I’m not a Sesaeng Fans

Untitled

Title : I’m not a Sesaeng Fans
Author : Vikkachu
Main Cast : Oh Sehun (EXO)
Park Hyejin (OC)
Support Cast : EXO member, Seo Injung (OC) and others.
Rating : G
Genre : Romance, School life ,sad and others.
Summary : I’m not a sesaeng fans!
Please, don’t blame me.
I’m not a sesaeng fans!
Please, don’t look at me like that.
I’m not a sesaeng fans!
Please, don’t hate me.
Note: Annyeong~ ini ff kedua aku. Btw, makasih bgt buat admin yang udah ngepost ff ini. dan juga untuk readers yang udah nyempetin waktunya buat baca ff ini. author juga butuh kritik dan saran dari readers. Jadi jangan lupa buat ninggalin kritik dan sarannya.. ok?. Mian, karena typo masih bertebaran.
~Happy Reading~

=

=


Hyejin pov.
Aku tidak tahu sejak kapan aku mulai mengaguminya, menyukainya, bahkan menjadi fansnya. Dia seperti magnet yang selalu membuatku tertarik. Setiap saaat bayangannya selalu mengganggu fikiranku. Aku mohon, siapapun tolong bebaskan aku dari jeratan pesonanya. Aku seperti orang gila yang selalu meneriakkan namanya. Aku tidak bisa untuk tidak memikirkannya walau satu detik saja. Ingin rasanya aku memeluk sosok itu. Tapi, apa itu mungkin?.
“EXO….‼EXO..‼!”. yah… beginilah rasanya, berada ditengah-tengah fans yang sedang meneriakkan idolanya. Sungguh, aku tidak tahan dengan keadaan seperti ini. tapi, bagaimanapun juga aku harus tetap disini. Demi seseorang yang berada di atas panggung.
“Huwaaaaaaa…. Suara baekhyun oppa benar-benar merdu. Hyejin-ah….. eottoche? Aku bisa gila”. seru injung setengah berteriak . injung benar, suara baekhyun oppa memang merdu.
“suara chen oppa dan d.o oppa juga tidak kalah merdu”.
“sssstttt…. Diam! Aku sedang menikmati suara baekhyun oppa”. cih, dia benar-benar menyebalkan. Ingin rasanya aku melemparnya ke laut.
*-*
Puas sekali rasanya, mereka benar-benar keren saat menyanyikan Overdose. Badanku serasa remuk karena harus berdesakan dengan exofans yang lain. Tapi ini sudah menjadi kebiasaan untukku. Hanya demi exo aku melalukan semua ini.
“hyejin-ah kajja!” teriak injung yang sudah berada di dalam mobil. Dengan segera aku langsung berlari ke arahnya. Aku memang cukup tertinggal tadi.
“mian, kau sudah lama menunggu?”. Tanyaku pada injung yang sedang focus pada arah jalan.
“ani” jawabnya singkat tanpa mengalihkan pandangannya.
“ya!ya!ya! kita mau kemana? Ini bukan jalan untuk menuju rumahku”. Ini memang bukan jalan menuju rumahku dan ini seperti jalan menuju daerah elit Gangnam. Mau apa injung kesini?.
“kau tahu, setelah showcase tadi, exo langsung pulang ke dormnya.”. seru injung yang masih focus dengan kemudinya. Aku mulai mengerti tujuan injung. Mengikuti exo? Sampai ke dorm? Bukankah itu tindakan seorang…..
“ya! Kau ingin jadi sesaeng fans?” kataku berteriak di telinganya.
“aish…. Ne, tenang saja.. banyak teman-temanku yang sedang dalam perjalanan kesana dan.. gunakan kameramu untuk memotret siapapun member exo yang kau temui”. Seenaknya saja dia menyuruhku, dia pikir aku pembantunya?. Tidak! aku tidak bisa mengikutinya, aku bukan sesaeng fans.
“tapi aku bukan sesaeng fans dan aku tidak mau”.
“jadi kau tidak mau bertemu sehun?”. Tampak seringaian tipis terlihat di wajahnya. Sebenarnya aku mau bertemu sehun, tapi bukan dengan cara seperti ini. mereka juga punya privasi.
“Shireo‼”.
“geurae, kalau kau tidak mau menemaniku. Aku akan mengadu pada eommamu bahwa kau tidak sedang latihan menyanyi tapi malah nonton exo showcase”. skak-mat. Jika eommaku sampai tahu, bisa-bisa aku dikunci di dalam kamar sampai seharian. Dan… kalau appaku ikut mengetahuinya, aku pasti tidak akan diberi uang saku selama satu minggu.
“Andwae‼! Hemz… geurae. Aku ikut”. kulihat, Injung sedang tersenyum puas karena ucapanku. Cih, menyebalkan.
*-*
Akhirnya, setelah beberapa menit berlalu kami sampai di daerah elit Gangnam. Tepatnya digedung apartement yang berada di daerah gangnam. Benar kata injung, sudah banyak sesaeng yang berada disini. Mereka bersiap untuk mendatangi dorm exo. Entah apa yang akan mereka lakukan aku tidak tahu.
“kau masuklah! Aku tidak ikut… aku disini saja. Aku janji, kalau ada member exo yang datang aku akan memotretnya”.
“kau yakin? Basement ini sangat sepi. Ini juga sudah malam. Kau tidak takut?” bisik ijung ditelingaku seolah-olah dia sedang menakutiku. Aku tidak takut, yah… benar aku sama sekali tidak takut.
“aniyo‼”. Injung terlihat kesal, tapi tidak berlangsung lama wajahnya kembali ceria.
“ok, good bye baby….”. injung pergi dengan terlebih dulu melambaikan tangannya kearahku, dan memasang senyum bodohnya yang membuat matanya tidak terlihat.
Sepeninggal injung dan yang lain, aku mulai berjaga-jaga di depan mobil. Siapa tahu ada member exo yang datang. Tapi, itu jelas tidak mungkin. Untuk apa member exo ke basement? Mengambil mobil? Untuk keluar?. Keluar kemana? Jika aku jadi mereka, aku akan menghabiskan waktuku untuk tidur. Mereka pasti sangat lelah.
Lalu untuk apa aku disini?. Benar kata injung, disini sangat sepi dan menyeramkan. Aku jadi menyesal berada di tempat ini. bagaimana jika ada orang yang menggangguku? Tidak! Di sini sangat sepi lagipula basement ini sudah dipasang cctv. Lalu bagaimana jika ada hantu yang ingin membunuhku?. ‘aish! Berhenti berpikir yang tidak-tidak hyejin’.
“Aish, kenapa aku tidak ikut injung saja”. Aku merutuk diriku sendiri, kalau tadi aku ikut injung, aku tidak akan sendirian disini.
“hyung, mereka benar-benar menyebalkan. Setidaknya mereka harus bisa menghargai privasi kita….”
“sudahlah, biarkan saja…..”
“tapi semua itu membuatku tidak nyaman”
Samar-samar aku mendengar dua orang sedang berbicara. Hey, aku mengenal suara itu. Tak lama kemudian, aku melihat dua orang namja yang sedang berbincang-bincang di basement ini. Dengan segera aku mengambil kameraku dan mulai memotret mereka. Yah… aku mendapatkannya! Aku tidak menyanka bisa bertemu dengan idolaku di tempat sepi seperti ini. tapi kenapa hanya mereka berdua? Kenapa luhan bersama baekhyun? Dimana sehun?.
Terserahlah, yang terpenting sekarang aku harus mengambil gambar mereka lagi. Agar injung puas. Disela-sela kegiatanku memotret mereka, aku dikejutkan oleh seseorang yang sengaja menepuk bahuku. Aku sangat takut ketahuan, dan akhirnya aku memberanikan diri untuk berbalik.
Dan…. Betapa terkejutnya aku saat tahu siapa yang menepuk bahuku. Tubuhku membeku seketika. Dia.. dia… namja yang namanya selalu memenuhi fikiranku. Namja yang membuatku terjerat akan pesonanya yang luar biasa. Namja yang membuatku semangat hanya dengan mendengar namanya. Dan sekarang dia ada dihadapanku. Namja itu… oh sehun?.
“apa yang kau lakukan disini?” ucap sehun dingin dengan tatapan datarnya. Apa ini mimpi? Dia ada di hadapanku. Menatapku dan kameraku secara bergantian.
Jantungku berdebar tak karuan, tatapannya membuatku sulit untuk bernafas. Aku mohon, jangan menatapku seperti ini. aku tidak kuat.Sungguh, fikiranku sangat sibuk sekarang. Sulit rasanya menjawab pertanyaan sehun. Mungkin sekarang aku terlihat seperti orang bodoh.
“Sehunni!”. Teriakan baekhyun membuatku tersadar. Syukurlah, aku mulai bisa mengontrol diriku sekarang. Kualihkan pandanganku menuju baekhyun. Lebih baik seperti ini, aku bisa mati jika memandang sehun.
“ada apa?”. Tanya luhan ke sehun tanpa melirik kearahku.
“ada sesaeng fans. Aku melihatnya sedang memotret kalian berdua”. Seru sehun dengan nada yang masih sama, datar.
Ani! Aku bukan sesaeng, jangan menganggapku sesaeng. Aku hanya terpaksa melakukannya. Kenapa aku tidak bisa bicara apapun padanya. Aku ingin menjelaskan kalau aku bukan sesaeng, tapi kenapa sangat sulit?.
Luhanpun melirikku dengan senyuman tipis. Oh tidak! Dia sangat tampan. Dia tersenyum padaku?. Jika ini mimpi jangan pernah membangunkanku. Andai saja sehun yang tersenyum seperti itu padaku. Tapi itu tidak mungkin.
“apa kau tidak lelah? Lebih baik kau pulang, ini sudah malam. Murid SMA sepertimu tidak baik pulang larut malam. Ok? Annyeong”. Setelah mengucapkan itu, luhan oppa pergi bersama sehun oppa dan baekhyun oppa. ‘Kalian tahu? Setelah bertemu kalian, rasa lelahku hilang. Apalagi kau, sehun oppa’.
Tunggu, dia bilang murid SMA? Kenapa dia bisa tahu kalau aku masih SMA?. Astaga! Aku mulai sadar, saat ini aku masih mengenakan seragam SMA.
*-*
Author pov.
“ya! Bisakah kau berhenti tersenyum? Mengerikan….” Seru injung kesal melihat sahabatnya yang tak henti-hentinya tersenyum sejak kemarin.
Hyejin bahkan tidak menghiraukan celoteh injung. Dan itu membuat injung semakin ngeri. Sejak pulang dari dorm exo hyejin tak henti-hentinya tersenyum. Injung pikir hyejin dirasuki setan basement. Aneh memang, tapi itulah kenyataanya. Hyejin seperti ini karena handsome evil yang ia temui di basement kemarin.
“injung-ah.. aku lapar”. Tidak bisa dipungkiri, sedari tadi cacing di perut hyejin terus mendesak untuk diberi makan.
“6495….? Assa‼!”. injung menambah kecepatan mobilnya. Moodnya kembali baik. Ia seperti singa yang sedang mengejar mangsanya.
“ya! Apa yang kau lakukan? Aku lapar….”. hyejin sudah tidak tahan, dia sangat lapar dan dia tahu kalau injung sama sekali tidak mendengarnya.
“kau tahu, van di depan kita adalah van exo opp…”. Belum selesai ucapan injung, hyejin segera memotongnya.
“ya! Kau ingin mengikutinya? Andwae‼ aku lapar… dan aku bukan sesaeng. Aku tidak mau exo oppadeul menganggapku sesaeng. Turunkan aku‼!”.
Hyejin mengguncang-guncang bahu injung. Ia benar-benar tidak mau dianggap sesaeng. Dia bukan sesaeng, dan selamanya bukan. Tapi injung benar-benar tidak peduli. Bahkan ia tetap fokus ke depan dan tidak melirik hyejin sama sekali. Mungkin jiwanya sekarang adalah jiwa sesaeng yang tidak akan tenang jika tidak bertemu exo sehari saja.
Van yang mereka ikuti akhirnya berhenti di sebuah restaurant. Dan benar saja, van itu mengangkut exo. Satu persatu member exo keluar. Kedatangan mereka benar-benar menarik perhatian. Sampai-sampai ahjumma yang kebetulan lewat langsung memakai make up. Hyejin terkekeh geli melihat ahjumma itu.
“bukankah kau lapar? Kajja!” injung menarik paksa hyejin untuk masuk ke dalam. Mereka mencari tempat yang dekat dengan member exo. Tapi, semua sudah penuh. Alhasil mereka hanya mendapatkan tempat paling pojok.
Sambil makan, injung menyibukkan dirinya untuk memotret mereka diam-diam. Sedangkan hyejin? Sedari tadi, ia sibuk memandang sehun. Bahkan makanannya sama sekali tidak disentuh. Padahal tadi dia mengeluh karena lapar. Setelah bertemu sehun, rasa laparnya hilang begitu saja. Jantungnya selalu bergemuruh melihat sehun. Mungkin itulah yang membuatnya melupakan rasa laparnya.
Sampai pada akhirnya, pandangan mereka(sehun & hyejin) bertemu. Hyejin benar-benar tidak bisa menormalkan detak jantungnya. Tatapan datar sehun sukses membuatnya lemas.
“injung-ah…..”.
“mwo?”. Injung hanya melirik hyejin sesaat dan kembali dengan kegiatan memotretnya. Sedangkan hyejin ia mulai kesal dengan sikap injung yang selalu mengabaikannya.
“katakan padaku kalau sehun bukan manusia”. Walaupun tatapan Hyejin sudah tidak tertuju pada sehun lagi, tapi fikirannya masih tertuju pada sehun.
“sehun bukan manusia”. Dengan malasnya injung mengucapkan kalimat yang sama dengan hyejin.
“dia adalah malaikat yang sangat tampan”.
“malaikat? Aku pikir dia devil”. Dengan entengnya injung berbicara seperti itu tanpa melirik hyejin sedikitpun.
“terserah…”. Hyejin terlalu malas untuk menanggapi sahabatnya ini. dia terlalu sibuk dengan kegiatannya sebagai sesaeng.
*-*
“Just once…
Can’t we figure out what we keep doing wrong?
Why we never last for very long
What are we doing wrong?”
“bagus. Suaramu sangat merdu dan tidak sumbang satu nadapun. Pertahankan suaramu itu. dan jangan lupa untuk terus latihan”. Tutur seorang wanita setengah baya pada seorang yeoja yang tak lain adalah muridnya.
“gamsahamnida …seonsaengnim”. Hyejin membungkukkan badannya saat mendengar pujian dari han seonsaengnim. Suaranya memang yang paling bagus diantara haksaeng lainnya. Jadi pujian itu sudah biasa ia dapatkan.
“hyejin!” injung tiba-tiba menarik lengan hyejin dan membawanya pergi dari kelas.
“ya! Wae geurae? apa kau tidak tahu kalau di kelasku masih ada han saem?”. Hyejin mendengus kesal. Han saem pasti akan mengurangi nilainya jika tahu dia keluar kelas tanpa ijin. Dan injung dengan tidak bersalahnya akan berkata ‘oh! Jinjja?, kau bohong!, aku tidak percaya, tidak mungkin! Han saem sangat menyayangimu….dst’.
“ya! Berhenti menarik lenganku seperti itu!”. sekali lagi, injung sama sekali tidak peduli dengan keadaan hyejin. Bahkan melirik hyejinpun tidak.
Ternyata, injung membawa hyejin ke gedung aula. Betapa terkejutnya hyejin saat melihat para idola berkumpul disini. Tapi mereka bukan hanya idola melainkan alumni SOPA (Seoul of peforming arts). Hyejin kembali bertemu dengan sunbae-sunbaenya yang telah sukses. Dan salah satu dari mereka adalah seseorang yang penting di hati hyejin.
“lihatlah! sehun oppa dan kai oppa juga ada disini. Tap sepertinya, sehun oppa sangat dekat dengan suzy eonnie Iya kan hye?”.
Hyejin pov.
Apa aku tidak salah lihat? Sejak kapan Sehun oppa sangat akrab dengan suzy eonnie?. Apa mereka punya hubungan?. Bahkan saat berjalanpun mereka berpegangan tangan. Apa mereka tidak takut jika beredar gossip tentang mereka?. ya Tuhan ada apa denganku? Apa aku cemburu?.
Nafasku tersendat, dadaku sesak dan hatiku sangat sakit. aku tidak sanggup melihat ini. Jika aku terus disini, air mataku akan tumpah. Akhirnya, kulangkahkan kakiku untuk pergi dari tempat itu.
“hyejin-ah! Eodiga?”. Teriakan injung sama sekali tidak kuhiraukan.
*-*
Aku memutuska untuk pergi ke toilet wanita. Aku merasa tempat ini paling aman untuk menangis. walau aku juga tidak yakin.
Aku mulai merenung tentang kejadian tadi. Apa aku cemburu? wajarkah jika seorang fans cemburu pada idolanya yang dekat dengan yeoja lain?.
Lalu, egoiskah aku jika aku tidak suka kalau sehun oppa dekat dengan yeoja lain?. Tentu saja, itu sangat egois. Bagaimanapun juga, suatu hari nanti sehun oppa pasti akan mempunyai yeojachingu. Dan aku sebagai fans, hanya bisa melihat mereka dari jauh.
Hati ini sakit karena aku, aku yang salah. Salah karena semudah itu terjerat oleh pesona seorang oh sehun. Salah karena setiap saat selalu memikirkannya. Salah karena akhirnya aku mencintainya terlalu dalam.
Air matakupun memaksa untuk keluar dan aku tak bisa menahannya. Kini, air mata itu turun membasahi pipiku. Turun bersamaan dengan rasa sakitku. Menangis memang tidak menyelesaikan masalah, tapi setidaknya hati kita menjadi lega dengan menangis.
Tapi untuk apa aku menangis? eomma selalu menyuruhku untuk selalu menjadi yeoja yang kuat. Yah… aku adalah yeoja yang kuat, aku tidak boleh menangis.
Kuhapus air mata ini. aku tidak mau terlihat seperti yeoja yang cengeng, dan lemah. Aku harus menunjukkan pada semua orang bahwa seorang Park hyejin adalah yeoja yang kuat. Dengan hati yang mantab kulangkahkan kakikiu untuk keluar dari tempat ini. cukup sudah waktuku untuk merenung.
“Hyejin!”. Tiba-tiba Injung berjalan kearahku dengan tergesa-gesa.
“pegang tasku”. Dengan seenaknya dia menyerahkan tasnya padaku dan langsung melesat ke toilet. Dia pikir aku tempat penitipan barang?. Eh, tapi bukankah tas injung berwarna coklat?. Lalu tas putih ini milik siapa?.
Author pov.
Dengan langkah tergesa-gesa, namja ini mengikuti yeoja asing yang telah mencuri tasnya. Yeoja itu berlari ke toilet. Tanpa ragu-ragu namja itu mempercepat langkahnya. Saat sampai disana, dia menemukan yeoja asing yang membawa tasnya. Walaupun penampilannya berbeda dengan yeoja yang tadi dia kejar, tapi ia tidak peduli. Yang penting tasnya berada di tangan yeoja itu. yeoja itu kelihatan terkejut dengan kedatangannya yang tak diduga.
“kau lagi? kembalikan tasku!” seru namja ini ketus.
“seh…sehun?”. Ucap yeoja yang tak lain adalah hyejin.
“kau mencuri tasku?”. Sehun menatap tajam hyejin.
“mwo‼ a…an…aniyo!”. Walaupun hyejin sangat gugup, tapi ia mencoba menutupinya. Hyejin tidak terima jika ia dianggap pencuri.
“lalu kenapa tasku bisa ada padamu?”. Bentak sehun pada hyejin. Bagi hyejin, ini adalah pertama kalinya ia dibentak oleh orang lain selain orang tuanya.
“i…itu… itu…”. ada perasaan sedih dan tidak diterima atas perlakuan sehun padanya. Tapi seperti biasa, ia tidak bisa mengendalikan jantungnya yang selalu berdebar. Alhasil, ia selalu menyia-nyiakan kesempatan untuk membela diri saat sehun menuduhnya.
“kau keterlaluan”. terlihat raut wajah sehun penuh dengan kekecewaan. Ia melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan hyejin. Sehun benar-benar kecewa dengan apa yang dilakukan hyejin. Ia semakin yakin, jika hyejin adalah sesaeng fans.
Ckleck~
Pelaku utama akhirnya menampakkan diri. Dengan memasang wajah tak berdosa ia tersenyum pada hyejin yang terlihat seperti menahan amarahnya.
“dimana tasku?”. Tanyanya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
“tasmu? Sejak kapan kau menjadi pencuri eoh?”. Bentak hyejin. Injung terkejut mendengar ucapan hyejin. Ia takut jika hyejin akan marah.
“untuk apa kau mencuri tas sehun oppa? Untuk kebutuhan SESAENGMU…?? kau tahu, sehun oppa salah paham padaku. Ia marah padaku. Dan semua itu gara-gara kau!”. hyejin meluapkan emosinya. Ia tidak bisa menahan emosinya. Kali ini injung benar-benar keterlaluan. ia pergi meninggalkan injung dengan perasaan kecewa.
Sedangkan injung? Ia masih kaget. Hyejin benar, tas yang ia curi dari sehun memang akan ia gunakan untuk kebutuhan sesaeng. Ia ingin mengetahui apa saja yang ada di dalam tas sehun. Sekarang ia baru sadar, sehun juga punya privasi. Kini, rasa bersalahpun menghampirinya. ia menyesal, sangat menyesal. Ia yakin, kini hyejin mungkin tidak akan memaafkannya.
*-*
Senyuman yang dulu selalu menghiasi bibirnya kini sudah hilang. Semangatnya yang tidak pernah habis kini sudah tiada lagi. Kehidupannya berubah 180 derajat. Sahabat yang selalu menemaninya kini sudah tidak ada. Bukan injung yang ingin menjauhinya. Tapi hyejin sendiri yang memilih untuk menghindarinya.
Kehidupannya penuh dengan kesedihan. Ia sedih saat sehun menatapnya dengan tatapan tajam dan penuh rasa benci. Ia sedih saat sehun harus memalingkan wajahnya karena ada hyejin. Ia sedih karena sehun selalu mengacuhkannya saat fansign.
Tapi dia juga kecewa, hanya karena sebuah tas, sehun bersikap seperti ini. sepenting itukah tas itu untuk sehun? Sampai-sampai ia membenci fansnya sendiri.
Kini, ia berada di acara fansign exo. Dan yang bisa ia lakukan hanyalah berdiam diri tanpa berniat sedikitpun untuk meminta tanda tangan member exo. Dia selalu datang di semua acara exo tapi, ia tidak akan teriak histeris seperti dulu lagi. Ia hanya akan berdiam diri sampai acara itu selesai.
Dan lagi-lagi pandangan mereka (hyejin & sehun) bertemu. Sehun masih menatap hyejin dengan tatapan tajam. Sedangkan hyejin? Ia menatap sehun dengan tatapan yang sulit diartikan. Antara sedih dan kecewa. Tapi percayalah, perasaan hyejin pada sehun tetap sama. Dan mungkin tidak akan pernah berubah.
“sehunnie! Wae geurae? Kenapa kau menatap yeoja itu terus?”. Tanya luhan pada adik kesayangannya itu.
“gwaenchana.”. jawab sehun singkat tanpa memandang luhan sedikitpun.
“bisakah kau terbuka pada kami? Eoh?”. Seru luhan lagi.
“sudahlah, manusia es memang seperti itu”.Sehun memandang kai sinis. Kai benar, mungkin hatinya memang keras dan dingin.
Tapi mereka tidak tahu, jika manusia es sepertinya juga bisa merasakan cinta. Yah.. akhir-akhir ini, ada seorang yeoja yang menarik perhatiannya. Senyumannya, semangatnya, dan expressinya. Semua itu masih terekam jelas di ingatannya.
Tapi setelah mengetahui fakta lain dari yeoja itu, entah kenapa sehun malah membencinya. Yeoja itu tidak bisa menghargai privasinya. Dan sehun sangat membenci orang seperti itu.
*-*
Setelah acara fansign selesai, hyejin memutuskan untuk pergi karena langit sudah semakin gelap. di tengah perjalanannya menuju halte bus, ia melihat injung berbicara dengan seorang namja tinggi yang memakai masker, kacamata dan topi. Namja itu terlihat sedang menyamar. Tapi hyejin tidak begitu penasaran dengan namja itu.
Ia melangkahkan lagi kakinya yang sempat terhenti. Ia harus bergegas sampai di halte, karena langit terlihat mendung. Dan itu merupakan tanda-tanda akan turun hujan. Hyejin sangat takut dengan hujan. Sepanjang perjalanan ia berdo’a semoga hujan tidak turun sebelum ia sampai di halte.
Tapi sepertinya Tuhan tidak mengabulkan do’anya. Kota seoul kini diguyur hujan cukup deras. Sungguh, dia benar-benar takut dengan hujan. Dia menutup rapat-rapat telinganya saat mendengar derasnya hujan. Tubuhnya sudah basah, tapi tidak terbesit dalam pikirannya untuk mencari tempat berteduh.
Sampai akhirnya hujan itu berhenti. Tidak! Hujan belum berhenti. Tapi hujan berhenti mengguyur tubuhnya. Apakah Tuhan menyuruh malaikat penurun hujan untuk tidak mengguyur tubuhnya dengan air hujan?. Tidak! Tepatnya, ada seseorang yang melindunginya dari derasnya air hujan. Hyejin mendongakkan kepalanya untuk mencari tahu siapa namja ini.
Saat ini, Hyejin sangat terkejut, sama seperti dulu. Jantungnya berdebar, nafasnya tersendat dan tubuhnyapun membeku seketika.dan inilah yang disukai namja ini dari hyejin. Expressinya yang selalu tidak biasa.
“sehun???”. Hyejin mengernyitkan dahinya. Ia heran, bukankah sehun membencinya?.
“mian ne, aku sudah menuduhmu sebagai pencuri. Aku menyesal, temanmu sudah memberitahuku. Bahwa bukan kau pelakunya. Dan aku juga tahu kalau kau bukanlah seorang sesaeng fans” sehun menghela nafas pelan dan menatap dalam kedua manik mata hyejin.

Hyejin pov.
“aku ingin kau kembali seperti dulu. Kau yang selalu tersenyum pada kami(exo). Kau yang selalu bersemangat saat bertemu kami(exo). Dan aku mohon, jangan menatap kami dengan tatapan sedih”. Apa aku sedang bermimpi? Sehun tersenyum padaku?.
Aku tidak menyangka ia akan berbicara seperti ini padaku. Aku harus bisa mengurangi rasa gugupku. Aku tidak mau melewatkan kesempatan ini untuk berbicara pada sehun.
“oppa, ak..aku.. bukan sesaeng…fans”. Sehun oppa mengulas senyum yang sangat manis. Tiba-tiba sehun oppa merangkulku dan membawaku menuju mobilnya. Dan aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini sampai kapanpun.
*-*
2 weeks later
Still hyera pov.
“yeoboseyo…”
“chagiya mianhae, aku tidak bisa menemanimu latihan. Jadwalku sangat padat”
“ne, gwaenchanayo oppa”
“saranghae chagi…”
“nado saranghae oppa”
Tahukah kalian siapa yang memanggilku chagi?. Dia adalah sehun oppa. Wae? Kalian tidak percaya?. Begitu juga denganku. Sampai sekarang, aku masih belum percaya bahwa sehun oppa telah menjadi kekasihku.
Jika ini mimpi, tidak akan kubiarkan seorangpun membangunkanku. aku tidak masalah jika harus berada di alam mimpi untuk selamanya.
Tapi aku sadar, ini bukanlah mimpi. dan aku sangat berterimakasih pada Tuhan. Karena Tuhan telah membuka pintu hati seorang oh sehun. Dan mengijinkan yeoja biasa sepertiku untuk masuk kedalamnya.
Menarik bukan? Idola sepertinya bersatu dengan sesaeng sepertiku. Sesaeng? Bukankah aku pernah bilang, kalau aku bukan sesaeng?. Aku memang bukan sesaeng, tapi akhir-akhir ini aku selalu mengikutinya dan aku selalu berada disisinya. Mungkin banyak yang mengira aku sesaeng tapi aku tidak peduli. Karena sehun oppa tidak pernah menganggapku sebagai sesaeng fans.
END~
Aku tahu, ffku ini terlalu gaje dan membuat kalian gak paham atau gak suka. Tapi aku sangattttt butuh komentar readers. Jebal…

 

15 thoughts on “I’m not a Sesaeng Fans

  1. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Jadi kepikiran bagaimana klo itu beneran bahwa sehun udah punya pacar dan pacarnya itu fansnya….
    *oh My God bunuh aja gue*

  2. babunya siitem dancing machine exo sama si tiang listrik yeol berkata:

    plis thor ane juga mau kok jadi pacarnya, atau kgak jdi istrinya bang chanyeol atau kai gtu *ngayal tingkat dewa
    daebak thor!!! ane suka ama ff nya

  3. Hwang Shin Young berkata:

    Daebakk,,,,
    Aku suda sm ceritanya
    Beruntung banget hyejin jd yeojachingunya oppa sehun,kenapa nggk aku(?)#plak

  4. JihaanXOXO berkata:

    Jd envy hiks.. klo yeoja korea sih msh punya harapan kaya gitu nah gue yg di indo … mana bisa heung envy jebal……😭😭😭😭😭😭

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s