MY PERFECT ALIEN Chapter 1

PicsArt_1398509300181
Nama : oh jaesin

Judul cerita : MY PERFECT ALIEN

Tag : oh sehun (exo), yeo junhee (oc)

Genre : romance fantacy

Ratting ; T

Length : chapter

Catatan author : ini ff fantasy pertama yang saya buat. ff ini terinspirasi dari drama ” you who come from the star “. tapi saya berani jamin ini benar benar akan berbeda dari drama itu. itu saja semoga para readers sekalian bisa memaklumi jika ada beberapa kesalahan dalam ff ini ^^


MY PERFECT ALIEN

 

Apa kalian akan percaya jika aku bilang alien itu ada ? mungkin tidak. Yak, itu memang pemikiran semua orang yang pernah kau temui selama di bumi ini. Benar, aku memang bukan dari bumi, aku datang dari sebuah planet dari luar galaksi bima sakti yang manusia tempati saat ini. Manusia menamai galaxy kami dengan nama “ El-Gordo”

Kenapa aku bisa ada disini ?

Haaaahh, bagaimana menjelaskannya ya ? ini semua dimulai 500 tahun yang lalu menurut waktu bumi, palanetku Orbis planet , planet indah yang benar benar tentram saat itu, tapi itu tak berlangsung lama, setidaknya itu untukku. Ini semua karna raja minhwa, raja penguasa bagian selatan planet Orbis. Dia tak puas hanya dengan seluruh bagian kerajaan yang dimilikinya. Sebenarnya bukan hanya wilayah yang di incarnya. Dia…. Mengincarku. Itulah kata ayahku, ayahku ada salah satu dari 2 raja di planet Orbis, raja junhwa penguasa bagian utara planet Orbis.

Karena keserakahan raja minhwa, peperangan besar terjadi diplanetku, ayahku berusaha sekuat mungkin untuk melawannya, meskipun kerajaan ayahku dan kerajaan raja minhwa sama besar, itu tak membuat kekuatan perang kami juga setara. Kerajaan raja minhwa memang dikenal memiliki kekatan perang yang luar biasa kuat.

dan karna untuk menyelamatkanku, ayah mengirimku disini, dibumi. Planet yang tak kalah indahnya dengan planetku.

Oh ya, kenalkan, aku Sehun. Sehun, itu nama yang kupakai sekarang. Entah sudah berapa kali aku mengganti nama selama ada dibumi.

Aku belajar banyak tentang manusia disini. Manusia memiliki umur yang pendek. Aku sudah berada dibumi selama 500 tahun, tapi aku sama sekali tak bertambah tua, itu karna waktu. Planetku dan planet bumi memiliki hukum ruang dan waktu yang sangat jauh berbeda. 100 tahun disini sama dengan 1 bulan dipanetku. Jadi jika dihitung waktu planetku, aku baru pergi selama 5 bulan.

Dan karna itu tubuhku tak berubah sedikitpun saat disini. Aku selalu mengganti nama disini setelah memalsukan kematianku tentunya. Aku sudah mati –palsu- berkali kali selama dibumi. Dan selama itu aku banyak melihat perubahan dibumi. Aku melihat seluruh keadaan disini berubah, dari saat orang orang masih hidup dibawah bayang bayang raja mereka hingga kini dimana orang orang sudah punya hak untuk memilih rajanya sendiri, ah bukan raja, mereka menyebutnya presiden saat ini.

Saat ini aku menjadi oh Sehun, siswa SMA kelas 2 di korea selatan, aku baru pindah setahun yang lalu kesini setelah memalsukan kematianku saat aku ada di inggris. Saat ini aku tampak seperti anak usia 17 tahun, tapi siapa yang akan percaya jika aku sudah hidup dibumi selama 500 tahun ?. jika aku bilang begitu manusia hanya akan menertawaiku dan menganggapku gila.

Aku selalu hudup sendirian disini, alasannya satu, aku tak ingin mereka mengetahui siapa diriku yang sebenarnya. Akan sangat aneh bukan jika aku sama sekali tak bertambah tua saat berteman dengan mereka ?.

Oh ya, selama dibumi aku baru menyadari sesuatu. Sesuatu yang membuat raja minhwa benar benar menginginkanku. Aku istimewa.aku memiliki pendengaran dan penglihatan 10 kali lebih kuat dari manusia biasa, selain itu aku juga mampu berteleport, telekinesis,dan terbang. Tapi bukan itu yang membuatku special diantara para kaumku. Aku memilki satu kemampuan lagi yang membuat raja minhwa sangat ingin mendapatkanku, aku mampu mengendalikan waktu. Entah itu untuk menghentikan waktu, mempercepatnya atau bahkan berpindah dari satu waktu ke waktu yang lain.

Tapi aku sama sekali tak pernah bermain main dengan kemampuanku yang satu itu. Di planet kami ada sebuah legenda tentang seorang pengendali waktu sepertiku. Seorang pengendali waktu hanya akan lahir diplanet Orbis setiap 1000 tahun sekali. Seribu tahun yang lalu ada seorang pengendali waktu sepertiku dan tak sepertiku dia selalu bermain main dengan kekuatannya itu. Dan hasilnya, dia melenyapkan hamppir seluruh orang di planet Orbis karna aliran waktu yang dirusaknya sendiri. Sampai sekarang kisah itu menjadi pleajaran berharga di planet kami untuk tak macam macam dengan waktu.

Aku hanya sesekali mengendalikan waktu jika aku benar benar sudah tepojok, itupun hanya menghentikannya. Dan kurasa itu tak akan apa apa.

.

.

.

.

.

.

Ini pagi yang cerah di seoul, ibukota korea selatan. Ini adalah hari pertamaku kesekolah. SEOUL IHS, aku memilih sekolah ini untuk bersekolah, entah sudah berapa kali aku menjalani hidup sebagai anak SMA. Tak perduli sebanyak apapun aku melakukannya, ,menjadi anak SMA sealu saja membuatku pusing.

Kulihat jam berbentuk bola sepak diatas meja nakas disamping tempat tidurku, sekarang sudah jam tujuh, ini sudah hampir saatnya. Aku berjalan menuju kamar mandi di dalam kamarku. Hanya ada satu kamar mandi dirumah ini, dan itu di kamarku. Kamarku juga adalah satu satunya kamar dirumah ini. Rumah besar yang kubeli 20 tahun lalu. Jangan heran jika aku bisa membeli rumah ini. Meskipun aku hanya hidup sendiri disini tapi waktu 500 tahun adalah waktu yang cukup untuk menimbun kekayaan melebihi yang kalian pikirkan. Akupun kadang heran dengan semua kekayaanku saat ini.

Setelah selesai mandi aku segera menuju ruang makan, ruang makan ini benar benar besar, ukurannya hampir sama dengan ukuran lapangan bola basket. Dengan meja makan besar tepat ditengahnya. Ada dua dapur dirumah ini, masih masing dapur punya 4 kulkasnya sendiri. Banyak ? itu wajar, aku tak pernah benar benar menyukai makanan apapun saat dibumi, selain itu aku sama sekali tak boleh berbagi cairan dengan manusia, entah itu darah keringat atau bahkan air liur sekalipun. Semua makanan yang ada dikulkas adalah makanan yang kupesan khusus dari perkebunan milikku dibelanda. Mereka akan mengirimkan makanan yang benar benar steril dari apapun yang membahayakanku. Berbagi cairan dengan manusia sama saja membunuhku. Memang aku tak akan langsung mati seperti sesama kaumku dari planet Orbis tapi tetap saja rasanya benar benar sakit.

Aku masih ingat saat pertama kali merasakan cairan manusia. Aku lumpuh selama satu bulan tanpa bisa pergi kemanapun. Kekuatanku tak dapat bekerja. Sejak saat itu, aku tak pernah makan bersama orang lain lagi.

.

.

.

.

.

Kualihkan pandanganku pada jam besar yang terdapat di dinding ruang makan ini. Sudah saatnya, ini sudah hampir jam 8 pagi. Aku tak ingin terlambat dihari pertama kesekolah.

Author POV

Setelah melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul 07.40. Sehun segera bergegas menyelesaikan sarapan paginya. Setelah selesai pemuda tua berwajah baby itu segera mengambil tasnya dan bergegas keluar rumah. Jarak tempat makan dan gerbang rumah lumayan jauh. Bayangkan saja, untuk sebuah halaman rumah kau bahkan bisa bermain golf disana.

Sebenarnya dari pada jalan kaki Sehun bisa saja menaiki salah satu dari pulahan mobil yang dimilikinya di garasi bawah tanah. Ya pulahan, Sehun memiliki puluhan atau bahkan mungkin ratusan mobil di garasi bawah tanah rumah yang ditempatinya saat ini. Kau ingin tahu berapa banyak itu?. Bayangkan tempat parkir mol yang sedang menawarkan diskon di akhir tahun. Kira kira seperti itulah banyak mobil yang ada dirumah Sehun. Kau bisa menemukan jenis mobil apapun digarasi rumahnya, mulai dari mobil sport seperti Ferrari, Lamborghini, Audi, benthley, Koda, SEAT, Scania AB, VW dan masih banyak lagi.

Lalu kenapa dia membelinya kalau tak memakainya ?

Alasannya mudah. Hanya hobi. Yah hobi, Sehun punya hobi mengoleksi moda trasportasi yang satu itu. Menetap dibumi selama kurun waktu yang luar biasa lama membuat Sehun memiliki hampir seluruh model mobil yang pernah dipasarkan dibumi ini. Dia hanya memakainya sesekali jika ingin berkeliling. Dan asal tahu saja. Mobil yang ada dirumah ini hanya sebagian kecil dari seluruh mobil yang dimilikinya. Sisanya ada diberbagai rumah Sehun yang lain yang ada di penjuruh bumi yang lain. Selain itu ada beberapa, ah tidak ratusan mobil tidak bisa dibilang beberapa, ratusan mobil itu dia sumbangkan kemusium karna sudah tak punya tempat lagi untuk menyimpannya.

Sehun lebih memilih menaiki sepeda sehari hari. Siapapun tak akan mengira namja yang kelihatan biasa dari luar itu sangatlah kaya. Sehun tak pernah menunjukan hal hal berlebihan selama tinggal dibumi. Bahkan bisa dibilang Sehun sama sekali tak pernah bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Cukup lama Sehun bersepeda menyusuru jalanan kota seoul, sejujurnya Sehun sangat tidak nyaman berada dijalan raya seperti ini. Pendengarannya yang luar biasa memungkinkan Sehun mendengar suara apapun disekitarnya bahkan suara tetesan air sekalipun itu. Dan untuk jalanan kota seoul yang luar biasa padat dengan kendaraan bermotor, bayangkan betapa berisiknya suara suara kendaraan itu ditelinga Sehun.

Dan karna itulah Sehun memilih SEOUL IHS sebagai tempatnya bersekolah. Meskipun berada dipusat kota seoul, sekolah itu benar benar bersih dari polusi suara. Kalian tahu kenapa rumah Sehun memiliki halaman yang luar biasa luas ?. alsannya hanya agar Sehun bisa terbebas dari suara suara lain disekitarnya. Dan SEUOL IHS mempunyai system yang sama dengan rumah Sehun. Jarak gerbang sekolah dengan ruangan tempat para murid belajar berjarak kurang lebih satu kilo meter.

Kebetulan ?

Tentu tidak, Sehun adalah pemilik sekolah ini. Tentu saja dia membuat sekolah ini sesuai kebutuhannya bukan. Bukan hanya sekolah ini saja yang dimiliki Sehun. Sekolah ini punya cabang diseluh dunia. Mulai dari America IHS, Malaysia IHS, dan lainnya, jika kau mendengar sebuah sekolah dengan embel embel IHS dibelakangnya, sudah pasti itu adalah milik Sehun.

Pihak sekolah hanya tahu kalau Sehun adalah keluarga sekaligus pewaris dari sekolah tempat mereka bekerja sekarang tanpa tahu kalau Sehun sendirilah yang membangun sekolah ini.

Sekarang sudah jam 08.00. Sehun sudah sampai disekolahNYA. Dan seperti biasa Sehun selalu selalu disambut dengan pekikan gadis gadis yang dilewatinya. Sehun sudah terbiasa dengan ini semua. Setiap kali masuk sekolah Sehun selalu dieluh eluhkan oleh banyak gadis. Siapa yang tak akan menyukai namja tinggi dengan kulit yang bahkan hampir albino itu, ditambah lagi dengan wajahnya yang rupawan itu. Mata sipit yang terlihat dingin, hidung mancung, dan bibir mungil dan tulang rahannnya yang benar benar sempurna.

omona siapa dia ?”

“dia murid baru ya ?”

“ astagaaaa lihat wajah tampannya itu “

“kyaaaa he’s so cute “

Pekikan para gadis gadis SEOUL IHS mulai terdengar. Sehun bisa mendengar dengan jelas suara suara itu. Tapi Sehun sama sekali tak memperdulikannya.

Sehun menaruh sepedanya ditempat parkir dan mulai berjalan menuju kelasnya.

“ kelas 2 A lantai 3 “ gumamnya setelah melihat note di smartphonenya

Sehun segera masuk kedalam gedung sekolah. Berjalan pelan menuju lift yang berada tepat ditengah lantai satu gedung bertingkat itu. Ditekannya tombol lift itu, perlahan pintunya mulai terbuka.

Sehun memasuki lift itu, tak lama pintinya tertutup hingga….

jamkkanman” seorang gadis menahan pintu lift yang akan tertutup sebentar lagi. Penampilannya tampak berantakan. Rambut panjangnya tampak tak tertata dengan rapi. Ditambah lagi dengan blazernya yang bahkan tak dipakainya dengan benar. Sekali lihat saja Sehun sudah tahu kalau gadis ini datang terburu buru karna takut terlambat.

Sehun memperhatikan gadis itu dari atas hingga bawah. Tapi tentunya dia sama sekali tak menunujukannya dengan ekspresi wajahnya. Sehun hanya menampakkan wajah datar tanpa ekspresi andalannya.

Merasa diperhatikan oleh Sehun gadis itu hanya tersenyum canggung dan melangkah masuk kedalah lift.

“ hehe, aku terlihat berantakan yah ?”tanyanya setelah berdiri tepat disamping Sehun.

“…….” Sehun diam, bahkan menolehpun tidak

“ aku bangun terlambat tadi, aisshh ini karna ajumma tak membangunkanku “ gadis itu melanjutkan ceritanya yang bahkan menurut Sehun tak pastas untuk sekedar hinggap ditelinagnya.

“ oh ya.. kau murid baru ya ?” yoja itu bertanya lagi. Sedikit risih karna pertanyaannya tak digubris sedikitpun oleh Sehun. “ perkenalan, aku Yeo Junhee “ yoja itu berinisitif memperkenalkan dirinya pada Sehun, menyodorkan tangannya meminta salam dari Sehun, cukup lama yoja bernama Yeo Junhee itu menahan posisi tangannya menunggu tangan Sehun yang –dia kira- akan menyalaminya balik

TINNGG

Suara khas lift yang berhenti menggema diruangan sempit itu, pintu terbuka dan Sehun bergegas keluar dari dalam lift tanpa memperdulikan gadis tadi yang masih setia menjulurkan tangannya meminta perkenalan dari Sehun.

Yoja itu mematung “ apa apaan dia ?”

Dengan raut wajah kesal karna salah hangatnya tak digubris oleh Sehun sama sekali, yoja itu keluar lift dan bergegas menuju ruang kelasnya. Dilihatnya koridor lantai dua yang sepi. Tak ada seorang pun disana.

Yoja itu mengerutkan dahi “ kemana dia ?” tanyanya entah pada siapa

Tentu yang sedang dibicarakannya adalah oh Sehun. Koridor lantai dua yang sepi itu memang sudah seharusnya. Pada jam seperti ini pastilah kebanyakan siswa sudah masuk kekelasnya masing masing. Yang diherankannya adalah “ kenapa dia cepat sekali pergi “

Yoja itu heran dengan Sehun yang sudah tak tampak lagi.

“ kalau dari pakaiannya, dia pasti murid disini” yoja itu menopang dagu sambil berpikir “ bagaimana bisa dia pergi secepat itu kekelas yang ada di ujung lantai dua ini ?” yoja bernama Junhee itu masih tetap pada posisinya semula hingga bel tanda pelajaran akan dimulai berbunyi.

“OMO, aku bisa terlambat kalau begini terus “ pekiknya, lalu berlari secepat kilat menuju kelasnya.

.

.

.

Other side

Sehun tampak duduk dengan tenang disebuah sebuah sofa panjang berwarna pearl dalam sebuah ruangan yang cukup luas. Didepannnya terdapat sebuah meja besar dengan dua buah kursi kecil didepannya. Terdapat papan nama bertuliskan “ Yoo Seungmi”.

“ Oh Sehun ?” tanya sebuah suara. Sehun berbalik melihat siapa yang memanggil namanya.

“ne. Oh Sehun imnida” jawab Sehun singkat.

“kau sudah datang rupanya “ wanita paruh baya itu mendudukan dirinya dikursi besar tepat dibelakang meja besar dihadapan Sehun “ duduklah” lanjutnya lagi

“ perkenalkan aku Yoo Seungmi. Kau bisa memanggilku Yoo ssaem. Aku adalah kepala pengurus seluruh kelas dilantai dua ini “

Sehun diam. Ya… seperti biasa, Sehun hanya akan bicara bila itu memang perlu. Wanita paruh baya itu pada awalnya memang agak tersinggung dengan sikap Sehun yang –sangat- tidak sopan. Tapi mengingat ucapan kepala sekolah padanya “ bersikap baiklah padanya. Dia adalah anak dari keluarga pemilik sekolah ini “, sepertinya dia harus menahannya emosinya atas sikap Sehun.

“ apa kau sudah lama menunggu ?” tanyanya lagi. Berharap kali ini Sehun akan menggubrisnya. Namun sekali lagi. Sehun hanya diam

Anak ini benar benar batinnya. Cukup kesal memang. Seorang anak kecil bahkan tak menggubrismu saat kau bicara padanya ? oh god. Untung dia anak keluarga pemilik sekolah ini lanjutnya masih dalam hati.

“ ikut aku “ wanita paruh baya itu berdiri dari kursinya, berjalan keluar dan melangkah keluar dari ruangan bertuliskan “ supervisor office “ yang tepat berada disebelah lift itu. Sehun mengikuti tepat dibelakangnya.

.

.

.

.

“ jadi yang dimaksud dengan gaya statis adalah gaya gesekan yang diukur pada saat benda tepat akan ber…”

Tok tok tok

Tersengar suara ketukan pintu dari luar, Im seonseng-nim yang sedang menjelaskan pesal pelajarannya terpaksa harus menjeda sebentar aktifitas mengajarnya guna melihat siapa yang datang.

“ silahkan masuk “

Merasa sudah mendapat izin, orang yang tadi mengetuk pintu, kemudian membuka pintu dengan perlahan. Tak lama muncullah seorang wanita paruh baya dengan seorang murid dibelakangnya.

wegure Yoo seonseng ?”

“ani, aku hanya ingin mengantar murid baru ini” jawabnya sambil menyingkir sedikit dari depan Sehun –murid dibelakngnya tadi-.

geure ?” Im seonseng menglihkan pandanganya pada objek yang berdiri tepat dibelakang pengawas Yoo. “selamat datang di kelas 2 A” lanjutnya dengan senyum manis.

Semua murid tampak saling berbisik bisik, tentu saja ! murid setampan Sehun akan menjadi teman sekelas mereka. Itu keberuntungan. Tapi sepertinya itu hanya berlaku untuk para murid murid yoja dikelas ini, karna sepertinya para murid namja menunjukan wajah masamnya sejak kedatangan Sehun dikelas ini. Ah tunggu, sepertinya tidak semua yoja memasang wajah manisnya saat kedatangan Sehun ke kelas ini. Seorang murid yoja tampak mematung, tampak tak percaya dengan siapa yang sedang dilihatnya didepan kelas saat ini “si sombong itu sekalas denganku ?” batinnya.

Setelah Sehun selesai memperkenalkan diri didepan kelas, pelajaran kembali berlanjut seperti biasa. Ya, itu hanya untuk sebagian murid saja dikelas ini. Tapi untuk tenang sepertinya itu tak akan berlaku untuk Sehun. Sedari tadi para murid murid selalu saja berbisik bisik tentangnya. Dan karna itu, Sehun merasa suasana kelas seperti pasar. Padahal Sehun berharap dia akan tenang saat belajar disini. Seluruh ruangan disekolah dibuat kedap suara olehnya. Sehun berharap dengan begitu dia tak akan ada gangguan dari luar tapi ini. “ seharusnya mulut mereka juga kubuat kedap suara “ batin Sehun kesal

.

.

.

.

Canteen. 12.00 SKT

Suasana kantin ramai seperti biasa, ramai. Semua siswa tampak menukmati makanan yang disiapkan pihak sekolah. Sekolah ini menyediakan makanan untuk para siswanya. Tentu saja karna ini adalah sekolah international, segala sesuatunya di bawah pengawasan pihak sekolah. Termaksud makanan tentunya.

“ kudengar murid baru itu ada dikelas kalian ?” tanya seorang yoja berambut panjang.

“ne sully-ya, dia memang ada dikelasku, dan kau tahu, dia benar benar semakin tampan jika dilihat dari dekat “ jawab yoja dengan name tage yang bertuliskan “jung kristal” melekat dibajunya.

“ hah.. kelasmu benar benar sempurna “ sully menghela napas meratapi nasibnya yang harus berada di kelas 2 F –kelas 2 terakhir-

“ memang, apalagi kalau tidak ada yoja miskin itu “ kristal melirik orang yang tepat berada di samping meja yang ditempatinya sekarang.

“ kau benar, kalau saja yoja miskin itu tak ada disekolah ini “ lanjut sully yang memang tahu persis siapa yang sedang dibicarakan kristal sekarang.

Junhee POV.

“memang, apalagi kalau tidak ada yoja miskin itu”

“ kau benar, kalau saja yoja miskin itu tak ada disekolah ini “

DEG..

Haahh. Mereka mulai lagi. Aku tahu pasti mereka sedang membicarakanku sekarang, yoja miskin yang masuk sekolah elit seperti SEOUL IHS. Tapi inikan bukan kemauanku, aku tak punya pilihan lain selain bersekolah disini. Aku mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan SMA-ku tapi aku sama sekali tak tahu kalau ternyata sekolah inilah yang menyediakan beasiswa itu.

Awalnya aku memang sangat senang bisa bersekolah disini. SEOUL IHS, sekolah yang bisa dibilang menjadi salah satu sekolah paling bergengsi di seantero korea selatan. Bahkan putra presidenpun sangat ingin melanjutkan sekolah SMAnya disini.

Tapi aku berubah pikiran saat tahu lebih dalam tentang sekolah ini. Sekolah ini hanya berisi murid murid kaya yang sombong. Mereka hanya memandang orang dari kekayaan-nya. Dan sebagai orang berasal dari kalangan kurang berada sepertiku tentunya mereka tak akan senang dengan itu. Mereka selalu saja mem-bullyku selama bulan bulan pertamaku disekolah ini. Aku ingin keluar tapi jika keluar, aku mau sekolah dimana ?.

Oh ya, ngomong ngomong soal sombong, kemana murid sombong tadi pagi itu ?. padahal kilihat tadi dia yang pertama meninggalkan kelas. Wajahnya tampak kusut, apa dia juga tak suka dengan pelajaran fisika ? dia kelihatan sangat gelisah selama pelajaran tadi.

Eh ? kenapa juga aku harus mengurusi namja sombong itu. Lebih baik kulanjutkan makanku.

Rooftop/ still launch time

Sehun yang tak tampak sedari tadi sebenarnya sedang berbaring santai diatas kursi malas yang ada di atas atap sekolah untuk menenangkan telinganya ?. tak perlu heran darimana dia mendapat kursi malas itu. *dia hanya perlu berteleport kerumah dan mengambil kursi malasnya lalu kemudian kembali lagi*

“ dasar berisik “ sedari tadi Sehun tak henti hentinya mengumpat kecil pada orang orang dikelasnya yang-menurutnya- benar benar berisik. Sehun memang sudah sering mengalami saat saat seperti ini, tapi berapa kalipun itu tetap membuatnya kesal.

Lama diam bersantai diatas atap membuat Sehun merasakan haus ditenggorokannya. Sehun segera meninggalkan atap sekolah dan menuju kantin.

Tak butuh waktu lama untuk sampai kekantin, hanya butuh beberapa menit berjalan dari atap ke lift. Dan lift itu akan langsung membawa Sehun ke kantin dilantai satu.

Setibanya dikantin Sehun harus bisa lebih bersabar karna pekikan para siswa SEOUL IHS sudah menyambutnya dengan meriah. “ tenang Sehun, abaikan mereka “ batinnya. Sehun bermolog ria dalam hati untuk menguatkan dirinya sendiri.

Sehun POV

Menenangkan diri di atas atap tadi sedikit banyak cukup membantuku menenangkan pikiranku yang pusing karna kebisngan di kelas tadi. Kadang kadang aku cukup rishi jika selalu dpandangi seperti ini, tapi apa boleh buat. Aku terlalu malas untuk menegur mereka.

Kulihat tempat penjualan minuman kaleng tepat di ujung kantin. Aku tersenyum cerah melihatnya, tapi itu hanya dalam hati. Aku sama sekali tak pernah menunjukan ekspresi apapun pada orang lain. Lebih baik begini, dengan tetap diam tak menjadi mencolok aku tak perlu susah payah membuat orang orang menghindariku. Mereka pasti tak akan berani mendekatiku, kecuali…

“ perempuan cerewet itu ?” . aku bergumam dalam hati saat melihat yoja yang tadi pagi itu mengoceh tak jelas saat berada dilift bersamaku. Apa dia sedang kelaparan ?. kenapa makan seperti orang yang belum makan selama beberapa hari ?.

Aku melanjutkan langkahku menuju mesin penjual minuman itu. Setidaknya aku tahu miniman kaleng tak akan membahyakanku. Itu steril.

Setelah membeli minuman aku segera melangkah keluar kantin. Tapi

Bruukk

Author POV

Sehun terjatuh dengan tidak elitnya dilantai.

“KYAAAAAAAA” para yoja dipenjuru kantin serentak berteriak saat melihat Sehun jatuh dilantai. Sebenarnya bukan karna Sehun jatuh dilantai yang membuat para yoja itu berteriak histeris, melainkan karna oh Sehun yang jatuh bersama seorang… yoja… tepat diatas tubuhnya.

“N-NO ?”

“ Se-Sehun ssi ?”

.

.

.

.

.

TBC

19 thoughts on “MY PERFECT ALIEN Chapter 1

  1. my babyLu berkata:

    wuah daebak thor ffnya keren aku suka
    lanjut ya thor bikin penasaran padahal lagi seru”nya tb” langsung TBC u,u hehe
    next secepatnya ya thor

  2. Dechri giyanis berkata:

    Annyeong author slam kenal.
    aku readers baru, ini ffnya bagus bgt thor jgn lama2 ya lanjutnya

  3. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Xlo alien’y z’ganteng it zh zfa jga yg ga mau,hoho dbk,ax zka nh,.tlng next lbh bnyk e0h,.hoho tf bguzz xoo..next d’tnggu themangat^^

  4. thynha istri sehun berkata:

    wuaaaaaahhhhhh keren thor !!!
    itu yg jatoh cpa ?!! si cerewet kan thor ?! wuaaaahhhh aku mw jdi kya diaaaaa

    cepetan lanjuuuutttt
    jgan lama”#maksa
    hehe bcanda….
    pokoknya cpat update ya thor, ditunggu loh kelanjutnnya

  5. han han berkata:

    lanjuuuuttttttt thor
    ceritanya seruuuu tpi kpendekan huhu T.T
    update cepet yach thor pleeeaase#pasangpuppeyes^^

  6. thynha istri sehun berkata:

    Komentar Anda sedang
    menunggu moderasi.
    wuaaaaaahhhhhh keren
    thor !!!
    itu yg jatoh cpa ?!! si
    cerewet kan thor ?!
    wuaaaahhhh aku mw jdi kya
    diaaaaa
    cepetan lanjuuuutttt
    jgan lama”#maksa
    hehe bcanda….
    pokoknya cpat update ya
    thor, ditunggu loh
    kelanjutnnya

  7. Dyah berkata:

    Aahhh keren thor …
    Kayaknya seru.
    Tmbahin castnya Kai dong thor jdiin tmnnya sehun gtu.
    Soalnya aku suka mereka berdua.
    Lbh tepatnya KaiHunHan.
    Hehehe
    Next chapter ditunggu.

  8. melisa berkata:

    Keren thorrr seru bgt .. Wkwk
    Lanjuta ya thor..
    Kata” nya bisa kebayang bgt apa yg sedang terjadi..
    DAEBAK ‘-‘)/

  9. Exoka_ berkata:

    Buset dah. 100 tahun = 1 bulan?? Punya ratusan mobil, ani bahkan ribuan?? punya bermacam macam kekuatan?? Dll.

    Sumpah. ini ff sukses buat gua cengo dari awal baca. Keren! ^^
    next ya, thor~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s