[Sequel] Do Kyungsoo : The Story Begin (2)

Do+Kyungsoo

Author : IndyAS(@Lu_llama)

 

Cast : Do Kyungsoo,Park Jiyeon

 

Lenght : Chapter

 

Rating : T

 

Summary : “Aku tidak boleh terluka sedikitpun, karena aku bisa mati”

 

“Kau benar-benar membuatku menyukaimu”

 

 

 

Harinya memang berubah, tapi Jiyeon tetaplah Jiyeon. Tidak banyak yang ia perbuat dalam lingkungan barunya. Semua berjalan normal. Dan Jiyeon menikmatinya. Ia menikmati suasana kelasnya yang sangat bersahabat. Ia menikmati setiap kegiatan di sekolahnya. Dan kini, ia lebih menikmati harinya. Ia merasa lebih bebas. Ia menikmati setiap udara yang ia hirup dengan lebih tenang. Langkah yang ia ambil juga terasa lebih ringan. Ini awal yang baik. Jiyeon harap ia bisa menikmati suasana ini lebih lama lagi.

 

Do Kyungsoo. Nama itu masih terus mengusiknya. Bahkan selama 2 bulan terakhir ini Jiyeon kembali menjadi penggemar rahasianya. Ia selalu memperhatikan Do Kyungsoo dari jauh. Seperti Memperhatikan Kyungsoo yang sedang berlatih vokal. Menguntitnya secara diam-diam saat ia bermain bola bersama teman-temannya. Jiyeon tau satu hal tentang Kyungsoo. Pria itu sangat pendiam bahkan terkesan dingin. Raut wajahnya selalu datar. Bahkan saat teman-temannya melontarkan lelucon,Kyungsoo hanya mengangkat salah satu ujung bibirnya. Kyungsoo juga tidak pernah dekat dengan perempuan. Padahal yang Jiyeon tau, banyak gadis disekolahnya yang menyukai Kyungsoo. Mereka bahkan sampai menyatakan perasaan mereka secara terang-terangan. Untuk saat ini terus terdiam dan bersembunyi lagi-lagi dijadikan sebagai pilihan. Jiyeon tidak mau berharap banyak. Baginya melihat Kyungsoo setiap hari saja sudah sangat beruntung.

 

“Hey gadis susu”

 

Jiyeon sedikit terkesiap saat sebuah suara mengusik pendengarannya. Ia hapal dengan panggilan itu. Itu adalah julukan untuknya karena tidak pernah bisa lepas dari kotak susu.

 

“Ada apa?” Tanya Jiyeon

 

“Kau ini suka sekali melamun” cibir Amber.

 

“Aku tidak melamun” elak Jiyeon

 

“Terserah. Kau dipanggil guru Shin dikantor”

 

Sambil  bangkit dari duduknya, Jiyeon sedikit mencibir kearah Amber. Gadis tomboy itu sering membuatnya kesal. Amber selalu bisa membuatnya tidak berkutik dengan kata-kata kejamnya. Jiyeon memang sedikit lamban. Ia sudah terbiasa dengan tingkah Amber yang cuek dan juga tidak jarang Amber mengatainya “bodoh” “lamban”. Tapi justru karena itu hubungannya dengan Amber semakin dekat.

 

“Saem,anda memanggil saya?” Ucap Jiyeon saat berhadapan dengan guru Shin

 

“Eoh. Apa ini? Aku ini guru matematika bukan fisika.” Jawab guru Shin sambil menyerahkan sebuah buku pada Jiyeon

 

Jiyeon mengambil buku itu. Ia terkejut saat mendapati buku itu “maaf saem aku salah mengumpul buku” sesalnya

 

“Baiklah cepat tukar bukunya”

 

“Baik Saem”

 

“Jiyeon tunggu…”

 

Jiyeon kembali menoleh dan menghampiri guru Shin “yee?”

 

“Tolong panggilkan Do Kyungsoo di kelas 2.3”

 

Terdiam. Hanya itu reaksi yang Jiyeon berikan. Ia terlalu terkejut dengan apa yang didengarnya barusan. Do Kyungsoo? Apa? Yang benar saja?

 

“Hey! Kenapa diam? Ayo cepat”

 

“Eoh,y-ye”

 

***

 

“Kyungso, ada yang mencarimu”

 

Kyungsoo yang sedang membaca buku itu hanya melirik sekilas melalui ekor matanya “Siapa?” Responnya datar.

 

“Aku tidak tau namanya”

 

Pria itu menutup buku dan bangkit menuju luar kelas untuk menemui seseorang yang katanya mencarinya itu. Dia sedikit mengernyit saat melihat seorang gadis berdiri membelakanginya.

 

“Kau mencariku?”

 

Ditempatnya Jiyeon membatu. Dia hapal suara itu. Dia tidak pernah lupa dengan suara khas dari seorang Do Kyungsoo. Saat Jiyeon berbalik dia benar-benar tidak bisa berkutik. Melihat Kyungsoo sedekat ini membuatnya gugup setengah mati. Apalagi melihat tatapan datar pria itu membuatnya semakin menciut. Demi Tuhan! Kendalikan dirimu Jiyeon.

 

“Ada apa?”

 

Jiyeon tersadar dan sedikit terlonjak. Ia mengerjapkan matanya. “Kau dipanggil guru Shin di ruangannya” ucapnya terbata. Tapi setelah mengatakan itu Jiyeon justru tidak bergerak dari tempatnya. Kakinya terasa kaku. Dia masih menatap Kyungsoo dalam diam.

 

“Apa lagi?”

 

Suara Kyungsoo yang kembali terdengar membuat Jiyeon tersentak.

“Oeh? Ehmm ti-tidak ada” ia buru-buru berbalik dan melangkah dengan cepat.

 

Kyungsoo yang masih berdiri diam sedikit terheran dengan gadis itu. Kenapa sikapnya sangat aneh. Ini bukan pertama kalinya ia mendapati gadis itu bersikap aneh seperti ini.

 

Sebenarnya, Kyungsoo sudah lama mengetahui jika gadis itu sering memperhatikannya dari jauh. Kyungsoo sering melihatnya diruang vokal saat ia berlatih diruang itu. Gadis itu pernah membuat gaduh ruang vokal gara-gara secara tidak sengaja menjatuhkan ratusan tumpuk kertas yang berisi aransemen lagu-ia berusaha bersembunyi dari Kyungsoo. Kyungsoo juga pernah melihatnya ada di lapangan, menontonnya bermain sepak bola. Dan waktu itu gadis itu juga pernah menumpahkan minumannya karena terlalu gembira melihat Kyungsoo mencetak gol-Kyungsoo yang melihat itu diam-diam tersenyum kecil. Gadis ceroboh itu, apa yang ada dipikirannya?

 

Kyungsoo berniat melangkah,tapi sesuatu yang terjatuh dilantai membuatnya penasaran. Ia mengambil benda itu dan sepertinya ia tau harus membawa benda itu kemana.

 

***

 

“Hei, kenapa kau tidak pernah mau ikut pelajaran olahraga?” Tanya Amber pada Jiyeon siang itu

 

“Aku tidak mau terluka”

 

Amber memutar kedua bolamatanya malas “Alasan apa itu? Kau berlebihan.” Cibirnya

 

“Jika aku terluka, Aku akan berdarah. Aku benci berdarah” ucap Jiyeon dengan polos sambil menyeruput sekotak susu coklatnya.

 

“Kau takut darah?”

 

“Hmm” gumam Jiyeon dengan anggukan kepala “Aku tidak boleh terluka sedikitpun, karena aku bisa mati” ekspresi wajahnya begitu polos saat mengatakannya.

 

“Ishh kau ini bicara apa? Ayo kita kelapangan” ajak Amber sambil menyeret lengan Jiyeon

 

Jiyeon terlonjak, dia berusaha melepaskan cengkraman Amber. Jiyeon benar-benar tidak ingin ikut pelajaran ini. Jiyeon takut….

 

Amber berhasil membawa Jiyeon kelapangan. Ternyata semua murid sudah berkumpul. Amber menarik Jiyeon ketengah lapangan untuk bergabung dengan  yang lain. Mereka melakukan pemanasan keliling lapangan. Dalam keterdiamannya Jiyeon gelisah. Ia khawatir sesuatu akan terjadi. Ia tidak boleh lelah.

 

Benar saja, saat Jiyeon sudah lelah ia mulai lengah. Tubunya lemas hingga akhirnya ia terjatuh. Akibatnya lutut gadis bermarga Park itu terluka. Ia panik. Dan hal pertama yang ia lakukan adalah menangis. Hal itu mengundang perhatian siswa lain.

 

“Kau tidak apa?” Tanya Amber “hey jangan menangis ini hanya luka kecil”

 

“Aku sudah bilang aku takut berdarah”

Jawab Jiyeon sambil sedikit terisak

 

Amber seperti ingin mengatakan sesuatu lagi sebelum suara lain memotongnya.

 

“Ini milikmukan?”

 

Jiyeon dan Amber menoleh. Kyungsoo berdiri disana sambil memegang sebuah gelang. Siswa yang lain cukup tercengang melihat kedatangan Kyungsoo. Amber mengernyit heran. Sedang Jiyeon ia sangat terkejut melihat gelangnya ada pada Kyungsoo.

 

***

 

“Kau tau darimana ini milikku?”

 

“Kau menjatuhkannya saat memanggilku tadi”

 

“Kau tau tentang gelang ini?”

 

Kyungsoo diam, tidak menjawab.Dia sibuk melilitkan perban pada luka Jiyeon setelah sebelumnya sempat mengompresnya dengan es. Setelah insiden di lapanga tadi, ia memang membawa Jiyeon keruang kesehatan.

 

“Jangan bersikap bodoh” ucap Kyungsoo setelah selesai mengobati luka Jiyeon. Dia menatap Jiyeon datar.

 

“Apa?” Tanya Jiyeon tak mengerti

 

“Kenapa kau tidak memakai gelang itu?”

 

Jiyeon mengerjapkan matanya kemudian menundukkan sedikit kepalanya “Aku hanya tidak ingin saja”

 

“Bodoh” ucap Kyungsoo sebelum ia berbalik dan bersiap pergi.

 

“Tunggu”

 

Tapi panggilan Jiyeon membuatnya menghentikan langkah namun ia tidak menoleh

 

Melihat langkah Kyungsoo terhenti, Jiyeon tidak langsung bicara. Ia justru terdiam. Memikirkan sesuatu untuk memulai pembicaraan. “Apa kau mengingatku?” Sampai akhirnya hanya itu yang terlontar

 

Jiyeon tidak mendapatkan jawaban apapun karena Kyungsoo pergi begitu saja. Ia mendesah. Kyungsoo memang tidak bersahabat. Dia terlalu dingin. Tapi setidaknya ia boleh bersenang hati, karena Kyungsoo sudah bersedia mengobatinya. Entah apa yang membuat Kyungsoo bersikap seperti itu. Betapa beruntungnya ia hari ini-meskipun ia harus sial disaat yang bersamaan.

 

“Aku bahkan belum mengucapkan terimakasih padanya”

 

 

***

 

 

Suasana kantin siang itu tidak begitu ramai. Hanya segelintir orang yang terlihat disana. Termasuk dua orang siswa tingkat dua-Jiyeon dan Amber.

Di meja mereka tersedia 2 lemon tea dan 2 sandwich keju.

 

Amber memperhatikan Jiyeon lekat. Sepeti mengisyaratkan banyak pertanyaan.

 

“Aku minta maaf” ucap Amber disela acara makan siang mereka “Karena aku kau jadi terluka”

 

Jiyeon mencibir “Bukankah sudah kubilang aku takut terluka”

 

“Jadi kau benar-benar menderita hemofilia?”

 

“Hmm”

 

Amber tertegun. Ia baru mengetahui tentang ini.

 

“Lalu apa hubungannya dengan gelang dari Kyungsoo itu?

 

“Ini milikku. Ini gelang khusus penderita hemofilia sepertiku. Kyungsoo bilang dia menemukannya terjatuh. Aku rasa dia tau jika ini adalah gelang khusus penderita hemofilia” jelas Jiyeon panjang lebar

 

“Jadi itu alasannya kau pernah menjalani homeschooling?

 

“Iya. Ayah bilang itu agar aku bisa selalu dikontrol. Ayah takut aku terluka. Karena jika aku terluka, aku bisa mati”

 

“Aishh kau ini kenapa selalu membicarakan kematian?” Amber menghembuskan nafasnya. Ia tidak habis pikir, kenapa gadis ini bisa dengan polosnya mengatakan hal itu.

“Eoh, hey Kyungsoo!”

 

Jiyeon sedikit tersedak susu coklatnya saat Amber memanggil Kyungsoo agar mendekat. Dan parahnya lagi,kini Kyungsoo berjalan kearah mereka.

 

Kyungsoo berdiri dihadapan Amber. Dan memandang Amber seolah bertanya ada apa-tentu dengan raut datarnya itu. Ia sempat melirik Jiyeon sekilas. Hal itu membuat Jiyeon semakin tidak bisa berkutik.

 

“Kyungsoo, darimana kau tau itu adalah gelang khusu-”

 

“Bukan urusanmu”

 

Amber menahan kesal saat tiba-tiba saja Kyungsoo memotong ucapanya. Tapi ,dia sudah biasa oleh sikap acuh tak acuk Pria Arca ini.

 

“Lalu kenapa kau menolongnya?-maksudku,kau kan paling tidak peduli dengan urusan orang lain?”

 

“Dia bisa mati kehabisan darah”

 

Ditempatnya Jiyeon tersentak kaget. Kyungsoo benar-benar mengetahui dengan jelas tentang hemofilia? Tapi kenapa ia harus mengatakan itu? Tidak bisakah mulutnya itu mengatakan hal yang lebih halus? Oke,Jiyeon mengerti ini adalah Do Kyungsoo si Pria Batu. Ahh,Jiyeon tersenyum dalam hati dengan julukannya itu.

 

“Waaahhh” Amber berseru tiba-tiba “kenapa kalian bisa memiliki pemikiran yang sama” ucapnya sambil menatap Jiyeon dan Kyungsoo secara bergantian dengan diseratai senyum miringnya.

 

Seperti biasa,Kyungsoo tidak menanggapi hal itu. Ia justru berbalik dan pergi dari sana.

 

“Hey Pria Arca! Kau itu harus lebih sering tersenyum dihadapan gadis cantik” teriak Amber pada Kyungsoo yang sudah menjauh. Ia tertawa kecil kemudian menoleh pada Jiyeon yang masih terdiam menunduk.

 

Hanya terdiam dan bungkam adalah sikap Jiyeon saat ini. Ia terlalu malu untuk menatap Kyungsoo. Apalagi sampai detik ini jantungnya masih berdegup kencang padahal orang yang bersangkutan sudah pergi entah kemana.

 

“Kau dekat dengan Kyungsoo?” Jiyeon membuka suaranya. Ia menatap Amber sambil menyeruput sekotak susu coklatnya.

 

Amber tersenyum lebar “Jangan khawatir. Kami adalah sepupu”

 

 

***

 

 

Hari ini Kyungsoo berangkat dengan bermalas-malasan. Ia melirik jam ditangannya. Pukul 7.05. Dia pasti terlambat. Tapi bukannya bergegas, dia malah berjalan dengan sangat santai. Kenapa? Karena hari ini hari senin. Ia benci hari senin. Apalagi hari senin diawal bulan. Alasannya adalah karena Kim Junmyun. Seorang ketua osis disekolahnya. Junmyun itu ketua osis yang cerewet dan menurut Kyungsoo, Junmyun itu orang yang berlebihan. Junmyun selalu mengontrol murid lain yang datang terlambat di hari senin pada awal bulan. Dan Kyungsoo adalah salah satu murid yang sering datang terlambat. Kyungsoo benci ceramah Junmyun yang-menurut Kyungsoo-tidak penting. Kyungsoo tidak suka dengan orang yang banyak bicara.

 

 

Benar saja saat Kyungsoo sampai didepan sekolahnya sudah ada Junmyun disana. Berdiri dengan gaya khasnya. Namun sepertinya ada orang lain juga yang telat. Kyungsoo berjalan mendekat dan sedikit tersentak saat melihat gadis itu yang ternyata adalah siswa yang mendepat julukan Si Gadis Susu-Kyungsoo sering mendengarnya saat siswa lain memanggilnya seperti itu.

 

 

“Maaf Junmyun,aku…”

 

 

“Tidak ada alasan. Kau terlambat 10 menit, Gadis Susu. Kau-” Junmyun menghentikan ucapannya saat melihat Kyungsoo yang berjalan mendekat. Kemudian dia berkacak pinggang sambil menatap Kyungsoo. “Ahh Kyungsoo. Kau masih saja datang terlambat. Kenapa sih kau itu selalu memilih naik bus? Kenapa kau tidak mengg-”

 

 

“Bukan urusanmu” Kyungsoo memotong ucapan Junmyun. Membuat sang ketua osis itu menahan kesal.

 

 

Dengan berdiri gugup diantara Kyungsoo dan Junmyun, Jiyeon meraih kotak susu didalam tasnya. Kemudian meminumnya sambil terus menatap Kyungsoo dalam diam. Kyungsoo hanya memasang wajah datarnya. Bagaimana bisa dia bersikap begitu dingin dengan ketua osis.

 

 

“Hey! Kau malah asik dengan susu coklatmu” bentak Junmyun tiba-tiba membuat Jiyeon terlonjak dan menghindari tatapan tajam Junmyun.

 

 

“Hey ketua osis. Lebih baik kau urusi mereka yang ingin kabur itu”

 

 

Junmyun mengernyit heran dan mengikuti arah pandang Kyungsoo. Dia membolakan matanya saat melihat tiga orang siswa mencoba mengendap untuk masuk kedalam gedung tanpa menemuinya. Junmyun menggeram “YA! BYUN BAEKHYUN,KIM JONGDAE,PARK CHANYEOL! Kalian benar-benar!” Teriaknya frustasi.

 

 

Kyungsoo tersenyum miring. Kemudia secara tiba-tiba menarik lengan Jiyeon pergi dari sana. Sontak hal itu membuat Jiyeon tercengang. Dia tidak bisa berkutik saat Kyungsoo menggandeng tangannya

 

 

“Hey Kyungsoo kembali! Aku tidak mengizinkanmu masuk!” Dan Kyungsoo juga mengabaikan teriakan Junmyun.

 

 

Sepanjang koridor itu Jiyeon tetap diam sementara tangannya masih digandeng Kyungsoo. Tepat saat dipersimpangan koridor. Kyungsoo melepaskan genggamannya begitu saja. Kemudian berlalu pergi meninggalkan Jiyeon yang masih terdiam. Jiyeon masih tidak bergerak. Pikirannya masih dipenuhi dengan tanda tanya besar. Apa-apaan tadi itu? Ada apa denga Kyungsoo. Jiyeon memegang dadanya.

 

 

“Kau benar-benar membuatku menyukaimu”

 

 

 

***

 

 

Saat istirahat berlangsung Kyungsoo tidak beranjak dari duduknya. Dia memilih menenggelamkan kepalanya diatas meja.

 

 

“Ish Junmyun itu berlebihan. Mentang-mentang ketua osis”

 

 

“Benar. Kau lihat wajahnya tadi Baekhyun. Dia benar-benar terlihat bodoh. Haha”

 

 

“Hey Chanyeol hentikan tawamu itu”

 

 

Kyungsoo membuat ketiga orang pria yang tengah asik mengobrol itu menoleh kearahnya.

 

 

“Ada apa dengan tawaku? Jika kau ingin tidur, tidurlah di ruang kesehatan” balas Chanyeol

 

 

“Hey Park Chanyeol wajar jika Kyungsoo merasa terganggu. Tawamu itu seperti gorilla yang meraung mencari anaknya” sambung Jongdae

 

“Apa katamu?”

 

“Ish apa kau tuli?”

 

“Ya! Kim Jongdae”

 

Baekhyun memutar kedua bolamatanya  “Hey hentikan. Jangan adu mulut didepanku. Aku seperti melihat gorilla dan bebek yang sedang bertengkar”

 

 

Kyungsoo bangkit dari duduknya. Ia merasa terganggu dengan keributan kecil itu. Ia pergi meninggalkan kelas dengan wajah datarnya.

 

 

“Dasar Pria Arca” komentar yang lain

 

 

Meskipun mendengar cibiran itu Kyungsoo bersikap tidak peduli. Ia tetap berjalan meninggalkan kelas. Saat ini ia mencari tempat yang pantas untuk memjamkan mata walaupun hanya sebentar.

 

 

Saat dikoridor kelas yang sepi, Kyungsoo melihat seorang siswa perempuan berdiri didepan kelas. Gadis Susu. Tidak salah lagi, Kyungsoo mulai hapal dengan wajah gadis susu itu. Hal ini membuat Kyungsoo sedikit heran. Kenapa akhir-akhir ini gadis itu selalu muncul. Dan parahnya lagi Kyungsoo yang biasa tidak peduli dengan urusan orang lain kini merasa penasaran dengan gadis itu. Ia ingat kejadian musim semi lalu. Saat tiba-tiba gadis itu menghampirinya dan menanyakan namanya.

 

 

“Nona Park, bawa tumpukan kertas ini keruanganku. Ini bukan hukuman yang sebenarnya. Kau akan kuberi tau hukumanmu nanti. Sebelum itu kau hitung jumlah kertas-kertas ini”

 

 

“Ne, sonsaengnim”

 

 

Kyungsoo melihat dan mendengar itu dari kejauhan. Gadis susu itu sibuk dengan kertas digenggamannya. Dia terlihat kewalahn dengan kertas-kertas itu. Setiap kesalahan pasti akan ada hukuman. Itu prinsip yang diterapkan guru Kim. Dan pasti gadis itu melakukan kesalahan. Kyungsoo bersikap tidak peduli tapi sikapnya seakan runtuh saat melihat salah satu lembaran kertas itu jatuh dari tangan gadis itu dan dia tidak tau sama sekali.

 

 

Kyungsoo mengambil kertas itu. Memandangnya dalam diam. Tentu dia harus memberitau gadis itu tentang kertas ini. Tapi entah kenapa Kyungsoo justru terdiam. Bingung? Yang benar saja. Kyungsoo sadar dia tidak tau nama gadis itu. Dan sepertinya langkah sang gadis semakin menjauh.

 

 

“Gadis Susu” suaranya terdengar. Kyungsoo merasa sedikit aneh saat mengucapkan kalimat itu.

 

 

Langkah Jiyeon terhenti. Dia membalikkan badannya. Tidak ada orang lain disana selain..

 

 

“Kyungsoo..” 

 

 

Kyungsoo memanggilnya? Tidak ada yang salah dengan pendengaran Jiyeon. Namun ia justru terdiam. Jiyeon lagi-lagi membatu. Dia tidak bisa mengendalikan rasa gugupnya setiap berhadapan dengan Kyungsoo

 

 

“Kau menjatuhkan ini” kini Kyungsoo sudah berada dihadapan Jiyeon. Dia menatap Jiyeon malas karena lagi-lagi gadis itu hanya diam menatapnya. Tanpa berkata apapun dia menaruh kertas itu diatas tumpukan kertas lain di tangan Jiyeon. Kemudian menatap Jiyeon demi memastikan reaksi Gadis itu selanjutnya. Namun dia justru merasakan hal lain. Mata gadis itu menguncinya. Kyungsoo tergugu. Dia merasa ada yang salah dengan degup jantungnya.

 

 

Waktu seolah terhenti. Jiyeon tidak bisa merasakan hal lain selain wajah Kyungsoo yang begitu dekat dengannya. Namun semua tidak bertahan lama saat Kyungsoo bergerak menjauh dan berbalik.

 

 

“Kyungsoo” Tanpa sadar Jiyeon bergumam dan sepertinya Kyungsoo mendengar itu karena langkah Pria dingin itu terhenti dan kembali menoleh kearah Jiyeon.

 

 

Masih dengan ketidaksadarannya Jiyeon memandang Kyungsoo “Aku suka…..”

 

 

Kyungsoo berdiri heran, dia sedikit mengernyit saat mendengar kalimat aneh gadis itu. Dia semakin memandang aneh Park Jiyeon.

 

 

Karena tatapan Kyungsoo berubah, Jiyeon seakan tersadar dan baru menyadari sikap bodoh juga kekonyolannya barusan. Ia semakin salah tingkah dan mencoba mencari alasan untuk menutupi kekonyolannya.

“Ma-maksudku aku suka namamu”

 

 

Diam-diam Kyungsoo mendesah dalam hati. Ia tidak habispikir dengan tingkah aneh gadsi ini. Baiklah,Kyungsoo tidak ingin ambil pusing. Lagipula ia tidak ingin meladeni gadis ini lebih jauh. Itu bukan gaya Kyungsoo.

 

TBC

 

 

Hai hai.. masih pada nunggu ff ini kan? Hehe makasih yaa yg udh pada komen. Maaf gak bisa blsin ._.v

Aku harap kalian bisa mnymptkan diri utk komen. Aku butuh saran dn kritik kalian. Rasanya kalo gak ada yg komen itu berasa gak dihargain (lebay deh gue XD).. dan salam buat para reader pecinta JIYEON! \=D/

Have a nice day guys!

 

27 thoughts on “[Sequel] Do Kyungsoo : The Story Begin (2)

  1. Tiikaa berkata:

    Wahh itu kyungsoo tau drima mana tntang gelang jiyeon atau jngan2 kyungsoo pnya something yg berhubngangan dngan hemofilia..

    Ecieee kyungsoo diem2 perhatian juga ama jiyeon..

    Oke deh thor.. Klanjutannya aku tunggu yaaa

  2. adezenianggraeni berkata:

    yuhuu~ akhirnya publish juga kelanjutannya setelah sekian lama😀

    tapi aku sedih karena ketemu TBC T_T

    Daebakk, semakin bikin penasaran nih Kyungsoo. ayo thor lanjut aku benar2 suka Jiyeon dan EXO. jangan lama-lama oke, SEMANGAT ♥

  3. Piga Tan berkata:

    yuhuu,aku juga suka namamu kyungsoo*abaikan😄

    jalan ceritanya udah bgus sh thor,cuma g tw knp msh kurang greget aja gth ya*mian =(
    trus kyanya alurnya harus labh d perlambat lg.!
    dan fokusnya coba d pecah lg,biar g monoton pd 1 titik ajah =)
    udh itu aja sh,maaf kalo author tersinggung =)
    HWAITING buat next chapter ^^9
    d tunggu =D
    thanks… =)

  4. sukma lia berkata:

    wwwuuaahhh…
    daebak thor ..
    aku suka pemerannya d.o sama jiyeon..
    cpetan di next ya..
    aku suka ff yg author buat..
    jadi cpetan di next ya.

    fighting thor ..

  5. sukma lia berkata:

    wwwuuaahhh…
    daebak thor ..
    aku suka pemerannya d.o sama jiyeon..
    cpetan di next ya..
    aku suka ff yg author buat..
    jadi cpetan di next ya.

    fighting thor .

  6. nadia 1 berkata:

    Wuah kerennnnn,,,jiyi si gadis susu tukang gugup dan kyungso si cow dingin yg g perduli,,,eitsss sp thu hti kyungso kini ,,,ia sdh sedikit menerima kehadiran jiyi

  7. intanawalur0712 berkata:

    yes! akhirnya aku tau Jiyeon sakit apa.Pas baca summary-nya sih udah nebak pasti Jiyeon punya penyakit yang darahnya gak bisa beku-lupa namanya-pas Amber ngomong begitu,aku baru inget namanya.
    Tadi kirain pas Jiyeon jatoh di lapangan bakal luka parah atau apa gitu tapi untungnya enggak.Daaannnn….kyaaa itu yang ngobatin Kyungsoo! aimateekkk!
    Gemes banget sama sikap Kyungsoo yang dingin kayak gitu,terus senyum-senyum sendiri pas dia nolongin Jiyeon ngambil kertas.Dan geregetan banget sama sikap Jiyeon yang ‘selalu membatu’ di depan Kyungsoo.Errgghh.

    intinya sih,aku suka sama fanfic-nya.Lanjutkan kakak author! ^^

  8. Dessyyy berkata:

    Hehe trnyta udh di publish y, ak bru bca nih. Thor crta ny daebakk, next waiting and keep writing thor, next ny jgn lma” y thor😀

  9. MyLovely Wulan berkata:

    kok d.o kya.a tau bnyk hal dgn gelang dn hemofilia..
    wah d.o kya.a sdh tmbuh benih2 cinta ni ma jiyi
    next next next

  10. iineey berkata:

    Dan sepertinya kyungsoo pun mulai sedikit menaruh perhatian sama jiyi
    Gadis susu yg suka gugup dan pria arca yg dingin
    Menarik banged
    Dan selalu bikin gemess

  11. A.R berkata:

    bagus thor ‘-‘)b cuma setahu aku hemofilia itu nyerang cowok, kalo cewe cuma jadi pembawa penyakitnya aja ‘-‘

  12. Lisa naura khalisha berkata:

    Aq ska bngetz dc sma krakter kyungsoo dingin bngetz gemas dc bla thu knytaan…
    Jiyeon dc pnya juluki gadis susu….Lucu bca
    Mkin seru….
    Lanjut

  13. Herna Dwi Agustina berkata:

    ya ampun itu kyungsoo dingin & cuek’y minta ampun dech, kkkkk….. tpi emang dsr asli’y kyungsoo itu emang cuek si yah, tpi aku suka apalagi di pasangin sma jiyeon biasku. *chingudeul : demi apa ga nanya

    kasihan bgt yah jiyeon’y punya penyakit ‘hemofilia’ apa dia bkl meninggal akhir’y??? semoga aja engga yah author, slnya aku kurang suka klo hrs sad ending cerita’y. *author : bnyk nawar nich readers😀

    tpi klo ga slh members EXO kta’y ada yg punya penyakit itu jga yah ‘Lay’ ??? tpi aku ga tau juga sih itu jga kta adik ku yg kebetulan exotis jga.

    aku jdi pingin ketawa klo bca pas jiyeon suka minum susu’y bnr2 kya anak kecil ku pikir, hahahaha…. jiyeon jiyeon pntas lah jika kau dpt julukan si ‘gadis susu’. ^^

    aku next dlu aja dech dri pda bnyak cing cong…. ^^

  14. tari_j berkata:

    Woaaahh d.o senyum2, duuhh jadi geregetan nih lama2. Untung jiyeonnya nggak keceplosan, tapi alasanya aneh banget. Haha dasar jiyeon.
    Keren thor, tambah seru. Ok next next, ak baca lagi yg thor. Fighting!!

  15. Natsuya berkata:

    Woo Jiyeon pnderita hemofilia to😦 pantesan homeschooling ,,
    eh bsa ya Kyuungsoo jd macam gtu, kirain cma cocok jd peran psyco ama anak rajin aj wkwkk..
    Fighting yaa Indy a~😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s