2 Sides [2/4]

FF 2

Tittle               : 2 Sides

Author           : Irestu

Main Cast     : Kai (EXO)

Taemin (SHINee)

Krystal (Fx)

Other Cast    : Lami (SMRookies)

Sulli (Fx)

Genre                        : Romance, Fiksi, Little Comedy, Friendship

Rate                : 15

Lenght           : 4 chapter

 

Anyoong… makasih banyak lagi buat adminnya yang udah ngepublish ff ini.. maaf kalo ada typo ataupun ceritanya aneh hehe selamat membacaa, jangan lupa comment yaaa

“kai?” akhirnya yeoja itu mengeluarkan sebuah nama

“wae?” tanya namja itu lurus dan dingin

Mendengar itu yeoja itu hanya bisa menghembuskan nafasnya sabar. Iapun tersenyum “aku akan keluar” tuturnya.

Iapun keluar tanpa berkata apa-apa lagi, meninggalkan namja yang masih berbaring sambil memandanginya dengan tajam itu. Lengan yeoja itu masuk ke dalam sakunya untuk mengambil ponsel.

Setelah nada sambung berakhir iapun berbicara “katakan pada guru jongin, bahwa dia tidak akan mengambil pelajaran hari ini. Telepon juga taemin untuk datang ke sini”

 

Jam pelajaran belum di mulai. Beberapa siswa masih terlihat berkeliaran di koridor untuk sekedar bercanda dengan teman-temannya. Tak tertinggal seorang yeoja cantik yang langsung menarik perhatian beberapa namja yang ada di koridor. Ia berjalan tanpa memperdulikan berpasang-pasang mata yang memperhatikannya itu.

Terutama karena ia sedang berjalan di koridor kelas seniornya. Ia jarang sekali merambah daerah ini. Namun kali ini ia sedang ada keperluan untuk mencari seseorang. Hingga ia sampai di sebuah kelas, di atasnya tertuliskan 3-1.

Krystal melongokkan kepalanya ke dalam kelas yang pintunya terbuka itu. mencari sesosok namja yang belakangan ini mulai di kenalnya.

“kau..” tiba-tiba terdengar sebuah suara.

Krystal menoleh dan mendapatkan seorang namja yang krystal yakin adalah seniornya.

“kau mencari siapa?” tanya namja itu bertanya pada krystal

“oh sunbenim, apa taemin sunbaenim ada?” tanya krystal langsung

Ekspresi namja itu terlihat kaget. Ia belum pernah melihat yeoja cantik ini ke di daerah kelasnya. Dan sekarang ia datang untuk mencari temannya taemin.

“taeminie?” tanyanya. Krystal mengangguk “aku dengar ia tidak akan masuk hari ini”

“nde?” kaget krystal “waeyo? Apa dia sakit?”

Namja itu menggeleng bingung “entahlah, tapi katanya ia tidak akan masuk”

Krystal menghembuskan nafasnya “baiklah terimakasih sunbaenim” senyumnya sambil membungkukkan badan dengan sopan.

Sambil kembali ke kelasnya krystal masih bingung dengan alasan kenapa taemin tidak masuk sekolah. Padahal hari ini ada latihan, jika taemin tidak masuk karena sakit ia tidak akan punya teman di tempat latihan.

Tadinya ia akan memberikan jaket jongin kepada taemin. Tapi sepertinya ia akan mengembalikannya sendiri di tempat latihan nanti.

 

^_^

 

“eomma!” seru seorang gadis cilik yang cantik itu sambil berlari menuju ibunya

“eo lami-yah, kau sudah pulang sekolah” ibunya tersenyum sambil menyambut anak keduanya itu.

“eomma, lihat ini” lami menyodorkan sebuah kertas di hadapan ibunya

“ini apa?” tanya ibunya sambil tersenyum. Ia menarik putrinya itu untuk duduk di sampingnya.

“paba, ini oppa. Aku menggambar jongin oppa” senyumnya ceria “mirip kan?”

Ibunya langsung terlihat kaget. Ia memandang anak perempuannya itu dengan senyum yang mendadak kikuk. Tapi akhirnya ia mengangguk “sangat mirip”

Lami tersenyum senang mendengar perkataan ibunya itu. Ia sangat menyayangi oppanya itu. Ia selalu menjadikan kakaknya seseorang yang selalu ada baginya dan selalu baik padanya.

Tugas di sekolah tadi adalah menggambar pahlawan dan orang yang dikagumi. Begitulah bagi lami, kakaknya adalah seseorang yang sangat ia kagumi.

Gadis cilik itu berdiri dengan semangatnya

“kau mau kemana?” tanya ibunya

“oppa ada di kamarnya kan? Aku ingin menunjukkan ini juga padanya” senyum lami

Mata ibunya langsung membulan “andwae!” serunya

Lami langsung menoleh dengan bingung “wae?”

“mmm oppa sedang sakit. Jadi jangan ganggu dia dulu ya. biarkan dia istirahat di kamarnya untuk beberapa waktu. Dan kau sebaiknya ikut ibu sekarang” tutur ibunya cepat-cepat

“kemana? Bukankah oppa sedang sakit? Kenapa eomma pergi keluar?”

“ada taemin oppa yang menemani oppamu. Jadi ayo kita keluar untuk membeli makanan enak kesukaan oppa” ajak ibunya tersenyum. Ia langsung menggait tangan mungil lami dan mengajaknya keluar rumah

Di saat seperti ini tidak baik membiarkan lami berada di sekitar oppanya, atau bisa dibilang namja itu.

 

^_^

 

Di kamar, asap mengepul dan menyesakkan. Dengan cepat seorang namja dengan perawakan kecil dan cantik langsung menuju jendela. Membukanya dengan lebar untuk membiarkan pertukaran antara udara bersih dan asap rokok

“ya! apa yang kau lakukan? Mataharinya menyilaukan kau tahu?” seru seseorang lagi yang sedang asyik dengan rokoknya

“mianhae, tapi asapnya terlalu banyak” jawab namja itu “mau berapa banyak lagi kau merokok?”

“apa pedulimu? Ya! lee taemin kau juga harus merokok sebagai seorang namja” namja berkulit agak gelap itu langsung melemparkan sekotak rokok kepada taemin

Yang di lakukan taemin hanya memandang bungkus rokok itu “aku tak akan menggunakan sesuatu yang tidak baik untuk tubuhku” tuturnya. Ia langsung duduk di hadapan namja itu

“kai! Kau juga seharusnya menghentikan kebiasaanmu ini. Ini tidak baik untuk tubuh” tambah taemin

Kai hanya memandangi namja di hadapannya itu dengan tajam “jangan berani-berani kau menyuruhku melakukan atau tidak melakukan apapun. Kau pikir kau siapa?”

Taemin menundukkan kepalanya, ini memang saat yang berat. Namun ia tahu ini hanya sebuah kesalahan. Jika bukan dia, siapa lagi yang bisa mengatasi ini? Yang namja di hadapannya miliki hanya dua yeoja yang tidak berdaya. Sudah sewajarnya jika dia yang harus mengatasi ini

“kau sekarang juga tidak masuk sekolah karenaku. Bagus! Aku menyukai itu” senyum kai

“ya! tapi aku tidak menyukai itu. Aku harus sekolah dengan baik agar aku bisa lulus” ketus taemin

“lalu apa peduliku?” tanya kai. Wajahnya masih saja dingin dan keras

“nanti malam ayo kita ke club” ajak kai

“mwo? Kita baru 18 tahun. Apa kau pikir kita di perbolehkan masuk ke sana?” tanya taemin

“ya! kau bodoh sekali. Aku tak mengerti kenapa orang ini mau berteman denganmu” kekeh kai “kau tidak perlu mengatakan umurmu yang sebenarnya. Aku punya uang jadi tenang saja”

“itu bukan uangmu” tegas taemin “dan ini bukan tubuhmu”

“nah justru itu. Selagi aku berada di sini. Aku harus memanfaatkannya sebaik mungkin” kai memberikan smirk-nya yang menyeramkan

Taemin membuang mukanya “hentikan kebiasaan burukmu, aku kasihan pada tubuhmu”

“kau menghawatirkan temanmu? Aku yakin dia akan baik-baik saja” senyum kai. Ia menyandarkan kepalanya. “hanya dengan cara ini agar aku tidak jatuh tertidur”

“apa kau mau aku yang membuatmu tertidur?” tanya taemin. Matanya yang cantik berubah menjadi tajam. Terkadang ia memiliki sisi seperti ini dihadapan kai.

“wah kau tambah berani di depanku hah?” kekeh kai

“aku juga berteman denganmu sejak kecil. Untuk apa aku takut padamu?”

 

^_^

 

Detik jam terdengar sangat nyaring di dalam kamar yang sepi. Seorang berbaring tanpa bersuara. Namun matanya terbuka lebar. Rambutnya tersebar di atas kasur begitu saja. Wajahnya yang cantik terlihat sedang berfikir keras.

“dia juga tidak datang latihan” tuturnya pelan pada dirinya sendiri

“taemin sunbaenim tidak masuk, sepertinya dia memang sakit karena dia juga tidak datang latihan. Tapi kenapa jongin oppa juga tidak ada?” kening krystal berkerut-kerut mencari jawaban di dalam otaknya

Ia membalikkan tubuhnya menjadi menelungkup, sambil memeluk gulingnya ia memejamkan matanya. Menurutnya ini sedikit aneh jika tiba-tiba dua namja itu tidak masuk latihan. Apa karena taemin sakit jadi jongin menjenguknya dan ikut tidak masuk latihan? Apa itu tidak berlebihan?

Namun yang lebih anehnya kenapa ia harus memikirkan hal ini dengan serius. Sebenarnya apa yang ada di otaknya sehingga ia terus memikirkan namja itu. Awalnya ini hanya karena jaket yang ingin ia kembalikan. Tapi pada akhirnya kenapa ia jadi merasa kecewa saat tahu jongin juga tidak masuk untuk latihan?

Krystal menghembuskan nafasnya bingung. Sepertinya ia membutuhkan waktu untuk mengembalikan fikirannya. Ia meraih tasnya yang ada di bawah kasurnya. Mengeluarkan ponselnya dan langsung menekan beberapa nomor.

“yobseo sulli-yah, bagaimana jika nanti minggu kita berbelanja?”

 

^_^

 

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah yang mewah pula. Seorang namja berpakaian hitam-hitam langsung membukakan pintu belakang. Dan turunlah dua yeoja ibu dan anak.

Gadis kecil itu sudah terlihat lelah sambil di gandeng ibunya berjalan menuju rumahnya. Seharrian berbelanja tentu saja membuat seorang yeoja senang baik bagi orang dewasa maupun anak kecil.

“eo taemin goon” seru ibunya itu saat melihat seorag namja keluar dari rumahnya dan berjalan menuju mereka berdua.

Namja tampan dan sopan itu langsung membungkukkan badannya “kau sudah pulang eommonie” senyumnya

“ye” angguk yeoja itu

“semuanya baik-baik saja eommonie, jangan terlalu khawatir” tuturnya langsung tanpa menunggu yeoja itu bertanya

“gomapta taeminie, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan jika tidak ada dirimu” senyum yeoja itu

“oppa!” seru lami, ia memandang taemin dengan senyum cerianya kembali

“oh lami-yah, sudah lama tidak melihatmu” senyum taemin berubah menjadi namja yang penuh keceriaan setelah bertemu dengan anak kecil. Ia berjongkok agar tingginya sama dengan lami

Lami otomatis langsung menghampiri namja itu dan memeluknya “taeminie oppa, bagaimana dengan jongin oppa? Apa dia sudah baik-baik saja?”

Taemin tersenyum dan mengangguk “tentu saja, oppamu itu mempunyai tubuh yang kuat. Jadi dia akan segera sembuh”

Lami memajukan bibirnya dengan lucu “jika jongin oppa kuat. Kenapa dia sering sakit? Lami kan jadi tidak mempunyai kesempatan banyak untuk bermain dengan oppa. Bahkan oppa tak bisa masuk ke sekolah seperti taemin oppa. Sepertinya badanku bahkan lebih kuat daripada jongin oppa”

Taemin terkekeh “tentu saja, kau memiliki tubuh yang kuat dan juga wajah yang cantik. Jadi makanlah yang banyak, tumbuh tinggi dan menjadi yeoja yang cantik. Jadi jongin oppa nanti akan khawatir jika kau didekati namja nakal”

“taemin oppa bukan namja nakal kan?” tanya lami

“aku namja nakal, karena aku akan menciummu” seru taemin dan langsung mencium pipi gadis cilik itu “baiklah oppa akan pulang. Nanti kapan-kapan kita bermain lagi ya bersama jongin oppa” senyumnya

^_^

Seperti biasanya kantin terlihat penuh di saat jam istirahat. Semuanya terlihat menikmati makanan masing-masing. Mengisi perut yang protes karena menerima terlalu banyak pelajaran.

“ya!” seri seorang yeoja cantik dengan rambut sebahunya

“wae?” tanya temannya yang duduk di hadapannya

“kau kenapa? Dari tadi kau melihat kekanan-kiri. Kau mencari seseorang?” tanya sulli

Krystal menggeleng “apa kau pikir hari ini taemin sunbaenim masuk sekolah?”

Kening sulli langsung mengkerut bingung “apa maksudmu? Mana aku tahu? Memangnya aku ibunya? Memangnya kenapa?”

“kemarin dia tidak masuk sekolah, makanya aku menanyakan hal itu padamu” jawab krystal kembali fokus pada makanannya

“aish.. kau kemarin mencarinya, dan sekarang kau mencarinya lagi. Sebenarnya apa hubunganmu dengan taemin sunbaenim?” tanya sulli curiga

Mendengar itu makanan yang ada di mulut krystal langsung tertelan begitu saja. Membuatnya terbatuk dan langsung menyeruput minumannya “ya! apa yang kau fikirkan?”

“ya mana aku tahu. Kau tidak mengatakan apa-apa padaku” sulli melipat tangannya di depan dada

Krystal menarik nafasnya “dengar sulliku sayang. Aku dan taemin sunbaenim tak ada apa-apa. Aku hanya perlu berbicara padanya, karena ada barang yang harus aku titipkan padanya”

“barang?” tanya sulli

“krystal-ah!” tiba-tiba terdengar suara namja dari samping mereka. Saat menoleh mereka melihat namja yang sedang di bicarakan datang menghampiri mereka

“eo? Taemin sunbaenim” kaget krystal, ternyata dia masuk hari ini.

Taemin tersenyum menghampiri dua yeoja cantik itu. Di tangannya ada seuah nampan berisi makanan. “boleh aku duduk bersama kalian?”

“nde?” kaget dua yeoja itu

“aku anggap itu sebagai jawaban ia” seringai taemin dan langsung duduk bersama sulli dan krystal yang masih kaget. Bukan berarti mereka tak mau. Siapa yang tidak mau makan bersama namja yang populer di sekolah? Hanya saja mereka masih kaget dengan perkataan taemin yang tiba-tiba

“aku dengar kau mencariku kemarin” lanjut taemin “ada apa?”

“ah itu” ingat krystal “ia memang kemarin aku mencari sunbae, tapi subae tidak masuk”

Taemin mengangguk “ia aku tidak masuk, aku ada urusan”

“oh begitu, aku kira sunbaenim sakit. Karena sunbaenim juga tidak ada saat latihan” tutur krystal

“ani, aku tidak sakit” senyum taemin “lalu.. ada apa?”

“eemm.. jadi begini, tadinya kemarin aku mau menitipkan sesuatu pada taemin sunabenim. Tapi ternyata sunbaenim tidak masuk” jawab krystal

“menitipkan? Apa?”

“jaket” tutur krystal “ini jaket jongin oppa. Tadinya aku mau kembalikan sendiri saat bertemu di tempat latihan karena sunbaenim tidak masuk sekolah. Tapi ternyata jongin oppa juga tidak ada saat latihan” jelas krystal

Mata taemin sedikit membulat karena kaget. Namun ia langsung tersenyum “oh begitu” angguknya “ia dia juga ada urusan sepertinya”

“kalau begitu bisakah sunbaenim mengembalikan jekat ini padanya? Aku takut jongin oppa memerlukan jaket ini” tutur krystal

Taemin mengangguk “tapi.. kalau boleh tahu kenapa jaketnya ada padamu?” tanya taemin dan langsung membuat krystal bingung

“ah itu..” krystal menggaruk kepalanya yang tak gatal. “itu.. jadi waktu itu kita bertemu. Karena sudah malam dan aku masih memakai seragam jadi jongin oppa meminjamkannya kepadaku”

Mendengar itu taemin langsung tersenyum penuh arti “ah jadi begitu” angguknya

“ah.. jadi kau bukannya menyukai taemin sunbaenim, tapi temannya” tutur sulli langsung

“mwo?” kaget krystal “ya! apa yang kau katakan?”

Kekeh taemin langsung meledak “sudah-sudah.. makanlah. Apa kalian tidak takut bel masuk berbunyi? Ayo cepat makan makanan kalian” tuturnya menghemtikan pertengkaran dua yeoja itu

 

^_^

 

Kamar tidur luas itu terisi penuh oleh cahaya matahari yang menyegarkan. Mata namja itu terbuka perlahan akibat silaunya cahaya matahari. Setelah matanya terbuka penuh ia memandang langit-langit kamarnya

Otaknya memutar kembali kejadian semalam. Sebenarnya ia sangat lelah, bahkan sekarang saja ia lelah. Semalaman ia tidak bisa tidur karena ia muntah-muntah dan juga badannya menggigil. Sampai sekarang saja pandanagnnya masih terlihat beputar.

Ia tahu apa yang terjadi, hanya saja ia tidak tahu dengan tepat apa saja yang terjadi. Tubuh yang diambil alih tanpa sekeinginnya memang sungguh menyulitkan. Terutama karena ia yang harus menanggung semua akibatnya

Perlahan ia menurunkan kakinya ke lantai. Dan iapun langsung terkejut saat melihat ibunya tengah tertidur dengan lelapnya di atas sofa. Ya, ia juga ingat semalaman ibunyalah yang mengurusnya. Pastilah ia juga sangat lelah.

Jongin berjalan perlahan sambil membawa selimut. Dengan lembut ia menyellimuti tubuh ibunya itu, dan mengelus lembut pipi ibunya.

“eommaaaa!” seru suara gadis kecil dari luar. Mendengar itu jongin langsung bergegas keluar kamar dan menemukan lami, adiknya yang sudah berpakaian rapi untuk menuju ke sekolah

“oppa!” serunya langsung tersenyum saat melihat jongin yang masih terlihat berantakan dengan piyamanya

“oh lami-yah” senyum kai. Lami langsung berlari menuju jongin dan memberikannya pelukan erat

“apa oppa sudah sehat?” tanya lami

Jongin mengangguk “mm.. oppa sudah sangat baik setelah kau peluk”

“oppa, eomma di mana?” tanya lami “aku harus berangkat sekolah, tapi au belum pamitan pada eomma”

“eomma masih tidur, sepertinya ia sangat kelelahan karena menjaga oppa semalaman. Biarkan dia tidur ya” senyum jongin

Lamipun mengangguk dan tersenyum “baiklah kalau begitu oppa, lami berangkat dulu” tuturnya melepaskan pelukannya “ah ia, aku punya sesuatu yang mau aku tunjukkan pada oppa. Tunggu aku pulang sekolah ya oppa”

Jongin mengangguk “hati-hati jangan mau didekati namja nakal” seru jongin

“ah ia, taemin oppa bukan namja nakal kan?” tanya lami

“eo? Memangnya kenapa? Tentu saja bukan” jawab jongin

“baguslah karena taemin oppa semalam menciumku” senyum lami, iapun langsung melambai dan bergegas menuju mobil yang akan mengantarkannya ke sekolah

“aish.. anak itu. Berani-beraninya dia mencium adikku” kekeh jongin sambil menggelengkan kepalanya

 

^_^

 

Tak seperti biasanya ia membaca buku. Tapi karena memang tak ada lagi bisa ia lakukan, jadi dia hanya duduk sambil membaca majalah yang tergeletak di meja. Ibunya kembali bekerja setelah ia dengan susah payah mengatakan bahwa ia baik-baik saja.

Ibunya memang sangat khawatir padanya, dan itulah yang sangat ia benci. Ia tak bisa menjadi sebuah kebanggaan. Yang ia lakukan hanyalah menjadi pasien yang harus di khawatirkan sepanjang waktu

Sebuah mobil hitam berhenti di rumahnya. Senyumpun langsung mengembang di wajah jongin. Ia sudah tahu siapa yang datang. Dengan langkah panjangnya ia langsung menyambut orang itu

“lami-yah” serunya menyerbu adik kecilnya itu.

“oh oppa!” senyum lami senang melihat kakaknya sudah ada di hadapannya seperti ini “oppa benar-benar menungguku ya?”

“tentu saja. Apa kau tahu berapa lama oppa diam di sini dan menunggumu?” tanya jongin

Lami terkekeh “mianhae oppa”

Mereka berdua masu dan langsung duduk di sofa empuk dengan santai.

“bagaimana sekolahmu?” tanya jongin

Lami mengangguk “baik-baik saja. Aku kan anak yang pintar” senyumnya

“jinjja?” tanya jongin tersenyum mendengar perkataan adiknya

“oppa, lihat!” seru lami menunjukkan sebuah kertas

Sesaat jongin masih belum bisa membaca apa yang ada di kertas itu. Namun setelah beberapa detik matanya langsung mencair, senyumnya mengambanga. Di pandangnya adiknya itu “itu oppa?”

Lami mengangguk bersemangat “lihat! Miripkan” kini lami merapatkan kertas itu di samping wajah jongin

Kekeh jongin langsung terdengar “wah kau sangat pintar menggambar. Sangat mirip denganku, bahkan lihat kulitnya juga warnanya sama”

“saat teman-temanku melihat ini. Mereka mengatakan bahwa oppa sangat tampan” senyum lami

“jinjja? Wah bahkan hanya melihat gambarannya saja mereka bilang oppa tampan? Apalagi jika mereka melihat oppa secara langsung ya” kekeh jongin. Ia langsung memeluk adiknya itu “gomawo karena kamu menggambarku”

“mwo? Kenapa oppa berterimakasih?” bingung lami

“ani” geleng jongin “bagaimana jika sebagai gantinya besok kita jalan-jalan? Kita berbelanja semua yang kamu mau” ajak jongin

Mata lami langsung membulat “jinjja?”

Jongin mengangguk mantap “oppa, kau dan eomma”

“kalau begitu perkataan terimakasih di terima” seringainya

 

^_^

 

Hari para gadis memang terkadang di butuhkan. Menghabiskan waktu bersama teman yeoja, melakukan apapun yang yeoja sukai memang sudah menjadi bagian dari kehidupan yeoja.

Minggu yang cerah menerangi dua yeoja yang tengah berjalan dengan riangnya itu. Otak mereka di penuhi kata shopping. Bahkan senyum mereka mengembang hingga ke telinga

“ahh sudah lama sekali kita tidak pergi seperti ini” tutur sulli

“benar, kita terlalu sibuk sekolah” angguk krystal

“jadi kita akan kemana?” tanya sulli

Krystal langsung menunjuk sebuah toko “bagaimana jika ke sana? Ayo kita melihat-lihat”

 

^_^

“tapi eomma” seru seorang namja. Wajahnya terlihat khawatir. Keningnya berkerut karena bingung

Yeoja di hadapannya itu langsung membelai lengannya “tak apa-apa jonginah, eomma percaya padamu. Lagipula kau ke sini juga bersama sopir kan? Eomma akan ke kantor menggunakan taxi saja. Jika ada apa-apa telepon saja eomma, atau mungkin taemin”

Jongin memandang gadis kecil yang sedang memegang tangannya itu. menyadari sedang diperhatikan gadis itu menengadah dan memberikan senyumannya kepada oppa tersayangnya.

“benarkan lami? Kau tidak akan nakal kan?” tanya eommanya sambil berlutut

Lami mengangguk “tentu saja, lami kan anak baik”

“kalau begitu eomma harus pergi ke kantor dulu. Kau harus menuruti semua perkataan jongin oppa arratchi?” tutur yeoja itu membuat lami langsung mengangguk. “eomma pergi dulu ya, aku yakin kalian akan baik-baik saja” senyumnya sambil menepuk bahu jongin

Setelah mengantar ibunya menuju taxi, jongin dan lami kembali ke dalam toko. Di sana terisi dengan bermacam pakaian bahkan mainan. Mulai untuk anak-anak bahkan untuk anak dewasa.

“nah sekarang apa yang ingin kau beli?” tanya jongin sambil memandang lami

“oppa, lami ingin beli boneka” tutur adiknya itu.

 

^_^

 

Lagu mengalun dengan lembutnya di dalam toko itu. Ini pertama kalinya krystal dan sulli berbelanja di toko ini. Tapi sepertinya tempat ini cukup nyaman untuk di kunjungi.

“krystal-ah lihat, kiyoupta!” seru sulli langsung menunjuk sebuah boneka beruang berwarna coklat setibanya di sana

Krystal yang langsung menoleh juga tertarik dengan kelucuan boneka itu “oh my gosh, its so cute”

“yaya aku tahu ini sangat lucu, kau tak perlu mengatakannya dengan bahasa inggris” protes sulli yang biasanya akan langsung mengantuk jika sudah mendengar krystal mengeluarkan bahasa inggrisnya

Merekapun tenggelam dengan keasyikkan yang dialami mata mereka setelah melihat berderet boneka yang lucu. Lupa bahwa mereka datang ke tempat ini bersama dan langsung berpencar begitu saja untuk mencari sesuatu yang mereka suka.

Krystal sedang melihat-lihat boneka beruang di saat seseorang menyenggolnya. Dan iapun mendapatkan seorang gadis kecil yang cantik tengah memperhatikan sesuatu. Kakinya berjinjit dengan tidak seimbang sehingga ia terkadang menyenggol badan krystal yang berada tepat di sampingnya

“adik kecil, kau sedang apa?” tanya krystal bingung “dimana eommamu?” tanyanya sambil memandang ke sekeliling. Ia tidak mendapatkan orang yang kelihatan seperti eommanya.

Gadis kecil itu melihat krystal dan langsung tersenyum manis “unnie, eomma pergi ke kantor. Aku disini bersama oppa”

“oppa? Mana oppamu?” tanya krystal lagi

“unnie, bisakah kau mengambilkanku boneka itu?” tangan gadis kecil itu menunjuk boneka beruang besar yang terletak di atas rak. Posisinya sangat tinggi bahkan krystal sendiri yakin ia tidak akan bisa meraihnya dengan mudah.

“ah itu..” tutur krystal berfikir “akan unnie coba ya” senyumnya. Iapun menarik tangannya ke atas setinggi mungkin untuk meraih boneka itu. Tapi ternyata dengan tinggi badannya yang sekarang ia hanya bisa memegang tepi raknya saja. Tak tersentuh satu bulupun dari boneka itu. Seharusnya ia meminta sulli untuk mengambilnya, tapi dimana yeoja itu sekarang?

Sekuat tenaga krystal menjinjitkan kakinya dan meregangkan tangannya lebih panjang untuk menggapai kaki boneka itu. Dan berhasil! Ia mendapatkan kaki boneka itu. Senyumnya langsung mereka karena ia berhasil melakukannya. Kini iapun tinggal menarik boneka itu agar bisa jatuh ke tangannya yang satu.

Tapi ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Sepertinya boneka itu tersangkut dengan boneka yang lain. Dengan kekuatan penuh krystal menariknya dan menyebabkan semua boneka yang ada di atas ikut jatuh menimpanya

“aah” jerit krystal kaget. Matanya terpejam karena takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tapi…. ia tidak merasakan apapun, padahal tadi ia hampir terjatuh karena kakinya yang berjinjit dan kurang seimbang. Tunggu.. ada yang memegang lengannya.

“oppa!” seru suara gadis kecil itu

Perlaha krystal membuka matanya. Dan betapa kagetnya ia saat menemukan wajah jongin yang berada tepat di hadapannya. Hidung mereka hanya beberapa centi jauhnya.

Jongin memegangi tubuh krystal yang hampir terjatuh itu. menghalangi boneka dan beberapa mainan keras lainnya yang hampir menjatuhi yeoja itu dengan punggungnya.

“op-ppp-oppa?” ujar krystal terbata

Wajah jongin yang hanya beberapa centi di hadapannya itu tersenyum manis “kau tak apa-apa?”

“n-nde” krystal mengangguk. Ia langsung berdiri dengan kakinya sendiri dengan tegap. Malu dengan apa yang sudah terjadi tadi. Membuat mukanya terasa panas dan juga ia yakin memerah.

“oppa maafkan lami” tutur gadis cilik itu

“mwo? Kenapa kau meminta maaf?” tanya jongin bingung sambil memandangi gadis kecil itu

“lami yang meminta unnie ini untuk mengambil boneka itu” kening lami berkerut merasa bersalah

“ah aniya tidak apa-apa” seru krystal sambil tersenyum

“ah jadi krystal membantu lami?” tanya jongin kembali tersenyum kepada krystal

“nde? Ah aniyo hanya saja tadi adik kecil ini ingin mengambil itu, jadi aku coba ambilkan tapi ternyata aku tidak setinggi yang aku bayangkan” kekeh krystal

“gomawo, dan juga maaf karena kau jadi seperti ini” tutur jongin

Krystal dengan cepat menggeleng “aniyo aku baik-baik saja. Aku yang harusnya berterimakasih kepada oppa”

“unnie, ini oppaku. Aku kesini bersamanya” tutur lami menyeringai ceria kembali

“dia..”

“ia dia adik perempuanku” tutur jongin langsung “aku kesini bersamanya, aku berjanji akan mengajaknya berbelanja. Ya kau tahu mau anak kecil atau orang dewasa, yeoja tetap suka berbelanja” kekeh jongin

Krystal ikut terkekeh “ah begitu” angguknya. Ia memandang jongin dan langsung tertuju pada jaket yang di kenakan jongin

Menyadari arah pandangan krystal jongin langsung menyentuh jaketnya “ah ini, terimakasih karena sudah mengembalikannya. Semalam taemin datang ke rumahku untuk mengantarkan ini”

“ah itu.. harusnya aku yang berterima kasih” senyum krystal

“krystal-ah!” panggil seseorang dari belakangnya. Krystal menoleh dan mendapatkan sulli berdiri di belakangnya dengan kening yang berkerut “kau kemana saja? Aku mencarimu”

“ah changkamman” tuturnya pada sulli. Ia berbalik kepada jongin “keurom oppa, aku harus pergi dulu” tuturnya “gadis cantik, unnie pergi dulu ya. senang bertemu denganmu” senyum krystal sambil mengelus lembut rambut lami

Sebelum pergi krystal membungkukkan badannya kepada jongin dengan sopan. Di sana tinggalah jongin dan lami. Mata jongin masih saja memandangi punggung krystal yang mulai menjauh. Ia tahu ini bukan kebiasaannya tapi kenapa matanya terus saja mencari sosok yeoja itu?

 

^_^

 

Bangku tribun yang berada di tepian lapangan bola terlihat dihuni oleh siswa-siswa yang sedang memasuki jam pelajaran olahraga. Dengan pakaian olahraga mereka, beberapa berlari beberapa melakukan peregangan, dan beberapa lagi hanya duduk-duduk dan tak tertarik sama sekali untuk membawa badan mereka ke daerah yang terkena sinar mata hari layaknya sulli

Dia dengan santai duduk di bangku tribun itu sambil memegang satu botol air mineral. Matanya menyipit karena sinar mata hari sambil memandangi krystal yang sedang berlari mengelilingi lapangan.

Dalam beberapa menit saja krystal sudah mengelilingi lapangan yang luas itu sebanyak 5 putaran. Ya sulli akui memang temannya satu itu memiliki kekuatan tubuh dan juga atletik yang bagus. Hanya dengan melihat tubuhnya saja semua orang juga akan tahu. Bahkan yeoja itu memiliki abs yang membuat sulli kaget.

Krystal berhenti di depan sulli dengan napas yang tersengal-sengal. Dia terdiam sebentar mengatur nafasnya. Sulli menyodorkan botol air mineral itu yang langsung di tenggak setengahnya oleh krystal.

“ya! kenapa kau meminumnya banyak sekali?” protes sulli

“kau tidak terlihat seperti akan olahraga ini kan?” cetus krystal

Sulli hanya bisa menghembuskan nafasnya. Ya dia memang buruk dalam olahraga, ini adalah pelajaran yang paling di bencinya. Lebih baik ia hanya duduk di sana dan mendapatkan nilai kasih sayang dari guru olahraganya.

Krystal duduk di samping sulli. Jantungnya berdebar keras akibat berlari. Tapi melakukan itu semua membuatnya senang. Setiap kali ia kelahan karena olahraga rasanya ia bisa melepaskan semua beban yang ada di otaknya.

“eo?” kaget sulli sambil memandang ke samping krystal

Dengan bingung krystal juga mengikuti arah pandangan sulli. Dan ia juga tak akalah kagetnya dengan sulli. Di sampingnya telah duduk namja bernama taemin dengan tenangnya

“anyong” sapa taemin ceria

“ah nde anyonghaseo” angguk krystal dan sulli gugup.

“aish.. kita sudah sering bertemu kenapa kau masih saja gugup seperti ini” geleng taemin pada krystal “kalau karena aku adalah sunbaemu membuatmu gugup, jangan panggil aku sunbae lagi” lanjut taemin

“ah aniyo” geleng krystal “aku hanya kaget sunbaenim tiba-tiba di sini” kekeh krystal

“aku sedang tak ada kelas” taemin menjawab pertanyaan tak langsung krystal “teman-temanku semuanya sedang belajar di perpustakaan, aku sedang malas” cengirnya

“kenapa sunbaenim bisa seperti itu?” tanya krystal “bukankah subaenim sebentar lagi akan ujian?”

“yah sepertinya aku salah lagi” kekeh taemin sambil menggeleng

“nde?” bingung krystal

“aku kesini agar tidak di omeli, ternyata kau juga mengomeliku masalah belajar” kekehnya “aku lupa kalau kau termasuk siswa terpintar di angkatanmu”

“aniyo” geleng krystal “bukan itu maksudku”

“makanya aku senang berteman dengan jongin, dia tak pernah menyuruhku belajar. Dia malah melarangku belajar” taemin tersenyum dan terkekeh sendiri mengingat kelakuan temannya itu

Krystal memandang taemin, ia tahu pastilah hubungan dua namja itu sudah sangat dekat. Ia sangat iri dengan persahabatan mereka.

“ah ia ngomong-ngomong tentang jongin, aku sudah memberikan jaket itu padanya. Dia juga sudah menceritakan semuanya. Aish.. dasar anak itu, jika mau jalan-jalan mengajakmu, tapi jika ada masalah mendadak akulah yang ia hubungi” geleng taemin

“masalah?” tanya krystal “memangnya ada masalah apa?”

Taemin memandang krystal. Beberapa detik matanya tak terlepas dari wajah krystal, membuat yeoja itu malu dan langsung menundukkan kepalanya “kau mengkhawatirkannya ya?” tanya taemin sambil tersenyum penuh arti

“nde? Aniyo” geleng krystal “aku hanya bertanya”

“ya kita anggap saja kau memang mengkhawatirkannya, tak ada yang salah dengan hal itu. kalian bahkan jalan-jalan berdua” kekeh taemin membuat krystal semakin malu. Sebenarnya taemin sendiri merasa gugup. Ia hampir saja keceplosan mengatakan apa yangs eharusnya tidak ia katakan. Untunglah ia memiliki perkataan lain yang bisa membantahnya.

Saku namja itu tiba-tiba saja bergetar. Dengan cepat taemin memasukan tangannya ke dalam sakunya. Mengambil ponselnya. Keningnya berkerut saat melihat nama yang tertera di layarnya itu.

Biasanya jika dia mendapat telepon dari nomor ini, berarti ada sesuatu yang penting, dan hal penting itu biasanya sesuatu yang buruk. Taemin menerima telepon itu dan langsung menempelkan ponselnya di telinga

“yobseo” tutur taemin “nde eommonie, waeyo?” ujarnya lagi setelah beberapa saat mendengar balasan dari sebrang telepon “lagi?”tanya taemin dengan panik.

 

 

 

TBC

6 thoughts on “2 Sides [2/4]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s