Arts Room

Arts Room

 
Nama : Nam Hae Rin

Judul Cerita : Arts Room

Tag : EXO’s Do Kyungsoo, Apink’s Jung Eunji

Genre : School, Friendship, Horor

Rating : T

Length : One-Shot

Catatan Author :

Annyeong, ini oneshoot pertama Author. Mohon komentar dan sarannya. Terima Kasih ^^

 

Summary :

“Kau lihat tatapan Ahjussi penjaga sekolah tadi? Dia benar-benar mengerikan bukan? Kenapa ia menatapku begitu tajam? Aigoo Museoppta”, ujar Kyungsoo yang benar-benar ketakutan karena ia terlihat membulat-bulatkan matanya.

 

>> Sore hari disebuah sekolah di pinggiran kota Busan

 

Sekolah adalah hal paling menyenangkan bagi seorang Jung Eunji. Dia sangat mencintai belajar dan hal-hal lain yang membuatnya ingin tau. Hari-hari yang ia lalui hanya untuk belajar, berorganisasi dan membantu ibunya di toko. Jung Eunji adalah siswi berprestasi yang mendapatkan kesempatan untuk bersekolah di sekolah yang hanya diisi oleh anak-anak orang kaya Busan.

 

Sore itu Eunji sudah selesai membereskan perlengakapannya dan bersiap untuk pulang kerumah dan kembali membantu ibunya di toko. Eunji keluar dari kelasnya dan berjalan menyusuri koridor sekolah. Tiba-tiba ia mendengar langkah dari belakangnya, Eunji pun menoleh kebelakang.

 

“Ya!! Do Kyungsoo!! Kau berusaha menakutiku lagi hari ini??”, pekik Eunji pada namja yang mengikutinya sedari tadi.

 

“Jung Eunji, bisakah kau sedikit lebih sensitif? Aku mengikutimu karena aku takut berjalan sendiri di koridor sekolah kita ini”, jawab Kyungsoo meneriaki Eunji.

 

“Apa? Kau takut? Anak orang kaya sepertimu bisa takut juga? Hahaha”, ujar Eunji yang kini terlihat bahagia.

 

Kyungsoo hanya memasang death glarenya yang menghentikan tatapan mengejek Eunji.

 

“Kau pasti tidak tau mengenai cerita menyeramkan yang menjadi topik utama di kelasku”, ucap Kyungsoo yang mencoba untuk memperjelas ketakutannya.

 

“Cerita apa? Coba ceritakan padaku”, tanggap Eunji yang kini penasaran.

 

“Pastikan kau tidak akan memelukku karena kau ketakutan”, jawab Kyungsoo dengan santai.

 

Kini giliran Eunji melemparkan death glarenya pada Kyungsoo.

 

“Tiga tahun yang lalu, sebelum kita masuk ke sekolah ini, ada seorang siswi yang meninggal di ruang kesenian yang berada di ujung koridor ini. Gadis ini sering pulang telat dari sekolah karena ia suka bermain piano di ruang itu sebelum pulang”

 

“Gadis itu meninggal dengan tragis, banyak bekas memar di wajahnya saat mayatnya ditemukan. Rumor mengatakan bahwa, penjaga sekolah inilah pelakunya, karena ia merasa terganggu dengan gadis yang selalu pulang telat itu, akhirnya ia memutuskan untuk memperingati gadis itu dengan menyiksanya, tapi ia malah membunuhnya”

 

“Polisi tidak menemukan bukti valid untuk menangkap penjaga sekolah itu, akhirnya kasus itu ditutup karena kurangnya bukti-bukti pembunuhan”

 

“Nah, menurut teman-teman sekelasku, arwah gadis itu selalu duduk di depan ruang kesenian itu, ia selalu melambaikan tangannya pada orang yang melihatnya, ia ingin meminta bantuan untuk membukakan pintu ruang seni, agar ia bisa bermain piano lagi”, cerita Kyungsoo yang mengakhiri ceritanya.

 

Eunji tampak biasa saja saat Kyungsoo mengakhiri ceritanya. Kyungsoo penasaran dengan ekspresi Eunji yang datar.

 

“Kau tidak takut Eunji ah?”, tanya Kyungsoo yang memecah keheningan.

 

“Menurutku cerita itu terlalu dilebih-lebih Kyungsoo ya. Tapi kau berhasil membuat bulu kudukku berdiri”, jawab Eunji yang kini terlihat sedikit takut.

 

Eunji dan Kyungsoo pun melewati ruang seni yang ada dalam cerita horor Kyungsoo tadi, mereka berdua hening, berjalan secepat mungkin agar cepat melewati ruangan tersebut. setelah sampai gerbang sekolah, Kyungsoo menarik nafasnya dalam, sedangkan Eunji hanya tertawa melihat perilaku temannya itu.

 

Di Gerbang sudah ada penjaga sekolah yang siap untuk menutup gerbang tersebut, Eunji dan Kyungsoo berlari dengan cepat dan akhirnya berhasil melewati gerbang. Penjaga sekolah itu tinggi seperti Choi Hongman Ahjussi, berwajah mirip tokoh Tuan Flicth dalam Harry Potter movie, ia benar-benar sosok yang menakutkan.

 

“Gamsahamnida ahjussi, kami akan pulang lebih awal lain kali”, kata Eunji yang kini menunjukkan senyumnya pada sang penjaga sekolah.

 

Penjaga sekolah hanya diam dan menatap Kyungsoo dengan tatapan kosong yang mengerikan, Kyungsoo menatap Eunji yang kemudian mengedikkan bahunya.

 

>> Perjalan Pulang Eunji dan Kyungsoo

 

Perjalan pulang mereka habiskan untuk melanjutkan kisah horor yang tadi mereka ceritakan.

 

“Kau lihat tatapan Ahjussi penjaga sekolah tadi? Dia benar-benar mengerikan bukan? Kenapa ia menatapku begitu tajam? Aigoo Museoppta”, ujar Kyungsoo yang benar-benar ketakutan karena ia terlihat membulat-bulatkan matanya.

 

Eunji hanya tersenyum melihat ekspresi Kyungsoo, kemudian mengedikkan bahunya tanda bahwa ia juga tidak tau kenapa.

 

Kyungsoo sampai di Halte Bus terdekat, “Eunji ah”, panggil Kyungsoo.

 

“Wae?”, tanya Eunji.

 

“Ani”, jawab Kyungsoo yang kemudian memberikan senyum perpisahan yang tidak dapat Eunji definisikan.

 

Eunji kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya yang tinggal beberapa puluh meter dari halte. Rumah Eunji berada di pinggiran kota, ia tinggal di sebuah ruko, bagian atas ruko mereka gunakan sebagai tempat tinggal, dan bagian bawahnya menjadi sebuah toko accessoris.

 

>> Rumah Eunji

 

Malam ini toko tidak terlalu ramai, ibu Eunji mengizinkannya untuk beristirahat karena ia pulang terlalu sore hari itu. Seperti biasa Eunji mengerjakan tugasnya dan membaca buku-buku pelajarannya. Tiba-tiba telepon rumah keluarga Jung berdering.

 

“Ye, kediaman keluarga Jung, Toko Accessoris dengan harga terjangkau”, jawab Eunji.

 

“Eunji ah, kau tau Kyungsoo baru saja ditemukan meninggal di ruang seni sekolah kita? Katanya ia meninggal dua jam yang lalu? Pada jam pulang sekolah Kyungsoo belum juga pulang kerumah, orangtuanya khawatir dengan keberadaan Kyungsoo dan akhirnya orangtuanya memutuskan untuk memeriksa ke sekolah”, kata suara dari seberang telepon.

 

DEG. Bulu kuduk Eunji berdiri, ia menjatuhkan gagang telepon rumahnya, ia benar-benar ketakutan sekarang. Eunji sangat yakin bahwa tadi sore ia baru saja berbincang dengan Kyungsoo, bagaimana bisa Kyungsoo ditemukan telah meninggal dunia. Eunji segera meminta ibunya untuk mengantarkannya ke sekolahnya.

 

>> Sekolah

 

Mereka sampai di sekolah dan sekolah terlihat sudah begitu ramai. Eunji menerobos kerumunan orang-orang yang ada dan tiba di depan sebuah kantung mayat. Eunji membuka kantung mayat itu, ia mengenal wajah itu. Itu adalah namja yang baru saja berbincang dengannya sore tadi, Kyungsoo. Wajah Kyungsoo memar dimana-mana persis seperti anak permpuan yang meninggal tiga tahun yang lalu itu, namun wajah yang pucat memberikan senyum yang sama dengan senyum terahir Kyungsoo tadi.

 

Eunji bertanya-tanya, apakah ini ulah Ahjussi penjaga sekolah?? Eunji kehabisan kata-katanya ia hanya terpaku di depan mayat sahabatnya itu. Ia kembali membatin, apakah yang berbincang denganku itu arwahnya Kyungsoo?? Apakah ia ingin memberitahukan bahwa pelakunya adalah Ahjussi penjaga sekolah??

 

Ia terus memasang puzzle-puzzle yang kini berserakan dalam pikirannya, tanpa ia sadari sebulir cairan hangat mengalir dari sudut matanya.

 

Ahjussi penjaga sekolah menatap Eunji dari seberang. Eunji menangkap pandangan yang diberikan Ahjussi penjaga pintu. Ahjussi itu tersenyum pada Eunji, senyuman itu lebih mirip senyuman yang seolah mengatakan ‘Kau siap jadi yang selanjutnya?’. Eunji ketakutan, iya tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Ahjussi itu. Eunji berteriak, ibunya memeluknya, kemudian membawa Eunji keluar dari kerumunan orang-orang.

 

(END)

 

 

11 thoughts on “Arts Room

  1. chocolatefrostcoffie berkata:

    bagus ff tapi aga gantung endx bikin squel dong thor…..🙂 seru aq suka genrex…😉

    • namhaerin berkata:

      Ne Gomawoyo komentar nya.
      Kalo buat sekuel kaya nya susah ya, krn ide awal ny mmg buat oneshoot🙂

  2. Mia berkata:

    Huweee seneng baca ff kyungsoo sama eunji tapi ending’a tragis bin sad, kyungsoo harus rela meninggalkan jasadnya. Hiks hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s