FF : Daddy’s best Friend Chapter 14

daddy's best friend

Tittle      : Daddy’s best friend

Author  : Oh Mi Ja

Cast       : – Member EXO

–          Zhoumi Super Junior M

–          Sooyoung SNSD

–          Jo Kwon 2AM

–          Son Ga In BEG

–          Kim Eun So

–          Kim Bum

–          Member Super Junior

Genre   : Family, Comedy

Zhoumi kembali dengan kantung plastik besar berisi ice cream untuk Sehun dan teman-temannya. Melihat itu, Luhan langsung melompat turun dari ranjang Sehun dan menghambur kearah Zhoumi.
“Haraboji~ aku mau ice cream!”seru Luhan sambil melompat-lompat senang. Berbeda dengan Jongin, ia hanya melirik sekilas lalu membuang pandangannya kembali.
Sehun melihat ekspresi Jongin dan langsung menghela napas panjang. Ia melirik kearah boneka Krongg yang sedang ia pegang.
“Jongin pasti sedih karena ini.”gumam Sehun pelan.
“Jonginnie, kau tidak mau ice cream?”tanya Zhoumi berjongkok didepan Jongin.
Jongin menggeleng, “aku tidak mau, Haraboji”
“Ehh? Wae? Bukanakh tadi kau bilang kau mau?”
“Aku sudah tidak ingin ice cream lagi.”seru Jongin lagi.
Zhoumi tidak bertanya lagi, ia saling pandang dengan Sooyoung dengan ekspresi bingung. Sepertinya, terjadi sesuatu yang tidak beres dengan Jongin.
“Jongin, kau benar-benar tidak mau?”tanya Luhan sambil menjilati ice cream rasa pisangnya.
Jongin menggeleng lagi.
“Ya sudah, biar ku habiskan sendiri.” Bukannya mencoba membujuk, Luhan justru terlihat senang karena jatah ice creamnya semakin bertambah. Ia bernyanyi-nyanyi senang sambil melompat-lompat menghampiri Sehun kembali.
“Sehunie, kau tidak mau?”
“Tidak. Daddy akan memarahi Sehun jika Sehun makan ice cream lagi.”
Mata Luhan seketika berbinar, “Jadi apa aku boleh makan semuanya?”
“Tentu saja boleh. Luhan boleh makan semuanya.”
“Yeaaaay!”
“Haraboji, kemana daddy? Kenapa belum kembali?”tanya Sehun tanpa sadar menggembungkan pipinya.
“Molasseo. Mungkin daddy sedang ada urusan.”
“Urusan apa? Daddy bilang daddy sudah berhenti bekerja.”
Zhoumi menghampiri Sehun dan menghusap kepalanya lembut, “Kita tunggu sebentar lagi, oke?”

Toktok

Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dan tak lama memunculkan seseorang di baliknya. Duduk didekat pintu, tidak hanya Jongin, namun Sooyoung ikut terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Seseorang dengan kostum Krongg masuk sambil membawa kantung besar. Ia terlihat seperti Santa Klaus yang datang setiap malam natal. Detik itu juga, ekspresi Jongin seketika berubah. Wajah muramnya terganti dengan senyuman lebar dan langsung melompat dari kursinya.
“Whooa! Krongg!”jeritnya histeris.
Bahkan Luhan yang awalnya hanya fokus menjilati ice creamnya, jadi melupakan dan tidak menyadari jika ice creamnya mulai meleleh.
“Krongg!” Sehun juga bersorak senang.
Namun ekspresi senang itu sepertinya tidak dirasakan oleh Sooyoung dan Zhoumi. Mereka terkejut, juga sedikit takut terhadap orang asing yang tiba-tiba memasuki ruangan Sehun itu.
“Siapa kau?”tanya Zhoumi.
“Yeobo, kenapa orang seperti ini bisa masuk? Apa tidak ada penjaga yang berjaga diluar, huh?”
“Siapa kau?! Katakan padaku, siapa kau!”bentak Zhoumi, walaupun suaranya sedikit bergetar.
“Oema.. appa.. ini aku..”bisik seseorang yang berada dibalik kostum Krongg itu.
“A-apa?”
“Ini aku. Kris.” Kris masih berbisik sambil meletakkan jari telunjuknya didepan bibir.
“Omo! Apa yang kau lakukan?”
Kris tak menghiraukan seruan ibunya lagi. Kini lebih fokus pada Luhan dan Jongin yang sedang berdiri disampingnya dengan mata berbinar.
“Krongg! Krongg!” Jongin melompat-lompat sambil memegangi tangan Krongg.
“Mana Pororo? Kenapa kau sendiri?”tanya Luhan polos.
Kris tersentak. Bahkan dia tidak mengetahui siapa itu Pororo dan apa hubungannya dengan Krongg.
“Dia… dia sedang berada di sekolah.”jawab Kris asal, menggaruk belakang kepalanya.
“Kenapa kau tidak bersekolah seperti Pororo? Kau membolos?”tanya Luhan lagi.
“Aku sedang ada urusan sedikit. Kalian juga membolos, kan? Kalian tau membolos itu bukan perbuatan baik?”
“Aku tau. Tapi Jongin mengajakku.”kilah Luhan menunjuk Jongin. Jongin langsung menepis tangan Luhan.
“Enak saja. Aku tidak mengajakmu. Kau sendiri yang mengikutiku.”kilah Jongin.
“Kau yang menyuruhku untuk menemanimu karena kau tidak boleh menjenguk Sehun sepulang sekolah.”
Jongin melotot, “aniyooo!”
“Anak-anak dengar…” Kris mengambil alih. Ia menjatuhkan diri di sofa, ditengah-tengah Jongin dan Luhan yang terlihat sangat kecil dibandingkan kostum Krongg yang sangat besar. “Kalian tidak boleh membolos apapun alasannya. Perbuatan itu sama seperti dengan berbohong.”
“Karena… oemaku tidak mengijinkanku menjenguk Sehun sepulang sekolah. Aku ingin menjenguknya karena dia sedang sakit. Jadi… aku membolos.” Jongin menunduk menyesal.
“Jinjjayo? Kau membolos karena ingin menjenguk Sehun?”
Jongin mengangguk pelan. “dia adalah temanku. Dia juga sering memberiku roti yang enak buatan appanya. Aku sangat menyukai Sehun.”
Dalam hati, sebenarnya Kris merasa tersentuh dengan ucapan Jongin yang terdengar sangat tulus. Setidaknya dia lega karena anaknya benar-benar mempunyai teman yang menyayanginya. Walaupun mereka sedikit nakal.
Kris mengulurkan tangannya, menghusap-husap kepala Jongin dengan tangan Kronggnya.
“Karena kau adalah anak yang baik, Krongg akan memberikan hadiah untukmu.”serunya meraih kantung besar yang dibawanya tadi lalu mengambil sesuatu dari sana.
“Whooaaa!” Jongin langsung melompat dari duduknya saat melihat satu set boneka pororo bersama teman-temannya, tentunya juga ada Krongg didalamnya.
“Ini untukmu dan untukmu…”
“J-jinjjayo? Ini untuk kami?” Mata Luhan berbinar tak percaya.
“Asalkan kalian berjanji tidak akan membolos lagi.”
Tanpa memerlukan waktu untuk berpikir, Jongin langsung mengangguk. “Aku tidak akan membolos lagi. Aku berjanji.”
“Jongin-ah…”panggil Sehun. “Sehun ingin mengembalikan ini. Ini untuk Jongin saja.”
Kening Jongin langsung berkerut, “oe? Tapi aku memberikannya untukmu.”
Sehun menggeleng, “Sepertinya Jongin sangat menyukai Krongg. Di rumah, Sehun juga sudah memiliki satu set boneka pororo jadi hadiah ini untuk Jongin saja.”
Jongin tersenyum lebar , lalu menggeleng, “aku sudah punya satu set boneka pororo. Itu untukmu saja.”
“Jinjjayo?”
“Emp. Kau harus cepat kembali ke sekolah. Aku akan menunggumu.”

***___***

Setelah rencananya berhasil, Kris berpamitan dengan Luhan, Sehun dan Jongin. Mereka juga sempat berfoto sebagai kenang-kenangan. Kris benar-benar tidak tahan memakai kostum itu lebih lama lagi. Berat dan panas.
Bersandar pada dinding depan ruangan Sehun, Kris membuka penutup kepalanya dan memberikannya pasa salah satu penjaga.
“Berikan ini pada siapapun.”suruhnya, juga melepaskan kostumnya. “Untukmu juga boleh. Dan bisakah kau mengambilkan tasku yang ada di mobil?”
Penjaga itu mengangguk, “Baik tuan.”
Kris mengeluarkan ponsel dari dalam kantungnya, sambil merapikan rambutnya yang terlihat acak, dia menghubungi Suho.
“Hm, wae?”suara Suho terdengar tanpa mengucapkan salam.
“Jongin dan Luhan tidak hadir kan?”
“Eh? Bagaimanakau tau?”
“Mereka disini. Sedang menjenguk Sehun.”
“MWO?!! JINJJAYO?!!” Kris menjauhkan ponsel dari telinganya saat mendengar teriakan Suho yang terdengar sangat menyakitkan.
“Cepat kemari.”
Klik. Kris menutup panggilannya, malas berdebat dengan Suho lebih lama lagi. Setelah itu, dia masuk ke dalam ruangan Sehun lagi. Kali ini menjadi Kris, bukan Krongg.
Daddy!!!” Sehun langsung berteriak saat melihat ayahnya datang. “Apakah tadi daddy yang menyuruh Krongg untuk datang? Gomawo, tadi Krongg kesini dan memberikan Jongin dan Luhan hadiah. Kenapa daddy tidak datang juga? Daddy kemana? Harusnya daddy juga bertemu dengan Krongg.”cerocos Sehun panjang lebar membuat Kris tertawa geli, juga Zhoumi dan Sooyoung.
Daddy ada urusan sedikit. Bagaimana? Kau senang? Jongin sudah tidak sedih lagi kan?”
Sehun menggeleng bersemangat, “dia sangat senang sekarang. Thankyou thankyou thankyou.” Sehun memeluk pinggang Kris dan masuk ke dalam pelukannya.
Kris tersenyum lembut, sembari menghusap kepala Sehun. Ia berbisik pelan, “sekarang kau harus minum obatmu agar cepat sembuh dan kembali ke sekolah, oke?”
“Bambu ahjussi…”panggil Jongin membuat Kris melepaskan pelukannya dan menoleh. “Terima kasih, Sehun bilang ahjussi memanggil Krongg kemari. Dia memberikanku hadiah ini. Gomapseumnida.” Jongin membungkuk, masih memeluk bungkusannya.
“Ahjussi, nado gomapseumnida.” Luhan juga ikut membungkuk.
Kris tersenyum lebar, mengulurkan tangan dan mengacak rambut Jongin. “Baiklah, asalkan kalian berjanji tidak akan membolos lagi.”
“Tidak akan. Kami sudah berjanji pada Krongg.”
“Makanya, Sehun jangan sakit lagi ya. Kita semua sangat khawatir.”kata Luhan tulus, Sehun mengangguk mantap.
“Sehun akan minum obat dan segera sembuh.”

***___***

Sehun sudah keluar dari rumah sakit dan kembali ke Apartement-nya. Harus dipaksa untuk istirahat beberapa hari lagi karena dia tetap bersikeras untuk pergi ke sekolah. Kris mengerti jika dia sudah sangat merindukan teman-temannya, tapi ia rasa kondisinya belum memungkinkan untuk itu.
“Are you bored?”tanya Kris menjatuhkan diri disamping Sehun yang sedang asik menonton kartun kesukaannya sambil memeluk boneka Platypus.
Sehun mengangguk pelan, “really bored. I wanna go to school soon, daddy.”
“Senin nanti kau sudah diperbolehkan masuk sekolah. Bersabarlah.” Ia menghusap kepala Sehun lembut, mencoba menghiburnya. “Bagaimana jika kita berjalan-jalan? Kita belum pernah keliling kota Seoul bersama, kan?”
Sehun langsung mendongak, menatap Kris dengan mata berbinar, “Daddy mau mengajak Sehun jalan-jalan? Really?” ia berubah semangat.
Kris tertawa geli, “ayo ganti bajumu. Kita akan jalan-jalan.”
Sehun melempar boneka platypus-nya ke sisi kanan, melompat penuh semangat lalu menggandeng tangan Kris, berjalan menuju kamar tidurnya. Akhirnya, berhari-hari berada di rumah sakit dan apartement membuatnya jenuh. Walaupun terkadang Suho, Baekhyun dan Chanyeol datang berkunjung untuk menemaninya bermain, dia tetap merindukan sekolah. Terutama Luhan dan Jongin.
Setelah memakaikan kaus hitam dan celana jins pada anak laki-lakinya. Kris juga bergegas menuju kamarnya sendiri untuk mengganti baju. Dia memiliki baju yang sama persis dengan yang dipakai Sehun sekarang. Keduanya membeli baju couple ayah dan anak itu saat mereka berada di Kanada dulu.
Memutuskan untuk memakai pakaian yang sama dengan Sehun, Kris sudah berniat jika hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan baginya dan anak kandungnya itu. Sebagai balasan karena selama ini dia sangat sering meninggalkannya dan mengabaikannya di rumah.
Setelah semuanya sempurna, keduanya menuju parkiran dan memasuki mobil mereka. Bersiap untuk mengelilingi kota Seoul dan mengunjungi beberapa tempat menarik.
“Daddy wait!” Sehun mencegah lengan Kris saat Kris hendak memutar kunci mobil.
Kris menoleh bingung, “why Sehunnie?”
“What the thing we always did when walking around?” Sehun tersenyum lebar, lalu mengambil sesuatu yang terselip di dalam kantungnya. Membuat Kris seketika tertawa terbahak-bahak karena anak laki-lakinya itu mengeluarkan kacamata hitam dari sana. “Tadaaa~ wearing sunglasses. Daddy, we should being cool!”
Yah, sesuatu yang selalu diajarkan oleh Kris dan akhirnya menjadi kebiasaan Sehun ketika mereka jalan berdua. Kris selalu memakaikan apa saja agar Sehun terlihat keren, salah satunya kacamata hitam.
Akhirnya, Kris juga memakai kacamata hitamnya sendiri. Memutar kunci lalu menginjak pedal gas dan mengarahkan mobilnya ke jalan raya.
“Sehunnie, where should we go?”tanya Kris sembari terus menatap ke depan.
“Eumm… Lotte World!”
“Lotte World? Okay… I got it.”
Keduanya menuju Lotte World, sebuah taman bermain yang memang sangat terkenal di Seoul. Selama berada disini, ini adalah pertama kalinya keduanya pergi ke tempat itu. Sebenarnya, Kris mulai berpikir jika keputusannya untuk melepaskan pekerjaan dan lebih memilih Sehun tidaklah buruk. Banyak hal yang bisa mereka lakukan bersama, seperti memasak, menonton, dan berjalan-jalan seperti ini. Kris bahkan bisa menemani Sehun pergi ke salon untuk memotong rambutnya kemarin. Rambut jamurnya itu sudah mulai panjang, poninya bahkan mulai menusuk-nusuk matanya.
Tak lama, keduanya sampai di tempat yang diingankan Sehun. Mulai berjalan-jalan bersama sambil melihat-lihat sekitar.
Mempunyai gaya yang sama, mulai dari potongan dan warna rambut, baju, celana sampai sepatu. Untuk yang kesekian kalinya, pasangan ayah dan anak yang sedang bergandengan tangan itu menarik perhatian para pengunjung dan penjaga stand yang rata-rata adalah seorang wanita.
Masih mempertahankan kacamata mereka, keduanya lebih terlihat seperti turis yang sedang mengunjungi Seoul karena wajah mereka. Yah, karena berasal dari keturunan China – Korea, juga cukup lama tinggal di luar negeri, wajah keduanya cukup mirip dengan wajah orang-orang asing bagian barat.
“Daddy, i want bubble tea.”seru Sehun menunjuk kearah stand bubbletea yang dilihatnya.
Kris mengangguk, “let’s go there.”
Seorang wanita paruh baya menyambut keduanya dengan senyuman hangat. Juga merasa gemas dengan Sehun yang sedang digendong oleh Kris itu.
“Aigooo… kyeowo. Apa dia anakmu?”
Kris tersenyum lalu mengangguk, “yee, dia anakku. Kami ingin membeli bubbletea.”
“Ah, kau orang Korea? Kau bisa berbicara Korea?”
“Yeee, kami adalah orang Korea, omoni.”
“Daddy, I want chocolate bubbletea.”seru Sehun.
“Arasseo, Sehunnie.”
“Whoa! Anakmu bisa berbicara bahasa Inggris?” Bibi itu kembali kagum.
“Kami tinggal di Kanada beberapa tahun, dan baru kembali ke sini sebulan lalu.” Lalu Kris menoleh kearah Sehun. “Sehunnie, ask this auntie to makes your order with Korean Language.”
“Annyeong haseo ahjumma. Aku adalah Sehun Wu. Bisakah kau membuatkan chocolate bubbletea untukku? Plea…. Ups!” Sehun menutup mulutnya dengan telapak tangan karena ia hampir saja menggunakan bahasa Inggris, membuat bibi itu tertawa geli. “Jebaaal….”
“Aigooo… kau lucu sekali.” Bibi itu mencubit pipi Sehun gemas. “Sehunnie, mau chocolate bubbletea, hm? Ahjumma akan membuatkannya untukmu. Chamkanmanyo.”
“Ndee…”
“Sehunnie, should we take a picture? This is the first time we are here.”
Sehun mengangguk setuju, lalu berpose lucu saat Kris mengeluarkan ponselnya dan menjauhkannya ke depan. Dan… satu foto dengan empat frames tersimpan di ponsel Kris.
Tak lama, bibi itu kembali dengan segelas bubble tea untuk Sehun dan segelas ice coffee untuk Kris. Saat ingin membayar biayanya, ternyata bibi itu memberikannya secara gratis karena dia sangat menyukai Sehun. Walaupun dengan syarat Sehun harus mencium pipinya terlebih dahulu.
Mencari tempat duduk untuk beristirahat sejenak, Kris menggandeng Sehun menuju sebuah kursi yang terletak tepat dibawah pohon besar. Hari sangat panas, bahkan sepertinya matahari sedang marah saat ini.
“Aaaahh… daddy sangat lelah.”eluh Kris sambil menyandarkan punggungnya.
“Lelah? Kita bahkan belum bermain, daddy.”
“Sehunnie, saat kau sudah dewasa, kau akan merasakannya.”
“Tidak.”Sehun menggeleng. “Daddy seperti itu karena daddy jarang berolahraga.”
Kris langsung menarik punggungnya dan membungkuk menatap Sehun, “Hey, kau tau darimana?”
“Suho appa memberitahuku. Dia bilang, jika kita rajin berolahraga, kita tidak akan gampang merasa lelah.”
Kris mencibir dalam hati, ‘Cih, dia bahkan tidak pernah pergi ke tempat Gym sebelumnya. Dasar pendek.’
“Baiklah, Lain waktu daddy akan berolahraga. Dan daddy akan–”
“Jogieyo~” tiba-tiba seseorang menghampiri Sehun dan Kris membuat keduanya menoleh.
Kris menatapnya bingung, “Maaf jika mengganggumu. Tapi tadi aku mengambil fotomu dan…” Wanita melirik kearah Sehun.
“Anakku.”jawab Kris seperti bisa membaca pikirannya. “Dia anakku.”
Wanita itu terlihat terkejut karena pria muda seperti Kris ternyata sudah memiliki seorang anak. Pantas saja wajah keduanya sangat mirip.
“Aku mengambil fotomu dan anakmu tadi.” Wanita itu memberikan selembar foto yang ia ambil pada Kris. Terlihat foto dirinya dan Sehun yang sedang berjalan dengan bergandengan tangan sambil meminum minuman mereka masing-masing.
“Ah, terima kasih. Foto ini bagus.”
“Kau tidak marah? Maaf karena aku mengambil fotomu dan anakmu seenaknya. Aku sedang berjalan-jalan dan mengambil gambar pemandangan namun aku tertarik dengan kalian jadi aku memotret kalian. Kalian sangat tampan.”
Kris tertawa malu, “Terima kasih.”
“Haha.. sepertinya aku sudah mengganggu waktu kalian. Aku pergi dulu.” Wanita itu mengangguk sedikit lalu berbalik pergi.
“Sehunnie, look! This is nice, rite?”
Sehun hanya melirik sekilas lalu mengangguk, “Yeaah.”
“Kenapa? Kau tidak terlihat senang.”
Sehun menyedot bubbletea-nya hingga habis terlebih dulu sebelum menjawab pertanyaan Kris. “Daddy, i wanna play. Let’s plat now. I’m bored.”
“Sehunnie, but daddy feel tired.” Kris menghela napas panjang.
Sehun langsung cemberut, “So? We come here just for sitting and drinking? Just it?
“Hahahaha… Just kidding. Let’s play.”
Kris berdiri, mengulurkan tangannya lalu berjalan bersama Sehun.

***___***

Senin telah datang. Murid-murid EXO playgroup kembali menjalani hari-hari mereka seperti biasa. Sebagian besar sudah memenuhi kelas, termasuk Xiumin, sang ketua kelas yang sedang memimpin teman-temannya untuk membersihkan kelas.
“Kyungsoo, bersih-bersihnya yang bener doong! Jangan ngerumpi mulu sama Yixing.”teriaknya saat melihat Kyungsoo tidak bekerja.
“Yixing, jangan deket-deket sama Kyungsoo. Nanti kamu jadi tukang gossip.”sahut Jongin lalu tertawa-tawa bersama Tao.
Kyungsoo langsung melotot, “enak aja. Aku bukan tukang gossip. Dasar Pangeran kegelapan!”
“Aku bukan pangeran kegelapan! Aku nggak gelap!”elak Jongin ikut kesal.
“Pangeran Kegelapan? Jadi Jongin adalah turunan Voldemort?”sahut Jongdae, termasuk ke dalam korban film Harry Potter.
“Pwahahaha… Hidung mereka aja sama. Sama-sama nggak mancung.” Chanyeol ikut mengolok-ngolok.
“DIEEEEEEM! AKU BUKAAAN VOLDEMORT!!!”teriak Jongin benar-benar tidak terima. Ia mengangkat sapu yang dipegangnya tinggi-tinggi, hendak memukul teman-temannya.
“YAA!!” Akhirnya Xiumin mengambil alih. “Kalau kalian nakal, aku kasi tau ibu guru nih yaa!”ancamnya, berdiri didepan kelas sambil mengacak pinggang. Seketika, murid-murid yang lain kembali tenang dan melanjutkan pekerjaan mereka kembali.
“Xiumin, Luhan kok ngga disuruh kerja sih? Dia cuma makan aja tuh.” Yixing menunjuk Luhan iri.
Merasa namanya disebut, Luhan mendongak, menatap Xiumin dengan puppy eyes-nya.
“Xiumin, tadi pagi aku belum sempat sarapan. Aku sangat lapar. Biarkan aku makan sarapanku, ya?”
Luhan semakin memasang wajah lemas agar Xiumin merasa kasihan.
“Yaudah, kamu makan aja deh. Nanti kamu sakit.”
Berhasil.
“Xiumin, aku juga laper. Aku makan juga, ya?” Tao ikut-ikut mengeluh sambil memegangi perutnya dan berakting seolah-olah sedang sakit. Namun, wajah Tao yang sama sekali tidak imut seperti Luhan, tidak bisa menembus pertahanan Xiumin.
“Jangan berani-berani makan ya Tao! Nanti aku aduin ibu guru!”
Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka. So Eun memutuskan untuk menghapus jadwal-jadwal piket, dan berganti menjadi semua murid yang harus membersihkan kelas setiap hari. Hal itu agar para murid bisa menjalin kerja sama yang baik.
“Chanyeol, ambilin penghapus itu doong. Kita harus membersihkannya.” Baekhyun menunjuk penghapus papan tulis yang terletak dibagian atas papan tulis. Tempatnya begitu tinggi hingga dia tidak bisa mengambilnya.
Chanyeol berjinjit, ingin menjangkau bagian atas papan tulis namun ternyata dia juga tidak bisa menjangkaunya.
“Duuuh, tinggi bangeet. Aku ngga bisa ngambil nih.”
“Trus apa gunanya tubuhmu tinggi jika tidak bisa mengambilnya?”rutuk Baekhyun kesal.
“Ya! Tempatnya sangat tinggi. Harus orang dewasa yang mengambilnya.”
“Hiiih, kalian kok malah berantem sih?” Jongin datang, melerai Baekhyun dan Chanyeol yang justru beradu mulut didepan kelas. “Kalau mau mengambil penghapus itu, kalian harus memakai kursi.” Ia berjalan menuju meja guru, mengangkat kursinya dan membawanya kedepan papan tulis.
“Tapi kan nanti kursinya kotor.”seru Baekhyun bingung.
“Makanya kita harus melepaskan sepatu.”
Jongin melepaskan sepatunya, kemudian naik keatas kursi dan mengambil penghapus yang berada diatas. Melihat itu, tiba-tiba pandangan Chanyeol terhadap Jongin jadi berubah. Walaupun terlihat nakal, tapi sebenarnya Jongin adalah anak yang baik. Terbukti karena Sehun mau berteman dengannya sejak hari pertama dirinya masuk kelas.
“Whooaa, Jongin sangat keren.”gumam Chanyeol tanpa sadar.
Baekhyun langsung menoleh, “kau bilang apa?”
“Ini penghapusnya.” Ia memberikannya pada Baekhyun, memakai sepatunya kembali dan mengembalikan kursi guru ke tempat semula.
“Teman-temaaaan! Annyeonghaseo~~~!” Tiba-tiba sebuah suara membuat mereka semua berpaling, seseorang yang sangat mereka rindukan akhirnya muncul.
“SEHUUUUUN!”
Sontak, semuanya berlari kearah Sehun dan memeluknya senang. Akhirnya dia kembali.
“Kau sudah sembuh, kan? Jangan sakit lagi ya. Kami merindukanmu.”seru Kyungsoo.
“Sehun, aku sangat senang akhirnya kau kembali.”sahut Luhan.
“Sehun… Sehun… Jongin memamerkan boneka Krongg pemberianmu padaku. Bisakah kau membelikannya untukku juga?” Tao justru meminta sesuatu tanpa berbasa-basi.
“Anak-anak, ayo duduk. Jangan mengerumini Sehun seperti itu.” So Eun muncul, menyuruh murid-muridnya untuk duduk rapi di tempat mereka. Ia menggandeng Sehun hingga ke depan kelas, lalu berjongkok didepannya.
“Sonsengnim sangat senang akhirnya kau kembali. Sehunnie tidak boleh sakit lagi, mengerti?” So Eun mengulurkan tangannya, mengacak rambut Sehun.
Sehun mengangguk, “terima kasih, sonsengnim.”





TBC

 

 

 

61 thoughts on “FF : Daddy’s best Friend Chapter 14

  1. Jung Han Ni berkata:

    aku baca ulang ff ini dari awal, aku komen disini aja ya, aku suka ff ini, lucu, gemes sama mreka msh kecil2, apalagi sama sehun😀 , aku slalu nunggu ff ini eon, keep writing!

  2. Shofalina Han berkata:

    efef ini kapan dilanjut?? huhu..
    sebenernya baru baca juga sih..
    hehe..
    ngeliat tingkah anak kecil lucu-lucu..
    ngebayanginnya aja lucu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s