku tidak menatapnya Chanyeol.” Kai melompat dari duduknya, berjalan meninggalkan Chanyeol menuju kelas mereka.
“Kai, jawab aku. Kenapa kau mena—“
“Kyungsoo?”
Chanyeol mengikuti arah pandangan Kai yang sedang menatap ke depan, kearah Kyungsoo yang sedang berlari tergesa-gesa menuju mereka.
“Hey, ada apa? Kenapa kau membawa tas?”tanya Kai bingung.
“Aku harus pulang, Kai. Sesuatu terjadi di rumahku.”
“Hah?!”
“Tetanggaku menelponku. Dia bilang rumahku telah dirusak dan ibuku menghilang! Ibuku tidak berada di rumah!”
Detik itu juga mata Kai membulat lebar, “Apa?!”





TBC

59 thoughts on “FF: The Wolf and not The Beauty (part 14)

  1. Sandra Lu berkata:

    maaf baru komen disini eon,
    berarti yg waktu itu dikoridor sekolah (aku lupa chap berapa :D) pas kai maen basket dn ada luhan (aku lupa dia ngapain :D) , ada namja yg bilang apa gitu (aku lupa :D) kalau kai sama luhan itu ada hubungan masa lalu itu ternyata yg bilang kris .
    ah ternyata eon imajinasinya daebakkkkkkkk, ffnya sambung menyambuuuung… yg chap 18 buruan di publish ya, sudah penasaran eon

  2. BabyHun berkata:

    ya ampunnnn… q gk tahan sama hunhan… kapan mereka baikkan?…dan cerita ini keren beneran.. pintr bgt buatnya.. q gk bisa ngebayangin meninggalnya d.o.. serem amat..

  3. Nora berkata:

    Wah! Eonni ff ini keren banget. Walaupin aku pernah baca sebelumnya tapi masih tetep deg-degan waktu baca lagi. Eonni jjang!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s