FF : Story (Chap 9)

story 2

Tittle                          : Story

Author                        : Ohmija

Main Cast                   : – Lee Donghae

–      Im Yoona

–      Lee Hyukjae

–      Choi Minho

–      Park Yoochun

–      Seo Joohyun

–      Kwon Yuri

Support Cast             : – Lee Taemin

–      Jung Jessica

–      Kim Jaejoong

–      Choi Siwon

–      Kim Junsu

–      Hwang Tiffany

–      Choi Sooyoung

–      Lee Sunny

–      Jung Yonghwa

Genre                          : Romance, Friendship, a bit Action Comedy

Summary                    : “Jika eonnie memang mencintai Donghae oppa, harusnya eonnie berjuang. Jangan mengalah. Aku tidak suka melihat eonnie mengalah dan di marahi seperti tadi.”

Naeun masih terpaku saat telinganya mendengar sebuah ucapan jelas yang terdengar sangat dingin. Rasa bingung dan terkejut bercampur menjadi satu, membuatnya bahkan tidak bisa bergerak sedikitpun.

“Jadilah pacarku…”bisik Taemin.

Naeun mengerjap, masih mengumpulkan serpihan kesadarannya saat Taemin tiba-tiba mengulurkan tangan dan melingkarkannya di pundak Naeun sembari menarik gadis itu ke sisinya.

“Kami adalah sepasang kekasih sekarang.”

Naeun masih mendongak, menatap Taemin yang ada disebelahnya tanpa mampu mengeluarkan kata-kata apapun. Sama halnya dengan yang lain, mereka juga sangat terkejut dengan pernyataan cinta itu.

“Taemin, kau…” Yuri kehilangan kata-katanya.

“Kami pergi dulu.”

Taemin menarik lengan Naeun paksa dan menyeretnya pergi meninggalkan taman belakang rumah Yuri. Dibelakangnya, Naeun hanya bisa mengikuti langkah Taemin pasrah karena selain cengkraman Taemin begitu kuat, ia sudah tidak mempunyai tenaga lagi. Bahkan untuk menahan debaran jantungnya yang bekerja sangat cepat dari biasanya.

Taemin mendorong tubuh Naeun untuk masuk ke dalam mobil namun ternyata, kesadaran Naeun sudah kembali. Ia menepis tangan Taemin dan langsung berbalik menatapnya.

“Kau menciumku dua kali.”seru Naeun pelan. “Dan kau tidak pernah minta maaf padaku.”

Taemin menatapnya bingung, “kenapa aku harus minta maaf? Aku tidak menyakitimu.”balasnya enteng.

“Tidak menyakitiku, kau bilang?”suara Naeun mulai bergetar. “TIDAK MENYAKITIKU, KAU BILANG?!”

Taemin terkejut, “Ya, kenapa kau berteriak?”

“Dimatamu, sebenarnya aku wanita seperti apa? Apa bagimu aku adalah wanita yang mudah kau gunakan untuk kepentinganmu sendiri? Apa kau pernah memikirkan perasaanku?”

Taemin mengerjap bingung, “k-kenapa kau menangis?”

Naeun menghusap air matanya dengan lengan baju, menahan rasa sakit didadanya sambil menatap mata Taemin. “Kau hanya ingin memperlihatkan semua ini pada Seohyun eonnie, kan? Dan sekarang, semuanya sudah tercapai sesuai keinginanmu. Kau senang?”

Menatap Taemin sesaat dalam sorot kebencian, akhirnya Naeun berbalik pergi meninggalkan Taemin. Masih dengan air mata yang terus merembes dari matanya, ia meninggalkan Taemin yang perlahan merasakan rasa bersalah teramat dalam di hatinya.

***___***

“Sebenarnya aku sedikit khawatir dengan Taemin dan Naeun. Sepertinya hubungan mereka tidak berjalan dengan baik.”seru Yuri yang sedang sibuk mencuci piring.

Dibelakangnya Jessica mengangguk, “tadi malam keduanya tidak terlihat bahagia.”

“Apa Taemin masih belum bisa—“

“Jangan bicara yang tidak-tidak.”potong Jessica seperti bisa membaca pikiran Yuri. “Biarkan saja. Aku rasa Naeun adalah gadis yang tepat untuk Taemin. Dia sangat baik.”

“Naeun memang baik. Tapi nasib Naeun benar-benar sial karena mendapatkan pria seperti Taemin. Dia masih terlalu kekanak-kanakan dan sepertinya suka bertindak seenaknya pada Naeun.”

Jessica terkekeh, “sudahlah. Kita lihat saja nanti bagaiamana akhirnya. Aku ingin ke kampus sekarang, mau menitip bekal makan siang untuk Minho?”

Yuri mengangguk, mengeringkan tangannya yang basah dengan lap lalu memberikan plastiK putih berisi kotak bekal Minho pada Jessica. “Tolong berikan ini pada suamiku. Setelah ini dia harus bekerja, aku khawatir dia tidak sempat makan.”

“Aigoooo, aku iri sekali.”

Yuri terkekeh, “kalau begitu segeralah menikah dengan Eunhyuk.”

“Menikah? Kami bahkan belum menyelesaikan kuliah kami. Hal itu masih terlalu jauh. Aku pergi dulu. Bye.”

****___***

Seperti biasa, Donghae, Yoochun dan Minho memasuki kelas mereka bersama setelah berpisah dengan Eunhyuk dan Junsu di koridor. Sudah ada Tiffany ditempatnya, namun Donghae bersikap seolah-olah dia tidak melihatnya. Tidak bisa dipungkiri memang, yeoja itu sangat cantik. Benar-benar cantik dengan kulitnya yang putih bersih. Tidak kaget jika kini dia menjadi wanita yang paling diincar oleh seluruh laki-laki di universitas, termasuk Minho yang sangat sering menggodanya.

Seperti pagi ini, dengan rasa percaya diri yang tinggi, ia menjatuhkan diri didepan Tiffany.

“Hai..”sapanya tersenyum lebar. “Wanita cantik tidak sepantasnya bersedih di pagi hari. Mau aku temani?” ia memulai rayuannya membuat Donghae dan Yoochun hanya berdecak sambil geleng-geleng kepala.

“Pergilah. Wajahmu semakin merusak pagiku.”ketus Fany membuang wajah, ditempat mereka, Yoochun dan Donghae tertawa terbahak-bahak.

Minho hanya merengut, dengan langkah-langkah gontai kembali ke tempat duduknya.

“Diam. Jangan mentertawakanku.”serunya

“Bodoh. Jika Yuri noona—“

“Yah yah yah, dia pasti akan membunuhku.”ia berujar malas, sudah sangat menghapal kata-kata Donghae.

***___***

Yoona berjalan di koridor kelasnya dengan membawa tumpukan buku pekerjaan rumah. Karena ketua kelas tidak masuk, wali kelas memberikannya tugas untuk mengumpulkan buku-buku pekerjaan rumah para murid dan membawanya ke ruang guru.

Meminta bantuan Seohyun, mereka yang kini menjadi teman sekelas bertambah semakin akrab. Beruntung sekali, Yoona juga terbantu karena kejeniusan Seohyun yang dengan cepat mampu memahami semua pelajaran.

“Harusnya sonsengnim menyuruh murid pria, bukan kita.”rutuk Yoona tergopoh membawa tumpukan buku itu.

Seohyun tertawa kecil, “Karena eonnie menjabat sebagai sekretaris kelas jadi sonsengnim menyuruh eonnie.”

“Tapi aku adalah wanita.”

“Wanita yang kekuatannya sejajar dengan laki-laki.”balas Seohyun cepat membuat Yoona langsung mendelik.

Seohyun kembali tertawa, “Aku pikir eonnie harus lebih sering merawat diri sekarang. Harus lebih bersikap seperti seorang wanita.”

Kening Yoona berkerut, “maksudmu?”

“Hanya mengingatkan. Tiffany eonnie benar-benar cantik.”

“Ya! Kau menakutiku?!”

Seohyun menggeleng, “hanya memperingatkan.”

Yoona terdiam, lantas kembali memalingkan wajahnya ke depan. Seohyun benar. Jika dipikir-pikir, selama ini dia memang selalu bersikap seperti laki-laki, bahkan nyaris seperti Yuri yang terkenal sangat galak itu. Dia jarang merawat diri, pergi ke salon juga hanya untuk memotong rambut, tidak lebih.

BRUG

Tiba-tiba Yoona menabrak seseorang, membuat buku-buku yang dibawanya berserakan di lantai. Yoona terkejut.

“Maaf, aku tidak melihat jalan.”serunya langsung membungkuk lalu memunguti buku-bukunya.

“Tidak apa-apa. Harusnya aku yang minta maaf. Aku sibuk memperhatikan lingkungan sekitar sehingga tidak melihatmu ada didepanku.” Pria itu ikut berjongkok, membantu Yoona memunguti buku-buku. “Biarkan aku yang membawanya. Sepertinya kau keberatan.”

Yoona menggeleng, “tidak. Aku bisa membawanya. Sungguh.”

“Tidak boleh.” Pria itu tetap bersikeras. “Ibuku bilang, aku tidak boleh membiarkan wanita membawa barang-barang yang berat. Biarkan aku membawanya.” Dia tersenyum, dan Yoona tidak memungkiri jika senyuman itu mampu membuatnya terpesona selama 5 detik. Senyuman itu indah, dan terlihat sangat tulus.

“Eonnie.”panggil Seohyun membuyarkan lamunan Yoona. “Ayo.”ajaknya, kini tumpukan buku-buku yang dibawanya juga diambil alih oleh pria tinggi itu.

Berjalan bersisian, Yoona semakin membenarkan jika pria yang sedang berjalan disampingnya itu adalah pria yang tampan. Bukan hanya dia, tapi sepanjang perjalanan, tak jarang gadis-gadis yang menoleh kearah mereka. Sudah pasti, gadis-gadis itu tidak mungkin memperhatikan dirinya ataupun Seohyun. Mereka pasti memperhatikan pria itu.

“Beruntung sekali. Aku tersesat dan tidak tau dimana letak ruang guru. Akhirnya aku tertolong.”

“Kau tersesat?”tanya Yoona bingung.

“Yeaah, aku murid pindahan dari Busan. Ini adalah hari pertamaku.”

Mata Yoona melebar kaget, “Benarkah?”

Dia mengangguk, “kenapa? Apa aku tidak terlihat seperti murid pindahan?”

“Tidak, Hanya saja kau terlihat mudah untuk berinteraksi dengan orang lain.”

“Haha, itu salah satu kelebihanku. Terima kasih.”

Mereka sampai di ruang guru, setelah memastikan jika buku-buku pekerjaan rumah sudah tertumpuk rapi di meja wali kelas, Yoona dan Seohyun mengucapkan terima kasih pada pria itu sebelum akhirnya pergi. Sedangkan pria itu harus tetap tinggal untuk mendapatkan pengarahan.

“Tunggu.” Tiba-tiba pria itu berlari keluar, berdiri di pintu ruang guru membuat Yoona dan Seohyun seketika menoleh. “Kita belum berkenalan. Aku Chanyeol. Park Chanyeol. Dan kau?”

Yoona tersenyum tipis, “Aku Lee Yoona.”

***___***

Matahari mulai meninggi terik saat pelajaran Matematika berlangsung di kelas Taemin. Tidak, dia tidak mengantuk atau merasa bosan seperti murid yang lain. Tapi hatinya merasa gelisah. Ada seseorang yang ditunggunya untuk membuka mulut dan mengajaknya mengobrol seperti biasa.

Menatap orang itu dengan gerakan samar, Taemin terus menunggu. Kini, dia baru menyadari jika dia memang telah membuat kesalahan. Seseorang yang biasanya mengganggunya dengan menanyakan hal-hal yang tidak penting kini hanya diam. Bahkan tidak menoleh sedikitpun. Dia diam, seperti batu.

“Kerjakan soal-soal itu dengan teman sebangku kalian. Kumpulkan besok lusa di mejaku. Mengerti?”

“Ndeee.”koar murid-murid sekelas lalu membereskan buku-buku mereka untuk bersiap pulang.

Taemin masih memandangi Naeun yang juga tengah sibuk memasukkan alat-alat tulisnya ke dalam tas. Hatinya berdebar, merasa seperti pengecut yang tidak berani mengatakan keinginannya sendiri.

‘Bodoh. Apa yang kau lakukan Taemin? Cepat katakan.’gumamnya dalam hati merutuki dirinya sendiri.

Jari-jari Taemin bergerak, bersamaan dengan gerakan Naeun yang begitu cepat. Dia bahkan sudah selesai memasukkan semua buku dan alat tulisnya. Sebentar lagi… Sebentar lagi dia akan pergi..

Ia meremas celananya semakin keras, berusaha keras menggerakkan tangannya agar menahan yeoja itu.

Dan akhirnya, setelah menarik napas panjang, ia meraih tas ranselnya dan berlari keluar mengejar langkah Naeun yang sudah sampai di koridor. Dengan tiba-tiba, mengulurkan tangannya dan memutar tubuh yeoja mungil itu agar menghadap kearahnya, membuat Naeun sangat terkejut.

“Nanti malam, di rumahku. Kita kerjakan bersama.”

Naeun menatap Taemin tajam, “Aku akan mengerjakannya sendiri. Kau tenang saja.”

Taemin langsung menggeleng, “Tidak. Kita kerjakan bersama.”

“Aku tidak mau bersamamu. Bisakah?”

Mata Taemin sontak membulat, “mwo?”

Naeun melepaskan cekalan Taemin di tangannya kasar, setelah memberikan tatapan kesal padanya sesaat, akhirnya ia berbalik pergi. Meninggalkan Taemin yang hanya berdiri diam menatapi punggungnya hingga menghilang.

***___***

Anak baru itu bernama Park Chanyeol. Pria tinggi dengan senyuman mematikan yang mampu membawanya menjadi pria paling diincar di sekolah dalam jangka waktu kurang dari satu hari.

Penerus Donghae, Minho dan Yoochun. Juga sejajar dengan Taemin yang juga menempati posisi yang sama. Hanya saja, Park Chanyeol bukanlah seorang brandalan yang ditakuti oleh murid-murid, dia justru termasuk kedalam seorang murid yang ramah dan mudah akrab dengan orang lain. Berbanding terbalik dengan Taemin yang kini berubah dingin dan sulit didekati.

Dia menjadi teman sekelas Yoona sekarang. Berbeda dua deret ke kanan dari meja Yoona dan Seohyun.

Sepanjang pelajaran hingga sepulang sekolah pun banyak murid-murid perempuan yang masih membicarakannya, termasuk Yoona dan Seohyun yang tidak luput dari ketampanan Chanyeol.

“Ku dengar dia sudah terkenal sejak di sekolahnya dulu.”

“Darimana eonnie tau?”

“Min Ah memberitahuku, salah satu temannya yang berada dikelas lain pernah menjadi teman SMP Chanyeol. Banyak wanita yang mengaguminya. Tidak heran jika dia juga menjadi terkenal disini.”

“Memang tampan, tapi tidak setampan Yoochun oppa.”balas Seohyun.

“Tsk, Donghae oppa juga sangat tampan.” Yoona tidak mau kalah.

Seohyun tersenyum geli, “dimana Donghae oppa? Bukankah dia bilang mau menjemput eonnie?”

“Ah, molla. Mungkin sebentar lagi. Bagaimana denganmu? Apa Yoochun oppa menjemputmu?”

Seohyun menggeleng, “tidak. Dia harus bekerja. Aku akan pulang sendiri nanti.”

“Ikut saja dengan kami. Kita pulang bersama.”

“Aniyo. Aku harus ke toko buku. Aku akan pulang sendiri.”

“Issh, kau selalu melibatkan dirimu dengan buku-buku menyebalkan itu.”

“Oema bilang aku harus banyak belajar.”

Langkah keduanya terhenti tiba-tiba saat melihat seseorang yang mereka kenal keluar dari mobil. Sontak, detik itu juga mata mereka membulat lebar karena wanita yang sedang berjalan kearah mereka itu adalah Tiffany. Calon tunangan Donghae.

Yoona menelan ludah, wajahnya tidak terlihat menyenangkan. Dia pasti akan marah.

“Ada yang harus ku bicarakan padamu.”ketus Tiffany tanpa basa-basi.

Tanpa sengaja, Yoona menggenggam erat tangan Seohyun. “Eonnie… tentang apa?”balasnya gugup.

“Aku adalah tunangan Donghae dan kau pasti mengetahuinya. Aku hanya memintamu untuk menjauhinya.”

Tatapan mata Tiffany nyaris membuat nyali Yoona menciut. Matanya terlihat sinis dan menakutkan. Membuat Yoona langsung menunduk tanpa sadar.

“Aku hanya akan memberikan peringatan padamu satu kali. Jauhi Donghae!”ia membentak diakhir kalimatnya. Menatap sengit Yoona sesaat, Tiffany lalu mendorong pundaknya kesal.

Yoona termundur, namun seseorang dengan sigap menangkapnya dari belakang.

“Hey, bertengkar itu bukan hal yang baik.”sebuah suara berat terdengar di belakang Yoona, ia menoleh. Matanya melebar saat ia menemukan Chanyeol yang tengah mengangkap tubuhnya, cepat-cepat ia berdiri. “Noona-nim, jangan berlaku kasar. Tidak baik.”serunya lagi sembari tersenyum lebar.

“Ada apa ini?” Tiba-tiba Donghae juga muncul, dan langsung terkejut saat melihat tangan Chanyeol yang masih melingkar di pundak Yoona. “Ya! Berani sekali kau menyentuh pacarku!”

“Oppa!” Yoona menahan tubuh Donghae sebelum dia salah paham pada Chanyeol.

“Siapa namja ini?! Kenapa kau membiarkannya memelukmu?!”

“Bukan. Bukan begitu.”

“Hyung-nim, maaf. Sepertinya kau sudah salah paham.” Chanyeol mencoba menjelaskan.

“Hah? Hyung?! Aku bukan kakakmu!” teriak Donghae masih emosi.

“Oppa, hentikan.”cegah Yoona lagi.

“Apa wanitamu seperti ini, Lee Donghae? Berpelukan dengan namja lain tanpa sepengetahuan dirimu.” Tiffany memanasi.

Mata Yoona melebar, ia mengibaskan tangannya panik. “Tidak. Oppa tidak seperti itu.”

“Ya! Eonnie jangan memfitnah Yoona eonnie seperti itu!” Seohyun akhirnya bersuara. Ia benar-benar kesal melihat perlakuan Tiffany pada Yoona yang benar-benar seenaknya. Ia menarik kerah jaket Donghae ke belakang hingga membuat Donghae termundur. Donghae terperangah.

“Donghae oppa, wanita ini memfitnah Yoona eonnie. Bahkan mendorong pundaknya dan membentaknya. Dia bilang Yoona eonnie harus menjauhimu!” Ia melotot pada Donghae membuat Donghae sedikit takut lalu mundur ke belakang. “Harusnya, kau memarahinya! Bukan memarahi Yoona eonnie ataupun Chanyeol. Chanyeol menolongnya tadi! Huh! Harusnya kau menjemput Yoona eonnie lebih cepat!”

Donghae mengerjap, juga Yoona yang nyaris ternganga melihat perubahan Seohyun yang bergitu drastis. Ini adalah pertama kalinya Seohyun bisa memarahi orang lain, bahkan membentaknya.

“Baiklah nona cantik, sekarang kita harus pulang.” Tiba-tiba Yoochun muncul dan menarik lengan Seohyun. Dia melemparkan senyum geli pada Donghae yang masih terkesima sehabis dimarahi oleh Seohyun.

“Oppa? Kenapa oppa disini? Bukankah oppa bilang—“

“Tiba-tiba aku ingin bersamamu jadi aku memutuskan untuk membolos.” Ia tersenyum manis, lalu berpaling menatap Tiffany yang terlihat sangat kesal. “Dan kau Tiffany-ssi, sebaiknya kau pulang sekarang. Jangan mengacaukan hubungan orang lain.”

“Hubungan orang lain?! Dia adalah tunanganku!”

“Ya! Jangan pernah membentak pacarku! Dasar wanita galak!” Seohyun mendorong pundak Fany, kekesalannya semakin menjadi-jadi.

“Apa? Kau mengataiku apa?!” Fany sudah bergegas akan membalas dorongan Seohyun namun Chanyeol lebih dulu melompat ke belakangnya dan menahan tubuh wanita cantik itu.

“Noona-nim, jangan bertengkar disini.”bisiknya sambil memegangi kedua lengan Tiffany.

“Dasar wanita menyebalkan! Aku akan memukulmu! Lepaskan aku!”

Mata Seohyun membulat, ia juga akan menyerang Tiffany tapi Yoochun buru-buru memeluk tubuhnya dari belakang.

“Kau yang tidak tau malu! Kau mengganggu pacar orang lain!”

“Seohyunnie, hentikan. Hey… kalian menjadi pusat perhatian.”bisik Yoochun.

“Pacar orang lain?! Dia tunanganku!”

“Bukan! Kalian bahkan belum bertunangan!”

“Arrrggghhhhh…” Donghae berteriak frustasi menghadapi situasi menyebalkan ini. Semuanya berteriak. Semuanya mengumpat. Dan semuanya tidak mau mengalah. Saat berkelahi, perempuan yang lembut sekalipun terlihat sangat menakutkan. “Bisakah kalian berdua diam, huh?! Kalian membuatku sakit kepala!”

“Hey, ada apa?” Siwon muncul dengan ekspresi bingung. Dan keningnya semakin berkerut saat dia melihat Chanyeol berdiri didekatTiffany. “Dan kenapa kau memegang tangannya?”

Chanyeol langsung melepaskan pegangannya karena mengira Siwon adalah pacar Tiffany, “oh maaf. Hanya menahannya.”

“Ada apa?”tanya Siwon masih bingung.

“Kenapa kau bisa muncul juga?”sengit Donghae menumpahkan kekesalannya pada Siwon.

“Dia menghubungiku. Menyuruhku untuk datang secepatnya.” Siwon menunjuk Yoochun.

“Tapi baguslah, bawa pulang dia. Dia membuatku sakit kepala.”

Tiffany terkejut saat dia mendengar ucapan Donghae, “Lee Donghae!”

“Arrrgghh, jangan berteriak lagi!”

“Hey, jangan membentaknya!”balas Siwon sambil menarik Fany ke belakang tubuhnya. Dia tidak terima karena Donghae membentak Tiffany seperti itu.

Donghae menghela napas panjang, berusaha menahan-nahan kesabarannya. “Baiklah Choi Siwon, saudaraku. Bisakan kau membawanya pulang sekarang?” ia mengulang ucapannya, kali ini bernada lembut namun dibuat-buat.

Siwon ingin sekali memukul Donghae sekarang, namun dia memilih untuk menahan diri karena mereka sedang berada di tempat umum. Akhirnya ia berbalik, menatap Tiffany sambil tersenyum lembut.

“Kita pulang ya?”

Tiffany menggeleng sambil cemberut, “tidak mau. Aku mau mendengarnya berjanji dulu padaku.”

“Siapa yang kau suruh… hfffpt… hffpt..”

Yoochun membungkam mulut Seohyun agar dia tidak bersuara lagi.

“Oke? Aku akan mengantarmu pulang.”tawar Siwon lagi.

Akhirnya Tiffany menyerah, ia menghela napas panjang lalu mengangguk pasrah. Setidaknya, dia juga merasa kasihan pada Siwon yang terlihat sangat tulus itu.

Siwon tersenyum senang, dan menerima kunci mobil yang diberikan oleh Tiffany padanya. Menatap Yoona tajam sesaat, akhirnya Tiffany mengikuti langkah Siwon dan masuk ke dalam mobil.

Setelah mobil itu bergerak menjauh, Donghae menghela napas panjang namun masih merasa kesal dengan kejadian tadi.

“Ya, mau apa kau masih disini? Kau juga pergi!”bentak Donghae menyadari jika Chanyeol masih berdiri bersama mereka.

Walaupun mendapat bentakan seperti itu, Chanyeol tetap tersenyum lebar. Sepertinya apa yang dikatakan oleh teman-teman sekelasnya memang benar. Chanyeol tipe orang yang sangat ramah terhadap orang lain.

“Yoona, aku pulang dulu. Kita bertemu lagi besok. Annyeong”

Ia melambaikan tangannya dan tersenyum pada Yoona. Membuat Donghae semakin merasa kesal. Ia menganggap jika Chanyeol sedang tebar pesona didepan Yoona sekarang.

Apa-apaan senyum itu? Dan kenapa dia bilang akan bertemu lagi?

“Jangan bertemu dengan namja itu lagi!”

Yoona mengerjap, “bagaimana bisa? Dia adalah teman sekelasku.”

“Suruh dia pindah kelas!”

Yoona termundur seketika, “Aissh, oppa! Kenapa berteriak?!”

“Aku benci melihat senyumannya yang terlihat seperti orang bodoh itu!”

“Ya, memangnya kenapa jika dia tersenyum? Dia terlihat tampan. Tidak seperti oppa yang selalu marah-marah.”

Mata Donghae membulat seketika, “mwo?!”

Yoona kembali mundur, kali ini sambil menutup kedua telinganya dengan telapak tangan. “Ya! Oppa berteriak lagi.”

“Issh, kau yang terlihat seperti anak kecil sekarang, Donghae.”ujar Yoochun geleng-geleng kepala.

Donghae menarik napas panjang, “sudahlah. Bawa yeojachingu-mu pulang. Dia sangat menakutkan.”

“Menakutkan bagaimana? Oppa tidak membela Yoona eonnie sama sekali. Ya, jika oppa membuat Yoona eonnie menangis, aku juga akan memukul oppa!” Seohyun kembali mengancam sambil menyipitkan matanya membuat Yoona dan Yoochun tertawa geli.

Kemudian, Yoona menghampiri Seohyun, mengulurkan tangan dan menggenggam tangan seseorang yang sudah ia anggap seperti adiknya itu, “Seohyun-ah, gomawo. Kau bahkan berubah menjadi seperti ini karena membelaku.”

Seohyun tersenyum, “eonnie, Sica eonnie dan Yuri eonnie bilang, aku harus menjagamu karena kau pasti akan lemah saat menghadapi situasi seperti tadi. Yaah walaupun aku tau kau sudah berjanji pada Tiffany eonnie, tapi aku rasa hal ini berbeda. Kau tidak mengetahui jika tunangannya adalah Donghae oppa…”

“Aku bukan tunangannya!”potong Donghae yang hanya mendapat cibiran dari Seohyun.

“Jika eonnie memang mencintai Donghae oppa, harusnya eonnie berjuang. Jangan mengalah. Aku tidak suka melihat eonnie mengalah dan di marahi seperti tadi.”

Yoona tersentuh, “Seohyun-ah…”

“Pikirkan ucapanku dengan baik. Aku pulang dulu. Annyeong.”

Seohyun melompat naik ke kursi belakang motor besar Yoochun lalu meninggalkan Donghae dan Yoona yang masih memandang mereka hingga menghilang di belokan. Setelah mereka menghilang, Yoona masih saja berdiri disana. Dia benar-benar terharu.

“Hey, ayo pulang.” Donghae menepuk pundak Yoona lalu menggandeng lengannya menuju mobil.

Namun, Yoona menarik lengannya kembali dan menggeleng, “bagaimana jika kita ke bukit?”

Donghae menoleh, menatap Yoona dengan kening berkerut, “bukit? Kenapa tiba-tiba mengajakku kesana?”

“Hanya tiba-tiba ingin berjalan-jalan sebentar.”

Donghae menuruti kemauan Yoona yang tiba-tiba memintanya untuk berjalan-jalan. Keduanya menuju sebuah bukit, tempat yang hanya diketahui oleh mereka berdua. Juga menjadi tempat bersejarah yang dulunya mempertemukan mereka setelah lama terpisah.

Tempat itu tidak berubah. Masih rindang dan terasa sejuk. Batu besar yang sering mereka duduki juga masih terlihat kokoh, mengambang di sungai tenang. Yoona dan Donghae duduk diatas batu itu sambil merendam kaki ke dalam sungai yang mengalir dibawah mereka.

Disamping Yoona, Donghae menatap sisi wajah Yoona dengan kening berkerut. Hari ini dia terlihat sedikit aneh.

“Apa yang terjadi denganmu?”

Yoona yang sedang sibuk menghirup udara segar disana, berpaling dan menoleh kearahnya. Ia tersenyum lebar.

“Sudah ku bilang aku hanya ingin berjalan-jalan.”

Donghae menggeleng, “bukan. Bukan itu maksudku. Tapi kau terlihat aneh. Seperti… kau marah padaku?” ia menebak.

“Marah? Kenapa aku harus marah?”

“Maaf, aku bukannya tidak membelamu tadi. Hanya saja—“

“Jadi oppa berpikir tentang itu?”potong Yoona. Kemudian ia tersenyum lembut. “Tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu.”

Mendengar ucapan Yoona, Donghae menjadi semakin merasa bersalah. Terbiasa? Apa selama didekatnya, dia selalu diintimidasi?

“Kenapa? Harusnya kau melawan, kan?” Ia menunduk, lalu berpaling menatap sungai.

Salah satu alis Yoona terangkat, “Mwo?”

“Saat di SMU, kau tidak pernah melawan ketika mereka menyakitimu. Dan sekarang? Kau juga seperti itu. Apa aku tidak berarti apapun? Kenapa kau tidak terlihat seperti akan mempertahankanku?” Ia tersenyum kecut, masih tetap tidak membalas tatapan Yoona. “Aku selalu mempertahankanmu mati-matian, bahkan didepan oema. Karena bagiku kau sangat berarti. Tapi kenapa kau tidak melakukan hal seperti itu juga?”

“Oppa—“

“Tidak apa-apa.”potong Donghae cepat. Ia menggeleng pelan, lalu membalas tatapan Yoona. “Aku tetap menyukaimu walaupun kau tidak pernah menunjukkan perasaanmu.”

***___***

Sepasang muda-mudi itu telah keluar dari sebuah toko buku setelah satu jam berada didalamnya. Belum memutuskan untuk pulang ke rumah, keduanya berjalan-jalan didaerah Myeongdong sambil melihat-lihat.

“Jadi oppa yang menghubungi Siwon oppa dan menyuruhnya untuk datang?”

Yoochun mengangguk, “Sebenarnya aku sudah berada disana sejak lama. Tapi, aku memutuskan untuk tetap bersembunyi saat Tiffany datang.”

“Kenapa?”

Ia tertawa kecil, “aku rasa aku tidak perlu menghampiri kalian. Bukankah namja tinggi itu sudah menjadi pahlawannnya?”

Kening Seohyun berkerut, “maksud oppa Chanyeol?”

“Yah, siapapun namanya.” Yoochun mengendikkan bahu.

“Dia adalah murid baru dikelasku dan Yoona eonnie. Dia sangat baik dan juga ramah.”

“Lalu? Menyukainya?”

Pertanyaan Yoochun langsung membuat Seohyun menghentikan langkah kakinya tiba-tiba, lalu menoleh kearah Yoochun. “Apa maksud oppa? Menyukainya? Tentu saja tidak. Aku bahkan baru mengenalnya.”

“Lalu jika kau sudah lama mengenalnya?” Yoochun menyeringai.

“Ya, apa yang oppa pikirkan sebenarnya? Mencoba menggangguku, huh?”

Yoochun tertawa geli saat melihat ekspresi cemberut Seohyun, “sejak kapan yeojachingu-ku menjadi galak dan menakutkan seperti ini? Apa Yuri dan Jessica sudah meracunimu?”

“Jangan berkata seperti itu.”balas Seohyun menarik napas panjang. “Hanya saja, jika aku lemah, tidak ada yang bisa melindungi Yoona eonnie.” Suaranya melirih.

Yoochun tersenyum, mengulurkan tangannya lalu memutar pundak Seohyun agar menghadap padanya.

“Hey dengar, walaupun Donghae sedikit kekanak-kanakkan tapi dia bisa melindungi Yoona dengan baik. Kau tidak perlu khawatir.” Ia sedikit membungkuk, menghusap lembut pipi bulat Seohyun.

“Melindungi bagaimana? Bahkan tadi—“

“Donghae pasti mempunyai pertimbangan tentang itu, Seohyunnie.”potong Yoochun. “Aku mengenal sahabatku.”lanjutnya yakin.

Seohyun hanya terdiam, tidak menjawab apapun lagi seperti yang selalu ia lakukan saat Yoochun sedang meyakinkannya. Yah, walaupun ia sedikit khawatir tentang hubungan Yoona dan Donghae sekarang, tapi Yoochun benar. Donghae pasti bisa melindungi Yoona dengan baik.

Yoochun mengacak rambut Seohyun membuatnya berpaling, “inilah Seohyunku. Berhati lembut dan selalu memikirkan hal-hal tentang orang lain. Aku sangat mencintaimu.” Kemudian ia membungkuk, bergerak cepat saat melakukan hal yang nyaris tidak pernah terpikirkan oleh Seohyun. Palstik bukunya terjatuh dari tangannya, tepat di celah yang tercipta antara kaki mereka.

Angin berhembus secara teratur, siang itu juga tidak terlalu panas. Ditengah-tengah orang-orang yang sedang sibuk berlalu-lalang, sepasang muda-mudi itu menarik perhatian. Terutama bagi dua orang wanita yang baru saja keluar dari supermarket itu. Saat menyadari jika muda-mudi itu adalah kenalan mereka, mereka langsung berteriak histeris.

“KALIAN BERCIUMAN?!!!!”

***___***

“Apa yang kau lakukan? Bodoh! Harusnya kau melawannya!” Yoona langsung menjauhkan telinganya saat Eunhyuk mengomelinya setengah berteriak. Bahkan melebihi suara acara televise yang sedang mereka tonton. “Kau ini adikku. Harusnya kau berani sepertiku. Bukan menjadi pengecut seperti itu.”

Yoona mendesah kecil, disandarkannya punggungnya pada sandaran sofa lalu memasang wajah kusam. “Apa Donghae oppa marah padaku? Bahkan sejak dia mengantarku pulang tadi, dia belum juga mengirimiku pesan atau menghubungiku.”keluhnya uring-uringan.

“Bukan marah tapi kecewa.”ralat Eunhyuk. “Jika aku menjadi Donghae, mungkin aku sudah memutuskanmu.”

Mata Yoona langsung membulat lebar, “Oppa!”

“Wae? Kau pikir laki-laki mana yang tahan menjalin hubungan dengamu? Kau bahkan sangat kaku dan terlihat tidak mempertahankan hubunganmu. Aku juga laki-laki, jika pacarku bersikap seolah-olah aku tidak berarti, aku pasti sangat kecewa.”

Yoona semakin merasa putus asa, ia meringkuk di tangan sofa sambil membenamkan wajahnya di dalam bantal.

“Aku harus bagaimana? Aku juga mencintainya.”

“Bodoh, kenapa kau menangis?” Eunhyuk menarik lengan Yoona, memaksanya untuk bangun.

Yoona menghusap air matanya dengan punggung tangan, “lalu aku harus bagaimana?”tanyanya lagi.

“Tentu saja mempertahankannya. Kau harus berani. Datanglah dan hadapi yeoja yang bernama Tiffany itu lalu katakan dengan lantang, ‘Donghae adalah pacarku. Jangan coba-coba mendekatinya lagi atau aku akan menghajarmu!’ begitu.”

Yoona langsung menggeleng, “Mwo? Aku berbeda dengan oppa. Aku bukan pembuat onar.”

Eunhyuk mendelik, “apa maksudmu dengan pembuat onar?! Itu namanya berani!” ia membela diri.

“Aaaaaaah, eottokhae?” Yoona menendang-nendang kakinya di lantai.

“Sudahlah. Terserah padamu. Jika kau begini terus, mungkin saja Donghae akan meninggalkanmu.”seru Eunhyuk santai sambil berlalu membuat Yoona berteriak kesal,

“Oppa!”

***___***

“Diamlah!”rutuk Yoochun kesal karena sejak tadi dia selalu saja menjadi bahan ejekan oleh Yuri, Jessica, Junsu dan Minho. “Memang apa salahnya jika aku menciumnya? Dia adalah yeojachinguku!” ia membela diri, berpaling untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“Tapi kau menciumnya didepan umum! Apa tidak ada tempat lain yang lebih romantis untuk melakukannya, huh? Pwahahahaa” Minho masih tertawa geli.

“Aku bahkan sampai syok saat melihatnya. Kalian begitu berani!”tambah Yuri.

“Dan bukankah itu adalah ciuman pertama kalian? Whoa! Akhirnya setelah enam bulan, kalian melakukannya!” Junsu memberikan ibu jarinya pada Yoochun, namun detik berikutnya tertawa geli bersama Minho.

“Ya! Kau mau aku menghajarmu?!”rutuk Yoochun semakin kesal.

“Donghae-yaa, kenapa kau diam saja? Tidak mau mengejek Yoochun?” Jessica menoleh kearah Donghae yang daritadi hanya duduk dia sambil tertawa.

Donghae menggeleng pelan, “aku justru iri.”serunya yang membuat semuanya langsung menelan habis tawa mereka dan menoleh kearahnya dengan kening berkerut. “Bukankah sangat romantis jika melakukannya di depan umum? Mereka berdua terlihat cocok dan mencintai satu sama lain.”

Sahabat-sahabatnya sangat mendengar nada kesedihan yang terselip didalam ucapannya, dibalik senyuman tipisnya. Membuat mereka langsung mengetahui jika sesuatu telah terjadi.

Yoochun menjatuhkan diri disampingnya, menepuk pelan pundak Donghae yang terus memandang kosong kearah televisi.

“Apa ada sesuatu yang terjadi antara kalian? Kau dan Yoona baik-baik saja, kan?”

Donghae menggeleng pelan, lalu membenamkan wajahnya ke dalam bantal. “Tidak ada yang terjadi.”

Merasa khawatir, Yuri juga mendekatkan dirinya pada Donghae. “Donghae-yaa, gwenchana?”

Namun Donghae masih tetap menggantung jawabannya. Ia menghela napas panjang dan berat lalu mendesah putus asa, “entahlah…”

***___***

Semalaman Yoona benar-benar menghabiskan waktunya untuk menangis di dalam kamar. Memikirkan tentang ucapan-ucapan jahat Eunhyuk yang tanpa disangka mampu mempengaruhi kepalanya. Bahkan, membuatnya enggan mengerjakan tugas Matematika yang harus dikumpulkan besok.

Pikirannya benar-benar kacau. Membuatnya memustukan untuk bangun di jam 5 pagi dan pergi ke kamar mandi. Masih ada banyak waktu yang tersisa sebelum jam sekolah datang.

Setelah membersihkan dirinya, Yoona berjalan mendekati lemari baju. Tekadnya sudah bulat. Semalaman dia menghabiskan waktu untuk memikirkan bagaimana caranya dan akhirnya dia akan melakukannya hari ini. Harus. Jika dia tidak mau kehilangan Donghae.

Wanita berkaki jenjang itu tidak mengambil baju seragamnya, melainkan menjatuhkan pilihan pada dress sederhana berwarna putih yang terlihat cantik dengan kulitnya. Tidak lupa juga dia memakai cardigan berwarna merah muda untuk melindunginya dari udara dingin. Musim panas memang sudah datang, tapi angin masih berhembus lumayan kencang.

Berdiri didepan cermin, Yoona membiarkan rambut hitam gelombangnya tergerai alami. Hanya sedikit membubuhkan bedak dan mengoleskan lipgloss agar penampilannya terlihat alami.

“Yoona-yaa, kau adalah Lee Yoona yang berani. Kau harus melawannya. Hwaiting!”

Setelah menyemangati dirinya di depan cermin, ia menoleh saat mendengar ponselnya berdering. Ternyata dari Yoochun. Jam 2 pagi tadi, Yoona memang mengirimnya pesan untuk menanyakan jadwal kuliah mereka hari ini.

Kenapa kau mengirimiku pesan di jam 2 pagi?

Jam 7 nanti kami mempunyai kelas. Aku sedang bersiap-siap agar tidak terlambat.

Bodoh. Cepat selesaikan masalah kalian.

Yoona mendesah panjang, “bahkan Yoochun oppa juga mengatakannya.”

Ia menghela napas sekali lagi lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas. Bergegas pergi ke suatu tempat secara diam-diam. Menuruni anak-anak tangga, dia tidak menemukan Eunhyuk di manapun. Sepertinya masih terlelap di kamarnya karena hari ini dia mendapat kelas pada jam 11 siang.

Matahari bahkan masih belum muncul saat Yoona sudah berjalan menuju halte bus. Pagi itu terlihat cerah namun terasa dingin. Di halte juga tidak terlihat orang-orang sama sekali. Sepertinya Yoona terlalu pagi untuk naik bus.

Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan kaki sambil melihat-lihat keadaan sekitarnya. Mampir sebentar ke sebuah supermarket untuk membeli roti dan minuman ringan.

Tak lama, saat ia sudah mulai kelelahan, barulah dia memutuskan untuk menghentikan taksi dan memerintahkan supirnya untuk menuju ke Universitas, tempat dimana Donghae menuntut ilmu.

Dia sampai di tempat itu dengan jantung yang berdebar-debar. Sempat berhenti beberapa saat dan terpaku di depan gerbang karena rasanya kakinya terasa sangat lemas untuk berjalan.

Selama ini, Yoona memang cukup sering pergi ke tempat ini untuk menemui Donghae ataupun Eunhyuk. Namun dia tidak pernah sekalipun pergi ke kelasnya. Karena itu, dia terlihat sangat bingung saat harus mencari Donghae disana.

“Jogieyo~”sapanya pada seorang wanita yang lewat.

Wanita itu menoleh, “Yee?”

“Maaf, tapi apakah kau mengenal Lee Donghae?”

Wanita itu mengerutkan kening, “Lee Donghae? Maksudmu namja tampan yang sering bermain bola bersama Minho dan Yoochun itu?”

Yoona terkejut, “Ha? Ahh… Yee.. Kau mengenalnya? apakah kau tau dimana kelasnya?”

“Tidak ada yang tidak mengenalnya. Semua mahasiswi disini pasti mengenalnya.” Ia tersenyum lebar membuat Yoona merasa kesal.

‘Dasar. Masih saja dia mencari kesempatan untuk tebar pesona di belakangku.’

“Tapi, siapa kau? Kenapa kau mencari Donghae?” Ia menatap Yoona bingung.

Yoona menggaruk belakang kepalanya. Sudah mengetahui jika popularitas Donghae masih seperti saat di bangku SMU dulu, dia tidak mungkin mengatakan jika dia adalah pacarnya. Mengatakan hal itu sama saja bunuh diri.

“Kau pasti mahasiswi baru yang juga mengincar Donghae.”tebak wanita itu. “Waah waah, kau bahkan membawa sarapan untuknya.” Ia melirik ke sesuatu yang dibawa oleh Yoona.

Mendengar itu, sebenarnya amarahnya meluap hebat dan ingin meledak. Namun terpaksa dia mengangguk.

“Yah seperti itulah…”

“Kelasnya ada di lantai dua. Disudut lorong yang dekat dengan tangga.”

“Terima kasih.”

Yoona mengangguk singkat lalu berjalan menuju lantai dua. Mengikuti arah petunjuk yang diberikan oleh mahasiswi tadi. Ia melihat sebuah kelas yang berada disudut lorong, juga berada dekat dengan tangga. Yoona yakin itu adalah kelas Donghae.

Senyumnya merekah lebar. Ia harus minta maaf dan membuat semuanya kembali seperti dulu lagi. Namun, saat ia sudah berada diambang pintu. Ia justru mendapatkan pemandangan yang mampu menyakiti hatinya.

Tiffany sedang duduk di kursi yang ada didepan Donghae dan duduk menghadap padanya. Menatapnya dengan senyuman paling indah sambil mendorong sebuah kotak bekal kearahnya. Dan… sepertinya Donghae tidak keberatan dengan hal itu karena dia hanya diam dan menerimanya begitu saja.

Di tempatnya, Yoona benar-benar geram. Tidak lagi mampu menahan kesabarannya seperti sebelum-sebelumnya. Kali ini cukup. Karena Donghae adalah namjachingu-nya.

“Bisakah kau menjauh dari namjachingu-ku, Tiffany ssi?!”desis Yoona tajam membuat seisi kelas langsung menoleh. Terutama Donghae yang langsung terperangah ditempatnya.

“Yoona?!”jerit Minho terkejut melihat Yoona sudah berdiri di pintu kelasnya dengan wajah yang menyeramkan. Lalu ia menoleh kearah Donghae dan Tiffany. Scene yang membuat Yoona mempunyai alasan untuk marah besar sekarang.

“Kenapa? Kenapa aku harus menjauhi tunanganku?” Tiffany berdiri, balas menatap Yoona kesal.

Seketika ruang kelas menjadi riuh setelah mendengar pernyataan Tiffany. Semuanya terperangah. Bukankah Donghae sudah mempunyai pacar? Kenapa tiba-tiba anak baru itu mengaku jika dia adalah tunangannya?

“Astaga, jadi Donghae sudah punya tunangan?”

“Tunangannya adalah Tiffany?”

“Mereka cocok. Tampan dan cantik.”

“Lalu bagaimana nasib wanita itu? Dia juga tak kalah cantik.”

Dan banyak lagi bisikan-bisikan yang dikeluarkan oleh mereka membuat Tiffany tersenyum penuh kemenangan karena sebagian besar membela dirinya.

Tangan Yoona mengepal di sebelah tubuh. Wajahnya benar-benar terlihat menyeramkan membuat Minho dan Yoochun menjadi merasa ngeri. Selama ini, ini adalah pertama kalinya mereka melihat Yoona menjadi seperti ini. Kenapa dia dan Seohyun berubah sedrastis ini?

Ia berjalan dengan langkah-langkah panjang. Beberapa detik mencapai tempat duduk Donghae, tiba-tiba ia melakukan perbuatan yang lagi-lagi mampu membuat semua orang terperangah hebat. Ia membuang kotak bekal yang diberikan Tiffany tadi ke lantai, lalu menatap tajam kearahnya.

“Dengar, aku tidak perduli jika kau adalah tunangannya atau bukan, Aku juga tidak perduli jika kalian telah dijodohkan atau tidak. Selama ini dia adalah pacarku dan kami sudah bersama dalam waktu yang cukup lama. Jangan coba-coba merebutnya dariku!”

“Kau berani mengancamku?!”bentak Tiffany tidak terima.

“Yah, aku mengancammu! Jadi jangan coba-coba untuk mendekati namjachingu-ku lagi mengerti?!”balas Yoona tak kalah meninggi. Kemudian ia berbalik ke belakang, menarik salah satu lengan Donghae dan memaksanya untuk berdiri. “Ikut aku sekarang!”

Donghae mengerjap bingung, “k-kemana?”

Namun Yoona tidak memperdulikannya, terus menarik Donghae dan membawanya pergi dari sana. Sesampainya di pintu kelas, ia berhenti sesaat. Kembali mengancam para mahasiswi yang langsung menelan ludah. “Aku tidak hanya mengancamnya, tapi kalian juga. Jadi jangan coba macam-macam denganku!”

TBC

 

 

47 thoughts on “FF : Story (Chap 9)

  1. Cicil berkata:

    Woaaahhh Yoongie ama Seohyunie keren bangeeettttt. Jadi garang gini eon._. Ternyata Yuri sama Jessica punya pengaruh yang bagusXD Eunhyuk oppa juga, kata”nya nusuk tuh tapi jadi motivasi buat Yoona supaya berani. Donghae yanh sabar yaaa, Yoona pasti menunjukan cintanya kok ke kamuu.

    Dan Naeun, jangan dingin gituuuu yah, bantuin Taemin juga buat move on walaupun aku pikir kesannya jadi kayak dimanfaatin doang.
    Aku nungguin dari hari minggu /nangis di pojokan/ akhirnya terjawab juga update ff nya. Keep writing ya eon! Jaga kesehatan juga! ^○^)9

  2. emaesa berkata:

    nah naeun jadi pendiam gtu kan,, taemin sih ya sesuka hati nyium naeun .. rasain dah tu😀
    wkwkwk yoona sama seohyun jadi galak gtu .. bagus2 ..
    semua kaget liat perubahan sikap yoona ..
    yoona harus lebih protek dikit tuh sama hae .. tiffany biar ga makin ngelunjak kkkkk
    lanjut author

  3. yoongexofwn^^ berkata:

    Aku udah lama nunggu ff nya ini thor, hiks lama bgt updatenya..
    penasaran niihh.
    aku suka chap ini, keren.. ditambah ada chanyeolnya jg. Kyaa jd pmnis deeehh ^^
    Bnyin moment romance mrka dong.,
    pelase update cpt dong, udh pnsran bgt. Hihi
    keep writing and fighthing:)

  4. Rani berkata:

    aku samapai lupa cerita terakhir dari ff ini hehe sangking lamanya

    wah yona sama seohyun berubah drastis dr lembut jadi garang cuma gara2 cowok hehehe
    wahh salut sama keberanian yona akhirnya dia bisa membuat semua yakin klo donghae itu milik dia

    hah menunggu lanjutanya

  5. Exoka_ berkata:

    Orang yg mudah bergaul? Pas baca itu, langsung mikir ke chanyeol, eh bener. Wkwk. Kayaknya kalo ada chanyeol bakal ngakak!😄

    Yoona & Seohyun tadinya malu malu kucing, eh jadi serem banget. Haha. Bagus bagus, lanjutkan untuk membela kebenaran/?

    Next chap ditunggu thor~

  6. eilistha berkata:

    yoona ma seo skapnya brbah jdi lbh berani lbh suka ma krakter mrka yg berani ngelawan..
    dan ku hrap hubungan yoona ma donghae baik baik saja..
    d tnggu lnjtan nya..

  7. vhiibby berkata:

    Addu smpe jmuran nunggu klanjutan ff ini. Hhe
    suka bnget ma part ini soalna yoona ma seohyun jdi galak. Hhe. Buat chanyeol suka yoona biar gnti donghae yg klabakan masa yoona trus yg cmburu. Hho. Next part jgan.lama” yaa.. Pnasaran bnget soalna.🙂

  8. saniharu berkata:

    wah, yoonseo bener2 dah ketularan yulsic ni^.^
    kyaknya si chanyeol suka sma yoona ya?
    gak apa2 de, biar buat donghae cemburu. Masa donghae mulu yang direbutin cewek>,<

  9. yoonhae ina berkata:

    huaaaa daebak yoona, akhirnya dia bisa marah juga hehe kocak deh sama seohyun dan yoona mereka jadi berubah drastis. tapi ngeri juga sih sama mereka berdua soalnya ga pernah liat ada scene yoona sm seo marah biasanya juga yuri yg marah

  10. Yoonri berkata:

    Sumveh ga bisa nahan ngakak waktu 3 cewek itu berantem, eh bukan, cuma 2 cewek ding😀
    Donghae siwon yoochun chanyeol juga konyol, bayanginnya pasti ruame bgt itu😀 somvlak weeh~😀
    Yeyy! Himsen yoona beraksi, semangat yoongie ! Singkirkan semua cewek yg bakal ngerebut donghae😀
    Ciyee yg mulai care sama naeun, cepet baikan deh🙂

  11. Dilla berkata:

    Jadi suka ama yoona yg skrang lbih brani dan tegas..
    Tiffany ngeselin nih..
    Lnjutin dong..
    Jngan lama2 dong d post aku udah lama nih nunggu ff ini..

  12. Rahma berkata:

    Waaah ada chanyeol pasti seru, itu aja hae cemburu liat chanyeol megang2 yoona wkwkwk..
    Dan salut sama him yoona, gitu dong yoona berani ngelawan tiffany jgn mau ngalah terus..
    Lanjut ya thorrr :3

  13. dh berkata:

    Woooaaaahhhh yoona keren, gitu dong pertahanin donghae oppa, makin seru aja nih… Ditunggu kelanjutannya, fighting!

  14. im pizza berkata:

    widiihh..keren bngt SeoYoon kkkk…klu mrah trnyta parah juga ya haha…tp seru d part ini..emosinya dapat :3

  15. Priharini_Erika berkata:

    aigooo.. yoong serem amat kalo lagi marahh, tapii tetep suka sama sifatnya yg kek gini daripada lemah terus, pan kasian dimainiin(?) terusss sama tifanny … ditunggu part selanjutnya yah thorr… fighting!!

  16. regina berkata:

    hohoho… Yoona marah Donghae berhati hatilah, jg buat cewek2 yg mo deketin namchinnya jgn macem2 di tanduk ntar, Fighting Yoona🙂

    Keren ffnya thor, di tgg part selanjutnya Fighting buat authornya ^^

  17. maya luoxi berkata:

    huwahh yoona eonni seohyun eonni daebak ,,, itu baru adiknya eunhyuk oppa…
    ku harap tdk ada lg yg memgganggu hub yoonhae^^
    dan yeol oppa, welcome^^

  18. Mony berkata:

    keren sekarang yoona eonni uda berani ngelawan tiffany…
    perjuangkan eonni… ^^
    jangan mau di ancam terus sama tiffany…

    yoona eonni mau ngebawa donghae oppa kmn ??
    semoga setelah ini masalah mereka selesai semua…
    dan semoga siwon oppa bisa ngatasi tiffany…

    bagaimana klnjutannya taemin dan naeun ??
    apa taemin bkln jatuh cinta sama naeun ??

    d tunggu klnjutannya….
    jgan lama” thor uda penasaran nhi…. I am wait ^^

  19. Ariesta berkata:

    Akhirnxa yoona mw jga perjuangkan donghae! Bagus tuh sikapx yoong sama seo jg temanx yg lain jd motivasi bwt yoona. Yoona harus lebih protektif lagi ma hae biar tifany tw klw hae cuma milik yoona. Next jgn lama2 ya thor! Nungguin banget ne ff,,, fighting! Cepat dilanjut!

  20. Ariesta berkata:

    Stlh ditunggu2 muncul jg ne ff.
    Akhirnxa yoona mw jga perjuangkan donghae! Bagus tuh sikapx yoong sama seo jg temanx yg lain jd motivasi bwt yoona. Yoona harus lebih protektif lagi ma hae biar tifany tw klw hae cuma milik yoona. Next jgn lama2 ya thor! Nungguin banget ne ff,,, fighting! Cepat dilanjut!

  21. ziieziie berkata:

    uwaaa, sukasukasuka bgt sm scene yoonseo marah”, ga nyangka serem jg hehe.
    yo teruskan. mrka hrs byk bljr buat lbh serem sm eunyulsic lol.

    eh, yongseo romantis jg wkwk berani bgt kisseu dtmpt rame😄

    itu dongek mau diseret kmna? ya, smga hbngn mrka mkn kuat kyk lem

  22. faem berkata:

    yakkkkkk apa-apaan koq tbc,, lgi seru2 bacaaaaa

    iiiiiihhhh thor kau selalu bisa membuatku kehilangan katakata
    #lebay hehhehe

  23. Dwi syifa berkata:

    Wooooaaaa itu cewe2 serem banget ..
    Scene taemin naeun nya ko sedikit bgt thor ??
    Lanjut terus thor
    taeun nya di bikin romance yah😀
    fighting

  24. iis solihat berkata:

    Wawww
    Daebakkk
    Pengaruh yuri eoni dgn jesica eoni
    Emg kuat bnget
    Smpe yoona eoni dgn seohyun oeni
    Bisa seseram itu
    Kereennnnnn

  25. Arianti Bachdim berkata:

    wah,, seohyun galak bner
    next part klo yoona brantem ama tiffany buat lebih rame lagi
    udh yoona nya jdi galak,,
    ada yuri, ada jessica, ada eunhyuk..
    siwon biarin aja bela tiffany
    rame bner pasti !!!
    huh,, jdi pgen ikut dlm crita ne!!

  26. LoveLy_pyRos berkata:

    aq mpe deg2an bca’y yoona ma seo bner2 kren..!? seo yg bgtu poLoz kLo marh serem jg ya bgtu pun…!? donghae n yoochun hRz hti2 nie…!? tp,sYng Lg seru2 bca adegn yoona yg Lg marh mLh tbc…!? dtnggu part sLnjut’y

  27. inggridanjani berkata:

    waaaah keluar juga ini lanjutannya. kereeeen aku pas baca seo marah jadinya penasaran sama lucu. tapi pas yoong yg marah jadinya keren hahaha. ditunggu lanjutannya

  28. elyyoonaddictpyro85 berkata:

    Haaaaa…wah ternyata petuah dari eunhyuk berhasil orang oppa sama pacarnya aja penguasa sekolah yoong pasti punya keberanian yang tinggi juga dong cuman selama ini masih tertidur aja hiiii…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s